• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN PNELITIAN

C. Kondisi Sahlan Tailor Dalam Analisis SWOT

Untuk mengidentifikasi dan menentukan langkah serta posisi perusahaan dalm konteks persaingan bisnis maka analisis SWOT ini banyak dipergunakan. Analisis ini menggunakan parameter kajian baik dari aspek internal maupun eksternal. Analisis SWOT merupakan kependekan dari Strength (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang) dan Thread (ancaman). Analisis ini

dipergunakan di pegadaian yang tertuang dalam rencana jangka panjang (rencana strategis).

1. Analisis Kekuatan (S) dan Kelemahan (W) Sahlan Tailor a. Faktor-Faktor Kekuatan (S) tersebut antara lain :

1) Memiliki pimpinan yang berjiwa sosial, bertanggungjawab, cerdas, semangat yang besar dan berjiwa wirausaha.

Pemilik sekaligus motor penggerak usaha dinilai para pegawainya sangat memiliki jiwa sosial, bertanggungjawab, cerdas, dan berjiwa wirausaha. Hal tersebut disimpulkan dengan cara pemilik berinteraksi pada pekerja dan pelanggan. Semangatnya dalam menjalankan usaha sudah terbukti pada masa kejayaannya, serta kebangkitannya memulai usahanya kembali. Keuletan membuat pemilik dipercaya dalam menangani tender berskala besar di Kota Makassar dan menyediakan kebutuhan pengadaan pakaian di beberapa instansi baik pemerintah maupun swasta.

Pemilik juga sangat berjiwa besar menerima keluhan pelanggannya

sehingga, ia sangat bertanggungjawab dalam menjalani pekerjaannya. Upaya pemantauan atau evaluasi kegiatan dilakukan pemilik dalam waktu yang tidak menentu. Hal tersebut dikarenakan padatnya waktu yang dimiliki pemilik, sehingga hal tersebut terkadang dilakukan setelah permasalahan muncul. Kegiatan yang dilakukan pada evaluasi tersebut, umunya adalah membicarakan kegiatan produksi dan pembagian tugas.

2) Harga produk jasa jahit lebih murah jika dibandingkan dengan usaha jasa jahit tailor besar.

Harga produk jasa jahit yang ditawarkan oleh pihak jasa jahit Sahlan Tailor relatif tergolong lebih murah jika dibandingkan dengan usaha tailor besar yang saat ini sudah tergolong banyak di Makassar.

3) Terbina suasana kerja yang bersifat kekeluargaan dan gotong royong antara karyawan, dan tim manajerial.

Suasana kerja yang tercermin di lapangan, memvisualisasikan kehangatan antar pekerja. Keakraban satu sama lain yang terjalin membuat sifat gotong royong masih terasa.

Batasan antara pekerja biasa maupun orang kepercayaan pemilik tidak nampak, bahkan pemilik sendiri turut turun tangan dalam memecahkan masalah.

4) Letak usaha strategis.

Letak atau lokasi usaha jasa jahit Sahlan Tailor sangat strategis. Hal ini dikarenakan letaknya berada ditengah perkotaan lebih tepatnya berada pada jalan protokol. Jadi hal ini memungkinkan konsumen untuk lebih mudah menjangkau jika dibandingkan usaha jasa jahit sebagian besar.

5) Proses pembelajaran didapat langsung dari pemimpin perusahaan.

Proses pembelajaran yang diperoleh karyawan diperoleh langsung dari pimpinannya. Dengan adanya pemimpin yang berkualitas dan mempunyai pengalaman tinggi di bidangnya memungkinkan para karyawan untuk dididik dan dilatih agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas.

6) Pelayanan yang bersifat kekeluargaan.

Pelayanan yang diberikan oleh Sahlan Tailor kepada konsumen disesuaikan dengan budaya masing-masing konsumen.hal ini membuat para konsumen merasa lebih nyaman.

b.Faktor-Faktor Kelemahan (W) Sahlan Tailor yaitu 1) Sarana dan prasarana yang masih terbatas.

Jumlah sarana dan prasarana yang belum mancukupi, bila Sahlan Tailor berproduksi banyak. Sehingga jumlah produksi yang ada dalam sebulannya merupakan batas maksimal kemampuan unit usaha ini. Hal tersebuat dapat berdampak pada sulitnya menambah kapasitas produksi dan lamanya pengerjaan yang juga

akan berimbas pada peningkatan pendapatan unit usaha ini. Dalam hal pendistribusian, Sahlan Tailor masih mengandalkan kendaraan roda dua atau sepeda motor untuk mengantarkan barang pesanan pelanggan.

2) Sistem keuangan yang masih sangat sederhana.

Sistem keuangan yang terdapat pada unit usaha ini sangat sederhana. Semua dilakukan oleh pemilik secara langsung dan manual. Pembukuan masih dilakukan pencatatan menggunakan buku bergaris yang ditulis dengan tangan dan alat hitung yang digunakan pun hanya kalkulator standar. Dari hasil pemasukan, pemilik menyetorkan pada Bank.

3) Modal kerja yang terbatas.

Prosedur yang masih dianggap berbelit dan tempo pengembalian yang relatif singkat yaitu satu bulan, menyebabkan Sahlan Tailor tidak mengandalkan peminjaman kredit yang ditawarkan pihak Bank. Modal usaha didapat dari pembayaran diawal oleh pelanggan yang hanya cukup membeli bahan baku produk. Kekurangan modal pada saat proses produksi berlangsung, ditangulangi dengan melakukan pembelian bahan baku produksi dengan sistem pembayaran di belakang saat pelanggan telah membayar lunas pesanannya. Kendala ini disiasati pemilik dalam mengelola perputaran uang, agar proses produksi tetap berjalan.

4) Kurang konsistensinya anggota organisasi terhadap tugas-tugasnya.

Pembagian kerja yang kurang berfungsi sesuai job description membuat konsistensi pekerja tidak berjalan baik. Hal ini

terkadang mengakibatkan produk menunggu pada beberapa proses tertentu, karena pekerja yang bertanggungjawab menangani sedang melakukan pekerjaan yang bukan tanggungjawabnya.

Besar kemungkinan, kondisi ini memunculkan pekerjaan yang tumpang tindih dan penguluran waktu proses.

2. Analisis Peluang (O) dan Ancaman (T) Sahlan Tailor

Sahlan Tailor sebagai usaha jasa yang bergerak dibidang usaha jahit, akan mendapatkan pengaruh juga dari luar lingkungannya karena ke depan pengaruh keuangan global ini akan memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi pengembangan kinerja Sahlan Tailor sendiri, dapat menjadi peluang tapi dapat juga menjadi tantangan.

a. Faktor-Faktor Peluang (O) tersebut antara lain :

1. Terjalin kerjasama yang baik dengan pemerintah maupun swasta dalam hal pengadaan barang.

Kerjasama yang telah terjalin baik oleh instansi pemerintah maupun pihak swasta, tentu saja sangat berpeluang membantu unit usaha ini dalam meningkatkan produksi dan penjualannya. Dengan memenangkan beberapa tender dari pemerintah maupun swasta,

tentu pembayaran awal akan menjadi modal berjalannya proses produksi. Sehingga perekonomian Negara terbantu peningkatannya.

2. Faktor pertumbuhan penduduk

Faktor penduduk yang semakin tahun semakin meningkat menjadikan peluang usaha bagi Sahlan Tailor khususnya di bidang jasa jahit. Hal ini dikarenakan karena semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk maka semakin meningkat pula permintaan akan kebutuhan pakaian.

3. Ketersediaan bahan baku yang cukup

Kecukupan akan bahan baku tentu saja akan memberikan dampak positif dalam kelancaran melakukan produksi. Dengan begitu, produksi akan selalu berjalan dengan baik tanpa ada penundaan waktu produksi yang disebabkan oleh kekurangan bahan baku.

4. Tersedianya pasar produk yang selalu berkembang.

Pekembangan mode, khususnya dalam bidang jasa jahit berdampak pada perkembangan pasar produk. Konsumen akan semakin mencari produsen berkualitas baik dan produk yang tidak kalah baik dengan produk produksi perusahaan skala nasional.

Konsumen juga cenderung membali produk dengan harga murah dengan mutu yang bersaing pula. Maka dari itu, dengan tingkat permintaan yang demikian, sangat terbuka peluang bagi Sahlan Tailor untuk mengembangkan sayapnya kembali.

b. Faktor-Faktor Ancaman (T) Sahlan Tailor, yaitu : 1. Banyaknya usaha tailor yang bermunculan.

Banyaknya usaha tailor yang bermunculan di daerah sekitar usaha jahit Sahlan Tailor dan memiliki karakteristik pelayanan yang kualitas tersendiri mengakibatkan menurunnya tingkat pendapatan.

2. Banyaknya produk pakaian jadi.

Banyaknya produk pakaian jadi yang sudah sangat mudah diperoleh oleh konsumen baik di toko-toko maupun ditempat-tempat lainnya dapat menjadi ancaman bagi usaha Sahlan Tailor. Hal ini diakibatkan karena rendahnya permintaan usaha jasa jahit oleh konsumen yang kebanyakan lebih memilih untuk membeli langsung pakaian yang sudah jadi.

3. Keadaan ekonomi negara yang tidak stabil.

Keadaan ekonomi negara yang tidak stabil mengakibatkan harga bahan baku juga tidak menentu. Yang kebanyakan terus melonjak tinggi. Jika harga bahan baku naik secara otomatis haraga jual yang ditawarkan oleh Sahlan Tailor pun ikut naik.

3. Analisis perusahaan ditinjau dari kondisi Internal dan Eksternal (IE)

Untuk mengetahui posisi serta kondisi Sahlan Tailor, maka dapat dilakukan dengan menganalisis perusahaan baik ditinjau dari aspek internal (IFAS) maupun (EFAS) Sahlan Tailor. Hal tersebut dapat dilakukan berdasarkan hasil observasi dan didukung dengan

data-data berupa dokumen-dokumen yang ada. Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan seperti di bawah ini :

Tabel 4.

Tabel IFAS

Faktor Strategi Internal (IFAS) Bobot Rating Skor Bobot x Rating Kekuatan

1. Memiliki pimpinan yang berjiwa sosial, bertanggung jawab, cerdas, semangat yang besar dan berjiwa wirausaha

2. Harga produk jasa jahit lebih murah jika dibandingkan dengan usaha jasa jahit tailor besar

3. Terbina suasana kerja yang bersifat kekeluargaan dan gotong royong antara

karyawan, dan tim manajerial 4. Letak usaha strategis

5. Proses pembelajaran didapat langsung dari pemimpin perusahaan

6. Pelayanan yang bersifat kekeluargaan

1. Sarana dan prasarana yang masih terbatas

2. Sistem keuangan yang masih sangat sederhana

3. Modal kerja yang terbatas 4. Kurang konsistensinya anggota

organisasi terhadap

Sumber : Data Primer dan Sekunder yang sudah di olah

Berdasarkan hasil analisis kondisis lingkungan internal Sahlan Tailor diatas, maka dri faktor-faktor kekuatan (weaknesses) diketahui bobotnya 1,00 yang mana menghasilkan skor 3,02, angka tersebut hasil formulasi dari dokumen-dokumen yang ada dengan hasil observasi yang berkenaan dengan lingkungan internal perusahaan.

Tabel 5.

Tabel EFAS

Faktor Strategi Ekternal (EFAS) Bobot Rating Skor Bobot x Rating Peluang

1. Terjalin kerjasama yang baik dengan pemerintah mupun swasta dalam hal pengadaan barang

2. Faktor pertumbuhan penduduk 3. Ketersediaan bahan baku yang

cukup

4. Tersedianya pasar produk yang selalu berkembang

2. Banyaknya produk pakaian jadi.

3. Keadaan ekonomi negara yang tidak stabil.

0,03 0,05

1 1

0,03 0,05

Total 0,88 18 2,98

Sumber : Data Primer dan Sekunder yang sudah di olah

Berdasarkan hasil analisis kondisi lingkungan ekstrenal Sahlan Tailor di atas, maka dari faktor-faktor peluang (opportunities) dan ancaman (threats) diketahui bobotnya 0,88 yang mana menghasilkan skor 2,98, angka tersebut hasil dari dokumen-dokumen yang ada dengan hasil observasi dengan kondisi lingkungan ekstrenal perusahaan.