• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 19

4.4 Koleksi

Koleksi di Perpustakaan SMP Negeri 19 Semarang pada tahun pelajaran 2012/2013 terdiri dari koleksi cetak dan koleksi noncetak. Koleksi cetak terdiri dari koleksi referensi, nonfiksi, fiksi, buku teks utama, majalah 5 judul (Penyebar Semangat, Joyo Boyo, Trubus, Hello, Bola), surat kabar 2 judul (Kompas, Suara Merdeka). Sedangkan koleksi noncetak terdiri dari CD pembelajaran 88 judul dengan jumlah 247 keping yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Rincian koleksi tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 1:

Jumlah koleksi Perpustakaan SMP Negeri 19 Semarang

Koleksi Judul Eksemplar

Referensi 1406 4394

Nonfiksi 1597 5374

Fiksi 788 2376

Buku Teks Utama 155 24236

Sumber: Perpustakaan SMP Negeri 19 Semarang

Berikut ini adalah daftar rincian koleksi nonfiksi dan koleksi referensi yang masuk buku induk perpustakaan SMP Negeri 19 Semarang tahun ajaran 2012/2013 berdasarkan nomor klasifikasinya:

Tabel: 2

Daftar koleksi nonfiksi dan koleksi referensi Perpustakaan SMP Negeri 19 Semarang

No. Klas Subjek

Jumlah Judul Eksemplar 1. 000 Karya Umum 210 395 2. 100 Filsafat 63 85 3. 200 Agama 271 1095 4. 300 IPS 736 1295 5. 400 Bahasa 245 1698 6. 500 Ilmu Murni 350 2151 Surat Kabar 2 - Noncetak (CD) 88 247

7. 600 Teknologi 365 397

8. 700 Kesenian, Hiburan, Olah Raga

275 651

9. 800 Kesusastraan 191 502

10. 900 Sejarah Ilmu Bumi 355 960

Sumber: Perpustakaan SMP Negeri 19 Semarang

Koleksi buku nonfiksi di Perpustakaan SMP Negeri 19 Semarang bervariatif meskipun kurang up to date. Banyak koleksi yang seharusnya sudah kuno dan informasinya sudah ketinggalan jaman, namun masih dilayankan. Pengadaan koleksi nonfiksi selalu diupayakan oleh perpustakaan setiap tahunnya, namun kendala biaya selalu menjadi penghambat. Sehingga pengadaannya juga kurang maksimal beberapa tahun belakangan. Saat ini penambahan koleksi buku di perpustakaan SMP Negeri 19 Semarang masih bergantung pada sumbangan dari pemerintah, siswa, dan guru. Kebanyakan siswa menyumbang buku ke perpustakaan sebagai hukuman yang diberikan oleh guru.

Kebanyakan pemustaka memanfaatkan koleksi buku nonfiksi di Perpustakaan SMP Negeri 19 Semarang karena adanya tugas dari guru bidang studi. Buku-buku yang dipinjam hanya boleh dipinjam selama di sekolah dan tidak boleh dibawa pulang. Kebanyakan buku yang dipinjam adalah buku-buku Ilmu Pengetahuan Alam, terutama buku biologi dan fisika. Di bawah ini merupakan daftar peminjaman koleksi nonfiksi Semester 1 tahun ajaran 2012/2013 :

Tabel: 3

Daftar peminjaman buku nonfiksi Semester 1 tahun ajaran 2012/2013

No. Nomor Klas Subjek Jumlah Peminjaman

1. 000 Karya Umum 2 2. 100 Filsafat 0 3. 200 Agama 31 4. 300 IPS 9 5. 400 Bahasa 6 6. 500 Ilmu Murni 53 7. 600 Teknologi 47

8. 700 Kesenian, Hiburan, Olah Raga 51

9. 800 Kesusastraan 6

10 900 Sejarah Ilmu Bumi 2

Sumber: Perpustakaan SMP Negeri 19 Semarang

4.5 Sarana dan Prasarana

Perabot yang dimiliki Perpustakaan SMP Negeri 19 Semarang antara lain: meja baca 6 buah, kursi baca 48 buah, rak buku 6 buah, almari buku referens 4 buah, almari buku katalog 1 buah, papan pengumuman 1 buah, rak koran 2 buah, rak majalah 2 buah, papan pamer 1 buah, meja baca perorangan (study carrel) 4 buah, tempat penitipan 1 buah, jam penitipan 1 buah, taman baca, komputer 4 unit (1 unit digunakan sebagai absensi pengunjung, 1 unit digunakan sebagai otomasi perpustakaan, 1 unit untuk internet, dan 1 unit untuk kegiatan administrasi perpustakaan). Selain itu memiliki 1 CCTV, 1 Tv 14 Inch, 1 TV 29 Inch, 1 buah VCD Player, 1 buah DVD (radio, Tape), 1 buah LCD, dan seperangkat alat dengar suara.

4.6 Pemustaka

Pemustaka di Perpustakaan SMP Negeri 19 Semarang adalah siswa-siswi, guru, karyawan, dan seluruh civitas akademika SMP Negeri 19 Semarang.

Karena adanya pembiasaan perpustakaan, pihak sekolah memberikan tanggung jawab kepada guru-guru Bahasa Indonesia untuk mengajak siswa-siswinya belajar di perpustakaan minimal satu jam tiap minggunya. Tidak hanya berkunjung, namun siswa-siswi juga diberikan tugas-tugas yang berkaitan dengan kurikulum. Maka dari itu, kunjungan pemustaka ke perpustakaan tergolong tinggi. Meskipun demikian, selama tiga tahun ini siswa belum bisa meminjam buku untuk dibaca di rumah, hanya diperbolehkan meminjam selama berada di sekolah. Hal ini dikarenakan pihak sekolah dan perpustakaan belum memberikan kartu anggota perpustakaan kepada siswa. Sehingga siswa hanya bisa membaca di perpustakaan.

Berikut ini adalah tabel jumlah pengunjung Perpustakaan SMP Negeri 19 Semarang pada Tahun Pelajaran 2011/2012:

Tabel: 4

Jumlah Pengunjung Perpustakaan Tahun Pelajaran 2012/2013

No Semester 1 Jumlah Pengunjung Semester 2 Jumlah Pengunjung

1 Juli 3990 Januari 4881

2 Agustus 5600 Pebruari 3619

4 Oktober 3515 April 2246

5 Nopember 4112 Mei 1986

6 Desember 4221 Juni 1171

Jumlah 25.403 Jumlah 17.109

Sumber: Perpustakaan SMP Negeri 19 Semarang

4.7 Prestasi

Perpustakaan SMP Negeri 19 Semarang merupakan salah satu perpustakaan yang berprestasi. Perpustakaan ini pernah meraih juara dalam beberapa Lomba Perpustakaan pada tahun 2006 dan 2007, mulai tingkat Kota sampai tingkat Provinsi. Prestasi yang pernah diraih Perpustakaan SMP Negeri 19 Semarang, yaitu:

1. Juara I Lomba Perpustakaan Tingkat Kota Semarang tahun 2006. 2. Juara I Lomba Perpustakaan Tingkat Eks Karisidenan Semarang

tahun 2006.

3. Juara III Lomba Perpustakaan Tingkat Jawa Tengah tahun 2006. 4. Juara I Lomba Perpustakaan Tingkat Jawa Tengah tahun 2007.

BAB V

HASIL PENELITIAN

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara dan catatan lapangan dengan cara mengorganisir data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih nama yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri-sendiri maupun orang lain (Sugiyono, 2009: 244).

Pada sub bab berikut membahas hasil penelitian berdasarkan pengamatan atau observasi, wawancara maupun dokumentasi, kemudian dilakukan teknik analisis deskriptif terhadap motivasi pemanfaatan koleksi nonfiksi sebagai sumber belajar di SMP Negeri 19 Semarang sehingga diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemustaka dalam memanfaatkan koleksi nonfiksi perpustakaan.

5.1 Kriteria Informan

Informan dalan penelitian kualitatif ditentukan berdasarkan pertimbangan tertentu. Peneliti menentukan beberapa pertimbangan dalam menentukan informan. Jumlah informan yang diambil peneliti dalam penelitian ini adalah 5 (lima) informan dengan kriteria sebagai berikut:

1. Siswa yang sering berkunjung ke Perpustakaan SMP Negeri 19 Semarang.

2. Siswa yang sering meminjam koleksi nonfiksi di Perpustakaan SMP Negeri 19 Semarang.

3. Siswa yang benar-benar memanfaatkan koleksi nonfiksi sebagai sumber belajar. Berdasarkan kriteria tersebut di atas peneliti akan lebih mudah dalam menentukan pemustaka yang akan dijadikan informan. Peneliti memilih lima pemustaka yang terdiri dari siswa kelas VIII dan kelas IX di SMP Negeri 19 Semarang sebagai informan dalam penelitian, yaitu:

Table: 5

Daftar Informan

NO NAMA KELAS JENIS

KELAMIN

1. Novia Monicasari IX-A Perempuan

2. Vada Annisa IX-A Perempuan

3. Ajiyoko IX-E Laki-laki

4. Bella Isahara VIII-E Perempuan

5. Dinda Putri Astria VIII-C Perempuan

5.2 Analisis Penelitian

5.2.1 Pemanfaatan Koleksi Nonfiksi sebagai Sumber Belajar di SMP Negeri 19 Semarang

Perpustakaan sekolah akan bermanfaat apabila benar-benar memperlancar pencapaian tujuan proses belajar mengajar di sekolah dengan adanya pemanfaatan koleksi oleh pemustakanya. Pemanfaatan koleksi dilakukan karena adanya kebutuhan dalam diri seseorang akan informasi dan ilmu pengetahuan. Begitu halnya dengan pemustaka SMP Negeri 19 Semarang yang memanfaatkan koleksi perpustakaan sekolah sebagai sumber

belajar. Pemustaka memanfaatkan koleksi dengan cara berkunjung ke perpustakaan. Perpustakaan dan guru Bahasa Indonesia bekerjasama untuk memaksimalkan perpustakaan dengan melaksanakan belajar mengajar di perpustakaan.

5.2.1.1 Jam Perpustakaan

Berkaitan dengan pertanyaan mengenai topik pembicaraan adanya jam perpustakaan di kelas. Pertanyaannya sebagai berikut:

”Apakah ada jam perpustakaan di kelas Anda?”

Ketiga informan dari kelas IX, Vada Anisa kelas A, Novia Monicasari kelas IX-A, dan Ajiyoko kelas IX-E menyatakan bahwa jam perpustakaan ada setiap satu jam seminggu ketika mereka kelas VII, namun sekarang jadwal jam perpustakaan tidak tentu. Jam berkunjungnya tergantung pada guru Bahasa Indonesia. Berikut pernyataannya:

”Sekarang ada, tapi tergantung Bu Wahyati (guru Bahasa Indonesia) kapan mau ke perpustakaannya.” (Wawancara dengan Vada, pada 5 Januari 2013)

”Ada, tapi gak seperti waktu kelas VII. Kalau sekarang terserah gurunya.” (Wawancara dengan Novia, pada 11 Januari 2013)

”Ada. Tapi jamnya gak pasti.” (Wawancara dengan Ajiyoko, pada 12 Januari 2013)

Dua informan kelas VIII memiliki pernyataan sebagai berikut:

Gak tau. Tapi kalau pelajarannya Bu Dewi (guru Bahasa Indoneisa) sering di perpustakaan.” (Wawancara dengan Bella, pada 4 Januari 2013)

”Pernah beberapa kali. Kadang cuma disuruh pinjam buku di perpustakaan terus balik ke kelas lagi buat bikin ringkasan.” (Wawancara dengan Dinda, pada 4 Januari 2013)

Berdasarkan pernyataan-pernyataan dari informan, dapat diketahui bahwa saat ini jam perpustakaan yang terjadwal sudah ditiadakan. Namun, setiap guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 19 Semarang tetap mengajak para siswa untuk memanfaatkan perpustakaan dengan cara melaksanakan proses belajar mengajar di perpustakaan dan memberi tugas-tugas yang mengaharuskan siswa memanfaatkan koleksi di perpustakaan.

Di luar kewajiban berkunjung ke perpustakaan karena tugas dari guru, pemustaka juga berkunjung ke perpustakaan ketika jam istirahat. Berdasarkan data kunjungan yang dimiliki perpustakaan, rata-rata pemustaka berkunjung dua atau tiga kali seminggu.

5.2.1.2 Frekuensi Kunjungan

Berkaitan dengan pertanyaan tentang topik pembahasan kunjungan informan ke perpustakaan dalam seminggu. Pertanyaannya sebagai berikut:

”Dalam satu minggu berapa kali Anda berkunjung ke perpustakaan?”

Berdasarkan pertanyaan tersebut di atas, berikut jawaban dari salah satu informan:

”Lebih dari dua kali. Bisa sampai empat atau lima kali kalau lagi butuh referensi buat makalah.” (Wawancara dengan Vada, pada 5 Januari 2013)

Vada Anisa berkunjung ke perpustakaan lebih dari dua kali dalam satu minggu. Frekuensinya bisa bertambah jika dia sedang membutuhkan referensi untuk bahan membuat KIR (Karya Ilmiah Remaja).

Novia Monicasari juga mengatakan bahwa dia berkunjung ke perpustakaan dua kali atau lebih dalam seminggu. Namun ketika Novia membutuhkan referensi untuk mengerjakan tugas, dia akan lebih sering datang ke perpustakaan. Berikut pernyataannya:

”Biasanya saya datang ke perpustakaan sekitar dua kali dalam satu minggu. Tapi bisa lebih juga, gak tentu.” (Wawancara dengan Novia, pada 11 Januari 2013)

Berbeda dengan dua informan di atas, ketiga informan lainnya menyatakan jumlah kunjungan yang berbeda-beda dalam satu minggu. Kunjungan ke perpustakaan ketiga informan di berikut tidak pasti setiap minggunya. Berikut pernyataannya:

”Kadang dua kali, tiga kali, kadang gak ke perpustakaan sama sekali.” (Wawancara dengan Ajiyoko, pada 12 Januari 2013)

”Seringnya dua kali seminggu. Kadang-kadang ya sekali. Tapi kayaknya gak pernah lebih.” (Wawancara dengan Bella, pada 4 Januari 2013)

”Kadang-kadang sekali, kadang-kadang dua kali.” (Wawancara dengan Dinda, pada 4 Januari 2013)

Berdasarkan pernyataan dari informan, dapat diketahui bahwa rata-rata kunjungan informan adalah dua kali dalam satu minggu dengan tujuan kunjungan yang berbeda.

Berkaitan dengan pertanyaan tentang topik pembahasan lama kunjungan informan ke perpustakaan. Berikut pertanyaannya:

”Berapa lama Anda berkunjung ke perpustakaan?”

Kelima informan berkunjung ke perpustakaan pada saat jam istirahat. Rata-rata lama berkunjungnya sekitar 20 sampai 30 menit. Berikut pernyataannya:

”Kira-kira ya 30 menitan lebihlah.” (Wawncara dengan Vada, pada 5 Januari 2013)

”Sekitar 15 sampai 20 menitan. Pokoknya selama istirahat.” (Wawancara dengan Novia, pada 11 Januari 2013)

”30 menitan mungkin.” (Wawancara dengan Bella, pada 4 Januari 2013)

”Paling 5 menit atau 10 menit.” (Wawancara dengan Dinda, pada 4 Januari 2013)

Waktu istirahat di SMP Negeri 19 Semarang adalah 40 menit saat istirahat pertama dan 45 menit saat istirahat kedua. Vada Anisa, Novia Monicasari, Ajiyoko, dan Bella Isahara berkunjung ke perpustakaan dengan lama kunjungan yang hampir sama. Sedangkan Dinda Putri Astria memiliki waktu kunjungan yang berbeda dari informan lain. Dia berkunjung ke perpustakaan hanya sekitar 5 sampai 10 menit. Dinda mengatakan berkunjung ke perpustakaan hanya untuk meminjam buku untuk dibawa ke kelas dan dikembalikan saat pulang sekolah.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa rata-rata para informan berkunjung antara 20 sampai 30 menit. Mereka memanfaatkan waktu istirahat mereka untuk berkunjung ke perpustakaan dengan tujuan masing-masing. Saat berkunjung ke perpustakaan informan tidak selalu meminjam buku perpustakaan.

5.2.1.3 Tujuan Kunjungan

Berkaitan dengan pertanyaan tentang topik pembahasan tujuan kunjungan informan ke perpustakaan. Berikut pertanyaannya:

Berdasarkan pertanyaan di atas, Novia Monicasari siswa kelas IX-A menjawab sebagai berikut:

”Saya seringnya datang ke perpustakaan kalau mau mengerjakan tugas. Mencari referensi gitu.” (Wawancara dengan Novia, pada 11 Januari 2013)

Menurut Novia, perpustakaan menyediakan informasi lebih banyak. Sehingga jika dia membutuhkan informasi untuk membantu mengerjakan tugasnya, dia akan datang ke perpustakaan.

Jawaban Novia sedikit berbeda dengan Vada Anisa, siswa kelas IX-A yang menjawab sebagai berikut:

”Untuk mengisi waktu luang sambil baca-baca buku. Kadang-kadang untuk cari referensi.” (Wawancara dengan Vada, pada 5 Januari 2013)

Vada berkunjung ke perpustakaan untuk mengisi waktu luangnya dan membaca buku. Namun, jika dia membutuhkan referensi untuk mengerjakan tugas, tempat pertama yang akan dia datangi untuk mencari referensi adalah perpustakaan.

Sedangkan tujuan informan lain berkunjung ke perpustakaan adalah untuk membaca membaca buku atau meminjam buku. Berikut pernyataannya:

”Untuk baca-baca aja.” (Wawancara dengan Ajiyoko, pada 12 Januari 2013)

”Baca-baca atau pinjam buat dibaca di kelas.” (Wawancara dengan Bella, pada 4 Januari 2013)

Tujuan Ajiyoko datang ke perpustakaan adalah untuk membaca buku. Buku yang dia baca di perpustakaan merupakan koleksi perpustakaan maupun buku yang dia bawa dari rumah. Berbeda dengan Ajiyoko, Dinda Putri Astria memiliki tujuan datang ke perpustakaan untuk meminjam buku. Biasanya Dinda meminjam buku karena ada tugas yang mengahruskan memakai koleksi perpustakaan. Sedangkan Bella Isahara berkunjung ke perpustakaan untuk membaca koleksi perpustakaan atau meminjam buku pendamping belajar untuk dibaca di kelas.

Berdasarkan pernyataan dari informan, rata-rata tujuan informan datang ke perpustakaan adalah untuk membaca buku. Setiap kunjungan pemustaka ke perpustakaan terbatas pada jam istirahat saja. Kecuali pada saat ada tugas dari guru untuk ke perpustakaan.

5.2.1.4 Pemanfaatan Koleksi

Berkaitan dengan pertanyaan tentang topik pembahasan informan selalu atau tidak selalu meminjam buku saat berkunjung ke perpustakaan. Berikut pertanyaannya:

”Apakah Anda selalu meminjam buku saat berkunjung ke perpustakan?”

Berdasarkan pertanyaan di atas, berikut ini adalah jawaban dari informan:

”Selalu.” (Wawncara dengan Vada, pada 5 Januari 2013)

”Kadang-kadang.” (Wawancara dengan Novia, pada 11 Januari 2013)

”Kadang minjem kadang gak.” (Wawancara dengan Ajiyoko, pada 12 Januari 2013)

”Selalu.” (Wawancara dengan Dinda, pada 4 Januari 2013)

Vada Anisa, Bella Isahara, dan Dinda Putri Astria selalu meminjam buku saat mereka berkunjung ke perpustakaan. Menurut mereka, karena itulah tujuan mereka berkunjung ke perpustakaan. Sedangkan Novia Monicasari dan Ajiyoko hanya kadang-kadang saja meminjam buku di perpustakaan. Alasan Novia karena kadang-kadang-kadang-kadang dia hanya mengerjakan tugas saja di perpustakaan. Sedangkan Ajiyoko beralasan karena dia membawa bukunya sendiri untuk dibaca di perpustakaan. Jumlah koleksi yang dipinjam informan saat berkunjung ke perpustakaan juga beragam.

Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa rata-rata informan sering meminjam buku di perpustakaan.

5.2.1.5 Jumlah Koleksi yang Dipinjam

Berkaitan dengan pertanyaan tentang topik pembahasan jumlah buku yang dipinjam informan dalam satu minggu. Berikut pertanyaannya:

”Dalam satu minggu berapa jumlah buku yang Anda pinjam?”

Berdasarkan pertanyaan tersebut, keempat informan menjawab mereka meminjam kurang dari dua judul buku dalam satu minggu. Satu informan meminjam dua judul buku dalam satu minggu. Berukut pernyataannya:

”Satu buku aja.” (Wawncara dengan Vada, pada 5 Januari 2013)

”Seminggu satu buku.” (Wawancara dengan Novia, pada 11 Januari 2013)

”Cuma satu buku.” (Wawancara dengan Dinda, pada 4 Januari 2013)

Keempat informan tersebut menyatakan hanya meminjam satu buku dalam satu minggu. Satu buku yang dimaksud adalah satu judul buku.

Berbeda dengan jumlah buku yang dipinjam keempat informan, Bella Isahara mengatakan meminjam dua judul buku dalam satu minggu. Berikut pernyataannya:

”Kalau saya pinjam dua buku.” (Wawancara dengan Bella, pada 4 Januari 2013)

Bella meminjam dua buku dengan judul dan jenis buku yang berbeda. Biasanya dia meminjam buku nonfiksi dan buku fiksi.

Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa informan hanya meminjam satu buku dalam seminggu, karena mereka tidak diperbolehkan membawa pulang buku perpustakaan. Mereka hanya diijinkan meminjam dan membaca buku di lingkungan sekolah sampai jam pulang sekolah.

5.2.1.6 Jenis Koleksi yang Dipinjam

Berkaitan dengan pertanyaan tentang topik pembahasan jenis koleksi yang yang sering dipinjam informan. Pertanyaannya sebagai berikut:

”Jenis koleksi apa yang sering Anda pinjam di perpustakaan?”

Berdasarkan pertanyaan di atas, berikut jawaban dari informan:

”Saya seringnya pinjam buku nonfiksi.” (Wawncara dengan Vada, pada 5 Januari 2013)

”Buku nonfiksi, tapi kadang novel juga.” (Wawancara dengan Novia, pada 11 Januari 2013)

”Ensiklopedi atau buku-buku fisika.” (Wawancara dengan Ajiyoko, pada 12 Januari 2013)

”Yang sering sih ensiklopedi atau buku pelajaran soalnya buku fiksinya sedikit yang bagus.” (Wawancara dengan Bella, pada 4 Januari 2013)

”Nonfiksi dan fiksi.” (Wawancara dengan Dinda, pada 4 Januari 2013)

Berdasarkan pernyataan dari kelima informan di atas, dapat diketahui bahwa mereka meminjam buku nonfiksi jika berkunjung ke perpustakaan. Meskipun terkadang meminjam buku fiksi juga.

5.2.1.7 Buku Nonfiksi yang Diminati

Perpustakaan sekolah sebagai sumber informasi di sekolah, memberikan kemudahan bagi pemustakanya dalam memenuhi informasi serta membantu dalam proses belajar mengajar di sekolah. Di SMP Negeri 19 Semarang setiap tahun ajaran baru, masing-masing siswa akan mendapatkan pinjaman buku paket untuk mata pelajaran dari sekolah. Buku-buku tersebut antara lain buku Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Fisika, Biologi, Sejarah, Ekonomi, Geografi, Matematika. Selain buku paket dari Pemkot yang dipinjamkan sekolah kepada siswa, para siswa juga membutuhkan buku penunjang lainnya sebagai sumber belajar mereka dan untuk menambah ilmu pengetahuan mereka seperti buku-buku nonfiksi.

Berkaitan dengan pertanyaan tentang topik pembicaraan buku nonfiksi yang paling diminati oleh informan atau yang paling sering dipinjam di Perpustakaan SMP Negeri 19 Semarang dan alasannya tertarik dengan buku tersebut. Berikut pertanyaannya:

“Buku nonfiksi apa yang paling Anda minati atau yang paling sering Anda pinjam? Apa alasan Anda memilih buku tersebut?”

Dari pertanyaan di atas, berikut adalah jawaban dari salah satu informan. “Saya suka baca buku tentang astronomi. Alasannya ya tertarik aja soalnya saya jadi bisa liat benda-benda luar angkasa lewat buku. (Wawancara dengan Bella Isahara, pada 4 Januari 2013)

Menurut Bella Isahara, siswa kelas VIII-E koleksi nonfiksi tentang astronomi lebih menarik perhatiannya dari pada koleksi lainnya. Dia senang mempelajari dan menambah wawasannya tentang benda-benda luar angkasa dengan membaca buku-buku tentang asrtonomi.

Pendapat lain disampaikan oleh dua informan lain, Novia dan Vada. Mereka lebih sering meminjam koleksi buku tentang biologi di perpustakaan. Berikut pernyataannya:

“Kalau di perpustakaan, saya suka pinjam buku tentang biologi misalnya tentang tumbuh-tumbuhan. Karena saya suka dengan pelajaran bilogi.” (Wawancara dengan Novia Monicasari, pada 11 Januari 2013)

“Buku-buku tentang pengetahuan alam, misalnya biologi. Ya karena menurut saya buku-buku biologi sangat menarik. Selain itu saya butuh referensi untuk belajar.” (Wawancara dengan Vada Anisa, pada 5 Januari 2013)

Menurut Novia Monicasari, siswa kelas IX-A mengatakan bahwa buku tentang biologi dapat menambah ilmu pengetahuan dan memenuhi kebutuhan akan informasinya. Sehingga dia lebih sering meminjam buku tentang biologi yang menurutnya buku-buku tersebut dapat memberi ilmu pengetahuan lebih

banyak dari pada hanya membaca buku paket dan LKS (Lembar Kerja Siswa) saja.

Begitu pula dengan Vada Anisa, siswa kelas IX-A yang mengatakan bahwa buku-buku tentang pengetahuan alam lebih menarik dengan alasan yang sama, untuk menambah referensi dalam belajarnya.

Berbeda dengan ketiga informan di atas yang lebih sering memanfaatkan buku-buku tentang ilmu pengetahuan alam, dua informan lain lebih memilih buku-buku tentang teknologi dan kesusastraan. Berikut pernyataannya:

“Tentang pesawat atau mobil-mobil. Soalnya saya mau masuk SMK jurusan mesin.” (Wawancara dengan Ajiyoko, pada 12 Januari 2013)

“Saya suka baca buku-buku tentang sastra. Soalnya sering dapet tugas dari guru Bahasa Indonesia.” (Wawancara dngan Dinda, pada 4 Januari 2013) Ajiyoko, siswa kelas IX-E memilih ensiklopedi tentang teknologi terapan. Alasannya adalah karena dia akan masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi dibidang mesin. Sehingga Ajiyoko memilih buku-buku tentang teknologi untuk menambah pengetahuannya di bidang tersebut. Sedangkan Dinda Putri Astria, siswi kelas VIII-C lebih menyukai buku-buku tentang kesusastraan dengan alasan sering mendapat tugas dari guru Bahasa Indonesia. Jadi Dinda meminjam buku-buku tersebut untuk menunjang belajarnya dalam menyelesaikan tugas dari guru.

Menurut penjelasan dari informan, pemanfaatan koleksi nonfiksi di perpustakaan sekolah dilakukan dengan meminjam koleksi tersebut untuk dibaca di perpustakaan atau di kelas. Hal ini disampaikan oleh Novia Monicasari, siswa kelas IX-A .

“Saya biasanya pinjam buku untuk dibaca di perpustakaan atau di kelas waktu ada pelajarannya. Soalnya buku-buku perpustakaan belum boleh dibawa

pulang selain buku paket yang dipinjamkan ke semua siswa.” (Wawancara dengan Novia, pada 11 Januari 2013)

Menurut Novia Monicasari juga, pemanfaatan koleksi nonfiksi ini dilakukan untuk membantu siswa dalam belajar, karena koleksi perpustakaan merupakan sumber belajar siswa di sekolah.

Berdasarkan pendapat-pendapat informan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pemanfaatan buku nonfiksi di Perpustakaan SMP Negeri 19 Semarang yang banyak diminati adalah buku-buku nonfiksi tentang ilmu pengetahuan alam. Menurut pendapat informan, buku tentang ilmu alam lebih menarik untuk dipelajari. Pemanfaatan koleksi nonfiksi di Perpustakaan SMP Negeri 19 Semarang dilakukan karena adanya minat dan kebutuhan dari pemustakanya. Dan pemanfaatan dilakukan untuk menunjang dan menjadi sumber belajar pemustaka.

Berdasarkan teori tentang fungsi perpustakaan yaitu fungsi edukatif menurut Bafadal bahwa perpustakaan sekolah menyediakan buku-buku fiksi maupun nonfiksi. Perpustakaan SMP Negeri 19 Semarang sudah mampu menyediakan koleksi fiksi dan nonfiksi sebagai pembiasaan siswa belajar mandiri serta sebagai sumber belajar bagi siswa. Selain karena kebutuhan dari diri siswa akan informasi dan ilmu pengetahuan, juga karena ketika memanfaatkan koleksi nonfiksi, siswa akan mendapat banyak keuntungan bagi dirinya sendiri. Sehingga penelitian ini sudah sesuai dengan teori.

Sedangkan menurut teori pemanfaatan koleksi, bahwa pemanfaatan koleksi nonfiksi Perpustakaan di SMP Negeri 19 Semarang dilakukan karena adanya

dorongan dalam diri pemustaka untuk memanfaatkan koleksi nonfiksi dan karena adanya minat pemustaka.

5.2.2 Persepsi Pemustaka pada Pemanfaatan Koleksi Nonfiksi sebagai Sumber

Dokumen terkait