• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAL AM KITAB AL AKHLAK LI ALBANIN

A. Konscp Pokok Kitab A l Akhlak Li al Banin

1. Materi Kitab Al Akhlak Li al Banin

Ustadz Umar Ibn Ahmad Baradja dalam kitabnya Al Akhlak Li al Banin menekankan pada pendidikan akhlak yang harus ditanamkan kepada anak. Maka penulis ungkapkan sebagai berikut:

a. Kewajiban terhadap Allah SWT

Ada dua jalur komunikasi yang dihadapi manusia dalam hidupnya yaitu :

1) Jalur komunikasi yang bersifat vertikal, yaitu jalur komunikasi manusia dengan Tuhan

2) Jalur komunikasi yang bersifat horisontal, yaitu jalur komunikasi manusia dengan manusia itu sendiri.

Terhadap kedua jalur komunikasi yang dihadapi ini, baik yang bersifat vertikal maupun horisontal, manusia harus bisa menjalin hubungan dengan baik. Artinya manusia harus bisa menjalin hubungan baik dengan Tuhan dan alam sekitar terutama manusia.

Membangun hubungan baik dengan Tuhan itu harus atau wajib kita lakukan, karena Allah telah memberikan nikmat yang banyak bagi

manusia. Nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada manusia itu antara lain adalah :

1) Allah menciptakan kita sebagai manusia sempuma dan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Firman Allah dalam surat At Tiin ayat 4 yang artinya : "Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yan sebaik-baiknya".1

2) Allah telah memberikan perlengkapan panca indera, berupa dua mata untuk melihat, kedua telinga untuk mendengarkan suara,lidah untuk berbicara, dua tangan untuk digunakan dalam berbagai pekerjaan, dua kaki untuk berjalan, dan akal untuk mengenal mana yang baik dan mana yang buruk.1 2

3) Allah telah menunjukkan agama Islam kepada kita. 4) Allah telah memberikan kesehatan.

5) Allah telah memberikan kasih sayang di dalam hati setiap orang tua. Sehingga mereka mendidik anak-anaknya dengan pendidikan yang baik.3

Demikian banyaknya nikmat yang diberikan Allah kepada manusia. Sepantasnyalah manusia membalas itu semua dengan cara menjalankan semua kewajiban. Adapun kewajiban-kewajiban manusia kepada Tuhannya (Allah) adalah :

1 Umar Ibnu Ahmad Baradja, A t A khlak L i A t Banin, Jilid 2, Surabaya, Maktabah Muhammad Ibnu Ahmad Nabhan wal Auladuhu, t.t., him. 6

2 Umar Ibnu Ahmad Baradja, A t A khlak Li A t Banin, Jilid 1 Surabaya, Maktabah Muhammad Ibnu Ahmad Nabhan wal Auladuhu, t.t., him.5-6

1) Beriman kepada Allah yaitu wajib mempercayai dan meyakini bahwa Allah itu ada.

2) Mencintainya lebih dari apapun

3) Bersyukur kepada Allah atas kenikmatan-kenikmatanNya dengan cara melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya.

4) Takut kepada Allah

5) Meminta pertolongan hanya kepada Allah serta bertawakal kepadaNya

6) Mencintai malaikat-malaikatNya, Rasul-rasul dan Nabi-nabinya serta mencintai hamba-hambanya yang sholeh.

b. Kewajiban kepada Nabi Muhammad saw

Seperti juga akhlak kepada Allah, maka akhlak kepada Nabi Muhammad saw yang pertama adalah beriman kepada Nabi Muhammad saw. Percaya bahwa beliau adalah betul nabi dan utusan (Rasul) Allah kepada manusia.

Yang kedua ialah taat dan tunduk kepada Nabi Muhammad saw. Bagi umat Islam taat dan tunduk kepada Nabi Muhammad saw adalah suatu keharusan. Karena melalui beliaulah agama Islam diturunkan di muka bumi ini. Dan dengan perantaraan beliau kita mengenal Tuhan kita dan dapat membedakan antara yang halal dan yang haram.4 Jadi sebagai umat Islam harus mentaati Nabi saw dan mcnjalankan semua perintahnya.

Termasuk ketaatan kepada Nabi Muhammad saw adalah membela agamanya dengan perkataan dan perbuatan. Termasuk ketaatannya dalam membela syariat dengan segenap kemampuan, dan mengucapkan sholawat kepada Nabi saw. sebagaimana firman Allah

/ / & / e S y I y c ^ y ^ J AS S ' £

4jil j j /

V

Artinya : Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormalan kepadanya. (A1 Ahzab : 56)5

y S

Akhlak kepada Nabi Muhammad saw yang ketiga adalah mencintainya dengan sepenuh hati seperti kita mencintai Allah SWT di atas segala-galanya. Sabda Nabi :

“Tidak beriman salah seorang dianlara kamu, sehingga aku lebih dicintai olehnya daripada anaknya dan ayahnya serta manusia semuanya

Cinta kepada Nabi Muhammad saw tidak cukup sekedar dilahirkan dalam bentuk pengakuan kata-kata, melainkan harus dibuktikan dalam bentuk yang nyata antara lain dengan :

1) Mengamaikan dan mcmatuhi agama Islam yang diajarkannya, baik yang terdapat dalam A1 Qur'an, maupun hadits

2) Bcrjuang menegakkan, mengembangkan dan membela ajaran- ajarannya, termasuk pula menjaga kemumiannya dari bid’ah dan kurafat. * l

5Ibid., him. 10 l'lhid., him. 9

3) Memuliakan Nabi Muhammad saw dan memperbanyak sholawat kepadanya.

4) Memuliakan keluarga dan sahabat-sahabatnya.

5) Mengikuti nasihat-nasihatnya dan mengamalkannya dalam perikehidupan.

c. Kewajiban kepada orang tua

Hidupnya orang tua, ibu dan bapak merupakan kenikmatan terbesar dari Allah bagi kita. Serta berkah dan rahmat bagi kita yang kita nikmati dengan memandang mereka. Sehingga dari jalur komunikasi yang bersifat horisontal yaitu jalur komunikasi antara manusia dengan manusia, orang tua menduduki tempat paling istimewa setelah Allah dan RasulNya. Karena ibu dan bapak sangat besar jasanya kepada kita. Tidak ada manusia di muka bumi ini yang lebih besar jasanya kepada kita dari pada ibu bapak kita masing-masing. Dengan susah payah kita dikandungnya, dilahirkan, didewasakan, dididik dan dicukupi segala kebutuhan hidup kita. Karena keduanya menginginkan anaknya tumbuh dengan akhlak yang luhur dan adab yang sempuma, bcrpegang pada agama, dihargai diantara orang-orang dan bermanfaat bagi diri sendiri serta masyarakat.7

Berbakti kepada kedua orang tua itu wajib bagi seorang anak scbagaimana diperintahkan Allah dalam firmanNya :

# i p ' ^ • ^ V y

^ L j "Dan Juhanmu telah memerintah/can supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapa/cmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecii'. (A1 Isra’ : 23 - 24)

Berbuat baik kepada ibu bapak tidak saja harus dilakukan pada waktu keduanya dalam kondisi hidup, tetapi juga ssesudah keduanya meninggal.

1) Cara-cara berbuat baik kepada orang tua (ibu bapak) yang masih hidup, ialah

a) Mencintai mereka dari lubuk hati yang paling dalam dengan penuh kehormatan

b) Mendengar nasihat-nasihatnya dan mematuhi perintah- perintahnya

c) Bersikap sopan terhadap mereka dan berbicara dengan perkataan yang baik

e) Tidak berdusta

f) Meminta maaf apabila melakukan kesalahan

2) Cara-cara berbuat baik kepada orang tua (ibu bapak) yang telah mcninggal dunia, ialah :

a) Berdoa untuk almarhum, memohonkan ampun kepada Tuhan atas segala dosa-dosanya

o

b) Bersedekah untuk kedua orang tua

Tiada suatu yang menggembirakan orang tua selain melihat anak yang menyenangkan hati mereka, berbakti, taat, bersopan santun dan cerdas.

d. Kewajiban terhadap Guru

Kewajiban mcngajar dan mcndidik anak adalah tanggung jawab orang tua. Tetapi banyak orang tua yang tidak mampu mengajar dan mcndidik anak-anaknya. terutama tidak mampu mengajar ilmu-ilmu pengetahuan. Karenanya tugas ini dilimpahkan kepada orang lain yang mampu mengajar dan mendidiknya yang disebut guru. Guru adalah orang yang kita mendapatkan pendidikan dan pengajaran dari dia baik formal maupun-informal. Guru itu sangat berjasa bagi kita. Karena dia telah mendidik kita dan mengajari kita ilmu yang berguna serta memberi nasihat-nasihat yang berguna.9

Nilai ilmu dan pendidikan yang diberikan oleh guru, tidak dapat diukur dengan nilai uang atau materi dan tidak dapat disamakan dcngan

H Umar Ibnu Ahmad Baradja, op. ciL, jilid 2, him. 19 " Umar Ibnu Ahmad Baradja, op. cit., jilid 1, him. 25

materi atau dinilai dengan materi. Sebab ilmu apabila dimanfaatkan akan mendatangkan materi dan kebahagiaan hidup. Apabila dengan ilmu agama akan mendatangkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Sehingga kewajiban seorang murid kepada gurunya hampir sama dengan kewajiban kepada orang tuanya.

Adapun kewajiban murid terhadap gurunya adalah

1) Mematuhi nasihat-nasihatnya dan tunduk terhadap perintah- perintahnya, bukan karena takut hukuman, tetapi demi menjalankan kewajibannya dengan tulus ikhlas.

2) Bersikap rendah hati 3) Menghormatinya

4) Memberi salam dan berjabat tangan ketika bertemu

5) Tidak melupakan kebaikannya, baik masih menjadi murid maupun sudah keluar dari sekolah.

c. Kewajiban kepada Saudara

Orang-orang yang paling dekat dengan kita setelah kedua orang tua adalah saudara-saudara kita, baik saudara laki-laki maupun saudara perempuan. Sehingga selain berbuat baik kepada orang tua kita juga harus berbuat baik kepada saudara kita. Orang tua akan merasa senang apabila melihat anaknya hidup rukun atau bersatu.

Kewajiban terhadap saudara adalah :

1) Menghormati saudara yang lebih tua dan mencintainya dengan tulus ikhlas serta mengikuti nasihatnya.

2) Menyayangi saudara yang lebih muda dan mencintainya. 3) Jangan memukul atau memaki

4) Jangan merusak mainannya 5) Jangan bertengkar

6) Memaafkannya apabila saudara kita bersalah 7) Mcmbantunya apabila membutuhkan bantuan.10 f. Kewajiban kepada Tetangga

Tctangga adalah orang yang mendiami rumah berdampingan dcngan rumah kita, dan ada tetangga yang agak jauh, yang tidak berdampingan dengan rumah kita. Tetangga yang paling dekat dcngan rumah kita mempunyai hubungan yang sangat erat dengan kita. Mercka seperti saudara sendiri. Sehingga tetangga itu mempunyai peran yang sangat penting bagi kehidupan kita, sebagaimana yang kita rasakan sclama ini. Karena sangat pentingnya, kadang-kadang peranannya melcbihi peranan keluarga dan saudara yang tempatnya jauh. Kalau kita sedang mempunyai kerja, sedang mendapat kesusahan seperti kematian, kecurian, atau kecelakaan-kecelakaan yang lain, maka tetangga- tetangga itulah yang pertama-tama membantu menolong. Oleh karena itu sudah sepantasnya kita berbuat baik kepada tetangga.

Kewajiban kepada tetangga menurut Umar Ibnu Ahmad Baradja adalah :

1) Mencintai mereka dan berbuat baik kepada mereka

2) Bersikap sopan terhadap mereka, mengucap salam ketika bertemu tersenyum dihadapannya

3) Tidak boleh sombong

4) Membantu bila mereka memerlukan bantuan

5) Menjenguk ketika mereka sakit dan mendo'akannya agar dapat sembuh

6) Tidak mengganggu mereka.'1

Tetangga itu ada 3 macam yaitu tetangga yang mempunyai satu hak, tetangga yang mempunyai dua hak dan tetangga yang mempunyai tiga hak. Tetangga yang mempunyai tiga hak adalah tetangga muslim yang mempunyai ikatan kerabat. Maka ia mempunyai hak sebagai tetangga, hak Islam, dan hak kerabat. Adapun tetangga yang mempunyai dua hak adalah tetangga muslim. Ia mempunyai hak tetangga dan hak Islam. Sedang tetangga yang mempunyai satu hak adalah tetangga musyrik yang hanya mempunyai hak tetangga.* 12

g. Kewajiban kepada Teman

Teman ada bermacam-macam. Ada teman yang • senasib sepenanggungan, yang sejalan selalu beriring, merasakan susah apabila temannya susah, dan bergembira apabila temannya bergembira. Teman yang akrab yang betul-betul teman adalah apabila kita dalam kesusahan.

" Umar Ibnu Ahmad Baradja, op. cit., jilid 2, him. 15 12 Ibid., him. 34

dia tetapmemperlakukan kita sebagai teman dan bahkan menolong untuk meringankan kesusahan.

Kewajiban kita kepada teman agar pertemanan/persahabatan tctap terjalin dengan baik adalah :

1) Mencintai mcrcka dan menghormati yang lebih tua dari kita, serta menyayangi yang lebih muda dari kita.

2) Bekerjasama dengan mereka dalam memelihara peraturan dan ketenangan ketika belajar.

3) Memberi maaf bila temannya minta maaf atas kesalahannya. 4) Tidak sombong, dengki, dusta, mengadu domba dan lain-lain 5) Membantu mereka yang membutuhkan bantuan

6) Mendoakan mereka bila tidak hadir ke sekolah. 7) Jangan mengganggunya

8) Berbicara dengan baik. h. Akhlak Mahmudah

Akhlak manusia terdiri atas akhlak terpuji dan akhlak tercela. Akhlak terpuji disebut akhlak mahmudah dan akhlak tercela disebut

akhlak mazmumah. Jadi akhlak mahmudah maksudnya adalah

perbuatan-perbuatan yang baik yang datang dari sifat-sifat batin yang ada dalam hati menurut syara’. Sehingga akhlak mahqiudah harus dimiliki oleh seitap orang. Sedangkan akhlak mazmumah maksudnya adalah perbuatan-perbuatan buruk yang dibenci oleh Allah dan Rasulnya. Sehingga sifat ini harus dihindari/dijauhi oleh manusia.

Umar Ibnu Ahmad Baradja banyak menjelaskan akhlak * i

mahmudah. Tetapi penulis akan menerangkan yang pokok-pokok saja : 1) Malu

Malu adalah pokok segala keutamaan dan sumber segala adab. Karena dengan rasa malu manusia akan terhindar untuk mclakukan hal-hal yang tercela yang bisa menghancurkan dirinya.

Menurut Umar Ibnu Ahmad Baradja rasa malu dibagi menjadi 3 bagian yaitu :

a) Rasa malu terhadap Allah Azza wajalla

Rasa malu kepada Allah adalah sendi keutamaan dan pokok dasar budi pekerti yang mulia. Karena dengan adanya rasa malu kepada Allah, maka seseorang akan menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, baik ketika dilihat orang atau ketika sendirian.

b) Rasa malu terhadap manusia

Hal ini akan terwujud apabila kamu menjaga pandangan dari sesuatu yang tidak halal, menghargai setiap orang yang meiniliki keutamaan dan menghargai orang-orang Vang patut dihargai menurut deraj at mereka, seperti : ayah, ibu, guru-guru serta orang-orang yang lebih tua dari kamu.

c) Rasa malu terhadap diri sendiri

Hal ini akan terwujud tidak melakukan suatu perbuatan di kala sendirian, apabila kamu merasa malu bila orang-orang

mengetahuinya. Orang beradab berkata : “Barangsiapa melakukan suatu perbuatan di kala sendirian (tidak merasa malu), tetapi apabila ia melakukannya secara terang-terangan merasa malu, maka ia tidak menghargai dirinya”13

Setiap orang sebetulnya mempunyai rasa malu, entah besar atau kecil yang merupakan semacam kekuatan preventif di dalam dirinya. Rasa malu dapat menghindarkan seseorang dari terjatuh kepada kehinaan, yaitu mencegah dari perbuatan rendah, sifat pengecut, kikir, dusta, khianat dan kebodohan. Tetapi karena sebab yang bermacam-macam, rasa malu itu dapat luntur dan pudar sedikit demi sedikit, dan akhimya lenyap sama sekali. Kalau malu sudah lenyap, yang berarti orang sudah tidak punya malu lagi maka tidak akan dapat diharapkan kebaikan timbul daripadanya.

Di zaman sekarang ini banyak orang yang malu melakukan kebaikan, tapi tidak malu melakukan keburukan (perbuatan- perbuatan tercela).

2) Qonaah

Qonaah adalah menerima dengan rela apa yang ada atau merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Qanaah yang diajarkan Islam adalah qonaah hati bukan qonaah ikhtiar. Maksudnya menerima dengan apa yang dimiliki tapi ia tetap bekerja bukan hanya berpangku tangan. Karena tidak mau bekeija itu namanya

13 Umar Ibnu Ahmad Baradja, A t Akhlak Li A t Banin, Jilid 4, Surabaya, Maktabah Muhammad Ibnu Ahmad Nabhan wal Auladuhu, t.t., him. 9-11

malas bukan qonaah. Orang yang bertakwa kepada Allah niscaya ia akan percaya pada takdir Allah, dan jiwanya tetap tenang.

Qonaah itu bersangkutan dengan sikap hati (sikap mental) dalam menghadapi apa yang kita miliki atau dalam menghadapi apa yang menimpa diri kita. Tetapi kita tetap bekerja sebagaimana mestinya sambil tetap bertawakal kepada Allah. Bersyukur kepada Allah apabila yang kita usahakan berhasil dan ketika tidak berhasil, kita terima dengan senang hati, tabah dan penuh kesabaran.

Menurut Umar Ibnu Ahmad Baradja ikhlas adalah beramal bagi Allah semata, bersih dari campuran niat-niat lain. Jadi orang yang beramal karena ingin dipuji orang atau yang lain, rnaka akan sia-sia karena tidak syah dan amalnya tidak diterima oleh Allah. Oleh karena itu Umar berpendapat ikhlas adalah dasar-dasar amal dan jiwanya.14

Bersikap ikhlas dalam keyakinan dan perkataan akan membawa keberuntungan dan mendapatkan ridho dari Allah. Di dalam A1 Qur'an Allahpun berfirman menyuruh umatnya untuk bcrbuat ikhlas :

3) Ikhlas

Artinya : radahal mere lea tidak disuruh kecudli supayd menyembdh Alldh dengdn memurnikdn ketd'dtdn kepddd-Nyd ddlam (menjdldnkdn) dgdmd dengdn lurus, ddn supdyd mereKd mendirikdn shdldt ddn menundikdn zdkdt; ddn ydng demikidn ituldh dgdmd ydng lurus. (A1 Bayyinah : 5) 4) Shidiq

Shidiq berarti jujur atau berbuat benar. Benar adalah sesuainya sesuatu dengan kenyataannya yang sesungguhnya, baik berupa perkataan maupun perbuatan.

Macam-macam sikap benar Umar Ibnu Ahmad Baradja berpendapat itu ada 5 yaitu :

a) Bersikap benar dalam niat ialah tidak mempunyai pendorong dalam gerak dan diam kecuali Allah dan bukan karena hawa nafsu.

b) Bersikap benar dalam tekat adalah mempunyai kemauan yang benar untuk melakukan berbagai kebaikan dan tidak memiliki kecondongan maupun kebimbangan. Misalnya bertekat mcmanfaatkan ilmu yang dikaruniai oleh Allah kepada orang lain.

c) Bersikap benar dalam melaksanakan maksud ialah apabila bertekat melakukannya, kemudian melaksanakannya, dan tidak mundur darinya. Misalnya, apabila Allah mengaruniaiku harta, atau akan menyedekahkannya, maka janganlah mundur dari sedekah, apabila mendapat harta.

d) Bersikap benar dal am perbuatan ialah : apabila tidak menampakkan perubatan-perbuatan yang berlainan dengan isi hati.

e) Bersikap benar dalam berbagai amalan agama. Misalnya benar dalam mengesakan Allah, sangat hati-hati dari syirik, takut dengan siksa Allah dan berharap akan pahalanya.15

Benar atau jujur itu merupakan pokok atau semacam induk dari sifat-sifat baik yang lain yang membawa seseorang kepada kebaikan. Karena itu agama memerintahkan kepada kita agar berbuat benar dalam semua perkataan dan keadaan, walaupun hal itu menimbulkan bahaya bagi kita. Allah ta’ala berfirman (Surat At Taubah ayat 119)

ljAi \ / j i \ 1^11

Artinya : lia i orang-orang yang Deriman, bertalcwalah Kepada Allah, clan henclaklah kamu bersama orang-orang yang benar.

Kebenaran dan kejujuran adalah sendi terpenting bagi berdiri tegaknya masyarakat. Tanpa kebenaran akan hancurlah masyarakat, sebab hanya dengan kebenaran maka dapat tercipta adanya saling pengertian satu sama lain dalam masyarakat. Tanpa adanya saling pengertian tidak mungkin terjadi tolong menolong. Sedangkan bahasa itu dicipta juga untuk kepentingan saling

pengertian itu, yang tanpa itu tidak mungkin terjadi kehidupan masyarakat.

Sabar itu terbagi menjadi 3 macam yaitu sabar terhadap musibah, sabar untuk meninggalkan maksiat, dan sabar dalam melakukan ketaatan.

Seorang penyair berkata tcntang sabar sebagai berikut:

Artinya: Janganlah berputus asa sekalipun lama mencapai

Seseorang yang berakal ialah yang sabar menempuh segala kesulitan, berhati tabah menghadapi segala rintangan serta berani mengorbankan jiwa untuk menyingkirkan apa yang menghalang- halangi usahanya dengan penuh kesungguhan dan kebenaran, bahkan tidak akan mundur setapakpun demi mencapai cita-cita.

Sabar itu tidak ada batasnya, dalam pengertian pertama. Yang dimaksud sabar ialah menahan diri (pada saat menerima musibah ataupun pada waktu mampu berbuat) untuk tidak bertindak mengikuti hawa nafsu yang bertentangan dengan peraturan Allah dan petunjuk Rasulullah saw.

Dalam pengertian kedua, sabar adalah jalan pemecahan yang terbaik. Sabar sebagai jalan keluar yang terbaik, tclah diakui kebenarannya secara universal. Siapapun yang mau berfikir secara

5) Sabar

tuntutan. Jika mau meminta pertolongan dengan sabar maka kamu akan melihat kelapangan.

jemih, pasti akan sampai pada kesimpulan ini. Allah berfirman dalam A1 Qur'an surat A1 Anfal ayat 66 sebagai berikut :

; / t /y S ' ^ 4 c y . S / * * s ' < y / . - ' s ' ' Z ' ' \ r '

4jU p>s*3 j> p l p j <0^ ^{1JS>- j j i

jSl> p^w* jJiU ijA»

o y \* 0

( ■a £

Artinya : beKarang Allan tel ah meringanican Kepadamu aan Uia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jiKa ada di antaramu seralus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang; dan jika di antaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orangyang sabar. Kebencian tidak pemah bisa diredam dengan kebencian. Hanya dengan cinta kebencian bisa mereda. Pelampiasan emosi hanya akan mendatangkan kepuasan sesaat saja, yang pada akhimya senantiasa mendatangkan penyesalan.

Sabar dalam pengertian ketiga adalah perintah Allah SWT. Bahwa sabar adalah suatu perintah Allah maka sabar dilakukan bukan lantaran tcrpaksa, tetapi sabar dijalankan dengan penuh kesadaran (bemiat) bahwa ini perintah Allah yang harus ditaati dan dilaksanakan, yaitu sebagaimana halnya kita ikhlas mengerjakan shalat. Indikator keberhasilan pelaksanaan sabar adalah rasa ikhlas. Jadi, bila telah sabar namun hatinya masih merasa panas, maka berarti sabar belum dilaksanakan secara benar. Yang dilakukan sebenamya adalah hanya terpaksa mengalah atau menerima, karena situasi atau kondisi yang tidak memungkinkan.

6) Syukur

Menurut Umar Ibnu Ahmad Baradja rasa syukur itu adalah pcngalihan pandangan hamba atas semua kenikmatan yang dibcrikan Allah kepadanya menjadi renungan untuk apa dia diciptakan. Rasa syukur itu dinyatakan dengan hati, lisan dan anggota tubuh.

Pertama pemyataan syukur dengan hati. Yaitu selalu mengingat Tuhanmu dengan hati yang disertai kecintaan dan pengagungan serta menggambarkan semua kenikmatan dari Allah (sengaja berbuat kebaikan).

Kedua pemyataan syukur dengan lisan ialah mengingatNya dengan puji-pujian menunjukkan rasa syukur kepada-Nya. Misal : membaca A1 Qur'an, shalawat atas Nabi saw, berbicara dengan baik.

Ketiga pemyataan syukur dengan anggota tubuh, yaitu beribadah kepada-Nya, dengan mengerjakan shalat, berpuasa, mengeluarkan zakat, pergi haji ke Baitullah, dan menggerakkan anggota tubuh untuk perbuatan yang diridhoi Allah SWT. Bersyukur adalah satu hal yang diperintahkan oleh Allah atau

Dokumen terkait