100 Pemantauan Garam Beryodium 100 100
G. KONDISI YANG DIHARAPKAN
Berdasarkan kondisi umum yang ada tersebut, maka dalam lima tahun mendatang kondisi yang diharapkan adalah sebagai berikut :
1. Untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik, bersih serta transparan terhadap upaya untuk mengoptimalkan pelayanan publik yang berbasis kinerja, dengan jumlah Pegawai yang ada saat ini 2.693 orang yang terdiri dari struktural dan non struktural akan dapat meningkat melalui pelatihan dan pemetaan pegawai berdasarkan kompetensi yang dimiliki dan direncanakan sekurang-kurangnya 80 % mampu melayani publik dengan berbasis Kinerja.
2. Dalam rangka menjamin pelayanan kesehatan yang paripurna/menyeluruh dan prima kepada seluruh masyarakat Belitung Timur, tanpa membedakan strata sosial masyarakat untuk mendapatkan pelayanan secara profesional serta memberikan jaminan asuransi pada masyarakat yang berisiko tinggi dalam pekerjaannya dan diharapkan pada lima tahun mendatang dari jumlah penduduk Belitung Timur per November 2010 sebesar 110.081 jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduk kurang dari 3,65 % pertahun, dapat terlayani dengan program Asuransi Kesehatan Gratis Paripurna dan Asuransi Perlindungan Masyarakat Lainnya sebesar 100 % dengan melakukan intervensi pada pihak swasta terhadap para pekerja dan intervensi APBD dalam pelaksanaan program pembangunan bidang kesehatan.
3. Sebagai upaya optimalisasi pelaksanaan undang-undang Guru dan Dosen, maka dari data yang ada terhadap jumlah tenaga edukatif yang berstatus PNS di Belitung Timur tahun 2010 berjumlah 1.562 orang dan yang tidak berstatus PNS 202 orang, sedangkan yang sudah memenuhi kualifikasi dan memiliki sertifikat untuk mengajar 314 orang, dan direncanakan pada lima tahun kedepan terjadi peningkatan jumlah guru yang memiliki sertifikasi. Untuk melaksanakan program Pendidikan Profesional dan Gratis serta Beasiswa perlu dilakukan dengan peningkatan kompetensi para guru secara teratur dan berkesinambungan termasuk kepada para siswa dengan melakukan pemetaan secara teratur, peningkatan kemampuan berbahasa para siswa melalui program bahasa inggris dan mandarin, sehingga pada lima ke depan Belitung Timur mampu memiliki SDM yang berkualitas.
4. Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas harus dimulai dari sejak dini dengan melakukan pembinaan dan bimbingan secara berstruktur dan berjenjang dengan melibatkan berbagai pihak, karena derajat kesehatan masyarakat harus semakin meningkat pada setiap tahunnya untuk itu melalui pembinaan kesehatan Ibu dan Anak Paripurna adalah upaya yang sangat penting diutamakan melalui kegiatan pendidikan/penyuluhan dan informasi terhadap perencanaan perkawinan, perencanaan kehamilan, melahirkan hingga pengasuhan anak secara baik dan benar untuk itu diharapkan pada masa lima tahun mendatang terdapat peningkatan pemahaman masyarakat mengenai hal tersebut untuk menjadikan anak-anak yang sehat dan cerdas.
5. Upaya untuk meningkatkan angka harapan hidup salah satunya adalah dengan memberikan pelayanan terhadap Kesehatan dan pemberdayaan para orang tua usia lanjut (Lansia). WHO menetapkan 65 tahun sebagai usia yang menunjukan proses menua yang berlangsung secara nyata dan seseorang telah disebut lanjut usia berdasar pada undang–undang Nomor 13 tahun 1998 adalah 60 tahun. Permasalahan lansia secara umum mencakup empat aspek yaitu Fisik, psikologik, sosial dan ekonomi, berkenan dengan hal tersebut dari jumlah lansia di Belitung Timur sebesar 6.052 orang, sekurang-kurangnya pada setiap tahun 80 % mendapatkan pelayanan kesehatan seperti pengobatan, pemberian nutrisi, senam otak dan bimbingan psikologik serta bantuan sosial ekonomi.
6. Pemberdayaan ekonomi masyarakat yang terpadu adalah kegiatan yang sangat penting dengan memberikan modal usaha yang murah dan mudah serta memberikan informasi dan pembinaan secara berkala dan berjenjang terhadap masyarakat baik melalui teknologi tepat guna maupun industri kreatif masyarakat
terencana melalui intervensi pemerintah dan swasta dan sekurang kurangnya 5% masyarakat pada setiap kecamatan tiap tahunnya dapat berproduksi dan meningkatkan taraf hidupnya.
7. Belitung Timur memiliki potensi wisata dan budaya yang sangat indah, dan hal tersebut belum optimal pengelolaannya, walaupun perencanaan dan pengembangannya terus dilakukan, utamanya dengan mengkonsentrasikan kegiatan pariwisata berbasis budaya dan alam untuk mendukung peningkatan kunjungan wisata.
8. Untuk mengoptimalkan kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan dan kehutanan, perlu dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan dengan melibatkan pihak swasta dan masyarakat secara aktif sehingga mampu mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi petani, penerapan teknologi, dan bantuan permodalan. Keterlibatan swasta dalam menciptakan lapangan kerja yang didukung pemerintah melalui regulasi daerah yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai, pada lima tahun ke depan diharapkan akan dapat membuka lahan tanaman padi seluas 2000 Ha, penanaman sengon pada lahan-lahan kritis dan merehabilitasi lahan-lahan eks-tambang, sehingga harapan kita lima tahun ke depan sekurang-kurangnya 80% pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian dapat ditingkatkan. 9. Sebagai daerah kepulauan, Belitung Timur memiliki potensi kelautan yang sangat
potensial untuk di kembangkan dan di daratannya banyak terdapat bekas – bekas penambangan yang belum teroptimalkan pengelolaannya. Untuk itu harapan kedepan dengan program budidaya perikanan dan kelautan yang dilaksanakan secara terpadu dengan didukung industri pengolahan hasil perikanan dan penerapan teknologi sebagai keluaran dari produksi sektor perikanan dan kelautan yang memiliki nilai tambah bagi peningkatan kesejahteraan nelayan dan intervensi pemerintah untuk memutus lingkaran yang menjerat nelayan perlu di lakukan pada setiap tahunnya sehingga harapannya minimal 5 % dari nelayan pada setiap tahunnya dapat terlepas dari sistem kerja tengkulak atau ijon.
10. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Belitung Timur diarahkan untuk mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah dengan menitikberatkan pada sektor jasa, pariwisata dalam upaya untuk menunjang ekonomi kerakyatan, yaitu dengan cara pemberdayaan masyarakat sehingga mampu melihat peluang investasi yang mampu meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat desa maupun kota bahkan meningkatkan nilai pendapatan asli daerah. Selain itu dengan adanya BUMD yang terpelihara pengelolaannya maka kesejahteraan masyarakatpun dapat dicapai, sekurang-kurangnya 10 % pertahun.
11. Program Pengawasan dan penggunaan hasil tambang yang dilakukan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat pada resiko kerja dan hasil kerja yang dilakukan pada bidang ini. Kondisi saat ini sektor pertambangan masih memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam perekonomian masyarakat, namun kegiatan yang tidak berwawasan lingkungan akan memberikan dampak dan kerugian bagi masyarakat secara keseluruhan. Jumlah lahan kritis di Kabupaten Belitung Timur seluas 77.269, 39 ha yang terdapat dalam dan luar kawasan. Hal tersebut diharapkan pada lima tahun kedepan 50% dapat tertangani untuk dilakukan reklamasi dan reboisasi.
12. Program Desa Mandiri Berbudaya.
Menindaklanjuti dari pelaksanaan PP Nomor 72 Tahun 2005 tentang desa, maka pelaksanaan otonomi desa yang berbasis kebersamaan dan keterbukaan dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan desa sangatlah besar dipengaruhi oleh kemandirian masyarakat lokal dengan melihat kepada potensi yang ada dilingkup desa masing-masing untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat di pedesaan. Pencapaian tersebut tidaklah semata hanya diserahkan kepada pihak desa saja tanpa ada intervensi dari pemerintah diatasnya dan peran investasi sebagai pendorong berkembangnya masyarakat pedesaan. Harapan kedepan 60 % dari 39 desa di Belitung Timur mampu untuk mengembangkan kemandirian lokal masyarakat dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraannya
13. Program Bantuan Fakir Miskin dan Yatim Piatu serta penderita cacat agar berdayaguna.
Fakir miskin, dan yatim piatu serta penderita penyandang cacat adalah bukan beban bagi pemerintah daerah apabila mereka diberdayakan dengan informasi pengetahuan dan pendidikan sesuai dengan tingkat kemampuan yang ada pada mereka agar mereka tidak bergantung kepada siapapun dalam proses pencapaian kesejahteraan ekonomi mereka. Data yang ada di Belitung Timur untuk keluarga miskin per Desember 2010 berjumlah 2.010 KK dan penyandang cacat berjumlah 12.202 Orang sehingga harapan kedepan sekurang-kurangnya 20 % dapat mandiri melalui program yang diberikan oleh pemerintah dan adanya intervensi dari pihak swasta.
14. Program P3KUMK.
Memberikan bantuan perkuatan modal usaha kepada jumlah UMKM yang dibantu data di Bidang Koperasi, dengan tujuan agar UMKM Kabupaten Belitung Timur
dapat tumbuh dan berkembang, sehingga terwujudnya wirausaha baru yang tangguh dan mandiri.
BAB III