• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kondisi Putaran Mesin (penunjukan Speedometer = 20 km/jam) 52

4. ANALISA DATA

4.4 Analisa Spektrum

4.4.1 Kondisi Putaran Mesin (penunjukan Speedometer = 20 km/jam) 52

Pengambilan data Pengukuran pada kondisi putaran mesin dengan indikasi

penunjukan pada speedometer 20 km/jam dan pada putaran roda pada indikasi

penunjukan nilai 185 putaran/menit terhadap empat kondisi pengukuran yaitu :

• Kondisi Normal (Setelah Service Motor)

Dari Gambar 4.8, adalah Pengambilan data ke 5 dari 15 data yang dianalisa,

bentuk sinyal yang dihasilkan dan bentuk spektrum dengan analisa FFT

menggunakan skala linier pada kondisi mesin sepeda motor setelah dilakukan

perbaikan, terlihat frekuensi dominan terjadi pada frekuensi 40 Hz (1x) dan

frekuensi rendah setelah frekuensi dominan pada frekuensi 59 Hz (2x), 79 Hz

(3x) Bentuk spektrum yang dihasilkan berdasarkan karakteristik getaran

kerusakan mesin pada umumnya adalah kondisi angular misalignment. Sinyal

yang dominan adalah pada sumbu Y (warna merah).

Gambar 4.8 Analisa FFT kondisi mesin setelah service (speedometer = km 20

km/jam)

• Kondisi Karburator Tidak Standar

Dari Gambar 4.9, adalah Pengambilan data ke 5 dari 15 data yang dianalisa,

bentuk sinyal yang dihasilkan dan bentuk spektrum dengan analisa FFT

menggunakan skala linier pada kondisi mesin sepeda motor karburator tidak

standar, terlihat bentuk spektrum yang dihasilkan oleh analisa FFT, frekuensi

rendah pada 17 Hz (1x) sebelum frekuensi dominan, frekuensi dominan terjadi

pada frekuensi 34 Hz (2x), dan frekuensi rendah sesudah frekuensi dominan

51 Hz (3x), 68Hz (4x), 104 (5x) dan 137 (6x). Berdasarkan karekteristik

getaran kerusakan mesin pada umumnya bentuk spektrum ini adalah kondisi

parallel misalignment. Sinyal yang dominan adalah pada sumbu Y (warna

merah).

Gambar 4.9 Analisa FFT kondisi karburator tidak standar (speedometer 20 =

km/jam)

• Kondisi Oli Tidak Standar

Dari Gambar 4.10, adalah Pengambilan data ke 5 dari 15 data yang dianalisa,

bentuk sinyal yang dihasilkan dan bentuk spektrum dengan analisa FFT

menggunakan skala linier kondisi pada mesin sepeda motor oli tidak standar,

terlihat bentuk spektrum yang dihasilkan oleh analisa FFT, frekuensi rendah

13 Hz (1x) sebelum frekuensi dominan, frekuensi dominan terjadi pada

frekuensi 26 Hz (2x), dan frekuensi rendah sesudah frekuensi dominan 39 Hz

(3x), 53 Hz (4x), 63 Hz (5x), 66 Hz (6x), 79 Hz (7x), 92 Hz (8x) dan 105 Hz

(9x). Berdasarkan karekteristik getaran kerusakan mesin pada umumnya

bentuk spektrum ini adalah kondisi parallel misalignment dan looseness.

Sinyal yang dominan adalah pada sumbu Y (warna merah).

Gambar 4.10 Analisa FFT kondisi Oli tidak standar (speedometer = 20 km/jam)

• Kondisi klep Tidak Standar

Dari Gambar 4.11, adalah Pengambilan data ke 5 dari 15 data yang dianalisa,

bentuk sinyal yang dihasilkan dan bentuk spektrum dengan analisa FFT

menggunakan skala linier pada kondisi mesin sepeda motor klep tidak standar,

terlihat bentuk spektrum yang dihasilkan oleh analisa FFT, frekuensi rendah

23 Hz (1x) sebelum frekuensi dominan, frekuensi dominan terjadi pada

frekuensi 46 Hz (2x) dan frekuensi sesudah frekuensi dominan 70 Hz (3x),

93 Hz (4x), 116 Hz (5x), dan 142 Hz (6x). Berdasarkan karekteristik getaran

kerusakan mesin pada umumnya bentuk spektrum ini adalah kondisi parallel

misalignment. Sinyal yang dominan adalah pada sumbu Y (warna merah).

Gambar 4.11 Analisa FFT kondisi klep tidak standar (speedometer = 20 km/jam)

• Analisa Data FFT Kondisi Karburator Tidak Standar (Speedometer = 20

Km/jam)

Tabel 4.2, menunjukan nilai data FFT kondisi karburator tidak standar

dibandingkan dengan nilai data FFT kondisi mesin setelah di perbaiki dengan

pengambilan 15 data pengukuran, terlihat muncul frekuensi baru atau

frekuensi rendah sebelum frekuensi dominan dan frekuensi sesudah

frekuensi dominan (warna abu-abu). Bentuk spekrum FFT yang tampak jelas

dari keadaan standar terlihat 3 bentuk spektrum (1 frekuensi dominan dan

2 frekuensi sesudah frekuensi dominan) dan kondisi karburator tidak

standar 5 bentuk spektrum . (1 frekuensi sebelum frekuensi dominan, 1

frekuensi dominan dan 2 frekuensi sesudah frekuensi dominan).

Frekuensi dominan semua arah sumbu X, Y dan Z pada kondisi karburator

standar mengalami pergeseran penurunan frekuensi dari 39-40 Hz menjadi

penurunan nilai amplitudo dari 0,13 menjadi 0,09, arah sumbu X mengalami

peningkatan amplitudo dari 0,06 menjadi 0,08 dan arah sumbu Z mengalami

peningkatan amplitudo dari 0,01 menjadi 0,03.

Tabel 4.2 Data FFT Kondisi Standar & Karburator Tidak Standar (Speedometer =

20km/jam)

STD Karburator Tidak STD

Sumbu X Sumbu Y Sumbu Z Sumbu X Sumbu Y Sumbu Z

Frekuensi Data 1 0,030056 0,000026 0,049791 0,01588 0,03514 0,027664

Amplitudo 1 0,678707 0,303601 0,303945 0,694225 0,353723 0,309588

Frekuensi Data 2 19,837603 20,086507 20,158298 17,111229 17,048399 17,132262

Amplitudo 2 0,00285 0,002039 0,002296 0,009509 0,009098 0,005123

Frekuensi Data 3 39,866406 39,881416 40,045344 34,291409 34,312194 34,228009

Amplitudo 3 0,064534 0,136661 0,010443 0,085688 0,097231 0,037883

Frekuensi Data 4 57,077462 59,703569 42,840208 51,481086 37,861266 39,484382

Amplitudo 4 0,00299 0,008122 0,006152 0,009242 0,003056 0,004359

Frekuensi Data 5 59,800379 77,483411 46,193034 68,337196 43,338857 42,023231

Amplitudo 5 0,014745 0,003904 0,003186 0,009619 0,001993 0,002338

Frekuensi Data 6 76,28587 79,756775 52,126744 85,55749 51,497908 45,200586

Amplitudo 6 0,002653 0,024498 0,003624 0,00795 0,006537 0,003476

Frekuensi Data 7 79,775935 99,493065 79,723963 93,318229 68,689276 68,799936

Amplitudo 7 0,009064 0,005206 0,005246 0,001987 0,018759 0,002334

Frekuensi Data 8 82,78074 103,217199 83,104586 96,106993 85,758104 92,222199

Amplitudo 8 0,002008 0,001888 0,00225 0,002096 0,004552 0,004977

Frekuensi Data 9 99,553761 119,829511 99,817156 102,999659 102,758146 95,256078

Amplitudo 9 0,007363 0,001905 0,002829 0,003988 0,002706 0,002175

Frekuensi Data 10 119,872861 143,290276 102,410234 155,125309 137,184989 102,501357

Amplitudo 10 0,003815 0,002007 0,003618 0,002073 0,004103 0,003723

Frekuensi Data 11 140,008216 159,41541 108,649638 171,267651 154,399677 109,829856

Amplitudo 11 0,001974 0,002418 0,005663 0,00271 0,001827 0,003066

Frekuensi Data 12 159,652042 163,011986 119,516779 223,947565 171,404014 126,460712

Amplitudo 12 0,002839 0,001978 0,00247 0,003971 0,001967 0,002181

Frekuensi Data 13 164,399755 184,24551 123,172482 291,312758 223,718429 137,272658

Amplitudo 13 0,001886 0,001951 0,002256 0,00374 0,00258 0,015041

Frekuensi Data 14 206,21504 196,184178 156,693451 305,139555 273,936965 258,383025

Amplitudo 14 0,002068 0,00247 0,002022 0,002183 0,0019 0,002149

Frekuensi Data 15 300,331786 206,257412 159,905253 326,372377 291,388757 292,69041

Amplitudo 15 0,001963 0,002463 0,00429 0,002118 0,002615 0,002136

• Analisa Data FFT kondisi oli Tidak Standar ( Speedometer = 20 Km/jam)

Tabel 4.3 Data FFT Kondisi Standar & Oli tidak Standar ( Speedometer = 20

km/jam)

STD OLI Tidak STD

Sumbu X Sumbu Y Sumbu Z Sumbu X Sumbu Y Sumbu Z

Frekuensi Data 1 0,030056 0,000026 0,049791 0,009311 0,000027 0,000021

Amplitudo 1 0,678707 0,303601 0,303945 0,714942 0,314098 0,353226

Frekuensi Data 2 19,837603 20,086507 20,158298 13,245654 13,205572 26,377302

Amplitudo 2 0,00285 0,002039 0,002296 0,005117 0,006995 0,015318

Frekuensi Data 3 39,866406 39,881416 40,045344 26,384811 26,387187 39,455459

Amplitudo 3 0,064534 0,136661 0,010443 0,048406 0,066721 0,004403

Frekuensi Data 4 57,077462 59,703569 42,840208 32,962347 39,614547 50,083213

Amplitudo 4 0,00299 0,008122 0,006152 0,001403 0,00542 0,001473

Frekuensi Data 5 59,800379 77,483411 46,193034 39,684661 50,338292 52,870721

Amplitudo 5 0,014745 0,003904 0,003186 0,002979 0,00173 0,00842

Frekuensi Data 6 76,28587 79,756775 52,126744 52,757187 52,815028 63,939627

Amplitudo 6 0,002653 0,024498 0,003624 0,008286 0,014423 0,001147

Frekuensi Data 7 79,775935 99,493065 79,723963 59,709365 55,822544 66,051985

Amplitudo 7 0,009064 0,005206 0,005246 0,001359 0,002158 0,002727

Frekuensi Data 8 82,78074 103,217199 83,104586 63,429983 63,276576 79,16499

Amplitudo 8 0,002008 0,001888 0,00225 0,005154 0,001902 0,001512

Frekuensi Data 9 99,553761 119,829511 99,817156 65,992282 65,977129 105,703589

Amplitudo 9 0,007363 0,001905 0,002829 0,01343 0,005885 0,002536

Frekuensi Data 10 119,872861 143,290276 102,410234 76,356104 79,174415 129,646291

Amplitudo 10 0,003815 0,002007 0,003618 0,00164 0,003297 0,001303

Frekuensi Data 11 140,008216 159,41541 108,649638 79,212181 92,380462 131,953937

Amplitudo 11 0,001974 0,002418 0,005663 0,010663 0,003495 0,002363

Frekuensi Data 12 159,652042 163,011986 119,516779 89,767807 106,058781 140,93013

Amplitudo 12 0,002839 0,001978 0,00247 0,001823 0,00136 0,001184

Frekuensi Data 13 164,399755 184,24551 123,172482 92,354364 131,878846 144,449239

Amplitudo 13 0,001886 0,001951 0,002256 0,007232 0,001748 0,001175

Frekuensi Data 14 206,21504 196,184178 156,693451 105,637482 185,178372 158,145978

Amplitudo 14 0,002068 0,00247 0,002022 0,002257 0,001408 0,001058

Frekuensi Data 15 300,331786 206,257412 159,905253 131,93233 211,087615 170,354853

Amplitudo 15 0,001963 0,002463 0,00429 0,001956 0,001581 0,001059

Tabel 4.3, menunjukan nilai data FFT kondisi Oli tidak standar dibandingkan

dengan nilai data FFT kondisi mesin setelah di perbaiki dengan pengambilan

15 data pengukuran, terlihat muncul frekuensi baru atau frekuensi rendah

sebelum frekuensi dominan dan frekuensi rendah sesudah frekuensi

dominan bertambah. Bentuk spekrum FFT yang tampak jelas dari keadaan

standar 3 bentuk spektrum (1 frekuensi dominan dan 2 frekuensi sesudah

frekuensi dominan) dan kondisi karburator tidak standar 9 bentuk

spektrum. (1 frekuensi sebelum frekuensi dominan, 1 frekuensi dominan

dan 7 frekuensi sesudah frekuensi dominan), Frekuensi dominan semua

arah sumbu X, Y dan Z pada kondisi karburator standar mengalami pergeseran

penurunan frekuensi dari 39-40 Hz menjadi 26 Hz, Amplitudo pada

frekuensi dominan pada arah sumbu Y mengalami penurunan nilai amplitudo

dari 0,13 menjadi 0,06, arah sumbu X mengalami penurunan amplitudo dari

0,06 menjadi 0,04 dan arah sumbu Z mengalami peningkatan amplitudo

relative kecil atau nilainya sama dari 0,010 menjadi 0,015.

• Analisa Data FFT Kondisi Klep Tidak Standar (Speedometer = 20

Km/jam)

Tabel 4.4, menunjukan nilai data FFT kondisi klep tidak standar dibandingkan

dengan nilai data FFT kondisi mesin setelah di perbaiki dengan pengambilan

15 data pengukuran, terlihat muncul frekuensi baru atau frekuensi rendah

(warna kuning) sebelum frekuensi dominan dan frekuensi rendah (warna

kuning) sesudah frekuensi dominan bertambah. Bentuk spekrum FFT yang

tampak jelas dari keadaan standar 3 bentuk spektrum (1 frekuensi dominan

dan 2 frekuensi sesudah frekuensi dominan) dan kondisi karburator tidak

standar 6 bentuk spektrum . (1 frekuensi sebelum frekuensi dominan, 1

frekuensi dominan dan 4 frekuensi sesudah frekuensi dominan).

Frekuensi dominan semua arah sumbu X, Y dan Z pada kondisi karburator

standar mengalami pergeseran peningkatan frekuensi dari 39-40 Hz

menjadi 46 Hz, Amplitudo pada frekuensi dominan pada arah sumbu Y

mengalami peningkatan nilai amplitudo dari 0,13 menjadi 0,16, arah sumbu X

mengalami penurunan amplitudo dari 0,06 menjadi 0,04 dan arah sumbu Z

mengalami peningkatan amplitudo dari 0,010 menjadi 0,02.

Tabel 4.4 Data FFT Kondisi Standar & Klep tidak Standar (Speedometer =

20km/jam)

STD Klep Tidak STD

Sumbu X Sumbu Y Sumbu Z Sumbu X Sumbu Y Sumbu Z

Frekuensi Data 1 0,030056 0,000026 0,049791 0,011106 0,000027 0,000026

Amplitudo 1 0,678707 0,303601 0,303945 0,728563 0,377869 0,348034

Frekuensi Data 2 19,837603 20,086507 20,158298 23,353631 23,400282 46,700378

Amplitudo 2 0,00285 0,002039 0,002296 0,007298 0,001875 0,029309

Frekuensi Data 3 39,866406 39,881416 40,045344 46,598018 46,668201 93,671463

Amplitudo 3 0,064534 0,136661 0,010443 0,046713 0,166387 0,004642

Frekuensi Data 4 57,077462 59,703569 42,840208 70,016975 70,013721 116,161935

Amplitudo 4 0,00299 0,008122 0,006152 0,033057 0,009391 0,005414

Frekuensi Data 5 59,800379 77,483411 46,193034 93,328597 93,337399 119,142213

Amplitudo 5 0,014745 0,003904 0,003186 0,022462 0,026872 0,003624

Frekuensi Data 6 76,28587 79,756775 52,126744 98,986722 116,697118 131,855112

Amplitudo 6 0,002653 0,024498 0,003624 0,001887 0,003213 0,001885

Frekuensi Data 7 79,775935 99,493065 79,723963 116,786245 140,064295 140,106869

Amplitudo 7 0,009064 0,005206 0,005246 0,008032 0,004738 0,006668

Frekuensi Data 8 82,78074 103,217199 83,104586 140,132204 163,275683 163,707889

Amplitudo 8 0,002008 0,001888 0,00225 0,007534 0,002621 0,001844

Frekuensi Data 9 99,553761 119,829511 99,817156 186,863253 186,661595 186,760984

Amplitudo 9 0,007363 0,001905 0,002829 0,004494 0,002843 0,004125

Frekuensi Data 10 119,872861 143,290276 102,410234 211,422761 210,265286 256,357964

Amplitudo 10 0,003815 0,002007 0,003618 0,001982 0,003428 0,001671

Frekuensi Data 11 140,008216 159,41541 108,649638 223,857305 280,145246 277,331262

Amplitudo 11 0,001974 0,002418 0,005663 0,001882 0,002506 0,002839

Frekuensi Data 12 159,652042 163,011986 119,516779 233,803348 295,144165 280,363009

Amplitudo 12 0,002839 0,001978 0,00247 0,002789 0,002069 0,003034

Frekuensi Data 13 164,399755 184,24551 123,172482 258,418778 325,733436 395,777829

Amplitudo 13 0,001886 0,001951 0,002256 0,001893 0,003217 0,001864

Frekuensi Data 14 206,21504 196,184178 156,693451 326,341552 328,025903 398,324251

Amplitudo 14 0,002068 0,00247 0,002022 0,003463 0,002916 0,001478

Frekuensi Data 15 300,331786 206,257412 159,905253 395,92977 395,40414 419,125301

Amplitudo 15 0,001963 0,002463 0,00429 0,002747 0,001873 0,001697

4.4.2 Kondisi Putaran Mesin (Penunjukan Speedometer = 40 km/jam)

Pengukuran kondisi putaran mesin dengan indikasi penunjukan pada

speedometer 40 km/jam dan pada putaran roda pada indikasi penunjukan nilai

338 putaran/menit terhadap empat kondisi pengukuran yaitu :

• Kondisi Setelah Service Motor

Gambar 4.12 Analisa FFT kondisi mesin setelah service (speedometer = 40

km/jam)

Dari Gambar 4.12, adalah Pengambilan data ke 5 dari 15 data yang dianalisa,

bentuk sinyal yang dihasilkan dan bentuk spektrum dengan analisa FFT

menggunakan skala linier pada kondisi mesin sepeda setelah di perbaiki,

terlihat bentuk spektrum yang dihasilkan oleh analisa FFT, frekuensi dominan

terjadi pada frekuensi 54 Hz (1x) dan frekuensi rendah sesudah frekuensi

dominan 81 Hz (2x) dan 108 Hz (3x). Berdasarkan karekteristik getaran

kerusakan mesin pada umumnya bentuk spektrum ini adalah kondisi parallel

misalignment. Sinyal yang dominan adalah pada sumbu Y (warna merah).

• Kondisi Karburator Tidak Standar

Gambar 4.13 Analisa FFT kondisi karburator tidak standar (speedometer =

40 km/jam)

Dari Gambar 4.13, adalah Pengambilan data ke 5 dari 15 data yang dianalisa,

bentuk sinyal yang dihasilkan dan bentuk spektrum dengan analisa FFT

menggunakan skala linier pada kondisi mesin sepeda karburator keadaan tidak

standar, terlihat bentuk spektrum yang dihasilkan oleh analisa FFT, frekuensi

rendah pada 15 Hz (1x) sebelum frekuensi dominan, frekuensi dominan terjadi

pada frekuensi 30 Hz (2x), dan frekuensi sesudah frekuensi dominan 45 Hz

(3x), 60 Hz (4x), 75 Hz (5x), 91 Hz (6x) dan 121 Hz (7x). Berdasarkan

karekteristik getaran kerusakan mesin pada umumnya bentuk spektrum ini

adalah kondisi Looseess (kelonggaran) dan parallel misalignment. Sinyal

yang dominan adalah pada sumbu Y (warna merah).

• Kondisi Oli Tidak Standar

Gambar 4.14 Analisa FFT kondisi oli tidak standar (speedometer = 40 km/jam)

Dari Gambar 4.14, adalah Pengambilan data ke 5 dari 15 data yang dianalisa,

bentuk sinyal yang dihasilkan dan bentuk spektrum dengan analisa FFT,

menggunakan skala linier pada kondisi mesin sepeda oli keadaan tidak

standar, terlihat bentuk spektrum yang dihasilkan oleh analisa FFT, frekuensi

rendah pada 30 Hz (1x) sebelum frekuensi dominan, frekuensi dominan terjadi

pada frekuensi 60 Hz (2x), dan frekuensi sesudah frekuensi dominan 90 Hz

(3x), 120 Hz (4x), 150 Hz (5x) dan 240 Hz(6x). Berdasarkan karekteristik

getaran kerusakan mesin pada umumnya bentuk spektrum ini adalah kondisi

Looseess (kelonggaran). Sinyal yang dominan adalah pada sumbu Y (warna

merah).

• Kondisi klep Tidak Standar

Dari Gambar 4.15, adalah Pengambilan data ke 5 dari 15 data yang dianalisa,

bentuk sinyal yang dihasilkan dan bentuk spektrum dengan analisa FFT,

menggunakan skala linier pada kondisi mesin sepeda klep keadaan tidak

standar, terlihat bentuk spektrum yang dihasilkan oleh analisa FFT, frekuensi

rendah pada 25 Hz (1x) sebelum frekuensi dominan frekuensi dominan terjadi

pada frekuensi 51 Hz (2x), frekuensi rendah sesudah frekuensi dominan 77Hz

(3x), dan 102 Hz (4x). Berdasarkan karekteristik getaran kerusakan mesin

pada umumnya bentuk spektrum ini adalah kondisi parallel misalignment .

Sinyal yang dominan adalah pada sumbu Y (warna merah).

• Analisa Data FFT Kondisi Karburator Tidak Standar (Speedometer = 40

Km/jam)

Tabel 4.5 Data FFT Kondisi Standar & Karburator Tidak Standar (40km/jam)

STD Karburator Tidak STD

Sumbu X Sumbu Y Sumbu Z Sumbu X Sumbu Y Sumbu Z

Frekuensi Data 1 0,000023 0,041428 0,03754 0,000026 0,034694 0,000023

Amplitudo 1 0,729304 0,349032 0,348002 0,721753 0,334965 0,360422

Frekuensi Data 2 27,25023 27,26015 49,211714 15,111892 15,08725 30,3795

Amplitudo 2 0,006312 0,004863 0,003058 0,011483 0,01009 0,007938

Frekuensi Data 3 51,51382 51,47579 54,49647 30,300531 30,29565 45,55814

Amplitudo 3 0,002685 0,006006 0,013162 0,043491 0,072348 0,00355

Frekuensi Data 4 54,48961 54,48325 82,161712 45,457901 36,22912 50,90239

Amplitudo 4 0,099021 0,221846 0,001825 0,012274 0,002011 0,001301

Frekuensi Data 5 62,27707 62,28146 108,86343 60,792568 45,40981 54,00595

Amplitudo 5 0,002356 0,001733 0,004894 0,015955 0,004492 0,001358

Frekuensi Data 6 65,09802 81,75753 136,21406 66,206386 60,65683 60,7932

Amplitudo 6 0,002704 0,009381 0,005725 0,003119 0,018609 0,001754

Frekuensi Data 7 81,71775 105,8196 140,24545 75,813112 75,85026 71,08239

Amplitudo 7 0,027808 0,002228 0,002803 0,020618 0,006141 0,001354

Frekuensi Data 8 108,9672 108,963 163,37725 81,393842 91,22591 75,93296

Amplitudo 8 0,033265 0,035732 0,001959 0,002047 0,001418 0,002843

Frekuensi Data 9 163,4136 136,3332 169,21453 91,114713 121,3351 91,15119

Amplitudo 9 0,005633 0,003463 0,00152 0,003694 0,002317 0,001313

Frekuensi Data 10 190,9248 187,6494 190,31999 105,932196 167,0483 121,2514

Amplitudo 10 0,003667 0,001594 0,001782 0,00221 0,001416 0,002054

Frekuensi Data 11 217,8678 190,7236 218,04168 121,224794 197,3969 136,3629

Amplitudo 11 0,005089 0,004299 0,002923 0,002735 0,002279 0,002247

Frekuensi Data 12 245,1898 200,9658 271,99586 197,21756 243,1069 258,0308

Amplitudo 12 0,003931 0,001848 0,001631 0,002475 0,001911 0,0024

Frekuensi Data 13 272,1949 245,2024 327,26573 243,111924 258,1102 268,7568

Amplitudo 13 0,002358 0,004094 0,002231 0,001845 0,002437 0,00142

Frekuensi Data 14 299,6333 299,46 408,7015 483,272456 273,1597 272,8968

Amplitudo 14 0,00385 0,002842 0,001457 0,001866 0,001841 0,001379

Frekuensi Data 15 354,185 321,6931 455,29998 488,438168 289,3339 274,9287

Amplitudo 15 0,00322 0,001584 0,00193 0,001691 0,001685 0,001262

Tabel 4.5, menunjukan nilai data FFT kondisi karburator tidak standar

dibandingkan dengan nilai data FFT kondisi mesin setelah di perbaiki dengan

pengambilan 15 data pengukuran, terlihat muncul frekuensi baru atau

frekuensi rendah sebelum frekuensi dominan dan frekuensi rendah sesudah

frekuensi dominan bertambah. Bentuk spektrum FFT yang tampak jelas dari

keadaan standar 3 bentuk spektrum (1 frekuensi dominan dan 2 frekuensi

sesudah frekuensi dominan) dan kondisi karburator tidak standar 7 bentuk

spektrum (1 frekuensi sebelum frekuensi dominan, 1 frekuensi dominan

dan 5 frekuensi sesudah frekuensi dominan). Frekuensi dominan semua

arah sumbu X, Y dan Z pada kondisi karburator standar mengalami pergeseran

penurunan frekuensi dari 54 Hz menjadi 30 Hz, Amplitudo pada frekuensi

dominan pada arah sumbu Y mengalami penurunan nilai amplitudo dari 0,2

menjadi 0,07, arah sumbu X mengalami penurunan amplitudo dari 0,09

menjadi 0,04 dan arah sumbu Z mengalami penurunan amplitudo dari 0,010

menjadi 0,007.

• Analisa Data FFT Kondisi Oli Tidak Standar (Speedometer = 40

Km/jam)

Tabel 4.6, menunjukan nilai data FFT kondisi karburator tidak standar

dibandingkan dengan nilai data FFT kondisi mesin setelah di perbaiki dengan

pengambilan 15 data pengukuran, terlihat muncul frekuensi baru atau

frekuensi rendah sebelum frekuensi dominan dan frekuensi rendah sesudah

frekuensi dominan bertambah. Bentuk spektrum FFT yang tampak jelas dari

keadaan standar 3 bentuk spektrum (1 frekuensi dominan dan 2 frekuensi

sesudah frekuensi dominan) dan kondisi karburator tidak standar 6 bentuk

spektrum (1 frekuensi sebelum frekuensi dominan, 1 frekuensi dominan

dan 4 frekuensi sesudah frekuensi dominan) Frekuensi dominan semua

arah sumbu X, Y dan Z pada kondisi karburator standar mengalami pergeseran

peningkatan frekuensi dari 54 Hz menjadi 60 Hz, Amplitudo pada

frekuensi dominan pada arah sumbu Y mengalami penurunan nilai amplitudo

dari 0,22 menjadi 0,19, arah sumbu X mengalami penunjukan nilai amplitudo

tetap 0.09 dan arah sumbu Z mengalami peningkatan amplitudo dari 0,010

menjadi 0,07.

Tabel 4.6 Data FFT Kondisi Standar & Oli tidak Standar (40 km/jam)

STD Oli Tidak STD

Sumbu X Sumbu Y Sumbu Z Sumbu X Sumbu Y Sumbu Z

Frekuensi Data 1 0,000023 0,041428 0,03754 0,036545 0,016623 0,064812

Amplitudo 1 0,729304 0,349032 0,348002 0,673117 0,293637 0,306275

Frekuensi Data 2 27,25023 27,26015 49,21171 30,02026 30,09469 30,19022

Amplitudo 2 0,006312 0,004863 0,003058 0,00579 0,005574 0,002388

Frekuensi Data 3 51,51382 51,47579 54,49647 60,06905 60,05961 60,0353

Amplitudo 3 0,002685 0,006006 0,013162 0,099936 0,190617 0,070894

Frekuensi Data 4 54,48961 54,48325 82,16171 79,87467 90,04595 90,12043

Amplitudo 4 0,099021 0,221846 0,001825 0,001984 0,005691 0,00456

Frekuensi Data 5 62,27707 62,28146 108,8634 90,10429 120,1526 115,2093

Amplitudo 5 0,002356 0,001733 0,004894 0,008887 0,028247 0,002527

Frekuensi Data 6 65,09802 81,75753 136,2141 120,1479 150,3055 119,9856

Amplitudo 6 0,002704 0,009381 0,005725 0,020866 0,003107 0,009305

Frekuensi Data 7 81,71775 105,8196 140,2455 150,2681 169,2498 150,1358

Amplitudo 7 0,027808 0,002228 0,002803 0,00413 0,001518 0,008742

Frekuensi Data 8 108,9672 108,963 163,3773 154,3392 180,1367 154,0395

Amplitudo 8 0,033265 0,035732 0,001959 0,002079 0,003598 0,002048

Frekuensi Data 9 163,4136 136,3332 169,2145 180,2239 199,6739 169,0567

Amplitudo 9 0,005633 0,003463 0,00152 0,006026 0,00166 0,002168

Frekuensi Data 10 190,9248 187,6494 190,32 240,3425 210,3969 180,259

Amplitudo 10 0,003667 0,001594 0,001782 0,009353 0,002385 0,005454

Frekuensi Data 11 217,8678 190,7236 218,0417 244,2803 214,1843 210,3053

Amplitudo 11 0,005089 0,004299 0,002923 0,002341 0,002161 0,003766

Frekuensi Data 12 245,1898 200,9658 271,9959 269,9132 238,3478 240,2957

Amplitudo 12 0,003931 0,001848 0,001631 0,002221 0,002251 0,006206

Frekuensi Data 13 272,1949 245,2024 327,2657 286,1698 240,2877 244,1831

Amplitudo 13 0,002358 0,004094 0,002231 0,002231 0,004534 0,00217

Frekuensi Data 14 299,6333 299,46 408,7015 300,3654 244,7292 269,9977

Amplitudo 14 0,00385 0,002842 0,001457 0,006067 0,002113 0,003335

Frekuensi Data 15 354,185 321,6931 455,3 391,3403 270,211 360,3538

Amplitudo 15 0,00322 0,001584 0,00193 0,002119 0,002888 0,001902

• Analisa Data FFT Kondisi Klep Tidak Standar (Speedometer = 40

Km/jam)

Tabel 4.7 Data FFT Kondisi Standar & Karburator Oli tidak Standar

STD Klep Tidak STD

Sumbu X Sumbu Y Sumbu Z Sumbu X Sumbu Y Sumbu Z

Frekuensi Data 1 0,000023 0,041428 0,03754 0,007143 0,042687 0,009584

Amplitudo 1 0,729304 0,349032 0,348002 0,717539 0,373585 0,337688

Frekuensi Data 2 27,25023 27,26015 49,21171 15,40318 15,28395 6,923244

Amplitudo 2 0,006312 0,004863 0,003058 0,002304 0,001468 0,001685

Frekuensi Data 3 51,51382 51,47579 54,49647 25,51306 25,64928 25,5441

Amplitudo 3 0,002685 0,006006 0,013162 0,004783 0,004132 0,002063

Frekuensi Data 4 54,48961 54,48325 82,16171 48,45006 48,56075 48,63565

Amplitudo 4 0,099021 0,221846 0,001825 0,004024 0,008072 0,002869

Frekuensi Data 5 62,27707 62,28146 108,8634 51,43745 51,43567 51,43219

Amplitudo 5 0,002356 0,001733 0,004894 0,085122 0,205329 0,066179

Frekuensi Data 6 65,09802 81,75753 136,2141 55,5768 77,19029 67,20245

Amplitudo 6 0,002704 0,009381 0,005725 0,004912 0,013569 0,001386

Frekuensi Data 7 81,71775 105,8196 140,2455 62,092 102,8566 77,07514

Amplitudo 7 0,027808 0,002228 0,002803 0,002523 0,027035 0,001644

Frekuensi Data 8 108,9672 108,963 163,3773 72,65751 154,3137 103,0852

Amplitudo 8 0,033265 0,035732 0,001959 0,004578 0,001461 0,003379

Frekuensi Data 9 163,4136 136,3332 169,2145 77,20546 179,8007 128,4813

Amplitudo 9 0,005633 0,003463 0,00152 0,036698 0,002739 0,001976

Frekuensi Data 10 190,9248 187,6494 190,32 100,0596 205,6927 132,2781

Amplitudo 10 0,003667 0,001594 0,001782 0,004512 0,003881 0,001456

Frekuensi Data 11 217,8678 190,7236 218,0417 102,8605 231,4368 154,2933

Amplitudo 11 0,005089 0,004299 0,002923 0,029005 0,003672 0,002142

Frekuensi Data 12 245,1898 200,9658 271,9959 128,6843 257,1169 205,9578

Amplitudo 12 0,003931 0,001848 0,001631 0,003317 0,003113 0,001374

Frekuensi Data 13 272,1949 245,2024 327,2657 231,3962 283,0419 245,8528

Amplitudo 13 0,002358 0,004094 0,002231 0,003273 0,002543 0,001314

Frekuensi Data 14 299,6333 299,46 408,7015 257,2072 304,2017 360,073

Amplitudo 14 0,00385 0,002842 0,001457 0,002277 0,001672 0,001787

Frekuensi Data 15 354,185 321,6931 455,3 360,2446 360,181 385,7731

Amplitudo 15 0,00322 0,001584 0,00193 0,00191 0,001558 0,001772

Tabel 4.7, menunjukan nilai data FFT kondisi karburator tidak standar

dibandingkan dengan nilai data FFT kondisi mesin setelah di perbaiki dengan

pengambilan 15 data pengukuran, terlihat muncul frekuensi baru atau

frekuensi rendah sebelum frekuensi dominan dan frekuensi rendah sesudah

frekuensi dominan bertambah. Bentuk spektrum FFT yang tampak jelas dari

keadaan standar 3 bentuk spektrum (1 frekuensi dominan dan 2 frekuensi

sesudah frekuensi dominan) dan kondisi karburator tidak standar 4 bentuk

spektrum (1 frekuensi sebelum frekuensi dominan, 1 frekuensi dominan

dan 2 frekuensi sesudah frekuensi dominan). Frekuensi dominan semua

arah sumbu X, Y dan Z pada kondisi karburator standar mengalami pergeseran

penurunan frekuensi dari 54 Hz menjadi 51 Hz, Amplitudo pada frekuensi

dominan pada arah sumbu Y mengalami penurunan nilai amplitudo telatif

kecil dari 0,22 menjadi 0,20, arah sumbu X mengalami penurunan amplitudo

dari 0,09 menjadi 0,08 dan arah sumbu Z mengalami peningkatan amplitudo

dari 0,01 menjadi 0,06.

4.4.3 Kondisi Putaran Mesin (Penunjukan Speedometer = 60 km/jam)

Pengukuran kondisi putaran mesin dengan indikasi penunjukan pada

speedometer 60 km/jam dan pada putaran roda pada indikasi penunjukan nilai

518 putaran/menit terhadap empat kondisi pengukuran yaitu :

• Kondisi Setelah Service Motor

Dari Gambar 4.16, adalah Pengambilan data ke 5 dari 15 data yang dianalisa,

bentuk sinyal yang dihasilkan dan bentuk spektrum dengan analisa FFT

menggunakan skala linier pada kondisi mesin sepeda setelah diperbaiki,

terlihat bentuk spektrum yang dihasilkan oleh analisa FFT, frekuensi dominan

terjadi pada frekuensi 68 Hz (1x), dan frekuensi sesudah frekuensi dominan

102 Hz (2x), 136 Hz (3x), 206 Hz (4x). Berdasarkan karekteristik getaran

kerusakan mesin pada umumnya bentuk spektrum ini adalah kondisi Looseess

(kelonggaran). Sinyal yang dominan adalah pada sumbu Y (warna merah).

Gambar 4.16 Analisa FFT kondisi mesin setelah service (speedometer 60 =

km/jam)

• Kondisi Karburator Tidak Standar

Gambar 4.17 Analisa FFT kondisi karburator tidak standar (speedometer km =

60 km/jam)

Dari Gambar 4.17 adalah Pengambilan data ke 5 dari 15 data yang dianalisa,

bentuk sinyal yang dihasilkan dan bentuk spektrum dengan analisa FFT

menggunakan skala linier pada kondisi mesin sepeda karburator keadaan tidak

standar, terlihat bentuk spektrum yang dihasilkan oleh analisa FFT, frekuensi

dominan terjadi pada frekuensi 61 Hz (1x), frekuensi sesudah frekuensi

dominan 92 Hz (2x) ,122 Hz (3x) 153 Hz (4x), 184 Hz (5x), 245 Hz (6x) dan

276 Hz (7x). Dan frekuensi rendah harmonik di sekitarnya. Berdasarkan

karekteristik getaran kerusakan mesin pada umumnya bentuk spektrum ini

adalah kondisi angular misalignment.

• Kondisi Oli Tidak Standar

Gambar 4.18 Analisa FFT kondisi oli tidak standar (speedometer 60 = km/jam)

Dari Gambar 4.18, adalah Pengambilan data ke 5 dari 15 data yang dianalisa,

bentuk sinyal yang dihasilkan dan bentuk spektrum dengan analisa FFT

menggunakan skala linier pada kondisi mesin sepeda oli keadaan tidak

standar, terlihat bentuk spektrum yang dihasilkan oleh analisa FFT, frekuensi

dominan terjadi pada frekuensi 72 Hz (1x), frekuensi sesudah frekuensi

dominan 109 Hz (2x), 145 Hz (3x), 182 Hz (4x), 218 Hz (5x), 255 Hz (6x),

dan 291 Hz (7x). Berdasarkan karekteristik getaran kerusakan mesin pada

umumnya bentuk spektrum ini adalah Looseess (kelonggaran).

• Kondisi klep Tidak Standar

Dari Gambar 4.19, Pengambilan data ke 5 dari 15 data yang dianalisa, bentuk

sinyal yang dihasilkan dan bentuk spektrum dengan analisa FFT

menggunakan skala linier pada kondisi mesin sepeda klep keadaan tidak

standar, terlihat bentuk spektrum yang dihasilkan oleh analisa FFT, frekuensi

sebelum frekuensi dominan 42 Hz (1x), frekuensi dominan terjadi pada

frekuensi 85 Hz (2x), dan frekuensi sesudah frekuensi dominan 127 Hz (3x),

170 Hz (4x), 255 Hz (5x), dan 298 Hz (6x). Berdasarkan karekteristik getaran

kerusakan mesin pada umumnya bentuk spektrum ini adalah kondisi Looseess

(kelonggaran).

• Analisa Data FFT Kondisi Karburator Tidak Standar (Speedometer = 60

Km/jam)

Tabel 4.8 Data FFT Kondisi Standar & Karburator Tidak Standar

STD Karburator Tidak STD

Sumbu X Sumbu Y Sumbu Z Sumbu X Sumbu Y Sumbu Z

Frekuensi Data 1 0,01332 0,038314 0,000022 0,000023 0,000028 0,03257

Amplitudo 1 0,688417 0,284034 0,323564 0,678 0,305646 0,292917

Frekuensi Data 2 68,06137 20,38339 34,05962 20,46151 20,44587 30,734002

Amplitudo 2 0,238028 0,001435 0,006341 0,002575 0,002187 0,004524

Frekuensi Data 3 102,1207 33,87578 47,35635 30,70094 30,71069 36,419998

Amplitudo 3 0,014347 0,002812 0,002369 0,003786 0,003288 0,002216

Frekuensi Data 4 136,1149 63,31516 68,06561 58,97655 58 41,034026

Amplitudo 4 0,025082 0,001461 0,03217 0,003551 0,003349 0,002018

Frekuensi Data 5 170,1808 68,06377 102,0997 61,43998 61,44273 50,831838

Amplitudo 5 0,008045 0,34756 0,007803 0,218099 0,264246 0,001943

Frekuensi Data 6 198,2654 102,1115 129,4377 92,16285 66,03952 61,431701

Amplitudo 6 0,004012 0,010998 0,003338 0,014352 0,002088 0,038648

Frekuensi Data 7 204,2026 136,2076 136,1912 122,8724 92,17082 92,08998

Amplitudo 7 0,01296 0,026366 0,016101 0,026138 0,009528 0,005752

Frekuensi Data 8 231,2822 170,1251 170,2741 153,6913 122,8972 122,872891

Amplitudo 8 0,002202 0,004706 0,011325 0,004842 0,032314 0,013834

Frekuensi Data 9 238,1746 198,1614 174,6348 184,362 153,4588 153,564257

Amplitudo 9 0,011378 0,003396 0,003371 0,007965 0,004898 0,006939

Frekuensi Data 10 272,3825 204,1416 197,8344 215,0346 178,9176 184,318339

Amplitudo 10 0,008487 0,006989 0,002608 0,002905 0,00241 0,004723

Frekuensi Data 11 282,4222 231,441 204,1945 245,9559 184,316 214,764078

Amplitudo 11 0,002275 0,001927 0,016206 0,004179 0,006736 0,002589

Frekuensi Data 12 306,4109 238,2229 238,3172 276,4092 215,1185 245,830177

Amplitudo 12 0,005483 0,011458 0,008817 0,003068 0,005628 0,002163

Frekuensi Data 13 339,042 272,7985 272,3705 307,2884 245,9734 276,368762

Amplitudo 13 0,003841 0,003602 0,005354 0,002702 0,003844 0,005001

Frekuensi Data 14 444,0716 306,3739 306,4086 399,1229 276,4271 369,004055

Amplitudo 14 0,002229 0,007509 0,005278 0,00308 0,007554 0,002118

Frekuensi Data 15 454,3364 340,971 339,1512 491,215 307,5071 399,774633

Amplitudo 15 0,002238 0,001726 0,004137 0,003913 0,002136 0,001852

Tabel 4.8, menunjukan nilai data FFT kondisi karburator tidak standar

dibandingkan dengan nilai data FFT kondisi mesin setelah di perbaiki dengan

pengambilan 15 data pengukuran, terlihat frekuensi rendah sesudah frekuensi

dominan bertambah. Bentuk spektrum FFT yang tampak jelas dari keadaan

standar 5 bentuk spektrum ( 1 frekuensi dominan dan 4 frekuensi sesudah

frekuensi dominan) dan kondisi karburator tidak standar 7 bentuk spektrum (1

frekuensi dominan dan 6 frekuensi sesudah frekuensi dominan, Frekuensi

dominan semua arah sumbu X, Y dan Z pada kondisi karburator standar

mengalami pergeseran penurunan frekuensi dari 68 Hz menjadi 61 Hz,

Amplitudo pada frekuensi dominan pada arah sumbu Y mengalami penurunan

dari 0,34 menjadi 0,26, arah sumbu X mengalami penurunan amplitudo dari 0,23

menjadi 0,21 dan arah sumbu Z mengalami peningkatan relative kecil nilai

amplitudo dari 0,032 menjadi 0,038.

• Analisa Data FFT Kondisi Oli Tidak Standar (Speedometer = 60

Km/jam)

Tabel 4.9, menunjukan nilai data FFT kondisi oli tidak standar dibandingkan

dengan nilai data FFT kondisi mesin setelah di perbaiki dengan pengambilan 15

data pengukuran, terlihat frekuensi rendah sesudah frekuensi dominan

bertambah. Bentuk spektrum FFT yang tampak jelas dari keadaan standar 5

bentuk spektrum (1 frekuensi dominan dan 4 frekuensi sesudah frekuensi

dominan) dan kondisi karburator tidak standar 6 bentuk spektrum (1 frekuensi

dominan dan 5 frekuensi sesudah frekuensi dominan, Frekuensi dominan

semua arah sumbu X, Y dan Z pada kondisi karburator standar mengalami

pergeseran penurunan frekuensi dari 68 Hz menjadi 72 Hz, Amplitudo pada

frekuensi dominan pada arah sumbu Y mengalami penurunan nilai amplitudo

telatif kecil dari 0,34 menjadi 0,15, arah sumbu X mengalami penurunan

amplitudo dari 0,33 menjadi 0,16 dan arah sumbu Z mengalami peningkatan

relative kecil nilai amplitudo dari 0,032 menjadi 0,039.

Tabel 4.9 Data FFT Kondisi Standar & Oli tidak Standar

STD Oli Tidak STD

Sumbu X Sumbu Y Sumbu Z Sumbu X Sumbu Y Sumbu Z

Frekuensi Data 1 0,01332 0,038314 0,000022 0,000029 0,010707 0,014645

Amplitudo 1 0,688417 0,284034 0,323564 0,670139 0,304316 0,304563

Frekuensi Data 2 68,06137 20,38339 34,05962 36,39115 36,46152 72,88982

Amplitudo 2 0,238028 0,001435 0,006341 0,003079 0,002704 0,039178

Frekuensi Data 3 102,1207 33,87578 47,35635 72,91898 72,91229 109,4624

Amplitudo 3 0,014347 0,002812 0,002369 0,16496 0,152982 0,011626

Frekuensi Data 4 136,1149 63,31516 68,06561 109,303 109,4316 113,1539

Amplitudo 4 0,025082 0,001461 0,03217 0,007851 0,007874 0,002784

Frekuensi Data 5 170,1808 68,06377 102,0997 145,8967 145,842 139,233

Amplitudo 5 0,008045 0,34756 0,007803 0,027859 0,065711 0,002468

Frekuensi Data 6 198,2654 102,1115 129,4377 182,3314 182,3215 145,6878

Amplitudo 6 0,004012 0,010998 0,003338 0,007523 0,006639 0,010228

Frekuensi Data 7 204,2026 136,2076 136,1912 188,736 197,186 152,2518

Amplitudo 7 0,01296 0,026366 0,016101 0,002153 0,002398 0,002402

Frekuensi Data 8 231,2822 170,1251 170,2741 204,7252 204,2123 160,0776

Amplitudo 8 0,002202 0,004706 0,011325 0,002355 0,003833 0,002136

Frekuensi Data 9 238,1746 198,1614 174,6348 218,7809 210,0276 168,4291

Amplitudo 9 0,011378 0,003396 0,003371 0,014934 0,002302 0,00314

Frekuensi Data 10 272,3825 204,1416 197,8344 242,0133 212,4256 189,0903

Amplitudo 10 0,008487 0,006989 0,002608 0,002148 0,002666 0,002713

Frekuensi Data 11 282,4222 231,441 204,1945 255,2472 218,8359 218,7937

Amplitudo 11 0,002275 0,001927 0,016206 0,007823 0,020971 0,019818

Frekuensi Data 12 306,4109 238,2229 238,3172 259,1261 224,1822 255,2103

Amplitudo 12 0,005483 0,011458 0,008817 0,002147 0,002457 0,007335

Frekuensi Data 13 339,042 272,7985 272,3705 291,6682 255,1404 291,4893

Amplitudo 13 0,003841 0,003602 0,005354 0,011691 0,006984 0,005515

Frekuensi Data 14 444,0716 306,3739 306,4086 328,0472 291,6219 328,379

Amplitudo 14 0,002229 0,007509 0,005278 0,00223 0,00534 0,003246

Frekuensi Data 15 454,3364 340,971 339,1512 364,8441 328,1694 364,7217

Amplitudo 15 0,002238 0,001726 0,004137 0,004948 0,002641 0,002593

• Analisa Data FFT Kondisi Klep Tidak Standar (Speedometer = 60

Km/jam)

Tabel 4.10 Data FFT Kondisi Standar & Klep tidak Standar

STD Klep Tidak STD

Sumbu X Sumbu Y Sumbu Z Sumbu X Sumbu Y Sumbu Z

Frekuensi Data 1 0,01332 0,038314 0,000022 0,028733 0,000023 0,025028

Amplitudo 1 0,688417 0,284034 0,323564 0,708591 0,390261 0,333979

Frekuensi Data 2 68,06137 20,38339 34,05962 42,59084 42,61529 42,58562

Amplitudo 2 0,238028 0,001435 0,006341 0,014702 0,007679 0,004601

Frekuensi Data 3 102,1207 33,87578 47,35635 56,89307 85,194 85,18789

Amplitudo 3 0,014347 0,002812 0,002369 0,004969 0,258105 0,022208

Frekuensi Data 4 136,1149 63,31516 68,06561 85,19775 127,7944 127,8544

Amplitudo 4 0,025082 0,001461 0,03217 0,227727 0,006994 0,012402

Frekuensi Data 5 170,1808 68,06377 102,0997 127,7824 162,3612 162,2965

Amplitudo 5 0,008045 0,34756 0,007803 0,009433 0,002948 0,003875

Frekuensi Data 6 198,2654 102,1115 129,4377 170,4 170,3781 170,3899

Amplitudo 6 0,004012 0,010998 0,003338 0,067655 0,148291 0,046023

Frekuensi Data 7 204,2026 136,2076 136,1912 255,4747 199,2548 212,9924

Amplitudo 7 0,01296 0,026366 0,016101 0,017205 0,003214 0,014296

Frekuensi Data 8 231,2822 170,1251 170,2741 298,2434 213,0753 255,5783

Amplitudo 8 0,002202 0,004706 0,011325 0,012487 0,011818 0,030414

Frekuensi Data 9 238,1746 198,1614 174,6348 318,4313 255,5497 298,2409

Amplitudo 9 0,011378 0,003396 0,003371 0,004119 0,027859 0,005263

Frekuensi Data 10 272,3825 204,1416 197,8344 340,9669 298,161 340,758

Amplitudo 10 0,008487 0,006989 0,002608 0,004872 0,021819 0,004067

Frekuensi Data 11 282,4222 231,441 204,1945 383,4778 318,3606 361,2314

Amplitudo 11 0,002275 0,001927 0,016206 0,006528 0,002954 0,005773

Frekuensi Data 12 306,4109 238,2229 238,3172 403,7174 340,2777 383,3679

Amplitudo 12 0,005483 0,011458 0,008817 0,00725 0,003602 0,003807

Frekuensi Data 13 339,042 272,7985 272,3705 426,1005 383,4259 404,0742

Amplitudo 13 0,003841 0,003602 0,005354 0,010021 0,005829 0,003474

Frekuensi Data 14 444,0716 306,3739 306,4086 446,2937 403,6165 425,8653

Amplitudo 14 0,002229 0,007509 0,005278 0,00415 0,00285 0,008465

Frekuensi Data 15 454,3364 340,971 339,1512 488,8674 488,9117 489,033

Amplitudo 15 0,002238 0,001726 0,004137 0,008716 0,003241 0,003996

Tabel 4.10, menunjukan nilai data FFT kondisi klep tidak standar dibandingkan

dengan nilai data FFT kondisi mesin setelah di perbaiki dengan pengambilan 15

data pengukuran, terlihat muncul frekuensi baru atau frekuensi rendah sebelum

frekuensi dominan dan frekuensi rendah sesudah frekuensi dominan

bertambah. Bentuk spektrum FFT yang tampak jelas dari keadaan standar 5

bentuk spektrum (1 frekuensi dominan dan 4 frekuensi sesudah frekuensi

dominan) dan kondisi karburator tidak standar 6 bentuk spektrum (1 frekuensi

sebelum frekuensi dominan, 1 frekuensi dominan dan 4 frekuensi sesudah

frekuensi dominan, Frekuensi dominan semua arah sumbu X, Y dan Z pada

kondisi karburator standar mengalami pergeseran peningkatan frekuensi dari

68 Hz menjadi 85 Hz, Amplitudo pada frekuensi dominan pada arah sumbu Y

mengalami penurunan dari 0,34 menjadi 0,25, arah sumbu X mengalami

penurunan amplitudo dari 0,23 menjadi 0,22 dan arah sumbu Z mengalami

penurunan nilai amplitudo dari 0,03 menjadi 0,02.

4.5 Arah Sumbu Pengukuran

Pada Gambar 4.5, di tunjukan peletakan sensor accelerometer ke blok

mesin, berikut ini ada penjelasan arah sumbu getaran untuk tiga sumbu X, Y dan

Z pada frekuensi tertentu :

(4.2)

(4.3)

(4.4)

dimana α = arah sumbu x, β = arah sumbu y, γ = arah sumbu Z, Ax = Amplitudo

sumbu x, Ay = Amplitudo sumbu y dan Az = Amplitudo sumbu z.

Pada Tabel 4.11, adalah perhitungan arah getatan pada kondisi penelitian tesis ini,

frekuensi yang di gunakan adalah frekuensi dominan pada masing –masing

kondisi kerusakan berdasarkan pembatasan masalah penelitian, dengan hasil

perhitungan sebagai berikut :

Tabel 4.11 Arah Sumbu Getaran

Speedometer  Kondisi Kerusakan  Frekuensi 

Dominan (Hz) 

Arah Sumbu (°) 

α (X)  β (Y)  γ (Z) 

20 Km/Jam 

Karburator tidak std  34  50,69 43,7  73,99

Klep tidak std  46  74,73 18,13  80,44

Oli tidak std  26  54,02 36,12  87,19

40 Km/Jam 

Karburator tidak std  30  59,27 31,17  85,19

Klep tidak std  51  68,46 27,69  73,43

Oli tidak std  60  63,94 32,54  71,9

60 Km/Jam 

Karburator tidak std  61  50,73 39,97  83,66

Klep tidak std  85  48,76 41,47  86,33

Oli tidak std  72  43,73 47,95  80,1

Dokumen terkait