2.4 Gigi Tiruan Lepasan
2.4.6 Komponen yang Perlu Diperhatikan dalam Pembuatan Gigi Tiruan
1. Basis/Landasan Gigi Tiruan
Basis geligi tiruan sering disebut juga dengan dasar atau sadel yang merupakan bagian yang menggantukan tulang alveolar yang sudah hilang dan berfungsi mendukung gigi tiruan. Adapun fungsi fungsi lainnya, yaitu : 1) Mendukung gugu (elemen) tiruan
2) Menyalurkan tekanan oklusal ke jaringan pendukung, gigi penyangga atau linggir sisa
3) Memenuhi faktor estetik
4) Memberikan stimulasi kepada jaringan yang berada dibawah dasar geligi tiruan
5) Memberkan retensi dan stabilisasi Basis dapat digolongkan menjadi :
2) Basis dukungan jaringan atau kombinasi atau berujung bebas (free end) Pada basis dukungan gigi, tekanan oklusal secara langsung disalurkan kepada geligi penyangga melalui kedua sandaran oklusal. Selain fungsi tadi, basis bersama-sama elemen tiruan berfungsi pula mencegah migrasi horizontal gigi tetangga serta migrasi vertikal gigi antagonis. Kasus dengan basis dukungan gigi ini jarang membutuhkan tindakan relining di kemudian hari. Sedangkan pada kasus berujung bebas, bagian basis yang berdekatan dengan gigi penyangga akan mendapatkan dukungan dari basis tersebut, sedangkan bagian yang jauh akan didukung dengan jaringan linggir sisa yang berada dibawah geligi tiruan. Dukungan jaringan ini penting, agar tekanan kunyah dapat disalurkan ke permukaan yang lebih luas, sehingga tekanan per satuan luas menjadi lebih kecil.
2. Retainer/Cengkram/Klamer/Cangkolan
Penahan atau retainer adalah bagian dari gigi geligi tiruan sebagian lepasan yang berfungsi memberikan retensi dan karenanya mampu menahan protesa tetap pada tempatnya. Penahan ini dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu penahan langsung (direct retainer) yang berkontak langsung dengan permukaan gigi penyangga dapat berupa cengkram atau kaitan presisi. Kelompok kedua adalah penahan tidak langsung (indirect retainer) yang memberikan retensi untuk melawan gaya yang cenderung melepas protesa ke arah oklusal dan bekerja pada basis. Retensi tak langsung ini didapatkan dengan cara memberikan retensi pada sisi berlawanan dari garis fulkrum.
Kemampuan menahan gaya ini diperoleh dengan satu atau berbagai cara, diantaranya :
1) Cengkram 2) Kaitan presisi
3) Gesekan (friksi), antara tepi geligi tiruan dengan gigi
4) Adhesi berupa ikatan antara basis dengan saliva dan saliva dengan mukosa, serta Kohesi yang berupa ikatan antara saliva dengan saliva itu sendiri
5) Tekanan atmosfir
6) Bagian basis yang melewati daerah gerong gigi
7) Bagian basis yang melewati daerah gerong jaringan lunak 8) Pembentukan tepi jaringan pada permukaan poles protesa 9) Gaya gravitasi
10)Retensi tak langsung Cengkram
Cengkram sendiri dapat digolongkan berdasarkan beberapa pertimbangan berikut ini :
1) Menurut konstruksinya :
a. Cengkram tuang atau cor ( cast clasp ) b. Cengkram kawat ( wrought wirl clasp ) c. Cengkram kombinasi ( combination clasp ) 2) Menurut desainnya :
b. Cengkram batang
3) Menurut arah datangnya lengan : a. Cengkram oklusal
b. Cengkram gingival
Adapun prinsip yang harus diperhatikan dalam pembuatan cengkram, diantaranya:
1) Pemelukan, dimana cengkram harus memeluk permukaan gigi lebih dari 180ᵒ tetapi kurang dari 360ᵒ
2) Pengimbangan, dapat diartikan sebagai kemampuan suatu bagian geligi tiruan untuk mengimbangi atau melawan gaya yang ditimbulkan oleh bagian-bagian lain.
3) Retensi, biasanya diberikan dengan lengan retentif, karena ujung lengan ini ditempatkan pada daerah gerong.
4) Stabilisasi, merupakan gaya untuk melawan pergerakan geligi tiruan dalam arah horizontal.
5) Dukungan, cengkram harus sanggup melawan gaya oklusal atau vertikal yang terjadi pada waktu berfungsi atau mastikasi.
6) Pasifitas. Lengan retentif pada daerah gerong harus bersifat pasif, sehingga tidak menekan gigi.
Bagian-bagian cengkram dan fungsinya:
Cengkram merupakan penahan langsung ekstra koronal dan berfungsi menahan, mendukung, dan menstabilkan geligi tiruan sebagian lepasan. Secraa struktural, cengkram terdiri dari bagian-bagian :
1) Badan cengkram (body), terletak antara lengan dan sandaran oklusal 2) Lengan cengkram (arm), terdiri dari bahu dan terminal
Lengan retentif berfungsi untuk :
a. Melawan pergerakan geligi tiruan ke arah vertikal
b. Menetralisasi gaya yang akan memiringkan gigi penyangga c. Stabilisasi protesa
3) Bahu cengkram (shoulder), bagian lengan yang berada di atas garis survei, biasanya tegar
4) Ujung lengan (terminal), bagian ujung lengan cengkram
5) Sangdaran (rest) , bagian yang bersandar pada permukaan oklusal/insisal gigi penahan
6) Konektor minor (minor connector), bagian yang menyatukan cengkram dengan krangka logam geligi tiruan
Gambar 2. 16 Gambar bagian bagian cengkram 3. Sandaran/Rest
Sandaran merupakan bagian geligi tiruan yang bersandar pada permukaan gigi penyangga dan dibuat dengan tujuan memberikan dukungan vertikal pada protesa. Sandaran dapat ditempatkan pada permukaan oklusal premolar dan molar atau permukaan lingual gigi anterior. Supaya dapat berfungsi dengan efektif, sandaran harus ditempatkan pada permukaan gigi yang sengaja di preparasi.
Sandaran untuk gigi posterior dapat berupa sandaran oklusal, sandaran internal, sandaran onlay dan sandaran kail. Untuk gigi anterior, sandaran dapat berupa sandaran singulum, sandaran insisal, sandaran restorasi, dan bahu lingual sirkumferensial.
4. Konektor/Connector
(Nadiya Sudiyasari 160110150102) 1) Konektor Utama (Major Connector)
Konektor utama merupakan bagian geligi tiruan sebagian lepasan yang menghubungkan bagian protesa yang terletak pada salah satu sisi rahang dengan yang ada pada sisi lainnya. Supaya dapat berfungsi dengan baik, bagian ini harus memenuhi beberapa persyaratan berikut ini :
a. Konektor harus tegar (rigid)
Supaya gaya-gaya yang bekerja pada protesa dapat disalurkan ke seluruh bagian atau daerah gigi pendukung maka konekteor harus bersfifat rigid. Karena ketegarannya, konektor utama dapat mengimbangi gaya torsional yang akan disalurkan kepada gigi penyangga sebagai gaya ungkit.
b. Lokasinya diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pergerakan jaringan
Konektor harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu atau menyebabkan tergesernya mukosa dan gingiva. Pada bagian yang memiliki torus palatinus, sebaiknya konektor diberi rilif agar tidak terganggu pada saat dimasukkan dan di keluarkan.
c. Bagian Perifer konektor utama harus terletak cukup jauh dari tepi gingiva
Tepi batang lingual paling sedikit harus terpisah 3 mm dari tepi gingiva. Pada rahang atas, tepi konektor utama minimal 6 mm dan sebaiknya dibuat sejajar dengan lengkung gigi.
d. Kontur bagian perifer konektor harus dibentuk membulat dan tidak tajam
Hal ini bertujuan agar lidah atau pipi tidak terganggu.
Gambar 2. 18 Jarak Perifer tepi konektor utama rahang atas
(1) Konektor Utama Rahang Atas a. Batang Palatal Tunggal
Diletakkan pada bagian tengah palatum, konektor ini dapat diadaptasi penderita dengan baik, karena itu jarang ada keluhan. Karena terletak pada jaringan yang komprensibilitasnya rendah, jarang terjadi ayunan antero- posterior pada penggunaan batang palatal tunggal ini.
Indikasi pemakaian :
Kehilangan 1 atau 2 gigi tiap sisi lengkung rahang Daerah tak bergigi berujung tertutup
Kebutuhan dukungan palatum minimal
b. Plat Palatal Bentuk U
Supaya tegar, konektor ini harus dibuat cukup tebal, pada hal ini akan mengurangi kebebasan gerakan lidah. Sebaliknya bila kurang tebal, jadi fleksibel dan bila tak ada gigi pendukung posterior maka akan terjadi trauma pada linggir sisa.
Indikasi Pemakaian :
Kehilangan satu atau lebih gigi anterior/posterior atas Adanya torus palatinus luas
Perlunya splin gigi anterior
Gambar 2. 20 Plat palatal bentuk U c. Batang Palatal Ganda
Merupakan pilihan yang utama untuk maksilla dengan torus palatinus yang bergerong, banyak lobulinya, dan masif atau membesar ke posterior sehingga tidak dapat dilakukan penutupan palatum penuh.
Indikasi :
Semua kelas Kennedy, tetapi lebih sering kelas II dan IV Gigi penyangga anterior dan posterior terpisah jauh
Gambar 2. 21 Batang palatal ganda
d. Plat Palatal Penuh
Plat ini dapat dibuat tipis dan menyeluruh menutupi palatum sehingga mirip permukaan aslinya, bentuk yang sesuai anatomi palatum ini menambah ketegaran, meskipun konektor ini dibuat sangat tipis.
Indikasi :
Kelas I dan II Kennedy
Gambar 2. 22 plat palatal penuh
(2) Konektor Utama Rahang Bawah a. Batang Lingual
Merupakan bentuk yang paling sederhana. Tepi inferiornya tidak boleh mengganggu frenulum lingualis dan M. Genioglossus pada saat mulut bergerak.
Gambar 2. 23 Batang Lingual
b. Batang Lingual Ganda
Berfungsi sebagai indirect retainer, stabilisasi, serta pemberi dukungan karena menyalurkan tekanan kunyah pada semua gigi yang dilewatinya.
Indikasi :
Sebagai retensi tak langsung dengan syarat gigi depan bebas perawatan periodontal
Gambar 2. 24 Batang lingual ganda
Pada pemakaian plat ini, konektor harus dikeluarkan dari mulut minimal 8 jam dalam sehari semalam demi kebersihan. Plat lingual ini merupakan penahan tak langsung dan stabilitator yang baik.
Gambar 2. 25 Plat lingual
d. Batang Labial
Jenis konektor ini jarang dipakai kecuali sudah tidak ada cara atau pilihan lain, misalnya pada gigi yang terlalu miring ke lingual sehingga bentuk konvensional tidak dapat digunakan.
Gambar 2. 26 Batang labial
2) Konektor Minor
Konektor minor merupakan bagian geligi tiruan sebagian lepasan yang menghubungkan konektor utama dengan bagian lain, misalnya suatu
penahan langsung atau sandaran oklusal dihubungkan dengan konektor utama melalui suatu konektor minor.
Gambar 2. 27 Konektor Minor 5. Elemen Gigi Tiruan
Elemen atau gigi tiruan merupakan bagian gigi geligi tiruan sebagian lepasan yang berfungsi menggantikan gigi asli yang hilang.
2.5 Gigi Penyangga
(Nadiya Sudiyasari 160110150102)
Gigi Abutment atau gigi penyangga adalah gigi asli atau akar yang telah di preparasi untuk penempatan retainer dan komponen yang mendukung gigi tiruan tersebut. Pada penentuan gigi penyangga, juga dipertimbangkan macam-macam dukungan yang digunakan oleh gigi tiruan, yaitu :
1. GTSL dukungan gigi
Dukungan diperoleh dari gigi dengan pertimbangan gigi pendukungnya masih kuat, sehat, dan baik. Sadel tidak panjang dan jumlah sadel tidak banyak. GTSL dukungan gigi asli masih dianggap merupakan dukungan paling baik karena terdapat penahan langsung pada kedua ujung daerah tidak bergigi dan tidak terjadi pergerakan protesa ke arah jaringan lunak sehingga tidak menimbulkan trauma pada jaringan dibawahnya.
2. GTSL dukungan jaringan
Dukungan diperoleh dari jaringan mukosa. Dukungan ini dipilih dengan pertimbangan penyaluran gaya oklusal ke mukosa atau jaringan pendukung. Jaringan mukosa dibawah sadel harus sehat dan cukup tebal, tulang alveolar dibawah sadel harus padat dan sehat, serta tidak ada penyakit sistemik pasien yang berkaitan dengan resorpsi tulang yang progresif.
3. GTSL dukungan kombinasi
Dukungan diperoleh dari gigi asli dan jaringan mukosa. Cara-cara yang dapat ditempuh untuk maksud tersebut antara lain pengurangan gaya oklusal, penyaluran gaya oklusal pada gigi penyangga dan mukosa melalui cetakan fungsional, serta penempatan sandaran menjauhi basis dan perluasan basis distal.
Gambar 2. 28 Dukungan GTSL
Syarat-syarat Pemilihan Gigi Penyangga
• Gigi harus cukup kuat.
• Bentuk mahkota sedapat mungkin sesuai dengan macam klamer yang digunakan.
• Kedudukan gigi tersebut hendaknya tegak lurus dengan proc. alveolaris.
• Gigi tersebut masih vital atau tidak mengalami perawatan.
• Bila membutuhkan dua klamer atau lebih maka hendaknya dipilihkan gigi yang letaknya sejajar.