• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMITMEN DAN PERJANJIAN PENTING (lanjutan)

RISIKO KEUANGAN

34. KOMITMEN DAN PERJANJIAN PENTING (lanjutan)

KOMITMEN PENTING (lanjutan) Perusahaan (lanjutan)

Perjanjian pinjaman mencakup pembatasan-pembatasan antara lain, tanpa persetujuan tertulis dari Pemberi Pinjaman, Perusahaan tidak diperbolehkan menjaminkan kekayaan dan bertindak sebagai penjamin kepada pihak lain, melepaskan sebagian atau seluruh asetnya, menerima pinjaman kecuali dalam kegiatan usaha normal, memberikan pinjaman kepada pihak lain kecuali terkait langsung dengan usaha, mengubah bentuk usaha, melakukan merger dan akuisisi dan menurunkan atau menerbitkan modal saham. Atas kedua Pinjaman di atas, Perusahaan diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut:

i. Rasio Pinjaman terhadap Ekuitas tidak boleh lebih dari 2,33 : 1;

ii. Rasio kecukupan pembayaran bunga (EBITDA/Interest) tidak boleh kurang dari 2,0 : 1;

iii. Rasio kecukupan laba untuk pembayaran utang (Net Revenue Income to Total Debt Service Payments) tidak boleh kurang dari 1,30 : 1;

iv. Rasio Lancar tidak boleh kurang dari 1,20 : 1 dan

v. Rasio kecukupan pinjaman neto terhadap EBITDA (Net Borrowings/EBITDA) tidak boleh melebihi 5,0 : 1

Berdasarkan surat dari Pemberi Pinjaman tanggal 28 Desember 2012, Perusahaan memperoleh pelepasan atas persyaratan untuk pemenuhan rasio-rasio keuangan di atas untuk tahun 2012

Terkait dengan fasilitas kredit investasi tersebut, Perusahaan telah membayar biaya transaksi sebesar US$4.325, yang dicatat dalam akun “Aset Lain-lain”. Pada tanggal 31 Maret 2013, fasilitas kredit ini belum digunakan

34. SIGNIFICANT COMMITMENTS AND

AGREEMENTS (continued)

SIGNIFICANT COMMITMENTS (continued) The Company (continued)

The loan agreements include restrictions, among others, that without prior written consent from the Lenders, the Company is not permitted to pledge its assets and give any guarantee or indemnity to other parties, dispose of all or any part ot its assets, incur any financial indebtedness except in the ordinary course of business, provide loan to other parties except trade credit in the ordinary course of business, change the business, enter into merger, make any acquisition and reduce or issue share capital. Related to the above Loans as stated above, The Company is also required to maintain the following financial ratios:

i. The ratio of Total Debt to Tangible Net Worth shall not exceed 2.33 : 1;

ii. The ratio of EBITDA to Interest Expenses shall not be less than 2.0 : 1; iii. The ratio of Net Revenue Income to

Total Debt Service Payments shall not be less than 1.30 : 1;

iv. The Current Ratio shall not be less than 1.20 : 1 and

v. The ratio of Net Borrowings/EBITDA shall not exceed 5.0 : 1.

Based on letter from the Lenders dated December 28, 2012, the Company obtained release of such requirement to comply with the above financial ratios for the year 2012.

In relation with the above investment credit facility, the Company has paid transaction costs of US$4,325, which were recorded in

the “Other Assets” account. As of

December 31, 2012, the credit facility has not yet been used

Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) million Rupiah, Unless Otherwise Stated)

34. KOMITMEN DAN PERJANJIAN PENTING (lanjutan)

KOMITMEN PENTING (lanjutan) Perusahaan (lanjutan)

f. Berdasarkan perjanjian pinjaman tanggal 19 September 2012, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit investasi dari KfW IPEX-Bank GmbH dengan jumlah maksimum sebesar EUR8.534.850 (“Porsi EURO”) dan US$14.636 (“Porsi USD”). Pinjaman Porsi EURO digunakan untuk membiayai proyek revitalisasi HSM Reheating Furnace dan HSM Roll Shop dan pinjaman Porsi USD digunakan untuk membiayai proyek revitalisasi Direct Reduction Plant Zero Reformer. Pinjaman ini akan dilunasi dalam 12 kali angsuran setengah tahunan yang sama, selambat-lambatnya dimulai sejak Juni 2013 (untuk Porsi EURO) dan Desember 2013 (untuk Porsi USD). Pinjaman Porsi EURO dan Porsi USD dikenakan bunga masing-masing sebesar EURIBOR 6-bulanan plus marjin 3,3% per tahun dan LIBOR 6-bulanan plus marjin 3,85% per tahun, yang akan dibayarkan secara enam bulanan.

Pinjaman ini dijamin secara pari passu dengan jaminan untuk fasilitas kredit yang diperoleh dari Bank Mandiri (Catatan 15), KfW dan UCB (”Pemberi Pinjaman Proyek Revitalisasi HSM”) dan KfW, Bank of Austria dan HSBC (“Pemberi Pinjaman proyek revitalisasi SSP”), kecuali untuk aset-aset yang dibiayai oleh fasilitas kredit yang diperoleh dari Bank Mandiri, BNI dan BRI (Catatan 34.i) dan CDB, ICBC dan HSBC (Catatan 34.j) serta deposito berjangka cadangan pembayaran pinjaman (Debt Service Reserve Time Deposit) di HSBC dengan saldo minimum sebesar dua kali cicilan pokok pinjaman beserta bunganya. Perjanjian pinjaman mencakup pembatasan-pembatasan antara lain, tanpa persetujuan tertulis dari Para Pemberi Pinjaman, Perusahaan tidak diperbolehkan menjaminkan kekayaan dan bertindak sebagai penjamin kepada pihak lain, melepaskan sebagian atau seluruh asetnya, menerima pinjaman kecuali dalam kegiatan usaha normal, memberikan pinjaman kepada pihak lain kecuali terkait langsung dengan usaha, mengubah bentuk usaha, melakukan merger dan akuisisi dan menurunkan atau menerbitkan modal saham.

34. SIGNIFICANT COMMITMENTS AND

AGREEMENTS (continued)

SIGNIFICANT COMMITMENTS (continued) The Company (continued)

f. Based on the loan agreement dated September 19, 2012, the Company obtained an investment credit facility from KfW IPEX-Bank GmbH with a maximum amount of

EUR8,534,850 (“EURO Portion”) and

US$14,636 (USD Portion). The EURO Portion loan is granted to finance revitalization project of HSM Reheating Furnace and HSM Roll Shop and the USD Portion loan is granted to finance revitalization project of Direct Reduction Plant Zero Reformer. This loan is repayable in 15 equal semi-annual installments starting from, at the latest, June 2013 (for EURO Portion) and December 2013 (for USD Portion). Each EURO Portion and USD Portion loan will be charged interest at 6-month EURIBOR plus margin 3.3% per annum and 6-month LIBOR plus margin 3.85% per annum, which will be paid semi-annually.

The loan is secured on proportionate basis with the collateral pledged for the credit facilities obtained from Bank Mandiri (Note 15), KfW and UCB (the “Lenders of Revitalization Project of HSM”) and KfW,

Bank of Austria and HSBC (“the Lenders of revitalization project of SSP”), except for assets financed by credit facilities obtained

from Bank Mandiri, BNI and BRI

(Note 34.i) and CDB, ICBC and HSBC (Note 34.j) and Debt Service Reserve Time Deposit in HSBC with the balance is not less than two times of principal installments with interest payable thereon.

The loan agreements include restrictions, among others, that without prior written consent from the Lenders, the Company is not permitted to pledge its assets and give any guarantee or indemnity to other parties, dispose of all or any part ot its assets, incur any financial indebtedness except in the ordinary course of business, provide loan to other parties except trade credit in the ordinary course of business, change the business, enter into merger, make any acquisition and reduce or issue share capital.

34. KOMITMEN DAN PERJANJIAN PENTING (lanjutan)

KOMITMEN PENTING (lanjutan) Perusahaan (lanjutan)

Atas Pinjaman di atas, Perusahaan diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut:

i. Rasio Pinjaman terhadap Ekuitas tidak boleh lebih dari 2,33 : 1;

ii. Rasio kecukupan pembayaran bunga (EBITDA/Interest) tidak boleh kurang dari 2,0 : 1;

iii. Rasio kecukupan laba untuk pembayaran utang (Net Revenue Income to Total Debt Service Payments) tidak boleh kurang dari 1,30 : 1;

iv. Rasio Lancar tidak boleh kurang dari 1,20 : 1 dan

v. Rasio kecukupan pinjaman neto terhadap EBITDA (Net Borrowings/EBITDA) tidak boleh melebihi 5,0 : 1. Berdasarkan surat dari Pemberi Pinjaman tanggal 27 Desember 2012, Perusahaan memperoleh pelepasan atas persyaratan untuk pemenuhan rasio-rasio keuangan di atas untuk tahun 2012.

g. Berdasarkan Akta Notaris No. 28 tanggal 15 Mei 2012 dari Fathiah Helmi, S.H., Perusahaan memperoleh fasilitas kredit investasi dari Bank Mandiri, BNI dan BRI dengan jumlah maksimum sebesar Rp2.275.000 atau setara dengan US$250.000 untuk pembiayaan proyek Kompleks Blast Furnace(“Commercial Facility”). Pinjaman ini dilunasi dalam 12 kali angsuran setengah tahunan yang sama, selambat-lambatnya dimulai sejak Mei 2015 dan dibebani bunga tahunan sebesar 9% yang dapat disesuaikan serta dibayarkan secara enam bulanan. Pinjaman ini dijamin secara pari passu dengan jaminan untuk fasilitas kredit yang diperoleh dari CDB, ICBC dan HSBC (Catatan 34.j) dan rekening cadangan pembayaran pinjaman (Debt Service Reserve Account) di Bank Mandiri dengan saldo minimum sebesar satu kali cicilan pokok pinjaman beserta bunganya.

34. SIGNIFICANT COMMITMENTS AND

AGREEMENTS (continued)

SIGNIFICANT COMMITMENTS (continued) The Company (continued)

Relatedto the above Loans as stated above, The Company is also required to maintain the following financial ratios:

i. The ratio of Total Debt to Tangible Net Worth shall not exceed 2.33 : 1;

ii. The ratio of EBITDA to Interest Expenses shall not be less than 2.0 : 1; iii. The ratio of Net Revenue Income to

Total Debt Service Payments shall not be less than 1.30 : 1;

iv. The Current Ratio shall not be less than 1.20 : 1 and

v. The ratio of Net Borrowings/EBITDA shall not exceed 5.0 : 1.

Based on letter from the Lenders dated December 27, 2012, the Company obtained release of such requirement to comply with the above financial ratios for the year 2012.

g. Based on the Notarial Deed No. 28 dated May 15, 2012 of Fathiah Helmi, S.H., the Company obtained an investment credit facility from Bank Mandiri, BNI and BRI with a maximum amount of Rp2,275,000 or equivalent to US$250,000 to finance Blast

Furnace Complex project (“Commercial Facility”). This loan is repayable in 12 equal

semi-annual installments starting from, at the latest, May 2015 and bears annual interest at 9% reviewable, which will be paid semi-annually.

The loan is secured on proportionate basis with the collateral pledged for the credit facilities obtained from CDB, ICBC and HSBC (Note 34.j) and Debt Service Reserve Account in Bank Mandiri with the balance is not less than one time of principal installment with interest payable thereon.

Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) million Rupiah, Unless Otherwise Stated)

34. KOMITMEN DAN PERJANJIAN PENTING (lanjutan)

KOMITMEN PENTING (lanjutan) Perusahaan (lanjutan)

Perjanjian pinjaman mencakup pembatasan-pembatasan antara lain, tanpa persetujuan tertulis dari Para Pemberi Pinjaman, Perusahaan tidak diperbolehkan menjaminkan kekayaan dan bertindak sebagai penjamin kepada pihak lain, melepaskan sebagian atau seluruh asetnya, menerima pinjaman kecuali dalam kegiatan usaha normal, memberikan pinjaman kepada pihak lain kecuali terkait langsung dengan usaha, mengubah bentuk usaha, melakukan merger dan akuisisi dan menurunkan atau menerbitkan modal saham.

Atas pinjaman di atas, Perusahaan juga diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut:

i. Rasio Pinjaman terhadap Ekuitas tidak boleh lebih dari 2,33 : 1;

ii. Rasio kecukupan pembayaran bunga (EBITDA/Interest) tidak boleh kurang dari 2,0 : 1;

iii. Rasio kecukupan laba untuk pembayaran utang (Net Revenue Income to Total Debt Service Payments) tidak boleh kurang dari 1,30 : 1;

iv. Rasio Lancar tidak boleh kurang dari 1,20 : 1 dan

Rasio kecukupan pinjaman neto terhadap EBITDA (Net Borrowings/EBITDA) tidak boleh melebihi 5,0 : 1.

Berdasarkan surat dari Pemberi Pinjaman tanggal 28 Desember 2012, Perusahaan memperoleh pelepasan atas persyaratan untuk pemenuhan rasio-rasio keuangan di atas untuk tahun 2012.

Terkait dengan fasilitas kredit investasi tersebut, Perusahaan telah membayar biaya transaksi sebesar US$3.849, yang dicatat dalam akun “Aset Lain-lain”. Pada tanggal 31 Maret 2013, fasilitas kredit ini belum digunakan.

34. SIGNIFICANT COMMITMENTS AND

AGREEMENTS (continued)

SIGNIFICANT COMMITMENTS (continued) The Company (continued)

The loan agreements include restrictions, among others, that without prior written consent from the Lenders, the Company is not permitted to pledge its assets and give any guarantee or indemnity to other parties, dispose of all or any part ot its assets, incur any financial indebtedness except in the ordinary course of business, provide loan to other parties except trade credit in the ordinary course of business, change the business, enter into merger, make any acquisition and reduce or issue share capital.

Related to the loan as stated above, the Company is also required to maintain the following financial ratios:

i. The ratio of Total Debt to Tangible Net Worth shall not exceed 2.33 : 1;

ii. The ratio of EBITDA to Interest Expenses shall not be less than 2.0 : 1; iii. The ratio of Net Revenue Income to

Total Debt Service Payments shall not be less than 1.30 : 1;

iv. The Current Ratio shall not be less than 1.20 : 1 and

The ratio of Net Borrowings/EBITDA shall not exceed 5.0 : 1.

Based on letter from the Lenders dated December 28, 2012, the Company obtained release of such requirement to comply with the above financial ratios for the year 2012.

In relation with the above investment credit facility, the Company has paid transaction costs of US$3,849, which were recorded in

the “Other Assets” account. As of March 31, 2013, the credit facility has not yet been used.

34. KOMITMEN DAN PERJANJIAN PENTING (lanjutan)

KOMITMEN PENTING (lanjutan) Perusahaan (lanjutan)

h. Berdasarkan perjanjian pinjaman tanggal 15 Agustus 2012, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit investasi dari China Development Bank Corporation (“CDB”), PT Bank ICBC Indonesia (“ICBC”) dan HSBC dengan jumlah maksimum sebesar US$200.000 untuk pembiayaan proyek Kompleks Blast Furnace (“Sinosure Facility”). Pinjaman ini dilunasi dalam 16 kali angsuran setengah tahunan yang sama, selambat-lambatnya dimulai sejak Februari 2016 dan dibebani bunga tahunan sebesar LIBOR 6-bulanan plus marjin 3,8%, yang akan dibayarkan secara enam bulanan.

Pinjaman ini dijamin secara pari passu dengan jaminan untuk fasilitas kredit yang diperoleh dari Bank Mandiri, BNI dan BRI (Catatan 34.i) dan deposito berjangka cadangan pembayaran pinjaman (Debt Service Reserve Time Deposit) di HSBC dengan saldo minimum sebesar satu kali cicilan pokok pinjaman beserta bunganya. Perjanjian pinjaman mencakup pembatasan-pembatasan antara lain, tanpa persetujuan tertulis dari Pemberi Pinjaman, Perusahaan tidak diperbolehkan menjaminkan kekayaan dan bertindak sebagai penjamin kepada pihak lain, melepaskan sebagian atau seluruh asetnya, menerima pinjaman kecuali dalam kegiatan usaha normal, memberikan pinjaman kepada pihak lain kecuali terkait langsung dengan usaha, mengubah bentuk usaha, melakukan merger dan akuisisi dan menurunkan atau menerbitkan modal saham.

34. SIGNIFICANT COMMITMENTS AND

AGREEMENTS (continued)

SIGNIFICANT COMMITMENTS (continued) The Company (continued)

h. Based on the loan agreement dated August 15, 2012, the Company obtained an investment credit facility from China Development Bank Corporation (“CDB”), PT Bank ICBC Indonesia (“ICBC”) and HSBC in with a maximum amount of US$200,000 to finance Blast Furnace Complex project

(“Sinosure Facility”). This loan is repayable in

16 equal semi-annual installments starting from, at the latest, February 2016 and bears annual interest at 6-month LIBOR plus margin 3.8%, which will be paid semi-annualy.

The loan is secured on proportionate basis with the collateral pledged for the credit facilities obtained from Bank Mandiri, BNI and BRI (Note 34.i) and Debt Service Reserve Time Deposit in HSBC with the balance is not less than one time of principal installment with interest payable thereon.

The loan agreements include restrictions, among others, that without prior written consent from the Lenders, the Company is not permitted to pledge its assets and give any guarantee or indemnity to other parties, dispose of all or any part ot its assets, incur any financial indebtedness except in the ordinary course of business, provide loan to other parties except trade credit in the ordinary course of business, change the business, enter into merger, make any acquisition and reduce or issue share capital.

Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) million Rupiah, Unless Otherwise Stated)

34. KOMITMEN DAN PERJANJIAN PENTING (lanjutan)

KOMITMEN PENTING (lanjutan) Perusahaan (lanjutan)

Atas Pinjaman di atas, Perusahaan diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut:

i. Rasio Pinjaman terhadap Ekuitas tidak boleh lebih dari 2,33 : 1

ii. Rasio kecukupan pembayaran bunga (EBITDA/ Interest) tidak boleh kurang dari 2,0 : 1

iii. Rasio kecukupan laba untuk pembayaran utang (Net Revenue Income to Total Debt Service Payments) tidak boleh kurang dari 1,30 : 1

iv. Rasio Lancar tidak boleh kurang dari 1,20 : 1

v. Rasio kecukupan pinjaman neto terhadap EBITDA (Net Borrowings/EBITDA) tidak boleh melebihi rasio-rasio yang disebutkan di bawah ini berlaku efektif sejak 31 Desember 2011:

Berdasarkan surat dari Pemberi Pinjaman tanggal 28 Desember 2012, Perusahaan memperoleh pelepasan atas persyaratan untuk pemenuhan rasio-rasio keuangan di atas untuk tahun 2012.

Terkait dengan fasilitas kredit investasi tersebut, Perusahaan telah membayar biaya transaksi sebesar US$19.234, yang dicatat dalam akun “Aset Lain-lain”. Pada tanggal 31 Maret 2013, fasilitas kredit ini belum digunakan.

34. SIGNIFICANT COMMITMENTS AND

AGREEMENTS (continued)

SIGNIFICANT COMMITMENTS (continued) The Company (continued)

Related to the above Loans as stated above, The Company is also required to maintain the following financial ratios:

i. The ratio of Total Debt to Tangible Net Worth shall not exceed 2.33 : 1

ii. The ratio of EBITDA to Interest Expenses shall not be less than 2.0 : 1

iii. The ratio of Net Revenue Income to Total Debt Service Payments shall not be less than 1.30 : 1

iv. The Current Ratio shall not be less than 1.20 : 1

v. The ratio of Net Borrowings/EBITDA shall not exceed the ratios set out hereunder with effect from 31 December, 2011:

Based on letter from the Lenders dated December 28, 2012, the Company obtained release of such requirement to comply with the above financial ratios for the year 2012.

In relation with the above investment credit facility, the Company has paid transaction costs of US$19,234, which were recorded in

the “Other Assets” account. As of March 31, 2013, the credit facility has not yet been used.

34. KOMITMEN DAN PERJANJIAN PENTING (lanjutan)

KOMITMEN PENTING (lanjutan) Perusahaan (lanjutan)

i. Berdasarkan Senior Facilities Agreement antara PT Krakatau Posco dengan The Export-Import Bank of Korea, Australia and New Zealand Banking Group Limited, PT Bank ANZ Indonesia, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd., Seoul Branch, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd., Jakarta Branch, Credit Suisse AG, HSBC BANK PLC, Mizuho Corporate Bank Ltd., Seoul Branch, PT Bank Mizuho Indonesia, Standard Chartered Bank, Standard Chartered Bank Korea Limited, Sumitomo Mitsui Banking Corporation dan Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (bersama-sama disebut sebagai "Pemberi Pinjaman") yang telah ditandatangani pada tanggal 14 Februari 2012, disetujui bahwa dalam rangka memenuhi persyaratan penarikan pinjaman yang diperlukan dalam pembiayaan pembangunan pabrik baja terpadu di Cilegon oleh PT Krakatau Posco dan menjamin kepastian pembayaran kembali kewajiban PT Krakatau Posco kepada Pemberi Pinjaman; Perusahaan diwajibkan untuk turut memberikan jaminan berupa jaminan perusahaan (Sponsor Guarantee) sebesar 30% (sesuai persentase kepemilikan Perusahaan pada PT Krakatu Posco) dari total kewajiban PT Krakatau Posco kepada Pemberi Pinjaman.

Terkait dengan hal tersebut, pada tanggal 20 Maret 2012 Perusahaan telah menandatangani perjanjian untuk memberikan jaminan kepada Pemberi Pinjaman sebesar US$518.700. Jumlah ini adalah 45,4% dari total ekuitas Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011. Entitas Anak – PT KWT

34. SIGNIFICANT COMMITMENTS AND

AGREEMENTS (continued)

SIGNIFICANT COMMITMENTS (continued) The Company (continued)

i. Based on Senior Facilities Agreement between PT Krakatau Posco and The Export-Import Bank of Korea, Australia and New Zealand Banking Group Limited, PT Bank ANZ Indonesia, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd., Seoul Branch, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd., Jakarta Branch, Credit Suisse AG, HSBC BANK PLC, Mizuho Corporate Bank Ltd., Seoul Branch, PT Bank Mizuho Indonesia, Standard Chartered Bank, Standard Chartered Bank Korea Limited, Sumitomo Mitsui Banking Corporation and Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (collectively referred to as "Lenders") which was signed on February 14, 2012, it was agreed that in order to meet the withdrawal requirements of loans granted to finance the construction of integrated steel plant in Cilegon by PT Krakatau Posco and to ensure certainty of PT Krakatau Posco’s repayment obligation to the Lenders, the Company is required to participate in providing collateral in the form of a company guarantee (Sponsor Guarantee) at amount of 30% (based on the Company’s

ownership interest in PT Krakatau Posco) of PT Krakatau Posco’s total obligation to the Lenders.

In this regard, on March 20, 2012 the Company has signed an agreement to provide guarantees to the Lenders at amount of US$518,700. This amount represents 45.4% of the Company’s total equity at December 31, 2012 and 2011.

The Subsidiary PT KWT

j. PT KWT memperoleh Fasilitas Perdagangan Multi Opsi dari PT ANZ Panin Bank dengan sub-limit fasilitas Sight/Usance LC dan SKBDN Issuance, Trust Receipt, Pinjaman Pembiayaan Perdagangan dan Jaminan Bank dengan jumlah maksimum sebesar US$10.000 dan Uncommitted Markets Facility (FX SPOT and Forward). Fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 14 November 2013. Pada tanggal 31 Maret 2013, fasilitas kredit ini belum digunakan.

l. PT KWT obtained Multi Option Trade Facility from PT ANZ Panin Bank with sub-limit of Sight/Usance LC and SKBDN Issuance, Trust Receipt, Trade Finance Loan and Bank Guarantee facilities with maximum amount of US$10,000 and Uncommitted Markets Facility (FX SPOT and Forward). This facility will expire on November 14, 2013. As of March 31, 2013, the credit facility has not yet been used.

Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) million Rupiah, Unless Otherwise Stated)

34. KOMITMEN DAN PERJANJIAN PENTING (lanjutan)

KOMITMEN PENTING (lanjutan) Entitas Anak - PT KHIP