• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kondisi Usulan Pengendalian Persediaan .1. Bahan Bakar Premium

I. Harapan Pemakaian dalam Masa Pesan (HP)

Tenggang waktu pesan premium adalah satu hari, maka harapan pemakaian premium dalam masa tenggang waktu pesan atau HP adalah = 20.061,055 l per hari (Lampiran 6). Nilai ini menunjukkan bahwa selama masa tenggang pesan satu hari akan ada harapan pemakaian atau penjualan premium sebanyak 20.061,055 lt.

II. Pemesanan optimal (Q) dihitung dengan menggunakan :

Bila diasumsikan bahwa ∑(ki-SP)P(Ki)= 0 maka :

= 2 (20.061, 055) (311.730)

(21,819) = 23.941,916 lt

Nilai Economic Order Quantity (EOQ) sebesar 23.941,916 lt menunjukan bahwa pada jumlah penebusan premium sebesar 23.941,916 l akan didapatkan nilai biaya pesan yang tepat sama dengan biaya simpan dan biaya total persediaan ada pada kondisi minimum. Nilai ini merupakan nilai optimum pemesanan premium dalam setiap kali penebusan.

III. Peluang Kehabisan Persediaan P(KP) optimal dihitung berdasarkan : - Harapan pemakaian per hari = 20.061, 055 lt

- Q optimal = 23.941,916 lt

- Biaya penyimpanan (h) = Rp. 21,819

- Biaya kehabisan persediaan (BKP) = Rp.53,538,-

Dengan demikian :

= (21,819) (23.941,916) (20.061, 0545) (53,538) = 0,4864

P (KP) = 0,4864

Hal ini menunjukkan bahwa nilai peluang kehabisan persediaan P (KP) premium yang akan memberikan tambahan biaya yang paling minimum adalah pada nilai 0,4864. Pada kurva normal(Lampiran 12), nilai P (KP) sebesar 0,4864. Hal ini menunjukkan bahwa nilai z atau faktor keamanan adalah sebesar 2,31.

Nilai faktor keamanan ini selanjutnya akan digunakan dalam analisis perhitungan persediaan cadangan premium.

IV. Persediaan cadangan dihitung berdasarkan : Persediaan Cadangan = Faktor keamanan X σ

Faktor keamanan sudah diketahui yaitu sebesar 2,31. Berdasasarkan data perhitungan persediaan cadangan premium pada Lampiran 9, dan dengan menggunakan persamaan nilai rata – rata adalah jumlah total permintaan di bagi dengan jumlah hari penjualan, maka

_

x = 6.917.605 = 20.649,57 lt 335

Nilai σ didapatkan dari perhitungan

σ = ∑ (Xi – X)2 n σ = (978.001.214,24) (335) = 1.708,627 σ = 1.708,627

Bila faktor keamanan adalah 2,31 maka :

Persediaan cadangan = 2,31 X 1.708,627 = 3.946,928 lt

V. Saat Pesan Ulang Ekonomis dihitung dengan :

Saat Pesan Ulang = Persediaan Cadangan + Harapan Pemakaian Persediaan Saat Pesan

= 3.946,928 lt + 20.061,055 lt = 24.007,983 lt

Berarti saat pesan ulang untuk premium adalah pada saat persediaan premium sebesar 24.007,983 lt.

Hasil penggunaan metode pengendalian EOQ probabilistik untuk premium diusulkan bahwa nilai pemesanan persrsediaan optimum setiap kali melakukan

penebusan adalah pada 23.941,916 lt. Sesuai dengan ketersediaan truk tangki pengangkut BBM, maka nilai jumlah penebusan BBM premium SPBU XYZ adalah sebesar 24.000 kl. Saat pemesanan ulang BBM SPBU XYZ yang tepat adalah pada saat ketersediaan stok di tangki pendam adalah pada kondisi ketersediaan sebesar 24.007,983 l.

4.5.2 Bahan Bakar Solar

I. Harapan Pemakaian dalam Masa Pesan (HP)

Hasil perhitungan nilai harapan pemakaian solar dalam masa tenggang ditunjukkan pada lampiran 7, dengan tenggang waktu pesan adalah sehari. Menunjukkan bahwa nilai harapan pemakaian dalam masa tenggang pesan atau HP adalah 4.784,374 l per hari. Selama masa tenggang pemesanan solar akan ada harapan pemakaian atau penjualan sebesar 4.784,374 lt.

II. Pemesanan optimal (Q) dihitung dengan menggunakan :

diasumsikan bahwa ∑(ki-SP)P(Ki)= 0 maka :

= 2 (4.784,3736) (143.300) (11,472)

= 10.932,681 lt

Nilai ini merupakan nilai optimum pemesanan solar dalam setiap kali penebusan. Nilai biaya pesan yang tepat sama dengan biaya simpan dan pada saat biaya total persediaan minimum akan didapatkan pada nilai pemesanan sebesar 10.932,681 lt.

III. Peluang Kehabisan Persediaan P (KP) optimal dihitung berdasarkan : - Harapan pemakaian per hari = 4.784,374 lt

- Q optimal = 10.932,681 lt

- Biaya penyimpanan (h) = Rp. 11,472,-

- Biaya kehabisan persediaan (BKP) = Rp. 53,157,- Dengan demikian :

= (11,472) (10.932,681) (4.784,3736) (53,15704)

= 0,4932

Hal ini menunjukkan bahwa nilai peluang kehabisan persediaan P (KP) solar yang akan memberikan tambahan biaya yang paling minimum adalah pada nilai 0,4932. Nilai kurva normal pada (Lampiran 12) menunjukkan nilai z atau faktor keamanan adalah sebesar 2,47 untuk nilai P(KP) sebesar 0,4932. Selanjutnya nilai faktor keamanan ini akan digunakan dalam analisis perhitungan persediaan cadangan solar.

IV. Persediaan cadangan dihitung berdasarkan : Persediaan Cadangan = Faktor keamanan X σ

Faktor keamanan sudah diketahui yaitu sebesar 2,47. Berdasarkan data perhitungan persediaan cadangan solar pada Lampiran 10 dan dengan menggunakan persamaan nilai rata – rata adalah jumlah total permintaan di bagi dengan jumlah hari penjualan, maka

x¯ = 1.649.784 = 4.924,73l 335

Nilai σ didapatkan dari perhitungan :

σ = ∑ (Xi – X)2

n

σ = (338.331.164,28)) = 1.004,959 (335)

Bila faktor keamanan adalah 2,47 maka :

V. Saat Pesan Ulang Ekonomis dihitung dengan :

Saat Pesan Ulang = Persediaan Cadangan + Harapan Pemakaian Persediaan Saat Pesan

= 2.482,250 lt + 4.784,374 lt = 7.266,6234 lt

Bearti nilai saat pesan ulang untuk solar adalah pada saat persediaan sebesar 7.266,624 lt.

Metode pengendalian EOQ probabilistik untuk produk solar menunjukkan bahwa nilai pemesanan persediaan optimum setiap kali melakukan penebusan adalah pada 10.932,681 lt. Sesuai dengan ketersediaan truk tangki pengangkut BBM, maka nilai jumlah penebusan solar SPBU XYZ yang tersedia adalah pada kapasitas sebesar 8,000 kl. Terjadi selisih kekurangan jumlah pemesanan sebesar 2.932,681 lt akibat terjadinya keterbatasan kapasitas tangki truk pengeriman BBM. Nilai kekurangan ini dapat ditambahkan pada nilai persediaan cadangan solar yaitu 2.482,250 lt + 2.932,681 lt sehingga nilai persediaan solar adalah pada nilai 5.414,931 lt. Nilai persediaan cadangan solar ini akan berpengaruh terhadap saat pesan ulang solar yang disarankan metode EOQ probabilistik yaitu pada nilai persediaan stok adalah 5.414,931 lt + 4.784,374 lt (harapan pemakaian saat pesan) sehingga didapatkan nilai saat pesan adalah sebesar 12.681,555 lt. Hasil perhitungan ini menunjukkan bahwa saat pemesanan ulang solar SPBU XYZ yang tepat adalah pada saat ketersediaan stok solar di tangki pendam sebesar 12.681,555 lt.

4.5.3 Bahan Bakar Pertamax

I. Harapan Pemakaian dalam Masa Pesan (HP)

Nilai harapan pemakaian pertamax dalam masa tenggang hasil perhitungan ditunjukkan pada Lampiran 8 dan tenggang waktu pesan adalah sehari. Perhitungan menunjukkan bahwa nilai harapan pemakaian dalam masa tenggang pesan atau HP adalah 526,162 lt per hari. Masa tenggang pesan pertamax selama sehari akan ada harapan pemakaian atau penjualan pertamax sebesar 526,162 lt.

II. Pemesanan optimal (Q) dihitung dengan menggunakan :

Bila diasumsikan bahwa ∑(ki-SP)P(Ki)= 0 maka :

= 2 (526,1615) (110.970) (18,921)

= 2.484,338 lt

Jumlah pemesanan kebutuhan pertamax yang optimum adalah sebanyak 2.484,338 l setiap kali pemesanan ke Pertamina. Pada nilai pemesanan optimum pertamax yang ditunjukkan oleh nilai Q sebesar 2.484,338 lt , biaya pesan pertamax tepat sama dengan biaya simpan dan biaya total ada pada persediaan minimum. Nilai ini merupakan nilai optimum pemesanan dalam setiap kali penebusan petamax.

III. Peluang Kehabisan Persediaan P (KP) dihitung berdasarkan : - Harapan pemakaian per hari = 526,162 lt

- Q optimal = 2.484,338 lt

- Biaya penyimpanan (h) = Rp. 18,921,-

- Biaya kehabisan persediaan (BKP) = Rp. 178,814,- Dengan demikian :

= (18,921) (2.484,338) = 0,499 (526,1615) (178,81407)

Hal ini menunjukkan bahwa nilai peluang kehabisan persediaan P (KP) pertamax yang akan memberikan tambahan biaya yang paling minimum adalah pada nilai 0,4996. Nilai kurva normal pada Lampiran 12 menunjukkan nilai z atau faktor keamanan adalah sebesar 3,35 untuk nilai P(KP) sebesar 0,4996. Nilai

faktor keamanan ini akan digunakan dalam analisis perhitungan persediaan cadangan pertamax.

IV. Persediaan cadangan dihitung berdasarkan :

Persediaan Cadangan = Faktor keamanan X σ

Faktor keamanan sudah diketahui yaitu sebesar 3,35. Berdasasarkan data perhitungan persediaan cadangan pertamax yang ditunjukkan pada lampiran 11, dan dengan menggunakan persamaan nilai rata – rata adalah jumlah total permintaan di bagi dengan jumlah hari penjualan, maka

_

x = 181.435 = 541,60l 335

Nilai σ didapatkan dari perhitungan

σ = ∑ (Xi – X)2 n

= (30.333.214,60) (335)

σ = 300,910

Karena faktor keamanan adalah 3,35 maka nilai persediaan cadangan pertamax adalah

Persediaan cadangan = 3,35 X 300,910 = 1.008,049 lt

Nilai persediaan cadangan pertamax yang didapatkan dari persamaan analisis diatas didapatkan nilai persediaan cadangan sebesar 1.008,049 lt.

V. Saat Pesan Ulang Ekonomis

Saat Pesan Ulang = Persediaan Cadangan + Harapan Pemakaian Persediaan Saat Pesan

= 1.008,0489 lt + 526,162 lt = 1.534,210 lt

Dari persamaan di atas menunjukkan bahwa nilai saat pesan ulang untuk pertamax adalah pada saat persediaan berada pada nilai 1.534,210 lt. Pemesanan penebusan pertamax yang optimum dapat dilakukan pada saat nilai stok persediaan pertamax adalah 1.534 lt.

Hasil keseluruhan penggunaan metode pengendalian EOQ probabilistik untuk produk BBM pertamax diusulkan bahwa nilai pemesanan persediaan optimum setiap kali melakukan penebusan adalah pada 2.484,338 lt. Ketersediaan truk tangki pengangkut BBM terendah pada kapasitas 8.000 lt, sehingga terjadi kelebihan jumlah pemesanan sebesar 5.516 lt setiap kali penebusan pertamax. Kelebihan pemesanan ini akan berakibat pada tambahan biaya simpan persediaan pertamax. Biaya simpan persediaan untuk produk pertamax diketahui adalah Rp. 18,921 per liter, sehingga setiap kali penebusan pertamax SPBU XYZ akan mengalami tambahan biaya simpan sebesar Rp. 18,921 dikalikan 5.516 lt yaitu sebesar Rp. 104.361,841,-. Tambahan biaya ini merupakan konsekuensi yang harus diterima oleh SPBU XYZ yang disebabkan karena keterbatasan pada kapasitas angkut truk tangki BBM Pertamina.

a) Pengendalian persediaan BBM di SPBU XYZ dalam menentukan nilai pemesanan BBM adalah pertama melalui prediksi penjualan, ke dua menentukan minimal stok yang harus ada didalam tangki pendam dan ketiga adalah menentukan frekuensi maksimal pemesanan dalam waktu satu minggu adalah dua kali.

b) Biaya persediaan SPBU XYZ terdiri dari biaya pemesanan, biaya penyimpanan dan biaya kehabisan persediaan. Total biaya persediaan yang paling tinggi adalah untuk produk premium. Hal ini karena frekuensi pemesanan premium adalah yang paling tinggi yaitu dilakukan hampir setiap hari. Frekuensi pemesanan premium tinggi karena jumlah penjualan produk premium adalah yang paling tinggi dibandingkan dengan produk solar dan pertamax.

c) Hasil penggunaan metode pengendalian EOQ probabilistik untuk premium diusulkan bahwa nilai pemesanan optimum adalah pada 23.942 lt, untuk solar nilai pemesanan optimum adalah pada 10.933 lt, sedangkan untuk pertamax diusulkan bahwa nilai pemesanan optimum adalah pada 2.484 lt.

d) Saat pemesanan ulang premium yang tepat oleh SPBU XYZ adalah pada saat ketersediaan stok di tangki pendam sebesar 24.008 lt. Pemesanan ulang solar yang tepat pada saat kondisi persediaan di tangki pendam sebesar 12.682 lt, sedangkan pemesanan ulang pertamax yang optimum dapat dilakukan pada saat nilai stok persediaan sebanyak 1.534 lt.

5.2

Saran

a) Prediksi penjualan penting untuk diperhatikan karena hasil usulan nilai pemesanan penerimaan BBM ini sangat tergantung pada prediksi hasil penjualan yang dilakukan dan penerapan usulan ini didasarkan pada prediksi penjualan harian selama hampir satu tahun.

b) Kapasitas truk tangki pengangkut BBM yang terbatas pada nilai angkut BBM tertentu merupakan kendala bagi SPBU untuk melakukan jumlah pemesanan penerimaan BBM yang optimum. Kendala ini menyebabkan pengaruh yang cukup signifikan terhadap pengendalian biaya total persediaan. Keterbatasan ini dapat disikapi oleh SPBU XYZ dengan konsistensi pengendalian persediaan dalam tangki pendam dan melakukan pemesanan ulang pada waktu yang tepat sehingga tidak melebihi stok persediaan yang diusulkan.

ANDRY KURNIAWAN B

SEKOLAH PASCASARJANA

Dokumen terkait