• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Kompetensi Profesional Guru PAI

studi kasus MTs Terpadu Al- Mustaqim Timpik Kec. Susukan Kab. Semarang Tahun 2018?

2. Kendala-kendala apa yang dihadapi guru PAI dalam mengembangkan

kompetensi profesional yang bersertifikat pendidik studi kasus MTs Terpadu Al- Mustaqim Timpik Kec. Susukan Kab. Semarang Tahun 2018?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui kompetensi profesional guru PAI yang bersertifikat

pendidik studi kasus MTs Terpadu Al- Mustaqim Timpik Kec. Susukan Kab. Semarang Tahun 2018.

2. Untuk mengetahui kendala- kendala yang dihadapi guru PAI dalam

mengembangkan kompetensi profesional yang bersertifikat pendidik studi kasus MTs Terpadu Al- Mustaqim Timpik Kec. Susukan Kab. Semarang Tahun 2018.

6 D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan memiliki manfaat secara teoritis dan praktis.

1. Secara Teoritis

Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi pengembangan pendidikan pada umumnya, dan bagi guru atau tenaga pengajar khususnya.

2. Secara Praktis

Penelitian ini akan memberikan manfaat bagi guru dalam pelaksanaan program sertifikasi, diantaranya:

a. Menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai

pendidik profesional;

b. Meningkatkan proses atau kualitas mengajar;

c. Meningkatkan profesionalisme;

d. Menjaga profesi guru dari praktik-praktik oknum yang merusak

martabat guru.

E. Penegasan Istilah

Untuk menghindari salah pengertian dalam memahami judul penelitian, penulis tegaskan beberapa istilah dalam judul di atas, antara lain:

7

1. Kompetensi Profesional Guru PAI

Kompetensi merupakan perilaku yang rasional untuk mencapai

tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang

diharapkan(Kunandar, 2007:51).

Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kecakapan yang memiliki standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

Penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir c dalam Standar Nasional Pendidikan dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan.

Guru merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap terciptanya proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Dengan demikian upaya perbaikan apapun yang dilakukan untuk meningkatkan pendidikan tidak akan memberikan sumbangan yang signifikan tanpa didukung oleh guru yang profesional dan berkompeten. Oleh karena itu, diperlukanlah sosok guru yang mempunyai kualifikasi, kompetensi dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugas profesionalnya.

Pengertian Pendidikan Islam adalah suatu sistem kependidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba

8

Allah, sebagaimana Islam telah menjadi pedoman bagi seluruh aspek kehidupan manusia, baik dunia maupun di akhirat( Arifin, Cet. 4, 2009:8).

Sedangkan yang dimaksud dengan guru PAI adalah guru yang

mengajar mata pelajaran Akidah akhlak, Al-Qur’an dan Hadist, Fiqh atau

Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kompetensi profesional guru PAI adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran seorang guru dalam penyampaian tujuan pembelajaran tentang ajaran-ajaran Pendidikan Agama Islam untuk memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan.

2. Sertifikasi Guru

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, dikemukakan bahwa sertifikat adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru dan dosen. Sedangkan sertifikat pendidik adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada guru dan dosen sebagai tenaga profesional. Berdasarkan pengertian tersebut, sertifikat guru dapat diartikan sebagai suatu proses pemberian pengangkut bahwa seseorang telah memiliki kompetensi untuk melaksanakan pelayanan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu, setelah lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh lembaga sertifikasi. Dengan kata lain,sertifikasi guru adalah proses uji kompetensi

9

yang dirancang untuk mengungkapkan penguasaan kompetensi seseorang

sebagai landasan pemberian sertifikat pendidik. National Commission On

Education Services (NCES) memberikan pengertian sertifikasi secara lebih umum. Certification is a procedure where by the state evaluates and reviews a teacher candidate‟s credentials and providen him or her a license to teach(Mulyasa, 2008:34).

Sertifikasi guru merupakan pemenuhan kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi profesional. Oleh karena itu, proses sertifikasi dipandang sebagai bagian esensial dalam upaya memperoleh sertifikat kompetensi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Sertifikasi guru merupakan proses uji kompetensi bagi calon atau guru yang ingin memperoleh pengakuan dan meningkatkan kompetensi sesuai profesi yang dipilihnya. Representasi pemenuhan standar kompetensi yang telah ditetapkan dalam sertifikasi kompetensi adalah sertifikat kompetensi pendidik. Sertifikat ini sebagai bukti pengakuan atas kompetensi guru atau calon guru yang memenuhi standar untuk melakukan pekerjaan profesi pada jenis dan jenjang pendidikantertentu.

Selain itu, tujuan sertifikasi adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional melalui peningkatan mutu guru. Guru yang telah lolos uji sertifikasi akan diberikan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru.

10

Kompetensi profesional guru PAI pasca sertifikasi adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran seorang guru dalam penyampaian tujuan pembelajaran tentang ajaran-ajaran Pendidikan Agama Islam untuk memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan setelah lolos dalam proses uji kompetensi yang dirancang untuk mengungkapkan penguasaan kompetensi seseorang sebagai landasan pemberian sertifikat pendidik

F. Sistematika Penulisan Skripsi

Secara garis besar sistematika penulisan skripsi ini penulis membagi dalam beberapa bab, yakni:

Bab I, dalam bab ini berisi tentang pendahuluan. Hal ini mencakup latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penegasan istilah dan sistematika penulisan skripsi.

Bab II, dalam bab ini berisi tentang kajian pustaka yang mencakup landasan teori dan kajian pustaka.

Bab III, dalam bab ini berisi tentang jenis penelitian, lokasi dan waktu penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, analisis data, dan pengecekan keabsahan data.

Bab IV, dalam bab ini berisi tentang paparan data dan analisis data. Bab V, bab ini berisi tentang kesimpulan dari hasil penelitian yang

11 BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Kompetensi Profesional Guru PAI

1. Pengertian Kompetensi Profesional Guru PAI

Kompetensi merupakan seperangkat pengetahuan keterampilan dan yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalitasnya( Yamin, Cet. 11, 2007: 211).

Untuk terwujudnya tujuan pendidikan yang diinginkan maka yang diperlukan guru adalah memiliki kompetensi dalam tugas mereka sebagai guru sehingga mereka mampu melaksanakan tugas yang dipikulnya dengan baik.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, profesional artinya adalah

“bersangkutan dengan profesi, memerlukan kepandaian khusus untuk

menjalankannya ( lawan amatir)”( P dan K, 1999: 789).

Profesional berasal dari kata sifat yang berarti pencaharian dan sebagai kata benda yang berarti orang yang mempunyai keahlian seperti guru, dokter, hakim, dan sebagainya( Usman, Cet. 7, 2010: 14-15). Jadi Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kecakapan yang memiliki standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

Kompetensi profesional yaitu kemampuan memahami konsep, struktur, dan metode keilmuan lain yang berhubungan dengan materi ajar, kemampuan menguasai materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah, kemampuan

12

menerapkan hubungan konsep antar mata pelajaran terkait, kemampuan menerapkan konsep keilmuan dalam kehidupan sehari- hari, dan kemampuan berkompetensi secara profesional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional( Musfah, 2011: 54).

Menurut Muhibbin Syah, kompetensi profesional guru adalah kemampuan dan kewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruannya (Syah, 2002: 230).

Guru merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap terciptanya proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Dengan demikian upaya perbaikan apapun yang dilakukan untuk meningkatkan pendidikan tidak akan memberikan sumbangan yang signifikan tanpa didukung oleh guru yang profesional dan berkompeten. Oleh karena itu, diperlukanlah sosok guru yang mempunyai kualifikasi, kompetensi dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugas profesionalnya.

Pengertian Pendidikan Islam adalah suatu sistem kependidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah, sebagaimana Islam telah menjadi pedoman bagi seluruh aspek kehidupan manusia, baik dunia maupun di akhirat( Arifin, Cet. 4, 2009: 8).

Sedangkan yang dimaksud dengan guru PAI adalah guru yang mengajar mata pelajaran Akidah akhlak, Al-Qur’an dan Hadist, Fiqh atau Sejarah

Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah.

Definisi guru PAI adalah orang yang mendidik dan merasa bertanggung jawab dalam membimbing dan mengasuh anak didik agar kelak setelah selesai

13

pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam serta menjadikannya sebagai pandangan hidup sehari-hari.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kompetensi profesional guru PAI adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran seorang guru dalam penyampaian tujuan pembelajaran tentang ajaran-ajaran Pendidikan Agama Islam untuk memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan.

2. Indikator Kompetensi Profesional Guru

Menurut Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 dalam Depdiknas (2007) indikator kompetensi profesional adalah sebagai berikut:

a. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang

mendukung mata pelajaran yang diampu.

b. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu.

1. Memahami standar kompetensi mata pelajaran yang diampu.

2. Memahami kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu.

3. Memahami tujuan pembelajaran yang diampu.

c. Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif.

1. Memilih materi pembelajaran yang diampu sesuai dengan tingkat

perkembangan peserta didik.

2. Mengelolah materi pelajaran yang diampu secara kreatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.

14

d. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif.

1. Melakukan refleksi terhadap kinerja dalam rangka peningkatan

keprofesionalan.

2. Memanfaatkan hasil refleksi dalam rangka peningkatan keprofesionalan.

3. Melakukan penelitian tindakan kelas untuk peningkatan keprofesionalan.

4. Mengikuti kemajuan zaman dengan belajar dari berbagai sumber.

e. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri.

1. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam

berkomunikasi.

2. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk

pengembangan diri.

3. Ruang lingkup kompetensi profesional guru

Dari berbagai sumber yang membahas tentang kompetensi guru secara umum dapat diidentifikasi dan disarikan tentang ruang lingkup kompetensi profesional guru sebagai berikut.

a. Mengerti dan dapat menerapkan teori belajar sesuai taraf filosofi,

psikologis, sosiologis, dan sebagainya.

b. Mengerti dan dapat menerapkan teori belajar sesuai taraf perkembangan peserta didik.

15

c. Mampu menangani dan mengembangkan bidang studi yang menjadi

tanggung jawab

d. Mengerti dan dapat menerapkan metode pembalajaran yang bervariasi

e. Mampu menggunakan dan menggunakan berbagai alat media dan sumber

belajar yang relevan.

f. Mampu mengorganisasikan dan melaksanakan program pembelajaran.

g. Mampu melaksanakan evaluasi hasil belajar peserta didik.

h. Mampu menumbuhkan kepribadian peserta didik( Mulyasa, 2008: 135).

Memahami uraian di atas, nampak bahwa kompetensi profesional merupakan kompetensi yang harus dikuasai guru dalam kaitananya dalam pelaksanaan tugas mengajar. Sementara itu, dalam Standar Nasional Pendidikan, Penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir c, sebagaimana dikemukakan di awal bab di atas. Dikemukakan bahwa yang di maksut kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang di tetapkan dalam standar nasional pendidikan.

4. Bentuk-bentuk KompetensiProfesional Guru

Menurut Uzer Usman(2010: 28),

sepertidisebutkandalambukunya,bentuk-bentukkompetensi profesional yaitu sebagaiberikut:

16

Uzer Usman menyebutkan bahwa untuk memenuhi kompetensi profesional yang baik, seorang guru harus menguasai landasan kependidikan sebagai berikut:

1. Mengenal tujuan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional

a) Mengkaji tujuan pendidikannasional.

b) Mengkaji tujuan pendidikan dasar danmenengah.

c) Meneliti kaitan antara tujuan pendidikan dasar dan menengah

dengan tujuan pendidikannasional.

d) Mengkajikegiatan-kegiatanpengajaranyangmenunjang pencapaian

tujuan pendidikannasional.

2. Mengenal fungsi sekolah dalam masyarakat

a) Mengkaji peranansekolah sebagai pusat pendidikan dan

kebudayaan.

b) Mengkaji peristiwa-peristiwa yang mencerminkan sekolah sebagai

pusat pendidikan dankebudayaan.

3. Mengenal prinsip-prinsip psikologi pendidikan yang dapat dimanfaatkan

dalam proses belajarmengajar

a) Mengkaji jenis perbuatan untuk memperoleh pengetahuan

keterampilan, dansikap.

b) Mengkaji prinsip-prinsipbelajar.

c) Menerapkan prinsip-prinsip belajar dalam kegiatan belajar

17

b. Menguasai bahanpengajaran

Kemudian yang harus dilakukan oleh seorang guru adalah menguasai bahan pengajaran yang akan diajarkan kepada siswa, yaitu sebagai berikut:

1. Menguasai bahan pengajaran kurikulum pendidikan dasar dan menengah

a) Mengkaji kurikulum pendidikan dasar danmenengah.

b) Menelaah buku teks pendidikan dasar danmenengah.

c) Menelaah buku pedoman khusus bidangstudi.

d) Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dinyatakan dalam buku teks

dan buku pedomankhusus.

2. Menguasai bahanpengayaan

a) Mengkaji bahan penunjang yang relevan dengan bahan bidang

studi/matapelajaran.

b) Mengkaji bahan penunjang yang relevan dengan profesi guru

(Usman, 2010: 28).

c. Menyusun programpengajaran

Selanjutnya adalah dapat menyusun program-programpengajaran dengan baik seperti dibawah ini:

1. Menetapkan tujuanpembelajaran

a) Mengkaji ciri-ciri tujuan pembelajaran.

18

c) Menetapkan tujuan pembelajaran untuk satu satuan

pembelajaran/pokokpembahasan.

2. Memilih dan mengembangkan bahanpembelajaran.

a) Dapat memilih bahan pembelajaran sesuai dengan tujuan

pembelajaran yang ingindicapai.

b) Mengembangkanbahanpembelajaransesuaidengantujuan

pembelajaran yang ingindicapai.

3. Memilih dan mengembangkan strategi belajarmengajar.

a) Mengkaji berbagai metodemengajar.

b) Dapat memilih metodemengajar.

c) Merancang prosedur belajar mengajar yangtepat.

4. Memilih dan mengembangkan media pengajaran yangsesuai.

a) Mengkaji berbagai media pengajaran.

b) Memilih media pengajaran yangtepat.

c) Membuat media pengajaran yangsederhana.

d) Menggunakan mediapengajaran.

5. Memilih dan memanfaatkan sumberbelajar.

a) Mengkaji berbagai jenis dan kegunaan sumberbelajar.

19

d. Melaksanakan programpengajaran.

Dilanjutkan dengan melaksanakan program pengajaran yang terkait dengan mata pelajaran yang bersangkutan, seperti:

1. Menciptakan iklim belajar mengajar yangtepat

a) Mengkaji prinsip-prinsip pengelolaan yangtepat

b) Mengkajifaktor-faktoryangmempengaruhisuasanabelajar mengajar

c) Menciptakan suasana belajar mengajar yangbaik

d) Menangani masalah pengajaran danpengelolaan

e) Mengatur ruangan belajar

f) Mengkaji berbagai tata ruangbelajar

g) Mengkaji kegunaan sarana dan prasaranakelas

h) Mengatur ruang belajar yangtepat

2. Mengelola interaksi belajarmengajar

a) Mengkaji cara-cara mengamati kegiatan belajarmengajar

b) Dapat mengamati kegiatan belajarmengajar

c) Menguasai berbagai keterampilan dasarmengajar

d) Dapat menggunakanberbagaiketerampilankegiatanbelajar mengajar

e) Dapat mengatur murid dalam kegiatan belajarmengajar( Usman,

20

e. Menilai hasil dan proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan

Terakhir adalah menilai proses belajar mengajar untuk mengetahui hasil yang didapatkan, dengan cara:

1. Menilai prestasi murid untuk kepentinganpengajaran

a) Mengkaji konsep dasarpenilaian

b) Mengkaji berbagai teknikpenilaian

c) Menyusun alatpenilaian

d) Mengkaji cara mengelola dan menafsirkan data untuk menetapkan

taraf pencapaianmurid.

e) Dapat menyelenggarakan penilaian pencapaian murid

2. Menilai proses belajar mengajar yang telahdilaksanakan

a) Menyelenggarakanpenilaianuntukperbaikanprosesbelajarmengajar

b) Dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan proses belajar mengajar( Usman, 2010: 28- 29).

5. Pentingnya Guru yang Profesional dalam Proses BelajarMengajar

Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar, dan melatih.Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup.Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

21

pada siswa.Dan tugas guru juga adalah sesuatu yang wajib dikerjakan oleh guru yang menjadi tanggung jawabnya yaitu menjadi seorang guru (pengajar dan pendidik).Jadi tugas guru secara garis besar meliputi empat hal yaitu tugas profesi, tugas keagamaan, tugas kemanusiaan dan tugas kemasyarakatan.

a. TugasProfesi

Tugas profesi guru adalah mengajar, mendidik, melatih, dam menilai atau mengevaluasi proses dan hasil belajar mengajar( Usman, 2010: 7).

b. TugasKeagamaan

Guru dalam pendidikan Islam juga mengemban tugas keagamaan, yaitu tugas dai yang menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran (amar ma‟ruf nahi munkar). Ia harus dapat mencurahkan segenap kemampuan yang dimilikinya untuk mengajak dan membawa peserta didiknya menjadi insan yang bertakwa kepada Allah Swt. Tentu saja untuk dapat melaksankan tugas ini seorang guru harus bertakwa kepada Allah Swt dan memiliki akhlakul karimah karena ia ditiru dan dijadikan figur teladan oleh para pesertadidiknya.

c. TugasKemanusiaan

Tugas guru dalam bidang kemanusiaan disekolah harus dapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua.Ia harus mampu menarik simpati sehingga ia menjadi idola para siswanya. Pelajaran apapun yang diberikan, hendaknya dapat menjadi motivasi bagi siswanya dalam belajar. Bila seorang guru dalam penampilannya sudah tidak menarik, maka

22

kegagalan pertama adalah ia tidak akan dapat menanamkan benih pengajarannya itu kepada siswanya( Arikunto, Cet. 4, 2003: 3).

d. TugasKemasyarakatan

Tugas guru dalam bidang kemasyarakatan guru harus bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar sekolah maupun dilingkungan tempat ia tinggal. Ia harus pandai bergaul, sopan santun, berakhlak mulia, serta dapat berkomunikasi baik dengan masyarakat. Sehingga menjadikan

suasana yang nyaman dan tenang serta menjadi panutan di

lingkunganmasyarkat.Dalam proses belajar mengajar, guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing, dan memberi fasilitas belajar bagi siswa untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Guru adalah seorang pendidik, pembimbing, pelatih, dan pemimpin yang dapat menciptakan iklim belajar yang menarik, aman, nyaman, dan kondusif. Keberadaannya ditengah-tengah siswa dapat mencairkan suasana kebekuan, kekakuan, dan kejenuhan belajar yang terasa berat diterima oleh para siswa. Iklim yang tidak kondusif akan mengakibatkan tidak baik (berdampak negatif) yang ingin dicapai.

Karena dengan kondisi yang tidak kondusif siswa akan menjadi bosan, gelisah, resah, dan jenuh. Akan tetapi sebaliknya, jika suasana belajar tercipta kondusif, maka dapat dengan mudah mencapai tujuan dari proses belajar mengajar, bahkan proses pembelajaran akan terasa menyenangkan bagi para siswa( Yamin, 2007: 110).

23

Guru profesional akan dapat mengarahkan sasaran pendidikan, membangun generasi muda menjadi suatu generasi bangsa penuh harapan.

Dari penjelasan diatas jelas bahwa guru profesional mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar, karena hitam putihnya proses belajar mengajar di dalam kelas banyak dipengaruhi oleh mutu guru itu sendiri.

Dokumen terkait