BAB IV PROSES DAN HASIL PENGEMBANGAN USAHA
1. Kondisi Aktual Indikator Utama Pengembangan Usaha
Tongseng B1,B2
Setelah melakukan implementasi pengembangan usaha sate dan tongseng B1,B2 dari bulan November 2013 hingga Februari 2014, maka dapat diketahui kondisi aktual berbagai indikator yang utama dalam pengembangan usaha. Indikator yang utama dalam pengembangan ini adalah sebagai berikut:
1.1 Kondisi Aktual Pasar Usaha Sate dan Tongseng B1,B2 1.1.1 Pasar Aktual
Pasar aktual untuk bisnis penjualan makan yang saya geluti ini bisa dikatakan sangatlah banyak dan luas, Mulai dari pelajar, mahasiswa, pegawai kantoran, bahkan petani. Rata-rata konsumen saya disini adalah mahasiswa dari berbagai kampus karena saya menawarkan produk saya di organisasi tempat saya bergabung baik itu didalam maupun diluar kampus.
1.1.2 Pasar Potensial
untuk pasar potensial adalah mereka yang selama ini telah menikmati daging B1 dan B2 itu sendiri, baik itu pelajar, mahasiswa ataupun pekerja. Selama mereka masih memerlukan
dan gemar manikmati daging tersebut, mereka semua adalah pasar potensial bagi saya karena mereka pasti akan membeli dagangan saya. Apalagi sekarang ini saya yang mendekati pasar bukan pasar yang mendekati saya. Ini mempermudah saya untuk menemukan pasar potensial karena melihat kesibukan mereka yang padat dan hanya memiliki sedikit waktu untuk pergi ke warung.
1.1.3 Pasar Sasaran
Tiap pedagang atau penjual pasti memiliki pasar sasaran yang akan dimasuki. Disini pasar sasaran saya untuk saat ini adalah semua teman-teman saya, baik itu yang ada di universitas tempat saya belajar sampai ke teman-teman organisasi dimana saya bergabung. Disana saya melihat pasar sasaran yang sangat jelas karena hampir semua teman-teman saya baik itu yang ada di universitas dan yang ada di organisasi gemar menikmati daging B1 dan B2 ini. Dari sini saya bisa membuat target selama satu bulan saya bisa menjual minimal 120 bungkus. Dalam bulan pertama yaitu November saya berhasil mencapai target. Namun, pada bulan Desember target saya gagal tercapai karena sudah masuk libur semester.
1.2. Pola Perilaku Pasar Sasaran
Setelah mengetahui pasar sasaran usaha penjualan masakan B1 dan B2 ini, selama masa pengembangan usaha saya
menguraikan mengenai pola perilaku dari pasar sasaran tersebut adalah para mahasiswa yang gemar menikmati daging B1 dan B2. 1.2.1. Pola Perilaku
Berikut ini adalah pola perilaku pasar sasaran usaha yang dimaksud:
a. Waktu pembelian biasanya dilakukan oleh pasar sasaran mereka lapar dan bosan dengan makanan yang di jual di UBSD dan di KOPMA.
b. Kuantitas setiap pembelian tergantung pada seberapa sering konsumen membeli masakan atau olahan yang sama. Ada konsumen yang hanya membeli Sate karena dia senang dengan olahan sate, dan ada pula konsumen yang membeli Tongseng karena menurut mereka tongseng lebih nikmat dimakan siang hari.
c. Pembayaran dilakukan secara langsung saat terjadi transaksi.
1.3. Kondisi Aktual Industri dan Persaingan
1.3.1. Pesaing Dari Usaha Sejenis
Untuk usaha sejenis, yaitu menjual masakan B1 dan B2 sudah banyak ditemui di daerah Yogyakarta dan sekitarnya dan produk yang dijual pun lebih banyak dari produk yang saya tawarkan. Selain itu mereka yang menggeluti usaha sejenis, yaitu menjual masakan B1 dan B2 rata-rata telah dikenal oleh
masyarakat dan mengetahui seluk beluk penjualan masakan tersebut. Sedangkan saya masih harus banyak belajar. Namun, saya mempunyai keuntungan dimana saya bisa menjual secara mulut ke mulut atau sistem sales dan mendapatkan ijin untuk berjualan di area hall tengah dimana banyak mahasiswa yang menggunakan area tersebut untuk mengerjakan tugas, berkumpul dengan teman, dsb, sedangkan kebanyak orang memilih pasif dan membuka sebuah ruko atau warung makan.
1.3.2 Pesaing Dari Usaha Tidak Sejenis
Masakan B1 dan B2 memiliki begitu banyak pesaing tidak sejenis terutama di bidang makanan, karena seperti yang kita ketahui, dewasa ini telah banyak orang yang menjual makanan seperti tongseng dang sate kambing, sapi, kuda, dll.
1.3.3 Posisi Usaha
Terdapat 4 kategori dalam strategi pemasaran kompetitif yaitu, market leader, market challenger, market follower, dan
market nicher. Posisi usaha masakan B1 dan B2 ini sendiri
dalam strategi pemasaran kompetitif masuk dalam kategori
market follower. Market follower adalah perusahaan–perusahaan
nomor 3 yang selalu berusaha memperoleh pangsa pasar dan laba yang stabil dengan mengikuti tawaran produk, harga, saluran distribusi, dan program pemasaran pesaing. Market
follower mempunyai ciri secara terus menerus mengikuti cara– cara perusahaan-perusahaan market leader dalam menawarkan produk,menetapkan harga, dan menentukan saluran distribusi serta belajar dari pengalaman market leader dalam mengembangkan produk baru serta program pemasarannya. Sedangkan perusahaan-perusahaan market leader dan market
challenger yang menjadi pesaing berat bagi usaha saya berada di
kawasan Babarsari dan terminal condong catur, Sleman. Warung-warung tersebut memiliki jumlah produksi yang lebih beragam, memiliki pangsa pasar lebih luas, serta sudah dikenal oleh masyarakat sekitar.
1.4. Produk yang Ditawarkan
Produk yang ditawarkan dalam usaha ini adalah olahan dari daging B1 dan B2 baik itu Sate dan ada pulang tongseng.
1.5. Tahap Awal Usaha
Pada awalnya, saya membeli dari warung yang menjual Tongseng B1 atau yang sering kita sebut “sengsu”. Kemudian saya tambahkan beberapa bumbu yang menurut saya kurang. Lalu saya bungkus kembali menjadi beberapa bagian dan ditambahkan nasi baru kemudian saya jual kembali. Dari situ saya diberikan saran oleh dosen pembimbing saya untuk coba memasak sendiri dan membeli daging anjingnya sendiri. Awalnya saya tidak yakin sampai akhirnya saya baru merasa
yakin setelah saya coba dan saya berikan testernya kepada teman dan tetangga saya. Komentar mereka bervariasi, ada yang bilang enak, ada yang bilang kurang pedas, dan ada juga yang bilang kurang banyak. Tetapi itu semua tidak membuat saya menyerah saya terus mencoba sehingga saya berhasil membuat tanpa ada komentar yang miring lagi.
Gambar 4.1
MENUSUKAN DAGING B2 SETELAH DI UNGKEP
Gambar 4.2
1.6. Proses Berjalannya Usaha
Setelah berjalan 2 bulan saya berjualan Tongseng B1 saya mulai terkena kendala, yaitu saya mulai sulit mencari daging anjingnya kembali. Saya sempat berhenti dan tidak jualan selama 2 minggu. Sampai akhirnya saya beralih ke daging B2 (babi), karena sebelumnya saya pernah mengolah daging B2 maka saya tidak memperoleh kesulitan yang berarti.
Gambar 4.3
SATE B2 PADA SAAT DIBAKAR DAN SEBELUM DIBAKAR
Gambar 4.4
TONGSENG YANG SUDAH MATANG 1.7. Proses Penjualan
1.7.1. Pemasaran
Tidak jauh beda pada bab 2 disini saya belum berani untuk melakukan promosi ataupun iklan karena merasa belum dapat memenuhi permintaan pasar. Sehingga pasar yang ada masih sama ketika usaha saya berjalan dan sampai saat laporan ini saya buat, masih terjadi transaksi baik itu dari teman-teman kost, ataupun teman-teman organisasi saya. Selain itu saya juga berjualan di kampus tepatnya student hall. Saya dapat berjualan di sana selama 1 bulan atas bantuan dari Bapak John Philio Simandjuntak, S.E., M.M.
1.7.2. Cakupan Daerah Penjualan
Masih sama seperti di bab 2, cakupan daerah penjualan dari usaha saya ini masih terpusat pada teman-teman organisasi dan juga teman-teman kost, teman-teman kampus, dan tetangga dekat rumah saya. Saya belum memperluas daerah cakupan karena pada saat ini selain sibuk menyelesaikan kuliah saya pun
masih sibuk dalam organisasi saya, setelah saya lulus nanti dan juga lepas dari organisasi saya, saya ingin mencoba untuk menyewa tempat dan mencoba berjualan dengan lebih serius.
1.7.3. Keterampilan Sumber Daya Manusia yang Diperlukan
Masih sama seperti di bab 2, saya merasa dari semua cabang manajemen baik itu operasional, pemasaran, dan keuangan, sumber daya manusia yang paling memiliki masalah atau hambatan, hal ini dikarenakan saya berperan langsung sebagai sumber tenaga kerja tanpa melibatkan orang lain. Sehingga ketika rasa malas menyerang saya, dan saya terlena dengan kemalasan tersebut maka dapat dipastikan bahwa semua fungsi manajemen yang lain akan lumpuh karena saya adalah satu-satunya sumber daya manusia yang tersedia. Saat ini saya bisa sedikit puas dengan berkata bahwa setidaknya sampai saat ini saya berhasil keluar dari zona nyaman saya dan mampu membagi waktu dengan baik.
2. Analisis Perkembangan Kinerja Keuangan Aktual Selama Masa