• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kondisi Umum

Dalam dokumen KAJIAN EKONOMI KEUANGAN REGIONAL (Halaman 40-44)

BAB 2. PERKEMBANGAN INFLASI DAERAH

1. Kondisi Umum

Setelah pada triwulan sebelumnya inflasi Kalimantan Selatan mengalami penurunan, pada triwulan II-2014 inflasi Kalimantan Selatan menunjukan peningkatan. Peningkatan ini dipicu oleh beberapa permasalahan pasokan komoditas pangan strategis dan peningkatan permintaan masyarakat seiring adanya hari libur keagamaan, nasional dan libur sekolah, serta persiapan bulan Ramadhan. Inflasi Kalimantan Selatan pada triwulan II-2014 tercatat sebesar 2,39% (qtq) atau

secara tahunan sebesar 6,83% (yoy). Realisasi inflasi tersebut lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,15% (qtq) atau 4,89% (yoy), serta lebih tinggi dari inflasi Nasional yang tercatat sebesar 6,70% (yoy).

Grafik 2.1. Inflasi Tahunan Kalimantan Selatan, Kalimantan dan Nasional

4,89 6,83 7,57 7,32 6,70 3 4 5 6 7 8 9 10

TwI TwII TwIII TwIV TwI TwII TwIII TwIV TwI TwII TwIII TwIV TwI TwII TwIII TwIV TwI Tw II

2010 2011 2012 2013 2014 % yoy Kalsel Kalimantan Nasional 7.30

2

Bab 2 Perkembangan Inflasi Daerah

Kajian Ekonomi Keuangan Regional Kalimantan Selatan Triwulan II 2014

24

Meningkatnya tekanan inflasi pada triwulan II-2014 terutama bersumber dari peningkatan harga di berbagai komoditas dalam kelompok bahan makanan dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. Tingkat inflasi pada kelompok bahan makanan pada triwulan II-2014 sebesar 4,08% (qtq) atau 11,0% (yoy), meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar 6,40% (yoy). Peningkatan tersebut terutama didorong oleh peningkatan sub kelompok daging dan hasil-hasilnya yang tercatat mengalami inflasi 10,28% (qtq) dan sub kelompok telur, susu dan hasil-hasilnya yang mengalami inflasi sebesar 6,06% (qtq). Pada sub kelompok daging dan hasi-hasilnya, peningkatan inflasi terutama disumbang oleh kenaikan harga daging ayam ras, akibat meningkatnya permintaan serta permasalahan penurunan pasokan DOC akibat kebijakan pemerintah untuk menghindari kebangkrutan masal peternak ayam. Selain itu, semakin menipisnya pasokan beras lokal (unus dan siam) akibat belum mulainya masa panen raya dan berkurangnya pasokan bumbu-bumbuan terutama bawang merah akibat menurunnya produksi di daerah penghasil, turut mendorong inflasi triwulan II-2014.

Peningkatan tekanan inflasi yang cukup signifikan juga terjadi pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan yang tercatat mengalami inflasi sebesar 4,93% (qtq), atau meningkat dari 7,6% (yoy) pada triwulan I-2014 menjadi 10,6% (yoy) pada triwulan laporan. Tingginya inflasi kelompok tersebut didorong oleh peningkatan tarif angkutan udara selama triwulan II-2014, yang disebabkan oleh penerapan Permenhub No. 2/2014 yang mengatur besaran biaya tambahan (surcharge) pada bulan April 2014 dan peningkatan permintaan masyarakat seiring adanya hari libur, pelaksanaan ibadah Umroh, serta untuk persiapan mudik hari raya Idul Fitri. Pada triwulan ini, tarif angkutan udara tercatat mengalami inflasi sebesar 61,51% (qtq) dan setiap bulan selalu masuk dalam 10 komoditas penyumbang inflasi terbesar di Kalimantan Selatan dengan sumbangan terhadap inflasi triwulan II-2014 sebesar 1,22%.

Tabel 2.1 Tingkat Inflasi dan Sumbangan Inflasi Tahunan menurut Kelompok

Selain itu, tekanan inflasi Kalimantan Selatan pada triwulan II 2014 juga didorong oleh peningkatan harga pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar. Penyesuaian biaya produksi pada komoditas di sub kelompok makanan jadi seperti peningkatan harga ikan bakar, mie dan nasi dengan lauk, serta inflasi pada sub kelompok biaya tempat tinggal menjadi penyumbang utama dari kedua kelompok pengeluaran tersebut.

Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Umum 5,2 4,7 7,1 7,0 4,9 6,8 5,2 4,7 7,1 7,0 4,9 6,8

1 Bahan Makanan 8,3 6,7 11,8 9,9 6,4 11,0 2,3 1,8 3,3 2,8 1,3 2,3 2 Mamin, Rokok & Tembakau 7,7 6,7 6,1 5,6 6,7 7,2 1,8 1,6 1,4 1,3 1,6 1,8 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 3,7 3,8 4,4 6,2 2,3 3,8 0,8 0,8 0,9 1,2 0,5 0,8 4 Sandang 0,8 (1,3) (0,8) (2,3) 1,0 0,9 0,1 (0,1) (0,1) (0,2) 0,1 0,1 5 Kesehatan 4,3 4,2 2,4 3,3 2,4 3,9 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,2 6 Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga 3,0 3,4 2,1 2,4 2,1 2,2 0,1 0,2 0,1 0,1 0,1 0,1 7 Transportasi & Komunikasi 0,8 2,9 11,1 12,4 7,6 10,6 0,1 0,4 1,6 1,8 1,2 1,8

No Kelompok Barang 2013 2013

Sumbangan Inflasi yoy

2014 2014

Inflasi yoy

Kajian Ekonomi Keuangan Regional Kalimantan Selatan Triwulan II 2014

25

Grafik 2.2.

Inflasi (qtq) Sub Kelompok Bahan Makanan Tw I-2014 dan Tw II-2014

Grafik 2.3.

Inflasi (qtq) Sub Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan Tw I-2014 dan

Tw II-2014

Sumber: BPS Kalsel, data diolah Sumber: BPS Kalsel, data diolah

Grafik 2.4

Inflasi Bulanan Kalimantan Selatan

Grafik 2.5

Inflasi Bulanan Kalimantan Selatan Berdasarkan Kelompok Pengeluaran di Tw II-2014

Sumber: BPS Kalsel, data diolah Sumber: BPS Kalsel, data diolah

Jika dilihat secara bulanan, selama triwulan II-2014 realisasi inflasi Kalimantan Selatan lebih tinggi dari rata-rata inflasi pada periode yang sama dalam 5 tahun terakhir. Laju inflasi bulanan Kalimantan Selatan pada bulan April, Mei dan Juni 2014 secara berturut-turut adalah 0,53% (mtm), 1,04% (mtm) dan 0,81% (mtm), lebih tinggi dari periode (bulan) yang sama pada tahun 2012 dan 2013. Salah satu yang mendorong peningkatan inflasi di triwulan II-2014 adalah tingginya inflasi bulan Mei 2014 yang mencapai 1,04% (mtm) dimana sangat berbeda dengan pola historisnya yang cenderung mengalami deflasi. Hal tersebut dikarenakan pada bulan Mei 2014 terjadi peningkatan tarif angkutan udara yang sangat signifikan dengan sumbangan terhadap inflasi Kalimantan Selatan sebesar 0,67%. Peningkatan tarif angkutan udara tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan karena banyaknya hari libur keagamaan dan hari libur nasional pada pertengahan Mei 2014, serta masuknya bulan Rajab dimana terjadi peningkatan intensitas ibadah umroh yang dilakukan oleh masyarakat Kalimantan Selatan.

Perkembangan Inflasi Menurut Kota -13,00 -8,00 -3,00 2,00 7,00 12,00 Padi-padian

Daging & Hasilnya Ikan Segar

Ikan Diawetkan Telur, Susu & Hasilnya Sayur-sayuran

Kacang-kacangan Buah-buahan Bumbu-bumbuan

Lemak & Minyak Bahan Makanan Lainnya

Tw I-2014 Tw II-2014 -4,16 7,19 2,03 -6,00 -4,00 -2,00 0,00 2,00 4,00 6,00 8,00 Transport

Kom & Pengiriman Sarana & Pnj Trans Jasa Keuangan % qtq Tw II-2014 Tw I-2104 0,76 -0,27 -0,35 0,53 1,04 0,80 -0,70 -0,20 0,30 0,80 1,30 1,80 2,30 2,80

JAN PEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES % mtm 2012 2013 2014 rata-rata 5 thn -1,80 -0,80 0,20 1,20 2,20 3,20 Bahan Makanan Makanan, Rokok & Tbakau Perumahan, ALHBB Sandang Kesehatan Pendidikan Transportasi % mtm Jun Mei Apr

Bab 2 Perkembangan Inflasi Daerah

Kajian Ekonomi Keuangan Regional Kalimantan Selatan Triwulan II 2014

26

Jika dilihat berdasarkan kotanya, Inflasi triwulan II-2014 untuk kota Banjarmasin tercatat sebesar 6,81% (yoy) meningkat dari periode sebelumnya yang tercatat sebesar 4,83% (yoy). Sedangkan untuk kota Tanjung pada periode laporan tercatat mengalami inflasi sebesar 7,01% (yoy), juga mengalami peningkatan dari triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,29% (yoy).

Jika dilihat secara bulanan, pada bulan April 2014, kota Banjarmasin mengalami inflasi 0,55% (mtm) yang didorong oleh meningkatnya komoditas kelompok bahan makanan terutama ikan kembung dan ikan gabus akibat masih tingginya curah hujan pada bulan April 2014. Selain itu, efek dari kenaikan surcharge mengakibatkan peningkatan tarif angkutan udara yang sebelumnya mengalami penurunan selama 3 bulan berturut-turut. Peningkatan tarif angkutan udara mengalami puncaknya pada bulan Mei 2014 yang terlihat dari inflasi kelompok pengeluaran transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 3,24% (mtm) yang tertinggi dibandingkan kelompok pengeluaran lainnya. Sedangkan untuk inflasi bulan Juni 2014 yang tercatat sebesar 0,79% (mtm) didorong oleh peningkatan permintaan masyarakat menjelang bulan Ramadhan dan permasalahan pasokan pada komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras akibat kebijakan pemerintah terhadap produksi DOC, berkurangnya pasokan padi lokal yang belum memasuki masa panen raya, serta komoditas bumbu-bumbuan seperti bawang merah yang memasuki masa tanam di daerah penghasil.

Tabel 2.2 Tingkat Inflasi Kota Banjarmasin bulanan (mtm) dan tahunan (yoy) menurut Kelompok

Berbeda dengan inflasi di kota Banjarmasin, selama triwulan II-2014 kota Tanjung cenderung mengalami inflasi bulanan yang lebih rendah dari kota Banjarmasin. Hanya pada bulan Juni 2014 dimana kota Tanjung tercatat mengalami inflasi sebesar 0,98% (mtm), atau lebih tinggi dari kota Banjarmasin yang tercatat sebesar 0,79% (mtm). Inflasi kota Tanjung selama triwulan II-2014 lebih didominasi oleh permasalahan pasokan bahan makanan yang tercermin pada inflasi kelompok bahan makanan yang mencapai 0,99% (mtm) pada bulan April; 2,40 (mtm) pada bulan Mei; dan 3,24% (mtm) pada bulan Juni. Berbagai kendala dan permasalahan terkait pasokan dan distribusi memicu tingginya inflasi bahan makanan di kota Tanjung. Seperti halnya kota Banjarmasin, peningkatan harga pada komoditas daging ayam ras, ikan gabus, telur ayam ras, bawang merah, ikan kembung dan tomat menjadi pendorong utama inflasi kota Tanjung pada triwulan laporan.

Apr Mei Jun Apr Mei Jun

Umum 0.55 1.07 0.79 5.26 6.55 6.81 1 Bahan Makanan 1.07 0.58 2.13 7.44 9.00 10.90 2 Mamin, Rokok & Tembakau 0.65 0.61 0.56 6.82 7.15 7.17 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0.21 1.23 0.38 2.07 3.21 3.67 4 Sandang -1.19 -0.85 -0.15 0.37 0.41 0.78 5 Kesehatan 0.76 0.84 0.01 2.74 3.58 3.57 6 Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga 0.19 0.13 0.05 1.95 2.12 2.17 7 Transportasi & Komunikasi 0.98 3.24 0.95 8.96 12.68 11.00

Kajian Ekonomi Keuangan Regional Kalimantan Selatan Triwulan II 2014

27

Di sisi lain, baik pada kota Banjarmasin maupun kota Tanjung, terdapat beberapa komoditas yang menjadi penahan inflasi pada triwulan II-2014 seperi emas perhiasan seiring dengan trend penurunan harga emas dunia dan komoditas cabai merah dan cabai rawit yang telah memasuki masa panen raya pada daerah produsen.

Tabel 2.3 Tingkat Inflasi Kota Tanjung bulanan (mtm) dan tahunan (yoy) menurut Kelompok

Dalam dokumen KAJIAN EKONOMI KEUANGAN REGIONAL (Halaman 40-44)

Dokumen terkait