• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK ANAK MENURUT UMAR IBNU AHMAD BARADJA DALAM KITAB AL AKHLAK LI AL BANIN - Test Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK ANAK MENURUT UMAR IBNU AHMAD BARADJA DALAM KITAB AL AKHLAK LI AL BANIN - Test Repository"

Copied!
87
0
0

Teks penuh

(1)

DALAM KITAB

AL AKHLAK U A L BANIN

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Melengkapi Syarat

Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)

NIM. 111 02 008

JURUSAN T ARBI YAH

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)

(2)

Website : \v \v\v.stainsa 1 a 1 i»a.ac.id E-mail: [email protected]

D E K L A R A S I

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab, peneliti menyatakan bahwa

skripsi ini tidak berisi materi yang pernah ditulis oleh orang lain atau pernah

diterbitkan. Demikian juga skripsi ini tidak berisi satupun pikiran-pikiran orang

lain, kecuali informasi yang terdapat dalam referensi yang dijadikan bahan

rujukan.

Apabila di kemudian hari temyata terdapat materi atau pikiran-pikiran

orang lain di luar referensi yang peneliti cantumkan, maka peneliti sanggup

mempcrtanggungjawabkan kembali keaslian skripsi ini di hadapan sidang

munaqosvah skripsi.

Demikian deklarasi ini dibuat oleh peneliti untuk dapat dimaklumi.

Salatiga, Januari 2007

Peneliti

MU Y A S I R O H NIM. 111 02 008

(3)

NOTA PEMBIMBING Salatiga, Januari 2007 Lamp. : 3 eksemplar

Hal : Naskah Skripsi Kepada Yth.

Sdr. Muyasiroh Ketua STAIN Salatiga

di

-SALATIGA

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Setelah diadakan pengarahan, bimbingan, koreksi dan perbaikan

seperlunya, maka skripsi Saudari:

Nama : Muyasiroh

NIM. : 111 02 008

Jurusan : Tarbiyah

Progdi : PAI

Judul : KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK ANAK

MENURUT UMAR IBNU AHMAD BARADJA

DALAM KITAB AL AKHLAK LI AL BANIN

Sudah dapat diajukan dalam sidang munaqasah.

Demikian surat ini, harap menjadikan perhatian dan digunakan

sebagaimana mestinya.

Wassalamu ’alaikum Wr. Wb.

Pembimbing

NIP. 150 247 014

(4)

SALATIGA

Jl. Stadion No. 2 Salatiga (0298) 323706

PE N G E SA H A N

Skripsi Saudari : Muyasiroli dengan Nomor Induk Mahasiswa : 11102008

yang berjudul KONSEP PENDID1KAN AKHLAK ANAK MENURUT

UMAR IBNU AHMAD BARADJA DALAM KITa B AL AKHLAK LI AL BAN IN telah dimunaqosahkan dalam Sidang Panitia Ujian, Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga, pada hari Sabtu, 10 Februari 2007

yang bertepatan dengan tanggal 22 Muliarram 1428 H. Dan telah diterima sebagai

bagian dari syarat syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I).

Salatiga, 10 Februari 2007 M 22 Muharram 1428 H

Panitia Ujian

Pembimbing

NIP. 150 247 014

(5)

^ e ’ltaqwalah dimanapun J ln d a be\ada

kBukanbib keindaban itu kalena baju yang mengbiasi kita

(6)

Karya ini penulis persembahkan untuk :

• Ayahanda dan Ibunda tercinta yang tak pemah henti-hentinya memberikan

do’a dan jalan petunjuk untuk meraih kesuksesan hidup

• Kakak tercinta yang setiap hari dengan kesabaran dan kasih sayang

mengantarkan saya dan istrinya yang memberi semangat dan dukungan dalam

menuntut ilmu

• Keponankanku tersayang yang selalu menghibur hatiku

• Para guru terhormat yang telah memberikan jembatan hati.

(7)

Teriring rasa syukur alhamdulillah atas pertolongan, bimbingan dan

hidayah Allah Yang Maha dari segala Maha, penyusun dapat menyelesaikan

penulisan skripsi. Salam sejahtcra dan bahagia semoga selalu dilimpahkan kepada

Nabi Muhammad saw, segenap keluarga, sahabat dan para pengikutnya.

Skripsi yang berjudul : “Pendidikan Akhlak Anak Menurut Umar Ibn

Ahmad Baradja dalam Kitab A1 Ahlaq Li A1 Banin” ini, disusun guna memenuhi

salah satu syarat dalam rangka mcmperoleh gelar Sarjana Strata Satu (S.l) dalam

Jumsan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam.

Penyusunan skripsi ini mclibatkan banyak pihak, oleh karena itu sudah

sepantasnva apabila penyusun berterima kasih kepada yang terhormat:

1. Drs. Imam Sutomo, M.Ag, selaku ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri

(STAIN) Salatiga.

2. Fatchurrohman, M.Pd selaku Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga.

3. Dr. H.M. Saerozi, M.Ag selaku pembimbing yang penuh kesabaran

membimbing penulis sehingga terwujudlah skripsi ini.

4. Seluruh bapak dan ibu dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN)

Salatiga, khususnya Drs. Miftahuddin, M.Ag (terima kasih atas ide serta

bimbingannya). Juga segenap staf perpustakaan STAIN yang juga telah

berpartisipasi dalam penyusunan skripsi ini.

(8)

yang berarti pula penulis dapat menyelesaikans tudi di Sekolah Tinggi Agama

Islam Negeri (STAIN) Salatiga.

6. Keluarga Umar Baradja yang senantiasa membantu mencarikan referensi

tentang Umar Baradja, sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

7. Teman-teman seperjuangan PAI angkatan 2002 yang selalu memberi

scmangat.

8. Tcrakhir kepada sernua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung

telah membantu penulis yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu dalam

kcscmpatan kali ini, atas sernua dorongan dan bantuannya baik moral maupun

materi dalam penyusunan skripsi ini.

Pada akhimya penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini belum

mencapai kesempumaan yang diharapkan. Namun demikian, penulis berharap

semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi penulis khususnya dan bagi

pembaca pada umumnya terutama orang-orang yang bergelut di dunia pendidikan.

Salatiga, Januari 2007

(9)

HALAMAN JUDUL... :... i

DEKLARASI ... ii

NOTA PEMBIMBING... iii

PENGESAHAN ... iv

MOTTO... v

PERSEMBAHAN ... vi

KATA PENGANTAR... vii

DAFTAR ISI ... ix

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1

B. Rumusan Masalah... 4

C. Tujuan Penelitian... 4

D. Manfaat Penelitian... 4

E. Telaah Pustaka... 5

F. Fokus Penelitian ... 5

G. Metode Penelitian... 6..

H. Sistematika Penulisan Skripsi... 8

BAB II BIOGRAFI DAN SETTING SOSIAL UMAR IBNU AHMAD BARADJA A. Biografi Umar Ibn Ahmad Baradja... 10

1. Riwayat Hidup Umar Ibn Ahmad Baradja... 10

2. Pendidikan Umar Ibn Ahmad Baradja... 11

(10)

4. Karya-Karya Umar Ibn Ahmad Baradja... 16

B. Latar Belakang Penulisan K itab... 17

BAB III ISI POKOK PEMIKIRAN UMAR IBN AHMAD BARADJA

DALAM KITAB AL AKHLAK LI ALBAN1N

A. Konsep Pokok Kitab Al Akhlak Li al Banin... 20

1. Materi Kitab Al Akhlak Li al Banin... 20

2. Metode Pendidikan dalam Kitab Al Akhlak Li al Banin .. 46

3. Tujuan Pendidikan Akhlak anak dalam Kitab Al Akhlak

Li al Banin ... 51

BAB IV RELEV ANSI PENDIDIKAN AKHLAK ANAK DI DALAM

KITAB AL AKHLAK LI AL BANIN DENGAN

PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

A. Relevansi Materi Pendidikan Akhlak Anak... 52

B. Relevansi Metode Pendidikan Akhlak Anak... 64

C. Relevansi Tujuan Pendidikan Akhlak Anak... 68

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan... 70

B. Saran-saran ... 71

C. Penutup... 72

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

LAMPIRAN

(11)

A. Latar Bclakang Masalah

Menjelang era millenium ketiga Indonesia diguncang oleh prahara

yang tidak terbayangkan sebelumnya. Konflik kekerasan berujud perusakan,

pcmbakaran, penganiayaan dan pembunuhan yang tiba-tiba muncul di mana-

mana. Seakan memupus citra bangsa Indonesia. Sebagai bangsa yang ramah

tamah.1 Diantara kerusakan tersebut adalah peristiwa Situbondo, peristiwa di

Bangkalan, Ambon, Poso dan yang lainnya.

Namun, ketidakadilan, kekerasan dan kesewenangan penguasa tetap

mcwamai negeri ini. Korupsi, premanisme dan narkoba semakin merajalela di

tanah air ini. Aparatpun ada yang memakai dan mengedar narkoba. Selain itu

banyak aparat yang melakukan tilang di jalan raya, melindungi perjudian.

bisnis ilegal, bisnis amoral dan lain-lain.1 2

Penguasa yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat berubah

menjadi pemeras masyarakat untuk mengumpulkan kekayaan pribadi

sebanyak-banyaknya. Contoh : masyarakat yang ingin mendapatkan pclayanan

publik yang servis cepat dan memuaskan, harus mengeluarkan uang pelicin,

itupun kadang masih dipersulit dan berbclit-belit.3 Penguasa menelantarkan

1 M. Zainudin Daulay, dkk., Konflik Sosial Bernuansa Agama, Reka Studiografis, Jakarta, 2002, him. 125

2 M. Arief Hakim, Bahaya Narkoba Alkohol, Nuansa, Bandung, 2004, him. 16

3 Antonius Sujata, Komisi In i Tekan Perilaku Korupsi, Forum Keadilan, 11-17 September 2006, him. 62

(12)

rakyat tlcngan membuat kcbijakan yang merugikan rakyat; seperti menggusur

rumah rakyat, menaikkan tarif kesehatan, mencabut subsidi BBM.4

Sedangkan di kalangan remaja isu-isu moral semakin merebak dimana-

mana seperti : penggunaan narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba),

minum-minuman keras, tawuran remaja, pomografi, perkosaan, merusak milik

orang lain, perampokan, penipuan, pengguguran kandungan, penganiayaan,

pcrjudian, pelacuran, pembunuhan dan lain-lain. Pada garis besamya

kenakalan remaja tersebut merupakan masalah-masalah sosial yang dirasakan

sangat mengganggu kehidupan masyarakat baik di kota maupun di pelosok

desa. Akibatnya sangat memilukan, kehidupan masyarakat menjadi resah,

perasaan tidak aman bahkan sebagai anggota-anggotanya menjadi terasa

terancam.5

Hal tersebut bukan semata-mata karena kesalahan pribadi. Namun ada

banyak faktor yang melatar belakanginya. Faktor-faktor tersebut antara lain

adalah kurangnya penanaman nilai agama dalam keluarga khususnya dari

orang tua, kurang perhatian orang tua dalam mendidik tingkah laku anak.

Kemudian pengaruh dari pergaulan bebas yaitu pergaulan yang tidak sesuai

dengan nilai-nilai moral dan agama. Faktor yang lainnya adalah ilmu tentang

akhlak belum begitu diperhatikan karena pendidikan akhlak dipandang

merupakan tanggung jawab orang tua, disamping itu yang tak kalah

pentingnya adalah referensi tentang akhlak di Indonesia masih minim.

4www.detik.com

(13)

Apalagi kajian-kajian akademik terhadap kitab-kitab yang bersifat

tradisional tidak pemah dilakukan. Jika ada itupun di dalam sekolah-sekolah

tcrtentu. Kajian kitab-kitab tradisional lebih banyak dilakukan oleh

lingkungan pokok pesantren. Karena memang pondok pesantren itu lembaga

pendidikan Islam yang lebih menitik beratkan kajian pada kitab-kitab

tradisional. Sebab orang-orang zaman dulu itu lebih banyak memperhatikan

tentang pendidikan akhlak. Sedangkan Indonesia sekarang ini cenderung

mengikuti pemikiran Barat, seperti dalam bidang pendidikan yaitu bersifat

sekular yang artinya mengarahkan anak didik pada masalah dunia dan materi

tanpa memperhatikan kepribadian anak didik setelah dewasa nanti dalam

menghadapi zaman yang penuh dengan tantangan.

Rendahnya akhlak di dalam masyarakat, generasi bangsa dan ditubuh

pejabat akan membawa kehancuran bangsa ini. Untuk menyelamatkan bangsa,

seluruh rakyat dari lapisan yang paling bawah sampai lapisan yang paling atas

harus dikembalikan kepada akhlak. Caranya membiaskaan anak dengan

akhlak yang baik sejak kecil agar tercipta generasi penerus yang memiliki

kepribadian yang sempuma dan dapat menghadapi tantangan hidup di zaman

sekarang.

Berangkat dari problematik tersebut di atas penulis termotivasi untuk

mengkaji lebih lanjut tentag pendidikan akhlak anak dengan mengacu

pemikiran seorang tokoh yang sangat memperhatikan pendidikan akhlak bagi

(14)

Li al Banin dengan judul Konsep Pendidikan Akhlak Anak Menurut Umar

Ibnu Ahmad Baradja dalam Kitab Al Akhlak li Al Banin.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang melatar belakangi Umar ibnu Ahmad Baradja menulis kitab

berjudul Al Akhlak Li al Banin ?

2. Bagaimana biografi Umar ibnu Ahmad Baradja ?

3. Bagaimana konsep pendidikan akhlak anak yang ada dalam kitab Al Akhlak Li Al Banin ?

4. Sejauhmana relevansi pemikiran Umar ibnu Ahmad Baradja dalam

konteks pendidikan Islam di Indonesia kontemporer ?

C. Tujuan Pcnelitian

1. Untuk mengetahui latar belakang Umar Ibnu Ahmad Baradja menulis

kitab berjudul Al Akhlak Li al Banin.

2. Untuk mengetahui biografi Umar Ibnu Ahmad Baradja.

3. Untuk mengetahui konsep pendidikan akhlak anak yang ada dalam kitab

Al Akhlak Li al Banin.

4. Untuk mengetahui relevansinya pemikiran Umar ibnu Ahmad Baradja

dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia kontemporer.

D. Manfaat Penclitian

Memberikan informasi dan dapat memperkaya wacana mengenai

pemikiran tentang seseorang ccndekiawan muslim Umar ibnu Ahmad Baradja

(15)

E. Telaah Pus taka

Untuk menghindari teijadinya telaah pustaka pengulangan hasil

temuan yang membahas permasalahan yang sama dari seseorang baik dalam

bentuk buku, kitab dan dalam bentuk tulisan yang lainnya, maka penulis akan

memaparkan beberapa buku yang sudah ada sebagai bandingan dalam

mengupas permasalahan tersbut sehingga diharapkan akan muncul penemuan

baru. Beberapa buku diantaranya :

Pertama yaitu Al Akhlak Li al Banin karya Umar Ibnu Ahmad Baradja

yang berisi tentang ajaran-ajaran akhlak anak, pengertian akhlak, dasar dan

tujuan pendidikan akhlak anak, dan metode akhlak anak.

Kedua yaitu Akhlak yang Mulia, Humaidi Tatapangarsa.

Ketiga yaitu buku Kaidah-kaidah Dasar karya Abdullah Nasih Ulwan

dimana didalamnya membahas tentang metode pendidikan anak, pedoman-

pedoman pendidikan anak.

F. Fokus Penelitian

Sebelum melangkah pada fokus penelitian sehingga pembatas terhadap

masalah yang diteliti di sini penulis perlu menjelaskan beberapa istilah yang

terkandung dalam judul skripsi, istilah-istilah yang akan dijelaskan makna

operasionalnya hanya istilahnya bersifat konseptual.

1. Pendidikan Akhlak Anak

Pendidikan akhlak anak adalah suatu bimbingan oleh si pendidik

terhadap anak didik dengan tujuan membentuk kebiasaan atau sikap yang

(16)

2. Al Akhlak Li al Banin

Al Akhlak Li al Banin adalah kitab yang diciptakan Umar Ibnu

Ahmad Baradja, pada bulan Dzulhijah 1372, yang terdiri dari Juz I, Juz II,

Juz III, Juz IV diterbitkan oleh Maktabah Muhammad Ibn Ahmad Nabhan

Waauladuha di kota Surabaya Indonesia.

Kitab ini diciptakan untuk murid-murid sekolah Islam di Indonesia.

Kitab Al Akhlak Li al Banin berisi tentang pelajaran-pelajaran akhlak bagi

anak, yang meliputi; kewajiban kepada Allah, kewajiban kepada Nabi,

kewajiban kepada orang tua, kewajiban kepada saudara, kewajiban kepada

teman, kewajiban kepada guru, akhlak mahmudah, akhlak mazmumah.

G. Metode Penelitian

Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut:

1. Sifat Penelitian

Sifat penyusunan skripsi ini adalah analisis yakni, cara pcnanganan

tcrhadap suatu obyek ilmiah dengan jalan memilah-milah pengertian yang

satu dengan pengertian yang lain.6 Analisis merupakan upaya untuk

mencari dan menata secara sistematis catatan hasil penelitian tentang

kasus yang diteliti yang menyajikan temuan bagi orang lain.7 Sedangkan

untuk meningkatkan pemahaman analisis perlu dilanjutkan dalam upaya

mencari makna.

(17)

r

i Jenis Penelitian

Dalam penyusunan skripsi ini menggunakan jenis studi

kepustakaan atau library research. Dalam arti bahwa bahan-bahan atau data-data penulisan skripsi ini diperoleh dari penelitian buku-buku dan

literatur-literatur yang berkenaan dengan topik yang sedang dibabas.

3. Sumber Data

Oleh karena penelitian ini termasuk penelitian pustaka atau library

research maka penelitian ini didasarkan pada studi kepustakaan. Adapun

sumber data dalam penelitian ini dapat digolongkan menjadi dua macam

yaitu :

a. Sumber data Primer

Yaitu sumber data yang langsung berkaitan dengan obyek

riset.' Dalam penelitian ini sebagai sumber primernya adalah adalah

kitab Al Akhlak Li aI Bairn sekelumit riwayat hidup Umar Ibnu

Ahmad Baradja

b. Sumber data sekunder

Yaitu sumber data yang mengandung dan melengkapi sumber

data primer. Adapun sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah

buku Akhlak Yang Mulia karya Ilumaidi Tatapangarsa, Sisiem Etika

Islanti karya Rachmad Djadmika. Pengantar Sutdi Akhlak karya

Asmaran, dan buku-buku lain yang isinya dapat melengkapi data

penelitian yang penulis teliti.

(18)

4. Teknik Pengolahan Data

Dalam hal Pengolahan data ini terdiri dari

a. Mengumpulkan data-data dan mengamatinya, terutama dari aspek

kelengkapan validitasnya dengan tema bahasan.

b. Mengklasifikasikan dan mendistematikan data-data, kemudian

diformalisasikan dengan pokok masalah yang ada.

c. Melakukan analisis lanjutan terhadap data-data yang telah

diklasifikasikan dengan menggunakan kaidah-kaidah dan teori-teori

yang sesuai sehingga memperoleh kesimpulan yang benar.

H. Sistematika Penulisan Skripsi

Penulisan ini dibagi menjadi lima bab yang perinciannya sebagai

berikut:

Bab 1 : PENDAHULUN

Dalam pendahuluan ini berisi : latar belakang masalah, rumusan

masalah, tujuan dan manfaat penelitian, fokus penelitian, metode

pcnelitian, dan sistematika penulisan skripsi.

Bab II : Dalam bab ini dibahas masalah biografi dan seting sosial

pengarang meliputi tentang riwayat hidup Umar ibnu Ahmad

Baradja, Pendidikan, aktivitas Umar ibnu Ahmad Baradja,

karya-karya Umar ibnu Ahmad Baradja dan latar belakang

penulisan kitab.

Bab III : Isi Pokok Pcmikiran Umar Ibnu Ahmad Bardja dalam kitab

(19)

anak, metode pendidikan akhlak anak dan tujuan pendidikan

akhlak anak.

Bab IV : Analisis konsep pendidikan akhlak anak menumt Umar Ibnu

Ahmad Baradja (Relevansinya dengan pendidikan Islam di

Indonesia).

Bab V : Penutup

(20)

A. Biografi Umar Ibn Ahmad Baradja

1. Riwayat Hidup Umar Ibn Ahmad Baradja

Umar Ibn Ahmad Baradja Lahir di kampung Ampel Maghfur

Surabaya, pada tanggal 10 Jumadil Akhir 1331 H. bertepatan dengan 17

Mei 1913 M. Sejak kecil beliau dalam asuhan dan didikan kakeknya dari

pihak ibu, yang bemama Syeikh Hasan bin Muhammad Baradja, seorang

ulama ahli ilmu Nahwu dan Fiqih.

Silsilah nasab bangsa Baradja yang berasal dan berpusat di kota

Seiwoon, Hadramaut - Yaman adalah sebagaimana nenek moyang beliau

yang ke- 18 yang bemama Sheikh Sa’ad, laqob/julukannya Abi Raja (yang

selalu berharap), maka rantai ketumnan tersebut bertemu kepada kakek

Nabi Muhammad saw., yang ke-5 yang bemama : Kilab bin Murrah.

Umar Ibn Ahmad Baradja wafat pada hari Sabtu malam Ahad

tanggal 16 Rabiuts Tsani 1411/3 Nopember 1990 pukul 23.10 WIB di

Rumah Sakit Islam Surabaya, dalam usia 80 tahun. Dimakamkan keesokan

harinya, hari Ahad ba’da Ashar setelah disalatkan di Masjid Agung Sunan

Ampel, yang diimami oleh putra beliau. Jasad Ahmad Baradja

dimakamkan di Makam Islam Pegirikan Surabaya yang dihadiri lebih dari

seribu massa. 1 1

1 Biografi Umar Ibnu Ahmad Baradja diambil dari buku sekelumit riwayat hidup A1 Ustadz Umar bin Ahmad Baradja, Panitia Haul ke V, Surabaya

(21)

2. Pendidikan Umar Ibn Ahmad Baradja

Pada masa mudanya, A1 Ustadz Umar bin Achmad Baradja telah

menuntut ilmu agama dan bahasa Arab dengan tekun, sehingga menguasai

dan memahaminya. Pelbagai ilmu agama dan bahasa Arab yang beliau

dapatkan dari ulama/asatidz/masyaikh baik pertemuan langsung atau

melalui surat pada masa itu amat banyak.

Para alim ulama dan orang-orang saleh telah menyaksikan

kctakwaan dan kedudukan beliau sebagai ulama yang ‘amil (ulama yang

mengamalkcm ilmunya).

Beliau adalah salah satu alumni yang berhasil sukses dari didikan

Madrasah A1 Khairiyah di kampung Ampel madrasah, Surabaya. Yang

didirikan dan dibina oleh A1 Habib A1 Imam Muhammad bin Achmadi A1

Mahdhar pada tahun 1895, yang berasaskan Islam Ahlu Sunnah wal

Jamaah dan bermazhabkan Syafi’i.

Diantara guru beliau yang berada di Indonesia :

a. A1 Ustadz Abd Kadir bin Ahmad Bilfagih (Malang)

b. A1 Ustadz Muhammad bin 1 lusein Ba’abud (Lawang)

e. A1 1 labib Abd Kadir bin I ladi Asseggaf (Surabaya)

d. Al I labib Muhammad bin Achmad Asseggaf (Surabaya)

e. Al Habib Alwi bin Abdullah Asseggaf (Solo)

f. Al Habib Ahmad bin Alwi Aldjufri (Pekalongan)

g. Al Habib Ali bin Husein bin Syahab (Gresik)

(22)

i. A1 Habib Ahma bin Ghalib Alhamid (Surabaya)

j. A1 Habib Alwi bin Muhammad A1 Muhdhar (Bondowoso)

k. A1 Habib Abdullah bin Hasan Maulahela (Malang)

l. A1 Habib Hamid bin Muhammad As Sery (Malang)

m. Sheikh Robaah Hussanah A1 Kholili - Palestina - Tugas mengajar di

Indonesia

n. Sheikh Muhammad Mursyidi - Mesir - Tugas mengajar di Indonesia.

Guru-guru beliau yang berada di luar negeri, di antaranya :

a. A1 Habib Alwi bin Abbas Al Maliki (Mekah)

b. As Sayyid Muhammad Amin Al Quthbi (Mekah)

c. Asy Syeikh Muhammad Seif Nur (Mekah)

d. Asy Syeikh Hasan Muhammad Al Masysyaath (Mekah)

e. Al Habib Alwi bin Salim Alkaff (Mekah)

f. Asy Syeikh Muhammad Said Al Hadrawi Al Makky (Mekah)

g. Al Habib Muhammad bin Hadi Asseggaf (Seiwoon - Hadramaut -

Yaman)

h. Al Habib Abdullah bin Ahmad Alhaddar (Tnaat - Hadramaut -

Yaman)

i. Al habib Hadi bin Ahmad Alhaddar (‘Inaat - Hadramaut - Yaman)

j. Al Habib Abdullah bin Thahir Alhaddad (Geidoon - Hadramaut -

Yaman)

k. Al Habib Abdullah bin Umar Asy Syathiri (Tarim Hadramaut

(23)

l. A1 Habib Hasan bin Ismail bin Syeikhbubakar (Tnnat - Hadramaut -

Yaman)

m. A1 Habib Ali bin Zein A1 Hadi (Tariim - Hadramaut - Yaman)

n. A1 Habib Alwi bin Abdullah bin Syahab (Tarim - Hadramaut - Yaman)

o. A1 Habib Abdullah bin Hamid Asseggaf (Seiwoon - Hadramaut -

Yaman)

p. A1 Habib Muhammad bin Abdullah Alhaddar (A1 Baidhaa - Yaman)

q. Al Habib Ali bin Zein Bilfagih (Abu Dhabi-Emirat Arab)

r. Asy Syeikh Muhammad Bakhith Al-Muthii'i (Mesir)

s. Sayyidi Muhammad Al I'atih Al Kattaani (Faas-Marokko)

t. Sayyidi Muhammad al Muntashir Al Kattani (Marakisy-Marokko)

u. Al I labib Alwi bin Thohir Alhaddad (Johor-Malaysia)

v. Sheikh Abdul ‘Aliim Ash Shiddiqi (India)

w. Sheikh Hasanain Muhammad Makhluf (Mesir)

x. Al I labib Abd Kadir bin Achmad Asseggaf (Jeddah-Saudi Arabia)

Ilmu-ilmu yang beliau kuasai adalah bahasa Arab dan sastra, ilmu

tafsir dan hadits, ilmu fiqih dan tasawuf, ilmu sirah dan tarikh dan sedikit

menguasai bahasa Belanda dan Inggris.

3. Aktivitas, Kiprah dan Dakwah Islamiyah Umar Ibn Ahmad Baradja

a. Aktivitas Mengajar Umar Ibn Ahmad Baradja

Mengajar di Madrasah Al Khairiyah Surabaya tahun 1935-

1945 yang berhasil menelurkan beberapa ulama/asatidz yang telah

(24)

Almarhum A1 Ustadz Achmad bin Hasan Asseggaf, almarhum Alhabib

Umar bin Idrus Almasyhur, almarhum A1 Ustadz Achmad bin Ali

Bebgei, Alhabib Idrus bin Hud Asseggaf, Alhabib Hasan bin Hasyim

Alhabsyi, Alhabib Hasan bin Abd Kadir Asseggaf, A1 Ustadz Ahmad

Zaki Ghufron dan A1 Ustadz Dja’far bin Agil Asseggaf.

Mengajar di Madrasah A1 Khairiyah Bondowoso. Mengajar di

Madrasah A1 Husainiyyah Gresik Tahun 1945-1947. Mengajar di

Robithah A1 ‘Alawiyah Solo tahun 1947-1950.

Pada tahun 1950-1951 Ahmad Baradja mengajar di Madrasah

Al Arabiyyah al Islamiyyah Gresik setelah itu pada tahun 1951-1957

bcrsama dengan Alhabib Zein bin Abdullah Alkaf memperluas serta

membangun lahan baru karena sempitnya gedung lama, sehingga

wujudlah Gedung Yayasan Badan Wakaf yang diberi nama Yayasan

Perguruan Islam Malik Ibrahim sampai saat ini.

Mengajar di rumah pribadi beliau, pagi hari dan sore hari, juga

majelis taklim/pengajian rutin malam hari. Karena semptinya tempat

dan banyaknya murid, maka beliau berusaha mengembangkan

pendidikan itu dengan mendirikan Yayasan Perguruan Islam atas nama

beliau Al Ustad Umar Baradja, halmana sebagai wujud nyata dari hasil

pendidikan dan pengalaman yang telah beliau dapat selama 50 tahun,

dan berjalan sampai sekarang ini di bawah asuhan putranya Al Ustadz

(25)

b. Gerakan Sosial

Salah satu gerakan sosial yang dilakukan oleh Ahmad Baradja

adalah mencarikan dana untuk kebutuhan para janda, fakir miskin dan

yatim piatu, khususnya para santri beliau, agar mereka lebih

konsentrasi dalam mcnimba ilmu.

Menjodohkan wanita-wanita muslimah dengan pemuda muslim

yang baik menurut pandangan beliau, sekaligus mengusahakan biaya

perkawinannya bersama Alhabib Idrus bin Umar Alaydrus.

Membanun masjid A1 Khoir Danakarya I Surabaya pada tahun

1971 bersama KH. Adnan Chamim, setelah mendapat petunjuk dari

Alhabib Sholeh bin Muhsin Alhamid (Tanggul) dan Alhabib Zein bin

Abdullah Alkaf (Gresik).

c. Akhlak dan Ibadah Umar Ibn Ahmad Baradja

Ketulusan niat disertai ikhlas dalam segala amal atau perbuatan

duniawi dan ukhrawi. Menjabarkan akhlak ahlul bait (keluarga Nabi)

dan para sahabat yang mereka mencontoh baginda Nabi Muhammad saw.

Sifat tawadhu’ atau rendah hati yang sangat tinggi telah

menghiasi diri beliau. Beliau tidak suka membanggakan diri baik

tentang ilmu, amal dan ibadah.

Dalam beribadah beliau beristiqamah, baik itu salat fardhu

ataupun sunnah, qabliyah, bakdiyah, dhuha dan tahajjud hampir tidak

(26)

Segala sisi kehidupannya, beliau usahakan untuk benar-benar

sesuai dengan yang digariskan agama, sekalipun yang sunnah dan mubah.

Cinta beliau kepada keluarga Nabi saw, dan zurriyahnya

(keturunan Nabi) sangat kenal tak tergoyakan, juga pada para sahabat

anak didik Rasulullah saw, itulah pertanda keimanan yang teguh dan

sempuma.

Sifat wara' beliau yang besar, perkara yang meragukan dan

syubhat beliau tinggalkan sebagaimana meninggalkan perkara-perkara

yang haram, juga beliau selalu berusaha berpenampilan sederhana.

Sifat Ghirah Islamiyah dan kecemburuan dalam beragama

sangat kuat dalam jiwa beliau. Konsisten dalam menegakkan amar

makruf nahi munkar. Misalnya, dalam menutup aurat - khususnya

aurat wanita - beliau sangat tegas dan tak kenal kompromi. pergaulan

bebas laki- perempuan selalu beliau ingkari, juga bercampumya antara

murid laki dan perempuan dalam satu kelas.

4. Karya-Karya Umar Ibn Ahmad Baradja

Karya-karya Umar Ibn Ahmad Baradja sekitar 11 judul buku yang

telah diterbitkan seperti:

a. Al Akhlak Li al Banin (4 jilid)

b. Al Akhlak Li al Banat (3 jilid)

c. Sullam Fiqih (2 jilid)

d. 17 Jauharah (17 mutiara doa) dan A d ’iyah Ramadhan (doa bulan

(27)

Yang semuanya dalam bahasa Arab, dimana sejak tahun 1950 telah

dipakai sebagai buku kurikulum di seluruh pondok pesantren di Indonesia.

Buku-buku tersebut pemah dicetak di Kairo Mesir pada tahun 1969

atas biaya Sheikh Siraj Ka'ki dermawan Mekkah, yang dibagikan secara

cuma-cuma ke seluruh dunia Islam.

Syukur Alhamdulillah, atas ridha beliau dan niat agar buku-buku

itu menjadi jariyah dan bermanfaat luas, maka pada tahun 1992 telah

diterbitkan buku-buku tersebut ke dalam bahasa Indonesia, Jawa, Madura

dan Sunda.

Syair-syair beliau dalam bahasa Arab dengan sastra tinggi cukup

banyak dan belum sempat dibukukan, juga karya-karya yang masih

bertuliskan tangan.

B. Latar Bclakang Penulisan Kitab

Umar Ibn Ahmad Baradja lahir di Surabaya dan dibesarkan dalam

lingkungan keluarga yang agamis. Beliau sangat tekun beribadah dan

mengamalkan ilmunya dengan niat tulus ikhlas, serta selalu menghiasi dirinya

dengan akhlak yang mulia. Ustadz Umar juga tekun dalam menuntut ilmu

agama dan Bahasa Arab, sehingga ia menguasai dan memahaminya.

Sebagai seorang pendidik di beberapa madrasah ia sangat

memperhatikan masa depan anak didiknya dan masa depan bangsanya. Sebab

masa depan bangsa terletak pada generasi muda. Untuk menciptakan suatu

negara yang aman dan makmur, maka warga negaranya harus berakhlak

(28)

Sebagaimana syair yang dikutip oleh Umar Ibn Ahmad Baradja di dalam

kitabnya

1 j \a& jjL i vii \_^ tjyX AVI ^ j Sesungguhnya kekalnya suatu bangsa adalah selama akhlaknya kekal, jika akhlaknya sudah lenyap, maka musnah pulalah bangsa itu .2

Pentingnya akhlak dalam kehidupan manusia baik kehidupan individu

maupun kehidupan masyarakat, Umar Ibn Ahmad Baradja berharap kepada

para orang tua atau wali murid dan para pengajar atau guru-guru, untuk

memperhatikan pendidikan anak dengan sebaik-baiknya, dengan mengawasi

dan memperhatikan tingkah laku putra-putra dan anak didik yang menjadi

tanggung jawab kita semua, menanamkan tingkah laku yang lahir di lubuk hati

mereka, dan menjauhkan mereka dari tingkah laku yang tercela agar mereka

menjadi orang-orang yang terdidik dan beradab, yang berguna bagi diri dan

bangsa mereka.

Apalagi hidup di tengah-tengah zaman yang mengalami kemerosotan

moral atau akhlak, dimana juga pendidikan akhlak telah tersisihkan,

memperhatikan tingkah laku dan putra-putra anak didik dari awal

perkembangannya adalah merupakan suatu hal yang sangat penting sekali dan

tidak boleh diremehkan. Karena hal itu merupakan kunci kebahagiaan bagi

anak didik di masa depan. Sebaliknya jika membiarkan anak didik hingga

terbiasa dengan tingkah laku yang buruk, maka masa depan anak didik akan

2

(29)

menjadi buruk, sulit untuk dididik kembali, atau tidak mungkin dididik lagi

selama-lamanya.3

Melihat pentingnya pendidikan akhlak atau moral, maka Umar Ibn

Ahmad Baradja terdorong hatinya untuk menulis sebuah kitab Al Akhlak Li al

Banin. Kitab ini berisi tentang bimbingan akhlak bagi anak, yang ditujukan

kepada orang tua atau wali murid di rumah serta guru-guru atau pengajar

sebagai pedoman untuk membimbing akhlak anak didiknya.

Peranan Umar Ibn Ahmad Baradja yang sangat memperhatikan dan

merasa bertanggung jawab pada penerus bangsa yaitu diungkapkan pada

karyanya “Al Akhlak Li al BanirF. Sebagai warisan pada generasi muda pada

masa itu, generasi sekarang dan generasi yang akan datang. Secara garis besar

kitab Al Akhlak Li al Banin terdiri dari 4 jilid. Jilid pertama menerangkan

kewajiban kepada Allah, kepada Nabi, kewajiban kepada orang tua, kewajiban

kepada teman, kewajiban kepada saudara. Jilid kedua berisi tentang kewajiban

anak. Jilid ketiga berisi tentang adab-adab jilid keempat berisi tentang akhlak.

(30)

DAL AM KITAB AL AKHLAK LI ALBANIN

A. Konscp Pokok Kitab A l Akhlak Li al Banin

1. Materi Kitab Al Akhlak Li al Banin

Ustadz Umar Ibn Ahmad Baradja dalam kitabnya Al Akhlak Li al

Banin menekankan pada pendidikan akhlak yang harus ditanamkan kepada

anak. Maka penulis ungkapkan sebagai berikut:

a. Kewajiban terhadap Allah SWT

Ada dua jalur komunikasi yang dihadapi manusia dalam

hidupnya yaitu :

1) Jalur komunikasi yang bersifat vertikal, yaitu jalur komunikasi

manusia dengan Tuhan

2) Jalur komunikasi yang bersifat horisontal, yaitu jalur komunikasi

manusia dengan manusia itu sendiri.

Terhadap kedua jalur komunikasi yang dihadapi ini, baik yang

bersifat vertikal maupun horisontal, manusia harus bisa menjalin

hubungan dengan baik. Artinya manusia harus bisa menjalin hubungan

baik dengan Tuhan dan alam sekitar terutama manusia.

Membangun hubungan baik dengan Tuhan itu harus atau wajib

kita lakukan, karena Allah telah memberikan nikmat yang banyak bagi

(31)

manusia. Nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada manusia itu antara

lain adalah :

1) Allah menciptakan kita sebagai manusia sempuma dan dalam

bentuk yang sebaik-baiknya. Firman Allah dalam surat At Tiin ayat

4 yang artinya : "Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk

yan sebaik-baiknya".1

2) Allah telah memberikan perlengkapan panca indera, berupa dua

mata untuk melihat, kedua telinga untuk mendengarkan suara,lidah

untuk berbicara, dua tangan untuk digunakan dalam berbagai

pekerjaan, dua kaki untuk berjalan, dan akal untuk mengenal mana

yang baik dan mana yang buruk.1 2

3) Allah telah menunjukkan agama Islam kepada kita.

4) Allah telah memberikan kesehatan.

5) Allah telah memberikan kasih sayang di dalam hati setiap orang

tua. Sehingga mereka mendidik anak-anaknya dengan pendidikan

yang baik.3

Demikian banyaknya nikmat yang diberikan Allah kepada

manusia. Sepantasnyalah manusia membalas itu semua dengan cara

menjalankan semua kewajiban. Adapun kewajiban-kewajiban manusia

kepada Tuhannya (Allah) adalah :

1 Umar Ibnu Ahmad Baradja, A t A khlak L i A t Banin, Jilid 2, Surabaya, Maktabah Muhammad Ibnu Ahmad Nabhan wal Auladuhu, t.t., him. 6

2 Umar Ibnu Ahmad Baradja, A t A khlak Li A t Banin, Jilid 1 Surabaya, Maktabah Muhammad Ibnu Ahmad Nabhan wal Auladuhu, t.t., him.5-6

(32)

1) Beriman kepada Allah yaitu wajib mempercayai dan meyakini

bahwa Allah itu ada.

2) Mencintainya lebih dari apapun

3) Bersyukur kepada Allah atas kenikmatan-kenikmatanNya dengan

cara melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya.

4) Takut kepada Allah

5) Meminta pertolongan hanya kepada Allah serta bertawakal

kepadaNya

6) Mencintai malaikat-malaikatNya, Rasul-rasul dan Nabi-nabinya

serta mencintai hamba-hambanya yang sholeh.

b. Kewajiban kepada Nabi Muhammad saw

Seperti juga akhlak kepada Allah, maka akhlak kepada Nabi

Muhammad saw yang pertama adalah beriman kepada Nabi

Muhammad saw. Percaya bahwa beliau adalah betul nabi dan utusan

(Rasul) Allah kepada manusia.

Yang kedua ialah taat dan tunduk kepada Nabi Muhammad saw.

Bagi umat Islam taat dan tunduk kepada Nabi Muhammad saw

adalah suatu keharusan. Karena melalui beliaulah agama Islam

diturunkan di muka bumi ini. Dan dengan perantaraan beliau kita

mengenal Tuhan kita dan dapat membedakan antara yang halal dan

yang haram.4 Jadi sebagai umat Islam harus mentaati Nabi saw dan

mcnjalankan semua perintahnya.

(33)

Termasuk ketaatan kepada Nabi Muhammad saw adalah

membela agamanya dengan perkataan dan perbuatan. Termasuk

ketaatannya dalam membela syariat dengan segenap kemampuan, dan

mengucapkan sholawat kepada Nabi saw. sebagaimana firman Allah

/ / & / e S y I y c ^ y ^ J AS S ' £

4jil j j /

V

Artinya : Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormalan kepadanya. (A1 Ahzab : 56)5

y S

Akhlak kepada Nabi Muhammad saw yang ketiga adalah

mencintainya dengan sepenuh hati seperti kita mencintai Allah SWT di

atas segala-galanya. Sabda Nabi :

“Tidak beriman salah seorang dianlara kamu, sehingga aku lebih dicintai olehnya daripada anaknya dan ayahnya serta manusia semuanya

Cinta kepada Nabi Muhammad saw tidak cukup sekedar

dilahirkan dalam bentuk pengakuan kata-kata, melainkan harus

dibuktikan dalam bentuk yang nyata antara lain dengan :

1) Mengamaikan dan mcmatuhi agama Islam yang diajarkannya, baik

yang terdapat dalam A1 Qur'an, maupun hadits

2) Bcrjuang menegakkan, mengembangkan dan membela ajaran-

ajarannya, termasuk pula menjaga kemumiannya dari bid’ah dan

kurafat. * l

5Ibid., him. 10 l'lhid., him. 9

(34)

3) Memuliakan Nabi Muhammad saw dan memperbanyak sholawat

kepadanya.

4) Memuliakan keluarga dan sahabat-sahabatnya.

5) Mengikuti nasihat-nasihatnya dan mengamalkannya dalam

perikehidupan.

c. Kewajiban kepada orang tua

Hidupnya orang tua, ibu dan bapak merupakan kenikmatan

terbesar dari Allah bagi kita. Serta berkah dan rahmat bagi kita yang

kita nikmati dengan memandang mereka. Sehingga dari jalur

komunikasi yang bersifat horisontal yaitu jalur komunikasi antara

manusia dengan manusia, orang tua menduduki tempat paling istimewa

setelah Allah dan RasulNya. Karena ibu dan bapak sangat besar jasanya

kepada kita. Tidak ada manusia di muka bumi ini yang lebih besar

jasanya kepada kita dari pada ibu bapak kita masing-masing. Dengan

susah payah kita dikandungnya, dilahirkan, didewasakan, dididik dan

dicukupi segala kebutuhan hidup kita. Karena keduanya menginginkan

anaknya tumbuh dengan akhlak yang luhur dan adab yang sempuma,

bcrpegang pada agama, dihargai diantara orang-orang dan bermanfaat

bagi diri sendiri serta masyarakat.7

Berbakti kepada kedua orang tua itu wajib bagi seorang anak

scbagaimana diperintahkan Allah dalam firmanNya :

(35)

# i p '

^

• ^ V y

^ L j

"Dan Juhanmu telah memerintah/can supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapa/cmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecii'. (A1 Isra’ : 23 - 24)

Berbuat baik kepada ibu bapak tidak saja harus dilakukan pada

waktu keduanya dalam kondisi hidup, tetapi juga ssesudah keduanya

meninggal.

1) Cara-cara berbuat baik kepada orang tua (ibu bapak) yang masih

hidup, ialah

a) Mencintai mereka dari lubuk hati yang paling dalam dengan

penuh kehormatan

b) Mendengar nasihat-nasihatnya dan mematuhi perintah-

perintahnya

c) Bersikap sopan terhadap mereka dan berbicara dengan perkataan

yang baik

(36)

e) Tidak berdusta

f) Meminta maaf apabila melakukan kesalahan

2) Cara-cara berbuat baik kepada orang tua (ibu bapak) yang telah

mcninggal dunia, ialah :

a) Berdoa untuk almarhum, memohonkan ampun kepada Tuhan

atas segala dosa-dosanya

o

b) Bersedekah untuk kedua orang tua

Tiada suatu yang menggembirakan orang tua selain melihat

anak yang menyenangkan hati mereka, berbakti, taat, bersopan santun

dan cerdas.

d. Kewajiban terhadap Guru

Kewajiban mcngajar dan mcndidik anak adalah tanggung jawab

orang tua. Tetapi banyak orang tua yang tidak mampu mengajar dan

mcndidik anak-anaknya. terutama tidak mampu mengajar ilmu-ilmu

pengetahuan. Karenanya tugas ini dilimpahkan kepada orang lain yang

mampu mengajar dan mendidiknya yang disebut guru. Guru adalah

orang yang kita mendapatkan pendidikan dan pengajaran dari dia baik

formal maupun-informal. Guru itu sangat berjasa bagi kita. Karena dia

telah mendidik kita dan mengajari kita ilmu yang berguna serta

memberi nasihat-nasihat yang berguna.9

Nilai ilmu dan pendidikan yang diberikan oleh guru, tidak dapat

diukur dengan nilai uang atau materi dan tidak dapat disamakan dcngan

(37)

materi atau dinilai dengan materi. Sebab ilmu apabila dimanfaatkan

akan mendatangkan materi dan kebahagiaan hidup. Apabila dengan

ilmu agama akan mendatangkan kebahagiaan hidup di dunia dan di

akhirat. Sehingga kewajiban seorang murid kepada gurunya hampir

sama dengan kewajiban kepada orang tuanya.

Adapun kewajiban murid terhadap gurunya adalah

1) Mematuhi nasihat-nasihatnya dan tunduk terhadap perintah-

perintahnya, bukan karena takut hukuman, tetapi demi menjalankan

kewajibannya dengan tulus ikhlas.

2) Bersikap rendah hati

3) Menghormatinya

4) Memberi salam dan berjabat tangan ketika bertemu

5) Tidak melupakan kebaikannya, baik masih menjadi murid maupun

sudah keluar dari sekolah.

c. Kewajiban kepada Saudara

Orang-orang yang paling dekat dengan kita setelah kedua orang

tua adalah saudara-saudara kita, baik saudara laki-laki maupun saudara

perempuan. Sehingga selain berbuat baik kepada orang tua kita juga

harus berbuat baik kepada saudara kita. Orang tua akan merasa senang

apabila melihat anaknya hidup rukun atau bersatu.

Kewajiban terhadap saudara adalah :

1) Menghormati saudara yang lebih tua dan mencintainya dengan

(38)

2) Menyayangi saudara yang lebih muda dan mencintainya.

3) Jangan memukul atau memaki

4) Jangan merusak mainannya

5) Jangan bertengkar

6) Memaafkannya apabila saudara kita bersalah

7) Mcmbantunya apabila membutuhkan bantuan.10

f. Kewajiban kepada Tetangga

Tctangga adalah orang yang mendiami rumah berdampingan

dcngan rumah kita, dan ada tetangga yang agak jauh, yang tidak

berdampingan dengan rumah kita. Tetangga yang paling dekat dcngan

rumah kita mempunyai hubungan yang sangat erat dengan kita. Mercka

seperti saudara sendiri. Sehingga tetangga itu mempunyai peran yang

sangat penting bagi kehidupan kita, sebagaimana yang kita rasakan

sclama ini. Karena sangat pentingnya, kadang-kadang peranannya

melcbihi peranan keluarga dan saudara yang tempatnya jauh. Kalau kita

sedang mempunyai kerja, sedang mendapat kesusahan seperti kematian,

kecurian, atau kecelakaan-kecelakaan yang lain, maka tetangga-

tetangga itulah yang pertama-tama membantu menolong. Oleh karena

itu sudah sepantasnya kita berbuat baik kepada tetangga.

Kewajiban kepada tetangga menurut Umar Ibnu Ahmad Baradja

adalah :

(39)

1) Mencintai mereka dan berbuat baik kepada mereka

2) Bersikap sopan terhadap mereka, mengucap salam ketika bertemu

tersenyum dihadapannya

3) Tidak boleh sombong

4) Membantu bila mereka memerlukan bantuan

5) Menjenguk ketika mereka sakit dan mendo'akannya agar dapat

sembuh

6) Tidak mengganggu mereka.'1

Tetangga itu ada 3 macam yaitu tetangga yang mempunyai satu

hak, tetangga yang mempunyai dua hak dan tetangga yang mempunyai

tiga hak. Tetangga yang mempunyai tiga hak adalah tetangga muslim

yang mempunyai ikatan kerabat. Maka ia mempunyai hak sebagai

tetangga, hak Islam, dan hak kerabat. Adapun tetangga yang

mempunyai dua hak adalah tetangga muslim. Ia mempunyai hak

tetangga dan hak Islam. Sedang tetangga yang mempunyai satu hak

adalah tetangga musyrik yang hanya mempunyai hak tetangga.* 12

g. Kewajiban kepada Teman

Teman ada bermacam-macam. Ada teman yang • senasib

sepenanggungan, yang sejalan selalu beriring, merasakan susah apabila

temannya susah, dan bergembira apabila temannya bergembira. Teman

yang akrab yang betul-betul teman adalah apabila kita dalam kesusahan.

(40)

dia tetapmemperlakukan kita sebagai teman dan bahkan menolong

untuk meringankan kesusahan.

Kewajiban kita kepada teman agar pertemanan/persahabatan

tctap terjalin dengan baik adalah :

1) Mencintai mcrcka dan menghormati yang lebih tua dari kita, serta

menyayangi yang lebih muda dari kita.

2) Bekerjasama dengan mereka dalam memelihara peraturan dan

ketenangan ketika belajar.

3) Memberi maaf bila temannya minta maaf atas kesalahannya.

4) Tidak sombong, dengki, dusta, mengadu domba dan lain-lain

5) Membantu mereka yang membutuhkan bantuan

6) Mendoakan mereka bila tidak hadir ke sekolah.

7) Jangan mengganggunya

8) Berbicara dengan baik.

h. Akhlak Mahmudah

Akhlak manusia terdiri atas akhlak terpuji dan akhlak tercela.

Akhlak terpuji disebut akhlak mahmudah dan akhlak tercela disebut

akhlak mazmumah. Jadi akhlak mahmudah maksudnya adalah

perbuatan-perbuatan yang baik yang datang dari sifat-sifat batin yang

ada dalam hati menurut syara’. Sehingga akhlak mahqiudah harus

dimiliki oleh seitap orang. Sedangkan akhlak mazmumah maksudnya

adalah perbuatan-perbuatan buruk yang dibenci oleh Allah dan

(41)

Umar Ibnu Ahmad Baradja banyak menjelaskan akhlak * i

mahmudah. Tetapi penulis akan menerangkan yang pokok-pokok saja :

1) Malu

Malu adalah pokok segala keutamaan dan sumber segala

adab. Karena dengan rasa malu manusia akan terhindar untuk

mclakukan hal-hal yang tercela yang bisa menghancurkan dirinya.

Menurut Umar Ibnu Ahmad Baradja rasa malu dibagi

menjadi 3 bagian yaitu :

a) Rasa malu terhadap Allah Azza wajalla

Rasa malu kepada Allah adalah sendi keutamaan dan

pokok dasar budi pekerti yang mulia. Karena dengan adanya

rasa malu kepada Allah, maka seseorang akan menjalankan

perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, baik

ketika dilihat orang atau ketika sendirian.

b) Rasa malu terhadap manusia

Hal ini akan terwujud apabila kamu menjaga pandangan

dari sesuatu yang tidak halal, menghargai setiap orang yang

meiniliki keutamaan dan menghargai orang-orang Vang patut

dihargai menurut deraj at mereka, seperti : ayah, ibu, guru-guru

serta orang-orang yang lebih tua dari kamu.

c) Rasa malu terhadap diri sendiri

Hal ini akan terwujud tidak melakukan suatu perbuatan

(42)

mengetahuinya. Orang beradab berkata : “Barangsiapa

melakukan suatu perbuatan di kala sendirian (tidak merasa

malu), tetapi apabila ia melakukannya secara terang-terangan

merasa malu, maka ia tidak menghargai dirinya”13

Setiap orang sebetulnya mempunyai rasa malu, entah besar

atau kecil yang merupakan semacam kekuatan preventif di dalam

dirinya. Rasa malu dapat menghindarkan seseorang dari terjatuh

kepada kehinaan, yaitu mencegah dari perbuatan rendah, sifat

pengecut, kikir, dusta, khianat dan kebodohan. Tetapi karena sebab

yang bermacam-macam, rasa malu itu dapat luntur dan pudar

sedikit demi sedikit, dan akhimya lenyap sama sekali. Kalau malu

sudah lenyap, yang berarti orang sudah tidak punya malu lagi maka

tidak akan dapat diharapkan kebaikan timbul daripadanya.

Di zaman sekarang ini banyak orang yang malu melakukan

kebaikan, tapi tidak malu melakukan keburukan (perbuatan-

perbuatan tercela).

2) Qonaah

Qonaah adalah menerima dengan rela apa yang ada atau

merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Qanaah yang diajarkan

Islam adalah qonaah hati bukan qonaah ikhtiar. Maksudnya

menerima dengan apa yang dimiliki tapi ia tetap bekerja bukan

hanya berpangku tangan. Karena tidak mau bekeija itu namanya

(43)

malas bukan qonaah. Orang yang bertakwa kepada Allah niscaya ia

akan percaya pada takdir Allah, dan jiwanya tetap tenang.

Qonaah itu bersangkutan dengan sikap hati (sikap mental)

dalam menghadapi apa yang kita miliki atau dalam menghadapi apa

yang menimpa diri kita. Tetapi kita tetap bekerja sebagaimana

mestinya sambil tetap bertawakal kepada Allah. Bersyukur kepada

Allah apabila yang kita usahakan berhasil dan ketika tidak berhasil,

kita terima dengan senang hati, tabah dan penuh kesabaran.

Menurut Umar Ibnu Ahmad Baradja ikhlas adalah beramal

bagi Allah semata, bersih dari campuran niat-niat lain. Jadi orang

yang beramal karena ingin dipuji orang atau yang lain, rnaka akan

sia-sia karena tidak syah dan amalnya tidak diterima oleh Allah.

Oleh karena itu Umar berpendapat ikhlas adalah dasar-dasar amal

dan jiwanya.14

Bersikap ikhlas dalam keyakinan dan perkataan akan

membawa keberuntungan dan mendapatkan ridho dari Allah. Di

dalam A1 Qur'an Allahpun berfirman menyuruh umatnya untuk

bcrbuat ikhlas : 3) Ikhlas

(44)

Artinya : radahal mere lea tidak disuruh kecudli supayd menyembdh Alldh dengdn memurnikdn ketd'dtdn kepddd-Nyd ddlam (menjdldnkdn) dgdmd dengdn lurus, ddn supdyd mereKd mendirikdn shdldt ddn menundikdn zdkdt; ddn ydng demikidn ituldh dgdmd ydng lurus. (A1 Bayyinah : 5)

4) Shidiq

Shidiq berarti jujur atau berbuat benar. Benar adalah

sesuainya sesuatu dengan kenyataannya yang sesungguhnya, baik

berupa perkataan maupun perbuatan.

Macam-macam sikap benar Umar Ibnu Ahmad Baradja

berpendapat itu ada 5 yaitu :

a) Bersikap benar dalam niat ialah tidak mempunyai pendorong

dalam gerak dan diam kecuali Allah dan bukan karena hawa

nafsu.

b) Bersikap benar dalam tekat adalah mempunyai kemauan yang

benar untuk melakukan berbagai kebaikan dan tidak memiliki

kecondongan maupun kebimbangan. Misalnya bertekat

mcmanfaatkan ilmu yang dikaruniai oleh Allah kepada orang

lain.

c) Bersikap benar dalam melaksanakan maksud ialah apabila

bertekat melakukannya, kemudian melaksanakannya, dan tidak

mundur darinya. Misalnya, apabila Allah mengaruniaiku harta,

atau akan menyedekahkannya, maka janganlah mundur dari

(45)

d) Bersikap benar dal am perbuatan ialah : apabila tidak

menampakkan perubatan-perbuatan yang berlainan dengan isi

hati.

e) Bersikap benar dalam berbagai amalan agama. Misalnya benar

dalam mengesakan Allah, sangat hati-hati dari syirik, takut

dengan siksa Allah dan berharap akan pahalanya.15

Benar atau jujur itu merupakan pokok atau semacam induk

dari sifat-sifat baik yang lain yang membawa seseorang kepada

kebaikan. Karena itu agama memerintahkan kepada kita agar

berbuat benar dalam semua perkataan dan keadaan, walaupun hal

itu menimbulkan bahaya bagi kita. Allah ta’ala berfirman (Surat At

Taubah ayat 119)

ljAi \ / j i \ 1^11

Artinya : lia i orang-orang yang Deriman, bertalcwalah Kepada Allah, clan henclaklah kamu bersama orang-orang yang benar.

Kebenaran dan kejujuran adalah sendi terpenting bagi

berdiri tegaknya masyarakat. Tanpa kebenaran akan hancurlah

masyarakat, sebab hanya dengan kebenaran maka dapat tercipta

adanya saling pengertian satu sama lain dalam masyarakat. Tanpa

adanya saling pengertian tidak mungkin terjadi tolong menolong.

Sedangkan bahasa itu dicipta juga untuk kepentingan saling

(46)

pengertian itu, yang tanpa itu tidak mungkin terjadi kehidupan

masyarakat.

Sabar itu terbagi menjadi 3 macam yaitu sabar terhadap

musibah, sabar untuk meninggalkan maksiat, dan sabar dalam

melakukan ketaatan.

Seorang penyair berkata tcntang sabar sebagai berikut:

Artinya: Janganlah berputus asa sekalipun lama mencapai

Seseorang yang berakal ialah yang sabar menempuh segala

kesulitan, berhati tabah menghadapi segala rintangan serta berani

mengorbankan jiwa untuk menyingkirkan apa yang menghalang-

halangi usahanya dengan penuh kesungguhan dan kebenaran,

bahkan tidak akan mundur setapakpun demi mencapai cita-cita.

Sabar itu tidak ada batasnya, dalam pengertian pertama.

Yang dimaksud sabar ialah menahan diri (pada saat menerima

musibah ataupun pada waktu mampu berbuat) untuk tidak bertindak

mengikuti hawa nafsu yang bertentangan dengan peraturan Allah

dan petunjuk Rasulullah saw.

Dalam pengertian kedua, sabar adalah jalan pemecahan yang

terbaik. Sabar sebagai jalan keluar yang terbaik, tclah diakui

kebenarannya secara universal. Siapapun yang mau berfikir secara

5) Sabar

(47)

jemih, pasti akan sampai pada kesimpulan ini. Allah berfirman

dalam A1 Qur'an surat A1 Anfal ayat 66 sebagai berikut :

; / t /y S ' ^ 4 c y . S / * * s ' < y / . - ' s ' ' Z ' ' \ r '

4jU p>s*3 j> p l p j <0^ ^{1JS>- j j i

jSl>

p^w*

jJiU ijA»

o y \* 0

( ■a £

Artinya : beKarang Allan tel ah meringanican Kepadamu aan Uia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jiKa ada di antaramu seralus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang; dan jika di antaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orangyang sabar.

Kebencian tidak pemah bisa diredam dengan kebencian.

Hanya dengan cinta kebencian bisa mereda. Pelampiasan emosi

hanya akan mendatangkan kepuasan sesaat saja, yang pada akhimya

senantiasa mendatangkan penyesalan.

Sabar dalam pengertian ketiga adalah perintah Allah SWT.

Bahwa sabar adalah suatu perintah Allah maka sabar dilakukan

bukan lantaran tcrpaksa, tetapi sabar dijalankan dengan penuh

kesadaran (bemiat) bahwa ini perintah Allah yang harus ditaati dan

dilaksanakan, yaitu sebagaimana halnya kita ikhlas mengerjakan

shalat. Indikator keberhasilan pelaksanaan sabar adalah rasa ikhlas.

Jadi, bila telah sabar namun hatinya masih merasa panas, maka

berarti sabar belum dilaksanakan secara benar. Yang dilakukan

sebenamya adalah hanya terpaksa mengalah atau menerima, karena

(48)

6) Syukur

Menurut Umar Ibnu Ahmad Baradja rasa syukur itu adalah pcngalihan pandangan hamba atas semua kenikmatan yang

dibcrikan Allah kepadanya menjadi renungan untuk apa dia

diciptakan. Rasa syukur itu dinyatakan dengan hati, lisan dan

anggota tubuh.

Pertama pemyataan syukur dengan hati. Yaitu selalu

mengingat Tuhanmu dengan hati yang disertai kecintaan dan

pengagungan serta menggambarkan semua kenikmatan dari Allah

(sengaja berbuat kebaikan).

Kedua pemyataan syukur dengan lisan ialah mengingatNya

dengan puji-pujian menunjukkan rasa syukur kepada-Nya. Misal :

membaca A1 Qur'an, shalawat atas Nabi saw, berbicara dengan baik.

Ketiga pemyataan syukur dengan anggota tubuh, yaitu

beribadah kepada-Nya, dengan mengerjakan shalat, berpuasa,

mengeluarkan zakat, pergi haji ke Baitullah, dan menggerakkan

anggota tubuh untuk perbuatan yang diridhoi Allah SWT.

Bersyukur adalah satu hal yang diperintahkan oleh Allah atau

Rasulnya. Firman Allah yang artinya : “Karena itu, ingatlah kamu

kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah

kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni'mat)-Ku” (A1

(49)

Kadang-kadang orang sudah mengerti nikmat karunia yang

diperolehnya dari Allah dan sudah menyadari sepenuhnya, akan

tctapi ia tidak dapat melakukan kesyukuran sebagaimana mestinya.

Karcna ia dikalahkan oleh pengaruh hawa nafsunya atau dikalahkan

oleh syaitan yang menggoda dan menyesatkan.

Bersyukur itu bukan hanya sekedar mengucapkan syukur

‘Alhamdulillah wa syukurillaK tetapi memanfaatkan nikmat karunia

itu untuk perbuatan-pcrbuatan yang diridhoi oleh Allah, dan bukan

untuk perbuatan-pcrbuatan kemaksiatan yang dilarang oleh-Nya.

Apabila akhlak yang mulia itu tertanam pada setiap pribadi,

hingga menjadi si fat dan tabiat dari pribadi dalam masyarakat

dan bangsa, Insya Allah bangsa itu akan hidup tenang, damai dan

sejahtera.

Akhlak Mazmumah

Seperti telah dikemukakan bahwa akhlak mazmumah ialah

akhlak yang buruk, akhlak yang tercela. Termasuk akhlak mazmumah

ialah.

1) Dusta atau Bohong

Arti dusta ialah pemyataan tentang sesuatu hal yang tidak

cocok dengan keadaannya yang sesungguhnya, dan ini tidak hanya

menyangkut perkataan tetapi juga perbuatan. Maksudnya, dusta

(50)

Dusta adalah penyakit yang jahat. Karena dusta adalah

pokok setiap dosa dan sumbcr sctiap kejahatan serta sumber setiap

kesengsaraan dan kehinaan. Sehingga Umar pun berkata “Pendusta

itu lebih keji daripada pencuri, karena pencuri adalah mencuri

hartamu sedangkan pendusta adalah mencuri akalmu”. 16

Setiap orang di dunia sangat memerlukan adanya

kepercayaan dari masyarakat terhadap dirinya. Maka dari itu

janganlah kamu berdusta, walaupun terhadap anak kecil. Dalam

hadits disebutkan : “Barang siapa berkata kepada anak kecil

‘kemarilah ambil m il' kemudian tidak memberinya, maka itu

adalah dusta’'.17Ini adalah ajaran dari Rasul saw bagi setiap orang

yang mengurusi pcndidikan anak-anak, sehingga mereka menjadi

besar di atas kebenaran sejak kecil dan tidak menganggap dusta

sebagai dosa kecil.

Perkataan dusta itu pada awalnya dimaksudkan untuk

mcmentingkan keuntungan diri sendiri. Tetapi pada dasamya ia

akan berakibat buruk kepada yang berdusta. Seandainya ketahuan

bahwa ia berdusta meskipun hanya satu kali, maka hil&nglah

kepercayaan orang kepadanya, yang pada gilirannya akan

merendahkan bahkan bisa menghilangkan status dan martabatnya.

Jika sifat dusta ini telah merajalela di masyarakat, maka tidak bisa

(51)

diharapkan terwujud keamanan dan kedamaian dalarn kehidupan

bersama.

2) Sombong

Sombong atau takabur adalah suatu perasaan yang terdapat

di dalarn hati seseorang bahwa dirinya hebat, mempunyai

kelebihan dari orang lain. Sesuai dengan maknanya ini, maka orang

yang sombong sclalu menganggap dirinya lebih, sedang orang lain

sclalu dipandang scrba rendah. Dan ini tidak peduli apakah

anggapan itu berdasarkan kenyataan atau tidak.

Sikap yang demikian ini berakibat, ia tidak tahu diri, sulit

menerima kelemahan atau kesalahan dirinya dan kelebihan atau

kebenaran orang lain. Kesombongan dapat mendorong seseorang

untuk berakhlak buruk, yang merupakan pintu-pintu neraka.

Misalnya dengki, dendam, dusta, marah, penghinaan orang lain,

dan keengganan menerima nasihat. Orang yang sombong tertutup

hatinya dan petunjuk yang diberikan, sedikitpun tidak akan

dihiraukannya. Sebagaimana firman Allah ta’ala : demikianlah

Allah menutup hati orang yang sombong dan sewenang-wenang”

(QS. A1 Mukmin : 35).18

Tanda-tanda sombong ialah :

a) Enggan menerima kebenaran

(52)

b) Menyombongkan ibadah, keshalihan, harta, ketampanan, keturunan dan kekuatan.

c) Memuji dirinya dan mcnccla orang lain.

Sombong dapat dikelompokkan menjadi 3 macam, yaitu

sombong kepada Tuhan, sombong kepada Rasul dan sombong kepada

sesama manusia.

Adapun sombong kepada Tuhan berupa sikap tidak mau

memperdulikan ajaran-ajaran Tuhan, memandang enteng ancaman

Tuhan, bahkan merasa diri menjadi rendah dan hina sekiranya

mematuhi ajaran-ajaran Tuhan itu. Sombong kepada Rasul berupa

sikap dimana orang merasa rendah dirinya kalau mengikuti dan

mematuhi Rasul tersebut, karena umpamanya Rasul itu berasal dari

anak yatim yang miskin dan sebagainya. Sedangkan sombong

kepada sesama manusia berupa sikap mengejek teman-temannya,

menghina orang lain dan sebagainya.

3) Marah

Marah itu terjadi ketika seseorang mengalami kekecewaan

karena apa yang diinginkan tidak tercapai, atau tidak sesuai dengan

yang diharapkan.

Umar Ibnu Ahmad Baradja berkata, marah karena Allah

bukan karena menuruti hawa nafsu, adalah sifat terpuji dan

diperintahkan melakukannya serta dinamakan keberanian yang

(53)

dikerjakan dan kezaliman dilakukan serta kebenaran diingkari.19 Misalnya, marah terhadap raja yang dzalim. Karena dengan marah

itu kita akan berusaha mengembalikan negeri kita atau merebutnya

dari penguasa yang dzalim.

Cara-cara menenangkan marah menurut Umar Ibnu Ahmad

Baradja harus memperhatikan beberapa hal, diantaranya :

Pertama : merenungkan ayat-ayat A1 Qur'an dan hadits-hadits Nabi

tentang keutamaan menahan diri.

Kedua : mengingat Allah dan membayangkan kekuasaan Allah atas

diri kita yang lebih besar daripada kekuasaan kita untuk membalas

dendam.

Ketiga : jangan mendengarkan perkataan setan.

Keempat : memperingatkan pada diri sendiri akan akibat balas

dendam.

Kelima : berfikiran kebutuhan muka kita pada waktu marah.20

4) Dengki

Dengki ialah rasa atau sikap tidak senang atas kenikmatan

yang diperoleh orang lain, dan berusaha untuk menghilangkan

kenikmatan itu dari orang lain tersebut baik dengan maksud supaya

kenikmatan itu berpindah ke tangan sendiri atau tidak.

Sebab-sebab yang menimbulkan rasa dengki antara lain

adalah :

(54)

a) Permusuhan dan kebencian

b) Meninggikan diri dan bersikap sombong

c) Takut tidak mencapai maksudnya. Ini biasanya terjadi antar

kerabat dan teman.

d) Jiwa yang jahat dan watak yang rendah. Dia tidak

menginginkan kebaikan bagi seseorang dan merasa berat atas

kenikmatan Allah atas hamba-hambaNya.21

Penyakit dengki ini sangat berbahaya dan sukar diobati

dengan terapi biasa. Penyakit dengki sangat merusak, mengganggu

dan menghilangkan kebahagiaan hidup. Dengki juga dapat

menyebabkan persengketaan, permusuhan, penipuan, fitnah, dan

lebih jauh lagi dapat menyebabkan timbulnya perang dan mala

petaka dalam masyarakat. Sehingga selama rasa dengki itu

bersarang di dalam hati seseorang selamanya ia tidak akan

mendapatkan rasa bahagia dalam hidupnya.

5) G hi bah

Menggunjing atau mengumpat adalah suatu perbuatan yang

suka membicarakan mengenai diri orang lain di belakang

orangnya. Sedangkan bila orang yang dibicarakan itu mendengar ia

akan marah dan membencinya.

Arti ghibah disebutkan dalam sebuah hadits : LLNabi saw

bersabda : tahukah kalian apakah itu ghibah itu? mereka

menjawab “Allah dan RasulNyalah lebih tahu” Rasulullah saw

(55)

bersabda : “Apabila kamu menyebut saudaramu dengan sifat yang

tidak disukainyaa da yang mengatakan : “Apakah pendapatmu

jika pada diri saudaraku terdapat apa yang aku katakan?”

Rasulullah saw bersabda : “Jika terdapat padanya apa yang kamu

katakan maka kamu menggunjingnya, jika tidak terdapat padanya

apa yang kamu katakan maka kamu telah memfitnahnya

Sebab-sebab timbulnya ghibah menurut Umar Ibnu Ahmad Baradja adalah:

a) Marah. Orang yang marah pada seseorang dan menjadi

dendam maka dia selalu menggunjing orang lain tersebut.

b) Apabila menghadiri suatu majlis yang penghuninya

menggunjingkan seseorang dan dia takut menegurnya atau

meninggalkan majlis tersebut

c) Kesombongan

d) Dengki

e) Menghabiskan waktu untuk tertawa dan omong kosong

sehingga ia bergurau dengan mencela kehormatan orang

lain.22

Orang yang suka menggunjing diserupakan oleh Allah

dengan pemakan daging bangkai. Firman Allah : “...dan janganlah

sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah

seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah

(56)

mat'x? Tentulah kamu merasa jijik kepadanya...” (QS. A1 Hujarat :

12)

Ada 4 syarat bagi seseorang yang taubat dari ghibah yaitu

menyesal di dalam hati, berhenti dari dosa, bertekat untuk tidak

kembali melakukan dosa itu serta meminta dihalalkan dari orang

yang digunjingkannya dengan meminta maaf dan bersikap murah

hati.23

2. Metode Pendidikan dalam Kitab Al Akhlak Li al Banin

Metode penyajian yang diterapkan oleh Umar Ibnu Ahmad Baradja

dalam kitab Al Akhlak Li al Banin antara lain

a. Dengan Menggunakan Nasehat

Diantara metode pendidikan yang populer sejak diilu adalah

dengan cara nasehat, sebab manusia itu sangat senang dan selalu

memperhatikan jika mendengar nasehat dari orang lain yang

dicintainya. Maka dalam kondisi yang demikian ini, nasehat sangat

mampu berpengaruh pada diri orang yang mendengamya.

Umar Ibnu Ahmad Baradja pun lebih banyak menerapkan

metode nasehat di dalam mcndidik akhlak anak. Sebagai contob adab

pada waktu duduk. “Duduklah dengan gaya yang baik, yaitu tegak dan

tenang, tidak membengkokkan kepala atau badan dan tidak

mengulurkan kedua kaki, tidak menyembunyikan jari-jarimu dan tidak

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapatdisimpulkan bahwa, (1)Al- Ustadz ‘Umar bin Achmad Baradja adalah seorang ulama yang memiliki akhlak yang sangat mulia.. Sejak kecil

23 Al-Ustadz Umar bin Achmad Baradja, (1991), Bimbingan Akhlak Bagi Putra-Putra Anda Jilid I, Surabaya: Buku Teladan 12.. oleh orangtuanya sedari kecil, maka orangtuanya

Pendidikan karakter (akhlak) sangatlah penting sekali bagi masa depan anak. Kata Kunci: Pemikiran Umar Bin Ahmad Baradja Al-Baradja, Al-Akhlak Lil-Baniin, Pendidikan,

Pada kitab Tahdzib al-Akhlaq, Ibnu Miskawaih menyebutkan tujuan pendidikan akhlak yang diinginkan adalah mewujudkan peserta didik yang berbudi pekerti susila dan punya ilmu

Setelah dilakukan penelitian sanad terhadap hadis-hadis akhlak kepada kedua orang tua yang terdapat di dalam kitab al-Akhlāq li-al-Banīn karya Umar bin Ahmad

Maka Kitab al- Akhlaq lil Banat terhadap Pendidikan akhlak anak di Indonesia sangatlah berkesinambungan, karena baik dari segi materi isi kitab, metode yang dipakai dan

Syaikh Umar Baraja juga menggunakan metode dengan cara menasehati dan memberikan contoh kepada anak-anak agar memiliki akhlak yang baik sebagaimana Syekh Umar Baraja mengatakan

Deskripsi Kontribusi Pembelajaran Kitab Akhlak Lil Banin Dalam Membentuk Karakter Religius Santri Di TPQ Taman Pendidikan Qur’an Al-Hikmah Songgon Banyuwangi Berdasarkan hasil