• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONDISI BANGUN DAN TIDUR KONDISI BANGUN DAN TIDUR

Dalam dokumen SUSUNAN SARAF PUSAT (Halaman 31-35)

E. BEBERAPA APLIKASI KERJA SISTEM SARAF BEBERAPA APLIKASI KERJA SISTEM SARAF

2. KONDISI BANGUN DAN TIDUR KONDISI BANGUN DAN TIDUR

ReseptorReseptor

Saraf eferenSaraf eferen

Pusat pengintegrasiPusat pengintegrasi

Saraf eferenSaraf eferen

EfektorEfektor

2. KONDISI BANGUN DAN TIDUR 2. KONDISI BANGUN DAN TIDUR

Kondisi bangun adalah keadaan kesadaran akan dunia luar. Sebaliknya, tidur Kondisi bangun adalah keadaan kesadaran akan dunia luar. Sebaliknya, tidur adalah kondisi ketika seseorang teta menerima stimulasi eksternal namun tidak  adalah kondisi ketika seseorang teta menerima stimulasi eksternal namun tidak  menyadari keberadaan stimulasi tersebut. Tidur dan bangun menghasilkan pola menyadari keberadaan stimulasi tersebut. Tidur dan bangun menghasilkan pola aktivitas listrik otak yang berbeda yang dapat direkam dalam aktivitas listrik otak yang berbeda yang dapat direkam dalam elektroensefalogram(EEG)

elektroensefalogram(EEG). Semakin sedikit aktivitas mental yang dilakukan. Semakin sedikit aktivitas mental yang dilakukan akan semakin sikron gelombang otak dalam

akan semakin sikron gelombang otak dalam EEG(Campbell,2004EEG(Campbell,2004).).

Ketika seseorang yang sehat berbaring diam dengan mata tertutup, maka Ketika seseorang yang sehat berbaring diam dengan mata tertutup, maka gelombang alfa ( lambat dan sikron) lebih dominan. Ketika mata terbuka atau gelombang alfa ( lambat dan sikron) lebih dominan. Ketika mata terbuka atau orang tersebut menyelesaikan suatu permasalahan yang komplek, maka orang tersebut menyelesaikan suatu permasalahan yang komplek, maka gelombang beta ( lebih kompleks) yang dengan cepat menggantikan gelombang gelombang beta ( lebih kompleks) yang dengan cepat menggantikan gelombang alfa; yang menandakan ketikdak

alfa; yang menandakan ketikdak sikronan baian-bagian otak(Campbell,2004).sikronan baian-bagian otak(Campbell,2004). EEG seseorang yang tidur menggambarkan bahwa tidur adalah proses yang EEG seseorang yang tidur menggambarkan bahwa tidur adalah proses yang dinamis. Pada tahap awal, gelombang theta ( lebih tidak teratur) sering kali dinamis. Pada tahap awal, gelombang theta ( lebih tidak teratur) sering kali mendominasi, yang dimana pada kondisi tidur nyenyak seseorang akan mendominasi, yang dimana pada kondisi tidur nyenyak seseorang akan menghasilkan gelomba

Kondisi seseorang tidur dan bangun dikontrol oleh beberapa pusat di serebrum Kondisi seseorang tidur dan bangun dikontrol oleh beberapa pusat di serebrum dan batang otak. Suatu sistem fungsional neuron yang disebut formasi retikuler dan batang otak. Suatu sistem fungsional neuron yang disebut formasi retikuler melewati bagian pusat batang otak. Satu bagian dari formasi retikuler melewati melewati bagian pusat batang otak. Satu bagian dari formasi retikuler melewati bagian pusat batang otak , bagian yang dimaksud yaitu sistem aktivitas retikuler bagian pusat batang otak , bagian yang dimaksud yaitu sistem aktivitas retikuler (RAS), yang dimana mengatur keadaan tidur dan bangun. RAS bertindak sebagai (RAS), yang dimana mengatur keadaan tidur dan bangun. RAS bertindak sebagai filter sensoris, yang menyeleksi informasi mana yang akan mencapai korteks, dan filter sensoris, yang menyeleksi informasi mana yang akan mencapai korteks, dan semakin banyak input yang diterima korteks maka seseorang akan menjadi siaga semakin banyak input yang diterima korteks maka seseorang akan menjadi siaga dan

dan sadar(Campbell,20sadar(Campbell,2004).04).

Pons dan medula mangandung nukleus yang menyebabkan tidur ketika Pons dan medula mangandung nukleus yang menyebabkan tidur ketika dirangsang, dan otak tengah mempunyai suatu pusat yang menyebabkan bangun. dirangsang, dan otak tengah mempunyai suatu pusat yang menyebabkan bangun. Serotonin merupakan neurotransmitter dari pusat penghasil tidur tersebut. Minum Serotonin merupakan neurotransmitter dari pusat penghasil tidur tersebut. Minum susu debelum tidur dapat merangsang tidur kaena susu mengandung asam amino susu debelum tidur dapat merangsang tidur kaena susu mengandung asam amino triptofan dalam jumlah yang banyak, dima asam amino merupakan suatu triptofan dalam jumlah yang banyak, dima asam amino merupakan suatu prekursor serotonin (Campbell,2004).

prekursor serotonin (Campbell,2004). 3.

3. LATERAL, BAHASA, DAN BERBICARA.LATERAL, BAHASA, DAN BERBICARA.

Daerah asosiasi korteks selebral adalah terlateralisasi; yaitu masing

Daerah asosiasi korteks selebral adalah terlateralisasi; yaitu masing  –  –  masingmasing sisi otak dikhususkan untuk fungsi yang berlainan. Proses yang mendukung sisi otak dikhususkan untuk fungsi yang berlainan. Proses yang mendukung berbicara, bahasa, perhitungan, dan pengelolaan serial yang cepat mengenai berbicara, bahasa, perhitungan, dan pengelolaan serial yang cepat mengenai informasi rici, misalnya, teruta

informasi rici, misalnya, terutama terjadi di belahan otak kiri. Belahma terjadi di belahan otak kiri. Belahan otak an otak kanankanan menekank

menekankan pada keseluruhan kontekm persepsi san pada keseluruhan kontekm persepsi spasial, dan kemampuan kreatif pasial, dan kemampuan kreatif (( Campbell, 2004)

Campbell, 2004)

Pemahaman dan pembentukan bahasa memerlukan beberapa interaksi yang Pemahaman dan pembentukan bahasa memerlukan beberapa interaksi yang sangat kompleks antara beberapa daerah asosiasi di belahan otak kiri, sementara sangat kompleks antara beberapa daerah asosiasi di belahan otak kiri, sementara kandungan emosional bahasa yang disampaikan melalui tekanan suara diproses di kandungan emosional bahasa yang disampaikan melalui tekanan suara diproses di daerah asosiasi yang terdapat di belahan otak kanan. Kerusakan pada bagian daerah asosiasi yang terdapat di belahan otak kanan. Kerusakan pada bagian belahan orak kiri dapat menyebabkan afasia, yaitu ketidakmampuan untuk  belahan orak kiri dapat menyebabkan afasia, yaitu ketidakmampuan untuk  berbicara utuh, yang berbeda

berbicara utuh, yang berbeda –  – beda (campbell, 2004).beda (campbell, 2004).

Kemampuan berbahasa memiliki beberapa komponen terpisah yang dikontrol Kemampuan berbahasa memiliki beberapa komponen terpisah yang dikontrol oleh berbagai bagian korteks (campbell, 2004).

oleh berbagai bagian korteks (campbell, 2004).

Bahasa adalah suatu bentuk komunikasi kompleks dengan kata

Bahasa adalah suatu bentuk komunikasi kompleks dengan kata  –  –  kata yangkata yang secara tertukis atau lisan melambangkan benda dan menyampaikan gagasan. secara tertukis atau lisan melambangkan benda dan menyampaikan gagasan.

Bahasa melibatkan integrasi dua kemampuan terpisah, yaitu ekspresi dan Bahasa melibatkan integrasi dua kemampuan terpisah, yaitu ekspresi dan pemahaman masing

pemahaman masing –  – masing berkaitan dengan daerah tertentu di korteks. masing berkaitan dengan daerah tertentu di korteks. DaerahDaerah primer spesialisasi kortikal untuk

primer spesialisasi kortikal untuk bahsa adalah daerah broca dan wenicke. bahsa adalah daerah broca dan wenicke. DaerahDaerah broca, yang bertanggung jawab untuk kemampuan berbicara, terleteak di lobus broca, yang bertanggung jawab untuk kemampuan berbicara, terleteak di lobus frontalis kiri dan berkaitan erat dengan daerah motorik korteks yang mengontrol frontalis kiri dan berkaitan erat dengan daerah motorik korteks yang mengontrol otot

otot –  – otot yang pernting untuk artikulasi ( otot yang pernting untuk artikulasi ( sherwood, 2007 ).sherwood, 2007 ).

Daerah wernicke, yang terletak di koterks kiri pada pertumuan lobus

Daerah wernicke, yang terletak di koterks kiri pada pertumuan lobus  –  –  lobuslobus parietalis, temporalis, dan oksipitalis, berhubungan dengan pemahaman bahasa. parietalis, temporalis, dan oksipitalis, berhubungan dengan pemahaman bahasa. Daerah ini berperan penting dalam pemahaman bahasa baik tertulis

Daerah ini berperan penting dalam pemahaman bahasa baik tertulis maupun lisan.maupun lisan. Selain itu, daerah ini bertangggung jawab untuk memfomulasikan pola Selain itu, daerah ini bertangggung jawab untuk memfomulasikan pola pembicaraan koheren yang disalurkan melalui seberkas serat ke daerah borca, pembicaraan koheren yang disalurkan melalui seberkas serat ke daerah borca, kemudian mengontrol artikulasi pembicaraan ini. Daerah wercike menerima kemudian mengontrol artikulasi pembicaraan ini. Daerah wercike menerima masukan dari korteks visual di lobus oksipitalis, suatu jalur yang penting dalam masukan dari korteks visual di lobus oksipitalis, suatu jalur yang penting dalam pemahaman membaca dan menjelaskan suatu benda yang tampak, serta dari pemahaman membaca dan menjelaskan suatu benda yang tampak, serta dari korteks auditorius di lobus temporalis, suatu jalur yang penting untuk memahami korteks auditorius di lobus temporalis, suatu jalur yang penting untuk memahami bahasa lisan (sherwood, 2001).

bahasa lisan (sherwood, 2001).

Karena berbagai asek bahasa terletak di daerah

Karena berbagai asek bahasa terletak di daerah  –  –  daerah korteks yangdaerah korteks yang berlainan, kerusakan di daerah tertentu dapat menyebabkan gangguan bahasa berlainan, kerusakan di daerah tertentu dapat menyebabkan gangguan bahasa selektif. Kerusakan daerah broca menyebabkan kegagalan pembentukan kata, selektif. Kerusakan daerah broca menyebabkan kegagalan pembentukan kata, walaupun pasien masih dapat mengerti kata lisan atau tertulis. Para individu walaupun pasien masih dapat mengerti kata lisan atau tertulis. Para individu tersebut mengetahui apa saja yang hendak ,ereka katakan, tetapi tidak mampu tersebut mengetahui apa saja yang hendak ,ereka katakan, tetapi tidak mampu mengekspresikan diri mereka. Walaupun mereka dapat menggerakan bibir dan mengekspresikan diri mereka. Walaupun mereka dapat menggerakan bibir dan lidah, mereka tidak dapat melakukan perintah motorik secara benar untuk  lidah, mereka tidak dapat melakukan perintah motorik secara benar untuk  mengartikulasi kata

mengartikulasi kata  –  –  kata yang mereka ingin sampaikan. Sebaliknya, pasienkata yang mereka ingin sampaikan. Sebaliknya, pasien dengan lesi di daerah wernicke tidak dapat mengerti kata

dengan lesi di daerah wernicke tidak dapat mengerti kata  –  –  kata kata yang yang merekamereka dengar atau lihat. Mereka mampu berbicara dengan lancar, walaupun kata

dengar atau lihat. Mereka mampu berbicara dengan lancar, walaupun kata  –  –  katakata yang mereka ucapkan dengan sempurna tidak memiliki arti. Mereka tidak dapat yang mereka ucapkan dengan sempurna tidak memiliki arti. Mereka tidak dapat mengaitkan arti dengan kata atau memilih kata

mengaitkan arti dengan kata atau memilih kata  –  –  kata yang tepat untuk kata yang tepat untuk  menyampaikan fikiran mereka. Gangguan bahasa semacam itu disebabkan oleh menyampaikan fikiran mereka. Gangguan bahasa semacam itu disebabkan oleh kerusakan daerah korteks spesifik yang dikenal sebagai afasia

kerusakan daerah korteks spesifik yang dikenal sebagai afasia ( sherwood, 2001).( sherwood, 2001). Setiap hemisfer sedikit banyak memiliki spesialisasi dalam jenis aktivitas Setiap hemisfer sedikit banyak memiliki spesialisasi dalam jenis aktivitas mental yang terbaik dapat dilakukan. Hemisfer serebrum kiri unggul dalam mental yang terbaik dapat dilakukan. Hemisfer serebrum kiri unggul dalam

melaksanakan tugas logis, analistis, sekuensial, dan verbal, misalnya matematika, melaksanakan tugas logis, analistis, sekuensial, dan verbal, misalnya matematika, pembentukan bahasa, dan filsafat. Sebaliknya , hemisfer asebrum kanan unggul pembentukan bahasa, dan filsafat. Sebaliknya , hemisfer asebrum kanan unggul dalam keterampilan non bahasa, terutama persepsi spasial, kemampuan artistik, dalam keterampilan non bahasa, terutama persepsi spasial, kemampuan artistik, dan musik. Sementara hemisfer kiri cenderung mengolahninformasi dengan cara dan musik. Sementara hemisfer kiri cenderung mengolahninformasi dengan cara fragmenter, hemisfer kanan memadang dunia secara holistis. Dalam keadaan fragmenter, hemisfer kanan memadang dunia secara holistis. Dalam keadaan normal, di antara kedua hemisfer terjadi penukaran informasi yang luas, sehingga normal, di antara kedua hemisfer terjadi penukaran informasi yang luas, sehingga mereka saling melengkapi, tetapi pada banyak orang keterampilan yang berkaitan mereka saling melengkapi, tetapi pada banyak orang keterampilan yang berkaitan dengan salah satu hemisfer tampaknua berkembang lebih kuat. Dominasi

dengan salah satu hemisfer tampaknua berkembang lebih kuat. Dominasi hemisferhemisfer kiri cenderung dikaitkan dengan “ pemikir”, sedangkan dominasi hemisfer kanan kiri cenderung dikaitkan dengan “ pemikir”, sedangkan dominasi hemisfer kanan dikaitkan dengan “pencipta” (Sherwood, 2001).

dikaitkan dengan “pencipta” (Sherwood, 2001). 4.

4. EMOSIEMOSI

Beberapa hipotesis mengusulkan bahwa emosi dihasilakn oleh umpan balik  Beberapa hipotesis mengusulkan bahwa emosi dihasilakn oleh umpan balik  organ dan otot tubuh ke SSP. Kemudian muncul hipotesis yang menyatakan organ dan otot tubuh ke SSP. Kemudian muncul hipotesis yang menyatakan bahwa perdepsi informasu sensoris pleh otak pertama- tama akan menghasilkan bahwa perdepsi informasu sensoris pleh otak pertama- tama akan menghasilkan pengalaman emosi, kemudian ekspresi emosi, seperti penigkatan denyut dan pengalaman emosi, kemudian ekspresi emosi, seperti penigkatan denyut dan wajah yang memerah. Manusia cenderung memiliki pengalaman emosi dan wajah yang memerah. Manusia cenderung memiliki pengalaman emosi dan ekspresi yang sangat individual. Stinulus

ekspresi yang sangat individual. Stinulus yang memicu kemarahan pada seseorangyang memicu kemarahan pada seseorang bisa jadi tidak mempunyai efek serupa pada orang lain. Beberapa emosi manusia bisa jadi tidak mempunyai efek serupa pada orang lain. Beberapa emosi manusia bertanggung pada kelompok fungsional nucleus dan saluran akson yang saling bertanggung pada kelompok fungsional nucleus dan saluran akson yang saling berhubungan di SSP yang disebut system limbic. System lymic dihubungkan berhubungan di SSP yang disebut system limbic. System lymic dihubungkan dengan daerah korteks serebral yang terlibat

dengan daerah korteks serebral yang terlibat dalam pembalajaran korteks, bernalardalam pembalajaran korteks, bernalar , dan personalitas. Konsultasi antara pusat otak bagian atas dengan system limbic , dan personalitas. Konsultasi antara pusat otak bagian atas dengan system limbic sangat penting dalam formulasi emosi ( Campbell, 2004).

sangat penting dalam formulasi emosi ( Campbell, 2004). 5.

5. KESADARANKESADARAN

Satu hipotesis central mengenai kesadaran bahwa kesadaran adalah satu ciri Satu hipotesis central mengenai kesadaran bahwa kesadaran adalah satu ciri otak yang muncul tanpa terduga, dan melibatkan kerjasaman daerah ekstensif di otak yang muncul tanpa terduga, dan melibatkan kerjasaman daerah ekstensif di korteks serebral secara bersama. Fungsional neutron membangkitkan pemikiran korteks serebral secara bersama. Fungsional neutron membangkitkan pemikiran kesadaran, keduanya juga terlibat dalam tugas

kesadaran, keduanya juga terlibat dalam tugas  –  – tugas yang kurang kompleks dantugas yang kurang kompleks dan lebih spesifik. Beberapa neutron misalnya bisa mengindra stimulus internal dan lebih spesifik. Beberapa neutron misalnya bisa mengindra stimulus internal dan eksternal, dan lainnya bisa memfomulasikan sinyal perintah ke sekelompok otot eksternal, dan lainnya bisa memfomulasikan sinyal perintah ke sekelompok otot rangka, sementara kedua kelompok tersebut bekerjasama untuk

rangka, sementara kedua kelompok tersebut bekerjasama untuk memformulasikanmemformulasikan suatu kesadaran akan sensasi dan respon otot

Dalam dokumen SUSUNAN SARAF PUSAT (Halaman 31-35)

Dokumen terkait