• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komponen Pengendalian Internal

Pengendalian internal Perusahaan terdiri atas lima komponen, yaitu: 1 . Lingkungan Pengendalian (Control environment)

Lingkungan pengendalian adalah tindakan, kebijakan, dan prosedur yang merefleksikan seluruh sikap Direksi, Dewan Komisaris, dan Pemegang Saham tentang pentingnya pengendalian dalam Perusahaan, yang mencakup:

a. Integritas dan nilai etika

Perusahaan menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai integritas dan etika. Integritas dan nilai-nilai etika yang sehat, khususnya dari Direksi, dikembangkan dan dipahami serta menjadi standar perilaku. serta didokumentasikan dalam Pedoman Perilaku (Code of Conduct)

b. Komitmen terhadap kompetensi

Perusahaan menunjukkan komitmen untuk menarik, mengembangkan, dan mempertahankan individu yang kompeten dalam keselarasan dengan tujuan Perusahaan.

c. Partisipasi Dewan Komisaris atau Komite Audit

PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN [Code of Corporate Governance]

122 manajemen dan menjalankan pengawasan terhadap pengembangan dan bekerjanya pengendalian internal.

d. Filosofi dan gaya operasi manajemen

Filosofi manajemen dan gaya operasi membantu pencapaian pengendalian internal yang efektif.

e. Struktur organisasi

Struktur organisasi perusahaan mendukung pengendalian internal yang efektif.

f. Pemberian otoritas dan tanggung jawab

Manajemen dan karyawan diberikan wewenang dan tanggung jawab yang sesuai untuk memfasilitasi pengendalian internal yang efektif. g. Kebijakan dan praktik sumber daya manusia

Kebijakan dan praktik sumber daya manusia didesain dan diimplementasikan untuk memfasilitasi pengendalian internal yang efektif.

Lingkungan pengendalian merupakan fondasi bangunan sistem pengendalian internal. Pengendalian internal tidak mungkin efektif melalui keempat komponen (penaksiran risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan), tanpa lingkungan pengendalian yang efektif.

2. Pengkajian Risiko (Risk assessment)

a. Pengkajian risiko adalah usaha manajemen untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko yang relevan dalam mencapai sasaran, dibangun sebagai dasar untuk menentukan bagaimana risiko akan dikelola.

b. Sasaran Perusahaan harus ditetapkan sebelum identifikasi risiko dilakukan untuk pencapaiannya, dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengelola risiko tersebut.

PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN [Code of Corporate Governance]

123 c. Pengkajian risiko meliputi: Estimasi pentingnya risiko; Menilai likelihood (frekuensi) terjadinya risiko; dampak risiko dan pertimbangan bagaimana risiko harus dikelola.

d. Dalam penaksiran risiko, Perusahaan melakukan hal-hal sebagai berikut: 1) Perusahaan menetapkan tujuan dengan cukup jelas sehingga

memungkinkan identifikasi dan penilaian risiko terkait.

2) Perusahaan mengidentifikasi risiko pencapaian tujuan di seluruh organisasi dan menganalisisnya sebagai dasar penentuan pengelolaan risiko.

3) Perusahaan memperhitungkan potensi kecurangan (fraud) dalam menilai risiko pencapaian tujuan.

4) Perusahaan mengidentifikasi dan menilai perubahan-perubahan yang secara signifikan dapat mempengaruhi sistem pengendalian internal.

3. Aktivitas Pengendalian (Control activities)

a. Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur untuk membantu arahan manajemen dilaksanakan, dan memastikan tindakan-tindakan yang tepat dilakukan untuk mengurangi risiko dalam pencapaian sasaran.

b. Aktivitas pengendalian terdapat di seluruh tingkatan dan seluruh fungsi dalam Perusahaan.

c. Aktivitas pengendalian meliputi antara lain: Persetujuan, Otorisasi yang tepat atas transaksi dan aktivitas, Verifikasi, Rekonsiliasi, Review atas kinerja operasional, Pengamanan aset antara catatan dan fisik, Pemisahan tugas yang memadai, dan Pendokumentasian dan pencatatan yang cukup

d. Dalam aktivitas pengendalian, Perusahaan melakukan hal-hal sebagai berikut:

PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN [Code of Corporate Governance]

124 1) Perusahaan memilih dan mengembangkan aktivitas pengendalian yang turut mengelola risiko pencapaian tujuan pada tingkat yang dapat diterima.

2) Perusahaan memilih dan mengembangkan aktivitas pengendalian umum (general control) atas teknologi untuk mendukung pencapaian tujuan.

3) Perusahaan menerapkan aktivitas pengendalian sebagaimana diwujudkan dalam kebijakan untuk menetapkan apa yang diharapkan, dan prosedur yang relevan untuk menjalankan kebijakan.

4. Informasi dan komunikasi (Information and communication)

a. Informasi dan komunikasi dalam pengendalian internal adalah metode yang dipergunakan untuk mengidentifikasi, mengumpulkan, mengklasifikasi, mencatat dan melaporkan semua aktivitas Perusahaan, serta untuk memelihara akuntabilitas yang berhubungan dengan aktivitas Perusahaan

b. Khusus untuk pelaporan keuangan, transaksi-transaksi harus memuaskan dalam hal eksistensi, kelengkapan, ketepatan, klasifikasi, tepat waktu, serta dalam posting dan mengikhtisarkan.

c. Dalam melakukan evaluasi terhadap informasi dan komunikasi, terdapat 2 (dua) hal yang diperhatikan yaitu:

1) Tentang Informasi:

a) Yaitu bagaimana mendapatkan informasi dari internal dan eksternal, dan menyajikan kepada manajemen laporan yang perlu atas kinerja Perusahaan terkait dengan sasaran yang telah ditetapkan.

PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN [Code of Corporate Governance]

125 b) Yaitu bagaimana menyediakan informasi kepada orang yang tepat secara detil dan tepat waktu agar mereka dapat melaksanakan tanggungjawabnya dengan efektif dan efisien.

2) Tentang Komunikasi:

a) Yaitu kecukupan, kelengkapan dan ketepatan waktu dari informasi yang diterima Perusahaan.

b) Yaitu keterbukaan dan efektifitas dari jalur-jalur komunikasi dengan pengguna jasa, pemasok, dan pihak eksternal lain dalam mengkomunikasikan informasi.

d. Terkait informasi dan komunikasi, Perusahaan melakukan hal-hal sebagai berikut:

1) Perusahaan memperoleh atau menghasilkan serta menggunakan informasi yang relevan dan berkualitas untuk mendukung berfungsinya komponen lain dari pengendalian internal.

2) Perusahaan mengomunikasikan informasi secara internal, termasuk komunikasi atas tujuan dan tanggung jawab pengendalian internal, yang diperlukan untuk mendukung berfungsinya komponen lain dari pengendalian internal.

3) Perusahaan berkomunikasi dengan pihak eksternal tentang hal-hal yang mempengaruhi berfungsinya komponen lain dari pengendalian internal.

5. Pemantauan (Monitoring)

a. Pemantauan adalah proses penilaian oleh orang yang tepat atas desain dan operasional pengendalian dalam waktu yang sesuai, dan pengambilan tindakan yang diperlukan.

b. Pemantauan diterapkan di seluruh aktivitas Perusahaan. c. Pemantauan dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara:

PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN [Code of Corporate Governance]

126 Adalah aktivitas untuk memantau efektifitas pengendalian internal dalam operasional harian Perusahaan, meliputi: aktivitas pengawasan dan manajemen rutin, perbandingan, rekonsiliasi, dan tindakan rutin lainnya.

2) Evaluasi secara terpisah.

Adalah evaluasi atas pengendalian internal yang dilakukan oleh manajemen dan/atau Audit Internal. Pengendalian yang ditujukan terhadap aktivitas yang mempunyai prioritas risiko paling tinggi dan paling kritikal akan dievaluasi lebih sering.

d. Terkait pemantauan, Perusahaan melakukan hal-hal sebagai berikut: 1) Perusahaan memilih, mengembangkan, dan melakukan evaluasi

yang terus-menerus (ongoing) dan/atau terpisah untuk memastikan apakah komponen-komponen pengendalian internal ada dan berfungsi.

2) Perusahaan mengevaluasi dan mengomunikasikan kelemahan pengendalian internal secara tepat waktu kepada pihak-pihak yang sesuai dan bertanggung jawab untuk mengambil tindakan korektif, termasuk manajemen senior dan Direksi.

Dokumen terkait