Tahun 2010- 2010-2014 Indikator
2.3.1.24. Komunikasi dan Informatika
Peningkatan SDM
pengelola kearsipan 2 Keg 1 0 3 3
Sumber : LKPJ Akhir Masa Jabatan Bupati Bintan Tahun 2010-2015
2.3.1.24. Komunikasi dan Informatika
Jumlah jaringan komunikasi sudah mencapai target yaitu 6 provider (XL, 3, Telkomsel, Indosat, Axis,Smart Fren). Sementara itu, rasiojumlah jaringan komunikasi telah mencapai target yaitu 1,35. Jumlah Jaringan yang dimaksud adalah Jaringan Telkom.
Rasio warnet/wartel terhadap 10.000 penduduk belum tercapai yaitu 1,1, dikarenakan masyarakat sudah banyak yang menggunakan telepon seluler serta berlangganan wifi (internet), sehingga cenderung usaha warnet / wartel berkurang.
Jenis surat kabar nasional/lokal yang ada seperti Haluan Kepri, Batam Pos, Tanjung Pinang Pos, Kompas, dan sebagainya mengalami peningkatan jumlahnya. Pada tahun 2014, jumlah surat kabar nasional yang beredar mencapai 15 jenis dan surat kabar lokal sebanyak 45 jenis.
Jumlah penyiaran radio/TV lokal/nasional yang melakukan penyiaran di Bintan terus bertambah seiring kemajuan teknologi dan informasi saat ini perusahaan penyiaran lokal yang beroperasi di Kabupaten Bintan adalah : Bintan TV/Bintan Radio, Batam TV, Kepri TV, TVRI, AN TV. Web site milik pemerintah daerah juga mengalami perkembangan, dari 16 situs menjadi 20 situs pada tahun 2014.
Tabel 2.85.
Perkembangan Indikator Kinerja Komunikasi dan Informatika Tahun 2010-2014
N
o 1 Jumlah jaringan Indikator Kinerja 2010 2011 2012 2013 2014
komunikasi
6 Provider 6 Provider
6 Provider 6 Provider 6 Provider 2 Rasio Jumlah jaringan
komunikasi 1,14 0,05 0,046 0,046 1,35 3 Rasio wartel/warnet terhadap 10.000 penduduk 3,5 0,8 0,64 0,64 1,1
4 Jumlah surat kabar nasional/lokal 6 /13 Jenis 10/30 10/30 8/44 15/45 5 Jumlah penyiaran radio/TV lokal/nasional 0 /2/9 Jenis 0 /1/0 0 /1/0 7/10/1 6/2/10
6 Web site milik pemerintah daerah
16 Situs 16 16 20 20
Sumber : LKPJ Akhir Masa Jabatan Bupati Bintan Tahun 2010-2015
2.3.1.25. Perpustakaan
Kabupaten Bintan belum mempunyai Perpustakaan Daerah yang representatif. Jumlah pengunjung perpustakaan se-Kabupaten Bintan baik Perpustakaan
berjumlah 16.987 pengunjung. Sementara itu, koleksi buku perpustakaan daerah Kabupaten Bintan hingga tahun 2014 berjumlah 16.386 buku.
Tabel 2.86.
Perkembangan Jumlah Perpustakaan dan Koleksi Buku Tahun 2010-2014 N o Indikator Kinerja 2010 2011 2012 2013 2014 1 Perkembangan Jumlah Taman Bacaan/Perpustakaan Kelurahan dan Desa
25 31 36 35 35
2 Perkembangan Koleksi Buku yang tersedia di Perpustakaan Daerah
8.405 11.608 15.511 15.511 16.386
Sumber : LKPJ Akhir Masa Jabatan Bupati Bintan Tahun 2010-2015
2.3.2. Fokus Layanan Urusan Pilihan 2.3.2.1. Pertanian
a. Kontribusi Sektor Pertanian/Perkebunan terhadap PDRB
Pada tahun 2010 Kontribusi Sektor Pertanian/Perkebunan terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) adalah sebesar 7,21%, dan pencapaian tahun 2014 adalah sebesar 5,78 %. Bberdasarkan hasil capaian tahun 2013 yakni sebesar 5,69%, maka capaian tahun 2014 mengalami peningkatan sebesar 0,1%. Secara umum, capaian Kontribusi Pertanian/ Perkebunan terhadap PDRB tidak sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Hal ini disebabkan karena konstribusi sektor lain (pariwisata) ternyata lebih meningkat dan mampu secara dominan mempengaruhi PDRB Kabupaten Bintan meskipun dilihat dari hasil capaian produksi, sektor pertanian mengalami peningkatan. Indikator kinerja lainnya dalam meningkatnya kontribusi sektor pertanian/ perkebunan terhadap PDRB dan Nilai Tukar Petani (NTP) adalah Persentase Peningkatan Produksi Perkebunan. Pada tahun 2010, capaian produksi komoditi unggulan perkebunan sebesar 24.513,98 ton, dan pada tahun 2014 sebesar 112.157,50 ton. Angka ini merupakan angka akumulasi dari tahun sebelumnya, dimana Tahun 2013 tercatat realisasinya adalah 107.195,50 ton ditambahkan dengan capaian Tahun 2014 sebesar 4.962 ton menjadi 112.157,50 ton. Capaian prestasi yang melampaui target ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah
kondusif. Bahkan beberapa kelompok tani masyarakat dan perusahaan melakukan pembukaan lahan perkebunan baru. Selain itu, pertambahan luas Tanaman Menghasilkan (TM) dari komoditi kelapa sawit, baik perkebunan rakyat maupun perkebunan besar Swasta (PT. Tirta Madu) dan perkebunan karet pada PT. Numbing yang melaksanakan kegiatan perkebunannya di pulau tersendiri, yakni Pulau Mapur, Kecamatan Bintan Pesisir dan PT. Pulau Bintan Djaya juga meningkat.
Pada tahun 2010, produksi komoditi hortikultura adalah sebesar 12.811 ton dan pada tahun 2014 adalah 44.509 ton. Dibandingkan dengan capaian tahun 2013, capaian tahun 2014 mengalami penurunan sebesar 179.14%, hal ini disebabkan oleh faktor cuaca berupa kemarau cukup panjang yang melanda Kabupaten Bintan mulai dari Bulan Februari hingga pertengahan tahun 2014, yang menyebabkan produksi hortikultura, khususnya tanaman sayuran dataran rendah mengalami penurunan produksi. Bahkan dibeberapa tempat terjadi kebakaran lahan dan hutan yang menyebabkan turunnya produksi komoditi hortikultura di Bintan.
Tabel 2.87.
Kontribusi Sektor Pertanian/Perkebunan terhadap PDRB di Kabupaten Bintan Tahun 2010-2014
Indikator Kinerja 2010 2011 Tahun 2012 2013 2014
Kontribusi sektor pertanian/perkebunan terhadap PDRB
5,74% 5,75% 5,76% 5,74% 5,78%
Sumber: LKPJ Akhir Masa Jabatan Bupati Bintan Tahun 2010-2015
b. Nilai Tukar Petani
Salah satu alat ukur kesejahteraan petani yang digunakan adalah Nilai Tukar Petani (NTP) yang dihitung dari rasio harga yang diterima petani (HT) terhadap harga yang dibayar petani (HB). Berdasarkan data NTP di Kabupaten Bintan, selama tahun 2010 sampai dengan 2014, NTP mencapai lebih dari 100, artinya petani mengalami surplus. Harga produksinya naik lebih besar dari kenaikan harga konsumsinya. Pendapatan petani naik lebih besar dari pengeluarannya, dengan demikian tingkat kesejahteraan petani lebih baik dibandingkan tingkat kesejahteraan petani sebelumnya. Sampai dengan tahun 2014, NTP Kabupaten Bintan mencapai 109%.
Tabel 2.88.
Perkembangan Nilai Tukar Petani di Kabupaten Bintan Tahun 2010-2014 Indikator Kinerja 2010 2011 Tahun 2012 2013 2014
Nilai Tukar Petani 105% 103,95% 104,76% 105,01% 109%
Sumber: LKPJ Akhir Masa Jabatan Bupati Bintan Tahun 2010-2015
c. Meningkatnya Produksi Padi atau Bahan Pangan Utama Lokal Lainnya
Pada tahun 2010 produksi padi atau bahan pangan utama lokal lainnya per tahun adalah 24,17 Ton/tahun dan ditargetkan pada tahun 2014 adalah sebesar 25 Ton/tahun dan realisasi 2014 adalah 53 ton. Tercapainya target tersebut disebabkan oleh karena adanya demplot dari Lokal Pengkajian Teknologi Pertanian (LPTP) yang menggunakan varietas inpara 2 inpara 3 dan Inpara 5 serta ciherang yang umurnya lebih pendek dan sangat cocok untuk daerah rawa sehingga meningkatkan produksi padi. Produksi padi di Kabupaten Bintan terkonsentrasi di daerah Kampung Parit Bugis Desa Bintan Buyu Kecamatan Teluk Bintan dan Kampung Poyotomo Desa Sri Bintan Kecamatan Teluk Sebong.
Tabel 2.89.
Perkembangan Produksi Padi atau Bahan Pangan Utama Lokal Lainnya di Kabupaten Bintan Tahun 2010-2014
Indikator Kinerja Tahun
2010 2011 2012 2013 2014
Produksi padi atau bahan angan
utama lokal lainnya (ton/Ha) 24,17 8,99 8,95 10,37 53
Sumber: LKPJ Akhir Masa Jabatan Bupati Bintan Tahun 2010-2015
2.3.2.2. Energi dan Sumber Daya Mineral a. Pertambangan Tanpa Ijin
Kegiatan pertambangan di Kabupaten Bintan secara umum terdiri dari pertambangan mineral logam berupa bijih bauksit, mineral non logam berupa pertambangan pasir dan pertambangan batuan berupa pertambangan granit. Kegiatan pertambangan tanpa ijin di Kabupaten Bintan pada tahun 2013 adalah yang paling banyak, yaitu sebanyak 11 kegiatan pertambangan tanpa ijin. Namun, pada tahun 2014, pertambangan tanpa ijin sudah tidak ada lagi.
Sementara itu, pada tahun 2011 sampai 2013 masih terdapat kegiatan pertambangan tanpa ijin.
b. Kontribusi Sektor Pertambangan terhadap PDRB
Kabupaten Bintan merupakan salah satu sektor yang kontribusinya cukup besar. Dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2013 kontribusi pertambangan tidak mengalami perubahan yang cukup signifikan, akan tetapi pada tahun 2014 mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena telah diberlakukannya Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 tahun 2014 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Permurnian Mineral di Dalam Negeri.
Tabel 2.90.
Kontribusi Sektor Pertambangan Terhadap PDRB di Kabupaten Bintan Tahun 2010-2014 Indikator Kinerja Tahun
2010 2011 2012 2013 2014
Kontribusi sektor
pertambangan terhadap PDRB
11,96% 10,91% 10,73% 10,62% 9,94%
Sumber: LKPJ Akhir Masa Jabatan Bupati Bintan Tahun 2010-2015
Kabupaten Bintan merupakan salah satu kabupaten yang belum memiliki pengolahan mineral (khususnya bauksit), oleh sebab itu kegiatan pertambangan di Kabupaten Bintan dihentikan sementara. Dilihat dari besaran kontribusi tiap tahunnya, besaran sektor pertambangan di tahun 2014 sebesar 9,94%.
2.3.2.3. Pariwisata a. Kunjungan Wisata
Pariwisata merupakan salah satu jenis industri yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang relatif cepat, menyediakan tenaga kerja, meningkatkan penghasilan dan taraf hidup serta menstimulasikan sektor- sektor industri lainnya. Pengalaman di Kabupaten Bintan menunjukkan bahwa industri pariwisata mampu menstimulan industri lainnya seperti hotel atau penginapan, jasa travel, restoran, transportasi, industri kerajinan, industri
Jumlah kunjungan wisatawanke Kabupaten Bintan pada tahun 2014 mencapai 502.270 orang, terdiri dari wisatawan mancanegara sebanyak 331.209 orang, wisatawan nusantara sebanyak 49.161 orang dan Publik Area sebanyak 121.900 orang. Sedangkan pada tahun 2013 total jumlah wisatawan yang berkunjung sebesar 451.580. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan semakin membaiknya kondisi perekonomian regional dan situasi keamanan daerah yang semakin kondusif
Tabel 2.91.
Perkembangan Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Kabupaten Bintan Tahun 2010- 2014 No Wisatawan 2010 2011 Tahun 2012 2013 2014 1 Mancanegara 277.929 283.601 315.111 324.689 331.209 2 Nusantara 23.714 29.190 37.745 48.428 49.161 3 Publik Area 85.714 99.395 81.606 78.463 121.900 Total 387.357 412.186 434.462 451.580 502.270
Sumber: LKPJ Akhir Masa JabatanBupati Bintan Tahun 2010-2015
b. Kontribusi Sektor Pariwisata terhadap PDRB
Dari sisi makro ekonomi sektor pariwisata memainkan peranan cukup signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bintan. Nilai PDRB sektor pariwisata (Pajak Hotel Restoran dan Hiburan) terus mengalami peningkatan, pada tahun 2010 tercatat 63,2 Miliar Rupiah dan terus meningkat sampai pada tahun 2014 mencapai 93,6 Miliar Rupiah dengan rata-rata kontribusi sebesar 54,64% dari total PAD Kabupaten Bintan pada tahun 2010-2014.