A. Deskripsi Daerah Penelitian
2. Kondisi Geografis
a. Topografi dan Jenis Tanah
Desa Bojong merupakan wilayah bertopografi relatif datar, dengan tingkat kemiringan kurang dari 15o dan berada di ketinggian kurang lebih 300-500 meter diatas permukaan air laut (mdpal). Topografi yang relatif datar membuat Desa Bojong mempunyai tanah yang relatif subur, sehingga cocok dimanfaatkan untuk usaha pertanian. Hal tersebut terlihat dari lahan persawahan yang masih mendominasi di wilayah penelitian dan memiliki potensi untuk membudidayakan tanaman pangan utamanya padi.
Jenis tanah yang ada di Desa Bojong yaitu tanah regosol dikategorikan sebagai tanah muda, karena belum menunjukkan adanya perkembangan horison tanah. Tanah regosol tersusun atas bahan induk yang masih sedikit mengalami pelapukan baik mekanik maupun kimiawi. Tanah regosol mempunyai ciri tekstur pasir, struktur berbutir tunggal, konsistensi lepas-lepas, pH umumnya netral, kesuburan sedang, berwarna cokelat keabuan (Kecamatan Mungkid Dalam Angka Tahun 2014). Oleh karena itu, penduduk Desa Bojong sebagian besar mengusahakan pertanian karena tanah yang subur dan sangat cocok untuk pertanian.
b. Tata Guna Lahan
Desa Bojong mempunyai luas wilayah 255 ha yang terbagi menjadi beberapa tata guna lahan meliputi lahan sawah, lahan kering,
pekarangan/bangunan, dan fasilitas umum. Tata guna lahan di Desa Bojong tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4.Tata Guna Lahan Desa Bojong tahun 2015
No. Tata Guna Lahan Luas
Ha % 1. Lahan sawah 105 41,18 2, Lahan kering 77 30,20 3. Pekarangan/Bangunan 62 24,31 4. Fasilitas umum 11 4,31 Jumlah 255 100,00
Sumber: Monografi Desa Bojong Tahun 2015
Tabel 4 menunjukkan bahwa persentase tertinggi penggunaan lahan di Desa Bojong yaitu 41,18% untuk lahan sawah, sedangkan persentase terendah yaitu untuk fasilitas umum sebesar 4,31%. Keterangan pada Tabel 4 dapat ditarik kesimpulan bahwa penduduk di Desa Bojong sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani/buruh tani dan ketersediaan fasilitas umum di Desa Bojong belum memadai.
3. Kondisi Klimatologis a. Tipe Curah Hujan
Iklim adalah rata-rata keadaan cuaca dalam jangka waktu yang cukup lama, minimal 30 tahun dan sifatnya tetap (Ance G. Kartasapoetra, 2006:1). Beberapa unsur yang digunakan untuk menentukan kondisi iklim suatu daerah seperti suhu/temperatur, curah hujan, kelembaban, tekanan udara dan sebagainya.
Curah hujan di suatu tempat akan mempunyai pengaruh bagi aktivitas penduduk yang berada di wilayah tersebut, termasuk kegiatan perekonomian. Menurut Schmidt dan Fergusson, tipe curah hujan
suatu wilayah ditentukan dengan mempertimbangkan banyaknya bulan kering dan bulan basah. Bulan kering adalah suatu bulan yang curah hujannya kurang dari 60 mm. Bulan lembab adalah bulan yang curah hujannya antara 60-100 mm, sedangkan bulan basah adalah bulan yang curah hujannya melebihi 100 mm. Curah hujan di Desa Bojong dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Data Curah Hujan Desa Bojong Tahun 2005-2015
No Bulan Tahun Jumlah Rata-rata (mm) 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 1 Jan 491 643 559 437 541 385 376 411 439 247 401 4930 493 2 Feb 292 639 863 313 565 261 230 359 340 215 523 4600 460 3 Mar 435 529 834 1396 181 336 322 175 360 305 569 5442 544,2 4 Apr 191 544 842 801 364 394 405 191 492 306 285 4815 481,5 5 Mei 69 643 57 150 230 407 406 106 237 112 205 2622 262,2 6 Jun 135 26 65 51 116 274 3 56 262 126 29 1143 114,3 7 Jul 275 - - - - 90 - 19 105 130 - 619 61,9 8 Ags 66 - - - - 82 - - - 2 - 150 15 9 Sept 226 - - - - 204 - - - - - 430 43 10 Okt 145 24 74 355 74 374 101 93 170 - - 1410 141 11 Nop 450 152 618 570 266 244 535 372 187 281 292 3967 396,7 12 Des 1034 1088 590 255 251 406 749 401 400 522 507 6203 620,3 Jumlah 3809 4288 4502 4328 2588 3457 3127 2183 2992 2246 2811 36331 1152 BK - 5 4 4 3 - 4 4 2 3 5 34 3,4 BL 2 - 2 - 1 2 - 1 - - - 8 0,8 BB 10 7 6 8 8 10 8 7 10 9 7 90 9
Sumber: Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Air dan Mineral Kabupaten Magelang
Keterangan:
Bulan Kering (BK) : Curah hujan satu bulan <60 mm
Bulan Lembab (BL) : Curah hujan satu bulan antara 60-100 mm
Berdasarkan Tabel 5 diketahui bahwa rata-rata curah hujan tahunan selama kurun waktu 10 tahun terakhir (2005-2015) sebesar 1152 mm/tahun. Rata-rata curah hujan bulanan terbesar yaitu pada bulan Desember sebesar 620,3 mm. Rata-rata curah hujan bulanan terkecil yaitu pada bulan Agustus sebesar 15 mm. Rata-rata jumlah bulan kering adalah 3,4 mm dan rata-rata jumlah bulan basah adalah 9 mm.
Penentuan tipe curah hujan di daerah penelitian menggunakan kriteria Schmidth dan Ferguson yang ditentukan oleh nilai Q. Schmidth dan Ferguson menghitung jumlah bulan kering dan bulan basah dari tiap-tiap tahun kemudian diambil rata-ratanya. Setiap tahun pengamatan dihitung jumlah bulan kering dan bulan basah, kemudian baru dirata-rata selama periode pengamatan (Bayong Tjasyono HK, 2004: 150-151).
Nilai dari Q kemudian dibagi menjadi beberapa kategori dengan tipe curah hujan dari A sampai dengan H, dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6.Tipe Curah Hujan menurut Schmidth dan Ferguson
No Tipe Hujan Nilai Q (%) Kondisi Iklim
1 A 0≤ Q < 0,143 Sangat Basah 2 B 0,143≤ Q < 0,333 Basah 3 C 0,333≤ Q < 0,600 Agak Basah 4 D 0,600≤ Q < 1,000 Sedang 5 E 1,000≤ Q < 1,670 Agak Kering 6 F 1,670≤ Q < 3,000 Kering 7 G 3,000≤ Q < 7,000 Sangat Kering
8 H 7,000≤ Q <- Luar Biasa Kering
Berdasarkan data curah hujan Desa Bojong pada Tabel 5 diketahui besarnya rata-rata bulan kering yaitu 3,4 dan rata-rata bulan basah yaitu 9,0. Tipe curah hujan di daerah penelitian dapat diketahui dengan melakukan penghitungan dengan rumus sebagai berikut:
Dari penghitungan di atas diperoleh nilai Q sebesar 0,3778 berdasarkan penggolongan Schmidth dan Ferguson, maka curah hujan Desa Bojong memiliki tipe C yaitu agak basah dengan nilai rasio 0,333-0,600. Curah hujan sangat berpengaruh terhadap produktivitas
industri kerajinan sapu rayungdi Desa Bojong. Jika curah hujan kecil,
maka produktivitas tinggi, sebaliknya jika curah hujan tinggi, maka produktivitas rendah.
4. Temperatur
Ketinggian suatu tempat akan mempengaruhi besar kecilnya temperatur. Semakin tinggi suatu tempat, temperaturnya akan semakin kecil, begitupun sebaliknya. Temperatur suatu tempat dapat dihitung dengan menggunakan rumus Braak (Ance Gunarsih, 2006: 10), yaitu:
t0= (26,30C - 0,61 h)0C
Keterangan: t : temperatur (rata-rata harian)0C
0,61 : angka gradient suhu udara setiap kenaikan 100 mdpal
h : ketinggian rata-rata dalam mdpal
Rata-rata temperatur Desa Bojong dengan ketinggian rata-rata antara 300-500 meter di atas permukaan air laut (mdpal) adalah sebagai berikut:
t01= (26,30C - 0,61 h)0C t02= (26,30C - 0,61 h)0C
t01= (26,30C - 0,61 h x 300/100)0C t02= (26,30C - 0,61 x 500/100)0C
t01= 24,470C t02= 23,250C
Berdasarkan penghitungan rumus di atas, dapat diketahui bahwa temperatur rata-rata harian Desa Bojong yaitu 24,470C sampai 23,250C.
Temperatur Desa Bojong akan mendukung untuk penjemuran rayung dan
penyimpanan dengan suhu sedang, tidak terlalu panas ataupun lembab.