• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komponen-komponen Menutup Pelajaran

Dalam dokumen Dasar Proses Pendidikan Matematika 1 (Halaman 98-107)

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

2.3 Komponen-komponen Membuka dan Menutup Pelajaran

2.3.2 Komponen-komponen Menutup Pelajaran

Menutup pelajaran dilakukan pada akhir setiap pelajaran. Sebagaimana hal nya dengan membuka pelajaran, menutup pelajaran, pun perlu dilakukan secara profesional, untuk mendapatkan hasil memuaskan dan menimbulkan kesan yang menyenangkan.untuk kepentingan tersebut kegiatan yang dapat dilakukan guru untuk melakukan pelajaran antara lain:

a. Meninjau kembali

Meninjau kembali pelajaran yang telah disampaikan dapat dilakukan dengan cara

1. merangkum inti pelajaran

merangkum atau menarik suatu kesimpulan yang mengacu pada tujuan yang telah dirumuskan. Kegiatan ini dilakukan untuk memantapkan pokok- pokok materi yang telah disajikan. Kegiatan merangkum dan menarik

kesimpulan dapat dilakukan oleh peserta didik dibawah bimbingan guru, oleh guru atau oleh peserta didik bersama guru.

2. Membuat Ringkasan

Membuat ringkasan merupakan satu cara untuk memantapkan penguasaan siswa terhadap inti pelajaran. Ringkasan dapat dimanfaatkan oleh siswa sebagai catatan ringkas yang dapat dipelajari kembali, baik oleh siswa yang memiliki buku sumber / buku paket maupun yang tidak memilikinya.

b. Mengevaluasi

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran yang telah dikakukan untuk mengetahui apakah tujuan-tujuan yang telah dirumuskan dapat dicapai oleh peserta didik melalui pembelajaran hasil evaluasi dapat digunakan

untuk berbagai kepentingan, untuk memberikan penilaian terhadap peserta didik dan juga sebagai balikan untuk memperbaiki program pembelajaran.

Penilaian dapat dilakukan dengan cara yaitu:

1. Tanya jawab secara lisan yang dilakukan guru kepada siswa secara perorangan,atau kelompok.

2. Mendemonstrasikan keterampilan 3. Mengapukasikan ide baru

4. Menyatakan pendapat tentang masalah yang dibahas

5. Memberikan soal-soal tertulis yang dikerjakan oleh siswa secara tertulis pula.

c. Tindak lanjut

Tindak lanjut merupakan kegiatan yang harus dilakukan peserta didik setelah pembelajaran dilakukan.Kegiatan tindak lanjut perlu diberikan oleh guru agar terjadi pementapan pada diri peserta didik terhadap pencapaian tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.

BAB III

KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan

Membuka pelajaran (set insuction) adalah usaha atau kegiatan yang di lakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan pra-kondisi bagi siswa agar mental maupun perhatiannnya terpusat pada apa yang akan dipelajarinya, sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar.

Menutup pelajaran (closure) adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari oleh siswa, mengetahui tingkat pencapaian siswa dan tingkat keberhasilan guru dalam proses pembelajaran.

Tujuan Membuka Pelajaran

• Menciptakan kondisi siap mental siswa untuk mengikuti pelajaran • Membangkitkan perhatian siswa untuk mengikuti pelajaran

• Memberikan gambaran batasan-batasan tugas atau kegiatan yang harus dilakukan peserta didik

• Memberikan gambaran pengalaman atau kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan peserta didik untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Tujuan Menutup Pelajaran

• Memberi pemahaman yang utuh bagi peserta didik

• Mengetahui tingkat pencapaian hasil pelajaran yang diperoleh peseta didik

• Memberikan tindak lanjut yang diperlukan sesuai hasil membelajaran yang dicapai peserta didik

• Merangkum semua persoalan yang baru dibahas

Demikian uraian mengenai keterampilan membuka dan menutup pelajaran yang harus dikuasai guru untuk meningkatkan kemampuan tersebut harus

berlatih secara efektif dan sistematis. Sebagai pengamat, guru dapat meminta bantuan teman sejawat atau para peserta didik dengan diberi penjelasan dan pengertian seperlunya. Pada akhir pembelajaran guru dapat membuka forum diskusi dengan para pengamat, demi kemajuan peningkatan kemampuannya, guru tidak perlu malu-malu untuk mendapat kritikan dari orang lain, termasuk dari para peserta didik.

DAFTAR PUSTAKA

Abimanyu.2004.Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran.Jakarta:P2LPTK Dikjen Dikti.

Bahri Djamarah, Syaiful.2006.Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT.Rineka Cipta.

Buchori, Alma.2009. Guru Profesional Menguasai Metode dan Terampil Mengajar.Bandung: Alfa Beta.

Hamalik, O. (2004). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT.Bumi Aksara. WWW.ekagurunesama.blogspot.com.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Pada dasarnya pengajaran yang dilakukan oleh lembaga pendidikan menyediakan para tenaga yang mumpuni pada bidangnya, dengan tujuan para siswa terdidik menjadi lebih baik dalam segala hal. Dengan harapan seperti inilah selain karena kemauan belajar dari para murid, tujuan tersebut juga harus ditunjang oleh para pengajar yang terampil dalam segala hal. Pada kegiatan pembelajaran, percakapan akan lebih mendominasi baik antara guru dengan siswa, ataupun siswa dengan siswa. Proses penyampaian materi dari guru kepada siswa sangat penting dilakukan guna memperoleh pemahaman siswa mengenai dalil, hukum dan segala sesuatu yang telah dijelaskan oleh guru. Untuk itu diperlukan keterampilan-keterampilan dasar yang perlu dikuasai oleh seorang guru dalam mengajar. Keterampilan tersebut di antaranya ialah

keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan menjelaskan, keterampilan memberi penguatan, keterampilan mengadakan variasi,

keterampilan bertanya, keterampilan mengelola kelas, keterampilan memimpin diskusi kelompok kecil, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan.

Pada makalah kali ini yang akan dibahas adalah keterampilan

menjelaskan. Keterampilan menjelaskan sangat perlu dipelajari oleh seorang guru, sebab dengan mempelajari keterampilan menjelaskan diharapkan output guru yang dihasilkan nantinya dapat menyampaikan pesan kepada para murid dan dapat diterima oleh akal, pikiran dan perasaaannya masing-masing.

Penyampaian pesan tidaklah mudah, mengingat para siswa memiliki sifat dan pemikiran yang berbeda-beda. Oleh sebab itulah betapa pentingnya mempelajari

segala keterampilan dasar menjelaskan sebelum kita terjun langsung dalam dunia pendidikan.

1.2Rumusan Masalah

1. Apakah pengertian keterampilan menjelaskan?

2. Apakah yang termasuk kedalam komponen-komponen keterampilan menjelaskan?

3. Apa saja prinsip-prinsip keterampilan menjelaskan?

4. Apakah fungsi dari mempelajari keterampilan menjelaskan?

5. Bagaimanakah penerapan keterampilan menjelaskan dalam dunia pendidikan?

1.3Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian keterampilan menjelaskan.

2. Untuk mengetahui komponen-komponen dalam keterampilan menjelaskan. 3. Untuk mengetahui apa saja prinsip-prinsip dalam keterampilan menjelaskan. 4. Agar dapat memahami fungsi dari mempelajari keterampilan menjelaskan. 5. Untuk mengetahui bagaimana penerapan keterampilan menjelaskan dalam

BAB II

PEMBAHASAN

2.1Pengertian Keterampilan Menjelaskan

Keterampilan menjelaskan merupakan aspek yang sangat penting bagi guru dan pengajar lain karena sebagian besar percakapan pembelajaran yang

mempunyai pengaruh besar terhadap pemahaman siswa adalah berupa

penjelasan. Penguasaan keterampilan menjelaskan yang didemonstrasikan guru akan memungkinkan siswa memiliki pemahaman yang mantap tentang masalah yang dijelaskan, serta meningkatnya keterlibatan siswa dalam kegiatan

pembelajaran.

Seorang guru harus dapat menjelaskan berbagai hal kepada peserta

didiknya. Penjelasan yang disampaikan harus sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir peserta didik. Misalnya guru akan menjelaskan konsep. Jika peserta didiknya adalah anak usia TK (4 – 5 tahun) maka dia harus menjelaskan konsep tersebut secara konkret dan nyata.

menjelaskan merupakan aktivitas yang paling sering dilakukan oleh guru dalam menyampaikan informasi. Dalam kegiatan pembelajaran, menjelaskan berarti mengorganisasikan, menyajikan, dan menyampaikan materi

pembelajaran dalam tata urutan yang terencana secara sistematis sehingga dengan mudah dapat dipahami oleh peserta didik.

Maka keterampilan menjelaskan merupakan suatu aspek penting yang harus dimiliki guru, mengingat sebagian besar pembelajaran menuntut guru untuk memberikan penjelasan. Oleh sebab itu keterampilan menjelaskan perlu

ditingkatkan agar suatu pembelajaran dapat mencapai hasil yang optimal. makna menjelaskan dapat dibedakan antara lain:

1. Menyampaikan informasi. 2. Menerangkan Isi.

3. Menjelaskan Isi. 4. Memberi motivasi.

Dalam dokumen Dasar Proses Pendidikan Matematika 1 (Halaman 98-107)

Dokumen terkait