BAB IV ANALISIS DAN PENGUJIAN SISTEM
4.1.5 Kombinasi Ciri
4.1.5.1 Kombinasi Ciri Citra Red
Tabel 4.5Hasil akurasi dari kombinasi dua ciri citra red
KOMBINASI CIRI CITRA RED
Jumlah Data Benar
Total Benar Akurasi (%) Kualitas 1 Kualitas 2 Kualitas 3
Variance1 dan Skewness 42 23 18 83 61,48
Variance1 dan Kurtosis 42 23 17 82 60,74
Variance1 dan Entropy1 42 23 17 82 60,74
Variance1 dan Angular Second
Moment 42 23 17 82 60,74
Variance1 dan Entropy2 42 23 17 82 60,74
Skewness dan Kurtosis 28 21 38 87 64,44
Skewness dan Entropy1 40 25 41 106 78,52
Skewness dan Angular Second
Moment 32 23 31 86 63,70
Skewness dan Entropy2 45 28 28 101 74,82
Kurtosis dan Entropy1 40 22 38 100 74,07
Kurtosis dan Angular Second
Moment 28 14 37 79 58,52
Kurtosis dan Entropy2 43 25 37 105 77,78
Entropy1 dan Angular Second
Moment 42 20 20 82 60,74
Entropy1 dan Entropy2 45 30 26 101 74,82
Angular Second Moment dan
Entropy2 44 22 29 95 70,37
Dari hasil kombinasi dua ciri pada Tabel 4.5 dapat dipilih atau ditentukan bahwa kombinasi ciri yang menghasilkan akurasi paling tinggi yaitu kombinasi ciri skewness dengan entropy orde satu, dengan nilai akurasi sebesar 78,52 %. Sedangkan kombinasi ciri yang menghasilkan akurasi terendah yaitu kombinasi ciri kurtosis dengan angular second moment, dengan nilai akurasi sebesar 58,52 %. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi parameter tingkat kemencengan relatif kurva histogram dan keteraturan bentuk citra menghasilkan nilai ciri yang relatif mirip antara citra latih dan citra uji. Sedangkan kombinasi parameter tingkat keruncingan relatif kurva histogram dan homogenitas citra menghasilkan nilai ciri yang kurang memiliki kemiripan antara citra latih dengan citra uji. Semakin mirip ciri citra uji dengan ciri citra latih, semakin besar akurasi yang dihasilkan.
Sistem Klasifikasi Kualitas Biji Jagung Berdasarkan Tekstur Berbasis Pengolahan
Citra Digital 37
Tabel 4.6Hasil akurasi dari kombinasi tiga ciri citra red KOMBINASI CIRI
CITRA RED
Jumlah Data Benar Total
Benar
Akurasi (%)
Kualitas 1 Kualitas 2 Kualitas 3
Variance1, Skewness, dan
Kurtosis 42 23 18 83 61,48
Variance1, Skewness, dan
Entropy1 42 23 18 83 61,48
Variance1, Skewness, dan
Angular Second Moment 42 23 18 83 61,48 Variance1, Skewness, dan
Entropy2 42 23 18 83 61,48
Variance1, Kurtosis, dan
Entropy1 42 23 17 82 60,74
Variance1, Kurtosis, dan
Angular Second Moment 42 23 17 82 60,74 Variance1, Kurtosis, dan
Entropy2 42 23 17 82 60,74
Variance1, Entropy1, dan
Angular Second Moment 42 23 17 82 60,74 Variance1, Entropy1, dan
Entropy2 42 23 17 82 60,74
Variance1, Angular Second
Moment, dan Entropy2 42 23 17 82 60,74 Skewness, Kurtosis, dan
Entropy1 42 27 42 111 82,22
Skewness, Kurtosis, dan Angular
Second Moment 28 21 38 87 64,44
Skewness, Kurtosis, dan
Entropy2 45 27 35 107 79,26
Skewness, Entropy1, dan
Angular Second Moment 40 25 41 106 78,52 Skewness, Entropy1, dan
Entropy2 45 30 36 111 82,22
Skewness, Angular Second
Moment, dan Entropy2 45 28 28 101 74,82 Kurtosis, Entropy1, dan Angular
Second Moment 40 22 38 100 74,07
Kurtosis, Entropy1, dan
Entropy2 44 30 37 111 82,22
Kurtosis, Angular Second
Moment, dan Entropy2 43 25 37 105 77,78 Entropy1, Angular Second
Moment, dan Entropy2 45 30 26 101 74,82
Dari hasil kombinasi tiga ciri pada Tabel 4.6 dapat dipilih atau ditentukan bahwa kombinasi ciri yang menghasilkan akurasi paling tinggi yaitu kombinasi ciri skewness, kurtosis, dan entropy orde satu serta kombinasi ciri skewness,
Sistem Klasifikasi Kualitas Biji Jagung Berdasarkan Tekstur Berbasis Pengolahan
Citra Digital 38
entropy orde satu, dan entropy orde dua yang menghasilkan nilai akurasi yang sama, yaitu sebesar 82,22%. Sedangkan kombinasi ciri yang menghasilkan akurasi terendah yaitu : kombinasi ciri variance orde satu, kurtosis, dan entropy orde satu; kombinasi ciri variance orde satu, kurtosis, dan angular second moment; kombinasi ciri variance orde satu, kurtosis, dan entropy orde dua; kombinasi ciri variance orde satu, entropy orde satu, dan angular second moment; kombinasi ciri variance orde satu, entropy orde satu, dan entropy orde dua; kombinasi ciri variance orde satu, angular second moment, dan entropy orde dua, yang memiliki nilai akurasi yang sama, yaitu sebesar 60,74 %. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi parameter tingkat kemencengan dan keruncingan relatif kurva histogram dan keteraturan bentuk citra, serta kombinasi parameter tingkat kemencengan relatif kurva histogram, keteraturan bentuk, dan keteraturan transisi derajat keabuan menghasilkan nilai ciri yang relatif mirip antara citra latih dan citra uji sehingga meningkatkan nilai akurasi. Sedangkan kombinasi yang memiliki parameter banyaknya variasi elemen pada histogram menghasilkan nilai ciri yang kurang memiliki kemiripan antara citra latih dengan citra uji sehingga memperburuk nilai akurasi.
Lalu, dari hasil kombinasi empat ciri pada Tabel 4.7 dapat dipilih atau ditentukan bahwa kombinasi ciri yang menghasilkan akurasi paling tinggi yaitu kombinasi ciri skewness, kurtosis, entropy orde satu, dan entropy orde dua, dengan nilai akurasi sebesar 87,41%. Sedangkan kombinasi ciri yang menghasilkan akurasi terendah yaitu : kombinasi ciri variance orde satu, kurtosis, entropy orde satu, dan angular second moment; kombinasi ciri variance orde satu, kurtosis, entropy orde satu, dan entropy orde dua; kombinasi ciri variance orde satu, kurtosis, angular second moment, dan entropy orde dua; kombinasi ciri variance orde satu, entropy orde satu, angular second moment, dan entropy orde dua, yang memiliki nilai akurasi yang sama, yaitu sebesar 60,74 %. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi parameter tingkat kemencengan dan keruncingan relatif kurva histogram, keteraturan bentuk citra, dan keteraturan transisi derajat keabuan menghasilkan nilai ciri yang relatif mirip antara citra latih dan citra uji sehingga dapat dijadikan ciri acuan.
Sistem Klasifikasi Kualitas Biji Jagung Berdasarkan Tekstur Berbasis Pengolahan
Citra Digital 39
Tabel 4.7Hasil akurasi dari kombinasi empat ciri citra red
Pada Tabel 4.7 dapat dilihat juga bahwa kombinasi yang memiliki parameter banyaknya variasi elemen pada histogram menghasilkan nilai ciri yang kurang memiliki kemiripan antara citra latih dengan citra uji sehingga tidak dapat dijadikan ciri acuan.
KOMBINASI CIRI CITRA RED
Jumlah Data Benar Total
Benar
Akurasi (%)
Kualitas 1 Kualitas 2 Kualitas 3
Variance1, Skewness, Kurtosis,
dan Entropy1 42 23 18 83 61,48
Variance1, Skewness, Kurtosis,
dan Angular Second Moment 42 23 18 83 61,48 Variance1, Skewness, Kurtosis,
dan Entropy2 42 23 18 83 61,48
Variance1, Skewness, Entropy1, dan Angular Second
Moment
42 23 18 83 61,48
Variance1, Skewness,
Entropy1, dan Entropy2 42 23 18 83 61,48 Variance1, Skewness, Angular
Second Moment, dan Entropy2 42 23 18 83 61,48 Variance1, Kurtosis, Entropy1,
dan Angular Second Moment 42 23 17 82 60,74 Variance1, Kurtosis, Entropy1,
dan Entropy2 42 23 17 82 60,74
Variance1, Kurtosis, Angular
Second Moment, dan Entropy2 42 23 17 82 60,74 Variance1, Entropy1, Angular
Second Moment, dan Entropy2 42 23 17 82 60,74 Skewness, Kurtosis, Entropy1,
dan Angular Second Moment 42 27 42 111 82,22 Skewness, Kurtosis, Entropy1,
dan Entropy2 45 32 41 118 87,41
Skewness, Kurtosis, Angular
Second Moment, dan Entropy2 45 27 35 107 79,26 Skewness, Entropy1, Angular
Second Moment, dan Entropy2 45 30 36 111 82,22 Kurtosis, Entropy1, Angular
Sistem Klasifikasi Kualitas Biji Jagung Berdasarkan Tekstur Berbasis Pengolahan
Citra Digital 40
Tabel 4.8Hasil akurasi dari kombinasi lima ciri citra red KOMBINASI CIRI
CITRA RED
Jumlah Data Benar Total
Benar
Akurasi (%)
Kualitas 1 Kualitas 2 Kualitas 3
Variance1, Skewness, Kurtosis, Entropy1, dan Angular Second
Moment
42 23 18 83 61,48
Variance1, Skewness, Kurtosis,
Entropy1, dan Entropy2 42 23 18 83 61,48 Variance1, Skewness, Kurtosis,
Angular Second Moment, dan Entropy2
42 23 18 83 61,48
Variance1, Skewness, Entropy1, Angular Second Moment, dan
Entropy2
42 23 18 83 61,48
Variance1, Kurtosis, Entropy1, Angular Second Moment, dan
Entropy2
42 23 17 82 60,74
Skewness, Kurtosis, Entropy1, Angular Second Moment, dan
Entropy2
45 32 41 118 87,41
Dari hasil kombinasi lima ciri pada Tabel 4.8 dapat dipilih atau ditentukan bahwa kombinasi ciri yang menghasilkan akurasi paling tinggi yaitu kombinasi ciri skewness, kurtosis, entropy orde satu, angular second moment, dan entropy orde dua, dengan nilai akurasi sebesar 87,41%. Sedangkan kombinasi ciri yang menghasilkan akurasi terendah yaitu kombinasi ciri variance orde satu, kurtosis, entropy orde satu, angular second moment, dan entropy orde dua, dengan nilai akurasi sebesar 60,74%. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi parameter tingkat kemencengan dan keruncingan relatif kurva histogram, keteraturan bentuk citra, homogenitas citra, dan keteraturan transisi derajat keabuan menghasilkan nilai ciri yang relatif mirip antara citra latih dan citra uji sehingga dapat dijadikan ciri acuan. Sedangkan kombinasi yang memiliki parameter banyaknya variasi elemen pada histogram menghasilkan nilai ciri yang kurang memiliki kemiripan antara citra latih dengan citra uji sehingga tidak dapat dijadikan ciri acuan.
Lalu, dari hasil kombinasi enam ciri pada Tabel 4.9 dapat dilihat bahwa pengujian dengan kombinasi seluruh ciri yang memiliki akurasi lebih dari 55% menghasilkan nilai akurasi yang kurang baik yaitu sebesar 61,48%. Hal ini menunjukkan bahwa ciri-ciri dari citra red yang terpilih, nilai variance orde satu atau banyaknya variasi elemen pada histogram citra dapat memperburuk nilai akurasi apabila dikombinasikan dengan parameter ciri yang lain sehingga
Sistem Klasifikasi Kualitas Biji Jagung Berdasarkan Tekstur Berbasis Pengolahan
Citra Digital 41
kombinasi yang memiliki parameter variances pada citra red ini disarankan untuk tidak digunakan.
Tabel 4.9Hasil akurasi dari kombinasi enam ciri citra red
Untuk tabel kombinasi ciri citra green, citra blue, dan citra grayscale dapat dilihat pada bagian lampiran A.
4.1.5.2 Analisis Akurasi Citra RGB dan Grayscale
Berikut ini merupakan grafik hasil akurasi tertinggi yang didapatkan oleh kombinasi ciri dari setiap mode warna citra :
Gambar 4.1 Grafik Hasil Akurasi Tertinggi
Dari grafik hasil akurasi tertinggi yang diperoleh berdasarkan kombinasi ciri dari setiap mode warna citra pada Gambar 4.1, dapat dilihat bahwa mode warna citra red menghasilkan akurasi paling tinggi dibandingkan dengan citra green, blue, dan grayscale dengan akurasi 87,41 % yang didapatkan pada
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Citra Red Citra Green Citra Blue Citra
Grayscale A ku ras i (% ) Kombinasi 2 Ciri Kombinasi 3 Ciri Kombinasi 4 Ciri Kombinasi 5 Ciri Kombinasi 6 Ciri KOMBINASI CIRI CITRA
RED
Jumlah Data Benar Total
Benar
Akurasi (%)
Kualitas 1 Kualitas 2 Kualitas 3
Variance1, Skewness, Kurtosis, Entropy1, Angular Second
Moment, dan Entropy2