• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN PERBANKAN DAN SISTEM PEMBAYARAN

3.1. Perkembangan Jaringan Kantor

3.3.2. Konsentrasi Kredit

KAJIAN EKONOMI REGIONAL

Perkembangan Perbankan dan Sistem Pembayaran Daerah

31

Rp25,79 triliun, sedangkan pada kelompok bank milik swasta nilainya mencapai Rp14,51 triliun. Sementara itu, dari sisi jenis valuta, lebih dari 90% kredit yang disalurkan oleh bank umum di Riau utamanya berupa mata uang Rupiah dengan nilai nominal sebesar Rp38,73 triliun (Tabel 3.4).

Tabel 3.4. Posisi Kredit Bank Umum Di Provinsi Riau (dalam Rp juta)

3.3.2. Konsentrasi Kredit

Menurut jenis penggunaan, penyaluran kredit produktif yang terdiri dari Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI) masih tetap mendominasi dengan pangsa mencapai 63,38% dari total kredit yang disalurkan dan mengalami pertumbuhan tahunan yang meningkat yakni dari 23,62% menjadi 25,94%. Secara spesifik, penyaluran Kredit Modal Kerja (KMK) pada triwulan I-2012 tercatat sebesar Rp14,24 triliun atau secara tahunan tumbuh sebesar 24,47%. Sementara itu, KI yang disalurkan bank umum di Riau pada triwulan II-2012 mencapai Rp11,29 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 27,84% (yoy). Hal tersebut diperkirakan tidak terlepas dari pesatnya pembangunan berbagai infrastruktur pendukung PON ke-18 yang akan dilaksanakan pada bulan September 2012 serta masih prospektifnya perekonomian Riau sehingga mampu mendorong peningkatan investasi yang dibiayai dari kredit.Di sisi lain, penyaluran kredit konsumsi (KK) oleh bank umum pada triwulan laporan mencapai Rp14,76 triliun. Secara tahunan, KK mencatat pertumbuhan sebesar 24,16% (yoy) atau lebih rendah dibandingkan dengan triwulan I-2012 yang tercatat sebesar 24,28%. II III IV I II A. Kelompok Bank 1. Bank Pemerintah 20,855,994 21,700,994 23,295,168 24,077,457 25,791,245 2. Bank Swasta 11,314,434 11,922,179 12,787,764 13,337,413 14,511,924 B. V a l u t a 1. Rupiah 31,034,189 32,370,192 34,748,115 35,966,424 38,734,053 2. Valas 1,136,238 1,252,981 1,334,816 1,448,445 1,569,115 T o t a l 32,170,427 33,623,173 36,082,931 37,414,869 40,303,168 Keterangan 2011 2012

KAJIAN EKONOMI REGIONAL

Perkembangan Perbankan dan Sistem Pembayaran Daerah

32 Grafik 3.3. Perkembangan Kredit

Menurut Jenis Penggunaan

Grafik 3.4. Pertumbuhan (yoy,%) Kredit Menurut Jenis Penggunaan

Berdasarkan sektor usaha yang dibiayai, konsentrasi penyaluran kredit bank umum di Riau utamanya masih ditujukan pada sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan nilai kredit mencapai Rp8,79 triliun atau porsinya sekitar 21,81% terhadap total kredit pada triwulan II-2012. Kredit yang disalurkan sebagian besar tertuju pada sub sektor perdagangan eceran keliling dan perdagangan yang didominasi makanan, minuman dan tembakau dengan nilai masing-masing sebesar Rp1,25 triliun dan Rp1,13 triliun. sebesar 5,70% (yoy). Sementara, pertumbuhan kredit perdagangan yang didominasi makanan, minuman dan tembakau ini mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi yakni sebesar 30,80% (yoy). Kondisi ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi sektor perdagangan yang relatif baik. Sektor ekonomi lain yang tercatat menyerap kredit cukup besar adalah sektor pertanian, dimana sebagian besar kredit diserap oleh sub sektor kelapa sawit seiring dengan peran kelapa sawit sebagai komoditas primadona di Provinsi Riau.

35,3% 28,0% 36,6% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% I II III IV I II III IV I II 2010 2011 2012

Modal Kerja Investasi Konsumsi

-5 10 15 20 25 30 35 40

II III IV I II III IV I II III IV I II

2009 2010 2011 2012

yo

y,

%

Pertumb. MK Pertumb. Inv Pertumb. Kons Total

KAJIAN EKONOMI REGIONAL

Perkembangan Perbankan dan Sistem Pembayaran Daerah

33 Tabel 3.5. Kredit Menurut Sektor Ekonomi di Provinsi Riau (Rp juta)

Pada triwulan laporan, kredit yang disalurkan ke sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi mengalami pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 49,10% dengan nilai nominal mencapai Rp1,36 triliun. Relatif tingginya pertumbuhan pada kredit ke sektor tersebut utamanya didorong oleh peningkatan penyaluran kredit ke sub sektor angkutan jalan untuk barang yang tercatat meningkat sebesar 63,64% (yoy) pada triwulan laporan. Hal ini diindikasikan tidak terlepas dari tingginya frekuensi aktivitas perdagangan lintas batas antar provinsi seperti halnya kebutuhan bahan pangan pokok serta bahan bangunan mengingat kondisi Riau yang memiliki ketergantungan cukup besar dari wilayah lain.

Tabel 3.6. Distribusi Penyaluran Kredit Lokasi Proyek Per Dati II di Provinsi Riau (Rp juta)

Menurut daerah tingkat II, kredit lokasi proyek yang diserap di Provinsi Riau sebagian besar masih terkonsentrasi di Kota Pekanbaru dengan nilai mencapai Rp22,61 triliun, diikuti oleh Kota Dumai dan Kabupaten Indragiri Hulu yang masing-masing tercatat sebesar Rp5,16 triliun dan Rp3,74 triliun. Kabupaten Indragiri Hilir dan Dumai tercatat menyerap jumlah kredit paling kecil.

I II III IV I II

1 Pertanian 5,129,220 5,200,799 5,207,971 6,662,578 6,936,742 7,548,586 2 Pertambangan 176,001 236,673 344,126 355,058 244,627 251,149 3 Perindustrian 1,573,092 1,623,518 1,654,884 1,763,623 1,758,769 1,870,186 4 Listrik, Gas dan Air 62,997 70,069 77,061 103,376 107,313 103,605 5 Konstruksi 953,155 984,813 1,076,537 983,619 895,840 977,907 6 Perdag., Resto. & Hotel 6,207,599 6,600,950 6,924,963 7,798,914 7,935,746 8,792,084 7 Pengangkutan, Pergud. 703,845 913,131 1,110,787 1,109,161 1,191,996 1,361,472 8 Jasa-jasa 2,612,464 2,807,117 2,863,246 3,065,079 3,070,879 3,366,105 9 Lain-lain 12,687,496 13,733,357 14,363,596 14,241,524 15,272,958 16,032,076

30,105,869

32,170,427 33,623,173 36,082,932 37,414,869 40,303,169

No. Sektor Ekonomi 2011

Jumlah 2012 I II III IV I II 1 Pekanbaru 18,611,610 19,892,910 21,041,768 21,666,041 22,011,832 22,618,110 2 Bengkalis 3,065,804 3,185,970 3,447,018 3,395,686 3,219,482 3,274,797 3 Dumai 6,464,333 6,811,808 6,681,126 4,719,193 4,734,703 5,159,444 4 Indragiri Hilir 1,822,435 1,885,997 2,114,061 2,258,084 2,180,437 2,267,220 5 Indragiri Hulu 3,046,743 3,170,940 3,432,272 3,606,247 3,576,043 3,740,232 6 Lainnya 12,646,388 12,573,528 13,294,986 15,445,692 15,753,150 17,137,476 45,657,313 47,521,153 50,011,231 51,090,943 51,475,647 54,197,279 No Kab./Kota 2011 2012 Jumlah

KAJIAN EKONOMI REGIONAL

Perkembangan Perbankan dan Sistem Pembayaran Daerah

34

3.3.3. Penyaluran Kredit UMKM

Pada triwulan laporan, penyaluran kredit kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) oleh bank umum di Riau mencapai Rp14,85 triliun atau pangsanya sebesar 36,84% dari total kredit bank umum di Riau. Kredit kepada sektor UMKM di Provinsi Riau sebagian besar diserap oleh skala usaha kecil dengan nilai kredit sebesar Rp5,94 triliun, diikuti oleh skala menengah dan mikro masing-masing sebesar Rp5,36 triliun dan Rp3,55 triliun.

Menurut jenis penggunaan, seluruh penyaluran kredit kepada sektor UMKM digunakan untuk kegiatan produktif (kredit modal kerja dan investasi). Hal ini memberikan indikasi positif bagi pengembangan beberapa sektor ekonomi yang banyak dilakukan oleh UMKM seperti perdagangan dan pertanian.

Tabel 3.7. Perkembangan Kredit UMKM (KUMKM) di Provinsi Riau (Rp juta)

Ket : Kriteria KUMKM mengikuti UU No.20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

Secara sektoral, kredit UMKM yang disalurkan oleh bank umum di Riau utamanya diserap ke sektor perdagangan dan pertanian (Tabel 3.8). Pada sektor perdagangan, penyaluran kredit UMKM utamanya diserap oleh sub sektor perdagangan eceran keliling dan perdagangan yang didominasi oleh makanan, minuman dan tembakau masing-masing sebesar Rp1,17 triliun dan Rp.851,48 miliar. Sedangkan pada sektor pertanian, kredit UMKM sebagian besar (83,4%) digunakan untuk sub sektor kelapa sawit seiring dengan tingginya prospek sektor ini.

I II III IV I II

Mikro 2,495,251 2,687,024 2,901,705 3,112,386 3,313,470 3,545,514

Kecil 5,088,232 5,445,174 4,921,351 5,448,902 5,640,244 5,935,445

Menengah 3,287,614 3,676,323 4,440,529 4,868,783 4,955,899 5,364,799

Total Kredit UMKM 10,871,097 11,808,522 12,263,585 13,430,070 13,909,612 14,845,758

NPL UMKM 3.14% 3.03% 2.98% 2.40% 3.06% 3.16%

Total Kredit 30,105,869 32,170,427 33,623,173 36,082,932 37,414,869 40,303,169

(% terhadap Total Kredit) 36.11% 36.71% 36.47% 37.22% 37.18% 36.84%

2012

KAJIAN EKONOMI REGIONAL

Perkembangan Perbankan dan Sistem Pembayaran Daerah

Dokumen terkait