• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II URAIAN TEORITIS

II.2 Komunikasi Antar Pribadi

Kehidupan manusia ditandai dengan pergaulan diantara manusia dalam keluarga, lingkungan masyarakat, sekolah, tempat kerja dan organisasi sosial yang semuanya ditunjukkan tidak saja pada derajat pergaulan, frekuensi bertemu, jenis relasi dan mutu dari interaksi mereka satu dengan yang lainnya. Proses pengaruh mempengaruhi ini merupakan suatu proses yang bersifat psikologis dan juga merupakan permulaan dari ikatan psikologis antar manusia yang memiliki suatu pribadi dan memberikan peluang terbentuknya suatu kebersamaan dalam kelompok yang merupakan tanda adanya proses sosial.

Komunikasi antarpribadi sebenarnya merupakan suatu proses sosial dimana orang – orang yang terlibat didalamnya saling mempengaruhi. Sebagaimana yang diungkapkan oleah Dean C. Barnlud (Liliweri,1991:12) bahwa komunikasi antar pribadi biasanya dihubungkan dengan pertemuan antara dua orang, atau tiga orang atau mungkin empat orang yang terjadi secara sangat spontan dan tidak berstruktur. Sedangkan Joseph A. Devito (Cangara, 2002:60) mendefenisikan komunikasi antar

pribadi sebagai proses pengiriman dan penerimaan pesan – pesan antara dua orang atau diantara sekelompok kecil orang – orang dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika.

Ciri – ciri komunikasi antarpribadi

Menurut Dean C.Barnlund (Liliweri, 1991:13) ada beberapa ciri yang bisa diberikan untuk mengenal komunikasi antarpribadi, yaitu :

1. Komunikasi antarpribadi terjadi secara spontan. 2. Tidak mempunyai struktur yang teratur atau diatur. 3. Terjadi secara kebetulan.

4. Tidak mengejar tujuan yang telah direncanakan terlebih dahulu. 5. Identitas keanggotaannya kadang – kadang kurang jelas

6. Bisa terjadi hanya sambil lalu saja.

Reardon (Liliweri, 1991:13) juga mengemukakan bahwa komunikasi antar pribadi mempunyai paling sedikit enam cirri, yaitu:

1. Dilaksanakan karena adanya berbagai factor pendorong.

2. Berakibat sesuatu yang disengaja maupun yang tidak disengaja. 3. Kerapkali berbalas – balasan.

4. Mempersyaratkan adanya hubungan ( paling sdikit dua orang ) antar pribadi. 5. Suatu hubungan harus bebas, bervariasi dan adanya keterpengaruhan.

6. Menggunakan bebagai lambnag – lambing bermakana.

Dengan demikian dapat dirumuskan bahwa komunikasi antarpribadi mempunyai cirri – cirri sebagai berikut :

1. Spontan dan terjadi sambil lalu.

3. Terjadi scara kebetulan diantara peserta yang tidak mempunyai identitas jelas. 4. Mempunyai akibat yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

5. Kerapkali berbalas – balasan.

6. Mempersyaratakan adanya hubungan paling sedikit dua orang dengan suasana yang bebas, bervariasi dan adanya keterpengaruhan.

7. Hasil membuahkan hasil.

8. Menggunakan lambing – lambing bermakna.

Sifat – sifat komunikasi antarpribadi

Ada tujuh sifat yang menunjukkan bahwa suatu komunikasi antara dua orang merupakan komunikasi antarpribadi yang terangkum dari pendapat – pendapat Reardon, Effendy, Potter dan Samovar.

Sifat – sifat komunikasi antar pribadi :

1. Komunikasi antarpribadi melibatkan didalamnya perilaku verbal maupun non verbal.

2. Komunikasi antarpribadi melibatkan perilaku yang spontan, scripted dan contrived. 3. Komunikasi antarpribadi sebagai suatu proses yang berkembang.

4. Komunikasi antarpribadi harus menghasilkan umpan balik, mempunyai interaksi dan koherensi.

5. Komunikasi antarpribadi biasanya diatur dengan tata aturan yang bersifat intrinsik dan extrinsik.

6. Komunikasi antarpribadi menunjukkan adanya suatu tindakan. 7. Komunikasi antarpribadi merupakan persuasi antar manusia.

Jenis – jenis komunikasi antarpribadi

Secarra teoritis, komunikasi antarpribadi diklasifkasikan menjadi dua jenis menurut sifatnya, yaitu :

1. Komunikasi diadik ( dyadic communication )

Komunikasi diadik adalah komunikasi antarpribadi yang berlangsung antar dua orang, yakni seorang bertindak sebagai komunikator yang menyampaikan pesan dan seorang lagi bertindak sebagai komunikan yang menerima pesan. Oleh karena pelaku komunikasinya terdiri dari dua orang, maka dialog yang terjadi berlangsung secara intens. Komunikator memusatkan perhatiannya hanya kepada dirikomunikan seorang saja.

2. Komunikasi triadik ( triadic communication )

Komunikasi triadik adalah komunikasi antarpribadi yang pelakunya terdiri dari tiga orang, yakni seorang komunikator dan dua orang komunikan. Apabila dibandingkan dengan komunikasi diadik, maka komunikasi diadik lebih efektif karena komunikator memusatkan perhatiannya hanya kepada seorang komunikan, sehingga ia dapat menguasai frame of reference komunikan sepenuhnya. Akan tetapi, bila dibandingkan dengan bentuk – bentuk komunikan lainnya, misalnya komunikan kelompok dan komunikasi massa, komunikasi triadik lebih efektif dalam kegiatan mengubah sikap, opini atau perilaku komunikan.

II.3 Teori S – O – R

Pada awalnya teori ini dikenal sebagai model stimulus – respon, akan tetapi kemudian De Fleur menambahkan organisme dalam bagiannya sehingga menjadi S-O-R. Unsur – unsur dasar dalam teori ini terdiri dari stimulus, yakni ransangan atau

dorongan berupa pesan, Organism, yakni manusia atau seorang penerima (receiver), respon yaitu reaksi, efek, pengaruh atau tanggapan.

Teori S-O-R merupakan singkatan dari Stimulus-Organism-Response yang semula berasal dari psikologi. Selanjutnya menjadi teori komunikasi, Karena objek material dari psikologi dan ilmu komunikasi adalah sama, yaitu manusia yang jiwanya meliputi komponen – komponen : sikap, prilaku, kognisi, afeksi dan konasi.

Menurut teori ini, efek yang ditimbulkan adalah reaksi khusus terhadap stimulus khusus, sehingga seseorang dapat mengharapkan dan memperkirakan kesesuaian antara pesan dan reaksi komunikan ( Effendy, 2003:254 ). Adapun unsure – unsure yang terdapat dalam teori S-O-R adalah:

a. Pesan ( stimulus ) b. Komunikan ( organism ) c. Efek ( response )

Hovland, Janis, dan Kelley ( Effendy, 2003:254 ) yang menyatakan bahwa dalam menelaah sikap yang baru terdapat tiga variable penting yaitu: perhatian, pengertian dan penerimaan.

Sumber : ( Effendy, 2003:254 ) Stimulus Organism - Perhatian - Pengertian - Penerimaan Response ( Perubahan Sikap )

Gambar diatas menunjukkan bahwa perubahan sikap bergantung pada proses yang terjadi pada individu. Stimulus atau pesan yang disampaikan kepada komunikan mungkin ditolak. Komunikasi akan terus berlangsung jika ada perhatian dari komunikan. Proses berikutnya komunikan mengerti. Kemampuan komunikan inilah yang melanjukan proses berikutnya. Setelah komunikan mengolahnya dan menerimanya, maka terjadilah kesediaan untuk mengubah sikap.

Dalam prinsip S-O-R secara gambling dijelaskan tentang sebuah proses belajar dimana efek adalah suatu reaksi khusus yang timbul akibat stimulus tertentu. Artinya, bahwa orrang – orang dapat memprediksi keterkaitan yang erat antara pesan – pesan yang disampaikan terhadap reaksi yang tmbul dari diri penerima akibat pesan tersebut.

Apabila teori ini dikaitkan dengan penelitian yang dlakukan yaitu mengenai efektifitas customer service Nokia terhadap kepuasan pelanggan, maka dapat dikemukakan hubungan sebagai berikut:

1. Stimulus ( pesan )

Adapun yang menjadi stimulus dalam penelitian ini adalah efektivitas customer

service care nokia di Medan Fair Plaza

2. Organism ( komunikan )

Komunikan dalam penelitian ini adalah pelanggan yang menggunakan ponsel Nokia dan mengunjungi customer service care nokia di Medan Fair Plaza minimal dua kali.

3. Response ( efek )

Response yang ditimbulkan oleh stimulus yaitu berupa kepuasan pelanggan yang mendapatkan pelayanan dari customer service care Nokia.

Berdasarkan efektivitas customer service care Nokia dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan maka akan dilihat kepuasan yang timbul dari pelanggan tersebut.

Dokumen terkait