• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagian 2 A Komitmen Publik dari Peta Jalan Keberlanjutan APP – Visi 2020

11.3 Komitmen untuk

berdialog/konsultasi dengan pemangku kepentingan mengenai Prosedur

Asosiasi.

11.3.1 Diajaknya pemangku kepentingan untuk berdialog/konsultasi

mengenai Prosedur Asosiasi. Perusahaan

11.4 Komitmen untuk menggunakan masukan dari pemangku kepentingan untuk membantu Prosedur Asosiasi.

11.4.1 Digunakannya masukan dari pemangku kepentingan untuk mengembangkan Prosedur Asosiasi.

Komitmen Tambahan #8 Konservasi dan Pemulihan/Restorasi

“Proses penilaian NKT dan SKT akan menghasilkan rencana kelola yang akan mencakup rekomendasi konservasi dan restorasi sebagai bagian dari Rencana Kelola Hutan Berkelanjutan terpadu ... Akan tetapi kami akan lakukan lebih daripada hanya sekadar melaksanakan rekomendasi tersebut karena APP ingin mengembangkan model baru konservasi berdampak besar, terukur dan dilakukan pada tingkat lanskap” (Tanggapan APP terhadap Laporan Milestone EPN, 19 September 2013, halaman 2).

“Isu lain yang dikemukakan LSM dalam Diskusi Kelompok Terarah (FGD) adalah mengenai restorasi. APP mengonfirmasi bahwa topik ini telah dan akan tetap dibahas. Prioritas pertama tentunya adalah penilaian dan rencana konservasi komprehensif, akan tetapi restorasi akan dibahas sebagai bagian dari pendekatan jangka panjang terhadap pengelolaan hutan berkelanjutan.” (Halaman 9 FCP APP – Ringkasan Satu Tahun).

“Jadwal proses perencanaan pengelolaan akan diumumkan melalui papan pengumuman APP.” (Tanggapan APP terhadap Laporan Greenpeace, Oktober 2013).

“APP setuju bahwa para ahli konservasi terkemuka harus dilibatkan dalam perencanaan dan pelaksanaan upaya konservasi.” (APP respons terhadap Laporan Greenpeace, Oktober 2013).

“Data dari NKT/SKT dan penilaian sosial akan digunakan untuk mengembangkan rencana kelola. Ini mencakup rekomendasi konservasi dan restorasi.” (Tanggapan APP terhadap Laporan Greenpeace, Oktober 2013).

“APP setuju bahwa masukan pemangku kepentingan dibutuhkan untuk mengembangkan Rencana Kelola yang baik. Kami sedang mengembangkan mekanisme untuk konsultasi bersama para pemangku kepentingan mengenai hal ini.” (Tanggapan APP terhadap Laporan Greenpeace, Oktober 2013).

APP akan mempertimbangkan pendekatan tingkat lanskap menuju konservasi dan restorasi. (Tanggapan APP terhadap pertanyaan dalam acara Peringatan Ulang Tahun Pertama, 5 Februari 2014).

Unsur Kunci (digarisbawahi) Indikator Kinerja Lokasi Evaluasi

12.1 Data dari penilaian NKT/SKT dan sosial akan digunakan untuk

mengembangkan rencana kelola.

12.1.1 APP memiliki rencana aksi dan jadwal untuk mengembangkan rencana pengelolaan untuk semua kawasan konsesi pihak pemasok yang melibatkan penilaian NKT, SKT, dan sosial.

Perusahaan 12.1.2 APP telah menerbitkan/mengumumkan jadwal untuk

pengembangan rencana kelola.

Konsesi

12.1.3 Disusunnya Rencana Kelola Hutan Berkelanjutan untuk kawasan

konsesi dengan berdasarkan atas penilaian NKT, SKT, dan sosial. Konsesi

12.1.4 Rencana Kelola dialihbagikan dengan pemangku kepentingan

untuk ditinjau dan diberi masukan.

Konsesi

12.1.5 Rencana Kelola mengadopsi masukan pemangku kepentingan,

dan jika masukan tersebut tidak dilaksanakan, maka Rencana Kelola mencantumkan alasan tidak dijalankannya masukan tersebut.

Konsesi

12.2 Rencana kelola... akan mencakup konservasi ... rekomendasi...

12.2.1 Rencana Kelola mencakup tindakan-tindakan dan kegiatan pengelolaan spesifik yang melaksanakan rekomendasi untuk konservasi yang diidentifikasi dalam penilaian NKT dan SKT.

Konsesi 12.2.2 Rencana Kelola mencakup tindakan dan kegiatan pengelolaan

khusus yang mengadopsi rekomendasi ahli gambut untuk melakukan konservasi di kawasan konsesi yang aspek-aspek HBKT dan SKT-nya sudah dinilai untuk mengidentifikasi gambut.

Konsesi

12.2.3 Sudah dilaksanakannya tindakan dan kegiatan pengelolaan yang

dijelaskan dalam Rencana Kelola untuk konservasi. Konsesi

12.2.4 Rencana Kelola mencakup ketentuan-ketentuan yang mengatur memonitor pelaksanaan rencana tersebut dan dampak terhadap bagian dalam dan bagian langsung luar lahan gambut yang konsisten dengan standard yang diakui secara internasional dan lokal untuk pemantauan lahan gambut .

Unsur Kunci (digarisbawahi) Indikator Kinerja Lokasi Evaluasi

12.3 Rencana Kelola ... akan mencakup ... rekomendasi restorasi ...

12.3.1 Rencana Kelola mencakup tindakan dan kegiatan pengelolaan yang mengadopsi rekomendasi untuk restorasi yang dirumuskan dalam penilaian NKT dan SKT.

Konsesi 12.3.2 Rencana Kelola mengidentifikasi bidang-bidang spesifik untuk

restorasi yang sesuai dengan hasil penilaian NKT dan SKT.

Konsesi 12.3.3 Rencana Kelola mencakup tindakan dan kegiatan pengelolaan

yang membahas rekomendasi dari ahli gambut mengenai restorasi di kawasan konsesi yang aspek-aspek HBKT dan SKT-nya sudah dinilai untuk mengidentifikasi gambut.

Konsesi

12.3.4 APP berkonsultasi dengan ahli dan LSM yang berkepentingan serta pemangku kepentingan lainnya mengenai kegiatan restorasi yang telah direncanakan.

Perusahaan/ Konsesi 12.3.5 Dilaksanakannya tindakan dan kegiatan pengelolaan yang

dijelaskan dalam Rencana Kelola untuk restorasi.

Konsesi 12.4 APP setuju bahwa ahli konservasi

terkemuka harus dilibatkan dalam rencana dan pelaksanaan upaya konservasi.

12.4.1 APP melibatkan ahli konservasi terkemuka untuk membantu

merancang upaya konservasi. Perusahaan

12.4.2 APP melibatkan ahli konservasi terkemuka dalam pelaksanaan upaya konservasi.

Perusahaan

12.5 Masukan dari pemangku kepentingan dibutuhkan untuk

mengembangkan Rencana Kelola yang baik. Kami sedang mengembangkan mekanisme konsultasi pemangku kepentingan untuk hal ini.

12.5.1 APP telah mengembangkan mekanisme untuk konsultasi

pemangku kepentingan mengenai pengembangan rencana kelola.

Unsur Kunci (digarisbawahi) Indikator Kinerja Lokasi Evaluasi

12.6… Pengembangan model baru untuk konservasi berdampak besar dan terukur pada tingkat lanskap.

12.6.1 Dikembangkannya model baru untuk konservasi pada tingkat lanskap.

Perusahaan

12.6.2 APP berkonsultasi dengan ahli dan LSM yang berkepentingan serta pemangku kepentingan lainnya untuk mengembangkan model baru untuk konservasi tingkat lanskap.

Perusahaan

12.6.3 Model baru tersebut memiliki dampak besar untuk konservasi. Perusahaan

12.6.4 Model baru tersebut memberi hasil yang terukur. Perusahaan

12.6.5 Model baru tersebut menangani konservasi pada tingkat lanskap. Perusahaan

12.7 Restorasi akan ditangani sebagai bagian dari pendekatan jangka panjang terhadap pengelolaan hutan

berkelanjutan.

12.7.1 APP mengembangkan kebijakan dan prosedur untuk memasukkan restorasi sebagai bagian dari pengelolaan hutan berkelanjutan jangka panjang.

Perusahaan

12.7.2 Dikembangkannya tindakan dan kegiatan pengelolaan untuk menangani kebutuhan restorasi yang sudah diidentifikasi.

Konsesi 12.7.3 Tindakan dan kegiatan pengelolaan mencakup penilaian sosial dan

prinsip Padiatapa.

Konsesi 12.7.4 Rekomendasi dan rencana kelola dikembangkan melalui

konsultasi dengan ahli dan pemangku kepentingan.

Konsesi

12.7.5 Rekomendasi dan rencana kelola mewakili masukan pemangku

Unsur Kunci (digarisbawahi) Indikator Kinerja Lokasi Evaluasi

dilaksanakan, maka rekomendasi dan rencana kelola

mencantumkan alasan tidak dijalankannya masukan tersebut.

12.7.6 Berjalannya suatu sistem untuk memantau dan mengevaluasi

pelaksanaan dan hasil kegiatan restorasi.

Perusahaan/ Konsesi 12.8 Restorasi mencakup pertimbangan

dampak pada tingkat lanskap.

12.8.1 Tindakan dan kegiatan pengelolaan dikoordinasikan dengan kegiatan-kegiatan lainnya pada tingkat lanskap untuk menangani dampak melampaui batasan kawasan konsesi pada lanskap yang sama.

Konsesi

Komitmen Tambahan #9 Padiatapa

“Pada bulan Juli, kami mengumumkan keputusan kami untuk mengambil alih pembangunan pabrik baru di Sumatra Selatan dan kami berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip Padiatapa sebagai bagian dari proses pengembangan.” (Tanggapan APP terhadap Laporan EPN Milestone, 19 September 2013, halaman 3).

Unsur Kunci (digarisbawahi) Indikator Kinerja Lokasi

Evaluasi

13.1 … pelaksanaan prinsip Padiatapa sebagai bagian proses pengembangan (untuk pabrik di Kabupaten Ogan Komering Ilir di Sumatra).

13.1.1 Pembangunan pabrik baru oleh APP di Sumatra Selatan

menerapkan prinsip-prinsip Padiatapa untuk masyarakat adat dan penduduk setempat.

Perusahaan/ Konsesi 13.1.2 Komitmen APP untuk menerapkan prinsip-prinsip Padiatapa

diketahui dan diterima oleh masyarakat adat dan penduduk setempat yang terkena dampak dari pembangunan pabrik (mill) di Sumatra Selatan.

Perusahaan/ Konsesi

Unsur Kunci (digarisbawahi) Indikator Kinerja Lokasi Evaluasi

13.1.3 Dikelolanya catatan kegiatan untuk melaksanakan prinsip-prinsip Padiatapa.

Perusahaan/ Konsesi 13.1.4 Masyarakat adat dan penduduk setempat yang terkena dampak

memberikan persetujuannya sesuai prinsip Padiatapa terhadap pembangunan pabrik (mill) di Sumatera Selatan.

Perusahaan/ Konsesi

Komitmen Tambahan #10 Tim Ahli Lahan Gambut

“Tim ahli lahan gambut saat ini sedang disusun dan akan diumumkan dalam waktu dekat. Hal ini mengikuti masukan dan

rekomendasi dari berbagai pemangku kepentingan. Tim ini akan menjadi bagian penting dari Rencana Kelola Hutan Berkelanjutan Terpadu yang kami miliki. ... tim ini akan ditugaskan membantu APP mengadopsi praktik pengelolaan terbaik untuk mengurangi dan menghindari emisi GRK dalam lanskap lahan gambut.” (Tanggapan APP terhadap Laporan Greenpeace, 29 Oktober 2013).

Unsur Kunci (digarisbawahi) Indikator Kinerja Lokasi

Evaluasi

14.1 Tim ahli lahan gambut sedang

disusun. 14.1.1 APP telah menyusun tim ahli lahan gambut. 14.1.2 APP telah mengumumkan tim ahli lahan gambut kepada publik. Perusahaan Perusahaan

14.2 Hal ini mengikuti masukan dan rekomendasi dari berbagai pemangku kepentingan.

14.2.1 APP meminta masukan dan rekomendasi dari berbagai pemangku

kepentingan mengenai tim ahli lahan gambut. Perusahaan

14.2.2 Tim ahli lahan gambut mewakili masukan dan saran dari

pemangku kepentingan. Perusahaan

14.3 Tim ini akan menjadi bagian dari Rencana Kelola Hutan Berkelanjutan Terpadu yang kami miliki.

14.3.1 Tim ahli lahan gambut memberikan saran ahli mengenai rencana

kelola hutan berkelanjutan terpadu. Perusahaan

14.4 … tim akan ditugaskan untuk

pengelolaan terbaik untuk mengurangi dan menghindari emisi GRK dalam lanskap lahan gambut.

14.4.2 Tim ahli lahan gambut membantu dengan pengembangan praktik pengelolaan terbaik di lahan gambut.

Perusahaan 14.4.3 Tim ahli lahan gambut membantu pelaksanaan praktik

pengelolaan terbaik.

Perusahaan

Bagian 2C – Komitmen publik yang dibuat sehubungan dengan kecukupan hutan tanaman yang sudah ada dalam memasok permintaan jangka panjang dari pabrik pulp dan kertas.

Komitmen Kebijakan 12: Pertumbuhan dan hasil panen hutan tanaman yang sudah ada

Penilaian independen terbaru mengenai pertumbuhan dan hasil panen yang berasal dari kawasan-kawasan hutan tanaman pemasok APP memastikan bahwa perusahaan memiliki sumber daya hutan tanaman yang cukup untuk memenuhi permintaan jangka panjang (sesuai perkiraan) untuk pabrik pulpnya.

Catatan: Bagian ini dimasukkan dalam dokumen ini sebagai acuan. Indikator Kinerja untuk evaluasi lapang akan dikembangkan setelah dilakukannya telaah dokumen APP sehubungan kecukupan sumber daya serat dari hutan tanaman.

Dokumen terkait