STO SENTRUM
3.2 Kondisi Eksisting Jaringan Lokal STO Bandung Centrum .1 Jaringan Fiber Optik Sebagai Kabel Primer
Jaringan serat optik sebagai kabel primer merupakan jaringan yang salah satu ujungnya terhubung ke Rangka Pembagi Utama (RPU/MDF) sebagai terminal dihubungkan dengan perangkat sentral, sedangkan ujung lainnya terhubung pada terminal RK. STO Bandung Centrum memiliki 30 ONU yang dihubungkan oleh akses fiber, semua ONU tersebut belum terpasang Remote DSLAM sehingga belum dapat untuk mendukung layanan
Berikut ini konfigurasi jarlokaf secara umum di STO Bandung Centrum :
Gambar 3.1 Konfigurasi Jarlokaf STO Bandung Centrum
Pada saat ini, aplikasi serat optik tidak hanya terbatas sebagai transmisi antar sentral saja, tetapi telah menjangkau hingga ke jaringan lokal dengan pertimbangan serat optik dianggap sebagai solusi untuk mengatasi masalah kapasitas dan penyediaan pelayanan sarana telekomunikasi berbasis multimedia di masa yang akan datang. Pemilihan serat optik sebagai media pengganti kabel tembaga atau akses radio pada jaringan lokal karena memiliki banyak kelebihan sebagai berikut :
• Memiliki redaman yang rendah
• Kualitas tinggi yang tahan terhadap gangguan elektromagnetik • Dapat menyalurkan informasi digital dengan kecepatan tinggi
• Bandwidth lebar, sehingga dapat menampung kapasitas saluran yang besar
• Dimensi kecil dan ringkas, pemakaian infrastruktur yang lebih efisien • Tidak dipengaruhi oleh efek medan listrik sehingga tidak ada short circuit
(sebab energi yang dikirimkan oleh serat optik dalam bentuk pulsa cahaya bukan arus listrik )
• Kemungkinan peningkatan kapasitas dengan adanya kemampuan melalukan data kecepatan tinggi
COT
X
3.2.1.1 Spesifikasi Teknis Sistem Komunikasi Optik STO Sentrum
Dari segi teknisnya sistem komunikasi serat optik terdiri tiga bagian utama, yaitu: pemancar (transmitter), media transmisi berupa serat optik, dan penerima (receiver). Berikut ini spesifikasi teknis sistem komunikasi serat optik yang digunakan pada jaringan akses fiber di STO Bandung Sentrum.
Transmitter
Transmitter merupakan salah satu syarat untuk membangun suatu
sistem komunikasi. Fungsi utama transmitter adalah mengubah sinyal elektrik menjadai sinyal optik. Media yang digunakan oleh transmitter tersebut adalah media cahaya. Syarat mutlak yang harus dimiliki oleh
transmitter adalah memiliki sifat monokromatik, redaman sekecil
mungkin, dan efisiensi setinggi mungkin. Dari pertimbangan syarat diatas, maka pada jaringan fiber optik di STO Bandung Centrum menggunakan sumber cahaya Laser diode.
Jenis Serat Optik
Dalam studi kasus proyek akhir ini media transmisi yang digunakan adalah serat optik. Jenis serat optik yang digunakan adalah serat optik single mode standar atau Non Dispersion Shifted Fiber (NDSF) sesuai dengan rekomendasi ITU-T G.652. Secara garis besar pada jaringan akses fiber di STO Bandung Centrum menggunakan serat optik G.652D yang mengalami perkembangan dari yang semula seri G.652A, G.652B, G.652C .
Kelebihan serat optic G.652 antara lain sebagai berikut:
• Serat optik dengan titik zero dispersion pada panjang gelombang 1310nm.
• Cocok untuk transmisi jarak jauh dengan bitrate yang tinggi
• Rugi-rugi hasil penyambungan kecil, parameter geometrik yang akurat, dan efisiensi yang tinggi.
Tabel 3.1 Karakteristik serat optik tipe G 652D FIBER G.652D
Karakteristik Detail Nilai
Redaman λ = 1330 nm 0,311 dB/km λ = 1450 nm 0,227 dB/km λ = 1460 nm 0,22 dB/km λ = 11550 nm 0,186 dB/km λ = 1560 nm 0,187 dB/km λ = 11570 nm 0,187dB/km λ = 1580 nm 0,189 dB/km Dispersi λ = 1330 nm 0,91194 ps/nm.km λ = 1550 nm 17,0049 ps/nm.km λ = 1560 nm 17,5970 ps/nm.km λ = 1570 nm 18,1800 ps/nm.km λ = 1780 nm 18,7541 ps/nm.km
Parameter Geometri Cladding 124,9 µm
Core 8,05 µm
Parameter PMD λ = 1330 nm 0,057
λ = 1550 nm 0,073
MFD (Mode Field Diameter) λ = 1330 nm 9,1 µm
λ = 1550 nm 10,35 µm
Panjang Gel.Cut Off λ = 1244,26 µm
Receiver
Receiver pada sistem komunikasi optik berupa photodetector. Fungsi
receiver adalah untuk menerima cahaya yang dipancarkan oleh sumber
radiasi dan diubah dari sinyal cahaya menjadi sinyal elektrik. Pada saat penjalaran, cahaya telah mengalami attenuasi dan dispersi. Oleh sebab itu photodetector harus memiliki syarat sensitivitas yang tinggi agar dapat
mendeteksi kembali sinyal optik yang ditransmisikan dengan benar dan memiliki noise yang rendah. Dari pertimbangan syarat diatas, maka pada jaringan fiber optic STO Bandung Sentrum menggunakan photodetector APD (Avalanche photodiode).
Tabel 3.2 Spesifikasi teknis sistem komunikasi serat optik
No Parameter Jenis Nilai Satuan
I Sistem Transmisi
1 Jenis Serat Optik Single Mode
2 Laju Data STM-1 155,5 Mbps
3 Panjang Gelombang 1310 nm
4 Redaman Serat Optik 0,311 dB/km 5 Dispersi kromatis 0,91194 ps/nm.km
6 Redaman Splitter 4,7 dB/Splitter
7 Redaman Splicer 0,2 dB/Splice
8 Redaman Konektor 0,4 dB/Konektor
II Transmitter
1 Sumber Cahaya Laser
Diode 2 Rise Time 0,1 ns 3 Lebar Spektral 1,4 nm 4 Daya Transmit -8 dBm III Receiver
1 Detektor cahaya APD
2 Rise Time 0.5 ns
3 Sensitivitas Penerima -31 dBm
3.2.2 Jaringan Akses Kabel Tembaga Sebagai Kabel Sekunder
Pada dasarnya jaringan lokal akses tembaga terdiri dari kabel tembaga multipair. Jaringan lokal akses tembaga sebagai kabel sekunder berfungsi menghubungkan RK (Rumah Kabel) dengan DP (Distribution Point), jaringan ini dapat dipasang diatas tanah ataupun dengan cara tanam langsung tergantung pada kemungkinan pengembangan jumlah pelanggan yang akan dicatu, kemudian dari DP ke KTB (Kotak Terminal Batas) yang ada di rumah-rumah pelanggan dihubungkan dengan saluran penanggal (drop wire).
Dalam proyek akhir ini jarlokat digunakan sebagai media transmisi yang dapat menginjeksikan teknologi ADSL karena output dari perangkat ADSL
teknologi modem yang memiliki kecepatan pentransferan data 1.5 Mbps sampai 8 Mbps untuk mendukung implementasi layanan internet dan voice secara simultan. Simultan dimaksudkan dapat mengakses keduanya dalam waktu bersamaan dikarenakan ADSL membagi bandwidth menjadi 2 bagian.
3.2.2.1 Elemen Jaringan Pendukung Layanan Speedy
Seperti yang kita ketahui bahwa pada OAN eksisting belum bisa untuk melayani kebutuhan layanan high speed internet. Sehingga harus dihubungkan dengan beberapa perangkat ADSL agar bisa melayani kebutuhan akan layanan multimedia.
Berikut ini spesifikasi perangkat ADSL untuk mendukung layanan Speedy :