• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Dasar Sistem Informasi

Dalam dokumen SISTEM INFORMASI PENGIRIMAN BARANG BERBA (Halaman 33-40)

BAB II LANDASAN TEORI

2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur, dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan yang baik (Hartono, 1999:697)8. Sedangkan menurut Kristanto (2003:11)9, sistem informasi didefinisikan sebagai berikut :

I. Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari

komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu

8

Hartono, (1999). Analisa dan Disain Sistem Informasi: pendekatan terstruktur teori dan praktek aplikasi bisnis, hal .697

9

menyajikan informasi.

II. Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat

dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan atau untuk mengendalikan organisasi.

2. Komponen Sistem Informasi

Untuk mendukung lancarnya suatu sistem informasi dibutuhkan beberapa komponen yang fungsinya sangat vital di dalam sistem informasi, yaitu :

1. Blok Masukan

Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input dalam hal ini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan yang dapat berupa dokumen dasar.

2. Blok Model

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan pada basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. Blok Keluaran

Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pamakai sistem.

4. Blok Teknologi

informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.

5. Blok Basis Data

Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer, dan dipergunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

6. Blok Kendali

Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung dengan cepat diatasi (Kristanto, 2003 : 12-13)10

2.2 Konsep Pemodelan Sistem 1. Flowmap

Flowmap adalah aliran data berbentuk dokumen atau formulir didalam

suatu sistem informasi yang merupakan suatu aktivitas yang saling terkait dalam hubungannya dengan kebutuhan data dan informasi. Diagram aliran dokumen merupakan bagan–bagan alir yang menunjukan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan–tembusannya. Kegunaan dari Flowmap ini adalah :

a. Menggambarkan aktivitas apa saja yang sedang berjalan. b. Menjabarkan aliran dokumen yang terlihat.

c. Menjelaskan hubungan – hubungan data dan informasi dengan bagian-bagian dalam aktivitas tersebut

2. Diagram Konteks

Secara garis besar diagram kontek adalah suatu diagram alir yang tingkat tinggi yang menggambarkan seluruh jaringan, masukan dan keluaran. sistem yang dimaksud adalah untuk menggambarkan sistem yang sedang berjalan. mengidentifikasikan data awal dan akhir yang masuk dan keluaran sistem.

Di sini juga bisa di jelaskan fungsi data flow diagram atau (DFD) terbagi atas 3 bagian DFD yaitu:

1. Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang

memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi.

2. DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem.

3. DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.

2.3 Definisi Pengiriman Barang

Menurut Susilo (2008, P62) ekspor impor adalah sesuatu kegiatan memasukan/mengeluarkan barang ke/dari wilayah berdasarkan peraturan yang ditetapkan, intinya ada pada pemasukan atau pengeluaran barang, baik didasari atas transaksi perdagangan atau bukan.

Menurut moenir (2006, P26) Pelayanan pengiriman barang adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan landasan factor material melalui sistem, prosedur dan metode tertentu dalam rangka usaha memenuhi kepentingan orang lain sesuai dengan haknya.

Secara umum jasa pengiriman barang adalah segala upaya yang diselenggarakan atau dilaksanakan secara sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memberikan pelayanan secara efektif dan efesien.

Biaya kiriman akan dihitung berdasarkan berat kiriman, perhitungan berat kiriman barang didasarkan pada timbangan yang telah ditera. Berat diukur dengan 2 pendekatan yaitu:

Berdasarkan timbangan (actual weight) dan berdasarkan Cargo, dimana berat terbesar diantara dua metode tersebut dianggap berat yang disetujui. Pihak perusahaan memberikan biaya pengiriman :

1kg Rp.30.000,- 6kg

Rp.180.000,-2kg Rp.60.000,- 7kg

Rp.210.000,-3kg Rp.90.000,- 8kg

Rp.240.000,-4kg Rp.120.000,- 9kg

Rp.270.000,-5kg Rp.150.000,- 10kg

Rp.300.000,-2.3.1 Proses penerimaan barang

Barang yang diterima oleh tujuan pengiriman bisa melalui salah satu dari 2 proses penerimaan barang yaitu:

1. Delivary : kurir akan langsung mengirimkan barang kealamat penerima dikantor maupun dirumah

2. Town office : penerima mengambil sendiri barang yang dikirimkan kepadanya di kantor cabang.

2.3.2 Asuransi dan biaya penggantian

Semua isi paket yang bernilai Rp.500.000,- keatas wajib diasuransikan. Resmi dibayarkan pada saat paket diantarkan ke conter pengiriman barang.

Jika terjadi kehilangan terhadap barang yang telah diasuransikan maka pihak kantor akan melakukan penggantian

maksimal 100% dari nilai barang yang dipertanggungkan. Untuk resiko kerusakan fisik barang, maka pihak perusahaan akan melakukan penggantian sebesar biaya perbaikan. Pihak kantor tidak akan melakukan penggantian jika barang kiriman tidak berfungsi atau berubah fungsi, misalnya barang-barang elektronik seperti TV, disket dan sebagainya. Selain itu pelanggan harus sesuai dengan isi barang saat barang diserahkan.

2.3.3 Paket yang disediakan

Jenis-jenis paket yang disediakan oleh perusahaan pengiriman barang yaitu:

1. Paket Elektronik

Jenis paket ini adalah jenis paket pengiriman barang yang sebagian besar elektronik seperti TV, DVD, Radio, Hp dll Untuk paket elektronik jenis perhitungan nya menggunakan asurasi yang tertulis di atas.

2. Paket Dokumen

Jenis paket ini adalah jenis paket yang disediakan oleh perusahaan untuk pengiriman barang khusus untuk dokumen saja. Perhitungan harga dokumen berdasarkan kota yang dituju dan banyak nya dokumen

3. Paket Cargo

Jenis paket ini adalah jenis paket yang disediakan oleh perusahaan seperti barang paketan seprti baju, tas dll perhitungan paket jenis cargo ini berdasarkan berat dan kota tujuannya.

2.3.4 Layanan yang disediakan

Jenis-jenis layanan yang disediakan oleh perusahaan pengiriman barang adalah:

Dalam dokumen SISTEM INFORMASI PENGIRIMAN BARANG BERBA (Halaman 33-40)

Dokumen terkait