• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PENGEMBANGAN USAHA KANTIN “KANTINKU”

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "LAPORAN PENGEMBANGAN USAHA KANTIN “KANTINKU”"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENGEMBANGAN USAHA

KANTIN “KANTINKU”

TUGAS AKHIR

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Manajemen

Disusun oleh: Monica Ira Hendra P

NIM: 082214088

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

(2)

i   

LAPORAN PENGEMBANGAN USAHA

KANTIN “KANTINKU”

TUGAS AKHIR

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Manajemen

Disusun oleh: Monica Ira Hendra P

NIM: 082214088

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

(3)
(4)

iii 

(5)

Laporan Tugas Akhir ini kupersembahkan kepada:

Ayahku Cahyo Sindoro

(6)

 

Motto:

“Only God Knows Why”

“Kasihilah Tuhan Allahmu dengan

segenap hatimu dan dengan

segenap j iwamu dan dengan

segenap akal budimu”

(Matius 23:37)

(7)
(8)

vii 

(9)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah

melimpahkan rahmat dan karunia sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir

Laporan Pengembangan Usaha ini. Penulis tugas akhir ini bertujuan untuk memenuhi

salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Manajemen,

Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma.

Dalam penyelesaian tugas akhir ini peneliti banyak dibantu oleh berbagai pihak. Oleh

karena itu, penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Dr. Ir. P. Wiryono Priyotamtama, SJ, selaku Rektor Universitas Sanata

Dharma,

2. Bapak Dr. H. Herry Maridjo, M.Si. , selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas

Sanata Dharma,

3. Bapak Dr. Lukas Purwoto, M.Si. , selaku Ketua Program Studi Manajemen,

Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma,

4. Bapak John Philio Simandjuntak, S.E., M.M, selaku pembimbing Tugas Akhir

Pengembangan Usaha yang telah berbaik hati meluangkan waktu untuk

membantu menyelesaikan dan menemukan berbagai solusi dalam pembuatan

Tugas Akhir ini.

5. Ibu Dra. Diah Utari BR., M.Si, selaku dosen pembimbing akademik penulis.

6. Semua dosen Program Studi Manajemen yang telah membantu penulisan tugas

akhir ini.

7. Semua karyawan administratif Fakultas Ekonomi yang telah memberikan

kemudahan dalam penyelesaian tugas akhir ini.

8. Yesus Kristus yang telah memberikan berkat kemudahan dan kelancaran dalam

penyusunan tugas akhir ini.

9. Ayahku Cahyo Sindoro dan ibuku Lusia R yang telah mendoakan dan membiayai

demi kelancaran dalam menyelesaikan tugas akhir ini.

10. Semua kawan-kawan, Hanes, Tarjo, Rika, Baskoro, Rio, Yosha, yang telah

membantu penulis pada masa implementasi rencana pengembangan usaha.

Terima kasih atas bantuan kalian semua, maju terus buat komunitas underground

(10)

ix 

(11)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv

HALAMAN MOTTO ... v

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK ... vi

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ... vii

HALAMAN KATA PENGANTAR ... viii

HALAMAN DAFTAR ISI ... x

HALAMAN DAFTAR TABEL ... xiii

HALAMAN DAFTAR GAMBAR... xiv

HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ... xv

HALAMAN RINGKASAN EKSEKUTIF ... xvi

HALAMAN EXECUTIVE SUMMARY ... xvii

BAB I PENDAHULUAN……… 1

1. Sekilas Tentang Kantin Sekolah ………..……….. 1

2. Latar Belakang Pengembangan Usaha……… 3

BAB II RENCANA USAHA (BUSINESS PLAN)………..………… 5

1. Deskripsi Usaha Kantin Sekolah………..……….. 5

1.1. Pendirian Usaha………..……….. 5

1.7. Keunikan Usaha Dibanding Usaha Lain Sejenis…………..……… 7

2. Analisis Pasar………..……… 7

2.1. Analisis Kondisi Pasar………..……… 7

2.2. Analisis Pola Perilaku Pasar Sasaran………..……. 9

3. Analisis Industri dan Persaingan………..…….. 10

3.1. Persaingan Usaha………..……… 10

3.2. Posisi Usaha………..……… 11

4. Rencana Program Pemasaran………..……… 12

4.1. Kondisi Aktual Program Pemasaran………..……... 12

4.2. Rencana Program Pemasaran Bulan Februari 2013 – Mei 2013..… 14

5. Rencana Program Operasi………..…. 14

(12)

xi 

 

6. Rencana Program Sumber Daya Manusia……… 19

6.1. Kondisi Aktual Program Sumber Daya Manusia………... 19

6.2. Rencana Program Sumber Daya Manusia Bulan Februari 2013 – Mei 2013……… 20

7. Rencana Program Keuangan………..……… 20

BAB III RENCANA IMPLEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGAN 27 BAB IV PROSES DAN HASIL PENGEMBANGAN USAHA………….. 30

1. Kondisi Aktual Indikator Utama Pengembangan Usaha……….. 30

1.1. Kondisi Aktual Pasar Usaha Kantin Sekolah……….... 30

1.2. Pola Perilaku Pasar Sasaran……… 31

1.3. Kondisi Aktual Industri dan Persaingan………. 33

1.4. Produk yang Ditawarkan……… 34

1.5. Proses Produksi……….. 34

1.6. Proses Penjualan………. 36

1.7. Keterampilan Sumber Daya Manusia yang Diperlukan…………. 36

1.8. Total Penjualan, Biaya, dan Laba Selama Masa Pengembangan Usaha……….. 37

2. Analisis Perkembangan Kinerja Keuangan Aktual Selama Masa Pengembangan Usaha………... 37

2.1. Perkembangan Kinerja Pendapatan dan Pengeluaran………. 37

3. Proses dan Hasil Aktual Implementasi Pengembangan Usaha………. 39

3.1. Proses……….. 39

3.2. Hasil ……… 40

BAB V EVALUASI DAN REFLEKSI PENGEMBANGAN USAHA…… 42

1. Evaluasi Indikator Utama Pengembangan Usaha………. 42

1.1. Kondisi Pasar Usaha Kantin Sekolah……… 42

1.2. Pola Perilaku Pasar Sasaran……… 42

1.3. Kondisi Aktual Industri dan Persaingan………. 43

1.4. Produk yang Ditawarkan……… 43

1.5. Proses Produksi……….. 43

1.6. Keterampilan Sumber Daya Manusia yang Diperlukan………… 44

2. Evaluasi Kinerja Keuangan………. 44

2.1. Evaluasi Kinerja Keuangan Berdasarkan Pendapatan dan Pengeluaran Usaha………. 44

3. Evaluasi Implementasi Program Pengembangan Usaha……….. 45

3.1. Program Pemasaran……… 45

3.2. Program Operasi………. 46

3.3. Program Sumber Daya Manusia……… 46

3.4. Program Keuangan……… 46

(13)

4.1. Hambatan yang Terjadi Selama Masa Pengembangan Usaha…… 47

4.2. Cara Mengatasi Hambatan-Hambatan……… 47

5. Refleksi………. 48

5.1. Suka Duka yang Dialami Pada Masa Pengembangan Usaha……. 48

5.2. Manfaat yang Dirasakan Setelah Mengalami Proses PengembanganUsaha……….. 48

5.3. Makna yang Dapat Dipetik Selama Masa Pengembangan Usaha Bagi Pengembangan Diri……… 49

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN………. 50

1. Kesimpulan……….. 50

2. Saran……… 50

DAFTAR PUSTAKA ………... 52

(14)

xiii 

 

Halaman

Tabel II.1. Rincian Biaya-Biaya yang Dibutuhkan ... 22

Tabel II.2. Biaya Operasional ... 23

Tabel II.3 Metode Depresiasi Garis Lurus……… 24

Tabel II.4 Perkiraan laba rugi perbulan……… 25

Tabel III.1. Rencana Implementasi Program Pengembangan Usaha Kantin Sekolah… ... 28

Tabel IV.1. Pendapatan Kotor yang Diterima Setelah Program Berjalan ... 38

Tabel IV.2. Biaya operasional setelah Program Berjalan ... 38

(15)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

(16)

xv 

 

Halaman

(17)

Kantin “Kantinku”

Monica Ira Hendra P

Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta

Ringkasan Esekutif

“Kantinku” adalah sebuah bisnis retail makanan yang berlokasi di SMP 2

Kalasan. Bisnis ini dijalankan dengan tujuan mendapatkan laba sebesar Rp.

1.053.092,00/bulan.

Terdapat 4 program untuk mencapai tujuan pengembangan usaha yaitu program

operasi, program sumberdaya manusia, program keuangan, dan program pemasaran.

Masa implementasi program adalah bulan Februari 2013 sampai bulan Mei 2013.

Setiap unit bisnis harus memberikan kesejahteraan bagi pemilik usaha, pemilik

“Kantinku” mendapatkan laba dari bisnis ini sebesar Rp. 1577.415,00/ bulan. Hasil ini

lebih besar dari laba yang direncanakan yaitu sebesar Rp. 1.053.092/ bulan.

Disimpulkan bahwa bisnis kantin ini, memiliki peluang bisnis yang bagus dan layak

dijalankan serta dikembangkan lebih lanjut.

 

 

(18)

xvii 

 

Monica Ira Hendra P

Sanata Dharma University

Yogyakarta

Summary Esekutif

"Kantinku" is a food retail business located in SMP 2 Kalasan. The objective

of this business program is to make a profit of Rp. 1.577.415,00/month.

There are 4 programs arranged to pursue the business objective. They are

operation, human resource, financial, and marketing programs. Those programs were

implemented during February 2013 until May 2013. All business unit should provide

profits for the owner of the business.The owner of "Kantinku" get Rp. 1.577.415,00/

month as profits. The result is larger than the amount of Rp. 1,053,092 / month as

planned. The conclusion is that business is a promising business to continue in the

(19)

BAB I

PENDAHULUAN

Usaha yang akan penulis kembangkan merupakan usaha berskala kecil yang

beroperasi di bidang penjualan kembali produk makanan maupun kuliner. Penulis

juga ingin mendalami dunia usaha yang terbuka lebar serta keinginan untuk

memberikan manfaat yang lebih besar bagi para pengusaha maka dengan segenap

pengetahuan dan berbagai hasil survei serta konsultasi, penulis menyusun laporan

pengembangan usaha kantin sekolah.

Usaha kantin ini dipilih atas beberapa alasan diantaranya, karena adanya peluang,

kebutuhan skill yang tidak begitu tinggi, biaya investasi yang relatif rendah serta telah

tersedianya sarana dan prasarana utama, dan pangsa pasar yang sudah jelas ada,

tinggal menerapkan strategi yang telah saya peroleh dibangku kuliah. Dan usaha

kantin ini bisa dibilang usaha cafeteria karena produk yang dijual merupakan

makanan, minuman dan snack.

1. Sekilas Tentang Kantin Sekolah

Kantin (dari bahasa Belanda: kantine) adalah sebuah ruangan dalam

sebuah gedung umum yang dapat digunakan pengunjungnya untuk makan,

baik makanan yang dibawa sendiri maupun yang dibeli di sana. Layanan

kantin atau kafetaria merupakan salah satu bentuk layanan khusus di sekolah

yang berusaha menyediakan makanan dan minuman yang dibutuhkan siswa

atau personil sekolah. Good (1959) dalam bukunya Dictionary of Education

mengatakan bahwa: “cafetaria a room or building in which public school

pupuils or college student select prepared food and serve themselves”. Kantin

(20)

 

perguruan tinggi, jenis-jenis makanan yang disediakan pun minimal harus

memenuhi 4 sehat 5 sempurna yang dilayani oleh petugas kantin. 

William H. Roe (1961) dalam bukunya School Business Management

menyebutkan beberapa tujuan yang dapat dicapai melalui penyediaan layanan

kantin di sekolah:

a. memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar memilih

makanan yang baik atau sehat;

b. memberikan bantuan dalam mengajarkan ilmu gizi secara nyata;

c. menganjurkan kebersihan dan kesehatan;

d. menekankan kesopanan dalam masyarakat, dalam bekerja, dan

kehidupan bersama;

e. menekankan penggunaan tata krama yang benar dan sesuai dengan

yang berlaku di masyarakat;

f. memberikan gambaran tentang manajemen yang praktis dan baik;

g. menunjukan adanya koordinasi antara bidang pertanian dengan bidang

industri;

h. menghindari terbelinya makanan yang tidak dapat

dipertanggungjawabkan kebersihannya dan kesehatannya.

Terkait dengan bentuk pelayanan kantin sekolah, terdapat 3 (tiga) alternatif

bentuk layanan, yaitu:

a. Self service system. Sistem pelayanan dimana pembeli melayani

dirinya sendiri makanan yang diingini;

b. Wait service system. Sistem pelayanan dimana pembeli menunggu

(21)

 

c. Tray service system. Sistem pelayanan dimana pembeli dilayani

petugas kantin, dan penyajian makanannya dengan menggunakan baki

atau nampan.

Dengan dimikian, keberadaan kantin di sekolah, tidak hanya sekedar untuk

memenuhi kebutuhan makan dan minum siswa semata, namun juga dapat

dijadikan sebagai wahana untuk mendidik siswa tentang kesehatan,

kebersihan, kejujuran, saling menghargai, disiplin dan nilai-nilai lainnya. Di

sinilah letak arti penting manajemen kantin sekolah sebagai salah satu

substansi manajemen sekolah.

2. Latar Belakang Pengembangan Usaha

Pemilihan bentuk usaha kantin sekolah SMP N 2 kalasan, dilatar belakangi

oleh:

a. Sebelum usaha kantin penulis memiliki beberapa pilihan usaha diantaranya

adalah usaha penjualan beras dengan sistem jemput bola tetapi penulis

paham akan besarnya investasi awal, penumpukan stock gudang yang

mengakibatkan beras menjadi bau dan resiko kegagalan karena adanya

usaha yang sama dan telah lama berdiri. Selain usaha penjualan beras

penulis juga mempunyai ide untuk membuka warung sembako, hal ini juga

tidak terealisasikan karena penulis kesulitan mendapatkan ruko untuk

membuka usaha tersebut. Usaha kantin merupakan pilihan usaha penulis

karena adanya tawaran dari beberapa pihak dan akhirnya penulis membuka

usaha kantin di SMP N 2, Kalasan, Yogyakarta.

b. Usaha kantin sekolah yang bergelut dalam bidang penjualan makanan,

(22)

 

dalam usaha kantin tersebut tergolong mudah, karena sudah memiliki

pangsa pasar yang jelas.

c. Usaha kantin sekolah tidak membutuhkan modal yang tidak terlalu besar.

Sehingga dalam penyediaan barang dan jasa serta biaya operasional tidak

terlalu besar.

d. Media pembelajaran yang bertanggung jawab bagi penulis dalam

memasuki dunia bisnis.

 

(23)

BAB II

RENCANA USAHA (BUSINESS PLAN)

1. Deskripsi Usaha Kantin Sekolah

1.1Pendirian Usaha

Usaha yang akan penulis jalankan akan dimulai dari 25 Februari 2012.

Diharapkan usaha yang akan penulis dirikan akan mampu menghasilkan

laba yang ditargetkan, mampu bertahan, dan berkembang. Dengan

perencanaan yang matang maka akan memperkecil resiko kegagalan

dalam menjalankan bisnis ini.

1.2Tujuan Pendirian Usaha

Setiap pendirian usaha tentu saja memiliki tujuan yang ingin dicapai.

Demikian pula dengan usaha yang akan penulis kembangkan ini. Penulis

bertujuan ingin memiliki usaha sendiri yang dapat menghasilkan

keuntungan kurang lebih sebesar Rp. 9.100.000 dalam sebulan (Laba

kotor). Dengan mematok Rp.3.500/anak sebanyak 100 anak dalam sehari.

Selain itu penulis juga ingin menerapkan ilmu yang telah didapat dari

perkuliahan ke dunia bisnis yang sebenarnya. Penulis berharap dengan

adanya pendirian usaha kantin sekolah ini akan mendapatkan pengalaman

yang berharga menjadi seorang wirausahawan. Tujuan lain dari pendirian

(24)

1.3Lokasi Usaha

Usaha yang akan dijalankan terletak di SMP N 2 Kalasan yang

berada di daerah selomartani kalasan, sleman. Alamat Sekolah : Kledokan

Selomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta

Dengan menyewa satu ruangan kantin di sekolah tersebut . Alamat

Sekolah : Kledokan Selomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta.

1.4Modal Usaha

Modal awal yang dikantinku untuk mendirikan usaha ini berkisar pada

angka Rp. 2.500.000,00. Modal awal tersebut belum termasuk peralatan,

sewa tempat dan bahan yang nantinya dipakai dalam proses produksi.

Modal yang diKantinku berasal dari uang tabungan milik pribadi. Untuk

memperkecil pengeluaran biaya maka penulis berusaha memanfaatkan

peralatan/perabotan yang sudah ada di rumah.

1.5Bentuk Kepemilikan

Bentuk kepemilikan usaha kantin sekolah ini merupakan bentuk usaha

perseorangan. Dimana usaha kantin sekolah ini disewa, dikelola, dan

dipimpin oleh 1 orang yang bertanggungjawab penuh terhadap usaha.

Selain itu, tidak terdapat pemisahan modal antara kekayaan pribadi dan

kekayaan usaha

1.6Bagan Organisasi

Usaha yang akan penulis kembangkan masih dalam skala kecil. Usaha

kantin sekolah ini memiliki 1 orang karyawan. Pemilik dari usaha ini

(25)

 

1.7Keunikan Usaha Dibanding Usaha Lain Sejenis

Umumnya kantin sekolah tidak berbeda dengan kantin yang ada di

tempat-tempat umum. Namun kantin yang penulis dirikan berusaha

memberikan pelayanan dan variasi makanan/ minuman yang lebih

dibanding kantin yang lain. Bahkan pemilik kantin memberikan suatu

apresiasi berbentuk voucer makan gratis bagi siswa yang pada hari

tersebut berulang tahun. Hal tersebut bertujuan untuk menarik minat beli

siswa.

2. Analisis Pasar

2.1Analisis Kondisi Pasar

2.1.1 Konsumen Aktual

Usaha kantin ini merupakan usaha yang baru berdiri, namun

usaha ini telah memiliki pasar (konsumen) aktual. Konsumen

aktual dari usaha ini adalah para siswa/siswi maupun guru SMPN

2 Kalasan.

2.1.2 Konsumen Pontensial

Konsumen potensial merupakan orang-orang yang

membutuhkan dan memiliki kemampuan untuk membeli produk

yang dijual di kantin, namun belum melakukan pembelian pada

usaha. Konsumen potensial dapat menjadi konsumen yang

(26)

baik. Adapun konsumen potensial tersebut adalah seluruh orang

yang berada dalam lingkungan SMP N 2 Kalasan.

2.1.3 Pasar Sasaran

Dalam mendirikan suatu usaha memiliki pasar sasaran untuk

menjadi konsumen bagi barang maupun jasa yang dihasilkannya.

Demikian juga dengan usaha kantin ini, yang mana menetapkan

pasar sasarannya adalah bagian dari pasar aktual atau para

konsumen yang berada di lingkungan SMP N 2 Kalasan. Namun

penulis lebih memfokuskan pasar sasarannya yaitu pada

siswa/siswi SMP N 2 Kalasan. Hal ini dilakukan karena pada

pasar sasaran tersebut penjualan akan lebih mudah dilakukan,

karena konsumennya jelas.

2.1.4 Prospek Pasar

Usaha kantin sekolah memang usaha yang dikatakan memiliki

pasar yang jelas. Hal tersebut didukung dengan adanya kantin di

tiap-tiap sekolah. Namun bedanya adalah bagaimana pengusaha

mengembangkan usaha dan menyediaan kantin tersebut sesuai

dengan minat beli siswa/siswi. Bahkan pengusaha tanpa

melakukan kegiatan promosi, pembeli potensial sudah berada di

lingkungan tersebut. Hanya saja bagaimana cara pengusaha akan

(27)

 

2.1.5 Proyeksi Pengembangan Usaha

Usaha ini diorientasikan sebagai usaha kecil menurut banyak

pakar ekonomi namun usaha tersebut dipandang sebagai tulang

punggung dalam salah satu pemulihan ekonomi Indonesia. Untuk

itu pengembangan kantin akan dibagi dalam 2 tahap, yaitu: tahap

industri kecil awal, dan tahap industri kecil. Pada tulisan ini,

penulis tidak sampai pada tahap industri menengah karena tidak

sesuai dengan jenis usaha dan tempat usaha.

2.1.6 Pesaing di Usaha kantin ini

Usaha ini berada diruang lingkup sekolahan SMP N 2 Kalasan

yang telah lama berdiri. Dengan lama berdirinya sekolahan

tersebut dipastikan juga sudah ada kantin didalamnya. Sehingga

kantin yang sudah ada tersebut dijadikan sebagai pesaing usaha,

Peneliti melihat ada 4 kantin dalam ruang lingkup SMP N 2

Kalasan dan juga penjual makanan yang berada di luar ruang

lingkup SMP N 2 Kalasan.

2.2Analisis Pola Perilaku Pasar Sasaran

2.2.1 Pola Perilaku Pasar Sasaran

a. Waktu pembelian biasanya dilakukan oleh pasar sasaran pada

saat masuk sekolah, istirahat I dan II,istirahat extra kulikuler,

serta saat pulang sekolah.

b. Pembayaran dapat dilakukan secara langsung saat penulis

(28)

2.2.2 Pihak-Pihak yang Terlibat

a. Initiator, pihak-pihak yang berperan sebagai initiator dalam

pembelian oleh pasar sasaran bisa oleh diri sendiri.

b. Influencer, pihak yang memiliki pengaruh besar terhadap

pembelian oleh pasar sasaran adalah penjual.

c. Decider, pihak yang berperan sebagai decider atau pengambil

keputusan pembelian pada usaha kantin sekolah adalah pasar

sasaran itu sendiri.

d. Buyer, pihak yang berperan sebagai buyer atau pembeli pada

usaha kantin sekolah adalah pasar sasaran.

e. User, pihak yang berperan sebagai user atau pengguna pada

usaha kantin sekolah adalah pasar sasaran.

f. Evaluator, pihak-pihak yang berperan sebagai evaluator usaha

kantin sekolah adalah para pengawas sekolah dan pihak

pengelola kantin sekolah.

3. Analisis Industri dan Persaingan

3.1Persaingan Usaha

3.1.1 Pesaing dari Usaha Sejenis

Para pesaing usaha sejenis di sekolah tersebut ada 4 kantin.

Sehingga dalam bisnis tersebut pemilik harus selalu berinovasi

(29)

 

3.1.2 Pesaing dari Usaha Tidak Sejenis

Pesaing dari usaha tidak sejenis bagi usaha kantin tidak pada

sekolah tersebut. Karena usaha ini hanya berada di dalam lingkup

sekolah.

3.2Posisi Usaha

Terdapat 4 kategori dalam strategi pemasaran kompetitif yaitu, market

leader, market challenger, market follower, dan market nicher. Posisi

usaha kantin sekolah ini sendiri dalam strategi pemasaran kompetitif

masuk dalam kategori market follower.

Market follower adalah perusahaan–perusahaan nomor 3 yang selalu

berusaha memperoleh pangsa pasar dan laba yang stabil dengan

mengikuti tawaran produk, harga, saluran distribusi, dan program

pemasaran pesaing. Market follower mempunyai ciri secara terus menerus

mengikuti cara–cara perusahaan-perusahaan market leader dalam

menawarkan produk,menetapkan harga, dan menentukan saluran

distribusi serta belajar dari pengalaman market leader dalam

mengembangkan produk baru serta program pemasarannya.

Dalam bisnis ini tidak terdapat market leader yang dianggap tetap,

karena usaha kantin hanya bertahan beberapa tahun karena bersifat lelang.

Ketika lelang berikutnya perusahaan market leader memenangkan lelang

(30)

4. Rencana Program Pemasaran

4.1Kondisi Aktual Program Pemasaran

4.1.1 Produk yang Ditawarkan

Produk yang ditawarkan dalam usaha ini adalah makanan (soto,

mie, bakso es teh, es jeruk, es juice, minuman kemas, snack, roti,

dsb).

4.1.2 Distribusi

a. Lokasi Usaha

Usaha yang akan dijalankan terletak di SMP N 2 Kalasan

yang berada di daerah selomartani kalasan, sleman. Alamat

Sekolah: Kledokan Selomartani, Kalasan, Sleman,

Yogyakarta. Dengan menyewa satu ruangan kantin di sekolah

tersebut . Alamat Sekolah : Kledokan Selomartani, Kalasan,

Sleman, Yogyakarta.

b. Pemasok yang Dikantinku

Usaha kantin sekolah ini hanya beberapa produk berasal dari

pemasok. Namun inti dari usaha ini adalah penjualan produk

hasil olahan sendiri.

c. Cakupan Daerah Penjualan

Dalam memasarkan produk yang dijual di kantin sekolah,

penulis hanya fokus kepada wilayah sekolah SMP N 2

Kalasan. Hal ini akan lebih memudahkan penulis sendiri

(31)

 

4.1.3 Promosi

Penulis sengaja tidak melakukan promosi secara besar-besaran.

Hal ini dilakukan karena pasar sudah jelas sehingga tanpa promosi

usaha sudah dapat berjalan. Penulis hanya melakukan promosi

dengan memberikan gratis es teh jika makan . hal tersebut

dilakukan agar menarik minat para siswa dan juga ketika siswa

ulang tahun.

4.1.4 Penetapan Harga

Penetapan harga makanan disesuaikan dengan harga yang sudah

dibuat oleh kantin-kantin tetangga yang sudah lama berdiri di situ.

Selain itu harga ditentukan sesuai dengan biaya produksi makanan

tersebut.

a. Soto Rp. 2.500

b. Bakso Rp. 2.500

c. Mie goreng Rp. 2.500

d. Mie rebus Rp. 2.500

e. Snack ringan menyesuaikan

f. Es teh Rp. 1.000

g. Es Jeruk Rp. 1.500

(32)

4.1.5 Indifferent Business

Pengembangan usaha kantin sekolah ini tidak memiliki pembeda

khusus dalam bisnis/usaha. Usaha kantin sekolah ini yang akan

penulis kembangkan tidak memiliki ciri-ciri khusus yang

membedakan dengan usaha kantin sekolah lainnya.

4.2Rencana Program Pemasaran Bulan Februari 2012 – Mei 2012

Rencana program pemasaran Februari 2012 – Mei 2012 disusun untuk

mendukung pencapaian tujuan pengembangan usaha Februari 2012 – Mei

2012 yaitu promosi. Rencana ini disusun dengan bertujuan utuk

mengenalkan kantin baru yang ada di lingkup sekolah serta menarik minat

beli konsumen.

4.2.1 Promosi

Sama seperti diatas yang sudah dibahas sebelumnya, penulis

sengaja tidak melakukan promosi secara besar-besaran. Hal ini

dilakukan karena pasar sudah jelas sehingga tanpa promosi usaha

sudah dapat berjalan

5. Rencana Program Operasi

Karena usaha ini masih tahap awal maka penulis hanya memakai modal

sebesar Rp. 4.432.800,00. Dalam proses produksinya penulis hanya

memproduksi makanan berat dan makanan ringan. Selain itu hanya

(33)

 

5.1Kondisi Aktual Program Operasi

5.1.1 Peralatan dan Bahan Baku yang Dikantinku:

a. Papan nama

b. Mangkuk

c. Gelas

d. Sendok dan Garpu

e. Nampan

f. Penggorengan

g. Piring

h. Kompor

i. Dan peralatan dapur lainnya

Bahan baku membuat soto mudah didapat.Berikut bahan yang

dipakai untuk pembuatan soto :

a. Beras

b. Ayam

c. Bawang Merah dan Bawang Putih

d. Seledri

e. Daun Bawang

f. Kubis

g. Mie Bihun

(34)

5.1.2 Proses Produksi

a. Tahap Persiapan Tempat

Tempat yang dikantinku yaitu berupa ruang kosong

berukuran 4 m x 4 m dengan tinggi 3 m. Pastikan ruangan

tersebut dalam keadaan bersih. Persiapan tempat pada usaha

kantin tersebut tidak terlalu rumit, cukup menyediakan tempat

yg sudah bersih, mencetak papan nama dan menyediakan

beberapa perabotan seperti meja. kursi, kulkas, kompor dsb.

Ruangan tersebut dapat dibuat menjadi empat ruang, yaitu

ruang untuk memasak, makan, menyajiakan makan, tempat

minuman. Tata letak kantin sebagai berikut:

Gambar II.1

(35)

 

Gambar II.2

Tampak Depan Katinku

b. Perawatan Perabotan dan Pemeliharaan Kantin

Perawatan perabotan kantin tidak terlalu rumit. Hanya saja

perlu dilakukan pembersihan yang rutin. Pemeliharaan kantin

sangat sederhana, yaitu menciptakan dan menjaga kondisi

lingkungan tetap bersih dan nyaman. Langkah-langkah

perawatan perabotan meliputi membersihkan meja kursi dan

peralatan memasak, mencuci dengan bersih peralatan makan,

sedangkan pemeliharaan kantin dapat dilakukan dengan cara

menyapu, mengepel, serta menyediakan tempat sampah

(36)

5.1.3 Teknologi dan Keterampilan

Teknologi yang dipakai selama proses produksi masih

memakai cara-cara manual. Hal ini dikarenakan usaha kantin

masih tergolong usaha kecil atau sederhana. Peralatan yang

canggih ini tentu belum dibutuhkan dalam usaha ini, namun

ketrampilan menghitung cepat sangat dibutuhkan pada bisnis ini.

Selama proses produksi penulis hanya memakai peralatan

sederhana sesuai yang dibutuhkan.

Keterampilan tenaga kerja yaitu kepandaian dalam hal

memasak karena ketrampilan tersebut sangat dibutuhkan dan

sangat berpengaruh dalam proses produksi. Karena penulis masih

awam akan pengetahuan tentang usaha kantin sekolah. Agar rencana berjalan baik maka penulis harus belajar mengenai jenis

usaha tersebut. Agar dapat memiliki bekal pengetahuan yang cukup maka penulis mencari informasi melalui internet,

wawancara kepada orang yang berpengalaman pada bisnis kantin.

5.2Rencana Program Operasi Bulan Februari 2012 – Mei 2012

Rencana program operasi Februari 2012 – Mei 2012 disusun untuk

mendukung pencapaian tujuan pengembangan usaha Februari 2012 – Mei

2012. Rencana ini disusun dengan mempertimbangkan ketidaksesuaian

antara kondisi aktual dan kondisi idealnya program operasi serta kondisi

(37)

 

pelaksanaan perencanaan dan implementasi dilakukan setelah ijin kontrak

usaha diperoleh dari pihak sekolah.

6. Rencana Program Sumber Daya Manusia

6.1Kondisi Aktual Program Sumber Daya Manusia

Usaha yang akan dijalankan ini masih dalam tahap awal dan berskala

kecil maka tidak perlu membutuhkan banyak karyawan. Pemilik hanya

meembutuhkan 1 orang karyawan saja untuk memperlancar usaha tesebut.

Hal ini dikarekan penulis ingin mengurangi biaya operasional. Jika

memerlukan bantuan orang lain maka penulis akan meminta bantuan

kepada orangtua penulis. Selain menjalankan bisnis kantin penulis juga

harus membagi waktu untuk kuliah.

6.1.1. Keterampilan Sumber Daya Manusia

Pengetahuan akan memasak sangatlah diperlukan. Karena penulis

masih awam akan pengetahuan memasak. Agar rencana berjalan baik

maka penulis harus belajar mengenai hal ini. Penulis harus dapat

memiliki bekal pengetahuan yang cukup maka penulis mencari

informasi melalui internet, wawancara kepada orang yang

berpengalaman usaha, dan observasi ke kantin sekolah. Keterampilan

yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha ini cukup banyak. Seperti

harus bisa membuat dan menyajikan makanan dan minuman. mampu

(38)

6.2Rencana Program Sumber Daya Manusia Februari 2012 – Mei 2012

Pada usaha yang akan penulis kembangkan terutama pada aspek sumber

daya manusianya sebenarnya untuk saat ini belum terlalu dibutuhkan

penambahan jumlah karyawan. Namun untuk rencana jangka panjang

penambahan jumlah karyawan sangat diperlukan untuk kelancaran usaha

kantin tersebut. Sumber daya manusia yang dimiliki saat ini menurut

penulis belum begitu terampil dalam bidang tersebut. Sehingga dalam

produksi penulis harus selalu mengawasi dan memantau jalannya proses

produksi hingga proses penyajian kepada konsumen. Upah yang diberikan

oleh penulis kepada karyawan masih dibawah UMR di propinsi DIY,

karena usaha tersebut masih tergolong usaha kecil. Penulis berusaha

semaksimal mungkin untuk dapat menjalankan usaha ini seorang diri saja.

Jika membutuhkan bantuan penulis akan meminta kepada orangtua.

Sedangkan pengetahuan teknis dalam produksi, penulis dapatkan dari

internet dan wawancara kepada orang yang sudah berpengalaman di

bidang ini.

7. Rencana Program Keuangan

Penyusunan rencana program keuangan perlu direncanakan dalam setiap

usaha. Dengan rencana program keuangan maka biaya-biaya yang

dikeluarkan dalam pengembangan usaha dapat dialokasikan dengan tepat,

dikontrol dan tahu jumlah biaya yang harus dikeluarkan. Dana pengembangan

(39)

 

keuangan, akan ditunjukkan posisi keuangan aktual dan rencana program

(40)

Tabel II.1

Rincian Biaya-Biaya yang Dibutuhkan

No Kebutuhan Inventaris Harga satuan Kuantitas Jumlah

(41)

 

Setelah mengetahui besaran biaya investasi kantin, kami kemudian menghitung

seberapa besar biaya operasional bulanannya seperti terlihat pada Tabel II.2.

Tabel II.2. Biaya Operasional

No Keterangan Jumlah

1 Gaji pribadi Rp.750.000 2 Gaji Pegawai = 1 orang x @Rp. 500.000 Rp.500.000 3 Tangki gas elpiji = 6 x @Rp. 16.000 Rp.96.000 4 Galon= 20 Buah x @ Rp. 14.000 Rp.280.000 5 Bahan baku 26 hari x 150.000 Rp.3.900.000 6 Kantong Plastik Rp.34.000 7 Kecap dan saos Rp.50.000 8 Snack siap jual = 4 minggu x @Rp 500.000 Rp.2.000.000 9 ballpoint = 4 Buah x @Rp. 1500 Rp.6.000

10 Buku tulis Rp.2.000

11 Tisue roll Rp.56.000

12 Pipet Rp.12.000

Total biaya operasional perbulan Rp. 7.686.000

Aktiva-aktiva tetap yang ada pada Kantin “Kantinku” kemudian dikelompokkan

sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan PMK-96/PMK.03/2009 dan

berdasarkan observasi kami di lapangan bahwa semua aktiva tetap tersebut

memiliki nilai residu rata-rata sebesar 50% dari nilai aktivanya seperti terlihat

(42)

Tabel II.3

DEPRESIASI METODE GARIS LURUS

(43)

 

Setelah menghitung semua nilai residu dari aktiva tetap tersebut, kami kemudian

menghitung penyusutannya menggunakan metode garis lurus untuk setiap kelompok aktiva per tahunnya.

Setelah diketahui nilai penyusutan per tahunnya, maka kami dapat mulai

menghitung anggaran modal dari Kantin “Kantinku” ini. Adapun asumsi-asumsi

yang kami Gunakan ketika menghitung anggaran modal tersebut antara lain:

Tabel II.4.

Perkiraan laba rugi perbulan

Pendapatan:

Penjualan Rp. 3.500 x 100 siswa/hari = Rp. 350.000

Jumlah Pendapatan Perbulan Penjualan perhari x 26 hari Rp. 9.100.000

Beban Usaha:

Beban Operasional Rp. 7.686.000 Beban Depresiasi perbulan Rp. 360.908

Total Beban Rp. 8046908

Laba Rp. 1.053.092

Berdasrkan tabel di atas di temukan bahwa laba per bulan didapat sekitar Rp.

1.053.092/ bulan

Rencana program keuangan yang disusun akan mendukung program

pengembangan usaha Kantinku pada bulan Februari 2013 – Mei 2013 dalam

mencapai tujuan. Rencana keuangan ini juga mempertimbangkan faktor eksternal

dan internalpada usaha ini. Sedangkan target perolehan keuntungan bersih yang

ingin diperoleh dalam usaha ini adalah adanya peningkatan penjualan dari Rp.

1.053.092/ bulan menjadi lebih besar daripada sebelumnya.

Untuk memenuhi pendanaan yang dibutuhkan dalam pengembangan usaha

Kantinku, perlu juga direncanakan sumber pendanaan tersebut. Seperti telah

(44)

aspek keuangan, dalam pengembangan usaha ini pemenuhan kebutuhan

pembiayaan berasal dari uang tabungan pribadi penulis sendiri. Dari dana

tersebut akan dialokasikan untuk pembelian varian makanan agar terciptanya

(45)

 

27

BAB III

RENCANA IMPLEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA

Untuk mendukung terlaksananya berbagai rencana program yang telah

ditetapkan, maka diperlukan dalam pengembangan usaha kantin adalah tahap

implementasi program. Sebelum implementasi program tentunya harus lebih

dahulu dibuat rencana implementasi program pengembangan usaha. Dengan

rencana implementasi program pengembangan usaha, akan menjadikan

pelaksanaan setiap program menjadi teratur baik dari segi waktu maupun biaya.

Yang terpenting dengan adanya rencana implementasi program pengembangan

usaha, pencapaian tujuan suatu program akan dapat dengan mudah diukur

keberhasilannya, karena dengan rencana implementasi program pengembangan

usaha indikator-indikator pencapaian tujuan program tergambarkan dengan jelas.

Mengenai gambaran rencana implementasi program pengembangan usaha dapat

(46)

 

 

Tabel III.1

Rencana Implementasi Program Pengembangan Usaha kantin sekolah

No. Nama

Program Rincian Program Tujuan Program

Waktu

Agar tercipta kenyamanan

pelanggan Februari 2013 Rp 20.000

Ruangan menjadi bersih dan steril

1.2. Mencari variasi

makanan Mendapat variasi makanan Februari 2013 Rp 200.000,00

Kantin dan produk siap dijual

1.3. menyusun layout

kantin Agar kantin tersusun rapi. Februari 2013 Rp 30.000

Layout kantin yang tertata dan nyaman

2. Rencana Program SDM

2.1 Memberikan

pelatihan/keterampila

n Membantu proses produksi. Februari 2013 Rp 10.000

Mempercapat proses

3.1. Alokasi dana kepada tiap program

pengembangan sesuai kebutuhan

Kebutuhan akan biaya terpenuhi. Februari 2013 Rp 5000 Keuangan dapt dilihat

4.

Rencana Program Pemasaran

4.1. Memberikan

pelayanan terbaik Agar konsumen manjadi banyak Februari 2013 Rp. 10.000

Loyalitas pelanggan akan meningkat

4.1. Program promosi

(47)

 

Dari tabel di atas terdapat 4 program rencana implementasi yaitu program operasi,

program sumber daya manusia, program keuangan, dan program pemasaran. Pada program

operasi adalah bagian program yang paling banyak memiliki rincian program dan memerlukan

biaya paling tinggi. Hal ini dikarenakan usaha kantin ini masih dilakukan sendiri dan masih

dalam tahap awal pengembangan usaha. Pada program sumber daya manusia, penulis

memberikan pelatihan maupun ketrampilan khusus dalam hal pengolahan dan pelayanan

terhadap konsumen. Untuk itu program sumber daya manusia memiliki tujuan mendapat laba

yang meningkat.

Penulis mendapat informasi dan pengetahuan tentang kantin sekolah dari internet,

observasi ke tempat pengusaha kantin sebelumnya, dan wawancara kepada pengusaha kantin.

Rencana program keuangan tidak mempunyai rincian program yang banyak. Penulis sudah dapat

menyediakan modal sendiri. Modal tersebut berasal dari tabungan pribadi penulis. Kemudian

yang terakhir adalah program pemasaran. Penulis juga berharap usaha yang dijalankan mampu

menghasilkan keuntungan sesuai rencana yaitu mendapat laba bersih paling tidak sebesar 80%

dari total laba bersih yang diperkirakan.

(48)

30

 

BAB IV

PROSES DAN HASIL PENGEMBANGAN USAHA

1. Kondisi Aktual Indikator Utama Pengembangan Usaha

Setelah melakukan implementasi pengembangan usaha kantin

sekolah, maka dapat diketahui kondisi aktual berbagai indikator yang

utama dalam pengembangan usaha. Indikator yang utama dalam

pengembangan ini adalah sebagai berikut:

1.1. Kondisi Aktual Pasar Usaha Kantinku

1.1.1. Pasar Aktual

Selama masa pengembangan usaha kantin sekolah

memiliki pasar (konsumen) aktual yang berasal dari

wilayah Kalasan dan sekitarnya. Konsumen aktual dari

usaha ini adalah para warga yang belajar/bekerja di SMP N

2 Kalasan.

1.1.2. Pasar Potensial

Konsumen atau pasar potensial merupakan

orang-orang yang membutuhkan dan memiliki kemampuan untuk

membeli produk dari usaha kantin sekolah, namun belum

melakukan pembelian pada usaha. Konsumen potensial

dapat menjadi konsumen yang benar-benar melakukan

(49)

 

Adapun konsumen potensial tersebut adalah siswa/siswi,

beserta staff dan guru SMP N 2 Kalasan.

1.1.3. Pasar Sasaran

Dalam mendirikan suatu usaha memiliki pasar

sasaran untuk menjadi konsumen bagi barang maupun jasa

yang dihasilkannya. Demikian juga dengan usaha kantin

sekolah ini, yang mana menetapkan pasar sasarannya

adalah bagian dari pasar aktual. Namun penulis lebih

memfokuskan pasar sasarannya yaitu pada tingkat

siswa/siswi SMP N 2 Kalasan. Hal ini dilakukan karena

pada pasar sasaran tersebut penjualan akan lebih mudah

karena dapat membeli produk yang dihasilkan dalam

jumlah tertentu.

1.2. Pola Perilaku Pasar Sasaran

Setelah mengetahui pasar sasaran usaha kantin sekolah,

selama masa pengembangan usaha penulis menguraikan mengenai

pola perilaku dari pasar sasaran tersebut adalah siswa/siswi SMP

N 2 Kalasan.

1.2.1. Pola Perilaku

a. Berikut ini adalah pola perilaku pasar sasaran usaha

(50)

sasaran pada saat masuk sekolah, istirahat I dan II,

serta saat pulang sekolah.

b. Pembayaran dapat dilakukan secara langsung saat

penulis menjual produk kepada konsumen akhir.

1.2.2. Pihak yang Terlibat

a. Initiator, pihak-pihak yang berperan sebagai initiator

dalam pembelian oleh pasar sasaran bisa oleh diri

sendiri, yaitu penulis itu sendiri selaku pemilik dari

usaha ini, serta

b. Influencer, pihak yang memiliki pengaruh besar

terhadap pembelian oleh pasar sasaran adalah Ibu Lusia

selaku orang tua penulis.

c. Decider, pihak yang berperan sebagai decider atau

pengambil keputusan pembelian pada usaha kantin

sekolah adalah warga SMPN 2 kalasan.

d. Buyer, pihak yang berperan sebagai buyer atau pembeli

pada usaha kantin sekolah adalah warga SMPN 2

kalasan.

e. User, pihak yang berperan sebagai user atau pengguna

pada usaha kantin sekolah adalah warga SMPN 2

(51)

 

f. Evaluator, pihak-pihak yang berperan sebagai

evaluator usaha kantin sekolah adalah para pengawas

sekolah SMPN 2 kalasan dan Ibu Bano (guru) selaku

pihak pengelola kantin sekolah SMPN 2.

1.3. Kondisi Aktual Industri dan Persaingan

1.3.1. Pesaing dari Usaha Sejenis

Para pesaing usaha sejenis di sekolah tersebut ada 4

kantin. Sehingga dalam bisnis tersebut pemilik harus selalu

berinovasi dan kreatif dalam penyajian dan pemilihan

menu yang dijual.

1.3.2. Pesaing dari Usaha Tidak Sejenis

Pesaing dari usaha tidak sejenis bagi usaha kantin

tidak pada sekolah tersebut. Karena usaha ini hanya berada

di dalam lingkup sekolah.

1.3.3. Posisi Usaha

Terdapat 4 kategori dalam strategi pemasaran

kompetitif yaitu, market leader, market challenger, market

follower, dan market nicher. Posisi usaha kantin sekolah

(52)

dalam kategori market follower. Market follower adalah

perusahaan–perusahaan nomor 3 yang selalu berusaha

memperoleh pangsa pasar dan laba yang stabil dengan

mengikuti tawaran produk, harga, saluran distribusi, dan

program pemasaran pesaing. Market follower mempunyai

ciri secara terus menerus mengikuti cara–cara

perusahaan-perusahaan market leader dalam menawarkan

produk,menetapkan harga, dan menentukan saluran

distribusi serta belajar dari pengalaman market leader

dalam mengembangkan produk baru serta program

pemasarannya. Dalam bisnis ini tidak terdapat market

leader yang dianggap tetap, karena usaha kantin hanya

bertahan beberapa tahun karena bersifat lelang. Ketika

lelang berikutnya perusahaan market leader memenangkan

lelang maka kantin tersebut akan hilang dan diganti dengan

usaha kantin lainnya.

1.4. Produk yang Ditawarkan

Produk yang ditawarkan dalam usaha ini adalah makanan

(soto, mie, bakso es teh, es jeruk, es juice, minuman kemas, snack,

roti, dsb).

1.5. Proses Produksi

(53)

 

Tempat yang digunakan yaitu berupa ruang kosong

berukuran 4 m x 4 m dengan tinggi 3 m. Pastikan ruangan

tersebut dalam keadaan bersih. Ruangan tersebut dapat

dibuat 4 bagian yaitu tempat masak, tempat minum, tempat

display makanan, tempat untuk makan. Posisi susunan

kantin dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar IV.1

Layout kantin

Setelah disusun seperti gambar diatas, dilakukan

pengisian snack/minuman yang akan

dijual(snack/minuman kemasan).

(54)

1.5.2. Perawatan Perabotan dan Pemeliharaan Kantin

Perawatan perabotan kantin tidak terlalu rumit. Hanya

saja perlu dilakukan pembersihan yang rutin. Pemeliharaan

kantin sangat sederhana, yaitu menciptakan dan menjaga

kondisi lingkungan tetap bersih dan nyaman.

Langkah-langkah perawatan perabotan meliputi

membersihkan meja kursi dan peralatan memasak,

mencuci dengan bersih peralatan makan, sedangkan

pemeliharaan kantin dapat dilakukan dengan cara

menyapu, mengepel, serta menyediakan tempat sampah

sehingga lingkungan kantin tetap nyaman digunakan.

1.6. Proses Penjualan

1.6.1. Pemasaran

Sama seperti pada tahap perencanaan pemasaran,

penulis sengaja tidak melakukan promosi secara

besar-besaran. Hal ini dikarenakan sudah ada pembeli potensial.

Penulis mencari sendiri bagaimana cara mendapatkan

pelanggan. Informasi dan strategi penjualan penulis

dapatkan dari wawancara orang yang sudah menggeluti

bisnis ini. Setelah mendapat informasi tersebut kemudian

mengimplementasikan pada kantin penulis.

(55)

 

Pengetahuan akan memasak sangatlah diperlukan. Karena

penulis masih awam akan pengetahuan memasak. Agar rencana

berjalan baik maka penulis harus belajar mengenai hal ini. Penulis

harus dapat memiliki bekal pengetahuan yang cukup maka penulis

mencari informasi melalui internet, wawancara kepada orang yang

berpengalaman usaha, dan observasi ke kantin sekolah.

Keterampilan yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha ini

cukup banyak. Seperti harus bisa membuat dan menyajikan

makanan dan minuman. mampu menggunakan peralatan yang

digunakan untuk perawatan dan pemeliharaan kantin.

1.8. Total Penjualan, Biaya, dan Laba Selama Masa

Pengembangan Usaha

Setelah penulis membuat rencana keuangan sebelumnya

dan sekarang telah diketahui hasil keuntungan dari pengembangan

usaha kantin sekolah selama 4 bulan masa pengembangan bulan

Februari 2012 – Mei 2012, maka dapat diketahui seberapa besar

pendapatan, biaya dan laba yang diperoleh usaha ini selama masa

pengembangan. Pendapatan pada usaha kantin sekolah merupakan

pendapatan dari hasil penjualan seluruh makanan yg dijual di

kantin. Biaya adalah biaya operasi dan biaya non operasi. Laba

adalah laba bersih yang diperoleh usaha ini selama masa

(56)

usaha kantin sekolah selama masa pengembangan sebagai berikut:

2. Analisis Perkembangan Kinerja Keuangan Aktual Selama Masa

Pengembangan Usaha

2.1. Perkembangan Kinerja Pendapatan dan Pengeluaran

Semua program yang direncanakan telah terlaksana selama

masa pengembangan bulan Februari 2012 – Mei 2012. Usaha ini

memang telah mendapat keuntungan namun belum sesuai target

keuntungan yang direncanakan sebelumnya yaitu 80% dari

perkiraan laba bersih. Berikut ini adalah laporan keuangan

pendapatan dan pengeluaran selama masa pengembangan usaha

kantin sekolah.

Tabel IV.1

Pendapatan Kotor yang Diterima Setelah Program Berjalan

Bulan Pendapatan Kotor Perminggu Pendapatan

kotor perbulan

I II III IV

Februari Rp. 2.525.500 Rp. 1.998.100 Rp. 2.775.400 Rp. 2.565.300 Rp. 9.864.300

Maret Rp. 1.475.300 Rp. 2.090.500 Rp. 1.495.200 Rp. 3.435.100 Rp. 8.496.100

April Rp. 1.911.000 Rp. 3.812.300 Rp. 2.696.100 Rp. 2.737.800 Rp. 11.157.200

Mei Rp. 2.798.200 Rp. 3.470.100 Rp. 2.641.100 Rp. 2.122.900 Rp. 11.032.300

Tabel IV.2.

Biaya operasional setelah Program Berjalan

No Keterangan Februari Maret April Mei

1 Gaji pribadi Rp. 750000 Rp. 750000 Rp. 750000 Rp. 750000

2

Gaji Pegawai

(57)

 

= Hari efektif x Rp. 150.000 Rp. 3600000 Rp. 4050000 Rp. 3900000 Rp. 4050000 6 Kantong Plastik Rp. 34000 Rp. 34000 Rp. 34000 Rp. 34000 7 Kecap dan saos Rp. 50000 Rp. 50000 Rp. 50000 Rp. 50000 8 Snack siap jual Rp. 2800000 Rp. 2800000 Rp. 2800000 Rp. 2800000

9

Total pengeluaran Rp. 8186000 Rp. 8636000 Rp. 8486000 Rp. 8636000

Tabel IV. 3 Kantinku Laporan Rugi Laba Per 28 Februari 2013 -30 Mei 2013

Februari Maret April Mei

Pendapatan:

Penjualan Rp. 9.864.300 Rp. 8.496.100 Rp. 11.157.200 Rp. 11.032.300

Beban Usaha:

Beban Operasional Rp. 8.186.000 Rp. 8.636.000 Rp. 8.486.000 Rp. 8.636.000 Beban Depresiasi perbulan Rp. 360.908 Rp. 360.908 Rp. 360908 Rp. 360.908 Biaya lain-lain Rp. 85.000

Total Beban Rp. 8.631.908 Rp. 8.996.908 Rp. 8.846.908 Rp. 8.996.908

Laba/ Rugi Rp. 1.232.392 Rp. -500.808 Rp. 2.310.292 Rp. 2.035.392

3. Proses dan Hasil Aktual Implementasi Pengembangan Usaha

3.1. Proses

Agar pengembangan usaha Kantinku lancar penulis telah

(58)

Selama masa pengembangan usaha kantin sekolah penulis

melakukan berbagai program dan kegiatan untuk mencapai

tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan yang dilakukan oleh usaha

ini antara lain berkaitan dengan program pemasaran, operasi,

sumber daya manusia, dan keuangan.

Pada program operasi adalah bagian program yang paling

banyak memiliki rincian program dan memerlukan biaya paling

tinggi. Hal ini dikarenakan usaha kantin sekolah ini masih

dilakukan sendiri dan masih dalam tahap awal pengembangan

usaha. Program operasi dilaksanakan pada akhir bulan Februari

2012 sampai awal bulan Maret 2012. Pada program sumber daya

manusia penulis yang sekaligus menjadi tenaga kerja yang akan

menjalankan usaha ini belum mempunyai bekal pengetahuan yang

cukup. Untuk itu program sumber daya manusia memiliki tujuan

mendapat informasi dan pengetahuan yang selengkap mungkin

dan melatih penulis agar dapat menjalankan bisnis ini dengan

lancar.

Penulis mendapat informasi dan pengetahuan tentang

kantin sekolah dari internet, dan wawancara kepada sesama

pengusaha kantin. Kemudian pada program pemasaran, selama

penulis menjalankan program tersebut penulis mendapat banyak

konsumen tetap. Penulis tidak berani membuat promosi secara

(59)

 

keuangan tidak mempunyai rincian program yang banyak. Penulis

sudah dapat menyediakan modal sendiri. Modal tersebut berasal

dari tabungan pribadi penulis. Pada program keuangan yang paling

banyak membutuhkan anggaran adalah pada program operasi.

3.2. Hasil

3.2.1. Laba bersih

Dari berbagai program yang dibuat semuanya

bertujuan untuk mendapatkan peningkatan laba bersih.

Setelah program berjalan hasil yang didapatkan sebesar Rp

5.077.268 dalam kurun waktu 4 bulan dengan rincian pada

bulan Februari keuntungan bersih sebesar Rp. 1.232.392,

bulan Maret usaha kantinku mengalami kerugian sebesar

Rp. 500.808, bulan April mendapatkan keuntungan bersih

sebesar Rp. 2.310.292, dan pada bulan Mei usaha kantinku

mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp. 2.035.392.

hasil tersebut lebih besar daripada program perencanaan

yang telah dijelaskan di bab II yaitu sebesar Rp. 1.053.092/

(60)

42 

 

BAB V

EVALUASI DAN REFLEKSI PENGEMBANGAN USAHA

1. Evaluasi Indikator Utama Pengembangan Usaha

Evaluasi indikator utama pengembangan usaha akan mencoba

membandingkan kondisi-kondisi indikator utama pengembangan usaha

sebelum masa pengembangan dan sesudah masa pengembangan.

1.1. Kondisi Pasar Usaha Kantin Sekolah

Dengan melihat kondisi aktual pasar usaha kantin sekolah

baik sebelum masa pengembangan usaha dan sesudah masa

pengembangan usaha, dapat dikatakan sangat berbeda. Di mana

pasar aktual, pasar potensial dan pasar sasaran usaha kantin

sekolah sebelum dan sesudah masa pengembangan mengalami

perubahan yang signifikan.

1.2. Pola Perilaku Pasar Sasaran

Pada bagian ini sama dengan kondisi pasar usaha, pola

perilaku pasar sasaran usaha pengembangan kantin sekolah juga

tidak berbeda antara pola perilaku pasar sasaran sebelum dan

sesudah pengembangan. Hal ini dikarenakan pasar sasaran yang

juga tidak berubah baik sebelum maupun sesudah masa

(61)

 

1.3. Kondisi Aktual Industri dan Persaingan

Berdasarkan analisis kondisi aktual industri dan persaingan

sebelum dan sesudah masa pengembangan mengalami perbedaan.

Para pesaing usaha sejenis di SMP N 2 Kalasan semakin berusaha

menyaingi usaha penulis. Selain itu banyak cara yang dilakukan

pesaing dalam menghadapi pesaingan usaha ini, baik yang wajar

maupun yang tidak wajar.

1.4. Produk yang Ditawarkan

Sama seperti sebelum dan sesudah masa pengembangan

usaha kantin sekolah menawarkan produk berupa soto, mie, bakso

es teh, es jeruk, es juice, minuman kemas, snack, roti, dsb.

Terdapat perbedaan dalam hal produk yang ditawarkan oleh usaha

kantin sekolah sebelum dan sesudah masa pengembangan. Selain

sebagai inovasi produk juga sebagai upaya pemenuha kebutuhan

akan pangan yang sehat.

1.5. Proses Produksi

Dengan membandingkan proses produksi usaha kantin

sekolah yang tertulis pada BAB II (sebelum masa pengembangan)

dengan yang tertulis pada BAB IV (sesudah masa pengembangan),

dapat ditegaskan bahwa proses produksi yang dilakukan oleh usaha

kantin sekolah sebelum dan sesudah masa pengembangan tidak

(62)

1.6. Keterampilan Sumber Daya Manusia yang Diperlukan

Dalam hal keterampilan sumberdaya manusia yang

dibutuhkan usaha kantin sekolah antara sebelum masa

pengembangan dan sesudah masa pengembangan usaha tidak

mengalami perbedaan. Dimana keterampilan yang diperlukan

antara lain seperti harus bisa menyajikan dan mengolah berbagai

makanan dan minuman sebagai mana mestinya.

2. Evaluasi Kinerja Keuangan

2.1. Evaluasi Kinerja Keuangan Berdasarkan Pendapatan dan

Pengeluaran Usaha

Jika dibandingkan antara perkiraan pendapatan sebelum

masa pengembangan dan pendapatan sesudah masa pengembangan

maka pendapatan yang dicapai cukup memuaskan. Dari berbagai

program yang dibuat semuanya bertujuan untuk mendapatkan laba

bersih yang meningkat. Setelah program berjalan hasil yang

didapatkan Rp 5.077.268 dalam kurun waktu 4 bulan dengan

rincian pada bulan Februari keuntungan bersih sebesar Rp.

1.232.392, bulan Maret usaha kantinku mengalami kerugian

sebesar Rp. 500.808, bulan April mendapatkan keuntungan bersih

sebesar Rp. 2.310.292, dan pada bulan Mei usaha kantinku

(63)

 

tersebut lebih besar daripada program perencanaan yang telah

dijelaskan di bab II yaitu sebesar Rp. 1.053.092/ bulan.

Banyak aspek yang mempengaruhi pendapatan usaha

kantin sehingga perbedaan pendapatan sesudah dan sebelum masa

pengembangan cukup besar. Aspek yang mempengaruhi

diantaranya adalah hari tertentu yang menyebabkan liburnya para

siswa dan adanya pesaing yang menyebabkan turunnya penjualan

di kantin. Kemudian pada pengeluaran biaya-biaya yang

dibutuhkan antara sesudah dan sebelum masa pengembangan usaha

tidak memiliki perbedaan yang besar.

3. Evaluasi Implementasi Program Pengembangan Usaha

3.1. Program Pemasaran

Selama masa pengembangan usaha kantin sekolah, semua

program pengembangan yang terkait dalam program pemasaran

kurang begitu menonjol. Hanya saja kualitas yang semakin

ditingkatkan saja yang diperlukan pada usaha ini, karena pasar dari

usaha ini sudah sangat jelas.

3.2. Program Operasi

Selama menjalankan program operasi penulis merasa belum

(64)

seperti masih minimnya pengalaman penulis dalam memelihara

usaha tersebut. Selain itu selera akan sebuah produk bervariasi.

3.3. Program Sumber Daya Manusia

Semua pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan

telah didapat. Dalam menjalankan program sumber daya manusia

juga dapat terlaksana dengan baik. Namun pengalaman penulis

belum cukup berpengalaman dalam menjalankan bisnis kantin

sekolah. Dalam menjalankan usaha kantin sekolah tenaga kerja

hanya 2 orang saja. Penulis harus membagi waktu selain

meluangkan waktu untuk menjalankan usaha kantin sekolah juga

harus meluangkan waktu untuk kuliah. Jika membutuhkan bantuan

penulis akan meminta bantuan pada orang tua.

3.4. Program Keuangan

Selama masa pengembangan usaha kantin sekolah program

keuangan dapat berjalan dengan baik. Program keuangan ini

berupa pengalokasian dana untuk keperluan biaya-biaya selama

masa pengembangan atau implementasi. Waktu pelaksanaannya

dapat dikatakan sesuai dengan waktu yang sudah direncanakan.

Program ini juga dapat dikatakan berhasil, dimana dana

dialokasikan kepada setiap program dengan baik. Hal ini juga

didukung karena sumber pendanaan sudah tersedia semua dari

(65)

 

4. Hambatan Dalam Pengembangan Usaha dan Cara Mengatasinya

4.1. Hambatan yang terjadi selama masa pengembangan usaha

antara lain:

a. Penulis harus membagi waktu selain meluangkan waktu untuk

menjalankan usaha kantin sekolah juga harus meluangkan

waktu untuk kuliah.

b. Hambatan datang dari dalam diri penulis sendiri yaitu penulis

harus mengalahkan rasa malas dalam melaksanakan program.

4.2. Cara mengatasi hambatan-hambatan tersebut antara lain:

a. Hambatan waktu, penulis mengatasinya dengan membuat

jadwal. Penulis tidak berada di dalam bisnis usaha Kantinku

karena kegiatan perkuliahan yang padat, maka penulis masih

ada pegawai dan sering juga meminta bantuan orang tua.

b. Hambatan dari dalam diri, untuk mengatasi hambatan ini

penulis mengatasi dengan memotivasi diri sendiri agar tetap

bersemangat.

5. Refleksi

(66)

Hal yang menyenangkan dalam menjalankan usaha ini

yaitu ketika berjualan bertemu anak-anak SMP yang membuat saya

terhibur dengan candaan mereka. Selain itu, ketika penulis

membuat menu baru yang pastinya laris terjual dan banyak

diminati para siswa. Siswa masuk sekolah dapat membuat senang

penulis, karena penulis akan meraup keuntungan yang lebih ketika

seluruh siswa-siswi masuk sekolah semua.

Duka yang penulis alami yaitu penulis harus merelakan

waktu istirahat dan bermain untuk usaha kantin. Penulis juga harus

bolak-balik dari rumah menuju tempat usaha kantin kemudian

pergi ke kampus. Paling sedih ketika kantin lain meniru menu

makanan yang penulis produksi, sehinga pelanggan lari ke kantin

lain. Bahkan persaingan di area kantin menggunakan hal-hal diluar

akal sehat(dukun), sehingga kantin menjadi sepi. Bahkan makanan

yang dijual kadang basi mendadak(diluar akal sehat). Namun

dalam kasus ini penulis hanya terus berusaha saja bagaimana

mengatasi hal-hal seperti itu.

5.2. Manfaat yang Dirasakan Setelah Mengalami Proses

Pengembangan Usaha

Banyak sekali manfaat yang penulis dapatkan dari

menjalankan usaha budidaya jamur kuping ini. Diantaranya penulis

mendapat pengalaman-pengalaman yang banyak. Penulis menjadi

(67)

 

dalam usaha kantin sekolah. Penulis dapat melawan rasa malu jika

penulis berkomunikasi langsung dengan siswa-siswi yang belum

dikenal. Penulis juga mendapat relasi terutama dari siswa-siswi

SMP Kalasan dan orang-orang yang berkecimpung dalam bisnis

ini. Penulis juga mendapat pengalaman berwiraswasta khususnya

usaha kantin sekolah. Kiranya masih banyak manfaat-manfaat yang

belum penulis tuliskan di sini namun kurang lebih seperti itulah

manfaat-manfaat yang penulis dapatkan dalam menjalankan usaha

kantin ini.

5.3. Makna yang Dapat Dipetik Selama Masa Pengembangan

Usaha Bagi Pengembangan Diri

Selama pengembangan usaha penulis mendapat makna

yang banyak. Diantaranya seperti inilah kerja keras dari seorang

yang berwiraswasta. Makna lain yang penulis petik selama masa

pengembangan usaha bagi pengembangan diri seperti, harus sabar,

berpikir positif, terus bertahan dan yakin bahwa usaha yang

dikerjakan akan berkembang. Selain itu kita dapat memberikan

inovasi-inovasi yang lain untuk dapat terus mempertahankan atau

bahkan mengembangkan usaha yang sedang dijalankan. Penulis

(68)

50 

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

1.

Kesimpulan

Setelah selesai masa pengembangan atau implementasi dari semua program

didapatkan laba bersih sebesar Rp 5.077.268 dalam kurun waktu 4 bulan dengan rincian

pada bulan Februari keuntungan bersih sebesar Rp. 1.232.392, bulan Maret usaha

kantinku mengalami kerugian sebesar Rp. 500.808, bulan April mendapatkan keuntungan

bersih sebesar Rp. 2.310.292, dan pada bulan Mei usaha kantinku mendapatkan

keuntungan bersih sebesar Rp. 2.035.392. hasil tersebut lebih besar daripada program

perencanaan yang telah dijelaskan di bab II yaitu sebesar Rp. 1.053.092/ bulan.

Hal ini dikarenakan masih banyak keterbatasan penulis terutama pada aspek

sumber daya manusia dan operasi yang sudah dibahas pada bab sebelumnya. Penulis

yakin usaha kantin cukup prospektif untuk dikembangkan lebih lanjut karena jika pada

aspek sumber daya manusia dan operasinya diperbaiki maka laba bersih yang akan

diperoleh akan lebih tinggi lagi.

2.

Saran

Setelah masa pengembangan yang penulis laksanakan dan penulis telah

membandingkan dengan masa sebelum masa pengembangan, maka penulis akan

memberikan saran kepada penulis sendiri diantaranya yaitu:

a.

Memberikan variasi makanan agar para pelanggan akan loyal sehingga

(69)

 

b.

Memberikan pelayanan yang sebaik mungkin agar pelanggan merasa puas

membeli makanan di kantinku

Mimpi yang dilakukan adalah dengan adanya bisnis ini bisa di implementasikan di bisnis

selanjutnya. Maka dengan adanya usaha ini bias di jadikan acuan dalam pengembangan

(70)

52   

Dharmesta, Basu Swastha, dkk. 2000 Manajemen Pemasaran (Analisis Perilaku Konsumen). Yogyakarta: BPFE

Engel, James F, dkk. 1994. Perilaku Konsumen (Edisi Keenam). Jakarta: Binarupa Aksara

Griffin, Jill. 2002. Customer Loyality: Menumbuhkan dan Mempertahankan Kesetiaan Pelanggan. Jakarta: Erlangga

Kotler, Amstrong. 2003. Dasar-Dasar Pemasaran (edisi 9). Jakarta: Indeks Gramedia

Sciffman, Leon.G. 2007. Perilaku Konsumen. Jakarta: PT. Indeks

Setiadi, Nugroho J. 2010 Perilaku Konsumen : Kencana Prenada Media Group

(71)

53 

(72)

54   

LAMPORAN HARIAN BULAN FEBRUARI - MEI

Laporan bulan ferbruari 2013

No. Tanggal Hari Debet

Kredit

Saldo

10 12/2/2013 Selasa

Rp. 321.300

Rp. 184.000

Rp. 3.052.600

11 13/2/2013 Rabu

Rp. 375.000

Rp. 164.000

Rp. 3.263.600

12 14/2/2013 Kamis

Rp. 376.000

Rp. 166.000

Rp. 3.473.600

13 15/2/2013 Jumat

Rp. 387.100

Rp. 864.000

Rp. 2.996.700

14 16/2/2013 Sabtu

Rp. 421.200

Rp. 164.000

Rp. 3.253.900

15 18/2/2013 Senin

Rp. 436.300

Rp. 180.000

Rp. 3.510.200

16 19/2/2013 Selasa

Rp. 421.700

Rp. 164.000

Rp. 3.767.900

17 20/2/2013 Rabu

Rp. 567.600

Rp. 164.000

Rp. 4.171.500

18 21/2/2013 Kamis

Rp. 541.500

Rp. 164.000

Rp. 4.549.000

19 22/2/2013 Jumat

Rp. 378.300

Rp. 864.000

Rp. 4.063.300

20 23/2/2013 Sabtu

Rp. 426.300

Rp. 166.000

Rp. 4.323.600

21 25/2/2013 Senin

Rp. 368.800

Rp. 164.000

Rp. 4.528.400

22 26/2/2013 Selasa

Rp. 431.500

Rp. 164.000

Rp. 4.795.900

23 27/2/2013 Rabu

Rp. 389.600

Rp. 164.000

Rp. 5.021.500

24 28/2/2013 Kamis

Rp.

570.800

Rp.

1.414.000

Rp.

4.178.300

Gambar

Tabel II.1.
Gambar IV.1.  Layout kantin ..........................................................................
Gambar II.1
Gambar II.2
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini didasarkan pada empat permasalahan, yaitu: (1) Bagaimana program model kantin kejujuran di SMPN 7 Kota Bandung bagi pengembangan karakter jujur

Rencana implementasi program-program pengembangan yang akan dilakukan selama bulan Juli-Oktober 2011 adalah: memberi pelatihan kepada sekretaris usaha Mulya Tani Lestari agar

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “ MODEL KANTIN KEJUJURAN BAGI PENGEMBANGAN KARAKTER JUJUR SISWA (Studi Kasus di Sekolah Menengah Pertama

Konsep dan pemahaman seperti dapat menghambat perkembangan penyelenggaraan kantin sehat di sekolah karena sepinya pembeli... Sekolah harus mengambil inisiatif untuk melakukan

Dari hasil penilaian kantin sekolah tersebut didapatkan masalah antara lain kantin sekolah tersebut tidak bersih, tempat sampah sangat kurang sehingga banyak

xvi Kantin “Kantinku” Monica Ira Hendra P UniversitasSanata Dharma Yogyakarta RingkasanEsekutif “Kantinku” adalah sebuah bisnis retail makanan yang berlokasi di SMP 2 Kalasan..

Empat pilar utama yang dapat mewujudkan kantin sekolah sehat, yaitu : 1 Komitmen dan manajemen, yaitu adanya komitmen yang kuat dari penanggung jawab/ pengelola kantin sekolah akan

4.2 Rencana Detail Program Pengembangan Usaha Mitra Tahun Pertama 2023 yang akan Disepakati dengan Mitra Rencana Detail Program Pengembangan Usaha Mitra Tahun Pertama 2023 yang akan