• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Variasi Gaya Transmisi V-Belt Terhadap Poros Depericarper Fan Type – 2 SWSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pengaruh Variasi Gaya Transmisi V-Belt Terhadap Poros Depericarper Fan Type – 2 SWSI"

Copied!
127
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Hakiki Harisandi
  • Pengajar:
    • Dr. Ing. Ir. Ikhwansyah Isranuri
    • Bapak Tulus Burhanuddin S, ST.MT
    • Bapak David C. Tobing
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Teknik Mesin
  • Topik: Pengaruh Variasi Gaya Transmisi V-Belt Terhadap Poros Depericarper Fan Type – 2 SWSI
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2010
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Bab ini memberikan latar belakang pentingnya penelitian mengenai pengaruh variasi gaya transmisi V-belt terhadap poros depericarper fan type 2 SWSI. Dengan menjelaskan peran vital mesin ini dalam pengolahan kelapa sawit, penulis menekankan bahwa pemahaman tentang getaran dan gaya transmisi dapat meningkatkan efisiensi dan keandalan mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi getaran yang terjadi pada poros dan memberikan dasar teori untuk pemeliharaan yang lebih baik.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang penelitian ini menjelaskan variasi gaya transmisi pada mesin pengolahan kelapa sawit. Mesin depericarper fan berfungsi untuk memisahkan serabut dan biji sawit, dan kegagalan pada mesin ini dapat menyebabkan kerugian operasional. Oleh karena itu, penting untuk memahami pengaruh variasi gaya transmisi V-belt terhadap performa mesin.

1.2. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memperoleh data getaran poros dan resonansi pada depericarper fan berdasarkan variasi gaya transmisi V-belt. Manfaatnya adalah memberikan informasi yang berguna untuk pemeliharaan prediktif, serta membantu dalam analisis kondisi mesin agar dapat dioptimalkan.

1.3. Perumusan Masalah

Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana variasi gaya transmisi V-belt mempengaruhi karakteristik getaran pada poros depericarper fan. Penelitian ini berfokus pada pengukuran tegangan dan getaran yang dihasilkan dari pengoperasian mesin dengan variasi jarak antara poros.

1.4. Metodologi

Metodologi penelitian mencakup pengaturan jarak antar poros, pengukuran tegangan V-belt, serta analisis data getaran menggunakan alat pengukur seperti Vibrometer. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap untuk memastikan akurasi data yang diperoleh.

1.5. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dibagi menjadi enam bab, dimulai dari pendahuluan hingga analisis data hasil pengukuran. Setiap bab menjelaskan aspek-aspek penting dari penelitian ini, termasuk tinjauan pustaka dan metodologi yang digunakan.

1.6. Skema Diagram Alir Penelitian

Diagram alir penelitian menggambarkan langkah-langkah yang diambil dari pengaturan transmisi V-belt, pengukuran getaran, hingga analisis data. Ini memberikan gambaran yang jelas tentang alur penelitian yang dilakukan.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini membahas teori dan konsep yang relevan dengan penelitian, termasuk klasifikasi fan dan sistem transmisi V-belt. Pemahaman tentang konsep dasar ini sangat penting untuk analisis vibrasi dan pemeliharaan mesin. Dengan meninjau literatur yang ada, penulis mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan yang ada dan bagaimana penelitian ini berkontribusi untuk mengisi kesenjangan tersebut.

2.1. Klasifikasi Fan

Klasifikasi fan dibagi menjadi axial dan centrifugal. Penjelasan tentang berbagai tipe fan dan aplikasinya dalam industri memberikan konteks penting bagi pemahaman fungsi depericarper fan dalam pengolahan kelapa sawit. Ini membantu mahasiswa memahami aplikasi praktis dari teori yang dipelajari.

2.2. Sistem Transmisi Centrifugal Fan (V-belt)

Sistem transmisi V-belt adalah salah satu komponen kunci dalam pengoperasian centrifugal fan. Penjelasan tentang tipe dan ukuran V-belt, serta cara kerja dan pengaruhnya terhadap performa mesin, memberikan wawasan teknis yang penting untuk mahasiswa teknik mesin.

2.3. Bantalan Anti Gesek

Bantalan memainkan peran penting dalam mengurangi gesekan dan meningkatkan efisiensi mesin. Pengetahuan tentang jenis-jenis bantalan dan cara kerjanya memberikan dasar bagi mahasiswa untuk memahami aspek mekanis dari desain mesin.

2.4. Dasar-Dasar Vibrasi

Dasar-dasar vibrasi mencakup konsep gerak harmonik, gerak periodik, dan getaran bebas. Penjelasan tentang teori vibrasi ini sangat relevan untuk analisis yang dilakukan dalam penelitian, serta memberikan dasar teori yang kuat bagi mahasiswa untuk memahami fenomena getaran dalam mesin.

III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini mencakup pengaturan kondisi pengukuran, pemilihan alat, dan prosedur pengumpulan data. Dengan pendekatan yang sistematis, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data yang akurat dan representatif mengenai pengaruh variasi gaya transmisi V-belt terhadap getaran poros.

3.1. Tempat dan Waktu

Penelitian dilakukan di laboratorium noise and vibration di Universitas Sumatera Utara selama tiga bulan. Penjelasan mengenai lokasi dan waktu penelitian memberikan konteks bagi mahasiswa tentang pentingnya lingkungan penelitian yang sesuai.

3.2. Penentuan Kondisi Pengukuran

Kondisi pengukuran ditentukan dengan mengatur jarak antar poros dan mengukur tegangan V-belt. Proses ini memastikan bahwa pengukuran yang dilakukan relevan dan dapat diandalkan, serta memberikan pemahaman praktis bagi mahasiswa tentang teknik pengukuran.

3.3. Alat dan Spesifikasi

Spesifikasi alat yang digunakan, seperti Vibrometer, memberikan informasi teknis yang penting untuk mahasiswa. Memahami alat ukur dan fungsinya membantu mahasiswa dalam melakukan penelitian dan analisis data.

3.4. Metode

Metode pengukuran meliputi pengaturan jarak antar poros, pengukuran getaran, dan analisis data. Penjelasan tentang langkah-langkah yang diambil dalam penelitian memberikan panduan praktis bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian serupa.

IV. ANALISA TEORITIS DAN PENGOLAHAN DATA HASIL PENGUKURAN

Bab ini membahas analisis data pengukuran yang dilakukan, termasuk pengolahan data getaran dan analisis frekuensi harmonik. Dengan menggunakan data yang diperoleh, penulis menganalisis pengaruh variasi gaya transmisi V-belt terhadap getaran poros dan memberikan interpretasi yang relevan.

4.1. Pengolahan Data Pengukuran

Pengolahan data dilakukan untuk menganalisis pengaruh gaya transmisi terhadap getaran poros. Menggunakan metode analisis yang tepat, penulis dapat mengidentifikasi hubungan antara variasi gaya transmisi dan karakteristik getaran yang terjadi.

4.2. Verifikasi Data Hasil Pengukuran

Verifikasi data dilakukan untuk memastikan bahwa hasil pengukuran sesuai dengan analisis teoritis. Proses ini penting untuk menjamin akurasi dan validitas data, serta memberikan keyakinan kepada mahasiswa tentang metode penelitian yang digunakan.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan saran untuk penelitian lebih lanjut. Kesimpulan yang diambil dari penelitian ini memberikan wawasan penting bagi mahasiswa tentang pengaruh gaya transmisi V-belt terhadap performa mesin depericarper fan.

5.1. Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa variasi gaya transmisi V-belt berpengaruh signifikan terhadap getaran poros. Pengetahuan ini penting untuk pengembangan teknik pemeliharaan yang lebih baik di industri.

5.2. Saran

Saran untuk penelitian lebih lanjut mencakup pengujian dengan variasi lain dari gaya transmisi dan analisis lebih mendalam mengenai pengaruhnya terhadap performa mesin. Ini memberikan arahan bagi mahasiswa yang tertarik untuk melanjutkan penelitian di bidang ini.

Referensi Dokumen

  • Metode Numerik ( Steven C Capra & Raymond P. Canale )
  • Analisis Getaran ( Robert K Vierck )
  • Elements of Strength of Materials ( S.P Timoshenko / D.H Young )
  • Shock & Vibration Handbook ( Cyril M Harris & Allan G. Piersol )
  • Rotating Machinery Vibration ( Maurice L Adams )

Gambar

Tabel 2.1. Berat sabuk (W) dan faktor modulus sabuk(Ky)
Gambar 2.9. Bantalan journal atau sleeve
Gambar 2.11. Struktur Bantalan Anti Gesek
Gambar 2.12 Balok Fondasi Persegi dengan Suatu Harga Maksimum dari Enam
+7

Referensi

Dokumen terkait

SIMULASI PEMBEBANAN GAYA BERAT PADA POROS DEPERICARPER FAN DI PABRIK KELAPA SAWIT (PKS) KEBUN RAMBUTAN

Sedangkan grafik torsi pada poros roda yang dihasilkan ketika menggunakan CDI digital hyper band dapat terjadi hingga putaran mesin 10600 rpm. Hal ini terjadi

Oleh karena itu penentuan daya adsorpsi maksimum zeolit pada proses penyerapan ion fosfat dihitung dengan menggunakan persamaan adsorpsi Freundlich karena dilakukan

Efisiensi termal aktual adalah perbandingan antara daya aktual dengan laju panas rata-rata yang dihasilkan bahan bakar, yang dapat dihitung dengan persamaan 2.11.Dengan

Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari hasil post-test peserta didik, dapat disimpulkan bahwa: (1) Rata-rata hasil belajar geometri peserta didik kelas V

Efisiensi thermal dari masing-masing pengujian pada tiap variasi putaran dapat di hitung dengan menggunakan persamaan 2.14 Maka efisiensi thermal setiap bahan bakar dapat di

Data yang diperoleh selanjutnya dilakukan perhitungan rata-rata total untuk tiap materialnya pada masing-masing slice thickness, kemudian nilai SNR dapat dihitung menggunakan Persamaan

Nilai cluster yang baru dapat dihitung dengan cara mencari nilai rata-rata dari data yang menjadi anggota pada cluster tersebut, dengan menggunakan rumus pada persamaan 4 : = 4