RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SATUAN PENDIDIKAN : SMP NEGERI 1 WELAHAN
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya.
Indikator:
1. Mengagumi indera telinga dan pita suara sebagai ciptaan Tuhan.
2.1Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif
implementasi sikap dalam melakukan pengamatan,percobaan, dan berdiskusi. Indikator:
1. Memiliki rasa ingin tahu
2. Menunjukkan ketekunan dan tanggung jawab dalam belajar dan bekerja secara kelompok
3.5 Memahami konsep getaran, gelombang, bunyi, dan pendengaran, serta penerapannya dalam sistem sonar pada hewan dan dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator:
1. Membedakan dengan cermat bunyi infrasonik, ultrasonik dan audiosonik melalui media science comic berbasis PBL.
2. Memaparkan dengan jujur karakteristik gelombang bunyi dan proses pendengaran dalam proses pembelajaran dengan bantuan media science comic berbasis PBL dan percobaan sederhana.
3. Menunjukkan dengan kritis gejala resonansi dalam kehidupan sehari-hari dalam proses pembelajaran dengan bantuan media science comic berbasis PBL dan percobaan sederhana.
4. Memberikan contoh dengan kreatif dan logis pemanfaatan dan dampak pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi
4.10 Melakukan pengamatan atau percobaan tentang getaran, gelombang dan bunyi.
Indikator:
1. Melakukan percobaan sederhana terjadinya bunyi (pita suara) dan medium rambat bunyi.
2. Menyajikan laporan hasil diskusi evaluasi science comic berbasis PBL. C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Siswa dapat membedakan dengan cermat bunyi infrasonik, ultrasonik dan audiosonik secara tepat setelah proses pembelajaran dengan menggunakan media science comic berbasis PBL.
83
2. Siswa dengan rasa ingin tahu mengolah informasi tentang pengertian bunyi secara benar dalam proses pembelajaran melalui media science comic dan percobaan sederhana.
3. Siswa dengan cermat memahami mekanisme pendengaran pada manusia secara tepat setelah proses pembelajaran dengan menggunakan media science comic berbasis PBL.
4. Siswa dengan kritis dapat mengkaji konsep resonansi dari peristiwa alam yang terjadi secara benar dalam proses pembelajaran dengan bantuan media science comic berbasis PBL dan percobaan sederhana.
5. Siswa dengan kreatif dan logis memberikan contoh aplikasi pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat setelah melakukan diskusi dengan bantuan media science comic berbasis PBL.
D. MATERI
Bunyi merupakan suatu gelombang mekanik yang memerlukan medium perantara dalam perambatannya. Berdasarkan arah getarnya bunyi merupakan gelombang longitudinal yang membentuk pola rapatan dan regangan. Bunyi dihasilkan dari benda bergetar yang merambat melalui benda padat, cair, dan gas. Selain itu terdapat tiga syarat terjadi dan terdengarnya bunyi, yaitu ada sumber bunyi, perantara, dan penerima bunyi (pendengar).
Perbedaan tinggi- rendahnya bunyi yang terdengar telinga disebabkan perbedaan frekuensi (jumlah getaran yang tiba di telinga tiap satu detik). Bunyi nada tinggi akan terdengar jika getaran yang tiba di telinga frekuensinya banyak, nadanya akan rendah jika frekuensinya sedikit. Namun, untuk kuat lemahnya bunyi tergantung pada besar kecilnya amplitudo.
Telinga merupakan alat penerima gelombang bunyi pada manusia. Gelombang bunyi akan ditangkap dan difokuskan setelah mengenai daun telinga kemudian diteruskan melalui rongga telinga dan akan menggetarkan gendang telinga (membran tympani). Getaran ini akan diteruskan oleh ketiga tulang ,yaitu tulang martil (malleus), landasan (incus), dan sanggurdi (stapes) kemudian juga akan menggetarkan cairan di rumah siput.
Bunyi dapat dibedakan berdasarkan berdasarkan frekuensinya dan berdasarkan pantulannya. Berdasarkan frekuensinya gelombang bunyi dibagi
salah satu sifat dari gelombang adalah dapat mengalami pemantulan, demikian pula dengan gelombang bunyi. Bunyi pantul dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli, gaung atau kerdam, dan gema. Dari ketiga sifat tersebut dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam kehidupan seiring dengan kemajuan IPTEK. Adapun penerapan sonar dalam kehidupan sehari-hari di antaranya: (1) memperkirakan kedalaman laut, (2) pencitraan medis (USG), dan (3) terapi medis menggunakan bunyi ultrasonik. Selain itu sonar juga sangat bermanfaat dalam kelangsungan hidup beberapa hewan, misalnya kelelawar, lumba-lumba, dan paus. Sonar membantu hewan-hewan tersebut dalam mencari makanan, menghindari rintangan, dan berkomunikasi satu sama lain. E. PENDEKATAN/STRATEGI/METODE PENELITIAN
1. Pendekatan : Scientific 2. Metode : Diskusi
3. Model : Problem Based Learning
F. MEDIA/ALAMAT/DAN SUMBER PEMBELAJARAN
1. Media Pembelajaran
a. Science comic berbasis Problem Based Learning b. Tenggorokan
c. Balon
2. Sumber Pembelajaran a. Buku IPA SMP
Krisno dan mucharam. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam untuj SMP /MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. b. LDS Problem Based Learning
c. Video pita suara
d. Video percobaan sederhana “Bunyi pada ruang tertutup” e. Video percobaan sederhana “Botol resonansi”
85
G. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan pertama (1 JP)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu Pendahuluan 1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
2. Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
5 Menit
Kegiatan Inti
Guru melaksanakan Pretest kepada siswa 30 menit Penutup Guru menjelaskan kegiatan pada pertemuan
selanjutnya.
5 menit
Pertemuan kedua (2 JP)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu Pendahuluan 1. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran dan manfaat mempelajari bunyi dan pendengaran,
2. Guru mengajak siswa bermain game tepuk genap ganjil, sebagai pengantar pembelajaran bunyi dan pendengaran.
3. Guru mengajak siswa bermain tebak gambar untuk menarik siswa menebak bentuk kegiatan pembelajaran.
10 menit
Kegiatan Inti ( Sintaks PBL) 1. Memberikan orientasi tentang permasalahan kepada siswa. 2. Mengorganisasikan siswa untuk meneliti 3. Membantu investigasi mandiri dan kelompok.
Mengamati:
1. Siswa dengan rasa ingin tahu mengamati dan memahami cerita 1, 2, 3 dalam science comic berbasis PBL.
Cerita dalam science comic berbasis PBL merupakan permasalahan yang disajikan sebagai pengantar pembelajaran. 2. Siswa dengan cermat mengamati
getaran pada tenggorokan ketika berbicara untuk menguatkan konsep definisi bunyi.
3. Siswa dengan rasa ingin tahu
mempresentasikan hasil karya dan memamerkan 5. Menganalisis dan
mengevaluasi proses
1. Guru menanyakan sinopsis cerita 1, 2, 3 dan inti permasalahan serta penjelasan kepada siswa dalam kelompok.
2. Siswa dengan rasa ingin tahu bertanya tentang cara kerja pita suara dari video yang ditayangkan. Menerapkan (experiment):
1. Siswa melakukan percobaan sederhana perambatan bunyi melalui medium.
2. Siswa berdiskusi dalam kelompok yang berjumlah 5 siswa. ( 1 kelas 7 kelompok)
3. Siswa dengan bekerja sama mendefinisikan soal evaluasi yang disajikan dalam media science comic berbasis PBL secara kolaborasi.
Mengasosiasi:
1. Siswa secara aktif dan kreatif mencari informasi untuk memecahkan soal evaluasi.
2. Siswa mencari data dan informasi sebagai solusi permasalahan yang dibahas dalam media science comic berbasis PBL maupun buku teks.
3. Siswa menyajikan hasil diskusi dalam LDS yang disediakan. Mengkomunikasikan:
1. Siswa dengan berani
mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.
2. Siswa bersama guru menganalisis dan mengevaluasi hasil diskusi. Penutup 1. Siswa dan guru mereview hasil
pembelajaran.
2. Guru memberi apresiasi pada semua kelompok.
3. Guru menjelaskan kegiatan pada pertemuan selanjutnya.
87
H. Pertemuan ketiga (2JP)