BAB IV TEMUAN DAN ANALISIS DATA
2. Komunikasi Vertikal ke Bawah
Komunikasi organisasi dibagi menjadi dua dimensi yaitu Vertikal dan Horizontal, komunikasi vertikal adalah komunikasi dari atas kebawah dari bawah ke atas atau komunikasi dari ketua kepada anggota dan dari anggota kepada ketua secara timbal balik (two way traffic communication) Komunikasi Vertikal dari atas ke bawah. Menurut Soehardiman Yuwono komunikasi vertikal ke bawah adalah :
“Komunikasi yang di berikan oleh pimpinan kepada anggota
organisasi dengan maksud untuk memberikan pengertian kepada anggota organisasi mengenai apa yang harus mereka kerjakan di dalam kedudukan mereka sebagai anggota organisasi.”65
Dalam komunikasi vertikal ke bawah di bintal, pimpinan memberikan intruksi, petunjuk, informasi dan penjelasan kepada anggotanya. Kemudian anggotanya memberikan laporan, saran, pengaduan, dan sebagainya kepada pimpinan dan semua bebas mengutarakan saran komunikasi kepada atasan sesuai dengan kegiatan yang akan dilaksanakan sebab komunikasi secara timbal balik tersebut dirasa sangat penting dalam organisasi bintal, karena jika satu arah saja, misalnya dari pimpinan kepada anggotanya saja maka roda organisasi tidak akan berjalan dengan baik.
65
Soehardiman Yuwono, Ikhtiar Komunikasi, Administrasi, Liberty, Yogyakarta, 1985, h. 25
Hal tersebut sesuai yang disampaikan oleh Ka. Bintal :
“Sebagai atasan yang saya bicarakan berkaitan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan pada saat atau yang sedang akan dilaksanakan pada saat itu, seperti kita adakan briefing untuk setiap kegiatan yang akan kita rengiat baik itu mingguan, bulanan dan tahunan kemudian kontrol dan pengawasan. Dan tidak ada perbedaan semuanya bisa menberikan saran komunikasi terkait pelaksanaan kegiatan yang akan kita laksanakan. Jika ada kesalahan pada anggota saya maka saya wajib menegur dan memberi masukan agar kedepannya bisa lebih baik lagi”66.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Ka Staff Tata Usaha Bintal :
“Biasanya komunikasi yang disampaikan dari pimpinan hal-hal yang bersifat teknis, seperti teknis kegiatan. Yang biasa dikomunikasikan itu seperti jobdesk dalam bentuk diskusi atau
dialog.”67
.
Komunikasi Vertikal ke bawah di Bintal merupakan bagian yang integral didalam penyampaian perintah-peritah, informasi serta pembicaraan secara personal, hal ini dilakukan hampir setiap hari dengan tatap muka langsung maupun melalui telepon, SMS, BBM ataupun melalui surat dinas dan rapat yang diadakan diantara staff untuk membicarakan permasalahan yang ada dan dicari jalan keluarnya bersama- sama.
Komunikasi vertikal ke bawah merupakan hal yang sangat vital bagi bintal, sebab untuk kemajuan organisasi, karena dengan adanya komunikasi ke bawah para atasan dapat mengetahui kinerja yang telah dilakukan karyawannya kemudian dapat mengoreksi dan mengevaluasi hasil dari kinerja, kemudian atasan dapat memberikan pengarahan untuk
66
Wawancara pribadi dengan Kepala Bintal, Letkol. Sus Makhin. S. Ag, M. Sc. 18 September 2015. Di kantor Bintal Atang sendjaja Bogor
67
Wawancara pribadi dengan Ka. Staff Tata Usaha Bintal Ibu Entin Sumartini. 19 September 2015. Di kantor Bintal Atang sendjaja Bogor
pekerjaan selanjutnya.
Tugas dari Bintal TNI AU adalah membina mental kerohanian dan kejuangan yang dimiliki setiap prajurit TNI. Dengan kata lain pembinaan manusia yang terdiri dari tiga unsur pokok yaitu, fisik, intelektual dan mentalnya. Sedangkan komponen Bintal TNI AU terdiri dari tiga komponen yakni,
a. Pembinaan Mental Rohani b. Pembinaan Mental Ideologi
c. Pembinaan Mental Tradisi Kejuangan.
Dari penjelasan dan rincian komponen Bintal TNI AU tersebut adalah untuk mewujudkan visi misi Bintal yaitu “membentuk iman hamba Tuhan yang bertaqwa kepada-Nya. Ruang lingkup pembentukannya meliputi hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan manusia sehingga terwujud amal ibadah yang nyata. Dan memiliki misi diantaranya membina, membentuk dan mengisi jiwa kejuangan sebagai insan pancasila yang teguh, peka dan ulet.”
Untuk mendukung serta mengaplikasikan visi dan misi tersebut, maka bintal mengadakan beberapa program-program kerja tahunan bulan dan harian, sebagai bukti bahwa keberadaannya benar-benar bermanfaat bagi TNI AU Lanud Atang Sendjaja Bogor. bebagai berikut:
1. Berkaitan dengan tugas pokok TNI
2. Melaksanakan peringatan hari-hari besar agama Islam, Hindu Budha, Katholik dan Protestan semua dilaksanakan seperti Ceramah agama,
solat dhuha berjamaah, pengajian, dan laksanakan sesuai dengan sub seksi agamanya masing-masing.
3. Ikut serta memeriahkan hari besar nasional dan hari jadi TNI. Kemudian di adakan pelayanan-pelayanan dan konseling di Bintal antara lain,
a. Membantu melaksanakan Nikah, Rujuk, Cerai bagi seluruh anggota/prajurit TNI AU Lanud Atang Sendjaja,
b. Membantu melaksanakan Perawatan Jenazah bagi para anggota TNI AU Lanud Atang Sendjaja baik yang aktif maupun yang purnawirawan.
c. Bimbingan ibadah haji dan umroh.
d. Pengumpulan dan penyaluran zakat pada hari raya idul fitri, pengumpulan dan penyaluran hewan kurban pada hari raya idul adha.
e. Setiap hari rabu lima agama melaksanakan ibadah bersamaan sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Khusus bagi yang muslim dilaksanakan solat dhuha berjamaah dan disitu diadakan ceramah agama dan setiap dua bulan sekali diadakan pengajian bersama seluruh warga Bogor tempatnya di Masjid Ajnihatul Wathoni atau di Masjid Attaqwa Lanud Atang Sendjaja.
Hal tersebut di sampaikan oleh Ka. Bintal :
“Untuk menunjang kegiatan pembinaan mental diadakan pembinaan Rohani yang meliputi (Islam, Hindu Budha, Khatolik dan Protestan), pembinaan Bintra Juang, Mental Ideologi dan pelayanan-pelayanan konseling. Yang kesemuanya diutamakan
tanpa terkecuali, dibuktikan dengan diperingatinya hari-hari besar agama dan hari-hari besar nasional”68
Komunikasi vertikal ke bawah yang terjadi di bintal terjalin dengan baik dan dilakukan secara timbal balik dengan bawahan. Diskusi dan dialog dalam pelaksanaan suatu kegiatan dianggap merupakan hal terpenting, hal tersebut dapat dilihat dari frekuensi pertemuan yang hampir setiap hari dengan bawahan, baik tatap muka langsung atau pun melalui telepon. Sehingga komunikasi mereka terjalin cukup baik dan memberikan implikasi terhadap kinerja dari masing-masing pihak dalam menangani berbagai masalah pekerjaan yang dihadapi.