• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kondisi Eksisting Air Limbah

Dalam dokumen BAB VI ASPEK TEKNIS PER SEKTOR (Halaman 34-39)

Secara umum penanganan limbah dan sanitasi meliputi limbah dan sanitasi rumah tangga dan industri. Penanganan limbah dan sanitasi perlu dilaksanakan sejak dini agar tidak menyebabkan pencemaran lingkungan (air, udara, estetika) yang akan mengganggu kesehatan manusia. Gangguan kesehatan yang akan mudah muncul antara lain muntaber, diare, disentri, malaria, dan juga penyakit degeneratif. Untuk konstruksi jamban harus tidak terjadi perembesan yang dapat mencemari sumber-sumber air (sumur atau sungai). Untuk limbah industri penghasil limbah harus ada pengolahan limbah yang memenuhi standar, yaitu limbah yang dibuang ke lingkungan harus tidak mengganggu lingkungan dan kesehatan. Adanya persyaratan teknis mengenai jarak rumah dengan penampungan kotoran diperlukan untuk menjaga kualitas kesehatan rumah dan penghuninya terutama berkaitan dengan kualitas air bersih. Apabila jarak sumur atau pompanya ke penampungan limbah padat /cair manusia kurang dari 10 meter, maka air tersebut jadi kurang sehat. Sebab menurut standar rumah sehat jarak septic tank (penampungan kotoran) minimal adalah 10 m dari sumber air/sumur. Hal ini untuk menghindari terjadinya rembesan air kotor ke sumber air minum/sumur.

Perumahan dan permukiman yang ada di wilayah kota, banyak yang tidak memiliki saluran drainase di kanan kiri jalan lingkungan (drainase tersier), yang kemudian mengalir menuju ke drainase primer (kanan kiri jalan utama) dan akhirnya menuju ke sungai (drainase primer). Namun untuk sebagian kawasan perumahan dan permukiman yang berada di pinggiran atau kelurahan-kelurahan masih ada yang belum memiliki saluran drainase, sehingga air hujan langsung meresap ke dalam tanah atau membentuk saluran drainasenya secara alami menuju ke sungai. Untuk kawasan tersebut perlu dibangun saluran drainase di kanan-kiri jalan lingkungan, mengingat bahwa dengan adanya perkembangan dan pertumbuhan penduduk akan mengurangi luasan pekarangan yang tadinya menjadi resapan air hujan.

Kondisi lingkungan permukiman, terutama pada daerah yang dengan kepadatan bangunan tinggi dan berpotensi menjadi kumuh diindikasikan akan mengalami penurunan kualitas lingkungan yang dampatnya tentu saja pada penurunan kualitas kesehatan masyarakat. Apabila pola perilaku masyarakat yang membuang saluran septik tank langsung ke saluran drainase ataupun irigasi tidak diubah, maka dikhawatirkan akan terjadi degradasi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

a. Aspek Teknis

Terdapat dua macam sistem dalam pengelolaan air limbah domestik/permukiman yaitu: 1) Sanitasi sistem setempat atau dikenal dengan sistem sanitasi on-site yaitu fasilitas sanitasi

individual seperti septic tank atau cubluk

2) Sanitasi sistem off-site atau dikenal dengan istilah sistem terpusat atau sistem sewerage, yaitu sistem yang menggunakan perpipaan untuk mengalirkan air limbah dari rumah-rumah secara bersamaan dan kemudian dialirkan ke IPAL.

VI-35

TABEL VI.19

SARANA PENGELOLAAN AIR LIMBAH KOTA SALATIGA

No Kelurahan IPLT Limbah Industri (IPAL Industri) MCK SLBM

1 Pulutan - - 1 1 2 Mangunsari - 1 - 2 3 Salatiga - - 1 - 4 Ledok - 1 1 1 5 Cebongan - 1 1 1 6 Tingkir tengah - - 1 - 7 Noborejo - 1 - - 8 Kumpulrejo 1 - - -

Sumber: SSK Kota Salatiga, 2012

Sistem sanitasi pengelolaan air limbah di Kota Salatiga terdapat beberapa pola aliran pembuangan air limbah sebagai berikut :

TABEL VI.20

DIAGRAM SISTEM SANITASI PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK

Input User Interface Penampungan

Awal Pengaliran Pengolahan Akhir Pembuangan/ Daur Ulang Kode/Nama Aliran Black Water

WC Tangki Septik Truk Tinja

(belum operasional) IPLT (belum operasional) - Aliran Limbah AL1 Black Water WC - - - Sungai Aliran Limbah AL2 Black Water WC Jumbleng - - - Aliran Limbah AL3 Black Water WC Sistem perpipaan menuju tangki pengumpul (program SLBM) - - - Aliran Limbah AL4 Grey water

Tempat cuci piring dan kamar mandi

Kubangan/ Tanah terbuka

- - - Aliran

Limbah AL5 Tempat cuci piring

dan kamar mandi

Resapan - - - Aliran

Limbah AL6 Tempat cuci piring

dan kamar mandi

SPAL - - Sungai Aliran

Limbah AL7 Tempat cuci piring

dan kamar mandi

Drainase - - Sungai Aliran

Limbah AL8 Tempat cuci piring

dan kamar mandi

- - - Sungai Aliran

Limbah AL9 Sumber: Buku Putih Sanitasi Kota Salatiga, 2012

TABEL VI.21

SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH (BLACK WATER) YANG ADA DI KOTA SALATIGA

Kelompok Fungsi Teknologi yang

digunakan Jenis Data Sekunder (Perkiraan) Nilai Data Sumber Data

User Interface WC Jumlah KK yang

mempunyai jamban

76,6% Dinas Kesehatan

Pengumpulan & Penampungan/ Pengolahan Awal

Tangki Septik Jumlah RT yang mempunyai tangki septik

belum terdata Dinas Kesehatan

Tangki Septik

SLBM

Unit/ Jiwa pemanfaat Unit/ KK tersambung

6 Unit/ 1.440 jiwa 6 Unit/ 221 KK

Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang

Tangki Septik MCK umum

Unit/ Jiwa pemanfaat 14 Unit/ 1.680 Jiwa Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang

Jumbleng Jumlah RT yang mempunyai jumbleng

belum terdata Dinas Kesehatan

VI-36

Kelompok Fungsi Teknologi yang

digunakan Jenis Data Sekunder (Perkiraan) Nilai Data Sumber Data

Truk tinja (belum operasional)

Truk tinja 1 unit Dinas Cipta Karya

dan Tata Ruang Pengolahan akhir

terpusat

IPLT (belum operasional)

IPLT 1 unit Dinas Cipta Karya

dan Tata Ruang Pembuangan

akhir/Daur Ulang

Sungai Nama sungai Jetis, Ngaglik, Ngawen,

Sraten, Sawahan, Ngemplak, Gandu, Kedung Ringis.

Dinas Bina Marga dan PSDA

Sumber: Buku Putih Sanitasi Kota Salatiga, 2012

TABEL VI.22

SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH (GREY WATER) YANG ADA DI KOTA SALATIGA

Kelompok Fungsi Teknologi yang

digunakan

Jenis Data

Sekunder (Perkiraan) Nilai Data Sumber Data

User Interface Tempat cuci piring

Rumah/unit 65,1 % Dinas

Kesehatan

Kamar mandi Rumah/unit 65,1 % Dinas

Kesehatan Pengumpulan & Penampungan/ Pengolahan Awal Kubangan/ tanah terbuka - Belum terdata

Resapan Unit (jumlah

yang di periksa)

Belum terdata Dinas

Kesehatan

SPAL Unit 56,5% Dinas

Kesehatan

Drainase Unit Drainase primer = 28 unit,

Drainase sekunder = 39 unit,

Drainase tersier meliputi saluran drainase di kawasan perumahan yang tersebar di wilayah Kota Salatiga

Dinas Bina Marga dan PSDA

Pembuangan akhir/Daur Ulang

Sungai Nama sungai Jetis, Ngaglik, Ngawen, Sraten, Sawahan, Ngemplak, Gandu, Kedung Ringis.

Dinas Bina Marga dan PSDA

Sumber: Buku Putih Sanitasi Kota Salatiga, 2012

TABEL VI.23

KAPASITAS PELAYANAN EKSISTING SKALA KOTA SALATIGA

Prasarana dan Sarana

Jumlah Kapasitas Sistem Pengelolaan Lembaga

Pengelola

Keterangan Kondisi

1. Truk Tinja

1 unit Rencana operasionalisasi dan pemeliharaan dilakukan oleh Pemda Kota Salatiga.

Masyarakat yang menggunakan jasa truk tinja dikenakan retribusi jasa

KLH Kota Salatiga

Belum beroperasi

2. IPLT 1 unit IPLT berada di Kumpulrejo Pengelolaan IPLT dilakukan dengan sistem kolam.

KLH Kota Salatiga

Belum beroperasi Sumber: Buku Putih Sanitasi Kota Salatiga, 2012

Kota Salatiga tidak memiliki sistem off-site skala kota. Berikut adalah peta lokasi IPLT, lokasi limbah industri, dan lokasi SLBM.

VI-37

PETA 6. 1 CAKUPAN PELAYANAN PENGELOLAAN AIR LIMBAH

NO PETA :

VI-38

PETA 6. 2 LOKASI INFRASTRUKTUR UTAMA PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK

NO PETA :

VI-39 TABEL VI.24

Dalam dokumen BAB VI ASPEK TEKNIS PER SEKTOR (Halaman 34-39)

Dokumen terkait