Komite sekolah merupakan suatu badan yang berfungsi sebagai forum resmi untuk mengakomodasikan dan membahas hal-hal yang menyangkut kepentingan kelembagaan sekolah. Anggota Komite ini terdiri dari perwakilan stake holder mereka terdiri dari :
22
Nanang fat ah & M uhamad Ali,M anajemen berbasis Sekolah, ( Universit as Terbuka, 2007), cet Ke- 8, hal 86
1) Kepala sekolah, 2) Perwakilan guru, 3) Perwakilan murid,
4) Perwakilan orang tua murid,
5) Perwakilan tokoh masyarakat setempat yang menaruh kepedulian terhadap kemajuan pendidikan di wilayahnya,
6) Perwakilan dari unsure pengendali mutu pendidikan.23
Dalam hal ini diwakili oleh pengawas sekolah. Perwakilan murid dapat dilihat dari pengurus OSIS, perwakilan guru dipilih dan ditetapkan oleh dewan guru ; bisa guru senior, koordinator mata pelajaran, wali kelas, atau unsure pembantu kepala sekolah, perwakilan orang tua dipilih dan ditetapkan sendiri oleh orang tua murid.
Struktur organisasi komite sekolah menggambarkan tugas-tugas yang akan menjadi kepedulian komite sekolah. Komite sekolah terdiri dari ketua, sektetaris, bendahara dan kelompok anggota yang menangani urusan-urusan khusus; misalnya urusan anggaran sekolah, sarana dan prasarana sekolah, kurikulum dan layanan belajar, disiplin, kriteria sekolah, dan lainya.
a. Tujuan Komite Sekolah
Secara prinsipil komite sekolah dilihat dari konsepnya maka mengacu pada sebuah lembaga yang mandiri yang mewadahi kontribusi dan peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan pada unit satuan pendidikan. Tugas komite sekolah antara lain:
1) Merumuskan dan menetapkan berbagai kebijakan pengelolaan sekolah.
2) Mengembangkan program sekolah,
3) Memonitoring pelaksanaan kegiatan pendidikan sekolah, dan
23
Boedjo Sujant o,M anajeman Pendidikan Berbasis Sekolah, M odel Pengelolaan Sekolah di Era Otonomi Daerah,(Jakart a: Rajawali Press), h 59
4) Pertanggungjawaban mutu pendidikan sekolah secara demokratis dan tranparan.24
Uraiaan di atas mengisyaratkan bahwa komite sekolah adalah Mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan dan program pendidikan, meningkatkan tanggungjawab dan peran serta aktif dari seluruh lapisan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan, menciptakan suasana dan kondisi yang tranparan akuntabel, demokratis dalam penyelenggaraan dan layanan pendidikan yang bermutu.
b. Dasar Yuridis Komite Sekolah
Partisipasi masyarakat melalui komite sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan khususnya jalur sekolah berazaskan pada Pancasila dan diatur sesuai dengan Undang-undang Dasar No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bagian Ketiga, pasal 56, mengisyaratkan bahwa: 1) Masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan
pendidikan yang meliputi perencanaan, pengawasan, dan evaluasi program pendidikan melalui dewan pendidikan komite sekolah
2) Dewan pendidikan sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan, arahan, dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional, propinsi, dan kabupaten/kota yang tidak mempunyai hubungan hirarkis
3) Komite sekolah sebagai lembaga mandiri, dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan
4) Ketentuan mengenai pembentukan dewan pendidikan dan komite sekolah, madrasah sebagaimana dimaksud dalam
24
Nanang Fat t ah, dan M ohammad Ali, M anajeman berbasis sekolah, (Universit as Terbuka), hal 19
ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.25
c. Optimalisasi Komite Sekolah dalam Mengimplementasikan Manajeman Berbasis Sekolah (MBS)
Dalam menyusun dan melaksanakan program sekolah, maka masyarakat harus dilibatkan, sehingga dapat berperan mempromosikan kepada masyarakat luas. Secara lebih operasional, kepala sekolah dapat menggalang partisipasi masyarakat melalui komite sekolah. Komite sekolah merupakan suatu lembaga yang perlu dibentuk dalam rangka pelaksanaan manajeman berbasis sekolah (MBS). Pada hakekatnya komite sekolah dibentuk untuk membantu mensukseskan kelancaran proses belajar mengajar di sekolah, baik menyangkut perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian. Sehingga apa yang dilaksanakan di sekolah selaras dan sejalan dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat. Jalinan semacam ini dapat membangun hubungan yang saling menguntungkan.
Dalam memberdayakan masyarakat dan lingkungan sekolah, kepala sekolah dan guru merupakan kunci keberhasilan yang harus menaruh perhatian terhadap apa yang terjadi pada peserta didik di sekolah dan apa yang dipikirkan orang tua dan masyarakat tentang sekolah. Kepala sekolah dituntut senantiasa berusaha dan mengembangkan hubungan kerjasama yang baik antara sekolah yang efektif dan efisien. Hubungan yang harmonis ini akan membentuk:
Thomas (1979) melihat efektifitas pendidikan dalam kaitannya dengan produktivitas,berdasarkan tiga dimensi berikut ini.
25
The administrator production function; fungsi ini meninjau produktivitas sekolah dari segi keluaran administratif, yaitu seberapa besar dan baik layanan yang dapat diberikan dalam suatu proses pendidikan, baik oleh guru, kepala sekolah, maupun pihak lain yang berkepentingan.
The psyclogist s production funtion; fungsi ini melihat produktivitas dari segi keluaran, perubahan perilaku yang terjadi pada peserta didik, dengan melihat nilai-nilai yang diperoleh peserta didik sebagai suatu gambaran dari prestasi akademik yang telah di capainya dalam periode belajar tertentu di sekolah.
The economic s production funtion; fungsi ini melihat produktivitas sekolah ditinjau dari segi keluaran ekonomis yang berkaitan dengan pembiayaan layanan pendidikan di sekolah. Hal ini mencakup harga layanan yang diberikan (pengorbanan atau cost) dan perolehan (earning) yang ditimbulkan oleh layanan itu atau di sebut peningkatan nilai yang baik .26
Dapat disimpulkan bahwa efektifitas dapat dijadikan barometer untuk mengukur keberhasilan pendidikan antara lain:
a) Saling pengertian antara sekolah dan masyarakat, lembaga-lembaga lain yang ada di masyarakat, termasuk dunia kerja b) Saling membantu antara sekolah dan masyarakat karena
mengetahui manfaat dan pentingnya peran masing-masing c) Kerjasama yang erat antara sekolah dengan berbagai pihak
yang ada di masyarakat dan mereka merasa bangga serta ikut bertanggung jawab atas suksesnya pendidikan di sekolah.
26