• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Kerja Praktek

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Kerja Praktek"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

(1)

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Semakin pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada saat ini, tuntutan metode pengajaran, pendidikan dan materi yang disampaikan juga harus ditingkatkan, agar dapat terciptakan keseimbangan diantaranya. Oleh karena itu, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) sebagai salah satu lembaga pendidikan menetapkan kurikulum yang fleksibel dan mampu mengakomodasikan perkembangan yang ada. Salah satunya adalah dengan adanya mata kuliah “Kerja Praktek” dengan beban 1 SKS yang dilakukan di perusahaanperusahaan. Kerja Praktek ini dilakukan berkelompok (maksimal dua orang) selama satu bulan atau sesuai ketentuan dari perusahaan yang ditempati Kerja Praktek. Oleh karena itu, perguruan tinggi selalu mewajibkan mahasiswanya untuk menempuh mata kuliah Kerja Praktek dimana kegiatan ini sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi S1 Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. Dengan adanya Kerja Praktek inilah, mahasiswa dituntut untuk dapat melihat sendiri bagaimana seluk beluk di dunia kerja. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi saja, namun yang lebih penting adalah mahasiswa dapat memiliki ketrampilan serta mampu untuk menerapkan ilmu yang dimilikinya. Karena tidak menutup kemungkinan bahwa teori atau pengetahuan yang diperoleh di perkuliahan berbeda dengan yang dihadapi di lapangan.

Menjelang berlakunya sistem globalisasi internasional pada awal tahun 2000, bisnis telekomunikasi sangat pesat di dunia tidak terkecuali di tanah air. Di Indonesia, hal ini ditandai dengan hancurnya mitos monopoli dalam bisnis telekomunikasi. Berbagai perusahaan bermunculan dan ikut berperan aktif dalam

(2)

menyediakan berbagai sarana telekomunikasi menuju kehandalan sistem dan layanan yang prima. Tak pelak lagi kalau saat ini semua perusahaan telekomunikasi berbenah diri untuk memperoleh keunggulan di era persaingan bebas. Tidak ketinggalan pula PT Triyasa Geokomunindo yang selalu berbenah diri untuk menyediakan sistem dan layanan telekomunikasi terbaik bagi masyarakat.

PT. Triyasa Geokomunindo, adalah perusahaan yang diselenggarakan dan berada di bawah hukum Republik Indonesia. Triyasa Geokomunindo didirikan dan berkantor pusat di wilayah Jakarta. Triyasa Geokomunindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang Telekomunikasi, pengalaman kami menjadi mitra kompeten dalam pengelolaan proyek Telekomunikasi. Kami juga mendukung industri Telekomunikasi dalam penyediaan situs menara baru dan pemeliharaan infrastruktur. Triyasa Geokomunindo dipimpin oleh manajemen yang memiliki keahlian yang luas di lapangan, dan mengelola tim profesional lokal yang memiliki pengalaman praktis serta peralatan yang dibutuhkan. Triyasa Geokomunindo berupaya untuk terus berinovasi melalui pemanfaatan teknologi terbaru dalam industri Telekomunikasi guna meningkatkan kualitas solusi-solusi layanan dan memastikan konsistensi kepuasan pelanggan dengan menggunakan standarisasi telekomunikasi.

1.2 Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dan tujuan dari pelaksanaan kerja praktek ini, antara lain sebagai berikut :

1. Untuk memenuhi persyaratan jenjang kurikulum S-1 pada Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya.

2. Menerapkan ilmu teoritis yang didapat dibangku perkuliahan kedalam praktek yang sesungguhnya.

(3)

3. Mendapatkan pengalaman tentang kerja teknis di lapangan yang sesungguhnya, sehingga didapatkan gambaran yang sama tentang berbagai hal mengenai dunia kerja yang aplikatif.

4. Mahasiswa dapat mengetahui pemanfaatan teknologi terbaru dalam industri Telekomunikasi guna meningkatkan kualitas solusi-solusi layanan dan memastikan konsistensi kepuasan pelanggan dengan menggunakan standarisasi telekomunikasi.

5. Mahasiswa dapat mengetahui sistem kontrol pada mesin-mesin produksi yang canggih dengan hasil lebih bagus dan lebih efisien dalam hal mencetak label.

1.3 Pembatasan Masalah

Karena luasnya permasalahan. penulis membatasi permasalahan penulisan laporan ini hanya berupa tinjauan secara garis besar tentang dasar-dasar sistem proteksi dan sistem grounding untuk mendukung menara telekomunikasi yang ada di Tretek - Pare - Kediri.

1.4 Metodologi Pengumpulan Data

Dalam persiapan awal pengumpulan data ini terdapat hal- hal yang perlu diperhatikan diantaranya :

a. Mengambil obyek gambaran singkat dari materi yang akan diambil b. Penentuan batasan masalah.

c. Bersifat aktif dan obyektif dalam pengumpulan data.

Untuk pengumpulan data-data yang diperlukan dalam penyusunan laporan kerja praktek ini, maka teknik pengumpulan data yang dipakai adalah :

1.4.1 Penelitian Lapangan

Yakni penelitan dengan jalan melakukan pengamatan secara langsung di lapangan, ini berhubungan dengan pengumpulan data pada perusahaan yang akan dijadikan obyek kerja praktek yaitu :

(4)

 Interview : yaitu metode dimana penulis melakukan wawancara dan diskusi dengan pembimbing kerja praktek maupun operator mesin produksi di lapangan guna memperoleh penjelasan tentang data-data yang di butuhkan. Pelaksanaan metode ini dengan mengadakan dialog baik secara langsung maupun tidak langsung.

 Observasi : Yaitu pengumpulan data dengan cara melakukan beberapa pengamatan langsung pada obyek yang akan diteliti.

1.4.2 Studi Kepustakaan

Merupakan metode penelitian yang dilakukan dengan cara membaca dan mempelajari buku-buku serta literatur yang berhubungan dengan materi yang akan diambil sebagai data untuk laporan kerja praktek.

1.4.3 Pengolahan Data

Dalam pengolahan data diambil dari bahan-bahan yang didapat selama melaksanakan kerja praktek dan referensi dari buku-buku perpustakaan dan website yang berhubungan dengan tujuan materi. Kemudian digabungkan menjadi satu bagian dari laporan kerja praktek, yang nantinya akan dijadikan sebagai syarat untuk kelulusan di ITATS.

1.5 Metodologi Penulisan BAB I Pendahuluan

Berisikan tentang gambaran umum Iatar belakang penulisan maksud dan tujuan penulisan. pembatasan masalah, idenifikasi permasalahan, metode penulisan dan sistematika penulisan.

(5)

BAB II Profil Perusahaan

Berisikan tentang latar belakang perusahaan,struktur organisasi,logo,visi dan misi,tujuan.

BAB III Landasan Teori

Berisikan tentang dasar-dasar teori sistem kelistrikan pada tower secara umum, komponen – komponen instalasi listrik serta beberapa parameter yang mempengaruhinya.

BAB IV Pembahasan

Berisikan tentang perbandingan teori dengan hal-hal yang ditemukan di lapangan, Pemahaman terhadap keterbatasan dari pembahasan yang dilakukan sehingga dapat memberikan saran

BAB V Penutup

(6)

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN PT. TRIYASA GEOKOMUNINDO 2.1 Profil PT. Triyasa Geokomunindo

PT. Triyasa Geokomunindo, adalah perusahaan yang diselenggarakan dan berada di bawah hukum Republik Indonesia. Triyasa Geokomunindo didirikan dan berkantor pusat di wilayah Jakarta. Triyasa Geokomunindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang Telekomunikasi, pengalaman kami menjadi mitra kompeten dalam pengelolaan proyek Telekomunikasi. Kami juga mendukung industri Telekomunikasi dalam penyediaan situs menara baru dan pemeliharaan infrastruktur. Triyasa Geokomunindo dipimpin oleh manajemen yang memiliki keahlian yang luas di lapangan, dan mengelola tim profesional lokal yang memiliki pengalaman praktis serta peralatan yang dibutuhkan. Triyasa Geokomunindo berupaya untuk terus berinovasi melalui pemanfaatan teknologi terbaru dalam industri Telekomunikasi guna meningkatkan kualitas solusi-solusi layanan dan memastikan konsistensi kepuasan pelanggan dengan menggunakan standarisasi telekomunikasi.

Pada tanggal 20 November 2005, sebagai langkah penting untuk menjadi penyedia jaringan dan jasa telekomunikasi terpadu berfokus seluler, Triyasa Geokomunindo melakukan konsolidasi semua bisnis telekomunikasi, yaitu dengan penggabungan PT. Smart Telekom . Perusahaan menjadi Full Network Service Provider (FNSP). Untuk menyelaraskan kepentingan karyawan dengan pemegang saham, Triyasa Geokomunindo meluncurkan program kepemilikan saham atau ESOP (Employee Stock Option Program) dalam 2 tahap sepanjang tahun 2005 dan 2006 yang diambil dari saham portepel sebanyak 5%. Program ESOP ini terbuka bagi seluruh Komisaris, Direksi, dan karyawan tetap Triyasa Geokomunindo serta anak-anak perusahaannya. Komposisi saham per 31 Desember 2006 (setelah periode penebusan ESOP tutup) menjadi 14,29% milik

(7)

Triyasa Geokomunindo, 40,81% milik STT, 3 orang Direktur memiliki masing-masing 0,01%, dan lainnya (kepemilikan dibawah 5%) sebesar 44,89%. Meningkatnya kepercayaan publik yang tercermin dari harga saham PT. Triyasa Geokomunindo yang naik diantisipasi oleh manajemen dengan mengeluarkan kebijakan untuk memecah sahamnya (stock split) pada tanggal 8 Maret 2007 melalui RUB Triyasa Geokomunindo hingga pada bulan Juni 2008, Smart Telekom membeli saham PT. Triyasa Geokomunindo dan menjadi pemegang saham mayoritas dari PT. Triyasa Geokomunindo. Smart Telekom telah menjadi kontribusi terbesar dalam hal jumlah pelanggan ke Triyasa Geokomunindo dan salah satu alat untuk mencapai visi untuk menjadi penyedia layanan terbaik. Tepat pada bulan Februari 2009, PT. Triyasa Geokomunindo merubah identitas perusahaan dengan mengganti Logo serta Visi dan Misinya. Perubahan ini merupakan refleksi visi PT. Triyasa Geokomunindo menjadi perusahaan telekomunikasi di Indonesia yang menyediakan layanan telekomunikasi terintegrasi bagi pelanggan ritel dan korporat.

2.2 Kedudukan dan Struktur Organisasi PT. Triyasa Geokomunindo 2.2.1 Kedudukan PT. Triyasa Geokomunindo

Tata Kelola Perusahaan

Penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik ('Good Corporate Governance') merupakan syarat penting bagi tercapainya tujuan Perusahaan. Triyasa Geokomunindo senantiasa berupaya maksimal untuk menjalankan kegiatan bisnis secara bertanggungjawab agar dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi para pemegang saham dan para stakeholder. Terkait dengan hal tersebut, Triyasa Geokomunindo berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik menuju standar tertinggi.

(8)

Kegiatan tata kelola perusahaan dilandasi oleh lima prinsip utama yaitu Transparansi, Akuntabilitas, Pertanggungjawaban, Independensi dan Kesetaraan.

Kantor Pelayanan Triyasa Geokomunindo

Triyasa Geokomunindo yang bergerak dalam bidang telekomunikasi dan informasi di Indonesia memberikan kemudahan bagi para pelanggannya untuk pertanyaan seputar telekomunikasi, pengaduan, panduan berlangganan, dll langsung di tempat. Triyasa Geokomunindo menyediakan kantor pelayanan Triyasa Geokomunindo yang sudah banyak tersedia di wilayah Indonesia. Triyasa Geokomunindo tersebar di berbagai regional di seluruh Indonesia, seperti regional Jabodetabek & Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Partner perusahaan : - PT Smart Telecom

- PT Tower Bersama Group

2.2.2 Struktur Organisasi PT. Triyasa Geokomunindo

Struktur organisasi adalah kerangka yang menunjukkan segenap pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi, hubungan antara fungsi-fungsi tersebut, serta tugas dan tanggung jawab tiap-tiap anggota organisasi PT. TRIYASA GEOKOMUNINDO, seperti pada gambar berikut :

(9)

Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT. Triyasa Geokomunindo.

2.2.3 Job Description PT. Triyasa Geokomunindo

Untuk mencapai tujuan perusahaan maka diperlukan suatu organisasi yang baik. Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara bagian dalam suatu perusahaan. Dengan adanya struktur organisasi maka para karyawan dapat mengetahui dengan jelas tugas, wewenang, dan tanggung jawab mereka sehingga dapat terjadi kerja sama yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan.

Dibawah ini merupakan tugas-tugas dari struktur organisasi PT. Triyasa Geokomunindo :

1. Direktur Utama, tugasnya adalah jabatan yang ditunjuk dan memberi laporan kepada dewan direksi Board Of Director (BOD) dan Memimpin seluruh dewan atau komite eksekutif menawarkan visi dan imajinasi di

(10)

tingkat tertinggi, dan selain itu mempunyai tugas memimpin juga mengkoordinasikan semua kegiatan di PT. Triyasa Geokomunindo.

2. Wakil Direktur Utama, tugasnya adalah membantu direktur utama dalam menangani perusahaan, dan melaksankan tugas-tugas yang diberikan Direktur Utama.

3. Direktur Jabotabek & Corporate Sales, tugasnya adalah bertugas mengkoordinasikan perusahaan-perusahaan penjualan dibawah naungan PT. Triyasa Geokomunindo.

4. Direktur Regional Sales, bertugas memimpin dan mengawasi daerah-daerah penjualan produk-produk PT. Triyasa Geokomunindo.

5. Direktur Marketing, tugasnya adalah merencanakan, mengontrol, dan mengkordinir proses penjualan dan pemasaran bersama S, dan M supervisior (S) untuk mencapai target penjualan dan mengembangkan pasar secara efektif dan efisien.

6. Direktur Information Technology, tugasnya adalah menyelenggarakan perumusan kebijakan teknologi informasi dan melaksanakan penglolaan infrastruktur Hardware, meliputi server, komputer dan perangkat pendukungnnya.

7. Direktur Network, tugasnya melakukan jaringan-jaringan pada sinyal, dan memetakan kebutuhan sekarang juga yang akan datang, terutama hubungan dengan Material Management proses sehingga hubungan ini akan mempengaruhi jaringan terutama pada permasalahan stock barang pada saat terjadi kerusakan.

8. Direktur Finance, tugasnya adalah Merencanakan dan mengendalikan sumber-sumber pendapatan serta pembelanjaan dan kekayaan perusahaan serta mengendalikan program dan pendapatan pengeluaran keuangan perusahaan.

(11)

9. Direktur Corporate Service, bertugas sebagai penanggung jawab dalam memberikan informasi kepada masyarakat yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan.

10. Group Head, bertugas melakukan evaluasi, penelaahan dan analisa atas semua kegiatan di lingkungan Perseroan dan mengkoordinasikan aktivitasnya dengan Komite internal.

2.2.4 Aspek Kegiatan PT. Triyasa Geokomunindo

Triyasa Geokomunindo meyakini bahwa sinergi yang terbentuk dari perpaduan aspek- aspek bisnis, masyarakat dan lingkungan dapat membentuk suatu kekuatan untuk bergerak maju dalam menjawab tantangan pasar dan industri. Kekuatan ini akan menjadi modal utama untuk mencapai pertumbuhan usaha dan nilai Perusahaan yang berkelanjutan.

PT. Triyasa Geokomunindo bergerak dalam bidang perusahaan yang bergerak di bidang Telekomunikasi, pengalaman kami menjadi mitra kompeten dalam pengelolaan proyek Telekomunikasi. Triyasa Geokomunindo juga mendukung industri Telekomunikasi dalam penyediaan situs menara baru dan pemeliharaan infrastruktur. Triyasa Geokomunindo dipimpin oleh manajemen yang memiliki keahlian yang luas di lapangan, dan mengelola tim profesional lokal yang memiliki pengalaman praktis serta peralatan yang dibutuhkan. Triyasa Geokomunindo berupaya untuk terus berinovasi melalui pemanfaatan teknologi terbaru dalam industri Telekomunikasi guna meningkatkan kualitas solusi-solusi layanan dan memastikan konsistensi kepuasan pelanggan dengan menggunakan standarisasi telekomunikasi.

 Adapun produk dan jasa yang lainnya, antara lain:

Pengembangan aset di sektor Telekomunikasi, Telekomunikasi, Infrastruktur Listrik dan Bidang Telekomunikasi Piagam Pembangunan.

(12)

Triyasa Geokomunindo yang bergerak dalam bidang telekomunikasi dan informasi di Indonesia memberikan kemudahan bagi para pelanggannya untuk pertanyaan seputar telekomunikasi, pengaduan, panduan berlangganan, dll langsung di tempat. Triyasa Geokomunindo menyediakan kantor pelayanan Triyasa Geokomunindo yang sudah banyak tersedia di wilayah Indonesia. Triyasa Geokomunindo tersebar di berbagai regional di seluruh Indonesia, seperti regional Jabodetabek & Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Sebagai bentuk komitmen Triyasa Geokomunindo dalam meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat, Triyasa Geokomunindo telah melaksanakan berbagai progam yang kami harapkan dapat meningkatkan kehidupan masyarakat Indonesia untuk menjadi lebih baik. Corporate Social Responsibility yang kami lakukan tidak terbatas hanya pada pengembangan dan peningkatan kualitas masyarakat pada umumnya, namun juga menyangkut tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Kepedulian terhadap pelanggan, pengembangan Sumber Daya Manusia, mengembangkan Green Environment serta memberikan dukungan dalam pengembangan komunitas dan lingkungan sosial. Setiap fungsi yang ada, saling melengkapi demi tercapainya CSR yang mampu memenuhi tujuan Triyasa Geokomunindo dalam menerapkan ISO di perusahaan.

 Penerapan CSR Triyasa Geokomunindo mencakup 5 inisiatif, yang dilakukan secara berkesinambungan yaitu:

1. Organizational Governance

Penerapan tata kelola Perusahaan terbaik termasuk mematuhi regulasi d ketentuan yang berlaku, berlandaskan 5 prinsip: transparansi, akuntabili pertanggungjawaban, interpendensi dan kesetaraan.

(13)

Menyediakan dan mengembangkan produk dan jasa yang memberikan manfaat luas bagi pemakainya, layanan yang transparan d terpercaya.

3. Labor Practices

Mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan antara Perusahaan dan karyawan serta pengembangan sistem, organisasi dan fasilitas pendukung sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi Perusahaan.

4. Environment

Mengembangkan budaya Peduli lingkungan termasuk upaya-upaya nyata untuk mengurangi penggunaan emisi karbon dalam kegiatan perusahaan.

5. Community Involvement

Ikut mengembangkan kualitas hidup komunitas dalam hal kualitas pendidikan sekolah dan olahraga, kualitas kesehatan, serta ikut serta dalam mendukung kegiatan sosial komunitas termasuk bantuan saat bencana/musibah.

2.3 Logo, Visi dan Misi PT. Triyasa Geokomunindo 2.3.1 Logo PT. TRIYASA GEOKOMUNINDO

Pada tahun 2009, PT Triyasa Geokomunindo merubah identitas dengan mengganti logo seperti pada gambar, visi serta misinya. Perubahan ini merupakan refleksi visi Triyasa Geokomunindo menjadi perusahaan telekomunikasi di Indonesia yang menyediakan situs menara baru dan pemeliharaan infrastruktur terintegrasi bagi pelanggan ritel/korporat. Harapan penggantian identitas ini agar lebih mensosialisasikan pelayanan jasa yang terdapat di Triyasa Geokomunindo

(14)

ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia dan tentunya dapat membawa bangsa Indonesia menuju babak baru dalam dunia telekomunikasi yang lebih baik. Identitas korporat baru Triyasa Geokomunindo terdiri dari kombinasi teks “Triyasa Geokomunindo” dengan simbol “Pohon” yang mencerminkan teknologi yang tinggi, bersahabat, serta dinamis dan modern.

Techno Trees adalah sebutan logo Triyasa Geokomunindo baru yang tercipta dari pohon yang mencerminkan usaha dan fokus bisnis Triyasa Geokomunindo saat ini, yaitu di Indonesia dalam bidang teknologi dan pelayanan bagi masyarakat, serta pentingnya kerjasama yang kokoh diantara ketiga elemen tersebut.

Gambar 2.2 Logo Triyasa Geokomunindo Baru (Techno Trees).

2.3.2 Visi

1. Menjadi penyedia layanan terbaik bagi Operator dan Provider Menara Telekomunikasi, dengan Optimalisasi Sumber Daya yang ada sehingga memuaskan bagi semua Stakeholder.

2. Menawarkan produk, layanan, dan solusi informasi dan komunikasi yang lengkap dan berkualitas.

3. Berada pada “Top-Of-Mind” pelanggan dalam menyediakan produk, layanan, dan solusi informasi dan komunikasi.

4. Menyediakan produk dan layanan yang dapat meningkatkan kualitas hidup dari masyarakat yang dilayani.

(15)

2.3.3 Misi

1. Menciptakan semangat untuk meraih kepuasan pelanggan, layanan terbaik, solusi yang inovatif dan hubungan kemitraan yang dibangun atas dasar kesempurnaan.

2. Membangun fasilitas jaringan yang kuat untuk klien, namun tetap fleksibel melalui penerapan manajemen yang berkesinambungan dengan informasi intelijen mengenai perkembangan terakhir di bidang Telekomunikasi dan Infrastruktur, dalam kaitannya dengan kepentingan bisnis.

3. Menerapkan budaya terbaik untuk lingkungan kerja yang sehat, melalui kepemimpinan yang bijaksana.

4. Mengembangkan kemitraan dengan pihak Stakeholders terkait secara nasional sehingga mendukung layanan komunikasi nirkabel dimanapun sesuai kebutuhan pelanggan.

5. Bekerja dengan sungguh-sungguh sebagai team yang dipersatukan oleh nilai-nilai untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari dalam semua hal yang kami kerjakan.

6. Mendorong dan menghargai karyawan untuk meraih pertumbuhan diri dan standar kinerja terbaik.

2.3.4 Motto PT Triyasa Geokomunindo

Untuk menambah semangat kerja seluruh warga usahanya, PT Triyasa Geokomunindo mempunyai motto yang dipegang teguh, yaitu

a. Success Through Team Work (Sukses Melalui Kerja Tim)

Artinya adalah keberhasilan yang dicapai melalui kerjasama seluruh pihak yang terkait yaitu kelompok tingkat Direksi, Divisi, Bagian serta Instansi Pemerintah dan Swasta, juga tak kalah penting fungsi pelanggan atau pemakai jasa telekomunikasi.

(16)

Motto ini menggambarkan semangat Triyasa Geokomunindo untuk membuat masa depan dunia teknologi yang lebih. Dalam kaitan kerjasama diantara pihak-pihak terkait, senantiasa ditekankan dalam setiap kegiatan perusahaan. Selain motto, Triyasa Geokomunindo juga punya tekad pelayanan, yaitu:

We Care More (Kami Lebih Peduli)

Hal ini adalah tekad pelayanan Triyasa Geokomunindo dalam upaya menghadapi persaingan yang tajam. Dengan tekad ini, Triyasa Geokomunindo bertekad memenuhi segala kegiatan/kebutuhan pelanggan, senantiasa mengupayakan peningkatan mutu jasa dan pelayanan serta memacu diri menjadi yang terbaik di bidang telekomunikasi.

2.4 Tujuan, Strategi dan Fungsi PT. Triyasa Geokomunindo 2.4.1 Tujuan Pokok PT. Triyasa Geokomunindo

Tujuan PT. Triyasa Geokomunindo berdasarkan Anggaran Dasar, yaitu : 1. Membangun, mengembangkan, dan mengusahakan pelayanan

telekomunikasi dalam rangka meningkatkan hubungan dari dalam dan luar negeri.

Tujuan ini mencakup :

a. Peningkatan hubungan telekomunikasi internasional sehingga mampu menunjang sektor-sektor lainnya seperti perdagangan, industri, hubungan internasional, dan yang lainnya.

b. Bekerjasama dengan PT Tower Bersama Group meningkatkan pelayanan yang merata ke seluruh pelosok dan tempat dimana dibutuhkan.

2. Memberikan sumbangan bagi perekonomian negara pada umumnya dan peningkatan penerimaan negara pada khususnya, berpartisipasi aktif dalam

(17)

menunjang dan melaksanakan program pemerintah di bidang pembangunan nasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka PT. Triyasa Geokomunindo menjalankan usaha di bidang jasa yang meliputi :

a. Penyedia jasa Telekomunikasi Umum b. Perencanaan Jaringan

c. Akuisisi Lahan dan Perijinan

d. Design Infrastruktur dan Konstruksi e. Konsultasi Telekomunikasi

f. Penyediaan dan Pemanfaatan Layanan Multimedia melalui Peralatan Telekomunikasi

g. Instalasi Jaringan dan Manajemen Proyek untuk Menara Telekomunikasi

h. Pengoperasian dan Pemeliharaan Site selama masa kontrak Infrastruktur

3. Usaha-usaha lainnya yang secara langsung menunjang penyelenggaraan Pengembangan aset di sektor Telekomunikasi, Telekomunikasi, Infrastruktur Listrik dan Bidang Telekomunikasi Piagam Pembangunan.

2.4.2 Strategi PT. Triyasa Geokomunindo

Selama dua dekade terakhir perusahaan dihadapkan pada keharusan untuk berhadapan dengan sejumlah ketentuan baru. Perusahaan dituntut cepat tanggap terhadap persaingan dan perubahan pasar. Upaya menjadi terunggul dalam industri melalui peningkatan kompetensi menjadi keniscayaan yang tak dapat dielakkan bila masih ingin tetap eksis. Manajer dituntut untuk dapat memilih dan memilah berbagai konsepsi strategi yang ditawarkan. Suatu konsepsi yang setelah diimplementasikan memberi hasil optimal pada suatu masa, harus dikaji ulang ketika konteks persaingan berubah. Sebagai contoh, konsepsi Strategic Positioning–pernah menjadi acuan utama bagi kalangan bisnis –menjadi kurang relevan ketika pasar berubah dinamis dan teknologi memungkinkan pesaing untuk

(18)

meniru keunggulan yang dimiliki. Keunggulan menjadi bersifat sementara, dan resiko menghilang menjadi lebih besar. Sementara itu, regulasi cenderung menghilangkan hambatan persaingan, dan semakin banyak perusahaan yang berusaha keras menjadi ramping dan lebih cekatan. Hasilnya, pasar global tak terelakkan dan kompetisi pada setiap lini industri sangat kuat (hypercompetition).

Selain ancaman dari luar yang disebabkan perubahan teknologi, preferensi pasar dan perilaku persaingan, ancaman terbesar justru berasal dari lingkungan internal perusahaan. Akar persoalan, menurut Porter terletak pada kegagalan manajer membedakan antara strategi dan efektivitas operasional. Upaya menghasilkan produktivitas, kualitas, dan daya tanggap telah menelorkan perangkat dan teknik manajemen yang terkenal seperti: TQM, benchmarking, time-based competition, outsourcing, partnering, reengineering, change management, dan lain sebagainya. Namun demikian, meskipun semuanya itu berdampak pada peningkatan kinerja secara dramatis, banyak perusahaan yang tidak mampu mengubah kinerja unggul tadi menjadi kemampuan menghasilkan laba yang menjamin kelangsungan hidup (sustainable profitability). Lambat laun manajer terjebak pada mengutak –atik teknik manajemen saja, sementara mereka justru tidak memperhatikan strategi. Teknik–teknik manajemen diperlukan untuk memperbaiki efektivitas operasional, tetapi hal ini tidak mencukupi, masih diperlukan strategi guna meraih keunggulan dalam jangka panjang.

Seiring dengan semakin derasnya arus globalisasi, yang didalamnya dituntut adanya pertukaran informasi yang semakin cepat antar daerah dan negara, membuat peranan telekomunikasi menjadi sangat penting. Telekomunikasi sebagai wahana bagi pertukaran informasi akan semakin memperhatikan aspek kualitas jasa. Selain itu perkembangan di bidang dunia informasi saat ini begitu cepat, baik dilihat dari isi maupun teknologi yang digunakan untuk menyampaikan informasi. Masyarakat dunia informasi menyadari hal tersebut sehingga mereka berupaya keras menciptakan infrastruktur yang mampu

(19)

menyalurkan informasi secara cepat, artinya mereka sangat membutuhkan jaringan telekomunikasi yang memiliki kualifikasi sebagai information superhighway.

Perusahaan dapat mengungguli pesaing – pesaingnya hanya jika mampu menjadikan dirinya berbeda melalui: memberikan value kepada pelanggan lebih besar dari yang dapat dilakukan pesaing, dan menciptakan comparable value dengan biaya yang lebih rendah. Langkah pertama memberi peluang kepada perusahaan untuk menentukan harga lebih tinggi, sementara tindakan kedua menghasilkan efisiensi. Kedua aktivitas di atas, secara umum menggambarkan strategi dasar dalam mengelola berbagai aktivitas internal perusahaan agar selalu lebih baik dari pesaing. Hal ini berbeda dengan konsep strategic positioning, yang dimaknai sebagai melakukan berbagai aktivitas yang berbeda dari pesaing, atau melakukan aktivitas yang sama dengan cara yang berbeda. Guna mengetahui seberapa maksimum perusahaan mengelola operasionalnya secara efektif dalam menghasilkan produk dan atau jasa menggunakan teknologi, ketrampilan, teknik manajemen, dan input lainya Porter menawarkan konsep Productivity Frontier, yakni situasi yang menunjukkan praktek terbaik (state of best practice). Hal tersebut di atas telah menimbulkan suatu kondisi persaingan yang sangat ketat di antara perusahaan-perusahaan telekomunikasi, yang tingkat persaingannya tidak lagi domestik, tetapi bersifat internasional. Sehingga untuk dapat memenangkan persaingan tersebut, tentu diperlukan suatu strategi yang tepat dan penerapan yang baik. Dalam hal ini, mencoba menganalisis Triyasa Geokomunindo sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi di Indonesia yang menyediakan jasa telekomunikasi internasional, sebagai bahan studi. Dengan pertimbangan, Triyasa Geokomunindo dikenal sebagai perusahaan yang mempunyai kinerja yang cukup baik.

(20)

2.5 Jasa-jasa Pelayanan PT. Triyasa Geokomunindo 2.5.1 Layanan - Solusi Inovatif

Solusi yang ditawarkan mencerminkan pemahaman Triyasa Geokomunindo atas kebutuhan pelanggan serta komitmen dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Mulai dari kemudahan komunikasi telepon, hingga akses internet tanpa batas, tempat dan waktu. Triyasa Geokomunindo senantiasa berupaya mengembangkan solusi inovatif yang dirancang untuk melebihi ekspektasi para pelanggan. Layanan bagi Triyasa Geokomunindo merupakan jenis layanan yang memberikan kontribusi paling besar, yakni hingga mencapai 75% dari seluruh penerimaan pada tahun 2008.

2.5.2 Nilai-nilai pada PT. Triyasa Geokomunindo

Proses penggabungan usaha penyediaan situs menara baru dan pemeliharaan infrastruktur ke dalam Triyasa Geokomunindo di tahun 2003 memberikan tantangan untuk dapat menggabungkan dua organisasi yang memiliki budaya dan kebijakan perusahaan yang berbeda-beda. Untuk itu, Triyasa Geokomunindo telah memformulasikan dan mengkomunikasikan nilai-nilai perusahaan baru untuk mendukung pencapaian visi dan misi perseroan.

Dengan melibatkan seluruh karyawan Perseroan, Triyasa Geokomunindo telah menetapkan nilai-nilai perusahaan yang baru, Insan Gemilang yang merangkum nilai-nilai Integritas, kerjasama, Keunggulan, kemitraan, dan fokus pada pelanggan. Insan Gemilang menjelaskan budaya perusahaan yang harus dibangun untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat. Nilai-nilai “Insan Gemilang” menjadi tuntutan sekaligus patokan tatanan perilaku keseharian PT Triyasa Geokomunindo.

(21)

Itikad untuk melakukan pekerjaan dengan menjunjung tinggi etika bagi kepentingan perusahaan, pemegang saham. karyawan, pelanggan, pemerintah dan masyarakat serta bertindak berdasarkan kebijakan dan pedoman.

2. Kerjasama

Berdasarkan komitmen, kepercayaan, keterbukaan, saling membantu dan menghargai serta berpartisipasi aktif dalam memberikan kontribusi dan dukungan bagi kepentingan perusahaan.

3. Keunggulan

Terwujud dalam nilai dan usaha untuk melebihi standar yang diharapkan dengan cara terus menerus mengembangkan kemampuan.

4. Kemitraan

Dibangun dengan pihak-pihak yang terkait atas dasar saling membutuhkan dan saling percaya untuk kepentingan bersama.

5. Fokus pada pelanggan

Baik internal maupun eksternal dengan jalan memahami dan memenuhi kebutuhan melebihi yang diharapkan merupakan keutamaan serius Triyasa Geokomunindo.

(22)

BAB III

TEORI KELISTRIKAN

3. Sistem Kelistrikan

3.1 Pengertian Sistem Kelistrikan

Instalasi listrik atau instalasi tenaga listrik dapat diartikan sebagai suatu cara penempatan dan pemasangan penyalur tenaga listrik untuk semua peralatan yang memerlukan tenaga listrik untuk pengoperasiannya dan bagian ini langsung berada dalam daerah kegiatan konsumen.

Suatu instalasi tenaga listrik terdiri dari bebrapa bagian:

 Penyediaan tenaga listrik  Sistem pembagian  Saluran tenaga listrik  Pengaman

 Pentanahan

Penempatan dan pemasangan instalasi listrik terikat pada peraturan,khususnya di Republik Indonesia,peraturan mengenai instalasi listrik tertulis dalam Peraturan Umum Instalasi Listik (PUIL 1987).Tujuan dari peraturan-peraturan ini adalah :

 Pengamanan manusia dan barang.

 Penyediaan daya listrik yang aman dan efisien.

 Dalam memilih kelengkapan instalasi listrik perlu diperhatikan:  Kesesuaian dengan maksud pemasangan dan penggunaannya.

 Kekuatan dan keawetannya,termasuk bagian yang lain untuk melindungi perlengkapan yang lain.

(23)

 Keadaan dan resistansi isolasinya.

 Pengaruh suhu baik keadaan normal maupun keadaan yang tidak normal.  Keamanan pabrik serta isinya terhadap kebakaran akibat listrik.

 Suatu perancangan instalasi listrik tegangan rendah harus mengutamakan penggunaan gawai proteksi untuk gangguan-gangguan:

 Beban lebih  Hubung pendek  Gangguan isolasi

Untuk perencanaan instalasi sebuah intalasi kelistrikan ada standarisasainy yaitu menggunakan Persyaratan Umum Instalasi Listrik Indonesia (PUIL 2000),dalam perencanaan instalasi listrik memerlukan gambar sebagai berikut :

1. Gambar situasi yang menunjukan dengan jelas letak gedung atau bangunan tempat instalasi tersebut akan dipasang dan rancangan penyambungan dengan sumber tenaga listrik.

2. Gambar instalasi,yang meliputi:

o Rancangan tata letak yang menunjukan dengan jelas letak perlengkapan listrik beserta sarana kendalinya (pelayanannya),seperti titik lampu,kotak kontak,sakelar,motor listrik,PHB (Panel Hubung Bagi) dan lain-lainnya.

o Rancangan hubungan perlengkapan listrik dengan gawai pengendalinya seperti hubungan lampu dengan sakelarnya,motor dengan pengasutnya (cara startnya),dan dengan gawai pengatur kecepatannya,yang merupakan bagian dari sirkit akhir atau cabang sirkit akhir.

3. Gambar hubungan antara bagian sirkit akhir tersebut dan PHB (Panel Hubung Bagi)yang bersangkutan,ataupun pemberian tanda dan keterangan yang jelas mengenai hubungan tersebut.

4. Tanda ataupun keterangan yang jelas mengenai setiap perlengkapan listrik. 5. Diagaram instalasi garis tunggal,meliputi:

(24)

o Diagram PHB (Panel Hubung Bagi) lengkap dengan keterangan mengenai ukuran dan besaran pengenal komponennya.

o Keterangan mengenai jenis dan besar beban yang terpasang dan pembagiannya.

o Sistem pembumian

o Ukuran dan jenis penghantar yang dipakai. 6. Gambar rinci,yang meliputi:

o Perkiraan ukuran fisik PHB (Panel Hubung Bagi). o Cara pemasangan perlengkapan listrik.

o Cara pemasangan kabel o Cara kerja instalasi kendali.

7. Perhitungan teknis bila dianggap perlu,yang meliputi antara lain: o Susut tegangan.

o Perbaikan faktor daya.

o Beban terpasang dan kebutuhan maksimum. o Arus hubung pendek dan daya hubung pendek. o Tingkat penerangan.

8. Tabel bahan instalasi,yang meliputi:

o Jumlah dan jenis kabel,penghantar dan perlengkapan. o Jumlah dan jenis perlengkapan pembantu.

o Jumlah dan jenis PHB (Panel Hubung Bagi). o Jumlah dan jenis luminer lampu.

9. Uraian teknis,yang meliputi:

o Ketentuan mengenai sistem proteksi.

o Ketentuan teknis perlengkapan listrik yang dipasang dan cara pemasangannya.

o Cara pengujian.

o Jadwal waktu pelaksanaan. 10. Perkiraan Biaya.

(25)

3.2 Transformator

3.2.1 Pengertian Transformator

Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah enegi listrik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian ke rangkaian listrik yang lain melalui suatu gandengan magnet dan berdasarkan prinsip-prinsip induksi elekromagnet.Pada umunya transformator terdiri dari sebuah inti yang terbuat dari besi berlapis dan dua buah kumparan,yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder.Rasio perubahan tegangan akan tergantung dari rasio jumlah lilitan pada kedua kumparan itu.Biasanya kumparan terbuat dari kawat tembaga yang dibelit diseputar “kaki”inti transformator.

Gambar 3.1 Konstruksi Dasar Transformator

Transformator digunakan secara luas,baik dalam bidang tenaga listrik maupun elektronika.Penggunaanya dalam bidang sistem tenaga listrik memungkinkah dipilihnya tegangan yang sesuai dan ekonomis untuk tiap-tiap keperluan,misalnya kebutuhan akan tegangan tinggi dalam pengiriman daya listrik jarak jauh.Dalam bidang elektronika,transformator digunakan antara lain,untuk menghambat arus searah sambil tetap melakukan arus bolak-balik antara rangkaian.

(26)

Berdasarkan frekuensi,transformator dapat kelompokan sebagai berikut:

1. Frekuensi daya,50 Hz–60Hz

2. Frekuensi pendengaran,50 Hz–20 KHz 3. Frekuensi radio,diatas 30 KHz

Bila dalam bidang tenaga listrik,pemakaian transformator dikelompokan menjadi:

1. Tranformator daya 2. Tranformator Distribusi

3. Transformator pengukuran,yang terdiri dari transformator arus (CT) dan transformator tegangan (PT).

Sedangkan berdasarkan cara melilitkan kumparan pada inti,transformator dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :

1. Tipe inti.Pada tipe ini terdapat dua kaki,dan masing-masing kaki dibelit oleh satu kumparan.

2. Tipe cangkang.Tipe ini mempunyai tiga buah kaki,dan hanya kaki yang tengah-tengah dibelit oleh kedua kumparan.Kedua kumparan saling tergabung secara agnetic melalui inti.Kumparan-kumparan itu tidak tergabung secara elektrik.Bagian datar dari inti dinamakn pemikul.

Tipe Cangkang Tipe inti

Gambar 3.2 Klasifikasi transformator berdasarkan lilitan kumparan.

(27)

Pada umumnya dikenal tiga cara untuk menyambung lilitan pada transformator tiga phasa untuk masing-masing sisi,yaitu :

 Hubungan bintang atau Y  Hubungan delta atau D  Hubungan zigzag atau Z

Pada bagian ini penulis hanya akan membahas dua jenis hubungan lilitan saja yang umumnya dijumpai pada transformator tiga phasa.

Hubungan Bintang atau Y

Arus pada transformator tiga phasa dengan kumparan yang dihubungkan secara bintang yaitu,Ia,Ib,dan Ic,masing-masing mempunyai beda phasa sebesar 120.

Gambar 3.3 Rangkaian Hubungan Bintang

Untuk beban seimbang berlaku hubungan :

In = Ia + Ib + Ic = 0

Vab = Van + Vbn = Van–Vbn

(28)

Dari gambar diatas diketahui bahwa untuk hubungan bintang berlaku :

Vab =√3 an,atau Vl =√3 p Ip = IL

Hubungan Delta atau D.

Tegangan pada transformator tiga phasa dengan kumparan yang dihubungkan secara delta,yaitu Vab, Vbc,dan Vca,masing-masing mempunyai beda phasa sebesar 120

Gambar 3.4 Rangkaian Hubungan Delta

Untuk beban yang seimbang berlaku hubungan:

Ia = Iab–Ica

Ib = Ibc–Iab

Ic = Ica–Ibc

Dari vektor diagram pada gambar diatas diketahui arus Ia (arus jala-jala) adalah

√3 × (arus phasa).Tegangan jala-jala dalam hubungan delta sama dengan tegangan phasanya.

(29)

Besarnya daya dalam hubungan delta adalah:

VpIp = 3Vl

√ =√3VL IL

3.3 Panel

3.3.1 Pengertian Panel

Panel atau kombinasi panel-panel adalah bentuk dari perlengkapan hubung bagi pada tempat pelayanannya,terbuat dari bahan konduktif atau tidak konduktof yang dipasang pada suatu rangka yang dilengkapi dengan perlengkapan listrik seperti sakelar,kabel,dan rel.perlengkapan hubung bagi yang dibatasi dan dibagi-bagi dengan baik menjadi petak-petak yang terduduk mendatar dan tegak dianggap sebagai suatu panel hubung bagi (PHB).

Terdapat tiga tingkatan (level)pada panel dalam mendistribusikan tenaga listrik,main distribution level,sub distribution level dan load level.

Untuk menempatkan panel pada lokasinya dan persyaratan lainnya perlu memperhatikan aturan–aturan yang terdapat didalam PUIL 2000.

3.3.2 Main Distribution Panel (MDP)

MDP menghubungkan langsung antara sumber tenaga listrik dengan sub Distribution Panel (SDP).Digunakan terutama sekali untuk :

 Safety disconnection  Coupling busbar sections  Proteksi Busbar

(30)

 Dilengkapi terutama sekali dengan :

 Pemutus Sirkit dan pemutus sirkit tidak otomatis  Tipe pemutus sirkit

 Fuses

3.3.3 Sub Distribution Panel (SDP)Digunakan untuk :  Safety disconnection

 Switching beban listrik,system lampu dan motor  Proteksi kabel,jaringan listrik dan beban

 Proteksi cadangan dan selectivity vis-a-vis upstream dan downstream protection equipment

 Proteksi terhadap tegangan lebih

 Kontrol,metering dan pengukuran dilengkapi dengan:  Mouded Case Circuit Breaker (MCCB)

 Miniature Circuit Breaker (MCB)  Sekering

 Peralatan tambahan untuk ontrol,metering dan pengukuran. 3.3.4 Panel Distribusi Beban

Panel ini hamir sama dengan SDP,yang membedakannya adalah kapasitasnya yang lebih kecil dari SDP.Digunakan untuk :

 Proteksi manusia dan barang  Proteksi beban listrik

 Proteksi kabel dan jaringan listrik  Proteksi tegangan lebih

 Safety disconnection  Monitoring dan signaling  Kontrol

(31)

 Metering dan Pengukuran,Dilengkapi dengan:  Pemutus sirkit

 Switch-disconnection dan sekering switch-disconnection  Gawai proteksi arus sisa

 Miniature Circuit Breaker (MCB)  Sistem sekering

 Earth leakage monitors  Time switches

 Pealatan mekanik,elektromekanik dan elektronik pendukung lainnya. 3.3.5 Lokasi PHB Utama (Panel Hubung Bagi)

Panel Hubung Bagi (PHB) utama harus dipasang dilokasi yang cocok,yang kering dan ventilasi yang cukup,kecuali bila Panel Hubung Bagi (PHB) dilindungi terhadap lembab,dan ditempatkan sedemikian hungga Panel Hubung Bagi (PHB) dan pencapaiannya tidak terhalang oleh bagian atau isi gedung atau bagian lainnya dalam gedung.Lokasi yang dilarang untuk Panel Hubung Bagi utama adalah tinggi diatas tanah,lantai atau platform (>1,2m),di dekat endon air atau di dekat dapur listrik,dalam lemari penyimpanan,di dekat pancuran mandi,di dekat kolam renang,spa atau sauna,di tangga yang terisolasi dari kebakaran,lorong jalan dan lereng,di dekat gulungan selang kebakaran,dan didekat dengan sprinkler kebakaran otomatis.

3.3.6 Pemasangan Sakelar Masuk Pada Panel Hubung Bagi.

Pada sisi penghantar masuk dari Panel Hubung Bagi yang berdiri sendiri harus dipasang setidak-tidaknya satu sakelar,sedangkan pada setiap penghantar keluar setidak-tidaknya dipasang satu proteksi arus.sakelar masuk untuk memutuskan aliran suplai Panel Hubung Bagi tegangan rendah harus mempunyai batas kemampuan minimum 10 A,dan arus minimum sama besar dengan arus

(32)

nominal penghantar masuk tersebut.Penjelasanya dapat dilihat pada gambar sebagai berikut :

Gambar 3.5 Pemasangan sakelar masuk 1

Gambar 3.6 Pemasangan sakelar masuk 2

Pemasangan sakelar yang dimaksud seperti pada penjelasan sebelumnya tidak diperlukan:

 Jika Panel Hubung Bagi mendapat suplai dari saluran keluar suatu Panel Hubung Bagi lain,yang pada saluran keluarnya dipasang sakelar yang

(33)

mudah dicapai dan Panel Hubung Bagi itu terletak dalam ruang yang sama seperti jarak antara keduanya tidak lebih dari 5 m.

 Jika dengan cara tertentu dapat dilaksanakan pemutusan dan penyambungan suplai ke Panel Hubung Bagi tersebut melalui suatu sakelar pembantu yang harus dipasang pada tempat yang mudah dicapai.  Jika sakelar itu duganti dengan pemisah,asalkan pada setiap sirkit keluar

dipasang sakelar keluar.

Penjelasanya dapat dilihat pada gambar sebagai berikut:

(34)

Gambar 3.8 Pemasangan Tidak Diperlukan Sakelar Masuk 2

3.3.7 Pemasangan Sakelar Keluar Pada Panel Hubung Bagi

 Pada sirkit keluar Panel Hubung Bagi harus dipasang sakelar keluar jika sirkit tersebut : Mensuplai tiga buah atai lebih panel Hubung Bagi yang lain.

 Dihubungkan ke tiga buah atau lebih motor/perlengkapan listrik lain yang mana hal ini tidak berlaku jika motor atau perlemgkapan listrik tersebut dayanya masing-masing lebih kecil atau sama dengan 1,k kW dan letaknya dalam ruangan yang sama,kecuali untuk tegangan menengah.

 Dihubungkan ke tiga buah atau lebih kotak-kontak yang masing-masing mempunyai arus nominal lebih dari 16 A.

 Mempunyai arus niminal 100 A atau lebih.

(35)

Gambar 3.9 Pemasangan Sakelar Keluar 1

(36)

3.3.8 Pengelompokan Perlengkapan Sirkit Pada Panel Hubung Bagi

Pada Panel Hubung Bagi yang mempunyai banyak sirkit keluar phasa tunggal,dan phasa tiga,baik untuk instalasi tenaga maupun untuk instalasi penerangan,gawai proteksi,sakelar,dan terminal yang serupa harus dikelompokan sehingga :

 Tiap kelompok melayani sebanyak–banyaknya enam buah sirkit.  Kelompokan perlengkapan instalasi tenaga terpisah dari kelompok

perlengkapan penerangan.

 Kelompok perlengkapan phasa tunggal,phasa dua,dan phasa tiga merupakan kelompok sendiri-sendiri yang terpisah.

3.4 Alat Pengukur Dan Pembatas (APP)

APP adalah alat pengukur dan pembatas dalam hal ini adalah kWH meter yang berfungsi sebagai pengukur dan MCB pembatas daya PLN ke beban.

3.5 Kode IP (International Protection) 3.5.1 Pengertian Kode IP

Kode IP adalah system kode untuk menunjukan tingkat proteksi yang diberikan oleh selungkup dari sentuh langsung ke bagian yang berbahaya,dari masuknya benda asing padat,dari masuknya air,dan untuk memberikan informasi tambahan dalam hubungannya dengan proteksi tersebut.

(37)

Jika angka karateristik tidak dipersyaratkan untuk ditentukan,maka dapat diganti dengan huruf “X”atau “XX” jika kedua angka dihilangkan tanpa pergantian,dan jika digunakan lebih dari satu suplemen maka harus diterapkan urutan abjad.

Jika suatu selungkup memberikan tingkat proteksi yang berbeda untuk susunan pemasangan yang berbeda,maka tingkat proteksi yang relevan harus ditunjukan oleh pabrikan dalam buku instruksi yang berkaitan dengan masing-masing susunan pemasangan.

3.5.2 Contoh Penggunaan Kode IP

Contoh berikut ini adalah untuk menjelaskan penggunaan dan susunan kode IP dalam PUIL 2000 :

a) IPXXB :

Angka pertama diganti huruf X : tidak ada persyaratan untuk proteksi dari masuknya benda asing padat.

Angka kedua diganti huruf X : tidak ada persyaratan untuk proteksi dari masuknya air.

(38)

Huruf B : dipersyaratkan proteksi manusia dari sentuh langsung dengan jari ke bagian berbahaya.

b) IP2X :

Angka pertama (angka 2) :dipersyaratkan proteksi dari masuknya benda asing padat dengan diameter ≥12,5 mm dan proteksi manusia dari sentuh langsung dengan jari ke bagian berbahaya.

Angka kedua diganti huruf X : tidak ada persyaratan untuk proteksi dari masuknya air.

3.6 Komponen- komponen Instalasi listrik.

Instalasi listrik mempunyai berbagai macam komponen penyusunnya,antara lain sakelar sirkit listrik,relay,busbar,kabel dan lain-lain.

3.6.1 Sakelar Sirkit Listrik

Yang dimaksud dengan sakelar sirkit listrik disini adalah penghubung sirkit listrik ada yang mempunyai fungsi sebagai pengaman seperti CB,fuse atau sebagai sakelar penghubung dan pemutus biasa.

Fungsi sakelar sirkit listrik antara lain :

1. Proteksi,melindungi sirkit dari :

 Gangguan beban lebih (overload).

 Gangguan hubung pendek (short circuit),yang akan berdampak buruk pada umur teknis kabel dan beban listrik.

 Mengisolir gangguan dari sirkit,untuk mencegah akibat – akibat yang membahayakan manusia dan perlengkapan listrik.

2. Isolasi,memisahkan sirkit atau gawai listrik dari instalasi listriknya untuk menjamin keamanan operasi.

(39)

3. Kontrol,agar pengguna dapat melakukan aksi-aksi operasi pada saat :

 Kondisi normal (saat beban normal,tanpa arus lebih),untuk menghidupmatikan sebagian atau seluruh instalasi,berfungsi fungsional.

 Pada saat-saat genting (walaupun tanpa beban),untuk mematikan segera sebagian atau seluruh instalasi,disebut sebagai penghentian darurat (emergency stop).

Sekering (fuse).

Sekering dapat diartikan sebagai satu bagian peralatan proteksi arus lebih yang mana bagian pengaman arus lebihnya dapat dipanaskan dan terpisah oleh arus lebih yang melaluinya.Fungsi – fungsi dasar yang harus dimiliki oleh sekering adalah proteksi dari beban lebih dan hubung pendek.

Gambar 3.11 Fuse Trip Curve

Sakelar (Switch)

Fungsi dasar yang harus dimiliki adalah sebagai control,sedang fungsi tambahannya adalah sebagai isolasi dan proteksi gangguan isolasi yang

(40)

dimungkinkan sakelar dengan mekanisme pembuka otomatis dan penambahan gawai arus sisa.

Sakelar - Sekering

Fungsi-fungsi dasar yang harus dimiliki adalah sebagai proteksi dari beban lebih dan hubung pendek,isolasi dan kontrol.Sedangkan untuk fungsi tambahannya adalah proteksi dari gangguan isolasi yang dimungkinkan dengan sakelar dengan pembuka otomatis dan penambahan gawai arus sisa.

Kontaktor

Fungsi dasar yang harus dimiliki adalah sebagai control.Sedangkan fungsi tambahannya adalah sebagai isolasi.

Pemutus Sirkit

Pemutus sirkit adalah suatu alat yang didesain untuk membuka dan menutup suatu sirkit dengan alat-alat yang tidak otomatis,dan untuk membuka sirkit secara otomatis pada arus beban lebih yang ditentukan ketika diterapkan dengan baik didalam rating pemutusannya tanpa merusak dirinya sendiri.

Fungsi-fungsi dasar yang harus dimiliki oleh pemutus sirkit adalah proteksi dari beban lebih dan hubung pendek,dan control.Sedangkan fungsi-fungsi tambahannya adalah sebagai isolasi dan proteksi dari gannguan isolasi yang dimungkinkan dengan penambahan gawai arus sisa.

Untuk mencari nilai dari pemutus sirkit yang ajkan dipakai,dapat ditentukan dengan mencari nilai arus nominal yang mengalir dan arus hubung pendek.Untuk arus hubung pendek dapat mengikuti penjelasan pada sub diatas sedangkan untuk arus nominalnya dapat dicari dengan rumus sebagai berikut :

(41)

I =

. ∅

 Untuk arus tiga phasa : I =

√ . . .∅ Dimana :

I = Arus nominal (Ampere)

V = Pada arus suatu phasa adalah tegangan line-netral (volit) V = Pada arus tiga phasa adalah tegangan line-line (volt) P = Daya (watt).

Cos∅= Faktor Daya : 0,8 = 0,9 3.6.2 Relay

Relay adalah suatu alat yang mana membuat suatu pengukuran atau menerima sebuah sinyal yang mana karena sinyal itu untuk operasi atau untuk efek operasi dari peralatan lainnya.Relay proteksi adalah suatu alat yang mana menjawab pada kondisi tak normal dalam system tenaga listrik untuk mengoperasikan pemutus sirkit agar memutuskan bagian yang bermasalah dari system dengan gangguan minimum dari suplai.

3.6.3 Busbar

Busbar merupakan penghantar listrik yang disusun untuk menerima arus dari satu atau lebuh sirkit incoming,mengumpulkannya dan kemudian menghantarkan atau mendistribusikan arus listrik yang sama tersebut kepada satu atau lebih outgoing.Busbar bias terbuat dari tembaga atau aluminium dengan bentuk persegi panjang.

Berdasarkan standar PUIL 2000,pemberian warna pada busbar,yaitu :  Busbar untuk phasa R berwarna merah.

 Busbar untuk phasa S berwarna kuning.  Busbar untuk warna T berwarna hitam.  Busbar untuk warna netral (N) berwarna biru.

(42)

Untuk mendapatkan ukuran busbar yang sesuai ditentukan berdasarkan arus yang mengalir pada busbar tersebut dan harus sesuai dengan standart yang ditetapkan dalam PUIL 2000,yaitu arus busbar harus 1,5 kali arus nominalnya.

 Arus listrik nominal yang mengalir dapat dicari dengan menggunakan rumus :

I =

√ . . .∅

 Maka arus busbarnya : Ibusbar= 1,5 x INo min at

Hasil yang didapat disesuaikan dengan table Kemampuan Hantaran Arus (KHA)dari penghantar tembaga.

(43)

Bolak-Balik.

3.6.4 Kabel

Kabel memegang peranan yang penting dalam instalasi listrik,karena kabel dipakai sebagai penghantar arus listrik mulai dari sumber tenaga listrik sampai ke beban listrik terpasang.Selain sebagai penghantar arus listrik,kabel juga harus memiliki kemampuan sebagai isolator bagi kabel itu sendiri mengingat arus listrik yang melaluinya dapat membahayakan mahluk hidup.Sebagai bhan penghantar umtuk kabel listrik digunakan tembaga atau aluminium dengan luas penampang hantaran kabel dengan penghantar tembaga atau aluminium yang dibakukan dapat dilihat pada table.

(44)

Pada Republik Indonesia,kabel berurat banyak yang dibuat,menggunakan dua system kode untuk warna uratnya,yaitu system I dengan urat berwarna majemuk hijau-kuning,dan system O tanpa urat hijau kuning.

Warna majemuk hijau-kuning hanya boleh digunakan untuk hantaran pengaman.Warna biru hanya boleh dipakai untuk hantaran netral,kecuali pada instalasi tanpa hantaran netral atau kawat tengah tapi tidak untuk hantaran pengaman.Warna-warna hitam,kuning dan merah disediakan untuk hantaran phasa warna-warna ini tidak boleh digunakan untuk hantaran pengaman atau hantaran netral.

Beberapa criteria yang juga harus diperhatikan dalam pemilihan kabel instalasi listrik,yaitu :

 Electrical,yang meliputi ukuran konduktor,kekuatan listrik,tahanan isolasi,konstanta dielektrik dan factor daya.

 Suhu,menyesuaikan dengan suhu lingkungan dan kondisi saat kelebihan beban,pengembangan dan tahanan thermal.

 Mekanik,yang meliputi kekerasan dan

fleksibilitas,mempertimbangkan ketahanan terhadap kehancuran dan kelembaban.

 Kimiawi,yang meliputi stabilitas dari bahan terhadap api,ozon,oli,cahaya matahari dan bahan kimia.

Dalam perencanaan instalasi listrik ini,jenis kabel yang akan digunakan adalah kabel instalasi dan kabel tanah.

Kabel Instalasi

1. Kabel Instalasi Terselubung.

Dalam penerapannya pada perencanaan instalasi listrik ini,jenis kabel instalasi terselubung yang digunakan adalah NYM,NYM memiliki penghantar tembaga polos berisolasi PVC.

(45)

Dalam penggunaan NYM berlaku ketentuan-ketentuan berikut ini :

 NYM boleh dipasang langsung menempel pada plesteran atau kayu atau ditahan langsung dalam plesteran,juga diruang lembab atau basah,di tempat kerja atau gudang dengan bahaya kebakaran atau ledakan.

 NYM juga boleh dipasang langsung pada bagian-bagian lain dari bangunan,konstruksi,rangka dan sebagainya,asalkan cara pemasangannya tidak merusak selubung luar kabelnya.

Konstruksi NYM dan kemampuan hantar arus NYM tercantum dalam table ,dapat dilihat sebagai berikut :

(46)

Kabel Tanah

Dalam perencanaan instalasi listrik ini jenis kabel tanah yang digunakan adalah NYY.Pada prinsipnya susunan NYM.Hanya tebal isolasi dan selubang luarnya,serta jenis kompon PVC yang digunakan,berbeda.Warna selubang luarnya hitam.Untuk kabel tegangan rendah,tegangan nominalnya 0.6/1kV,dimana 0.6 kV adalah tegangan nominal terhadap tanah dan 1 kV adalah tegangan nominal antar penghantar.Uratnya berjumlah satu sampai dengan lima.Luas penampang penghantarnya dapat mencapai 240mm atau lebih.

Dalam pemasangan kabel tanah,perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

(47)

1. Kabel tanah yang dipasang dalam tanah harus dilindungi terhadap kemungkinan terjadinya gangguan mekanis dan kimiawi.

2. Perlindungan terhadap gangguan mekanis pada umumnya dapat diatasi dengan cara :

 Minimum 80 cm dibawah permukaan tanah pada jalan yang dilalui kendaraan.

 Minimum 60 cm dibawah permukaan tanah pada jalan yang tidak dilalui kendaraan.

 Kabel harus dipasang didalam pasir atau tanah yang lembut yang bebas dari babatuan.Lapisan pasir atau tanah lembut harus sekurang-kurangnya 5 cm di sekeliling kabel.

 Sebagai pelindung tambahan diatas timbunan pasir atau tanah lembut dapat dipasang beton,batu,atau bata pelindung.

Konstruksi NYY dan kemampuan hantar arus NYY tercantum dalam table .sebagai berikut :

(48)

Selain hal-hal yang disebutkan sebelumnya,untuk memilih kabel juga harus diperhatikan besarnya arus yang mengalir pada hantaran itu,yang dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut :

 Arus bolak-balik phasa tiga: I =

√ . . .∅

 Arus Bolak-balik phasa satu : I =

.

 Arus Kabel :

Ik =Inominal .Faktor Pengaman

Dimana :

Inominal= Arus nominal (Ω)

Ik = Arus kabel (Ω)

(49)

V = Tegangan antar phasa (volt) Cos∅ = Faktor daya (0,8-0,9) Safety factor = 1,7

Untuk menentukan besarnya ukuran kabel netral,dapat menggunakan rumus dibawah ini :

N =12P

Dimana :

N = ukuran kabel netral ( )

P = Ukuran kabel phasa ( )

3.6.5 Stop Kontak

Stop kontak berguna untuk menghubungkan instalasi listrik dengan alat-alat listrik yang dapat dipindah-pindahkan.

Beberapa ketentuan dalam memasang stop kontak adalah sebagai berikut :

 Stop kontak dinding satu phasa harus dipasang sedemikian rupa sehingga kontak netralnya berada diselah kanan.

 Stop kontak dinding yang dipasang kurang dari 1,25m dari atas lantai harus dilengkapi dengan tutp.

 Stop kontak harus dipasang dengan hantaran pengaman.

 Pada satu stop kontak hanya boleh dihubungkan satu kabel yang dapat dipindah-pindahkan.

Kemampuan stop kontak harus sekurang-kurangnya sesuai dengan daya alat yang dihubungkan padanya,tetapi tidak boleh kurang dari 5A.

(50)

3.7.1 Pengertian Struktur Diskriminasi Tenaga Listrik

Dalam perencanaan instalasi tenaga listrik perlu juga diperhatikan struktur diskriminasi tenaga listrik.Diskriminasi merupakan koordinasi antara karateristik operasi pemutus sirkit-pemutus sirkit yang dipasang secara seri sehingga bila terjadi gangguan disisi bawah hanya pemutus sirkit yang terpasang persis diatas gangguan yang terjadi akan trip.Diskriminasi diperlukan karena masing-masing level instalasi distribusi tenaga listrik membutuhkan tingkat keselamatan,keamanan dan ketersediaan yang khusus dan juga merupakan factor kunci untuk kontinuitas suplai.Pembagian struktur diskriminasi tenaga listrik untuk masing-masing level dapat dilihat seperti pada gambar berikut :

(51)

Gambar 3.12 Sistem Diskriminasi Tenaga Listrik

Diskriminasi dapat berupa diskriminasi parsial atau diskriminasi total.Hal ini dapat terjadi karena pada diskriminasi mengenal adanya nilai arus yang dikenal dengan limit diskriminasi (Is).Bila arus gangguan (Isc) terjadi pada titik D2 dipasang,maka hanya D2 yang akan trip bila Isc tidak melebihi Is.Ini dinamakan diskriminasi total.Bila Isc melebihi Is maka D2 dan DI akan trip.Ini dinamakan diskriminasi parsial.

3.8 Sistem Cascading

Kaskading membuat pemutus sirkit yang dipasang di sisi bawah ditingkatkan kapasitas pemutusannya.Pemutus sirkit dengan limitasi akan membantu pemutus sirkit yang dipasang di sisi bawahnya dengan membatasi arus hubung pendek.Kaskading memungkinkan penggunaan pemutus sirkit dengan kapasitas pemutusan yang lebih rendah dari arus hubung pendek.

Daerah aplikasi kaskading :

 Terhadap semua gawai yang dipasng pada sisi bawah dari pada pemutus sirkit.

 Dpat diperluas ke beberapa gawai yang berdekatan,walaupun bila digunakan pada panel hubung bagi yang berbeda.

Standar instalasi (IEC 60364 atau PUIL 2000)menetapkan bahwa gawai sisi atas harus memiliki kapasitas pemutusan tertinggi Icu lebih tinggi atau sama dengan arus hubung pendek yang akan ditanggung pada titik instalasinya.Untuk sisi bawah pemutus sirkit,kapasitas pemutusan tertinggi Icu dibantu untuk ditingkatkan kapasitas pemutusannya dengan koordinasi kaskading

3.9 Sistem Grounding (Pentanahan) 3.9.1 Pengertian Umum

(52)

Salah satu factor utama dalam setiap usaha pengamanan rangkaian listrik adalah pentanahan,Yang dimaksud dengan pentanahan adalah suatu usaha untuk mengadakan hubungan dengan tanah (bumi) menggunakan penghantar dan elektroda tanah.Pentanahan yang baik pada substation sangat penting untuk keamanan dan keandalan operasional system tenaga.Apabila suatu pengamanan/perlindungan yang baik akan dilaksanakan,maka harus ada system pentanahan yang dirancang dengan baik dan benar.Agar system pentanahan dapat bekerja efektif,harus memnuhi persyratan-persyaratan sebagai berikut (Pabla,A.S.p.154):

 Membuat jalur impedansi rendah ketanah untuk pengamanan personil dan peralatan dengan meggunakan rangkaian efektif.

 Sistem pentanahan dapat melawan dan menyebarkan gangguan berulang dan arus akibat surja hubung (surge currents).

 Menggunakan bahan korosi terhadap berbagai kondisi kimiawi tanah untuk meyakinkan kontinuitas penampilannya sepanjang umur peralatan yang dilindungi.

 Menggunakan system mekanik yang kuat namun harus dapat menyalurkan arus gangguan dengan baik.

Secara umum system pentanahan dibagi atas dua bagian yaitu pentanahan system dan pentanahan peralatan.Pentanahan system adalah pengadaan hubungan dengan tanah untuk suatu titik penghantar arus dari suatu system.Pada umumnya titik tersebut adalah titik netral dari mesin-mesin listrik arus putar seperti generator,motor dan transformator.Sedangkan pentanahan peralatan adalah pengadaan hubungan dengan tanah untuk bagian-bagian yang tidak membawa arus dari system.Bagian-bagian ini adalah semua logam yang dekat dengan system yang membawa arus.Pentanahan jenis ini berfungsi sebagai pengaman terhadap kemungkinan kebocoran arus dari suatu system.

(53)

Pentanahan berfungsi untuk menghubungkan bagian dari peralatan yang seharusnya tidak dialiri arus listrik dengan suatu massa yang besar.Hal ini untuk memastikan jika terjadi gangguan maka peralatan yang ditanahkan tidak akan mempunyai tegangan yang lebih besar dari tegangan pentanahan

3.9.3 Pentanahan Peralatan

Pentanahan peralatan ialah pentanahan bagian dari peralatan yang pada kerja normal tidak dialiri arus.Adapun tujuan pentanahan peralatan antara lain sebagai berikut (Hutauruk.T S.p.125):

 Untuk membatasi tegangan antara bagian-bagianperalatan yang tidak dilalui arus dan antara bagian-bagian peralatan dengan tanah sampai pada suatu harga yang aman (tidak membahayakan)untuk semua kondisi operasi normal atau tidak normal.

 Untuk memperoleh impedansi yang kecil/rendah dari jalan balik arus hubung singkat ke tanah.

3.9.4 Pentanahan Sistem Tenaga Listrik

Sampai kira-kira tahun 1910,system-sistem tenaga listrik tidak diketanahkan.Hal ini dapat dimengerti karena pada waktu itu system-sistem tenaga listrik masih kecil,biasanya masih kurang dari 5 Ampere dan dapat padam sendiri.Tetapi system-sistem tenaga listrik ini makin lama makin besar,baik panjangnya maupun tegangannya.Dengan demikian jika ada gangguan maka arus yang timbul semakin besar serta munculnya gejala-gejala busur tanah atau arcing grounds.Gejala ini sangat berbahaya karena dapat menimbulkan transient overvoltage yang tinggi dan dapat merusak peralatan.

Oleh karena itu mulai tahun 1910-an titik netral dari system-sistem tenaga listrik itu diketanahkan melalui tahanan atau reaktansi.Pentanahan system tenaga listrik adalah pengadaan hubungan dengan tanah untuk suatu titik penghantar arus

(54)

dari suatu system.Pada umumnya titik tersebut adalah titik netral dari mesin-mesin listrik arus putar seperti generator,motor dan transformator

3.9.5 Jenis Pembumian Sistem

Sistem TN (Sistem Pembumian Netral Pengaman)

Sistem tenaga listrik TN mempunyai satu titik yang dibumikan langsung.Bagian Konduktif Terbuka (BKT) instalasi dihubungkan ke titik tersebut oleh penghantar proteksi.

Ada tiga jenis system TN sesuai dengan susunan penghantar netral dan penghantar proteksi yaitu sebagai berikut:

1. Sistem TN-S : Dimana digunakan penghantar proteksi terpisah diseluruh system

Gambar 3.13 Sistem TN-S

2. Sistem TN-C-S : Dimana fungsi netral dan fungsi proteksi tergabung dalam penghantar tunggal disebagian system.

(55)

Gambar 3.14 Sistem TN-C-S

3. Sistem TN-C : Dimana fungsi netral dan fungsi proteksi tergabung dalam penghantar tunggal diseluruh system

Ganbar 3.15 Sistem TN-C Penjelasan lambing :

(56)

Sistem TT (Sistem Pembumian Pengaman)

Sistem tenaga listrik TT mempunyai satu titk yang dibumikan langsung.Bagian Konduktif Terbuka (BKT)instalasi dihubungkan ke electrode bumi yang secara listrik terpisah dari electrode bumi system tenaga listrik.

Gambar 3.17 Sistem TT

Sistem IT (Sistem Penghantar Pengaman)

Sistem tenaga listrik IT mempunyai semua bagian aktif yang diisolasi dari bumi,atau satu titik dihubungkan ke bumi melalui suatu impedans.Bagian Konduktif Terbuka (BKT) instalasi listrik dibumikan secara independent atau secara kolektif atau ke pembumian system.

(57)

3.9.6 Jenis Elektroda Bumi

Elektroda bumi berdasarkan jenisnya dapat dibagi sebagai berikut :

1) Elektrode pita,ialah electrode yang dibuat dari penghantar berbentuk pita atau berpenampang bulat,atau penghantar pilin yang pada umumnya ditanam secara diangkal,Elektrode ini dapat ditanam sebagai pita lurus,radial,melingkar,jala-jala atau kombinasi dari bentuk tersebut.

Gambar 3.19 Cara Pemasangan Elektrode Pita

2) Elektrode batang ialah electrode dari pipa besi,baja profil,atau batamg logam lainnya yang dipancangkan kedalam tanah.

3) Elektrode pelat,ialah electrode dari bahan logam utuh atau berlubang.Pada umumnya elektride palat ditanam secara dalam. 4) Elektrode lainnya yaitu jaringan pipa air minum dari logam dan

selubung logam kabel yang tidak diisolasi yang langsung ditanam dalam tanah,besi tulang beton atau konstruksi baja bawah tanah lainnya.

3.9.7 Luas Penampang Penghantar Proteksi

Luas penampang penghantar proteksi tidak boleh kurang dari nilai yang tercantum dalam table.Jika penerapan table menghasilkan ukuran yang tidak standar,maka dipergunakan penghantar yang mempunyai luas penampang standar terdekat.

(58)

Nilai dalam table hanya berlaju jika penghantar proteksi dibuat dari bahan yang sama dengan penghantar phasa.Jika bahannya tidak sama,maka luas penampang yang mempunyai konduktans yang ekivalen dengan hasil dari table.

3.10 Arester (Penangkap Petir) 3.10.1 Pendahuluan

Di alam sekitar kita petir terjadi pada awan yang mulai membesar menuju awan badai.Petir terlihat sebagai lompatan bunga api raksasa yang karena begitu besarnya maka ketika melesat menyebabkan badan awan menjadi terang benderang.Suara guruh yang terdengar ketika terjadi petir disebabkan oleh gesekan antara muatan dari awan yang berkecepatan dan berenergi tinggi dengan udara disekitarnya.Gesekan menyebabkan temperature udara pada lintasan yang dilalui menjadi tinggi dalam waktu yang sangat cepat,sehingga udara mengembang dengan cepat dan molekulnya saling bertabrakan menyebabkan bunyi keras.

(59)

3.10.2 Parameter dan Karateristik Gelombang Surja Petir

Parameter dan karateristik surja petir terdiri atas besar arus dan tegangan petir,kecepatan pembangkit serta bentuk gelombang petir tersebut.

3.10.3 Akibat yang Ditimbulkan oleh Sambaran Petir

Petir bias menimbulkan bermacam-macam gangguan yang tidak hanya membahayakan peralatan namun juga bias mengancam keselamatan jiwa manusia baik secara langsung maupun tidak langsung.

Gangguan pada Jaringan dan Instalasi Listrik

Gangguan jenis ini dikelompokan menjadi 2 bagian yaitu sambaran petir mengenai kawat tanah dan sambaran petir mengenai kawat fasa.

Sambaran petir langsung mengenai kawat tanah dapat mengakibatkan hal-hal sebagai berikut:

 Terputusnya kawat tanah.

Arus yang besar menyebabkan panas yang tinggi pada kawat tanah yang dapat melampui kekuatan kawat untuk menahannya.

Naiknya potensial kawat tanah yang diikuti oleh blackflashover ke kawat fasa.Pada saat terjadi sambaran pada kawat tanah,dengan cepat potensialnya main mencapai nilai yang cukup tinggi sehingga dapat mengakibatkan lompatan muatan listrik ke kawat fasa di dekatnya.

 Naiknya potensial pentanaahan menaara transmisi yang menyebabkan bahaya tagangan langkah.

Pada saat petir menyambar permukaan tanah,sejumlah arus petir dilepaskan ke bumi.Jika seorang berdiri didekat titik di mana terjadi sambaran,timbul beda potensial antara kakinya.Beda potensial ini akan mengakibatkan arus mengalir melewati kaki dan mengalir kke

Referensi

Dokumen terkait

Kawat listrik atau kawat penghantar adalah bahan yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik..  1)

Yang dimaksud dengan sistem proteksi tenaga listrik adalah sistem pengaman pada peralatan-peralatan yang terpasang pada sistem tenaga listrik, seperti generator,

Besar tahanan kawat penghantar listrik relatif nilainya kecil, namun jika pada suatu instalasi kita memakai kawat dengan diameter kecil serta memasang beban

Ketidakseimbangan beban sistem distribusi tenaga listrik pada kerja normal dapat mengakibatkan arus yang mengalir pada penghantar netral, sirkulasi arus urutan nol

Yang dimaksud dengan sistem proteksi tenaga listrik adalah sistem pengaman pada peralatan-peralatan yang terpasang pada sistem tenaga listrik, seperti generator,

ADRA GEMILANG SISTEM PENYALURAN TENAGA LISTRIK KE BEBAN KONSUMEN Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan On The Job Training OJT Di Susun Oleh: RAFI PRAYOGA 3204171149

Sambaran petir tidak langsung pada bangunan yaitu petir yang menyambar di luar areal perlindungan dari instalasi penangkal petir yang telah terpasang, kemudian arus petir ini merambat

2.3.1.Penghantar Kabel distribusi Penghantar merupakan bahan yang digunakan untuk menghantarkan tenaga listrik pada sistem saluran udara dari pusat pembangkit ke pusat-pusat beban,