C. Pembahasan Hasil Penelitian
4. Pendapatan Rumah Tangga
Pendapatan rumah tangga dalam penelitian ini adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh anggota rumah tangga dari industri kerajinan sapu rayung, non industri kerajinan sapu rayung dan anggota rumah tangga lainnya yang bekerja.
a. Pendapatan Industri Kerajinan SapuRayung
Pendapatan industri kerajinan sapu dalam penelitian ini yaitu pendapatan yang diterima oleh responden dari aktivitas ekonomi
industri kerajinan sapu rayung. Pendapatan bersih yang diterima
responden diperoleh dari hasil penjualan produksi kerajinan sapu dikurangi biaya produksi selama kurun waktu satu bulan. Jumlah
kerajinan sapu rayung yang diproduksi dan biaya produksi yang
dikeluarkan tiap responden berbeda-beda. Hal ini akan menyebabkan perbedaan pendapatan yang dialami oleh responden.
Penghitungan interval kelas pada pendapatan industri kerajinan sapu rayung yaitu: Pendapatan tertinggi yang diperoleh responden adalah Rp 4.429.000 sedangkan pendapatan terendah adalah sebesar Rp 545.150, jadi kelas intervalnya adalah:
Berikut pendapatan responden dari industri kerajinan sapu
Tabel 40.Pendapatan Industri Kerajinan SapuRayungPer Bulan
No Pendapatan (Rp)
Dusun Keprekan Dusun Dendengan
F % F % 1. 545.150-1.321.920 9 17,65 14 60,87 2. 1.321.921-2.098.690 26 50,98 5 21,74 3. 2.098.691-2.875.460 9 17,65 2 8,70 4. 2.875.461-3.652.320 5 9,80 1 4,35 5. 3.652.321-4.429.000 2 3,92 1 4,35 Jumlah 51 100,00 23 100,00
Sumber: Data Primer Tahun 2016
Tabel 40 menunjukkan sebagian besar responden Dusun Keprekan mempunyai pendapatan antara Rp 1.321.921 sampai Rp 4.429.000 untuk sebesar 66,66%, sedangkan responden Dusun Dendengan mempunyai pendapatan Rp 545.150 sampai Rp 1.321.920 dengan persentase 60,87%. Rata-rata pendapatan industri kerajinan sapu yang diperoleh responden di Dusun Keprekan yaitu Rp 1.759.010, sedangkan di Dusun Dendengan yaitu Rp 1.394.592.
Uraian dari Tabel 40 dapat ditarik kesimpulan bahwa
pendapatan industri kerajinan sapu rayung Dusun Keprekan lebih
tinggi dibandingkan dengan Dusun Dendengan. Hal tersebut karena
produk sapu yang terjual lebih banyak di Dusun Keprekan
dibandingkan Dusun Dendengan.
b. Pendapatan Non Industri Kerajinan SapuRayung
Pendapatan non industri rumah tangga industri kerajinan sapu dalam penelitian ini merupakan jumlah pendapatan yang diperoleh responden diluar kegiatan industri kerajinan sapu dalam waktu satu bulan. Pendapatan non industri yang diterima oleh rumah tangga
responden yaitu dari kegiatan pertanian untuk seluruh responden Dusun Dendengan dan 70,59% di Dusun Keprekan. Pendapatan yang diterima sebagian responden Dusun Keprekan (20,41%) yaitu berdagang.
Penghitungan interval kelas pada pendapatan non industri
kerajinan sapu rayung yaitu pendapatan tertinggi yang diperoleh
responden adalah Rp 583.333 sedangkan pendapatan terendah adalah sebesar Rp 84.583, jadi kelas intervalnya adalah:
Berikut ini tingkat pendapatan responden dari kegiatan non industri kerajinan sapu dalam waktu satu bulan dapat dilihat pada Tabel 41.
Tabel 41.Pendapatan Non Industri Kerajinan SapuRayungPer Bulan
No Pendapatan Non Industri (Rp)
Dusun Keprekan Dusun Dendengan
F % F % 1. 84.583-184.333 29 56,86 2 8,70 2. 184.334-284.083 15 29,41 7 30,43 3. 284.084-383.833 6 11,76 5 21,74 4. 383.834-483.583 - - 5 21,74 5. 483.584-583.333 1 1,96 4 17,39 Jumlah 51 100,00 23 100,00
Sumber: Data Primer Tahun 2016
Tabel 41 menunjukkan pendapatan non industri kerajinan sapu yang diterima responden. Sebagian besar responden Dusun Keprekan
mempunyai pendapatan antara Rp 84.583 sampai Rp 184.333 sebesar 56,86%, sedangkan Dusun Dendengan hampir semua responden di Dusun Dendengan memperoleh pendapatan antara Rp 184.334 sampai Rp 583.333 dengan persentase 91,30%. Rata-rata pendapatan non industri pengrajin Dusun Keprekan sebesar Rp 180.875 sedangkan Dusun Dendengan sebesar Rp 344.040. Pendapatan non industri kerajinan sapu yang diterima responden Dusun Keprekan lebih rendah dibandingkan dengan Dusun Dendengan, karena penguasaan lahan pertanian responden di Dusun Dendengan lebih luas dibandingkan dengan responden Dusun Keprekan.
c. Pendapatan Anggota Rumah Tangga Lainnya
Pendapatan anggota rumah tangga lainnya adalah pendapatan yang diperoleh seluruh anggota rumah tangga yang bekerja selama satu bulan dengan satuan rupiah. Pendapatan anggota rumah tangga lain umumnya diperoleh dari istri dan anak yang bekerja diluar sektor industri kerajinan sapurayung.
Penghitungan interval kelas pada pendapatan anggota rumah tangga lainnya adalah sebagai berikut: Pendapatan tertinggi yang diperoleh anggota rumah tangga responden adalah Rp 850.000 sedangkan pendapatan terendah adalah sebesar Rp 0 (tidak ada), jadi kelas intervalnya adalah:
Berikut ini pendapatan yang diperoleh anggota rumah tangga dalam waktu satu bulan dapat dilihat pada tabel 42.
Tabel 42.Pendapatan Anggota Rumah Tangga Per Bulan
No Pendapatan Anggota Rumah Tangga (Rp)
Dusun Keprekan Dusun Dendengan
F % F % 1. Tidak Ada 38 74,51 18 78,26 2. 170.000-<340.000 3 5,88 1 4,3 3. 340.000-<510.000 1 1,96 1 4,3 4. 510.000-<680.000 4 7,84 3 13,04 5. 680.000-850.000 5 9,80 - -Jumlah 51 100,00 23 100,00
Sumber: Data Primer Tahun 2016
Tabel 42 menunjukkan bahwa sebagian besar anggota rumah tangga dari kedua dusun tidak bekerja di sektor selain industri kerajinan sapu. Pendapatan yang diterima anggota rumah tangga responden di kedua dusun berkisar antara Rp 170.000-Rp 850.000. Persentase Dusun Keprekan sebesar 25,49%, sedangkan Dusun Dendengan sebesar 21,74%. Rata-rata pendapatan anggota rumah tangga responden Dusun Keprekan yaitu Rp 780.000, sedangkan responden Dusun Dendengan yaitu Rp 650.000. Terlihat bahwa pendapatan anggota rumah tangga responden Dusun Keprekan lebih tinggi dibandingkan dengan Dusun Dendengan, karena jumlah anggota rumah tangga yang bekerja di Dusun Keprekan lebih banyak dibandingkan Dusun Dendengan.
d. Total Pendapatan Rumah Tangga Pengrajin
Total pendapatan rumah tangga pengrajin adalah seluruh pendapatan yang dihasilkan oleh seluruh anggota rumah tangga baik
itu dari kegiatan industri kerajinan sapu rayung maupun dari kegiatan
non industri kerajinan sapurayungdan pendapatan dari anggota rumah
tangga seperti istri, anak atau anggota lainnya dalam suatu rumah tangga dalam waktu satu bulan. Total pendapatan rumah tangga tertinggi yang diperoleh adalah Rp 4.644.500 sedangkan pendapatan rumah tangga terendah adalah sebesar Rp 915.146, jadi kelas intervalnya adalah:
Berikut ini total pendapatan rumah tangga pengrajin dapat dilihat pada Tabel 43.
Tabel 43.Total Pendapatan Rumah Tangga Pengrajin Per Bulan
No Total Pendapatan (Rp) Dusun Keprekan Dusun Dendengan
F % F % 1. 1.025.000-1.820.200 19 37,25 16 69,57 2. 1.820.201-2.615.400 19 37,25 3 13,04 3. 2.615.401-3.410.600 6 11,77 3 13,04 4. 3.410.601-4.205.800 5 9,8 1 4,35 5. 4.205.800-5.001.000 2 3,93 - -Jumlah 51 100,00 23 100,00
Tabel 43 menunjukkan total pendapatan rumah tangga pengrajin di kedua dusun. Persentase tertinggi yaitu 74,5% di Dusun Keprekan dengan rentang antara Rp 1.025.000-Rp 2.615.400, sedangkan persentase Dusun Dendengan sebesar 69,57% dengan rentang pendapatan antara Rp 1.025.000-Rp 1.820.200. Rata-rata total pendapatan yang diperoleh rumah tangga pengrajin Dusun Keprekan yaitu Rp 2.231.107 sedangkan Dusun Dendengan yaitu Rp 1.843.327.
Perbedaan hasil persentase tertinggi menjelaskan bahwa total
pendapatan rumah tangga pengrajin Dusun Keprekan lebih tinggi dibandingkan dengan responden Dusun Dendengan.
5. Kontribusi Pendapatan Industri Kerajinan Sapu Rayung terhadap