• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORITIS

2.4 Koleksi Perpustakaan Umum

Perpustakaan umum adalah perpustakaan dengan variasi penggunanya yang paling beragam jika dibandingkan dengan jenis perpustakaan lainnya. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap cakupan keberagaman koleksi yang dimilikinya.

Salah satu komponen penting untuk perpustakaan adalah koleksi, tanpa adanya koleksi yang baik dan memadai, maka perpustakaan tidak akan memberikan layanan yang baik kepada masyarakat pemakainya. Dalam hal ini yang dimaksud dengan koleksi perpustakaan adalah semua bahan pustaka yang dikumpulkan, diolah, dan disimpan untuk disebarluaskan kepada masyarakat guna memenuhi kebutuhan informasi mereka.

Menurut (Sutarno 2006, 82) menyatakan bahwa, “koleksi perpustakaan merupakan titik tolak untuk memberikan dan mengarahkannya kepada masyarakat yang akan dilayani”.

Dijelaskan juga oleh (Sutarno 2006, 37) mengemukakan bahwa:

Perpustakaan umum sering diibaratkan sebagai universitas rakyat, karena perpustakaan umum menyediakan semua jenis koleksi bahan pustaka dari berbagai disiplin ilmu, dan penggunaannya oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.

Sedangkan dalam Standar Nasional Indonesia SNI 7495 untuk Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota (SNI 7495 2009, 3) diperinci hal-hal yang terkait dengan koleksi perpustakaan umum sebagai berikut:

a. Koleksi perpustakaan dikembangkan untuk menunjang visi dan misi, tugas pokok dan fungsi, serta kebutuhan masyarakat.

b. Jenis koleksi perpustakaan terdiri atas koleksi karya cetak, karya rekam dan bentuk lain yang mengakomodasikan semua kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan penyandang cacat.

c. Perpustakaan umum kabupaten/kota memiliki koleksi buku sekurang - kurangnya 5.000 judul

d. Perpustakaan menyediakan koleksi terbitan lokal dan koleksi muatan lokal.

e. Koleksi perpustakaan terdiri dari berbagai disiplin ilmu sesuai kebutuhan masyarakat.

f. Penambahan koleksi buku sekurang-kurangnya 2% dari jumlah judul per tahun.

g. Perpustakaan melakukan pencacahan koleksi sekurang-kurangnya setiap 3 tahun.

h. Perpustakaan melakukan penyiangan koleksi sekurang-kurangnya setiap 3 tahun.

i. Perpustakaan melanggan sekurang-kurangnya 2 judul surat kabar terbitan lokal propinsi dan 2 judul terbitan nasional.

j. Perpustakaan melanggan sekurang-kurangnya 5 judul majalah.

Dalam buku Pedoman Umum Penyelenggaraan perpustakaan Umum Perpusnas RI (Perpustakaan Nasional RI 2000, 20) menyebutkan bahwa penyelenggaraan koleksi perpustakaan terdiri dari 2 (dua) tahap kegiatan yaitu:

1. Pembentukan Koleksi Pertama 2. Pembinaan pengembangan

Pembentukan koleksi pertama (dasar) adalah proses pembentukan koleksi pada waktu perpustakaan dibentuk, sedangkan pembinaan dan pengembangan koleksi adalah kegiatan dilakukan setelah koleksi pertama dibentuk. Pembentukan koleksi pada perpustakaan harus disesuaikan dengan kebutuhan pengguna koleksi.

Dari uraian di atas, dapat diketahui bahwa koleksi dari perpustakaan umum sangat beragam, artinya dari berbagai jenis (buku maupun non buku), berbagai disiplin ilmu dan juga menyediakan koleksi bahan pustaka terbitan lokal dan koleksi perpustakaan umum digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Penyelenggaraan koleksi melalui pembinaan dan pengembangan koleksi yang dimaksudkan untuk menyediakan informasi yang berguna untuk masyarakat penggunanya.

2.4.1 Jenis Koleksi Perpustakaan

Koleksi merupakan modal utama bagi sebuah perpustakaan, dimana koleksi merupakan produk informasi yang akan di berikan kepada pengguna, apabila produk tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan para pelanggan, sudah barang tentu para pelanggan akan meninggalkan dan tidak memanfaatkannya.

Menurut (Gill 2001 dikutip oleh Siregar 2011, 38) menyatakan bahwa: Perpustakaan umum menyediakan akses terhadap pengetahuan, informasi dan karya-karya imajinasi mencakup sumber daya dan pelayanan dan tersedia secara adil bagi semua anggota masyarakat tanpa memandang suku, kebangsaan, usia, gender, agama, bahasa, disability, status ekonomi dan pekerjaan dan tingkat pendidikan.

Dari pernyataan tersebut dijelaskan bahwa dengan beragamnya masyarakat dan kebutuhan pengguna perpustakaan umum maka, perpustakaan perlu memperhatikan perkembangan koleksinya agar perpustakaan memberikan pelayanan informasi yang terkandung dalam koleksi perpustakaan berdaya guna yang tinggi.

Jenis koleksi perpustakaan umum mencakup bahan yang sesuai dengan keperluan dan mampu dibaca atau didengar dan dimengerti oleh masyarakat pengguna perpustakaan umum. Setiap bahan pustaka yang ditempatkan di ruang koleksi adalah bahan pustaka yang sudah siap dimanfaatkan oleh masyarakat pengguna.

Dalam buku pedoman teknis pengembangan koleksi layanan (Perpustakaan Nasional RI 2002, 10) meyebutkan berbagai jenis koleksi bahan pustaka yaitu:

1. Karya Cetak

Karya cetak adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk cetak yakni dalm bentuk buku dan terbitan berseri/berkala:

a. Buku

Buku adalah bahan pustaka yang merupakan suatu kesatuan utuh dan yang paling utama terdapat dalam koleksi perpustakaan. Berdasarkan

standar UNESCO tebal buku paling sedikit 48 halaman tidak termasuk kulit maupun jaket buku. Diantaranya buku fiksi, buku teks, dan buku rujukan.

b. Terbitan berkala/ serial

Bahan pustaka yang direncanakan untuk diterbitkan terus dengan jangka waktu terbit tertentu. Bahan pustaka yang termasuk terbitan berseri adalah harian (surat kabar), majalah (mingguan, bulanan dan lainnya), laporan yang terbit dalam jangka waktu tertentu, seperti laporan tahunan, tri wulanan, dan sebagainya.

2. Karya Noncetak

Karya noncetak adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan tidak dalam bentuk cetak melainkan dalam bentuk lain seperti rekaman suara, rekaman video, rekaman gambar dan sebagainya.

a. Rekaman suara

Yaitu bahan pustaka berupa suara (audio) yang direkam dalam media elektronik, seperti kaset, pirirngan hitam, dan sejenisnya.

b. Gambar hidup dan rekaman video

Gambar hidup dan rekaman suara terdiri dari film dan kaset video. c. Bahan Grafika

Yang termasuk dalam jenis ini antara lain:

1. Bahan pustaka yang dapat dilihat langsung tanpa bantuan alat baca. Bahan ini dapat berupa lukisan, bagan, foto, gambar, teknik dan lain sebagainya

2. Bahan pustaka yang harus dilihat dengan bantuan alat baca. Bahan ini dapat berupa slide, transparansi, dan filmstrip

d. Bahan kartografi

Bahan kartografi terdiri dari peta, atlas, bola dunia, foto udara, dan sebagainya.

3. Bahan Bentuk Mikro

Bentuk mikro adalah suatu istilah yang digunakan untuk menunjukkan semua bahan pustaka yang menggunakan media film dan tidak dapat dibaca dengan mata biasa melainkan harus memakai alat yang dinamakan microreder. Bahan pustaka ini digolongkan tersendiri, tidak dimasukkan bahan noncetak. Bahan bentuk mikro yang sering menjadi koleksi perpustakaan yaitu:

a. Mikrofilm adalah film berukuran 35x16 mm. Jenis ini biasanya tidak mempunyai lubang pada pinggirnya. Film ini biasanya berbentuk gulungan (roll, cartridge/loop, atau bentuk kaset tertutup.

b. Mikrofis adalah film mikro yang berisi innformasi berbentuk tulisan, gambar, maupun grafis yang direkam pada selembar film secara berbanjar horizontal atau vertical. Ukuran film bermacam-macam, misalnya 75x125 mm (3x5 inc), 105x148 mm (4x5inc).

4. Karya Dalam Bentuk Elektronik

Karya dalam bentuk elektronik dan digital ini berisi informasi yang dituangkan dalam media elektronika dan digital. Untuk membacanya diperlukan perangkat keras seperti kaset, komputer, CD-ROM, DVD player.

Selain pendapat di atas, dalam buku Pedoman Umum Penyelenggaraan Perpustakaan Umum (Perpustakaan Nasional RI 2000, 19) diuraikan bahwa, “koleksi perpustakaan umum mencakup bahan pustaka tercetak seperti buku, majalah, dan surat kabar, bahan pustaka terekam dan elektronik seperti kaset, video, piringan dan lain-lain”.

Dari pendapat di atas, dapat diketahui bahwa koleksi perpustakaan umum terdari berbagai jenis baik berupa buku teks, majalah, surat kabar, bentuk digital dan lain-lain dan koleksi perpustakaan umum dimaksudkan untuk memenuhi masyarakat pengguna yang terdiri dari berbagai lapisan.

2.4.2 Pengguna Koleksi Perpustakaan Umum

Pengguna perpustakaan umum sangat beragam, hal ini sesuai dengan tugas dan fungsi perpustakaan umum yang melayani masyarakaat mulai dari tingkat persiapan sekolah hingga perguruan tinggi, peneliti dan umum. Hal ini sesuai dengan yang dinyatakan dalam Panduan Penyelenggaraan Perpustakaan Umum (Perpustakaan Nasional RI 1992, 92) bahwa “berjenis-jenis lapisan masyarakat yang memiliki kebutuhan dan minat yang berbeda terhadap bahan pustaka yang diinginkan.”

Menurut (Sulistyo-Basuki 1993, 10) menjelaskan bahwa, “pemakai sebagai anggota masyarakat memiliki kebutuhan kultural dan informasi. Kebutuhan itu lazimnya dipenuhi melalui perpustakaan terutama perpustakaan umum”.

Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa, dengan keberagaman pengguna pada perpustakaan umum, maka dibutuhkan koleksi yang dapat memenuhi

kebutuhan masing-masing pengguna dan hal ini yang menjadi tugas perpustakaan dalam hal penyediaan koleksi yang sesuai dan dibutuhkan pengguna.

Dokumen terkait