• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2. Hasil Pembahasan

4.2.1. Kondisi Pemuda di Kota Pematangsiantar

Pemuda merupakan generasi penerus dalam pembangunan. Sebuah ungkapan yang sering disampaikan, tetapi sangat jauh dari implementasi kebijakan di lapangan. Akibatnya potensi pemuda dan aspek pembangunan pemuda itu sendiri sering terabaikan dalam konteks mendorong pembangunan secara utuh, komprehensif dan bervisi jangka panjang atau berkesinambungan.

Tidak heran banyak persoalan-persoalan pemuda menjadi persoalan sosial yang secara langsung atau tidak langsung memiliki konsekuensi terhadap kemajuan pembangunan kedepannya.

Untuk dapat mengevaluasi implementasi kebijakan Pemerintah Kota Pematangsiantar perlu mendengarkan pandangan dari setiap pihak terkait atau stakeholder demi mendapatkan gambaran dan solusi permasalahan secara utuh.

Walaupun dalam mencari kebenaran itu kadang ditemukan persepsi yang berbeda-beda dari setiap pemangku kepentingan. Wawancara dengan salah satu aparat pemerintah Bapak Drs. Binsar P. Sumbayak, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Kota Pematangsiantar pada tanggal 8 Juli 2015, bertempat di kantor Disporabudpar Kota Pematangsiantar, mengemukan pendapat mengenai situasi kepemudaan di Kota Pematangsiantar sebagai berikut:

“Jadi kalau kita mau melihat situasi kepemudaan di Pematangsiantar, kita mengacu kepada peraturan pemerintah pak, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. Di dalam bidang kepemudaan ini disangkutkan juga pada kepramukaan.

Mengapa? Karena dalam Pramuka itu Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) kami ada. Jangankan Pramuka, Tupoksi kami ada yang menyangkut mengenai Paskibraka karena dia menyangkut kepada kepemudaan.

Disamping mitra kita yaitu KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia), Pramuka dan Paskib juga ini bagian dari Tupoksi kita. Hanya Paskibraka dari awalnya terbentuk di Kota Pematangsiantar itu, sudah dikelola oleh dinas pendidikan pengajaran, dan sampai saat ini.

Sementara Pramuka ini karena ada pengurus juga di tingkat kota, maka pengurus di tingkat kota itulah yang menangani bagian kepramukaan.

Merekalah yang berurusan kepada Kwarcabkah? Kwartilkah? Atau Gudepkah? Mereka yang berurusan kesana.”

Pemerintah Kota Pematangsiantar berdasarkan uraian di atas mengatakan bahwa dalam perjalanan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) selalu mengacu kepada undang-undang dan peraturan yang berlaku. Terkait tentang kepemudaan dapat dilihat dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang

Kepemudaan. Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada setiap warga Negara Indonesia yang berdomisili di daerah pemerintah itu berjalan. Hal ini juga sesuai dengan yang termaktub dalam Pasal 11 Ayat 1, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, disebutkan bahwa pemerintah daerah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan nasional dan menetapkan kebijakan di daerah sesuai dengan kewenangannya serta mengoordinasikan pelayanan kepemudaan.

Selanjutnya, Bapak Drs. Binsar P. Sumbayak, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Kota Pematangsiantar memberikan penekanan khusus pada fungsi pelayanan kepada pemuda, disamping KNPI, Pramuka, juga ada Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) yang ada di Kota Pematangsiantar.

Berikut kutipan wawancaranya:

“Mengenai Paskib (Pasukan Pengibar Bendera) tadi saya singgung, itupun mengenai surat-menyurat informasi dari Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) Sumut (Sumatera Utara) melalui Dispora Pematangsiantar. Dan kita sampaikan kepada mereka (anggota Paskib).

Dan, ini nampak dari apa kegiatan di Dispora Sumut itu, selalu kita dihubungin untuk menghubungi kepada Paskib yang ada di Kota Pematangsiantar melalui dinas pendidikan sudah kita lakukan selama ini. Baik-baik saja semua. Pengelolaan anggaran, baik pun rencana kegiatan mereka dan seterusnya. Apa output yang dapat kita lihat? Itu bisa bapak tanyakan di dinas pendidikan yang mengelola itu, baik kepada pembinanya atau pengurusnya lah katakan.”

Pemerintah menggaris-bawahi bagaimana hubungan koordinasi antara Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara dengan Disporabudpar Kota Pematangsiantar, khususnya dalam pembinaan terhadap organisasi Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka). Apabila ada undangan dari Provinsi Sumatera Utara yang melibatkan Paskibraka di Kota Pematangsiantar, pasti akan melalui Disporabudpar Kota Pematangsiantar. Tidak hanya yang sifatnya

top-down, hubungan koordinasi yang sifatnya setara juga ditunjukkan melalui hubungan kordinasi antara Dinas Pendidikan dan Disporabupar Kota Pematangsiantar dalam melakukan pembinaan terhadap organisasi Paskibraka.

Selanjutnya, di waktu yang lain pada tanggal 3 Juli 2015 bertempat di Kantor KNPI Kota Pematangsiantar, peneliti melakukan wawancara kepada Ketua dan Sekretaris KNPI Kota Pematangsiantar. Dari unsur pemuda memberikan tanggapannya mengenai potensi pemuda di Kota Pematangsiantar yaitu Bapak Parlaungan Purba S.Pd., Ketua KNPI Kota Pematangsiantar menyampaikan pandangannya mengenai potensi pemuda di Kota Pematangsiantar, sebagai berikut:

“Kalau saya lihat, luar biasa. Potensi pemuda ini luar biasa. Pemuda di Siantar ini orangnya dinamis, kreatif, solid. Persoalannya potensi ini tidak dikembangkan oleh pemerintah, sehingga berkutat di sini saja dia.

Ya, akhirnya apa, anggaran yang ditampung KNPI hanya seratus, dua ratus, ya berapalah itu untuk pembinaan pemuda. Jadi tak berkembang.

Ya tambah sporty (potensi pemuda di Pematangsiantar). Ya sampai sekarang abang tidak pernah dengar Organisasi Kemasyakatan Kepemudaan (OKP) itu ributkan? Ya, tapi kalau soal perdebatan bang, keluar urat leher bang.”

Potensi pemuda yang luar biasa di Kota Pematangsiantar harus mendapat perhatian yangs serius. Pemerintah harus tanggap terhadap perkembangan pemuda dan menjawab kebutuhan para pemuda di daerah. Negara melalui perpanjangan tangan pemerintah yang di daerah tidak boleh mengabaikan potensi dan masalah pemuda.

Keunikan tersendiri yang disampaikan oleh pemuda menyikapi mengenai potensi pemuda di Kota Pematangsiantar bahwa pemuda di Kota Pematangsiantar dikenal sebagai orang yang memiliki sifat dinamis, kreatif, solid dan sportif. Hal ini terlihat dari pengakuan dari unsur pemuda yang mengatakan bahwa organisasi

kepemudaan tidak pernah sampai melakukan konflik yang keras, walaupun perdebatan memanas.

Lebih khusus lagi, pihak anggota legislatif Bapak Tongam Pangaribuan, SE., Anggota Komisi 1 DPRD Kota Pematangsiantar, yang diwawancarai pada salah satu restoran di Kota Pematangsiantar pada tanggal 9 Juli 2015, menggarisbawahi mengenai potensi pemuda khususnya dibidang olahraga, sebagai berikut:

“Kami harapkan, ya pemuda kita yang di Kota Siantar ikut ambil bagian salah satunya adalah KNPI. Supaya nanti pemuda juga terarah dan punya motivasi, imajinasi, bagaimana pemuda ini supaya oke di Siantar.

Supaya juga inspirasi mereka bisa tersalur. Mungkin pemuda punya hobi yang berbeda-beda. Tiap pemuda saya yakin itu. Ada yang suka Voli, suka Badminton, ada yang suka… mungkin Futsal, ada Sepakbola.”

Bahkan ketika Bapak Tongam Pangaribuan, SE.,Anggota Komisi 1 DPRD Kota Pematangsiantar ditanya lagi mengenai potensi pemuda di Kota Pematangsiantar, beliau menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

“Kalau saya lihat, cukup bagus karena kemarin juga dari beberapa Pencak Silat juga cukup bagus. Ya, kemarin kalau ga salah 3 medali emas dari Pencak Silat yang kita dapatkan. Ada saya lihat dari… dari mana, dari Pencak Silat mengadakan pertandingan dan mereka dapat juara. Ehm… saya lupa namanya… tapi itulah, ada kemarin. Kemudian, mungkin juga saya yakin Renang sudah ada, sudah punya atlit. Dan saat ini juga ah… saya belum tinjau langsung, tapi menurut informasi yang saya dengar. Voli cukup bagus. Voli cukup bagus untuk ke depan di Pematangsiantar. Artinya, sudah ada potensi kita. coba nanti ini kita kembangkan. Untuk ke depan juga, program KNPI juga cukup bagus dan saya akan dukung karena saya juga pengurus KNPI”.

Disamping berbicara mengenai potensi pemuda, masalah pemuda merupakan sisi yang tidak terpisahkan dari potensi tersebut. Bagai dua sisi mata uang logam, masalah pemuda merupakan sisi yang harus mendapat perhatian yang lebih serius agar dapat dicarikan solusi pemecahan masalahnya. Wawancara

dengan salah satu aparat pemerintah Bapak Drs. Binsar P. Sumbayak, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Kota Pematangsiantar. mengemuka pendapat sebagai berikut:

“Kalau kita lihat masalah, tentu harus kita lihat dulu apa kejadian. Apa kejadian yang menonjol di Siantar ini? Supaya itu kita buat masalah.

Kalau kita lihat untuk sepanjang ini, ga apalah ada pak. Ga ada apalah yang menonjol. Yang menonjol umum sajanya Narkoba, pergaulan bebas. Itu yang saya bilang, harus membantu semua ini. Sekolah berikan pembinaan. Polisi juga buat anggaran untuk masyarakat. Maunya semua lini/instansi yang saya sebut tadi memiliki masalah bersama. Tentang Narkoba, HIV AIDS. Kalau masalahmu saja kau anggap itu. Aku buang badan. Jadi kalau sudah memiliki masalah bersama, saya rasa anda pun disogok pun tidak mau. Ini saya lihat kelemahan saya lihat. Kalau semua memiliki masalah bersama. Tuntas ini.”

Praktis menurut pengakuan dari pemerintah yaitu Bapak Drs. Binsar P.

Sumbayak, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Kota Pematangsiantar tidak terdapat masalah yang cukup serius di kalangan pemuda.

Hal ini tentunya berbeda dengan dokumen perencanaan pemerintah yang kita lihat sebelumnya. Pernyataan berbeda juga didapati dari pengamatan unsur pemuda, Bapak Zainul Arifin Siregar, Sekretaris KNPI Kota Pematangsiantar. yang menyatakan:

“Nah, kurang diberdayakan di Siantar ini. Tantangan itu cukup besar.

Sasaran tembak Narkoba atau bandar-bandar Narkoba, dekandensi moral pada umumnya adalah pelajar. Nah, disini yang kita lihat, kalau memang diberdayakan pemuda ini, ini kita bisa antisipasi. Persoalannya kan, kita juga fokus di kepemudaan dengan budgeting ala kadarnya aja.

Macam mana kita mau fokus kesana? Nah, kalau ini dibiarkan, rusaklah generasi itu. Untuk memerangi narkoba, kita buat melalui kegiatan.

Misalnya, yang kemarin kita buat acara remaja masjid dan festival koor untuk pemuda gereja di Siantar untuk menanggulangi itu”.

Bahkan pemuda yang lain dengan Bapak Parlaungan Purba S.Pd., Ketua KNPI Kota Pematangsiantar memberikan penegasan tentang potensi pemuda yang kurang memperhatikan pembangunan kepemudaan yaitu sebagai berikut:

“Pemuda Siantar itu betul kreatif. Apalagi dalam hal berorganisasi.

Misalnya, sangkin antusiasnya pemuda di Siantar ini untuk kreatif. Ini salah satu dibuktikan. Contoh: seorang pemuda di Siantar ini sangkin kreatifnya, dia maunya ini sudah masuk di OKP ini, masuk lagi di OKP lain. Sehingga, satu orang bisa macam-macam OKP-nya. Bisa 2, 3 dengan waktu yang bersamaan. Nah gitu loh. Tahun ini dia di sini, 2 tahun lagi dia di sana. Sisi positifnya yang kita ambil, bahwasannya ini adalah orang-orang yang kreatif. Jadi sayangnya kadang pemerintah juga, bukan menyalahkan pemerintah, tapi ini harus kita sampaikan, pemerintah harus menerima. Ya, ini sebenarnya pemerintah kurang memperhatikan gerakan-gerakan dari pemuda itu. Misalnya si A itu mau ke sini… ke sini…. Ke sini… itu karena dia mobile. Memang dia kreatif itu. Tinggal lagi ga terarah kemana kreatifnya itu. Kan gitu kan…

contoh: KNPI sebagai mitra pemerintah. Memang itu juga menjadi tugas kita membina kawan-kawan. Persoalannya kemampuan KNPI itu juga terbatas, bang. Jadi kalau kita cerita di Indonesia, bahkan di dunia.

Pemuda adalah generasi penerus. Gimana pemuda kedepan dilihat dari pemuda hari ini? tapi kalau kita Tanya sama pemerintah, selalunya soal anggaran. Tapi setiap tahun selalunya ada SILPA (Sisa anggaran). Jadi kenapa kita cerita tentang keterbatasan anggaran? Kog SILPA ada…

untuk kita habiskan ga ada gitu.”

Begitu juga tanggapan dari anggota legislatif, Bapak Tongam Pangaribuan, SE., Anggota Komisi 1 DPRD Kota Pematangsiantar. yang menyatakan kekuatirnya dalam melihat kondisi pemuda di Kota Pematangsiantar.

Narkoba yang merupakan persoalan yang cukup sering dijadikan patronase dari masalah pemuda. Berikut pernyataannya:

“Terhadap masalah kepemudaan, karena saat ini di Siantar cukup rawan sekali mengenai masalah narkoba. Saya punya keyakinan dan saya percaya, mungkin nanti dengan adanya kepemudaan dan keolahragaan yang dilakukan oleh Pemko maupun KNPI. Ya pemuda akan berpikir bergabung dan mungkin salah satu memerangi narkoba adalah begitu. Itulah mungkin saran saya kepada Pemko.”

Selama ini di Kota Pematangsiantar memang tidak terlalu keliatan masalah yang cukup serius mengenai pemuda yang mencuat kepermukaan.

Namun alangkah tidak eloknya, mengabaikan persoalan narkoba, Pergaulan bebas dikalangan remaja dan HIV AIDS dikalangan pemuda, khususnya di Kota Pematangsiantar menjadi persoalan umum yang tidak perlu dicarikan solusinya.

Pemerintah harus proaktif dalam melakukan pembinaan terhadap pemuda.

Pemerintah harus memperhatikan peta permasalahan pemuda secara utuh dan menyeluruh, serta mampu mendesign arah strategi pembangunan kepemudaan yang mendorong pembangunan kesejahteraan suatu daerah.

Pemahaman masalah pemuda adalah masalah kita bersama adalah pemahaman yang harus terus ditanamkan oleh pemerintah dan masyarakat. Masa depan suatu bangsa atau suatu daerah sangat ditentukan oleh kondisi pemudanya hari ini. Untuk itu perlu kreativitas dan kesinambungan dalam memberdayakan pemuda sebagai subjek dari pembangunan. Baik itu mendorong kebijakan secara formal institusional maupun secara non formal, seperti mendorong kegiatan-kegiatan pemuda yang positif.

4.2.2. Proses Implementasi Kebijakan Pembangunan Kepemudaan