METODE PENELITIAN
3.4 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
Definisi operasional variabel adalah definisi-definisi yang akan
dipergunakan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk memberikan arah dan
batasan dalam penyelesaian masalah.
3.4.1 Variabel Dependen
Dalam penelitian ini, yang menjadi variabel Dependen adalah Professional Fee yang mana menggambarkan keadaan besarnya Audit Fee. Menurut IAPI (2008), Fee Audit adalah imbal jasa atas waktu yang telah dipergunakan auditor dalam melaksankan tugasnya dan biaya-biaya yang diperlukan auditor terkait
45 Data Professional fee dapat diporeleh dari laporan tahunan perusahaan (annual report) seluruh perusahaan yang tercatat di BEI. Dalam penelitian ini yang
digunakan adalah laporan tahunan periode 2012-2013. Pengungkapan Audit fee di Indonesia masih bersifat Voluntary Disclosure, oleh karean itu Audit Fee dapat dilihat dari Professional Fee yang diungkapkan dalam laporan tahunan perusahaan. Karena itu yang digunakan adalah Professional Fee.
Variabel Professional Fee menggunakan logaritma natural. Penggunaan logaritma natural dimaksudkan untuk memperkecil perbedaan angka yang terlalu
jauh dari data yang telah ditetapkan sebagai sampel penelitian. Selanjutnya,
Variabel ini akan disimbolkan dengan PFEE dalam persamaan.
3.4.2 Variabel Independen
3.4.2.1 Pengadopsian ISA
Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) telah memutuskan untuk
mengadopsi secara penuh International Standards on Auditing (ISA) untuk
menggantikan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP), yang mana
penggunaan standar ini dimulai pada tanggal 1 Januari 2013 untuk setiap laporan
keuangan yang diaudit oleh Akuntan Publik.
Tuanakotta, dalam bukunya yang berjudul Audit Berbasis ISA
(Intrnational Standards on Auditing) (2013) menyatakan bahwa Dengan adanya
pengadopsian ISA yang dilakukan oleh Indonesia, tentunya akan terjadi
46 biaya berulang-ulang terjadi setiap tahunnya (recurring cost) dan biaya yang
hanya akan terjadi sekali (one-off costs), yaitu pada saat mulai pengadopsian ISA.
Variabel pengadopsian ISA diukur dengan menggunakan Variabel dummy. Dimana 1 untuk laporan keuangan yang telah diaudit dengan menggunakan
pengadopsian Standar ISA (periode 2013) dan 0 untuk laporan keuangan yang
telah diaudit sebelum pengadopsian Standar ISA. Selanjutnya Pengadopsian ISA
disimbolkan sebagai ADISA.
3.4.2.2 Ukuran Klien Audit
Variabel indikator untuk mewakili faktor ukuran perusahaan adalah total
aktiva yang dimiliki oleh perusahaan (Hay et al., 2008 dalam Widiasari, 2009). Total asset terdiri atas asset lancar, asset tidak lancar, asset tidak berwujud dan
asset lainnya. Semakin besar total asset yang dimiliki, berarti perusahaan mampu
menutupi kewajibannya.
Variabel Ukuran Klien Audit diukur dengan menggunakan logaritma
natural dari total asset. Selanjutnya variabel ini akan disimbolkan dengan LNTA.
3.4.2.3 Kompleksitas Audit
Anak perusahaan mewakili kompleksitas jasa audit yang diberikan oleh
auditor eksternal. Semakin banyak jumlah anak perusahaan yang dimiliki sebuah
perusahaan maka akan semakin rumit transaksi yang dimiliki klien Kantor
47 Kompleksitas perusahaan diukur dengan menggunakan jumlah anak
perusahaan yang dimiliki baik yang berada di dalam negeri maupun yang berada
di luar negeri. Kompleksitas Klien ini kemudian akan disimbolkan dengan
SUBSDR.
3.4.2.4 Risiko Litigasi
Risiko litigasi adalah risiko yang melekat pada perusahaan dan
memungkinkan terjadinya ancaman litigasi oleh pihak-pihak yang berkepentingan
dengan perusahaan yang merasa dirugikan. Audit fee akan lebih tinggi jika auditor
menagani klien yang memiliki risiko litigasi yang tinggi. Hal ini disebabkan
karena, apabila klien memiliki risiko litigasi yang tinggi maka auditor akan lebih
berhati-hati dan berusaha mengatasi risiko litigasi tersebut dengan upaya audit
yang lebih ekstra. Upaya audit ekstra perlu dilakukan untuk meminimalisasi
ancaman risiko litigasi oleh pihak yang berkepentingan. Biaya audit untuk
menanggung besarnya risiko litigasi yang ditanggung oleh auditor tercermin
dalam Audit Fee yang diberikan (De George et al, 2013).
Risiko litigasi dapat diukur dengan menggunakan berbagai indikator
keuangan yang menjadi determinan kemungkinan terjadinya litigasi. Johnson et
al. (2001) melakukan estimasi seluruh variabel yang mempengaruhi risiko litigasi
dengan memakai model regresi probit. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan
ada tiga variabel yang mempunyai koefisien positif dan signifikan, yaitu:
48 Salah satu cara pengukuran variabel risiko litigasi adalah menggunakan
proksi Financing. Proksi Financing dapat diukur dengan menggunakan rasio leverage (LEV). Selanjutnya risiko litigasi akan disimbolkan dengan LEV.
Adapun Leverage adalah
Total Hutang Total aktiva
3.4.2.5 Profitabilitas Klien
Profitabilitas terkait dengan efisiensi penggnaan asset dan sumber daya
lain oleh perusahaan dalam operasinya. Variabel Profitabilitas diukur dengan
menggunakan Tingkat Pengembalian atas Aktiva, ROA (Return on Asset). Yang
selanjutnya akan disimbolkan dengan ROA. Rumus untuk menghitung ROA
adalah
3.4.2.6 Ukuran KAP
Kantor Akuntan Publik di Indonesia terdiri dari dua jenis, yaitu KAP Big Four dan KAP Non Big Four. Yang dimaksudkan dengan KAP Big Four adalah merupakan Kantor akuntan Publik international yang berafiliasi dengan kantor
Akuntan Publik lokal.
Kantor Akuntan Publik yang termasuk Big Four adalah
1. Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana & Rekan
berafiliasi dengan PriceWaterhouse Cooper (PwC). ROA = Laba Bersih
49 2. Kantor Akuntan Publik Purwanto, Suherman & Surja (PSS)
berafiliasi dengan Ernst & Young (EY).
3. Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Eny dan berlokasi di
2 tempat, yaitu Jakarta dan Surabaya. KAP ini berafiliasi dengan
Deloitte Touche Tohmatsu (DTT).
4. Kantor Akuntan Publik Siddharta & Widjaja Berafiliasi dengan
Klynveld Peat Marwick Goerdeler (KPMG).
Variabel Jenis KAP diukur dengan menggunakan variabel dummy, yang
mana 1 untuk KAP Big Four dan 0 untuk KAP lainnya. Selanjutnya Jenis KAP akan disimbolkan sebagai BIGF.
Tabel 3.1 Operasional Variabel
No Variabel Definisi Formula
Variabel Independen 1 Pngadopsian ISA
(ADISA)
Pergantian Standard auditing di Indonesia menjadi ISA dimulai 1 Januari 2013
Dummy Dimana:
Skor 1 diberikan untuk laporan keuangan yang telah menggunakan ISA sebagai Standar Audit
Skor 0 diberikan untuk laporan keuangan yang belum menggunakan ISA sebagai Standar Audit 2 Ukuran Klien
Audit (LNTA)
Ukuran perusahaan adalah besar kecilnya perusahaan berdasarkan total aset yang
dimilikinya
Logaritma Natural Total Asset 3 Kompleksitas