• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN

2.4. Manajemen Keperawatan

2.4.5. Kompetensi Perawat

Kompetensi merupakan suatu kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seseorang berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku yang diperlukan dalam melaksanakan tugas jabatannya, sehingga dapat melaksanakan tugasnya secara professional, efektif, dan

Universitas Indonesia efisien serta sesuai dengan standar kinerja yang dipersyaratkan (DepKes, 2006).

SDM merupakan salah satu pilar dalam organisasi, SDM sebagai salah satu faktor produksi harus benar – benar merupakan unsur utama yang menciptakan dan merealisasikan keselamatan pasien, hal ini ditampilkan dalam kompetensi yang dimiliki (Cahyono, 2008).

Tingkat kompetensi perawat di Rumah Sakit “X” terdiri dari 5 tingkatan yaitu:

1. Perawat Klinik (PK) I

a. Pendidikan dan masa kerja

 Pendidikan D III Keparawatan dengan Pengalaman kerja0 th sampe dengan 3,5 th

 Pendidikan S1 Ners / S1 Kebidanan dengan Pengalaman kerja0 th – 3,5 th

b. Pelatihan

 Pelatihan BTLS (dewasa/anak/ibu hamil)

 Pelatihan perawatan luka

 Service excellence

 Pelatihan penanggulangan infeksi nosokomial

 Pelatihan Patient Safety (Keselamatan Pasien)

 Pelatihan kebakaran/disaster

 Pelatihan komunikasi terapeutik

 Pelatihan pelayanan islami

 Pelatihan manajemen asuhan keperawatan

 Pelatihan praktek profesi keperawatan etis legal dan peka budaya

Universitas Indonesia 2. Perawat Klinik (PK) II

a. Pendidikan dan masa kerja

 Pendidikan D III Keparawatan dengan Pengalaman kerja3,6 th – 6,5 th

 Pendidikan S1 Ners / S1 Kebidanan dengan Pengalaman kerja3,6 th – 6,5 th

b. Pelatihan

 Pelatihan PK I (up date)

 Pelatihan BTCLS (dewasa/anak/ibu hamil)

 Pelatihan kardiologi dasar

 Pelatihan perawatan luka

 Pelatihan perawat professional

 Peelatihan perawat kamar bedah I (untuk perawat OK)

 Pelatihan perawat endoscopi (untuk perawat endoscopi)

 Pelatiihan perawat HD (untuk perawat HD)

 Pelatihan perawat maternitas I (RB)

 Pelatihan perawat medical bedah I (untuk perawt medical bedah)

 Pelatihan perawt pediatric dan perinatologi I (untuk perawat anak)

 Pelatihan perawat emergensi I (untuk perawat UGD)

3. Perawat Klinik (PK) III

a. Pendidikan dan masa kerja

 Pendidikan D III dengan Pengalaman kerja6,6 th sampai dengan pension. Setiap 3 tahun diberikan kenaikan jenjang karir melalui assessmen kompetensi pada level III A, III B, III C, III D, dan III E. setelah III E diadakan assessment kompetensi untuk refresh setiap 3 tahun.

Universitas Indonesia

 Pendidikan S1 (Ners) / S1 Kebidanan dengan ,Pengalaman kerja6,6 th sampai dengan 9,5 th.

 Pendidikan S2 Ners Spesialis dengan Pengalaman kerja0 – 3,5 th

b. Pelatihan

 Pelatihan PK II (Up date)

 Pelatihan BTCLS lanjutan /ACLS

 Pelatihan perawat mahir ICU II (untuk perawat ICU)

 Pelatihan perawat pediatric dan perinatologi II ( untuk perawat anak dan kebidanan)

 Pelatihan perawat medical bedah II (perawat medical bedah)

 Pelatihan maternitas II (untuk kebidanan)

 Pelatihan pediatric dan perinatologi II (perawat anak)

 Pelatihan emergensi II (untuk perawat UGD)

4. Perawat Klinik (PK) IV

a. Pendidikan dan masa kerja

 Pendidikan S1 (Ners) / S1 Kebidanan dengan Pengalaman kerja9,6 th sampai dengan pension. Setiap 3 tahun diberikan kenaikan jenjang karir melalui assessmen kompetensi pada level IV A, IV B, IV C, dan IV D. setelah IV D diadakan assessmen kompetensi untuk refresh setiap 3 tahun

 Pendidikan S2 Ners – Spesialis dengan Pengalaman kerja3,6 th – 6,5 th

 Pendidikan S3 Keperawatan dengan Pengalaman kerja0 – 3,5 th

b. Pelatihan

 Pelatihan PK III (Up date)

Universitas Indonesia 5. Perawat Klinik (PK) V

a. Pendidikan dan masa kerja

 Pendidikan S2 Ners – Spesialis dengan Pengalaman kerja6,6 tahun sampai pension. Setiap 3 tahun diadakan assessmen kompetensi untuk refresh.

 Pendidikan S3 keperawatan dengan Pengalaman kerja3,6 tahun sampai dengan pension. Setiap 3 tahun diberikan kenaikan jenjang karir melalui assessmen kompetensi pada level V A dan V B. setelah V B diadakan assessmen kompetensi untuk refresh setiap 3 tahun.

b. Pelatihan

 Pelatihan PK IV (Up date)

Universitas Indonesia BAB 3

GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT “X”

3.1. Keyakinan Dasar, Nilai Dasar dan Tata Nilai Rumah Sakit “X”

3.1.1. Keyakinan Dasar Rumah Sakit “X”

Keyakinan dasar ini diterapkan sebagai pembangkit semangat dalam menjalankan tugas memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pengguna jasa rumah sakit. Keyakinan tersebut antara lain :

a. Bekerja sebagai ibadah kepada Allah SWT b. Hubungan berbasis kepercayaan

c. Prakarsa d. Kerja Tim

e. Focus ke customer f. Profesionalisme

3.1.2. Nilai Dasar Rumah Sakit “X”

Nilai dasar Rumah Sakit “X” merupakan pemandu terwujudnya visi dan misi di atas serta suatu sikap yang harus dimiliki oleh semua karyawan Rumah Sakit “X”. Nilai dasar tersebut antara lain:

Kejujuran : Kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan karena Allah SWT semata.

Integritas : Kemampuan untuk mewujudkan apa yang telah kita katakan.

Kebersihan : Kebersihan jiwa, tindakan dan lingkungan kerja

Penghargaan atas martabat manusia : Sikap menghargai manusia sebagai makhluk yang bermartabat.

Keikhlasan : Kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan karena Allah SWT semata.

Keterbukaan Pikiran : Kemampuan untuk menerima pendapat orang lain.

Universitas Indonesia 3.1.3. Tata Nilai Rumah Sakit “X”

Tata nilai dalam pemberian jasa pelayanan yang berlaku Rumah Sakit “X” adalah mengutamakan ketulusan dan kejujuran, menghargai martabat manusia, keadilan, kerja sama dan prakarsa.

3.2 Tugas dan Fungsi Rumah Sakit “X”

3.2.1 Tugas Rumah Sakit “X” :

Melaksanakan upaya kesehatan secara berdayaguna dan berhasilguna dengan mengutamakan upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan.

3.2.2 Fungsi Rumah Sakit “X” :

3.2.2.1. Menyelenggarakan pelayanan medis;

3.2.2.2. Menyelenggarakan pelayanan penunjang medis dan non medis;

3.2.2.3. Menyelenggarakan pelayanan dan asuhan keperawatan;

3.2.2.4. Menyelenggarakan pelayanan rujukan;

3.2.2.5. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan;

3.2.2.6. Menyelenggarakan administrasi umum dan keuangan.

3.3. Sistem Manajemen mutu Akreditasi Rumah Sakit dan ISO 9001:2008 3.3.1 Sistem Manajemen mutu Akreditasi Rumah Sakit

Rumah Sakit “X” telah menerapkan system manajemen mutu akreditasi tingkat dasar (lima pelayanan) oleh Badan Akreditasi Departemen Kesehatan RI pada bulan April 1998. Lima pelayanan yang telah diakreditasi yaitu Unit Gawat Darurat, Administrasi, Keperawatan, Pelayanan Medik dan Rekam Medik dengan hasil lulus. Saat ini Rumah Sakit “X” telah mendapat Akreditasi Penuh Tingkat Lengkap 16 Standar

Universitas Indonesia Pelayanan pada tanggal 9 Desember 2009 dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Depertemen Kesehatan RI.

3.3.2 Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008

Selain menerapkan system manajemen mutu akreditasi rumah sakit, Rumah Sakit “X” juga telah mengikuti penilaian ISO 9001: 2000.

persiapan penilaian ISO 9001: 2000 dimulai pada tanggal 13 Juni 2002 dengan mempersiapkan dokumen manual mutu, prosedur mutu Prosedur Operasional Baku Rumah Sakit “X”. Selanjutnya pada tanggal 22 November 2002, Rumah Sakit “X” mendapatkan sertifikat ISO 9001:

2000 untuk semua pelayanan. Hingga kini, Rumah Sakit “X” tetap mempertahankan sertifikat ISO 9001: 2000 dengan melakukan renual tiga tahun sekali; tahun 2005, 2008 dan 2011. Pada tanggal 18 Juli 2010 telah di upgrade menjadi ISO 9001:2008 untuk semua pelayanan.

3.4. Struktur Organisasi Rumah Sakit “X”

Berdasarkan Keputusan Direktur Rumah Sakit “X” No: 193/ RSHJ/

WAS/ SK/ VIII/ 2009 tentang Bagan Struktur Organisasi Rumah Sakit “X”, Rumah Sakit “X” terdiri dari Direktur yang dibantu oleh Wakil Direktur Pelayanan dan SDM dan Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan yang kemudian membawahi beberapa bagian, antara lain : Bagian Keperawatan, Bagian Pelayanan Klinik, Bagian Sumber Daya Manusia (SDM), Bagian Sistim Informasi Manajemen (SIM), Bagian Pemasaran, Bagian Keuangan dan Akuntansi, Bagian Umum, Bagian Mutu, Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (MK3L), Komite Medik, Komite Keperawatan.

Dalam menjalankan kegiatan dalam sebuah organisasi perlu dilakukan pengorganisasian supaya kegiatan dapat berjalan dengan teratur, lancar dan sistematis. Oleh karena itu, dalam sebuah organisasi diperlukan struktur organisasi. Berdasarkan surat keputusan Direktur tentang strukutur organisasi

Universitas Indonesia Rumah Sakit “X” terdiri dari Direktur yang dibantu oleh Wakil Direktur Pelayanan dan SDM, Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan, yang kemudian membawahi beberapa bagian yaitu:

3.4.1 Bagian Keperawatan

Bagian Keperawatan membawahi 3 sub bagian yaitu:

a. Sub Bagian Pengembangan Keperawatan

b. Sub Bagian Penunjang Keperawatan yang membawahi Koordinator Gizi

c. Sub Bagian Pelayanan Keperawatan yang membawahi Kepala Ruangan Rawat Inap, Rawat Jalan, PICU, dan NICU, ICU, Keperawatan ICU, OK, Ruang Bersalin, Perinatal, Neonatus, UGD, Keperawatan UGD, Sentral Opname, Poli Sore.

3.4.2 Bagian Pelayanan Medik

Bagian Pelayanan Medik dipimpin oleh Kepala Bagian Pelayanan Medik sebagai Penanggung jawab yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Wakil Direktur Pelayanan dan SDM. Tugasnya adalah melaksanakan pengelolaan kegiatan pelayanan medis rawat jalan dan rawat inap. Adapun fungsinya yaitu:

a. Penyusunan rencana kebutuhan pelayanan serta pengembangan pelayanan medis.

b. Koordinasi pelaksanaan, pengendalian, pemantauan, evaluasi kegiatan dan mutu pelayanan medis.

c. Pengumpulan dan pengolahan data utilisasi serta koordinasi pengusuluan peralatan medis.

Bagian pelayanan medik membawahi beberapa unit yaitu:

a. Sub Bagian Farmasi yang membawahi Koordinator Distribusi Rajal, Koordinator Distribusi Ranap dan Koordinator Gudang Farmasi.

b. Laboratorium Klinik membawahi koordinator laboratorium

Universitas Indonesia c. Bank Darah

d. Radiologi membawahi Koordinator Radiologi e. Hemodialisa

f. Rehabilitasi Medik membawahi Koordinator Rehabilitasi Medik g. Koordinator Rekam Medik

3.4.3 Bagian SDM

Bagian SDM dipimpin oleh seorang Kepala Bagian sebagai Penanggung jawab yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Wakil Direktur Pelayanan dan SDM. Bagian SDM membawahi beberapa koordinator sub bagian yaitu: Kesekretariatan, Pengelolaan SDM, dan Pengembangan SDM.

3.4.4 Bagian SIM

Bagian SIM dipimpin oleh seorang Kepala Bagian sebagai Penanggung jawab yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Wakil Direktur Pelayanan dan SDM. Tugasnya adalah melakukan control dokumen, pelaksanaan desain dan operasi, serta pengembangan desain dan sistem.

3.4.5 Bagian Pemasaran

Bagian Pemasaran dipimpin oleh seorang Kepala Bagian sebagai Penanggung jawab yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Wakil Direktur Pelayanan dan SDM. Tugasnya adalah melaksanakan kegiatan promosi, informasi, handling complain, pengaturan keamanan, serta perencanaan pengembangan produk.

3.4.6 Bagian Keuangan dan Akuntansi

Bagian Keuangan dan Akuntansi dipimpin oleh Kepala Bagian yang menjabat sebagai Penanggung jawab yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan. Sub Bagian Keuangan membawahi:

a. Koordinator JP3

b. Koordinator Penerimaan (Bendahara)

Universitas Indonesia c. Koordinator Pengeluaran (Bendahara)

d. Koordinator Penagihan Piutang

e. Koordinator Penganggaran dan Akuntansi 3.4.7 Bagian Umum

Bagian umum dipimpin oleh seorang Kepala Bagian sebagai Penanggung jawab yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan. Tugasnya adalah melaksanakan urusan umum yang menunjang kegiatan di rumah sakit.

3.4.8 Komite Mutu

Komite Mutu dipimpin oleh seorang Ketua Komite sebagai Penanggung jawab yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Wakil Direktur Pelayanan dan SDM. Bagian ini terdiri dari empat sub komite yaitu, sub komite Mutu & Manajemen Risiko, sub komite K3 dan Patient Safety, sub komite kesehatan lingkungan, dan sub komite Infeksi Nosokomial

& CSSD.

Adapun tugasnya adalah sebagai berikut:

a. Sub komite Mutu & Manajemen Risiko adalah membuat atau revisi dokumen ISO 9001:2000, melaksanakan tinjauan manajemen, melaksanakan audit internal, membuat dan memantau pengisian PPI, membuat pencapaian sasaran mutu RS, dan memastikan sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 di Rumah Sakit “X” berjalan sesuai dengan rencana yang tertulis, membuat manajemen risiko terintegrasi pada semua kegiatan di RS.

b. Sub komite K3 dan Patient Safety adalah membuat dan monitoring program patient safety. Bekerjasama dengan sub komite mutu dan manajemen risiko dalam pengendalian dan monitoring risiko. Analisa terhadap keselamatan dan kesehatan terhadap manusia, alat, dan lingkungan sampai pekerjaan tersebut dinyatakan aman.

Universitas Indonesia c. Sub komite kesehatan Lingkungan adalah menciptakan lingkungan rumah sakit yang sehat yang meliputi penyehatan ruang dan bangunan, makanan dan minuman, air dan tempat pencucian, penanganan sampah dan limbah rumah sakit, sterilisasi dan disinfeksi, serta pengendalian serangga dan bintang pengganggu.

d. Sub komite infeksi nosokomial & CSSD adalah melakukan pemantauan dan pencegahan kejadian infeksi nosokomial, melakukan sterilisasi sentral semua instrument dan perlengkapan lain yang harus steril dalam rangka pelayanan.

3.4.9 Komite Medik

Komite adalah wadah non struktural yang terdiri dairi tenaga ahli atau profesi dibentuk untuk memberikan pertimbangan strategis kepada Direktur Utama dalam rangka peningkatan dan pengembangan pelayanan rumah sakit.

Komite medik, merupakan wadah non struktural kelompok professional medis yang keanggotaannya terdiri dair Ketua Kelompok Staf Medis atau yang mewakili. Pembentukan Komite Medik ditetapkan oleh Direktur Utama untuk Pengalaman kerja3 (tiga) tahun. Komite Medik dipimpin oleh seorang ketua yang diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama. Tugas Komite Medik adalah memberikan pertimbangan kepada Direktur Utama dalam hal menyusun standar pelayanan medis, hak klinis khusus kepada Staf Medis Fungsional, program pelayanan, pendidikan dan pelatihan, serta penelitian dan pengembangan.

3.4.10 Komite Keperawatan

Komite keperawatan merupakan wadah non struktural kelompok professional keperawatan yang keanggotaannya terdiri dari ketua kelompok staf atau yang mewakili. Komite Keperawatan ditetapkan oleh Direktur Utama untuk Pengalaman kerjakerja 3 (tiga) tahun. Komite Keperawatan dipimpin oleh seorang ketua yang diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama. Tugas Komite Keperawatan adalah memberikan pertimbangan kepada Direktur Utama dalam hal menyusun standar pelayanan keperawatan,

Universitas Indonesia pengawasan dan pengendalian mutu keperawatan, program pelayanan, pendidikan dan pelatihan, serta penelitian dan pengembangan.

3.5 Produk yang Dihasilkan Rumah Sakit “X”

3.5.1 Pelayanan Rawat Jalan

Rawat Jalan di Rumah Sakit “X” memiliki 16 Poliklinik yang ditangani oleh dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis yang berpengalaman di bidangnya. Poliklinik itu terdiri dari :

a) Poliklinik Kulit-Kelamin dan Perawatan Wajah b) Poliklinik Mata

c) Poliklinik Gigi d) Poliklinik Akupuntur e) Poliklinik Jantung

f) Poliklinik Kebidanan dan Kandungan g) Poliklinik Penyakit Dalam

h) Poliklinik Anak i) Poliklinik Syaraf

j) Poliklinik THT dan Kepala Leher k) Poliklinik Paru dan Pernafasan l) Poliklinik Umum

m) Poliklinik Bedah

n) Poliklinik Kesehatan Jiwa o) Poliklinik Konsultasi Gizi p) Poliklinik Rehabilitasi Medis

3.5.2 Pelayanan Rawat Inap

Rumah Sakit “X” mempunyai 218 tempat tidur yang terbagi atas kelas Super VIP, VIP, Kelas I, Kelas II, dan Kelas III. Kelas SVIP 4 buah tempat tidur, kelas VIP 15 buah tempat tidur, kelas I 35 buah tempat tidur, kelas II 84 buah tempat tidur, kelas III 53 buah tempat tidur, Neonatus 12 buah tempat

Universitas Indonesia tidur, NICU 2 buah tempat tidur, ICU 5 buah tempat tidur, Ruang Bersalin 8 buah tempat tidur.

Fasilitas yang tersedia di kamar Super VIP dan VIP terdiri dari 1 tempat tidur setiap kamar, 1 set meja kursi tamu/sofa, 1 set meja makan, kamar mandi, lemari, kulkas, AC, dan Televisi. Fasilitas yang tersedia pada kelas I terdiri dari 2 tempat tidur di setiap ruangan, AC, Televisi, kamar mandi dan 1 set meja kursi tamu/sofa.

3.5.3 Pelayanan Kamar Bedah (OK)

Ruang tindakan operasi yang tersedia bejumlah tiga kamar digunakan untuk semua jenis operasi. Pasien kamar bedah bisa beraal dari Rawat inap, rawat jalan, Ruang Bersalin, dan Gawat Darurat.

3.5.4 Pelayanan Ruang Bersalin

Sub bagian ruang Bersalin merupakan sub bagian keperawatan yang memiliki kapasitas sembilan tempat tidur dan tiga ruang tindakan. Untuk kelahiran normal dilakukan di ruang tindakan. Sedangkan untuk kelahiran yang diharuskan seccio dialihkan ke kamar bedah. Pasien yang telah melahirkan, diobservasi dahulu antara 2-3 jam, kemudian dibawa ke ruang rawat gabung ibu dan bayi.

3.5.5 Pelayanan Ruang Intensif Care Unit (ICU) dan Intensive Cardio Care Unit (ICCU)

Sub bagian ICU/ICCU merupakan ruangan yang disiapkan untuk pasien yang membutuhkan perawatan secara intensif dan khusus. Pasien ICU/ICCU membutuhkan banyak alat bantu perawatan dan perhatian lebih sehingga tempatnya harus dipisahkan dengan pasien lain. Sub bagian ICU/ICCU memiliki tujuh tempat tidur yang artinya hanya bisa menerima tujuh pasien.

3.5.6 Pelayanan Gawat Darurat

Unit Gawat Darurat Rumah Sakit “X” dilengkapi dengan kamar bedah minor (ruang tindakan) yang dilengkapi oksigen dan alat penyedot lendir (suction) sentral, ruang resusitasi, dan ruang observasi. Peralatan medis yang

Universitas Indonesia mendukung dalam kegiatan di unit ini di antaranya alat pemicu jantung, EKG Monitor, Ventilator, Saturasi O2 dan lain-lain.

3.5.7 Pelayanan Farmasi

Sub bagian Farmasi merupakan salah satu bagian pelayanan untuk pasien. Kegiatan yang dilaksanakan dalam sub Bagian Farmasi Rumah Sakit

“X” meliputi perencanaan, pengadaan, penerimaan, dan penyimpanan, distribusi dan evaluasi. Dalam pendistribusian, untuk pasien rawat inap maupun ruang bersalin, ICU/ICCU atau gawat darurat, obat diambil oleh POS (pembantu orang sakit atau Asisten Perawat) yang akan diserahkan kepada perawat jaga ruangan untuk diberikan pada pasien yang dirawat sesuai dengan jadwal pemberian obatnya.

3.5.8 Pelayanan Laboratorium

Sub Bagian Laboratorium Rumah Sakit “X” menyediakan fasilitas pemerikasaan hematologi seperti pemeriksaan darah lengkap, golongan darah, retikulosit, pemeriksaan kimia klinik seperti pemeriksaan ginjal, lemak, liver fungsi test, pemeriksaan immunoserologi, urinalisa, dan faeces, bakteriologi, mikrobiologi, dan Pantologi Anatomi. Dalam menyediakan darah, laboratorium Rumah Sakit “X” bekerja sama dengan PMI (Palang Merah Indonesia).

3.5.9 Pelayanan Radiologi

Untuk menunjang ketepatan deteksi problem kesehatan pasien, Rumah Sakit “X” melengkapi Unit Radiologi dengan alat X-Ray, CT Scan (Computerized Tomography Scanning), USG (Ultra Sono Graphy) Doppler, Dental X-Ray, Panoramix dan Flouroscopy. Sub bagian ini melayani asien rawat jalan maupun pasien dari luar yang membawa surat pengantar dari dokter yang merujuk.

3.5.10 Sub Bagian Gizi Rumah Sakit

Sub bagian gizi Rumah Sakit “X” adalah salah satu unit dari penunjang Pelayanan Keperawatan. Sub bagian ini melayani pasien yang menjalani perawatan di rawat inap dan karyawan di bagian yang mempunyai risiko terjadinya infeksi nosokomial. Makanan yang diberikan disesuaikan

Universitas Indonesia dengan kondisi dan jenis penyakit serta diet yang diberikan oleh dokter yang merawat.

3.5.11 Sub Bagian Pemeliharaan Alat Kesehatan

Pemeliharaan di Rumah Sakit “X” mempunyai dua metode yaitu preventive maintenance dan corrective maintenance. preventive maintenance adalah pemeliharaan alat kesehatan secara rutin yang dilakukan setiap tiga bulan sekali dan corrective maintenance adalah pemeliharaan perbaikan alat kesehatan yang rusak yang dapat dilakukan sewaktu-waktu. Setiap bagian dapat langsung menghubungi petugas alat kesehatan untuk memperbaiki alat yang rusak. Alat kesehatan yang memerlukan perawatan atau perbaikan dapat dilakukan di tempat atau dapat dibawa ke workshop jika tidak dapat diselesaikan di tempat (bagian yang bersangkutan).

3.6 Sumber Daya Manusia Rumah Sakit “X”

Untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, aset terbesar yang dimiliki rumah sakit adalah sumber daya manusia. Rumah Sakit

“X” memiliki jumlah SDM sebanyak 751 orang yang berkontribusi dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan semaksimal mungkin. Komposisi SDM Rumah Sakit “X” dapat dilihat berdasarkan tingkat pendidikan, profesi, dan status karyawan.

Untuk tingkat pascasarjana terdapat 20 orang, tingkat sarjana 102 orang, tingkat Diploma IV 1 orang, tingkat Diploma III 400 orang, tingkat Diploma I 1 orang. Tingkat SLTA atau setaranya terdapat 213 orang dan SMP 10 orang serta tingkat SD terdapat 4 orang. Untuk perinciannya dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Universitas Indonesia Tabel 3.1

Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Pendidikan

Pasca Sarjana Sarjana Diploma SD, SMP,

D3 Manajemen Inf &

Dokumen 1 SMEA 6

Universitas Indonesia

D3 Teknik Sipil 1

D4 Gizi 1

TOTAL 20 102 402 227

Sumber: Bagian SDM RS X Tahun 2012 Berdasarkan Ketenagaan atau Profesi

Tabel 3.2

Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Profesi S 3.7 Sarana dan Prasarana

Selama berdiri, Rumah Sakit “X” terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dalam usaha meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan melengkapi saran dan prasarana yang dibutuhkan. Hingga kini, sarana dan prasarana yang tersedia adalah sebagai berikut :

1. Listrik : 935 KVA +Genset 450 KVA 2. Air Bersih : kapasitas 144 m3

3. Pengelolaan limbah cair dengan menggunakan sistem Sewerage Waste Treatment Plant (SWTP) dengan system biofilter aerob dan anaerob.

No. Ketenagaan Jumlah

1. Medis Dokter 27

Apoteker 7

2. Paramedis Perawatan Perawat 309

Bidan 29

Anasthesi 3

3. Paramedis Penunjang Analis Laboratorium 26

Refraksionis 2

Radiografer 11

Teknik Elektromedik 2

Fisioterapi 9

Asisten Apoteker 32 Ahli/ Penata Gizi 9

4. Penjaga Orang Sakit 45

5. Non Medis 240

TOTAL 751

Universitas Indonesia Selain itu juga menggunakan system Waste Water Treatment Plant (WWTP) dengan kapasitas 4 m3.

4. Pengelolaan limbah padat rumah tangga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dengan kapasitas container sampah 6 m3. Limbah padat medis dengan kapasitas incinerator 1.000 liter.

5. Telepon : 28 saluran

6. Ambulance : 3 unit

7. Ambulance jenazah : 3 unit (2 bekerja sama dengan pihak ketiga) 8. Kendaraan operasional : 4 unit

9. Kamar bedah 10. Perpustakaan 11. Kantin dan operasi

12. Anjungan Tunai Mandiri (BNI, BCA, Mandiri) 3.8 Kinerja Rumah Sakit “X”

Keberhasilan suatu rumah sakit dapat dilihat dari kinerja rumah sakit tersebut. Kinerja berasal dari pelayanan yang telah diberikan oleh rumah sakit kepada para pelanggannya dalam periode wwaktu tertentu. Beberapa indikator kinerja rumah sakit adalah sebagai berikut :

3.10.1. Bed Occupancy Rate (BOR)

Merupakan persentase pemanfaatan tempat tidur pada satuan waktu tertentu. Indikator ini dapat memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur. Nilai parameter dari BOR yang ideal antara 60% - 85% (Wjayanto, 2008). Angka BOR Rumah Sakit “X” selama 3 tahun terakhir, yaitu tahun 2009 dan 2010 telah mencapai nilai yang ideal yaitu 66

% dan 67,1 %, pada tahun 2011 terjadi penurunan yaitu 55,3 %, hal ini disebabkan karena adanya renovasi ruang perawatan Hasanah I.

Rumus BOR:

Jumlah Hari Perawatan (HP) Jumlah Tempat Tidur x Hari

x 100%

Universitas Indonesia 3.10.2. Bed Turn Over (BTO)

BTO merupakan frekuensi pemakaian tempat tidur. Menunjukkan berapa kali tempat tidur terpakai dalam satu periode. Dengan indikator ini dapat dilihat tingkat efisiensi pemakaian tempat tidur (Wijayanto, 2008).

BTO yang ideal berkisar 40 - 50 kali. BTO Rumah Sakit “X” pada tahun 2009, 2010 dan 2011 sebesar 70 kali, 71 kali dan 60 kali. Hal ini menunjukkan bahwa BTO Rumah Sakit “X” tidak ideal karena melebihi angka BTO yang ideal. Agar Rumah Sakit “X” dapat mencapai BTO yang ideal, sebaiknya Rumah Sakit “X” menambah jumlah tempat tidur di rawat inap.

Rumus BTO :

3.10.3. Length of Stay (LOS)

LOS merupakan rata-rata lama rawat seorang pasien di rumah sakit.

Selain berguna untuk menentukan tingkat efisiensi, juga dapat memberi gambaran tentang mutu pelayanan rumah sakit. Nilai LOS yang ideal adalah antara 3 - 6 hari (Wijayanto, 2008). Pada tahun 2009 - 2011, LOS Rumah Sakit “X” telah mencapai nilai yang ideal, yaitu 3,5 hari.

3.10.4. Turn Over Interval (TOI)

TOI merupakan rata-rata hari tempat tidur tidak diisi dari saat diisi terakhir sampai saat diisi berikutnya. Nilai ideal TOI adalah 1 - 3 hari (Wijayanto, 2008). Pada tahun 2009, 2010, dan 2011, TOI Rumah Sakit “X”

termasuk dalam angka yang ideal, yaitu 2 hari, 2 hari, dan 3 hari.

Rumus TOI :

Jumlah Pasien Keluar (Hidup + Mati) Jumlah tempat tidur

(Jumlah TT x Hari)- Hari perawatan RS Jumlah pasien (hidup + mati)

Universitas Indonesia 3.9 Gambaran Umum Bagian Keperawatan Rumah Sakit “X”

3.9.1 Pola Ketenagaan dan Kualifikasi Personil

3.9.1 Pola Ketenagaan dan Kualifikasi Personil

Dokumen terkait