BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Kondisi Umum
4.1.2 Kondisi Biofisik
Tanah latosol merupakan jenis tanah yang mendominasi lahan permukiman Telaga Golf Sawangan. Tanah latosol merupakan tanah yang memiliki beberapa jenis warna, seperti warna merah, merah kecoklatan, dan coklat kekuningan. Berikut ini merupakan ciri khas dari jenis tanah latosol: (a) proses pembentukan tanah latosol disebut dengan istilah latosolisasi, terbentuk dengan syarat daerah tersebut memiliki suhu dan curah hujan yang tinggi; (b) terdapat di daerah iklim humid-tropik tanpa bulan kering hingga subhumid dengan musim kemarau agak lama; (c) meluas di daerah iklim tropis hingga iklim basah tropik dengan curah hujan 2.500-7.000 mm/th; (d) bervegetasi hutan basah sampai sabana; (e)bertopografi dataran, bergelombang hingga pegunungan; (f) umumnya bahan induk vulkanik baik tuff maupun batuan beku; (g) meliputi tanah-tanah yang telah mengalami pelapukan intensif; (h) mengalami pencucian unsur-unsur basa, bahan organik dan silika; (i) tekstur lempung hingga geluh, struktur remah hingga gumpal lemah, dan konsistensi gembur. Tanah ini adalah tanah yang cukup subur sehingga cocok untuk penanaman vegetasi di kawasan permukiman. Ketinggian tempat rata-rata sekitar 90m dpl.
4.1.2.2 Iklim
Kondisi permukiman beriklim sedang dengan suhu udara maksimum
26,4˚C pada bulan September hingga Oktober dan suhu minimum pada bulan Februari sebesar 25,1˚C, sedangkan suhu rata-rata tahunan sebesar 25,8˚C.
Kelembaban udara dengan rata-rata tahunan mencapai 84% dengan kelembaban udara maksimum terjadi pada bulan Februari sebesar 89% dan kelembaban minimum yang terjadi pada bulan Agustus sebesar 79%. Kecepatan angin rata-rata tahunan sebesar 1 m/det dengan arah angin yang bertiup dari barat. Curah hujan bulanan tertinggi terjadi pada bulan April dengan jumlah sebesar 513.48 mm dan curah hujan terendah terjadi pada bulan Juli sebesar 152,3 mm. Grafik iklim Sawangan, Depok, pada tahun 2004-2008 dapat dilihat pada Gambar 5.
Gambar 5. Grafik Iklim Sawangan, Depok, tahun 2004-2008 celcius
m/det
mm %
4.1.2.3 Vegetasi
Vegetasi di Telaga Golf Sawangan ditanam sejak tahun 1997 saat awal proyek pembangunan kawasan permukiman dimulai, tetapi seiring dengan terus berjalannya proyek hingga saat ini, terdapat beberapa perubahan jenis tanaman karena adanya renovasi tanaman. Vegetasi yang terdapat pada tapak terdiri dari beberapa tanaman dengan berbagai macam kegunaan, seperti sebagai peneduh, estetika, pengarah jalan, dan sebagai kawasan konservasi. Pada tanah vertikal terdapat vegetasi seperti pohon, perdu, semak, ground cover, dan rumput. Ground cover didominasi oleh rumput peking (Zoysia matrella (L.) Merr.); median jalan dihiasi dengan palem raja (Roystonea regia) yang diselingi oleh euphorbia berduri (Euphorbia milii); bahu jalan ditanami pohon cemara (Casuarina equisetifolia L.), pucuk merah (Syzygium oleina), kelapa sawit (Elaeisguineensis), dan lainnya.
Berbagai jenis tumbuhan koleksi Kebun Raya Bogor terdiri dari tanaman kehutanan, pohon buah, pohon obat, dan pohon pelindung tumbuh subur di Telaga Golf Sawangan sejak proyek permukiman ini dibangun tahun 1997. Pohon-pohon langka yang tumbuh rimbun seperti merbau (Instia bijuga), kamper (Dryobalanops aromatica), eboni (Diospyros celebica), meranti (Shorea sp.), kecapi (Sandoricum koetjape), rukem (Flacourtia rukam), salam (Syzygium polyanthum), bisbul (Diospyros blancoi), kenari (Canarium commune), pule (Alstoniascholari), dan lain-lainnya dapat dijumpai disini.
Terdapat pula kehidupan alami biota air tawar seperti udang, gabus, sepat, gapi, dan belut yang hidup tumbuh serta berkembang dengan baik di sini. Selain itu, juga dapat dijumpai beberapa fauna seperti tupai, burung tekukur burung hantu, hingga biawak yang dapat hidup aman di lingkungan permukiman.
4.1.2.4 Ruang Terbuka Hijau
Permukiman Telaga Golf Sawangan memiliki motto sebagai hunian bernuansa resort yang berbasis lingkungan. Hal ini dapat dilihat pada jumlah ruang terbuka hijau yang seimbang dengan pembangunan properti dan selaras dengan lingkungan sehingga mampu menciptakan kawasan hunian sehat yang bersinergi dengan lingkungan hidup. Penghuni yang cinta lingkungan benar-benar telah mendapat tempat yang sesuai dengan adanya sarana dan prasarana yang
mendukung hidup dalam sebuah lingkungan yang nyata dengan konsep Green Real Estate ini.
Sebanyak 45% kawasan ini terdiri dari ruang terbuka hijau, yaitu vegetasi yang mampu memberikan manfaat bagi permukiman seperti keamanan, kenyamanan, kesejahteraan, dan keindahan. Ruang-ruang terbuka hijau yang terdapat di Telaga Golf Sawangan sudah dapat dinikmati saat memasuki kawasan permukiman ini. Setelah memasuki gerbang utama penghuni disuguhi jajaran pohon-pohon yang menjulang dan rimbun, yang diselingi dengan taman-taman jalur hijau di median jalan, dan di sepanjang tepi jalan utama boulevard yang didominasi oleh pohon palem raja (roystonea regia) dengan groundcover rumput peking (Zoysia matrella (L.) Merr.). Berbagai elemen ekosistem ditempatkan oleh pengembang, seperti hutan konservasi buatan berukuran kecil dan danau di sekitarnya. Keberadaan kolam air mancur di boulevard menambah estetika. Telaga dan danau, didukung taman asri yang luas dengan pohon-pohon yang rimbun, jogging, dan bikingtrack serta jalur bagi pejalan kaki yang ditata dengan bebatuan alami, melengkapi lanskap alamnya. Hadirnya perairan menyegarkan suasana. Lanskap alam ini diperindah lagi dengan patung-patung yang menghiasi jalan utama. Keseluruhan aksen air dan pepohonan yang ada sangat mendukung konsep resort yang dimiliki Telaga Golf Sawangan.
Keberadaan ruang terbuka hijau di permukiman Telaga Golf Sawangan sudah mendapatkan pengakuan di Indonesia. Permukiman ini mendapat sebutan sebagai Green Real Estate yang diakui oleh masyarakat, hal ini dapat dilihat dengan beberapa penghargaan yang telah diraih seperti penghargaan Best Indonesia Green Award 2010 yang diselenggarakan majalah Bisnis & CSR dan dua kali menjuarai penghargaan GreenPropertyAward pada tahun 2009 dan 2010 untuk kategori permukiman yang sedang dikembangkan (jadi bukan hanya konsep) versi Majalah Housing Estate. Ketersediaan ruang terbuka hijau yang memadai ini pula yang selalu menjadi pertimbangan para pengunjung yang berniat membeli rumah baru, karena kualitas dan kuantitas RTH yang baik mampu menambah daya jual rumah dan menjadi daya tarik tersendiri bagi peminatnya.
Berbagai ruang terbuka hijau yang disediakan di permukiman ini memiliki manfaat yang luar biasa bagi penghuninya. Pembangunan kolam-kolam besar yang dirangkai menjadi sumber mata air berbentuk laguna pada beberapa lokasi menjadi pusat utama kegiatan konservasi tersebut. Pada masa pembangunan, kolam tersebut menjadi penjaga atau buffer perpindahan sedimen tanah dari dalam proyek keluar permukiman sehingga pembangunan hunian tidak akan menyebabkan pendangkalan sungai atau danau di sekitarnya.
Beberapa jenis tumbuhan langka koleksi Kebun Raya Bogor yang tumbuh di sepanjang laguna menjadi sebuah arboretum tumbuhan yang menyimpan keanekaragaman hayati, yang kini telah menjadi sarana pendidikan yang menyenangkan untuk anak-anak. Di dalam fasilitas lingkungan yang ditata mirip hutan kecil ini anak-anak dapat bermain sambil mengenal berbagai jenis pepohonan sekaligus mengenal biota air tawar sebagai bagian ekosistem alam seperti yang dipelajari di sekolah. Vegetasi penyusun tata hijau di kawasan Telaga Golf Sawangan juga memiliki beberapa fungsi, antara lain, sebagai pembentuk ruang, pengontrol kebisingan, pengontrol visual, pengarah, estetika, habitat satwa, serta fungsi-fungsi pendukung lainnya.
Gambar 6 Ruang Terbuka Hijau pada Lingkungan Permukiman
4.1.3 Sarana dan Prasarana