• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komposisi, Pengertian dan Macam Bentuk Piramida Penduduk

Dalam dokumen Modul Guru Pembelajar IPA SMP Kompetensi F (Halaman 180-185)

83 10) Zat Adsorben

KEGIATAN PEMBELAJARAN 4: DAMPAK LEDAKAN PENDUDUK KELOMPOK KOMPETENSI F

B. Indikator Pencapaian Kompetens

1. Komposisi, Pengertian dan Macam Bentuk Piramida Penduduk

KEGIATAN PEMBELAJARAN 4: DAMPAK LEDAKAN PENDUDUK KELOMPOK KOMPETENSI F

95

Sensus penduduk yang diadakan 10 tahun sekali oleh pemerintah kita, bukan hanya menghitung jumlah penduduk saja tetapi juga mendata tentang umur penduduk, jenis kelamin penduduk, tingkat pendidikan penduduk, jenis mata pencaharian dan sebaginya. Kesemuanya ini menunjukkan susunan penduduk atau komposisi penduduk dinegara kita pada tahun tersebut. Komposisi penduduk suatu Negara dapat dibagi menurut komposisi tertentu, misalnya komposisi penduduk menurut umur, menurut tingkat pendidikan, menurut pekerjaan dan sebagainya.

Komposisi penduduk adalah pengelompokan atau susunan penduduk suatu negara atau suatu wilayah berdasarkan kriteriakriteria tertentu. Contoh komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk berdasarkan usia/umur, jenis kelamin, mata pencaharian, agama, bahasa, pendidikan, tempat tinggal, jenis pekerjaan, dan lain-lain.

Oleh karena itu, dengan mengetahui komposisi penduduk, dapat dibuat pertimbangan yang logis, matang, dan bermakna sehingga tidak menimbulkan adanya kesalahan (bias) dalam pengambilan keputusan ataupun penenentuan kebijaksanaan dalam pelaksanaan pembangunan. Berikut ini akan dijelaskan mengenai komposisi penduduk berdasarkan usia dan jenis kelamin.

Komposisi penduduk berdasarkan usia/umur dapat dibuat dalam berbagai bentuk antara lain berdasarkan usia produktif dan usia nonproduktif, misalnya: usia 0–14 (usia belum produktif), 15–64 (usia produktif), dan usia >65 (tidak produktif).

Komposisi penduduk berdasarkan usia produktif dan nonproduktif dapat digunakan untuk menghitung angka ketergantungan (dependency ratio). Angka ini sangat penting diketahui karena dapat memperkirakan beban tiap penduduk nonproduktif untuk menopang kebutuhan hidupnya.

Permasalahan dalam komposisi penduduk lainnya adalah apabila jumlah penduduk dengan usia di bawah 15 tahun dan usia di atas 65 tahun jumlahnya lebih besar dibandingkan usia produktif (15-65 th). Hal tersebut dapat menyebabkan penduduk usia produktif menanggung

PPPPTK IPA

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

KEGIATAN PEMBELAJARAN 4: DAMPAK LEDAKAN PENDUDUK KELOMPOK KOMPETENSI F

96

hidup seluruh penduduk usia nonproduktif. Penduduk usia produktif akan terbebani oleh penduduk yang tidak berkualitas untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi mereka sendiri, keluarga, maupun masyarakat.

Semakin besar angka ketergantungan, akan semakin besar beban penduduk dalam menopang kehidupan. Hal ini biasanya terjadi di negara berkembang dan terbelakang, dimana angka ketergantungan umumnya masih besar. Artinya jumlah penduduk usia non produktif jumlahnya masih besar, sehingga penduduk usia produktif harus menanggung kehidupan penduduk usia non produktif yang jumlahnya lebih banyak. Sebaliknya, jika semakin kecil angka ketergantungan, akan semakin kecil beban dalam menopang kehidupan penduduk usia nonproduktif.

Selain mempelajari angka ketergantungan, hal penting yang perlu kita ketahui adalah bonus demografis. Apakah yang dimaksud dengan bonus demografis? Bonus demografis adalah keadaan dimana komposisi penduduk kita sangat menguntungkan dari sisi pembangunan karena jumlah penduduk usia kerja atau usia produktif cukup besar, sedang penduduk usia muda semakin sedikit dan penduduk usia lanjut belum banyak.

Bonus demografis yang dianugerahkan kepada bangsa Indonesia, khususnya pada periode 2010-2035 adalah berupa penduduk usia produktif yang jumlahnya cukup besar. Penduduk usia produktif jumlahnya mencapai sekitar 70% atau mencapai 160-180 juta jiwa pada 2020, sedang yang 30% nya adalah penduduk yang tidak produktif (usia kurang dari 15 tahun dan usia lebih dari 65 tahun).

Jika kelompok usia produktif ini memiliki kompetensi yang memadai sesuai dengan yang dubutuhkan, maka akan menjadi potensi sumberdaya manusia yang sangat berarti bagi pembangunan bangsa dan negara. Tetapi apabila kelompok ini tidak/kurang memiliki kompetensi yang diperlukan untuk pembangunan, maka kelompok ini

KEGIATAN PEMBELAJARAN 4: DAMPAK LEDAKAN PENDUDUK KELOMPOK KOMPETENSI F

97

justru akan menjadi beban yang luar biasa berat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Dengan mengetahui komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin, dapta disusun/dibuat apa yang disebut piramida penduduk, yaitu grafik susunan penduduk menurut umur dan jenis kelamin pada saat tertentu dalam bentuk pyramid. Golongan laki-laki ada disebelah kiri dan perempuan disebelah kanan. Garis aksisnya (vertical) menunjukkan interval umur dan gari horisontalnya menunjukna jumlah atau prosentasi.

Berdasarkan komposisinya piramida penduduk dibedakan atas :

a) Penduduk muda yaitu penduduk dalam pertumbuhan, alasannya lebih besar dan ujungnya runcing, jumlah kelahiran lebih besar dari jumlah kematian

Gambar 4.1. Piramida Penduduk Muda

Ciri-ciri komposisi penduduk ekspansif antara lain sebagai berikut.

 Jumlah penduduk usia muda (0–19 tahun) sangat besar, sedangkan usia tua sedikit.

 Angka kelahiran jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka kematian.

PPPPTK IPA

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

KEGIATAN PEMBELAJARAN 4: DAMPAK LEDAKAN PENDUDUK KELOMPOK KOMPETENSI F

98

 Sebagian besar terdapat di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Republik Rakyat Cina, Mesir, dan India.

b) Bentuk piramida stasioner, disini keadaan penduduk usia muda, usia dewasa dan lanjut usia seimbang, pyramid penduduk stasioner ini merupakan idealnya keadaan penduduk suatu Negara.

Gambar 4.2. Piramida Penduduk Stasioner (Bentuk Granat)

Ciri-ciri komposisi penduduk stasioner antara lain sebagai berikut.

 Perbandingan jumlah penduduk pada kelompok usia muda dan dewasa relatif seimbang.

 Tingkat kelahiran umumnya tidak begitu tinggi, demikian pula dengan angka kematian relatif lebih rendah.

 Pertumbuhan penduduk kecil.

 Terdapat di beberapa negara maju antara lain Amerika Serikat, Belanda, dan Inggris.

c) Piramida penduduk tua, yaitu piramida pendduk yang menggambarkan penduduk dalam kemunduran, pyramid ini menunjukkan bahwa penduduk usia muda jumlanya lebih kecil dibandingkan dengan penduduk dewasa, hal ini menjadi masalah karena jika ini berjalan terus menerus memungkinkan penduduk akan

KEGIATAN PEMBELAJARAN 4: DAMPAK LEDAKAN PENDUDUK KELOMPOK KOMPETENSI F

99

menjadi musnah karena kehabisan. Disini angka kelahiran lebih kecil dibandingkan angka kematian.

Gambar 4.3. Piramida Penduduk Tua (Constructive)

Ciri-ciri komposisi penduduk konstruktif antara lain sebagai berikut.

 Jumlah penduduk usia muda (0–19 tahun) dan usia tua (di atas usia 64 tahun) sangat kecil.

 Jumlah penduduk yang tinggi terkonsentrasi pada ke lompok usia dewasa.

 Angka kelahiran sangat rendah, demikian juga angka kematian.

 Pertumbuhan penduduk sangat rendah mendekati nol, bahkan pertumbuhan penduduk sebagian mencapai tingkat negatif.

 Jumlah penduduk cenderung berkurang dari tahun ke tahun.

 Negara yang berada pada fase ini, antara lain Swedia, Jerman, dan Belgia.

Dalam dokumen Modul Guru Pembelajar IPA SMP Kompetensi F (Halaman 180-185)