BAB III .. METODE PENELITIAN
4.1 Pengolahan Data Pengukuran
4.1.1 Frekuensi Harmonic Poros
4.1.3.1 Kondisi Getaran pada Bantalan A
(4.8)
• Test – I
Berdasarkan hasil data pengukuran putaran poros pada Centrifugal Fan pada Test-I terlampir, dapat dihitung frekuensi putaran poros rata-rata.
+ + + + = =
∑
5 1500 1504 1503 1500 1487 1 i f f i iDimana untuk mencari kecepatan sudut putaran dapat dicari dengan menggunakan persamaan ,
(4.9)
= 156,8953 rad/s
Dimana n adalah jumlah putaran poros permenit yang diukur dengan menggunakan X-Viber
Sehingga dengan mensubtitusikan nilai yang didapat dari persamaan 4.8 dan 4.9, maka persamaan harga Bn, dapat dicari.
Dari persamaan diatas maka getaran resonansi antara poros, v-belt dan Rumah bantalan dapat dipisahkan dipisahkan berdasarkan harmonic masing-masing elemen seperti terlihat pada gambar 4.2 dibawah ini.
Gambar . 4.2 bentuk gelombang resonansi dan komponen pembentuknya.
Dari gambar 4.2 terlihat dimana komponen pembentuknya dapat dipisahkan berdasarkan harmoniknya. Dimana getaran pada poros timbul pada harmonic pertama (n = 1), sedangkan V-belt dan Rumah bantalan pada harmonic ketiga (n = 3), dimana kecepatan getaran pada poros sebesar 9,4025 mm/s.
Pada getaran harmonic berlaku rumus-rumus umum getaran yaitu,
Kecepatan = Aω cos ωt (4.11)
Percepatan, (4.12)
Dari persamaan pada kondisi maksimum harga cos ωt = sin ωt = 1. Maka kondisi getaran pada bantalan A Test – I pada saat maksimum dapat dicari dengan menggunakan persamaan 4.10, 4.11 dan 4.12
Kecepatan,
Amplitudo,
Perpindahan,
Percepatan,
Perpindahan getaran poros yang beresonansi terhadap getaran V-Belt dan Rumah Bantalan dapat dilihat pada gambar 4.3 berikut
Gambar 4.3 Resonansi Poros, V-Belt dan Rumah Bantalan Test I pada Bantalan A
• Test - II
Berdasarkan hasil data pengukuran putaran poros pada Centrifugal Fan pada Test-II terlampir, dapat dihitung frekuensi putaran poros rata-rata dengan menggunakana persamaan.
rpm
Dengan menggunakan persamaan , kecepatan sudut putaran pada Test – II dapat ditentukan,
= 156,14173 rad/s
Dengan mensubtitusikan persamaan 4.8 dan 4.9, maka harga Bn, dapat dicari.
Dari persamaan diatas maka getaran resonansi antara poros, v-belt dan Rumah bantalan dapat dipisahkan dipisahkan berdasarkan harmonic masing-masing elemen seperti terlihat pada gambar 4.4 dibawah ini.
Dari gambar 4.4 terlihat dimana komponen pembentuknya dapat dipisahkan berdasarkan harmoniknya. Dimana getaran pada poros timbul pada harmonic pertama (n = 1), sedangkan V-belt dan Rumah bantalan pada harmonic ketiga (n = 3), dimana kecepatan getaran pada poros sebesar 9,535 mm/s.
Pada getaran harmonic berlaku rumus-rumus umum getaran yaitu,
Perpindahan, x = A sin ùt
Kecepatan = Aω cos ωt
Percepatan,
Dari persamaan pada kondisi maksimum harga cos ωt = sin ωt = 1. Maka kondisi getaran pada bantalan A Test – II pada saat maksimum dapat dicari,
Kecepatan,
Amplitudo,
Perpindahan,
Perpindahan getaran poros yang beresonansi terhadap getaran V-Belt dan Rumah Bantalan dapat dilihat pada gambar 4.5 berikut
Gambar 4.5 Resonansi Poros, V-Belt dan Rumah Bantalan Test II pada Bantalan A
• Test - III
Berdasarkan hasil data pengukuran putaran poros pada Centrifugal Fan pada Test-III terlampir, dapat dihitung frekuensi putaran poros rata-rata dengan menggunakana persamaan.
Dengan menggunakan persamaan , kecepatan sudut putaran pada Test – III dapat ditentukan,
= 155,8696 rad/s
Sehingga berdasarkan persamaan harga Bn, dapat dicari.
Dari persamaan diatas maka getaran resonansi antara poros, v-belt dan Rumah bantalan dapat dipisahkan dipisahkan berdasarkan harmonic masing-masing elemen seperti terlihat pada gambar 4.6 dibawah ini.
Gambar . 4.6 bentuk gelombang resonansi dan komponen pembentuknya.
Dari gambar 4.6 terlihat dimana komponen pembentuknya dapat dipisahkan berdasarkan harmoniknya. Dimana getaran pada poros timbul pada harmonic pertama (n = 1), sedangkan V-belt dan Rumah bantalan pada harmonic ketiga (n = 3), dimana kecepatan getaran pada poros sebesar 7,41 mm/s.
Pada getaran harmonic berlaku rumus-rumus umum getaran yaitu,
Perpindahan, x = A sin ùt
Kecepatan = Aω cosωt
Percepatan,
Dari persamaan pada kondisi maksimum harga cos ωt = sin ωt = 1. Maka kondisi getaran pada bantalan A Test – III pada saat maksimum dapat dicari,
Kecepatan,
Perpindahan,
Percepatan,
Perpindahan getaran poros yang beresonansi terhadap getaran V-Belt dan Rumah Bantalan dapat dilihat pada gambar 4.7 berikut
Gambar 4.7 Resonansi Poros, V-Belt dan Rumah Bantalan Test III pada Bantalan A
Berdasarkan hasil data pengukuran putaran poros pada Centrifugal Fan pada Test-IV terlampir, dapat dihitung frekuensi putaran poros rata-rata dengan menggunakan persamaan.
rpm
Dengan menggunakan persamaan , kecepatan sudut putaran pada Test – IV dapat ditentukan,
= 155,95333 rad/s
Dengan mensubtitusikan persamaan 4.8 dan 4.9, maka harga Bn, dapat dicari.
Dari persamaan diatas maka getaran resonansi antara poros, v-belt dan Rumah bantalan dapat dipisahkan dipisahkan berdasarkan harmonic masing-masing elemen seperti terlihat pada gambar 4.8 dibawah ini.
Gambar . 4.8 bentuk gelombang resonansi dan komponen pembentuknya.
Dari gambar 4.8 terlihat dimana komponen pembentuknya dapat dipisahkan berdasarkan harmoniknya. Dimana getaran pada poros timbul pada harmonic pertama (n = 1), sedangkan V-belt dan Rumah bantalan pada harmonic ketiga (n = 3), dimana kecepatan getaran pada poros sebesar 7,303 mm/s.
Pada getaran harmonic berlaku rumus-rumus umum getaran yaitu,
Perpindahan, x = A sin ùt
Kecepatan = Aω cos ωt
Percepatan,
Dari persamaan pada kondisi maksimum harga cos ωt = sin ωt = 1. Maka kondisi getaran pada bantalan A Test – IV pada saat maksimum dapat dicari,
Amplitudo,
Perpindahan,
Percepatan,
Perpindahan getaran poros yang beresonansi terhadap getaran V-Belt dan Rumah Bantalan dapat dilihat pada gambar 4.9 berikut
Gambar 4.9 Resonansi Poros, V-Belt dan Rumah Bantalan Test IV pada Bantalan A
• Test – V
Berdasarkan hasil data pengukuran putaran poros pada Centrifugal Fan pada Test-V terlampir, dapat dihitung frekuensi putaran poros rata-rata dengan menggunakan persamaan.
rpm
Dengan menggunakan persamaan , kecepatan sudut putaran pada Test – V dapat ditentukan,
= 156,20453 rad/s
Dengan mensubtitusikan persamaan 4.8 dan 4.9, maka harga Bn, dapat dicari.
Dari persamaan diatas maka getaran resonansi antara poros, v-belt dan Rumah bantalan dapat dipisahkan dipisahkan berdasarkan harmonic masing-masing elemen seperti terlihat pada gambar 4.10 dibawah ini.
Gambar . 4.10 bentuk gelombang resonansi dan komponen pembentuknya.
Dari gambar 4.10 terlihat dimana komponen pembentuknya dapat dipisahkan berdasarkan harmoniknya. Dimana getaran pada poros timbul pada harmonic pertama (n = 1), sedangkan V-belt dan Rumah bantalan pada harmonic ketiga (n = 3), dimana kecepatan getaran pada poros sebesar 6,815 mm/s.
Pada getaran harmonic berlaku rumus-rumus umum getaran yaitu,
Perpindahan, x = A sin ùt
Kecepatan = Aω cos ωt
Dari persamaan pada kondisi maksimum harga cos ωt = sin ωt = 1. Maka kondisi getaran pada bantalan A Test – V pada saat maksimum dapat dicari,
Kecepatan,
Amplitudo,
Perpindahan,
Percepatan,
Perpindahan getaran poros yang beresonansi terhadap getaran V-Belt dan Rumah Bantalan dapat dilihat pada gambar 4.11 berikut
Gambar 4.11 Resonansi Poros, V-Belt dan Rumah Bantalan Test V pada Bantalan A