RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PERUSAHAAN TAHUN 2021
3.1. Tinjauan Kondisi Internal dan Eksternal Perusahaan
3.1.2. Kondisi Eksternal
Disamping kondisi internal, maka kondisi eksternal yang meliputi berbagai peluang/kesempatan dan hambatan/ancaman perlu di analisis lebih lanjut karena mempengaruhi arah gerak kegiatan usaha perusahaan.
Gambaran hambatan dan peluang dalam lingkungan kegiatan usaha perusahaan adalah sebagai berikut:
ENGINEERING, DEVELOPER & INDUSTRY
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PERUSAHAAN 2021 III - 6
Kondisi eksternal perusahaan tahun 2021 yang perlu dikaji dari segi peluang/kesempatan dan hambatan /ancaman yang mempengaruhi kegiatan usaha perusahaan. Gambaran tentang peluang/
kesempatan dan hambatan/ancaman dalam lingkungan kegiatan usaha perusahaan pada saat ini adalah sebagai berikut:
1. Hambatan/Ancaman
Cenderung melemahnya nilai tukar rupiah mengakibatkan kenaikan biaya operasional proyek. Disamping itu, adanya kesulitan penyesuaian eskalasi harga yang terkait pelaksanaan pekerjaanmenimbulkan kenaikan pada biaya-biaya produksi, sehingga berpengaruh pada kemampulabaan perusahaan.
Sesuai dengan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 melalui 3 (tiga) misi yang menjadi fokus utamanya yaitu:
1. Peningkatan nilai tambah dan perluasan rantai nilai proses produksi serta distribusi dari pengelolaan aset dan akses (potensi) SDA, geografis wilayah, dan SDM, melalui penciptaan kegiatan ekonomi yang terintegrasi dan sinergis di dalam maupun antar-kawasan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.
2. Mendorong terwujudnya peningkatan efisiensi produksi dan efektifitas pemasaran serta integrasi pasar domestik dalam rangka penguatan daya saing dan daya tahan perekonomian nasional.
3. Mendorong penguatan sistem inovasi nasional di sisi produksi, proses, maupun pemasaran untuk penguatan daya saing global yang berkelanjutan, menuju innovation-driven economy.
Fokus dari pengembangan MP3EI ini diletakkan pada 8 program utama, yaitu pertanian, pertambangan, energi, industri, kelautan, pariwisata, dan telematika, serta pengembangan kawasan strategis. Sebagian besar/hampir semuanya membutuhkan jasa konsultansi baik dari aspek studi, perencanaan maupun pengawasan pelaksanaan yang merupakan bidang usaha perusahaan. Berdasarkan pada fokus dari pengembangan tersebut, maka prediksi lingkungan kegiatan usaha tahun 2021 adalah sebagai berikut:
Kinerja Pemerintah di periode kedua ini sangat mempengaruhi kondisi makro ekonomi serta dunia usaha pada umumnya.
ENGINEERING, DEVELOPER & INDUSTRY
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PERUSAHAAN 2021 III - 7
Kondisi krisis ekonomi di Amerika Selatan, Eropa, Konflik Timur Tengah, dan perang dagang Amerika – China akan tetap dirasakan dampaknya pada tahun 2021 yang masih berdampak pada iklim investasi di Indonesia.
Masih rendahnya rasio elektrifikasi sehingga masih diperlukan pasokan energi listrik akan memacu dibangunnya pembangkit energi listrik dengan bahan baku yang dapat diperbaharui yakni tenaga air, panas bumi dan lain lain, sehingga pada masa mendatang, akan terjadi peningkatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Lisrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) dan Pembangkit Lisrik Tenaga Surya (PLTS).
Namun demikian diprediksikan tetap ada kegiatan perencanaan pembangunan dalam bidang infrastruktur, pertambangan dan lain-lain dalam rangka MP3EI.
Dengan demikian, berbagai Hambatan/Ancaman yang telah berlangsung cukup lama dalam lingkungan kegiatan usaha bidang konsultansi masih tetap berlangsung bahkan makin ketat seperti akibat rendahnya tingkat Billing Rate proyek-proyek di daerah, perubahan nilai remunerasi, masuknya perusahaan asing sejenis, lamanya jangka waktu proses penagihan imbal jasa, ketersediaan modal kerja dan lainnya.
2. Peluang/Kesempatan Kebijakan Pemerintah
Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 58 tahun 2017 tentang perubahan atas peraturan pemerintah No. 03 Tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, diputuskan sebanyak 245 buah proyek strategis nasional (PSN) ditambah 2 program yaitu program kelistrikan dana program industri pesawat terbang dengan estimasi total pembiayaan sebesar Rp.
4.197 Triliun dengan sumber pendanaan dari APBN sebesar Rp.
525 Triliun, BUMN/D sebesar Rp. 1.258 Triliun dan swasta sebesar Rp. 2.414 Triliun.
Pembangunan infrastruktur/proyek strategis yang di canangkan oleh Pemerintah dimungkinkan dapat bertambah sejalan dengan prioritas pembangunan nasional dan pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19 yang di asumsikan akan berakhir pada triwulan I tahun 2021 sejalan dengan program vaksinasi nasional yang dilakukan oleh Pemerintah pada awal tahun 2021. Penguatan
ENGINEERING, DEVELOPER & INDUSTRY
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PERUSAHAAN 2021 III - 8
ini diikuti oleh kebijakan yang diambil oleh pemerintah seperti penguatan layanan kesehatan, peningkatan pelayanan dasar dan pembangunan perdesaan yang berkelanjutan, percepatan pertumbuhan yang berkualitas dengan memperkuat daya tahan ekonomi yang didukung oleh pembangunan pertanian, infrastruktur, energi konvensional dan energi baru terbarukan.
Pemerintah mencanangkan Anggaran pada RAPBN 2021 diupayakan naik mencapai Rp 356,5 triliun. Pembangunan infrastruktur ini memperkuat konektivitas, memperkuat layanan instansi kesehatan, mengurai sistim logistik nasional, pembangunan kawasan industri nasional terintegrasi, menyambungkan berbagai potensi ekonomi di seluruh Indonesia, mendorong pembangunan berkelanjutan di perkotaan dan pedesaan, menumbuhkan kegiatan ekonomi baru, mendorong berkembangnya potensi pariwisata baru, serta meningkatkan distribusi barang dan jasa, yang hasil akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengurangan kemiskinan, penyerapan tenaga kerja, serta pengurangan ketimpangan ekonomi antar wilayah.
Sejak tahun 2019 hingga sekarang, Pemerintah Komitmen untuk mewujudkan Nawacita Presiden RI melalui pembangunan infrastruktur PUPR telah dituangkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian PUPR tahun 2015-2019. Capaian selama 3 tahun ini, antara lain: pembangunan 39 bendungan (30 baru dan 9 selesai) dimana bendungan yang telah terbangun tersebut menambah luas layanan irigasi waduk dari semula 761.542 Ha (11
%) menjadi 859.626 Ha (12,9 %).
Selain itu pembangunan jalan nasional di berbagai daerah sepanjang 2.623 Km, jembatan 29.859 meter dan hingga 2017, jalan tol yang dibangun sebagian besar dengan dana non APBN akan selesai sepanjang 568 Km dengan target tahun 2019 akan bertambah 1.851 km.
Pemerintah melalui Kementerian PUPR juga telah meningkatkan kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum mencapai 20.430 liter/detik dan penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebanyak 2.204.939 unit dalam 3 tahun.
ENGINEERING, DEVELOPER & INDUSTRY
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PERUSAHAAN 2021 III - 9