BAB IV HASIL PENELITIAN
4.4 Hasil Penelitian
4.4.1 Input
4.4.1.1 Tenaga Kesehatan
4.4.1.1.2 Kompetensi Tenaga Kesehatan
“Di puskesmas penanggung jawab semua program itu kepala puskesmas sendiri, jadi untuk petugasnya dalam program ini jadi dua lah, saya sendiri sebagai pemegang program dan analis, satu lagi petugas pencatat dan pelaporan kasus malaria. Yang terlibat ya dokterkan, bidan, kader juga.” (Informan 4)
Berdasarkan kutipan di atas dapat diperoleh informasi bahwa penanggung jawab program eliminasi malaria di puskesmas adalah kepala puskesmas, untuk pemegang program eliminasi ada tenaga kesehatan yang bertugas sekaligus sebagai analis, dan ada satu tenaga kesehatan yang betugas sebagai pencatat dan pelaporan kasus malaria. Selain itu tenaga kesehatan yang telibat dalam program eliminasi malaria ada dokter, bidan, dan kader.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam program eliminasi malaria ada tenaga kesehatan kesehatan yang bertugas sebagai pemegang program eiminasi malaria dan petugas pencatatdan pelaporan kasus malaria. Tenaga kesehatan yang terlibat dalam program eliminasi malaria adalah dokter, analis/mikroskopis, bidan desa dan kader.
4.4.1.1.2 Kompetensi Tenaga Kesehatan
Hasil wawancara tentang kompetensi tenaga kesehatan di Puskesmas Panyabungan Jae dijelaskan oleh penanggung jawab program eliminasi malaria bidang Pengendalian Masalah Keshatan (PMK) Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal sebagai berikut :
“Untuk kompetensinya tiap puskesmas sendiri gini ya, tenaga kesehatan ini ya memang pendidikannya sudah dalam bidang kesehatan jadi saya kira semua mampu dalam menjalankan program eliminasi ini yang di mulai dari ada dokternya, analis, tenaga surveilans dan pencatatan pelaporannya, terus misalnya kita kan masih kekurangan tenaga kesehatan analis di setiap puskesmas, jadi kita pernah ada pelatihan untuk itu, jadi tenaga kesehatan yang latar
belakangnya bukan analis kita latih untuk menjadi analis.” (Informan 1)
Berdasarkan kutipan informan di atas dapat diperoleh informasi bahwa tenaga kesehatan yang menjalankan program eliminasi malaria sudah memiliki kompetensi dalam tugasnya masing-masing untuk melaksanakan program eliminasi malaria. Untuk puskesmas yang belum mempunyai petugas analis, ada dilakukan pelatihan untuk tenaga kesehatan yang pendidikan bukan analis untuk dapat menjadi analis di puskesmas. Kutipan tersebut di atas ditambahkan juga oleh informan yang mengemukakan :
“…… kalo mungkin di puskesmas lain di Madina ini petugasnya itu bukan analis, kalo kami kebetulan dia analis dan sebagai pemegang program ini juga, itu kan untuk di puskesmas.” (Informan 2)
“Kalau Puskesmas ini pada lima tahun terakhir ini semenjak saya bertugas disini saya rasa kompetensinya sudah cukup bagus, karena setiap tahun juga slide yang mereka periksa dikirim ke dinas, dikirim juga ke provinsi dan ada juga jawaban dari provinsi yang menyatakan berapa persen validnya data dan berapa errornya.” (Informan 2)
Berdasarkan kutipan di atas dapat diperoleh informasi bahwa tenaga kesehatan dalam program eliminasi malaria sudah memiliki kompetensi yang baik dan sesuai dengan pembagian tugasnya dalam program eliminasi malaria. Selain itu kutipan di atas ditambahkan kan oleh informan lain yang mengemukakan :
“Kompetensinya saya rasa semua sudah cukup baik ya, misalnya berdasarkan hasil pemeriksaan laboratoriumnya kita bisa menjaring penderita malaria, kita mendiagnosa bukan hanya dengan gejala malaria klinis tapi sudah memalui pemeriksaan mikroskopis juga.” (Informan 3)
Dari kutipan di atas dapat diperoleh informasi bahwa kompetensi tenaga kesehatan sebagai petugas dalam program eliminasi malaria sudah baik dan sesuai
49
dengan bidangnya. Hal ini didukung oleh adanya pembagian tugas yang sesuai dengan kemampuan tenaga kesehatan dalam program eliminasi malaria.
Hasil wawancara tentang pengorganisasian dan pembagian kerja untuk program eliminasi malaria dijelaskan oleh Kepala Puskesmas Panyabungan Jae sebagai berikut :
“Ya saya sebagai penanggung jawab seluruh program dan kegiatan yang ada di puskesmas, dibawah saya ada pemegang masing-masing program, seperti halnya pemegang program eliminasi malaria. Selain itu ada dokter, analis, petugas pencatat dan pelaporan…..”. (Informan 2)
Berdasarkan kutipan di atas dapat diperoleh informasi bahwa seluruh program di puskesmas berada di bawah tanggung jawab kepala puskesmas termasuk program eliminasi malaria dan program eliminasi malaria dipegang seorang tenaga kesehatan dibawah posisi kepala puskesmas. Hal yang sama juga di sampaikan oleh informan lain yang mengemukakan :
“Saya sebagai pemegang program, ada satu petugas pencatat dan pelaporan, dan ada pembagian tugasnya, ya dokter itu dipoli memeriksa pasien dan apa bila ada gejala malaria dibawa ke laboratorium, lalu petugas mikroskopis memeriksa sediaan darahnya dan laporannya kita kasih ke surveilans untuk memasukkan data dan mengirim data dan memantau malaria di lapangan..” (Informan 4)
Untuk tugas pokok dan fungsi dari struktur organisasi tenaga kesehatan dalam program eliminasi malaria dikemukakan oleh informan lain sebagai berikut:
“Adapun pembagian tugasnya tentunya dokter itu di poli untuk menegakkan diagnosa dan memberikan terapi, untuk analis itu dia melakukan pemeriksaan mikroskopis dan kebetulan analis kita tadi adalah beliau yang bertugas sebagai penanggung jawab program ini, dan petugas pencatat dan pelaporan itu ada tugasnya juga. Nah akan tetapi untuk yang upaya perorangan yang menyangkut masyarakat itu merupakan tugas kami bersama, misalnya ini ada penyuluhan tentang
penyakit menular yang termasuk malaria ya dijadikan tugas bersama dimana yang menjadi narasumber itu bisa dokter, petugas kesehatan, dan penanggung jawab program malaria tersebut.” (Informan 2)
Berdasarkan kutipan di atas dapat diperoleh informasi bahwa tenaga kesehatan dalam pelaksaan program eliminasi malaria di Puskesmas Panyabungan Jae, dimulai dari dokter yang memiliki tugas dalam menegakkan diagnosa dan memberikan terapi kepada pasien penderita malaria. Sedangkan untuk analis memiliki tugas dalam pemeriksaan laboratorium pasien dengan sediaan darah maupun RDT.
Dari penjelaan di atas dapat disimpulkan bahwa kompetensi tenaga kesehatan di Puskesmas Panyabungan Jae memiliki kompetensi yang bagus dan sudah sesuai dengan pembagian tugas dalam program eliminasi malaria, dimana kepala puskesmas sebagai penanggung jawab program eliminasi malaria di Puskesmas Panyabungan Jae. Kemudian ada pemegang program eliminasi malaria yang sekaligus sebagai analis dengan latar pendidikan analis. Selanjutnya ada dokter yang memberikan terapi atau pengobatan untuk pasien malaria. Analis memiliki tugas dalam pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan sediaan darah dengan mikroskop atau menggunakan RDT. Sedangkan untuk petugas dan pencatat dan pelaoporan bertugas dalam mencatat dan membuat laporan kasus malaria. Diluar pelaksanaan program eliminasi di puskesmas ada bidan desa yang memiliki tugas dalam penemuan penderitaa malaria pada saat posyandu. Dan ada kader yang membantu tugas bidan desa.
51