• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komponen- komponen Instalasi listrik

Dalam dokumen Laporan Kerja Praktek (Halaman 38-49)

TEORI KELISTRIKAN

3. Sistem Kelistrikan

3.6 Komponen- komponen Instalasi listrik

Instalasi listrik mempunyai berbagai macam komponen penyusunnya,antara lain sakelar sirkit listrik,relay,busbar,kabel dan lain-lain. 3.6.1 Sakelar Sirkit Listrik

Yang dimaksud dengan sakelar sirkit listrik disini adalah penghubung sirkit listrik ada yang mempunyai fungsi sebagai pengaman seperti CB,fuse atau sebagai sakelar penghubung dan pemutus biasa.

Fungsi sakelar sirkit listrik antara lain : 1. Proteksi,melindungi sirkit dari :

 Gangguan beban lebih (overload).

 Gangguan hubung pendek (short circuit),yang akan berdampak buruk pada umur teknis kabel dan beban listrik.

 Mengisolir gangguan dari sirkit,untuk mencegah akibat – akibat yang membahayakan manusia dan perlengkapan listrik.

2. Isolasi,memisahkan sirkit atau gawai listrik dari instalasi listriknya untuk menjamin keamanan operasi.

3. Kontrol,agar pengguna dapat melakukan aksi-aksi operasi pada saat :  Kondisi normal (saat beban normal,tanpa arus lebih),untuk

menghidupmatikan sebagian atau seluruh instalasi,berfungsi fungsional.

 Pada saat-saat genting (walaupun tanpa beban),untuk mematikan segera sebagian atau seluruh instalasi,disebut sebagai penghentian darurat (emergency stop).

 Sekering (fuse).

Sekering dapat diartikan sebagai satu bagian peralatan proteksi arus lebih yang mana bagian pengaman arus lebihnya dapat dipanaskan dan terpisah oleh arus lebih yang melaluinya.Fungsi – fungsi dasar yang harus dimiliki oleh sekering adalah proteksi dari beban lebih dan hubung pendek.

Gambar 3.11 Fuse Trip Curve

 Sakelar (Switch)

Fungsi dasar yang harus dimiliki adalah sebagai control,sedang fungsi tambahannya adalah sebagai isolasi dan proteksi gangguan isolasi yang

dimungkinkan sakelar dengan mekanisme pembuka otomatis dan penambahan gawai arus sisa.

 Sakelar - Sekering

Fungsi-fungsi dasar yang harus dimiliki adalah sebagai proteksi dari beban lebih dan hubung pendek,isolasi dan kontrol.Sedangkan untuk fungsi tambahannya adalah proteksi dari gangguan isolasi yang dimungkinkan dengan sakelar dengan pembuka otomatis dan penambahan gawai arus sisa.

 Kontaktor

Fungsi dasar yang harus dimiliki adalah sebagai control.Sedangkan fungsi tambahannya adalah sebagai isolasi.

 Pemutus Sirkit

Pemutus sirkit adalah suatu alat yang didesain untuk membuka dan menutup suatu sirkit dengan alat-alat yang tidak otomatis,dan untuk membuka sirkit secara otomatis pada arus beban lebih yang ditentukan ketika diterapkan dengan baik didalam rating pemutusannya tanpa merusak dirinya sendiri.

Fungsi-fungsi dasar yang harus dimiliki oleh pemutus sirkit adalah proteksi dari beban lebih dan hubung pendek,dan control.Sedangkan fungsi-fungsi tambahannya adalah sebagai isolasi dan proteksi dari gannguan isolasi yang dimungkinkan dengan penambahan gawai arus sisa.

Untuk mencari nilai dari pemutus sirkit yang ajkan dipakai,dapat ditentukan dengan mencari nilai arus nominal yang mengalir dan arus hubung pendek.Untuk arus hubung pendek dapat mengikuti penjelasan pada sub diatas sedangkan untuk arus nominalnya dapat dicari dengan rumus sebagai berikut :

I =

. ∅

 Untuk arus tiga phasa : I =

√ . . .∅ Dimana :

I = Arus nominal (Ampere)

V = Pada arus suatu phasa adalah tegangan line-netral (volit) V = Pada arus tiga phasa adalah tegangan line-line (volt) P = Daya (watt).

Cos∅ = Faktor Daya : 0,8 = 0,9 3.6.2 Relay

Relay adalah suatu alat yang mana membuat suatu pengukuran atau menerima sebuah sinyal yang mana karena sinyal itu untuk operasi atau untuk efek operasi dari peralatan lainnya.Relay proteksi adalah suatu alat yang mana menjawab pada kondisi tak normal dalam system tenaga listrik untuk mengoperasikan pemutus sirkit agar memutuskan bagian yang bermasalah dari system dengan gangguan minimum dari suplai.

3.6.3 Busbar

Busbar merupakan penghantar listrik yang disusun untuk menerima arus dari satu atau lebuh sirkit incoming,mengumpulkannya dan kemudian menghantarkan atau mendistribusikan arus listrik yang sama tersebut kepada satu atau lebih outgoing.Busbar bias terbuat dari tembaga atau aluminium dengan bentuk persegi panjang.

Berdasarkan standar PUIL 2000,pemberian warna pada busbar,yaitu :  Busbar untuk phasa R berwarna merah.

 Busbar untuk phasa S berwarna kuning.  Busbar untuk warna T berwarna hitam.  Busbar untuk warna netral (N) berwarna biru.

Untuk mendapatkan ukuran busbar yang sesuai ditentukan berdasarkan arus yang mengalir pada busbar tersebut dan harus sesuai dengan standart yang ditetapkan dalam PUIL 2000,yaitu arus busbar harus 1,5 kali arus nominalnya.

 Arus listrik nominal yang mengalir dapat dicari dengan menggunakan rumus :

I =

√ . . .∅

 Maka arus busbarnya : Ibusbar= 1,5 x INo min at

Hasil yang didapat disesuaikan dengan table Kemampuan Hantaran Arus (KHA)dari penghantar tembaga.

Bolak-Balik.

3.6.4 Kabel

Kabel memegang peranan yang penting dalam instalasi listrik,karena kabel dipakai sebagai penghantar arus listrik mulai dari sumber tenaga listrik sampai ke beban listrik terpasang.Selain sebagai penghantar arus listrik,kabel juga harus memiliki kemampuan sebagai isolator bagi kabel itu sendiri mengingat arus listrik yang melaluinya dapat membahayakan mahluk hidup.Sebagai bhan penghantar umtuk kabel listrik digunakan tembaga atau aluminium dengan luas penampang hantaran kabel dengan penghantar tembaga atau aluminium yang dibakukan dapat dilihat pada table.

Pada Republik Indonesia,kabel berurat banyak yang dibuat,menggunakan dua system kode untuk warna uratnya,yaitu system I dengan urat berwarna majemuk hijau-kuning,dan system O tanpa urat hijau kuning.

Warna majemuk hijau-kuning hanya boleh digunakan untuk hantaran pengaman.Warna biru hanya boleh dipakai untuk hantaran netral,kecuali pada instalasi tanpa hantaran netral atau kawat tengah tapi tidak untuk hantaran pengaman.Warna-warna hitam,kuning dan merah disediakan untuk hantaran phasa warna-warna ini tidak boleh digunakan untuk hantaran pengaman atau hantaran netral.

Beberapa criteria yang juga harus diperhatikan dalam pemilihan kabel instalasi listrik,yaitu :

 Electrical,yang meliputi ukuran konduktor,kekuatan listrik,tahanan isolasi,konstanta dielektrik dan factor daya.

 Suhu,menyesuaikan dengan suhu lingkungan dan kondisi saat kelebihan beban,pengembangan dan tahanan thermal.

 Mekanik,yang meliputi kekerasan dan

fleksibilitas,mempertimbangkan ketahanan terhadap kehancuran dan kelembaban.

 Kimiawi,yang meliputi stabilitas dari bahan terhadap api,ozon,oli,cahaya matahari dan bahan kimia.

Dalam perencanaan instalasi listrik ini,jenis kabel yang akan digunakan adalah kabel instalasi dan kabel tanah.

 Kabel Instalasi

1. Kabel Instalasi Terselubung.

Dalam penerapannya pada perencanaan instalasi listrik ini,jenis kabel instalasi terselubung yang digunakan adalah NYM,NYM memiliki penghantar tembaga polos berisolasi PVC.

Dalam penggunaan NYM berlaku ketentuan-ketentuan berikut ini :

 NYM boleh dipasang langsung menempel pada plesteran atau kayu atau ditahan langsung dalam plesteran,juga diruang lembab atau basah,di tempat kerja atau gudang dengan bahaya kebakaran atau ledakan.

 NYM juga boleh dipasang langsung pada bagian-bagian lain dari bangunan,konstruksi,rangka dan sebagainya,asalkan cara pemasangannya tidak merusak selubung luar kabelnya.

Konstruksi NYM dan kemampuan hantar arus NYM tercantum dalam table ,dapat dilihat sebagai berikut :

 Kabel Tanah

Dalam perencanaan instalasi listrik ini jenis kabel tanah yang digunakan adalah NYY.Pada prinsipnya susunan NYM.Hanya tebal isolasi dan selubang luarnya,serta jenis kompon PVC yang digunakan,berbeda.Warna selubang luarnya hitam.Untuk kabel tegangan rendah,tegangan nominalnya 0.6/1kV,dimana 0.6 kV adalah tegangan nominal terhadap tanah dan 1 kV adalah tegangan nominal antar penghantar.Uratnya berjumlah satu sampai dengan lima.Luas penampang penghantarnya dapat mencapai 240mm atau lebih.

Dalam pemasangan kabel tanah,perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1. Kabel tanah yang dipasang dalam tanah harus dilindungi terhadap kemungkinan terjadinya gangguan mekanis dan kimiawi.

2. Perlindungan terhadap gangguan mekanis pada umumnya dapat diatasi dengan cara :

 Minimum 80 cm dibawah permukaan tanah pada jalan yang dilalui kendaraan.

 Minimum 60 cm dibawah permukaan tanah pada jalan yang tidak dilalui kendaraan.

 Kabel harus dipasang didalam pasir atau tanah yang lembut yang bebas dari babatuan.Lapisan pasir atau tanah lembut harus sekurang-kurangnya 5 cm di sekeliling kabel.

 Sebagai pelindung tambahan diatas timbunan pasir atau tanah lembut dapat dipasang beton,batu,atau bata pelindung.

Konstruksi NYY dan kemampuan hantar arus NYY tercantum dalam table .sebagai berikut :

Selain hal-hal yang disebutkan sebelumnya,untuk memilih kabel juga harus diperhatikan besarnya arus yang mengalir pada hantaran itu,yang dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut :

 Arus bolak-balik phasa tiga: I =

√ . . .∅

 Arus Bolak-balik phasa satu : I =

.

 Arus Kabel :

Ik =Inominal .Faktor Pengaman Dimana :

Inominal= Arus nominal (Ω) Ik = Arus kabel (Ω) P = Daya (watt)

V = Tegangan antar phasa (volt) Cos∅ = Faktor daya (0,8-0,9) Safety factor = 1,7

Untuk menentukan besarnya ukuran kabel netral,dapat menggunakan rumus dibawah ini :

N =12P

Dimana :

N = ukuran kabel netral ( ) P = Ukuran kabel phasa ( )

3.6.5 Stop Kontak

Stop kontak berguna untuk menghubungkan instalasi listrik dengan alat-alat listrik yang dapat dipindah-pindahkan.

Beberapa ketentuan dalam memasang stop kontak adalah sebagai berikut :  Stop kontak dinding satu phasa harus dipasang sedemikian rupa sehingga

kontak netralnya berada diselah kanan.

 Stop kontak dinding yang dipasang kurang dari 1,25m dari atas lantai harus dilengkapi dengan tutp.

 Stop kontak harus dipasang dengan hantaran pengaman.

 Pada satu stop kontak hanya boleh dihubungkan satu kabel yang dapat dipindah-pindahkan.

Kemampuan stop kontak harus sekurang-kurangnya sesuai dengan daya alat yang dihubungkan padanya,tetapi tidak boleh kurang dari 5A.

Dalam dokumen Laporan Kerja Praktek (Halaman 38-49)

Dokumen terkait