PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
A. Kondisi Umum MAN Salatiga 1.Sejarah berdiri
MAN Salatiga merupakan sekolah yang berasal dari pendidikan guru agama, kemudian pada tahun 1990 berubah status menjadi MAN Salatiga. MAN Salatiga berdiri di wilayah salatiga dengan luas tanah 2.882 m2 Hak milik No. 49, dengan luas bangunan 5. 113 m2 di jalan K.H. Wahid Hasyim No. 12 Telp. (0298) 323031. MAN Salatiga Sebagai lembaga pendidikan formal yang berciri khas Islam di samping membuka jurusan IPA, IPS, Bahasa dan Ilmu Keagamaan juga muatan lokal Bahasa Jawa dan IT, serta pengembangan diri unggulan otomotif dan tata busana. Sesuai dengan penerapan kurikulum baru yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), MAN SALATIGA sebagai lembaga pendidikan formal berkomitmen menyelenggarakan pendidikan serta latihan sebagai pemenuhan kebutuhan pasar kerja dengan membentuk sumber manusia yang berakhlak mulia, unggul, berbudaya, sekaligus mandiri dan berwawasan ke depan.
2. Profil sekolah
Data profil sekolah secara lengkap yang diambil dari dokumentasi MAN Salatiga yaitu sebagai berikut:
51 a. Identitas Sekolah
Nama Madrasah : Madrasah Aliyah Negeri Salatiga
Alamat : Jl. KH. Wahid Hasyim No. 12 Salatiga Kode Pos 50714 Telepon 0298-323031. Provinsi : Jawa Tengah
Kelurahan : Sidorejo lor Kecamatan : Sidorejo Kode Pos : 50744 Status Sekolah : Negeri
NSS : 131133730001 b. Kepala Madrasah
Nama Lengkap : Drs. H. Sudar, M.Ag N I P : 195608201981031009 Pangkat dan Gol/Ruang : Pembina Utama Muda / IV.c Masa Kerja sbg Guru : 19 Tahun
Masa Kerja sbg Kepsek : 17 Tahun Pendidikan Terakhir : S2
Fakultas/Jurusan : Manajemen Pendidikan Islam Alamat Rumah : Jl. HOS. Cokroaminoto Gg. VII
No.136 Kel. Mlatinorowito Kudus, Telp. (0291) 439776 HP. 08122841945
52 c. Visi misi
1) Visi
Unggul dalam prestasi, berakhlaqul karimah dan terampil. 2) Misi
(a) Menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas sehingga setiap peserta didik berkembang secara optimal sesuai dengan potensi dalam pencapaian prestasi akademik.
(b) Mewujudkan pembelajaran dan pembiasaan dalam mempelajari ilmu agama, ilmu pengetahuan, dan teknologi dengan menciptakan lingkungan yang islami di Madrasah.
(c) Menumbuh kembangkan akhlaqul kharimah pada seluruh warga Madrasah.
(d) Menyelenggarakan pembinaan pengembangan diri dan pelatihan ketrampilan untuk menumbuhkembangkan minat, bakat, dan ketrampilan peserta didik.
53 3. Jumlah Peserta Didik
No. Kelas Jumlah Rombongan Laki-laki Perempuan Seluruhnya 1 X 11 126 299 425 2 XI 10 114 241 355 3 XII 10 119 201 320 Jumlah 31 359 741 1100
4. Sarana dan Prasarana
No. Jenis Ruang
Milik Baik Rusak Ringan Rusak Berat Jml Luas (m2) Jml Luas (m2) Jml Luas (m2) 1. Ruang Teori/Kelas 31 2.044 2. Laboratorium IPA - - 3. Laboratorium Kimia 1 72 4. Laboratorium Fisika 1 72 5. Laboratorium Biologi 1 72 6. Laboratorium Bahasa 1 72 7. Laboratorium IPS - - 8. Laboratorium 2 144
54 No. Jenis Ruang
Milik Baik Rusak Ringan Rusak Berat Jml Luas (m2) Jml Luas (m2) Jml Luas (m2) Komputer 9. Laboratorium Multimedia 1 126 10. Ruang Perpustakaan Konvensional 2 96 11. Ruang Perpustakaan Multimedia - - 12. Ruang Keterampilan 1 72 13. Ruang Serba Guna/Aula - - 14. Ruang UKS 1 18 15. Ruang Praktik Kerja 1 36 16. Bengkel - - 17. Ruang Diesel - - 18. Ruang Pameran - - 19. Ruang Gambar - - 20. Koperasi/Toko 3 100 21. Ruang BP/BK 1 72 22. Ruang Kepala Sekolah 1 45
55 No. Jenis Ruang
Milik Baik Rusak Ringan Rusak Berat Jml Luas (m2) Jml Luas (m2) Jml Luas (m2) 23. Ruang Guru 1 255 24. Ruang TU 1 96 25. Ruang OSIS 1 40 26. Kamar Mandi/WC Guru Laki-laki 1 7 27. Kamar Mandi/WC Guru Perempuan 2 8 28. Kamar Mandi/WC Siswa Laki-laki 6 35 29. Kamar Mandi/WC Siswa Perempuan 10 70 30. Gudang 2 110,5 31. Ruang Ibadah 1 177,9 32. Rumah Dinas Kepala Sekolah - - 33. Rumah Dinas Guru - - 34. Rumah Penjaga Sekolah 1 35 35. Sanggar MGMP - - 36. Sanggar PKG - - 37. Asrama Siswa - - 38. Ruang Multimedia 1 100 39. Ruang Pusat Belajar Guru - -
56
5. Diklat/Penataran yang pernah diikuti oleh Kepala Madrasah
Nama Diklat/Penataran
Tingkat dan Tempat Penyelenggaraan Tahun Lama Diklat Penataran Pembimbing Perpustakaan
Nasional, Jakarta 1982 21 hari
Latihan Kehumasan dan Jurnalistik
Propinsi, Semarang 1990 3 hari
Diklat Adum Propinsi, Semarang 1992 8 hari Diklat Administrasi
Kepegawaian
Propinsi, Semarang 1993 8 hari
Pelatihan Manajemen Kepala Madrasah
Propinsi, Semarang 1999 20 hari
Penataran Kepala Madrasah
Propinsi, Semarang 2000 13 hari
Pelatihan Manajemen Pendidikan
Propinsi, Semarang 2000 7 hari
Penataran Peningkatan Administrasi Madrasah
Propinsi, Semarang 2001 10 hari
Lokakarya Supervisi Pendidikan
Nasional, Jakarta 2003 3 hari
Workshop Kepala MTsN Propinsi, Semarang 2003 4 hari Workshop Kepala MTsN Propinsi, Semarang 2004 4 hari
57 Workshop Penyusunan Instrumen KBK
Propinsi, Semarang 2005 4 hari
Pembinaan Hukum Nasional
Propinsi, Semarang 2005 4 hari
Diklat Peningkatan Kualitas Kepala MTs
Propinsi, Semarang 2005 10 hari
6. Prestasi yang pernah diraih madrasah dari tahun ke tahun Prestasi Non Akademik
Tahun Kejuaraan Prestasi Tingkat
2012
Kejurcab Bulutangkis, Tunggal
Pemula Putri II
Kota Salatiga
2013 Tenis Meja, Aksioma II
Provinsi Sumsel
2013 Atletik Lompat Jangkit, POPDA, II
Kota Salatiga
2013 Atletik Lompat Tinggi POPDA I
Kota Salatiga
2013 Pencak silat Kelas C Putra POPDA III
Kota Salatiga
2013
Renang 100 M Gaya Bebas Putri,
Salatiga Cup II
Kota Salatiga
2013
Kejuaraan Pencak Silat, Kelas G
Putri, POPDA I
Kota Salatiga
2013 Kejuaraan Pencak Silat Antar Pelajar
Kota Salatiga 2013 Kejuaraan Cabang Tenis Meja Putri
Salatiga cup
II Kota Salatiga
58
Prestasi Non Akademik
Tahun Kejuaraan Prestasi Tingkat
2013 Kejuaraan Pencak Silat, Kelas F Putri, POPDA,
II Kota Salatiga 2013 Kejuaraan Pencak Silat Antar Pelajar
Kelas B Putri, Salatiga Cup
III Kota Salatiga 2013
MTQ Cabang Tartil II Kota
Salatiga 2013 Kejuaraan MTQ Putri, MAN Salatiga III Kota
Salatiga dan Provinsi Jateng
2013 Lomba Tari Prajuritan DKKS III
Kabupaten Semarang 2014 Paper Akuntansi UGM Yogyakarta I Nasional
2014 Ekonomi, UGM I Nasional
2014
Konsep Usaha, Udinus Semarang I Provinsi Jateng 2014
Bola Voli Putri, POPDA III Karesidenan Semarang 2014
Mata Pelajaran Ekonomi Tingkat MA II Kota Salatiga 2014 Mata Pelajaran Fisika Ekonomi
Tingkat MA
I Kota Salatiga 2014
MTQ Cabang Tartil I Kota
Salatiga 2014
Lomba Insya', STAIN Salatiga II Kota Salatiga 2014 Qira'atusyir, IAIN Walisongo
Semarang
II Provinsi Jateng
59
Prestasi Non Akademik
Tahun Kejuaraan Prestasi Tingkat
2014 Festival Bahasa Walisongo Tingkat MA Mata Pelajaran Kimia
II Kota Salatiga 2014 Kejuaraan Cabang Sepakbola,
POPDA
II Karesidenan Semarang 2014 Kejuaraan Mata Pelajaran
Matematika Tingkat MA
II Kota Salatiga 2014 Kejuaraan Mata Pelajaran Fisika
Tingkat MA
II Kota Salatiga 2014
Kejuaraan Bola Voli Putri, POPDA III Karesidenan Semarang 2014 Kejuaraan Mata Pelajaran Biologi
Tingkat MA
III Kota Salatiga 2014 Kejuaraan Pencak Silat Merpati Putih
Cup, Katagori Gerak Tunggal
I Kota Salatiga 2014 Kejuaraan Pencak Silat Merpati Putih
Cup, Kelas G Putri
II Kota Salatiga 2014
Kejuaraan Cabang Tarikh (ula)Putri II Kota Salatiga 2014
Lomba Pidato Bahasa Inggris III Karesidenan Semarang Tingkat MA Mata Pelajaran Ekonomi I Kota
Salatiga Tingkat MA Mata Pelajaran Geografi I Kota
60 B. Temuan Hasil Penelitian
1. Peran Guru Aqidah Akhlak dalam pembentukan akhlak siswa di MAN Salatiga.
Pembahasan tentang peran guru aqidah akhlak dalam pembentukan akhlak siswa di MAN Salatiga tidak terlepas dari hal-hal yang melengkapinya, yakni : (a)Peranan guru aqidah akhlak (b)Pembentukan akhlak siswa (c)Peran guru aqidah akhlak dalam pembentukan akhlak siswa di MAN Salatiga.
a. Peran Guru Aqidah akhlak
Informan dalam penelitian ini adalah Guru, data yang berhasil dihimpun oleh peneliti dan hasil wawancara mengenai bagaimana peran guru di MAN Salatiga:
“Peran Guru Aqidah akhlak sangat penting untuk
mengantar siswa dalam memahami, menghayati dan
mengamalkan ajaran-ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari. Dalam mengantarkan siswa mengamalkan ajaran islam contohnya melalui kegiatan wajib yang dinamakan program keunggulan PAI. Program keunggulan PAI dilaksanakan 2x setiap bulan yang dibimbing oleh wali kelas masing-masing. Program ini berisi hafalan Al- Qur’a juz 30, surat tambahan
serta do’a sehari-hari” (GUF/22-8-2015/10.10/RG).
Berdasarkan hasil wawancara dengan informan yang lain mengenai bagaimana peran guru di MAN menuturkan bahwa:
“Peranan guru Pendidikan Agama Islam sangat penting untuk mengarahkan siswa bersikap dan berperilaku santun. Dalam mengarahkan siswa berperilaku santun dengan cara pembiasaan mematuhi peraturan yang ada yaitu Peraturan agama dan peraturan sekolah). contohnya siswa diajarkan untuk mematuhi peraturan yang ada di sekolah seperti tidak terlambat sekolah” (GAA/22-8-2015/13.00/RG).
61
Selain itu responden lain menambahkan bagaimana peran guru di MAN:
“Sangat penting peran guru dalam pembelajaran, saya tidak hanya memberi materi kepada siswa, tetapi memberikan wawasan dan pemahaman untuk hidup lebih bermanfaat dan berguna untuk masa depan. Melalui pemberian wawasan dan pemahaman akan menjadikan anak berfikir secara dewasa sehingga dapat hidup lebih terarah dan bermanfaat” (GQH/24-8-2015/10.15/RG).
b. Pembentukan akhlak siswa
Pembentukan akhlak merupakan salah satu cara untuk mengubah sifat seseorang. Dalam membentuk perilaku siswa pasti memiliki cara untuk membentuk perilaku yang baik dan berakhlak mulia. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan mengenai bagaimana pembentukan akhlak siswa di MAN:
“Di dalam pembelajaran saya membimbing anak untuk
mematuhi aturan- aturan yang ada dan melaksanakan perintahNya, siswa mengetahui hak dan kewajiban terhadap
Tuhan artinya kewajiban untuk melaksanakan sholat
berjamaah. Contohnya shalat jama’ah, jama’ah dzuhur di
sekolah serta shalat sunah dzuha (GUF/22-8-2015/10.10/RG). Berdasarkan hasil wawancara dengan informan yang lain mengenai bagaimana pembentukan akhlak siswa di MAN Salatiga menambahkan:
“Pembentukan akhlak yang biasa dilakukan sekolah ini adalah Program unggulan Pendidikan Agama Islam. Dalam program ini siswa diarahkan untuk memahami, mengetahui kandungan Al Qur’an, dan mengamalkan ajaran Al Qur’an, do’a sehari-hari, shalat berjama’ah di sekolah, serta shalat
62
Dari hasil wawancara informan lain menuturkan bahwa:
“Selain memberikan pembelajaran saya memberi
pengarahan kepada anak untuk berperilaku dan bersikap santun serta bertanggungjawab dalam segala hal baik dalam
perbuatan, ucapan maupun tindakan”
(GAA/22-8-2015/13.00/RG).
“Pembentukan akhlak yang diterapkan dan wajib diikuti oleh semua siswa MAN Salatiga itu progam keunggulan PAI yang dilaksanakan 2x setiap bulan, program ini untuk membentuk anak memiliki karakter yang islami dalam kehidupan sehari-hari” (GBK/24-8-2015/11.00/RG).
c. Peranan Guru Aqidah akhlak dalam pembentukan akhlak siswa di MAN Salatiga
Peran guru sangat penting dalam memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi selain itu guru juga memiliki peran sebagai pembina akhlak. Seperti hasil wawancara berikut ini:
“Guru memegang peran yang penting dalam rangka menumbuh kembangkan akhlaqul kharimah siswa, sehingga
dapat mewujudkan lingkungan yang islami”
(GUF/22-8-2015/10.10/RG).
“Peranan Guru Aqidah akhlak dalam Pembentukan akhlak
sangat penting untuk menumbuhkan karakter yang baik bagi setiap siswa. Seperti contohnya yang diterapkan dan wajib diikuti oleh semua siswa MAN Salatiga itu progam keunggulan PAI yang dilaksanakan 2x setiap bulan, program ini untuk membentuk anak memiliki karakter yang islami dalam kehidupan sehari-hari” (GBK/24-8-2015/11.00/RG).
Berdasarkan hasil wawancara dengan responden yang lain mengenai bagaimana pembentukan akhlak yang guru berikan dalam Pendidikan Aqidah Akhlak di MAN Salatiga mengatakan bahwa:
63
“Menurut saya sekolah ini sudah banyak kegiatan untuk pembentukan perilaku yang baik atau mengarahkan pada perilaku yang santun di MAN Salatiga antara lain kegiatan program keunggulan PAI, kegiatan ini harus diikuti seluruh
siswa MAN” (SAN/ XII/ 7-9-2015. 10.00/ DK).
Dari hasil wawancara informan lain menuturkan bahwa:
“Saya mengikuti kegiatan Sejarah Kebudayaan Islam(SKI), Asshaf(membuat majalah islamiah) dan PMR” (SN/ XII/ 7-9-2015. 11.50/ DK).
Selain itu informan lain menambahkan:
“Dalam kegiatan di sekolah saya berpartisipasi mengikuti
karena sebagai kewajiban yang harus diikuti oleh seluruh siswa
di MAN Salatiga” (SM/ XII/ 8-9-2015. 10.00/ DM).
Berdasarkan hasil wawancara dengan informan yang lain mengenai pembentukan akhlak siswa di MAN salatiga, lalu bagaimana setelah mengikuti kegiatan:
“Hati saya menjadi lebih tenang, tentram dan merasa
selalu terjaga baik dari ucapan dan tindakan yang tidak baik”
(SAN/ XII/ 7-9-2015. 10.00/ DK).
Selain itu N selaku siswa di MAN Salatiga menuturkan:
“Dengan kegiatan yang ada di MAN Salatiga menjadikan
saya Bertambah ilmu, bertambah wawasan, serta memperoleh pengalaman dalam kegiatan ini” (SN/ XII/ 7-9-2015. 11.50/ DK).
M selaku siswa MAN Salatiga menuturkan:
“Saya tidak ikut kegiatan yang lain, tetapi saya ikut yang
wajib hanya untuk melaksanakan kewajiban (SA/ XII/ 8-9-2015. 10.00/ DM).
64
2. Dampak penggunaan facebook pada siswa.
Berikut ini dipaparkan dampak penggunaan facebook pada siswa di MAN Salatiga.
“Dampak penggunaan facebook dapat sangat mengganggu kenyamanan belajar siswa yang menjadikan siswa kurang konsentrasi dan mengakibatkan anak cenderung memakai untuk hal-hal negatif” (GBK1/9-9-2015/10.15/RBK).
Dari hasil wawancara informan lain menuturkan bahwa:
“Faktor hp membuat anak lebih senang memencet hp dari pada belajar, sehingga anak malas belajar dan tidak
konsentrasi” (GBK2/9-9-2015/11.15/RBK).
Selain itu hasil wawancara dengan informan lain menambahkan bahwa:
“Anak seusia ini belum dapat berfikir dewasa dan kurang memahami manfaat teknologi secara tepat sehingga berdampak
negatif dan hanya membuka situs negatif”
(GBK2/9-9-2015/11.15/RBK).
Seperti halnya menurut informan lain mengatakan bahwa:
“Sangat membawa pengaruh yang besar, bukti yang dapat
dilihat di sekolah antara lain sangat mengurangi motivasi belajar siswa, tidak bisa konsentrasi dan timbul kurang disiplin siswa
dalam mematuhi aturan yang ada di sekolah” (GQH/24-8-2015/10.15/RG).
Berdasarkan hasil wawancara dengan informan yang lain mengenai dampak penggunaan facebook siswa di MAN salatiga, lalu bagaimana tindakan yang dilakukan guru dalam menanggulangi dampak negatif facebook:
“Dengan memberikan wawasan dan pemahaman kepada
siswa untuk hidup lebih bermanfaat dan berguna untuk masa
depan sesuai peraturan yang berlaku”
65
Dari hasil wawancara informan lain menuturkan bahwa:
“Membimbing anak agar dapat memanfaatkan fasilitas komunikasi dengan baik dan tepat guna serta menyadarkan anak agar berfikir secara dewasa” (GBK2/9-9-2015/11.15/RBK).
“Tindakan yang harus dilakukan mensosialisasikan aturan -aturan yang ada baik -aturan agama, masyarakat, atau -aturan sekolah serta mengarahkan anak untuk memanfaatkan fasilitas komunikasi dengan baik” (GUF/22-8-2015/10.10/RG).
Meskipun begitu hasil wawancara dengan siswa mengenai penggunaan facebook, apakah benar guru memberi tugas untuk mencari materi pelajaran menggunakan internet:
“Guru sering memberikan tugas menggunakan internet terutama pada saat pelajaran IT di sekolah mbk” (SAN/ XII/ 7-9-2015. 10.00/ DK).
Dari wawancara dengan informan lain menuturkan bahwa:
“Sering banget mbk kalau pelajaran IT selalu diberi tugas mencari materi menggunakan internet” (SN/ XII/ 7-9-2015. 11.50/ DK).
3. Peran Guru aqidah akhlak dalam pembentukan akhlak siswa terhadap dampak penggunaan facebook.
Berdasarkan hasil penelitian mengenai peran Guru aqidah akhlak dalam pembentukan perilaku siswa terhadap dampak penggunaan facebook dapat dijabarkan sebagai berikut:
“Peranan guru sangat penting untuk mengarahkan siswa
bersikap dan berperilaku santun. Dalam mengarahkan siswa berperilaku santun dengan cara pembiasaan mematuhi peraturan yang ada yaitu Peraturan agama dan peraturan sekolah. contohnya siswa diajarkan untuk mematuhi peraturan yang ada
di sekolah seperti tidak terlambat sekolah”
66
Dari hasil wawancara dengan informan lain:
“Pembentukan akhlak yang diterapkan dan wajib diikuti oleh semua siswa MAN Salatiga itu progam keunggulan PAI yang dilaksanakan 2x setiap bulan, program ini untuk membentuk anak memiliki karakter yang islami dalam kehidupan sehari-hari”
(GBK/24-8-2015/11.00/RBK).
“Pembentukan akhlak dalam menanggulangi dampak
negatif facebook diantaranya adalah penerapan pembelajaran dan pembiasaan untuk mempelajari ilmu agama, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Sehingga menumbuhkan lingkungan yang islami” (GUF/22-8-2015/10.10/RG).
Begitu juga menurut informan lain menuturkan bahwa:
“Pemberian pemahaman dan wawasan kepada siswa untuk
memanfaatkan fasilitas komunikasi dengan untuk membentuk anak memiliki karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari”
67 BAB IV PEMBAHASAN