Laporan Praktikum
Praktek Instalasi Penerangan dan Tenaga
Judul Praktikum : Instalasi Penerangan satu lampu,
Satu saklar tunggal, dan satu stop kontak
Nama : Alex Susanto
NIM : 5301413004
Kelompok : I (Satu) Dosenpengampu : Isdiyanto
Laboratorium Teknik Elektro
Universitas Negeri Semarang
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Laboratorium Elektro Instalasi Penerangan satu lampu,
satu saklar tunggal, dan satu stop kontak
Semt: 3 No. 1
Jurusan: Teknik Elekto Waktu: 2 SKS
A. Tujuan
1. Mahasiswa dapat memasang saklar tunggal, fitting dan stop kontak. 2. Mahasiswa dapat memasang pipa instalasi secara benar.
3. Mahasiswa dapat memasang kabel NYA sesuai prosedur.
B. LandasanTeori
Instalasi penerangan adalah rangkaian listrik yang betujuan untuk memenuhi kebutuhan cahaya pada tempat yang diinginkan. Peralatan-peralatan yang dibutuhkan antara lain saklar tunggal, lampu pijar, stop kontak, fitting, kabel dan peralatan pengaman
Circuit Breaker (CB) serta peralatan yang digunakan tersebut harus sesuai dengan standar (SNI,LMK).
a. Saklar
Saklar adalah alat yang digunakan untuk memutuskan dan menyalurkan aliran arus listrik kebeban berupa lampu (instalasi penerangan).Saklar terdiri dari berbagai jenis seperti saklar tunggal, saklar seri, saklar silang / tukar, saklar magnet (kontaktor) dll. Untuk saklar silang dan saklar magnet kebanyakan dipakai untuk perusahaan-perusahaan. Saklar harus terhubung dengan fasa listrik, dan jangan sekali-kali menghubungkan fasa langsung dengan netral atau ground. Penyambungan itu akan menimbulkan hubung singkat.
b. Stop kontak
c. MCB / CB
Miniatur Circuit Breaker (MCB) / Circuit Breaker (CB) adalah peralatan yang digunakan sebagai pengaman untuk menghindari terjadinya lonjakan arus akibat hubungan singkat.
d. Kabel
Kabel yang umum dipakai pada instalasi listrik biasanya menggunakan kabel dengan jenis NYM dan NYA dengan ukuran yang disesuaikan dengan keadaan beban yang terpasang.Biasanya untuk instalasi penerangan digunakan kabel dengan ukuran 1.5 mm, untuk instalasi stop kontak digunakan kabel dengan ukuran 2.5 mm dan untuk pemasangan dari KWH menuju MCB digunakan kabel dengan ukuran 4 mm.
C. ALAT DAN BAHAN
a) Pipa pralon Secukupnya
b) Klem pipa Secukupnya
c) Kabel NYA 2,5 mm Secukupnya
d) Kabel grounding Secukupnya
e) Fitting 1 buah
f) Saklar tunggal 1 buah
g) Stop kontak 1 buah
h) T dos 3 buah
i) Inbowdos 1 buah
j) Obeng plat 1 buah
k) Obeng plus 1 buah
l) Tang kombinasi 1 buah
m) Tang potong 1 buah
n) Tang kupas 1 buah
o) Tespen 1 buah
p) Multimeter 1 buah
E. CARA KERJA RANGKAIAN
Apabila sakelar dalam posisi membuka, maka tegangan listrik akan terputus pada sakelar sehingga menyebabkan lampu padam.
Apabila sakelar dalam posisi menutup, maka lampu ada tegangan dan lampu dialiri arus sehingga lampu menyala.
Apabila sakelar dalam posisi membuka maupun menutup, stop kontak selalu terhubung dengan sumber tegangan dan stop kontak selalu siap untuk digunakan.
F. LANGKAH KERJA PRAKTIKUM
1. Memasang instalasi penerangan sesuai dengan gambar.
2. Memasang pipa instalasi, T dos, dan inbow dos sesuai dengan gambar. 3. Memasukkan kabel instalasi kedalam pipa instalasi yang sudah dipasang.
4. Menyambung kabel instalasi di dalam T dos (apabila kabel perlu disambung atau dicabang).
5. Memasang sakelar tunggal, fitting, dan stop kontak.
6. Menyambung kabel instalasi pada sakelar tunggal, fitting, dan stop kontak. 7. Apabila sudah selesai, melaporkan hasil untuk diperiksa oleh dosen pengampu. 8. Mencoba hasil instalasi oleh dosen pengampu bersama masiswa praktikan. 9. Membersihkan ruang kerja praktikum setelah selesai praktek.
G. HASIL PERCOBAAN
NO Data Pengamatan Belum Sudah Keterangan
1. Pemasangan komponen-komponen yang akan dipasang sesuai dengan gambar kerja
2. Rangkaian yang telah dipasang apakah telah benar
3. Semua bahan telah berfungsi dengan baik
- MCB
- Saklar tunggal - Stop kontak - Lampu
H. KESIMPULAN
1. Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perencanaan bahan-bahan harus dilakukan agar saat melakukan pemasangan instalasi tidak ada bahan yang kurang ataupun kelebihan. Jadi untuk meminimalkan kekurangan atau kelebihan bahan lebih baik dilakukan perencanaan sebelum pemasangan sesuai gambar rangkaian.