BAB III RENCANA IMPLEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGAN 27
1. Kondisi Aktual Indikator Utama Pengembangan Usaha
BAB IV
PROSES DAN HASIL PENGEMBANGAN USAHA
1. Kondisi Aktual Indikator Utama Pengembangan Usaha
Setelah melakukan implementasi pengembangan usaha kantin
sekolah, maka dapat diketahui kondisi aktual berbagai indikator yang
utama dalam pengembangan usaha. Indikator yang utama dalam
pengembangan ini adalah sebagai berikut:
1.1. Kondisi Aktual Pasar Usaha Kantinku
1.1.1. Pasar Aktual
Selama masa pengembangan usaha kantin sekolah
memiliki pasar (konsumen) aktual yang berasal dari
wilayah Kalasan dan sekitarnya. Konsumen aktual dari
usaha ini adalah para warga yang belajar/bekerja di SMP N
2 Kalasan.
1.1.2. Pasar Potensial
Konsumen atau pasar potensial merupakan
orang-orang yang membutuhkan dan memiliki kemampuan untuk
membeli produk dari usaha kantin sekolah, namun belum
melakukan pembelian pada usaha. Konsumen potensial
dapat menjadi konsumen yang benar-benar melakukan
Adapun konsumen potensial tersebut adalah siswa/siswi,
beserta staff dan guru SMP N 2 Kalasan.
1.1.3. Pasar Sasaran
Dalam mendirikan suatu usaha memiliki pasar
sasaran untuk menjadi konsumen bagi barang maupun jasa
yang dihasilkannya. Demikian juga dengan usaha kantin
sekolah ini, yang mana menetapkan pasar sasarannya
adalah bagian dari pasar aktual. Namun penulis lebih
memfokuskan pasar sasarannya yaitu pada tingkat
siswa/siswi SMP N 2 Kalasan. Hal ini dilakukan karena
pada pasar sasaran tersebut penjualan akan lebih mudah
karena dapat membeli produk yang dihasilkan dalam
jumlah tertentu.
1.2. Pola Perilaku Pasar Sasaran
Setelah mengetahui pasar sasaran usaha kantin sekolah,
selama masa pengembangan usaha penulis menguraikan mengenai
pola perilaku dari pasar sasaran tersebut adalah siswa/siswi SMP
N 2 Kalasan.
1.2.1. Pola Perilaku
a. Berikut ini adalah pola perilaku pasar sasaran usaha
sasaran pada saat masuk sekolah, istirahat I dan II,
serta saat pulang sekolah.
b. Pembayaran dapat dilakukan secara langsung saat
penulis menjual produk kepada konsumen akhir.
1.2.2. Pihak yang Terlibat
a. Initiator, pihak-pihak yang berperan sebagai initiator
dalam pembelian oleh pasar sasaran bisa oleh diri
sendiri, yaitu penulis itu sendiri selaku pemilik dari
usaha ini, serta
b. Influencer, pihak yang memiliki pengaruh besar
terhadap pembelian oleh pasar sasaran adalah Ibu Lusia
selaku orang tua penulis.
c. Decider, pihak yang berperan sebagai decider atau
pengambil keputusan pembelian pada usaha kantin
sekolah adalah warga SMPN 2 kalasan.
d. Buyer, pihak yang berperan sebagai buyer atau pembeli
pada usaha kantin sekolah adalah warga SMPN 2
kalasan.
e. User, pihak yang berperan sebagai user atau pengguna
pada usaha kantin sekolah adalah warga SMPN 2
f. Evaluator, pihak-pihak yang berperan sebagai
evaluator usaha kantin sekolah adalah para pengawas
sekolah SMPN 2 kalasan dan Ibu Bano (guru) selaku
pihak pengelola kantin sekolah SMPN 2.
1.3. Kondisi Aktual Industri dan Persaingan
1.3.1. Pesaing dari Usaha Sejenis
Para pesaing usaha sejenis di sekolah tersebut ada 4
kantin. Sehingga dalam bisnis tersebut pemilik harus selalu
berinovasi dan kreatif dalam penyajian dan pemilihan
menu yang dijual.
1.3.2. Pesaing dari Usaha Tidak Sejenis
Pesaing dari usaha tidak sejenis bagi usaha kantin
tidak pada sekolah tersebut. Karena usaha ini hanya berada
di dalam lingkup sekolah.
1.3.3. Posisi Usaha
Terdapat 4 kategori dalam strategi pemasaran
kompetitif yaitu, market leader, market challenger, market
follower, dan market nicher. Posisi usaha kantin sekolah
dalam kategori market follower. Market follower adalah
perusahaan–perusahaan nomor 3 yang selalu berusaha
memperoleh pangsa pasar dan laba yang stabil dengan
mengikuti tawaran produk, harga, saluran distribusi, dan
program pemasaran pesaing. Market follower mempunyai
ciri secara terus menerus mengikuti cara–cara
perusahaan-perusahaan market leader dalam menawarkan
produk,menetapkan harga, dan menentukan saluran
distribusi serta belajar dari pengalaman market leader
dalam mengembangkan produk baru serta program
pemasarannya. Dalam bisnis ini tidak terdapat market
leader yang dianggap tetap, karena usaha kantin hanya
bertahan beberapa tahun karena bersifat lelang. Ketika
lelang berikutnya perusahaan market leader memenangkan
lelang maka kantin tersebut akan hilang dan diganti dengan
usaha kantin lainnya.
1.4. Produk yang Ditawarkan
Produk yang ditawarkan dalam usaha ini adalah makanan
(soto, mie, bakso es teh, es jeruk, es juice, minuman kemas, snack,
roti, dsb).
1.5. Proses Produksi
Tempat yang digunakan yaitu berupa ruang kosong
berukuran 4 m x 4 m dengan tinggi 3 m. Pastikan ruangan
tersebut dalam keadaan bersih. Ruangan tersebut dapat
dibuat 4 bagian yaitu tempat masak, tempat minum, tempat
display makanan, tempat untuk makan. Posisi susunan
kantin dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar IV.1 Layout kantin
Setelah disusun seperti gambar diatas, dilakukan
pengisian snack/minuman yang akan
dijual(snack/minuman kemasan).
PINTU
MEJA DISPLAY SNACK
T E M P A T M A S A K KULKAS ETA LA SE MA KA NA N KURSI MEJA KURSI KURSI KURSI KURSI KURSI MEJA MEJA
1.5.2. Perawatan Perabotan dan Pemeliharaan Kantin
Perawatan perabotan kantin tidak terlalu rumit. Hanya
saja perlu dilakukan pembersihan yang rutin. Pemeliharaan
kantin sangat sederhana, yaitu menciptakan dan menjaga
kondisi lingkungan tetap bersih dan nyaman.
Langkah-langkah perawatan perabotan meliputi
membersihkan meja kursi dan peralatan memasak,
mencuci dengan bersih peralatan makan, sedangkan
pemeliharaan kantin dapat dilakukan dengan cara
menyapu, mengepel, serta menyediakan tempat sampah
sehingga lingkungan kantin tetap nyaman digunakan.
1.6. Proses Penjualan
1.6.1. Pemasaran
Sama seperti pada tahap perencanaan pemasaran,
penulis sengaja tidak melakukan promosi secara
besar-besaran. Hal ini dikarenakan sudah ada pembeli potensial.
Penulis mencari sendiri bagaimana cara mendapatkan
pelanggan. Informasi dan strategi penjualan penulis
dapatkan dari wawancara orang yang sudah menggeluti
bisnis ini. Setelah mendapat informasi tersebut kemudian
mengimplementasikan pada kantin penulis.
Pengetahuan akan memasak sangatlah diperlukan. Karena
penulis masih awam akan pengetahuan memasak. Agar rencana
berjalan baik maka penulis harus belajar mengenai hal ini. Penulis
harus dapat memiliki bekal pengetahuan yang cukup maka penulis
mencari informasi melalui internet, wawancara kepada orang yang
berpengalaman usaha, dan observasi ke kantin sekolah.
Keterampilan yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha ini
cukup banyak. Seperti harus bisa membuat dan menyajikan
makanan dan minuman. mampu menggunakan peralatan yang
digunakan untuk perawatan dan pemeliharaan kantin.
1.8. Total Penjualan, Biaya, dan Laba Selama Masa
Pengembangan Usaha
Setelah penulis membuat rencana keuangan sebelumnya
dan sekarang telah diketahui hasil keuntungan dari pengembangan
usaha kantin sekolah selama 4 bulan masa pengembangan bulan
Februari 2012 – Mei 2012, maka dapat diketahui seberapa besar
pendapatan, biaya dan laba yang diperoleh usaha ini selama masa
pengembangan. Pendapatan pada usaha kantin sekolah merupakan
pendapatan dari hasil penjualan seluruh makanan yg dijual di
kantin. Biaya adalah biaya operasi dan biaya non operasi. Laba
adalah laba bersih yang diperoleh usaha ini selama masa
usaha kantin sekolah selama masa pengembangan sebagai berikut: