KINERJA PERUSAHAAN TAHUN BUKU 2020
2.4. Tindak Lanjut Atas Arahan RUPS
Telah dilaksanakan tindak lanjut atas Arahan Pemegang Saham pada Rapat Pengesahan RKAP Tahun Buku 2020 sesuai dengan Tabel 2.4. Arahan Pemegang Saham dan Tindak Lanjut sebagai berikut
Rp. Juta % Rp. Juta %
SEKTOR PEKERJAAN
1 Sipil/Pengairan 134.028 76,11 126.962 72,42 94,73
2 Jalan dan Jembatan 11.782 6,69 17.810 10,16 151,16
3 Energi 5.239 2,98 6.090 3,47 116,24
4 Bangunan/Gedung 16.240 9,22 12.554 7,16 77,30
5 Lain-lain 5.351 3,04 8.464 4,83 158,18
6 AMDK/Industri AMDK 3.450 1,96 2.435 1,39 70,58
7 Developer Keairan 0 0,00 1.000,00 0,00 0,00
JUMLAH 176.090 100 175.315 99
JENIS KEGIATAN
1 Desain (Perencanaan, Masterplan) 34.163 19,40 53.310 30,41 156,05
2 Supervisi (Pengawasan) 96.834 54,99 64.525 36,81 66,63
3 S/I 13.348 7,58 16.966 9,68 127,11
4 Studi (FS, AMDAL, LARAP) 21.129 12,00 31.529 17,98 149,22
5 Lain-lain 7.166 4,07 4.700 2,68 65,59
6 AMDK/Industri AMDK 3.450 1,96 4.285 2,44 0,00
7 Developer Keairan 0 0,00 0,00 0,00 0,00
JUMLAH 176.090 100 175.315 100
REVISI RKAP TAHUN 2020 PROGNOSA TAHUN 2020
%
No KETERANGAN
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PERUSAHAAN 2021 II - 7
Tabel 2.4.
Arahan Pemegang Saham dan Tindak Lanjut
No Arahan Pemegang Saham Tindak Lanjut
1. RKAP, RKA PKBL, RKA Dewan Komisaris dan KPI Dewan Komisaris Tahun 2020 yang telah disetujui dan disahkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), serta Surat Tanggapan Dewan Komisaris sebagaimana dalam suratnya Nomor 029/ KOM/IKA/2019 tanggal 10 Desember 2019, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Risalah Keputusan RUPS ini dan menjadi pedoman bagi Direksi dalam melaksanakan program kerja dan target kinerja Tahun 2020, serta sebagai sarana pemantauan dan pengawasan bagi Dewan Komisaris.
Pandemi Covid-19 yang melanda dunia pada Triwulan I Tahun 2020 ini yang berdampak pada layanan usaha di seluruh sektor operasi Perusahaan dan menyebabkan terganggunya layanan bisnis Perusahaan menjadikan Manajemen terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi capaian kinerja Perusahaan. Sehingga Direksi terus berkomitmen dan berusaha
memberikan serta
mengupayakan kinerja terbaik dalam mencapai target-target dalam RKAP, RKA PKBL, RKA Dewan Komisaris dan KPI Dewan Komisaris tahun 2020 2. Direksi agar mengusahakan
pencapaian target (best effort) RKAP dengan tetap mengacu pada prinsip-prinsip Good Corporate Governance dan profesionalisme sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. serta menyiapkan Langkah antisipasi (contingency plan) sehingga target RKAP 2020 tetap dapat tercapai
Dalam rangka menjalankan komitmen dan transparansi dalam mengemban tugas Direksi terus berkomitmen dan berusaha
memberikan serta
mengupayakan yang terbaik (best effort) dalam mencapai target-target dalam RKAP, RKA PKBL, RKA Dewan Komisaris dan KPI Dewan Komisaris tahun 2020 dengan berpedoman pada prinsip-prinsip GCG
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PERUSAHAAN 2021 II - 8
No Arahan Pemegang Saham Tindak Lanjut
3. Penyusunan Indikator Pencapaian kinerja (KPI) serta implementasi pola reward & punishment agar ditetapkan secara konsisten pada semua level manajemen.
Diupayakan setiap Divisi harus mampu menjadi profit center dan memberikan kontribusi yang optimal bagi pertumbuhan perusahaan.
Perusahaan telah melakukan penetapan indikator pencapaian kinerja (KPI) yang dikaitkan dengan reward and punishment triwulanan hingga ke level setiap Unit Kerja. Pencapaian kinerja triwulanan setiap Unit Operasi terus di monitoring dan dievaluasi seiring dengan target pencapaian KPI tahunan perusahaan maupun KPI Individu.
4. Direksi agar proaktif dalam upaya meningkatkan pendapatan dengan tetap didasarkan pada analisis/kajian yang cermat dan komprehensif.
Perusahaan mencapai tingkat pertumbuhan penjualan dan pertumbuhan laba yang baik dalam rangka menjaga long term sustainability perusahaan dengan berperan aktif pada Proyek-proyek Strategis Nasional (PSN) yang merupakan perwujudan perusahaan sebagai agent of development
5. Dalam rangka penerapan PSAK 71, 72, dan 73 mulai tahun 2020, Direksi dengan pengawasan Dewan Komisaris diminta untuk berkomitmen dalam Menyusun laporan keuangan sesuai dengan PSAK tersebut dan melakukan antisipasi dampaknya terhadap rasio-rasio yang menjadi convenant dengan kreditur.
Penyelenggaraan pencatatan dan pembukuan di Perusahaan telah menerapkan PSAK 71, 72, dan 73 sejak awal tahun 2020 dan senantiasa melakukan
antisipasi dampak
pemberlakuan ketentuan PSAK tersebut.
6.
Direksi agar meningkatkan jumlah lelang yang diikuti dan persentase
kemenangannya, untuk
Direksi terus berusaha mengikuti lelang pekerjaan secara selektif atau yang memiliki peluang
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PERUSAHAAN 2021 II - 9
No Arahan Pemegang Saham Tindak Lanjut
memperbanyak kontrak yang dikelola sehingga dapat meningkatkan nilai produksi atau pendapatannya, dengan tetap memperhatikan efisiensi biaya sehingga pencapaian target laba bersih tahun 2020 dapat terpenuhi.
menang minimal 60% agar prosentase kemenangan lelang dapat tercapai serta menghitung real cost proyek terlebih dahulu sebelum melakukan penawaran agar dicapai laba proyek yang optimal
7. Direksi agar meningkatkan level profitability dengan melakukan pengendalian biaya-biaya secara konsisten di semua lini bisnis yang masih dalam kendali manajemen (khususnya menekan biaya langsung), sehingga tercipta efisiensi yang lebih baik.
Manajemen lebih selektif dalam mengikuti pelangan proyek-proyek yang ada, Dengan melakukan perhitungan real cost proyek-proyek yang diikuti pelelangannya, maka diharapkan biaya langsung dapat ditekan karena proyek-proyek yang memiliki real cost di atas 71% tidak diikuti pelelangannya.
8. Direksi agar menjaga kualitas asset yang baik terutama piutang dengan senantiasa lebih teliti dalam mengendalikan tagihan bruto agar tidak menimbulkan over pengakuan atau perbedaan pengakuan atas pendapatan, sehingga laporan keuangan perusahaan yang disajikan dapat berkualitas.
Direksi berusaha untuk menyajikan laporan keuangan yang berkualitas dengan menjaga kualitas aset berupa piutang dan tagihan bruto terperinci dan secara terus menerus dilakukan monitoring dan evaluasi.
9. Direksi agar melakukan pengendalian cash flow secara lebih cermat dan hati-hati, antara lain dengan meningkatkan pendapatan dan mempercepat penagihan piutang, serta mengkaji inisiatif strategi pendanaan yang tepat untuk
Kebijakan internal terkait dengan realisasi pinjaman lembaga keuangan ataupun investor hanya dilakukan untuk hal-hal yang berpengaruh langsung terhadap peningkatan pendapatan Perusahaan. Direksi
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PERUSAHAAN 2021 II - 10
No Arahan Pemegang Saham Tindak Lanjut
pembiayaan investasi dan modal kerja perusahaan dengan memperhatikan rencana pemanfaatan pinjaman
melakukan kajian dari setiap skema pendanaan, cost of money dan pendapatan yang dihasilkan dari pendanaan tersebut
10. Direksi agar sigap dalam mengantisipasi adanya tantangan eksternal disertai dengan mitigasi risikonya utamanya terkait peraturan-peraturan pemerintah sehingga tidak mengancam bisnis perusahaan.
Direksi bersama manajemen satu tingkat dibawahnya, secara optimal telah melaksanakan antisipasi dini terhadap potensi resiko yang akan terjadi atau melakukan identifikasi resiko di dalam menjalankan proses bisnis perusahaan, termasuk diantaranya mengantisipasi kebijakan ataupun peraturan pemerintah yang bisa berdampak langsung terhadap keberlangsungan bisnis perusahaan
11. Direksi agar mengoptimalkan pelaksanaan investasi sesuai dengan analisis manfaat dan biaya, dan diprioritaskan pada investasi yang bersifat quick yield untuk membantu likuiditas perusahaan.
Setiap investasi yang akan dilaksanakan, dilakukan analisa dan studi kelayakan terlebih dahulu serta mitigasi resiko yang dihadapi terkait dengan investasi tersebut. Investasi yang dilakukan adalah investasi yang memiliki tingkat pengembalian yang waktunya pendek dan memiliki tingkat pengembalian optimal
12. Direksi agar memperbanyak perikatan tenaga ahli yang memiliki
Direksi berkomitmen terus untuk menindaklanjuti dan
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PERUSAHAAN 2021 II - 11
No Arahan Pemegang Saham Tindak Lanjut
sertifikat kompetensi kerja (SKK) atau sertifikat keahlian (SKA), terutama yang dipersyaratkan pada proyek-proyek bernilai tinggi agar dapat meningkatkan kompetensi pada bisnis konsultan secara core business.
meningkatkan kualitas perikatan kerja sama dengan Lembaga sertifikasi, perguruan tinggi/akademisi dan rekruitmen berkualitas sesuai core business, sesuai dengan rencana anggaran pada tahun 2020 ini akan di ajukan sebanyak 61 Orang Pegawai untuk mengikuti sertifikasi keahlian.
13 Direksi agar mengembangkan inovasi produk dan diversifikasi usaha guna mengantisipasi perkembangan usaha yang berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan feasibility study secara komprehensif.
Direksi Telah melakukan diversifikasi usaha dan tetap melakukan inisiasi dan inovasi produk melalui Unit Riset dan Pengembangan dan Unit Budiness Developement yang terdapat pada Biro Transformasi dan Pengembangan yang telah dibentuk guna menjalankan inovasi dan pengembangan usaha dengan melakukan kelayakan usaha pada pekerjaan inovasi produk.
14 Dalam rangka pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), maka direksi diminta untuk menyampaikan laporan berkala secara tepat waktu sesuai dengan Peraturan Menteri
BUMN Nomor :
PER-07/MBU/05/2015 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Mili Negara dengan usaha Kecil dan Bina Lingkungan yang telah beberapa
Menyikapi hal ini, Direksi
berkomitmen untuk
menyampaikan Laporan berkala baik triwulanan, semesteran dan tahunan secara tepat waktu dengan program yang berkualitas serta bermanfaat bagi masyarakat dan disesuaikan dengan lini bisnis serta program Sustainablity Development Goals (SDG’s).
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PERUSAHAAN 2021 II - 12
No Arahan Pemegang Saham Tindak Lanjut
kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor : PER-02/MBU/7/2017.
15 Direksi agar mempercepat tindak lanjut rekomendasi hasil audit dari Auditor Eksternal maupun Internal.
Direksi berkomitmen dan segera menindaklanjuti rekomendasi dari Auditor Eksternal maupun Internal.
16 RKAP 2020 yang telah disetujui RUPS, agar dirinci (breakdown) secara triwulanan dan dilaporkan pada setiap laporan manajemen triwulanan, sehingga mendukung dalam pelaksanaan evaluasi kinerja triwulanan bagi Dewan Komisaris maupun Pemegang saham.
RKAP 2020 telah dibuat detail dalam bentuk rencana triwulanan dan menjadi acuan di tiap laporan manajemen sesuai dengan ketentuan target yang telah di tetapkan pada RKAP Tahun 2020.