• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.5 Ruang Lingkup

2.1.4 Konsep BBL

1. Definisi BBL (Bayi Baru Lahir)

Bayi baru lahir adalah bayi yang lahir pada usia kehamilan 37- 42 dan berat badannya 2.500 – 4.000 gram (Dewi, 2010).

Ciri – ciri bayi baru lahir normal :

a. Berat badan 2500 – 4000 gr b. Panjang badan 48 – 52 cm c. Lingkar kepala 33 – 35 cm

a. Frekuensi jantung 120 – 160 kali/menit b. Pernapasan 60 – 40 kali/menit

c. Kulit kemerah – merahan dan licin karena jaringan subkutan

cukup

d. Rambut lanugo tidak terlihat, rambut kepala biasanya telah sempurna

e. Laki – laki testis sudah turun, skrotum sudah ada f. Refleks Kuku agak panjang dan lemas

g. Genitalia : perempuan labia mayora sudah menutupi labia minora.

h. isap dan menelan sudah terbentuk dengan baik

i. Refleks morrow atau gerak memeluk bila dikagetkan sudah baik j. Refleks graps atau menggenggam sudah baik

k. Eliminasi baik, mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama,

mekonium berwarna hitam kecoklatan (Dewi, 2010). 2. Penilaian bayi baru lahir

Segera setelah lahir letakkan bayi diatas kain bersih dan kering yang disiapkan diatas perut ibu, keringkan bayi terutama pada muka dan permukaan tubuh dengan kain kering, hangat dan bersih. Kemudian lakukan 2 penilaian awal yaitu :

b. Apakah bergerak dengan aktif atau lemas.

Jika bayi tidak bernapas, megap-megap atau lemah maka segera lakukan resusitasi bayi baru lahir (JNPK-KR,2007).

Tabel 2.3 Nilai Apgar

Tanda Nilai : 0 Nilai : I Nilai : 2

Appereance (warna kulit) Pucat/biru seluruh Tubuh Tubuh merah, Ekstremita biru Seluruh tubuh Kemerahan Pulse (denyut jantung) Tidak ada < 100 >100 Grimace (tonus otot)

Tidak ada Eksterminitas sedikit fleksi

Gerakan aktif

2) Ada 11 Refleks Pada Bayi Yang Harus Dikenali Sejak Lahir: a. Refleks menghisap (sucking reflex),Bayi akan melakukan

gerakan menghisap ketika Anda menyentuhkan puting susu ke ujung mulut bayi.

b. Refleks menggenggam (palmar grasp reflex), Grasping Reflex adalah refleks gerakan jari-jari tangan mencengkram benda-benda yang disentuhkan ke bayi, indikasi syaraf berkembang normal hilang setelah 3-4 bulan Bayi akan menggenggam jari ketika Anda menyodorkan jari telunjuk kepadanya.

c. Refleks mencari (rooting reflex), Rooting reflex terjadi ketika pipi bayi diusap (dibelai) atau disentuh bagian pinggir mulutnya. Sebagai respons, bayi itu memalingkan kepalanya

ke arah benda yang menyentuhnya, dalam upaya menemukan sesuatu yang dapat dihisap.

d. Refleks moro (moro reflex), adalah suatu respon tiba tiba pada bayi yang baru lahir yang terjadi akibat suara atau gerakan yang mengejutkan.

e. Babinski Reflex, Refleks primitif pada bayi berupa gerakan jari-jari mencengkram ketika bagian bawah kaki diusap, indikasi syaraf berkembang dengan normal. Hilang di usia 4 bulan.

f. Swallowing Reflex adalah refleks gerakan menelan benda-benda yang didekatkan ke mulut, memungkinkan bayi memasukkan makanan ada secara permainan tapi berubah sesuai pengalaman.

g. Eyeblink Reflex, Refleks gerakan seperti menutup dan mengejapkan mata. Fungsi : melingdungi mata dari cahaya dan benda-benda asing permanen dalam kehidupan. Jika bayi terkena sinar atau hembusan angin, matanya akan menutup atau dia akan mengerjapkan matanya.

h. Puppilary Reflex, Refleks gerakan menyempitkan pupil mata terhadap cahaya terang, membesarkan pupil mata terhadap lingkungan gelap. Fungsi : melindungi dari cahaya terang, menyesuaikan terhadap suasana gelap.

i. Refleks tonic neck, Disebut juga posisi menengadah, muncul pada usia satu bulan dan akan menghilang pada sekitar usia

lima bulan. Saat kepala bayi digerakkan kesamping, lengan pada sisi tersebut akan lurus dan lengan yang berlawanan akan menekuk (kadang-kadang pergerakan akan sangat halus atau lemah). Jika bayi baru lahir tidak mampu untuk melakukan posisi ini atau jika reflek initerus menetap hingga lewat usia 6 bulan, bayi dimungkinkan mengalami gangguan pada neuron motorik atas. Berdasarkan penelitian, reflek tonickneck merupakan suatu tanda awal koordinasi mata dan kepala bayi yang akan menyiapkan bayi untuk mencapai gerak sadar.

j. Refleks tonic Labyrinthine/labirin, Pada posisi telentang, reflek ini dapat diamati dengan menggangkan tungkai bayi beberapa saat lalu dilepaskan. Tungkai yang diangkat akan bertahan sesaat, kemudian jatuh dan hilang pada usia 6 bulan. k. Refleks yawning, Yakni refleks seperti menjerit kalau ia merasa lapar, biasanya kemudian disertai dengan tangisan. Reflek Plantar Reflek ini juga disebut reflek plantar grasp, muncul sejak lahir dan berlangsung hingga sekitar satu tahun kelahiran. Reflek plantar ini dapat diperiksa dengan menggosokkan sesuatu di telapan kakinya, maka jari-jari kakinya akan melekuk secara erat.

5. Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Untuk mempererat ikatan batin antara ibu-anak, setelah dilahirkan sebaiknya bayi langsung diletakkan di dada ibunya sebelum

bayi itu dibersihkan.Sentuhan kulit dengan kulit mampu menghadirkan efek psikologis yang dalam di antara ibu dan anak. Penelitian membuktikan bahwa ASI ekslusif selama bulan memang baik bagi bayi. Naluri bayi akan membimbingnya saat bayi lahir. Satu jam pertama setelah bayi dilahirkan, insting bayi membawanya untuk mencari puting sang bunda. Perilaku bayi tersebut dikenal dengan istilah Inisiasi Menyusu Dini (IMD) (Info-Sehat, 2007).

6. Refleks – refleks fisiologis a. Mata

1) Berkedip atau refleks corneal. Bayi berkedip pada pemunculan sinar terang yang tiba – tiba atau pada pandel atau objek ke arah kornea.

2) Pupil. Pupil akan berkontraksi bila sinar terang diarahkan padanya.

3) Glabela. Ketukan halus pada glabela (bagian dahi antara dua alis mata) menyebabkan mata menutup dengan rapat.

b. Mulut dan Tenggorokan

1) Mengisap. Bayi harus memulai gerakan mengisap kuat pada area sirkumoral sebagai respons terhadap rangsangan.

2) Muntah. Stimulasi terhadap faring posterior oleh makanan, isapan, atau masuknya selang harus menyebabkan bayi mengalami refleks muntah.

3) Rooting. Menyentuh dan menekan dagu sepanjang sisi mulut akan menyebabkan bayi membalikkan kepala ke arah sisi tersebut, dan mulai mengisap.

4) Menguap. Respons spontan terhadap penurunan oksigen dengan meningkatkan jumlah udara inspirasi.

5) Ekstrusi. Jika lidah disentuh atau ditekan maka bayi akan merespon dengan mendorongnya keluar.

6) Batuk. Iritasi membrane mukosa laring menyebabkan batuk. Biasanya ada setelah hari pertama lahir.

c. Ekstremitas

1) Menggenggam. Sentuhan pada telapak tangan atau telapak kaki dekat dasar kaki menyebabkan fleksi tangan dan jari. 2) Babinski. Tekanan di telapak kaki bagian luar ke arah atas dari

tumit dan menyilang bantalan kaki menyebabkan jari kaki hiperektensi.

3) Masa tubuh, ada beberapa refleks pada masa tubuh. Di antaranya adalah sebagai berikut :

a. Refleks moro b. Startles c. Tonik leher d. Neck-righting

e. Inkurvasi batang tubuh (gallant) (Dewi, 2010).

Tanda-tanda bayi dengan post date di bagi dalam 3 stadium menurut (Sarwono 2013)

1. Kulit menunjukan kehilangan verniks kaesosa dan maserasi berupa kulit kering, rapuh dan mudah mengelupas

2. Pewarnaan mekonium (kehijauan) pada kulit

3. Terdapat pewarnaan kekuningan pada kuku, kulit dan tali pusat. Pengaruh pada janin berat badan janin dapat bertambah besar, tetap, dan ada juga yang berkurang, sesudah kehamilan 42 minggu, ada pula bisa terjadi kematian janin dalam kandungan.

Dokumen terkait