• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.5 Uji Hipotesis

4.5.1 Koefisien Determinasi

Analisis ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua atau lebih

variabel independen (X1, X2, X3, …Xn) terhadap variabel dependen (Y) secara

serentak. Koefisien ini menunjukkan seberapa besar hubungan yang terjadi

antara variabel independen (X1, X2, X3, …Xn) secara serentak terhadap variabel

dependen (Y). Nilai R berkisar antara 0 sampai 1, nilai semakin mendekati 1

berarti hubungan yang terjadi semakin kuat, sebaliknya nilai semakin mendekati

0 maka hubungan yang terjadi semakin lemah. Menurut Sugiyono (2007)

pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi sebagai berikut:

0.00 – 0.199 = Sangat Rendah 0.20 – 0.399 = Rendah

0.40 – 0.599 = Sedang 0.60 – 0.799 = Kuat

0.80 – 1.000 = Sangat Kuat

74 Tabel 4.7

Uji Koefisien Determinasi (R2)

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 ,880a ,774 ,759 ,724812

a. Predictors: (Constant), BIGF, ADISA, SBSDR, LEV, ROA, LNTA b. Dependent Variable: PFEE

Sumber: Data Diolah menggunakan SPSS 22

Dari tabel 4.7 di atas ada beberapa hal yang dapat disimpulkan, sebagai

berikut:

1. Nilai R sebesar 0,880 yang menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan

antara variabel dependen PFEE (Professional Fee) dengan ADISA (Pengadopsian ISA), LNTA (Ukuran Klien Audit), SBSDR (Kompleksitas

Audit), LEV (Risiko Litigasi), Profitabilitas Klien (ROA) dan BIGF (Jenis

KAP) sangat kuat yaitu sebesar 88,0 %.

2. R Squaresebesar 0,774 berarti 77,4 % PFEE (Professional Fee) mampu diprediksikan oleh ADISA (Pengadopsian ISA), LNTA (Ukuran Klien

Audit), SBSDR (Kompleksitas Audit), LEV (Risiko Litigasi), Profitabilitas

Klien (ROA) dan BIGF (Jenis KAP) . sedangkan sisanya 22,6% oleh variabel

lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

3. Nilai Adjusted R Square atau Koefisien Determinasi adalah 0,759 berarti 75,9

% PFEE (Professional Fee) mampu diprediksikan oleh ADISA

(Pengadopsian ISA), LNTA (Ukuran Klien Audit), SBSDR (Kompleksitas

75 KAP) . sedangkan sisanya 24,1% oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam

penelitian ini.

4. Ada dua pilihan, memakai R Square atau memakai Adjusted R Square. Apabila jumlah variabel lebih dari dua maka digunakan Adjusted R Square. Sehingga nilai yang digunakan sebagai koefisien determinasi adalah 75,9 %.

4.5.2 Uji F

Uji Signifikansi Simultan (Uji – F) digunakan untuk mengetahui apakah

secara bersama-sama atau simultan variabel independen di dalam penelitian

mempengaruhi variabel dependen. Untuk melihat pengaruhnya dari nilai

Signifikansi F. Apabila nilai Signifikansi F < 0,05 maka ada pengaruh variabel

independen secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel terikat, dan

sebaliknya apabila nilai signifikansi F > 0,05 maka tidak ada pengaruh variabel

independen secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel terikat.

Pengambilan keputusan juga dapat dilakukan dengan membandingkan nilai F hitung

dan F tabel . Jika nilai F hitung≤ F tabel maka tidak ada pengaruh variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen, dan sebaliknya jika nilai F hitung> F

tabel maka ada pengaruh variabel independen secara simultan terhadap variabel

dependen. Berikut hasil uji Signifikansi Simultan (Uji – F) dari penelitian.

Tabel 4.8

Uji Signifikansi Simultan (Uji – F)

ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 160,395 6 26,733 50,885 ,000b

Residual 46,756 89 ,525

76

a. Dependent Variable: PFEE

b. Predictors: (Constant), BIGF, ADISA, SBSDR, LEV, ROA, LNTA

Sumber : Data Diolah menggunakan SPSS 22

Berdasarkan hasil analisis regresi dapat diketahui bahwa secara

bersama-sama (simultan) variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap

variabel dependen. Hal ini dapat dibuktikan dari nilai F hitung sebesar 50,885

dengan signifikansi sebesar 0.000. Nilai F hitung ini lebih besar dari F tabel

sebesar 2,20. Apabila nilai signifikansi di bawah0.05 atau 5% maka regresi dapat

digunakan untuk memprediksi Professional Fee (PFEE) atau dapat dikatakan bahwa ADISA (Pengadopsian ISA), LNTA (Ukuran Klien Audit), SBSDR

(Kompleksitas Audit), LEV (Risiko Litigasi), Profitabilitas Klien (ROA) dan

BIGF (Jenis KAP) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap PFEE

(Professional Fee).

4.5.3 Uji t

Uji ini digunakan untuk mengetahui secara parsial apakah setiap variabel

bebas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat. Dengan

ketentuan apabila nilai signifikansi variabel independen > 0,05 maka secara

parsial tidak ada pengaruh signifikan variabel bebas terhadap variabel terikat, dan

sebaliknya apabila nilai signifikansi variabel independen < 0,05 maka secara

parsial ada pengaruh signifikan variabel bebas terhadap variabel terikat.

Pengambilan keputusan juga bisa dilakukan dengan membandingkan nilai thitung

dengan ttabel. Apabila nilai thitung ≤ ttabel maka secara parsial tidak ada pengaruh signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen, dan apabila nilai

77

thitung> ttabel maka secara parsial ada pengaruh signifikan dari variabel independen

terhadap variabel dependen. Berikut hasil Uji-t dari penelitian.

Tabel 4.9

Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji-t)

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -1,964 1,806 -1,087 ,280 ADISA ,048 ,149 ,016 ,323 ,748 LNTA ,816 ,067 ,795 12,204 ,000 SBSDR -,002 ,009 -,012 -,193 ,848 LEV ,992 ,466 ,126 2,129 ,036 ROA 2,384 ,630 ,222 3,783 ,000 BIGF ,459 ,180 ,154 2,549 ,013

a. Dependent Variable: PFEE

Sumber: Data Diolah menggunakan SPSS 22

Dari Tabel 4.9 di atas, maka kesimpulan dari Uji-t adalah sebagai

berikut:

1. Hasil Uji Hipotesis Satu : Pengadopsian ISA berpengaruh positif terhadap

Professional Fee.

Nilai signifikansi untuk variabel ADISA adalah sebesar 0,748 > 0,05, nilai

thitung untuk variabel ADISA = 0,323 dan ttabel untuk df= n-k = 89 di mana α =

5% sehingga diketahui nilai ttabel = 1,66216 maka thitung< ttabel (0,323 <

1,66216). Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa variabel ADISA secara

parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel PFEE. Hal tersebut

berearti H1 ditolak dimana Pengadopsian ISA tidak berpengaruh signifikan

78 2. Hasil Uji Hipotesis dua : Ukuran Klien Audit berpengaruh positif terhadap

professional fee.

Nilai signifikansi untuk variabel LNTA adalah sebesar 0,000 < 0,05, nilai thitung

untuk variabel LNTA = 12,204 dan ttabel untuk df= n-k= 89 di mana α = 5%

sehingga diketahui nilai ttabel = 1,66216 maka thitung> ttabel (12,204 > 1,66216).

Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa variabel LNTA secara parsial

berpengaruh signifikan terhadap variabel PFEE. Hal ini berarti H2 diterima, dimana Ukuran Klien Audit memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap

Professional Fee.

3. Hasil Uji Hipotesis tiga : Kompleksitas Audit berpengaruh positif terhadap

professional fee.

Nilai signifikansi untuk variabel SBSDR adalah sebesar 0,848 > 0,05, nilai

thitung untuk variabel SBSDR = -0,193 dan ttabel untuk df= n-k= 89 di mana α =

5% sehingga diketahui nilai ttabel = 1,66216 maka thitung< ttabel (-0,193 <

1,66216). Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa variabel SBSDR secara

parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel PFEE.Hal ini berarti H3

ditolak, dimana Kompleksitas audit tidak berpengaruh signifikan terhadap

Professional Fee.

4.Hasil Uji Hipotesis empat : Risiko Litigasi berpengaruh positif terhadap

professional fee.

Nilai signifikansi untuk variabel LEV adalah sebesar 0,036 < 0,05, nilai thitung

untuk variabel LEV = 2,129 dan ttabel untuk df= n-k= 89 d i man a α = 5 %

79 Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa variabel LEV secara parsial

berpengaruh signifikan terhadap variabel PFEE.Hal ini berarti H4 diterima, dimana Risiko Litigasi memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap

Professional Fee.

5. Hasil Uji Hipotesis lima : Profitabilitas Klien berpengaruh positif terhadap

professional fee.

Nilai signifikansi untuk variabel ROA adalah sebesar 0,000 < 0,05, nilai thitung

untuk variabel ROA = 3,783 dan ttabel untuk df= n-k= 89 di mana α = 5%

sehingga diketahui nilai ttabel = 1,66216 maka thitung> ttabel (3,783 > 1,66216).

Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa variabel ROA secara parsial

berpengaruh terhadap variabel PFEE.Hal ini berarti H5 diterima, dimana Profitabilitas memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap Professional Fee.

6. Hasil Uji Hipotesis enam : Jenis KAP berpengaruh positif terhadap professional fee.

Nilai signifikansi untuk variabel BIGF adalah sebesar 0,013 < 0,05, nilai thitung

untuk variabel BIGF = 2,549 dan ttabel untuk df= n-k= 89 d i mana α = 5 %

sehingga diketahui nilai ttabel = 1,66216 maka thitung> ttabel (2,549 > 1,66216).

Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa variabel BIGF secara parsial

berpengaruh terhadap variabel PFEE. Hal ini berarti H6 diterima, dimana Jenis KAP memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap Professional Fee.

80 4.6 Pembahasan Hasil Penelitian

Nilai R sebesar 0,759 yang menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan

antara PFEE (Professional Fee) dengan ADISA (Pengadopsian ISA), LNTA (Ukuran Klien Audit), SBSDR (Kompleksitas Audit), LEV (Risiko Litigasi),

Profitabilitas Klien (ROA) dan BIGF (Jenis KAP) kuat yaitu sebesar 75,9%.

sedangkan sisanya 24,1% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti

dalam penelitian ini.

Hasil pengujian Hipotesis menyatakan bahwa dari keenam variabel

penelitian yaitu, ADISA, LNTA, SBSDR, LEV, ROA dan BIGF, Diketahui

bahwa Variabel LNTA (Ukuran Klien Audit), LEV (Risiko Litigasi), ROA

(Profitabilitas Klien) dan BIGF (Jenis KAP) berpengaruh secara parsial terhadap

variabel dependen PFEE (Professional Fee). Untuk Variabel SBSDR (Kompleksitas Audit) dan Variabel ADISA (Pengadopsian ISA) tidak

berpengaruh secara parsial terhadap variabel dependen PFEE (Professional Fee). Dalam pengaruhnya secara simultan disimpulkan bahwa keenam variabel

independen yaitu, ADISA (Pengadopsian ISA), LNTA (Ukuran Klien Audit),

SBSDR (Kompleksitas Audit), LEV (Risiko Litigasi), ROA (Profitabilitas Klien)

dan BIGF (Jenis KAP) memiliki pengaruh secara simultan terhadap variabel

dependen PFEE (Professional Fee).Hal ini dapat dilihat melalui hasil Uji F dimana diperoleh f hitung 50,885 dengan tingkat signifikansi 0,000. Berdasarkan

hasil tersebut diketahui bahwa nilai signifikansi F 0,000 < 0,05 dan nilai F hitung

81 Hasil ini tidak jauh berbeda dengan hasil beberapa penelitian terdahulu.

Seperti pada penelitian Hassan dan Nasser (2013) yang menyebutkan Ukuran

Klien Audit berpengaruh terhadap besarnya Audit Fee. Pada penelitian Gammal (2012) juga disebutkan bahwa Ukuran klien audit, Jenis KAP, dan tingkat

profitabilitas klien berpengaruh terhdap Audit Fee. Bolyai dan Losivan (2008) pada penelitiannya menyatakan bahwa Ukuran Klien Audit dan Jenis KAP

berpengaruh terhadap besarnya Audit Fee.Hasil penelitian Yohanes (2013) menyebutkan bahwa Ukuran Klien audit, Profitabilitas klien berpengaruh pada

Audit fee.

Hasil dalam penelitian ini terdapat juga perbedaan dengan penelitian

terdahulu. Dalam penelitian ini, dinyatakan bahwa Kompleksitas audit tidak

berpengaruh terhadap besarnya Professional Fee. Sementara itu, dalam beberapa penelitian terdahulu, dinyatakan bahwa kompleksitas audit memliki pengaruh

terhadap Audit Fee, yang mana berarti secara tidak langsung akan berpengaruh juga terhadap Professional Fee. Kompleksitas Audit dinyatakan berpengaruh dalam beberapa penelitain terdahulu, Seperti dalam penelitian Hassan dan Nasser

(2013), penelitian yang dilakukan oleh Bolyai dan Losivan (2008), penelitian

Amba dan Hajeri (2013) dan pada penelitian Nugrahani (2013).

Adanya perbedaan hasil penelitian dari berbagai penelitian terdahulu dan

penelitian ini mungkin diakibatkan karena perbedaan objek penelitian selain itu

mungkin karena periode waktu penelitian yang berbeda. Perbedaan juga muncul

akibat keadaan ekonomi, sosial dan politik yang berbeda selama periode waktu

82 BAB V

Dokumen terkait