• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dalam bab ini diuraikan tentang konsep dari defenisi dari PDRB yang meliputi laju pertumbuhan dan struktur ekonomi, peranan PDRB, peranan NTB Sektoral, PDRB Perkapita, agregat PDRB, serta klasifikasi lapangan usaha.

BAB 3 : SEJARAH SINGKAT BADAN PUSAT STATISTIK

Bab ini menguraikan tentang sejarah singkat berdirinya Badan Pusat Statistik beserta struktur organisasinya

BAB 4 : METODOLOGI

Pada bab ini penulisan membahas metode perhitungan PDRB baik atas dasar harga berlaku mapun atas dasar harga konstan, pengumpulan data, dan meramalkan PDRB Kabupaten Humbang Hasundutan pada tahun 2009-2011..

BAB 5 : IMPLEMENTASI SISTEM

Pada bab ini akan diperlihatkan hasil peramalan PDRB Kabupaten Humbang Hasundutan pada tahun 2009-2011 dalam program Microsoft Excel dan SPSS.

BAB 6 : KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini merupakan bab penutup yang merupakan kesimpulan dari pembahasan serta saran – saran beserta kesimpulan yang didapat.

BAB 2

KONSEP DAN DEFENISI

2.1 Pengertian Peramalan

Peramalan adalah kegiatan mengestimasi apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Sedangkan ramalan adalah situasi atau kondisi yang akan diperkirakan akan terjadi pada masa yang akan datang.

Peramalan diperlukan karena adanya perbedaan (kesenjangan) waktu (timelag) Antara kesadaran akan peristiwa atau kebutuhan mendatang dengan waktu peristiwa itu sendiri. Apabila perbedaan waktu tersebut panjang maka peramalan akan menjadi penting dan sangat dibutuhkan, terutama dalam penentuan suatu peristiwa yang akan timbul sihingga dapat dipersiapkan hal-hal ataupun tindakan-tindakan yang diperlukan guna mengantisipasi keadaan tersebut.

Kegunaan peramalan terlihat pada saat pengambilan keputusan, pengambilan keputusan yang baik adalah keputusan yang didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan yang akan terjadi pada waktu keputusan itu dilaksanakan.

Keberhasilan dari suatu peramalan sangat ditentukan oleh :

a. Pengetahuaan teknik tentang pengumpulan informasi (data) masa lalu, data ataupun informasi tersebut bersifat kuantitatif

b. Teknik dan metode yang tetap dan sesuai dengan pola data yang telah dikumpulkan.

Data yang dibutuhkan untuk peramalan ini adalah data tahunan, dan bila semakin banyak data yang dimiliki maka semakin banyak pula peramalan yang bisa diperoleh. Metode ini selalu dipergunakan untuk peramalan bagi penyusunan rencana pembangunan Negara dan Daerah, perencanaan produk baru, perencanaan ekspansi dan lain-lain.

Gambaran perkembangan pada masa lalu yang akan datang diperoleh dari hasil analisa data yang didapat dari penelitian yang telah dilakukan. Perkembangan pada masa depan merupakan perkiraan apa yang akan terjadi, sehingga dapat dikatakan bahwa peramalan selalu diperlukan didalam penelitian. Ketepatan peramalan merupakan hal yang penting, walaupun demikian perlu didasari bahwa suatu ramalan adalah tetap ramalan, dimana pasti selalu ada kesalahan.

2.1.1 Jenis-jenis Peramalan

Berdasarkan sifatnya , peramalan dibedakan atas dua macam yaitu : a. Peramalan Kualitatif

Peramalan Kualitatif adalah peramalan yang didasarkan atas data kualitatif Pada masa lalu. Hasil peramalan yang dibuat sangat bergantung pada orang

Yang menyusunnya. Hal ini penting karena hasil peramalan tersebut ditentukan berdasarkan pemikiran yang instuisi, pendapat dan pengetahuan

Peramalan Kuantitatif adalah peramalan yang didasarkan atas data kuantitatif masa lalu. Hasil peramalan yang dibuat sangat bergantung pada metode yang dipergunakan dalam peramalan tersebut. Baik tidaknya metode yang

dipergunakan ditentukan oleh perbedaan atau penyimpangan antara hasil ramalan dengan kenyataan yang terjadi. Semakin penyimpangan antara hasil ramalan dengan kenyataan yang akan terjadi maka semakin baik pula metode yang digunakan.

2.2 Defenisi Metode Peramalan

2.2.1 Pengertian Metode Peramalan

Metode Peramalan adalah suatu cara memperkirakan atau mengestimasi secara kuantitatif maupun kualitatif apa yang akan terjadi pada masa depan, berdasarkan data yang relevan pada masa lalu. Metode peramalan ini digunakan dalam peramalan yang obyektif.

Sedangkan kegunaan metode peramalan adalah untuk memperkirakan secara sistematis dan pragmatis atas dasar data yang relevan pada masa lalu, dengan demikian peramalan diharapkan dapat memberikan objektivitas yang lebih besar.

Metode peramalan juga memberikan urutan dan pemecahan atas pendekatan masalah dalam peramalan , sehingga bila digunakan pendekatan yang sama atas permasalahan, maka akan didapat dasar pemikiran dan pemecahan yang argumentasinya sama.

Selain itu metode peramalan juga memberikan cara pengerjaan yang teratur dan terarah, sehingga demikian dapat dimungkinkan penggunaan teknik-teknik penganalisaan lebih maju.

2.2.2 Jenis-jenis Peramalan

Peramalan Kuantitatif diberikan atas :

a. Metode peramalan yang didasarkan atas penggunaan analisa pola hubungan antar variabel yang diperkirakan dengan variabel waktu yang merupakan deret berkala (time series). Metode peramalan termasuk dalam jenis ini adalah : 1. Metode Pemulusan (smoothing)

2. Metode Box Jenkins

3. Metode Proyeksi trend dengan regresi

b. Metode Peramalan yang didasarkan atas penggunaan analisa pola hubungan antar variabel yang diperkirakan dengan variabel lain yang mempengaruhinya, yang bukan waktunya, yang disebut dengan metode korelasi atau sebab akibat (Metode kausal). Metode peramalan yang ternasuk dalam jenis ini adalah : 1. Metode Regresi dan Korelasi

2. Metode Ekonometri 3. Metode Input Output

2.2.3 Uraian Metode Peramalan

Metode pemulusan (smoothing) adalah metode peramalan dengan mengadakan penghalusan atau pemulusan terhadap data lalu yaitu dengan mengambil rata-rata dari nilai beberapa tahun untuk menaksir nilai pada tahun yang akan datang . Secara umum metode pemulusan (smoothing) dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian, yaitu 1. Metode Perataan (Average)

a. Nilai Tengah (Mean)

b. Rata-rata Bergerak Tunggal (Single Moving Average) c. Rata-rata Bergerak Ganda (Double Moving Average) 2. Metode Pemulusan smoothing Eksponensial

a. Pemulusan Eksponensial Tunggal

b. Pemulusan Eksponensial Tunggal : Pendekatan Adaptif

c. Pemulusan Eksponensial Ganda : Metode Linier Satu- Parameter dari Brown d. Pemulusan Eksponensial Ganda : Metode Dua- Parameter dari Holt

e. Pemulusan Eksponensial Tripel : Metode Kuadratik Satu-Parameter dari Brown

f. Pemulusan Eksponensial Tripel : Metode Tiga Parameter Untuk kecenderungan dan Musiman dari Winter

g. Pemulusan Eksponensial : Klasifikasi Pegels 3. Metode Pemulusan ( soothing ) lainnya

a. Metode kontrol adaptif dari Chow

b. Metode daptif Satu-Parameter dari Brown c. Pemulusan Tiga-prameter Box Jenkis d. Metode Pemulusan Harmonis dari Harrison

e. Sistem Pemantauna dari Tiga Trigg ( Tracking Signal )

2.3 Metode Peramalan Yang Digunakan

Untuk mendapatkan satu hasil yang baik dan tepat maka haruslah diketahui dan digunakan metode peramalan yang tepat. Untuk meramalkan Pendaptan Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB ) sektor Pertanian dan sektor Perdagangan , Hotel dan Restoran menggunakan metode smoothing rata-rata bergerak (Double Moving Avarage).

Salah satu cara untuk mengubah pengaruh data masa lalu terhadap nilai tengah sebagai ramalan adalah dengan menentukan sejak awal berapa nilai tengah. Untuk menggambarkan prosedur ini digunakan istilah rata-rata (Moving Avarage), karena setiap muncul nilai observasi baru, nilai rata-rata baru dapat dihitung dengan membuang nilai abservasi yang paling lama dan memasukkan nilai terbaru. Rata-rata bergerak ini kemudian akan menjadi ramalan untuk periode mendatang.

Yang dilakukan disini pada masing-masing langkah sebenarnya hanyalah menghitung kembali rata-rata dengan menambahkan nilai berikutnya dan menggugurkan pengamatan yang terjadi pada M periode sebelumnya. Maka rumus rata-rata bergerak dapat dituliskan dalam bentuk berikut ini:

Waktu Rata-rata bergerak Ramalan T T+1 T+2 _ X = T X X X1+ 2 +...+ T T X X X X = 2+ 3+...+ T 1+ T X X X 3 +...+ T 2+ = FT+1 = =

T+ i i T X X 1 FT+2 =

=

=+1 2 T i i

T

X

X

FT+3 = =

=+2 3 T i i T X X

Karena seorang peramalan harus memilih jumlah periode ( T ) dalam rata bergerak, maka ada baiknya bebrapa aspek dari pemilihan ini dikemukakan.

1. MA (1) : yaitu rata-rata bergerak dengan orde 1

2. XT : Nilai data terakhir yang diketahui yang digunakan sebagai ramalan untuk periode berikutnya.

Pada data pendapatan Produk Domestik Regional Bruto dapat dilihat bahwa data yang diamati merupakan suatu daret secara tetap meningkat tanpa unsur kesalahan random yang menghasilkan trend linier meningkat. Dengan menggunakan MA (3) sebagai ramalan untuk priode mendatang.

Prosedur Peramalan rata-rata bergerak linier meliputi 3 aspek, yaitu : 1. Penggunaan rata-rata bergerak tunggal pada waktu t (ditulis St )

2. Penyesuaian yang merupakan perbedaan antara rata-rata bergerak tunggal dan ganda pada waktu t.

3. Penyelesaian untuk kecenderungan dari priode t ke priode t +1 (atau ke priode t +m jika ingin meramalkan m periode ke depan.

Secara umum penyesuaian prosedur rata-rata bergerak linier dapat diterangkan melalui perasamaan berikut ini:

S’t = N x X X Xt + t1+ t2+...+ tN+1 ………. (2-1) S’’t = N S S S S't+ 't−1+ 't−2 +...+ t'N+1 ……….. (2-2) at = S’t + ( S’t-S’’t ) = 2S’t-S’’t ………. (2-3) bt = 1 2 − N (S’t-S’’t) ……… (2-4) Ft+m = at + btm……… (2-5)

Dalam metode rata-rata bergerak linier (LMA) ramalan untuk periode t +1 (persaman 2-5) adalah :

F

t+1

= a

t

+ b

t = 2 S’t-S’’I + 1 2 − N (S’t –S’’t) =       −1 2 N N S’t -       − + 1 1 N N S’’t

Untuk menghitung nilai kesalahan ( error ) ramalan tersebut, dapat digunakan rumus dibawah ini :

e = Xt+1 – Ft+1 ………. (2-6) e2 = (Xt+1- Ft+1)2 ………. (2-7)

Bilamana deret data menunjukkan trend. Maka MA tunggal akan menghasilkan sesuatu yang menyerupai kesalahan sistematis, dan kesalahan sistematis ini dapat dikurangi dengan menggunakan perbedan antara nilai rata–rata bergerak tunggal dan nilai rata-rata bergerak ganda.

Persamaan (2-1) mempunyai keterangan bahwa saat periode waktu t mempunyai nilai masa lalu sebanyak N. nilai MA (N) tunggal dituliskan dengan S’t. persamaan (2-2) menganggap bahwa semua rata-rata bergerak tunggal ( S’) telah dihitung. Dengan persamaan (2-2) itu kita menghitung rata-rata bergerak N periode dari nilai-nilai S; tersebut. Rata-rata bergerak ganda dituliskan sebagai S’’. persamaan (2-3) mengacu terhadap penyesuian MA tunggal S’t dengan perbedaan (S;t-S’t) dan persamaan (2-4) menentukan taksiran dari periode waktu yang satu ke periode berikutnya. Ahir persamaan (2-5) menunjukkan bagaimana memperoleh ramalan untuk m periode kemuka dari t. Ramalan untuk m periode kemuka adalah at dimana merupakan nilai rata-rata yang disesuaikan untuk priode t ditambah m kali komponen kecenderungan bt

Bila semua hasil hitung telah dapat, maka semua data yang telah didapat dimasukkan kedalam contoh tabel rata-rata bergerak ganda berikut ini:

Tabel 2.1

Rata –rata Begerak 3 Tahunan

Sebagai Peramalan Tingkat Pendapatan PDRB

Periode (tahun) (1) Pen dap atan (2) Rata-rata Bergerak 3 Periode Dari (1) (3) Rata-rataBerg erak3 Periode Dari (2) (4) Nilai a (5) Nilai b (6) Nilai a+b(m) Bila M=1 (7) Kesala han ramala n (e) (8) Kesala han ramala n kuadr at (et) 1 X1 - - - - 2 X2 - - - - 3 X3 (2-1) - - - - 4 X4 - - - - 5 X5 - (2-2) (2-3) (2-4) - - - 6 X6 - - - - (2-5) (2-6) (2-7) - - - - - - - - - - - - N Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst

Perlu dipahami bahwa tidak ada satu metode terbaik untuk suatu peramalan. Metode yang memberikan hasil ramalan secara tepat belum tentu tepat untuk meramalkan data yang lain. Dalam peramalan time series, metode peramalan terbaik adalah metode yang memenuhi kriteria ketepatan ramalan. Kriteria ini berupa Mean

Squared Error (MSE), Mean Absolute Percentage Error ( MAPE ), dan Mean Absolute Deviation ( MAD).

Untuk nilai tengah kesalahan kuadrat ( Mean Square Error) ditulis dengan :

MSE =

( )

n Fi Xi n i 2 1

=

Untuk nilai tengah kesalahan persentase absolute (Mean Absolute Percentage

Error) ditulis dengan :

MAPE = n PE n i i

=1

Dimana PE merupakan kesalahan persentasenya ( Percentage Error) :

PE =       − i i i X F X x 100

Untuk nilai tengah deviasi absolut ( Mean Absolute Deviation ), ditulis dengan :

MAD = n Fi Xi n i

=1

Sedangkan untuk mengetahui nilai kesalahan dapat dilihat dalam tabel berikut ini :

Tabel 2.2 Nilai Kesalahan Peri ode (1) PDRB Sektor Pertanian (Xi) (2) Peramal an (Fi) (3)+ Kesala han (Xi-Fi) Kesalahan Absolute Fi XiKesalahan Kuadrat

( )

2 Fi XiKesalahan Persentase (PE)

( )

i i i X F Xx100 Kesalahan Persentase Absolute (APE)       − i i i X F X x100 1 X1 F1 … … … … … 2 X2 F2 … … … … … 3 X3 F3 … … … … … 4 X4 F4 … … … … … 5 X5 F5 … … … … … 6 X6 F6 … … … … … 7 X7 F7 … … … … … 8 … … … … …

2.4 Produk Domestik Regional Bruto

Untuk menghitung ataupun mengelola pendapatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada suatu kabupaten atau kotamadya terlebih dahulu perlu dimegerti beberapa konsep dan defenisi dari unsur-unsur pokok sebagai berikut :

a. Output

Yang dimaksud dengan output adalah nilai barang atau jasa yang dihasilkan dalam suatu periode tertentu, biasanya satu tahun. Jenis output ada tiga macam, yaitu:

2. Output ikutan, yaitu output yang terjadi berasam-sama atau tidak dapat dihindarkan dengan output utamanya.

b. Biaya Antara

Biaya antara adalah barang-barang tidak tahan lama dan jasa-jasa yang digunakan atau habis dalam proses produksi. Barang-barang yang tahan lama yang pada umumnya lebih dari satu tahun, dan tidak habis dalam proses produksi tidak termasuk sebagai biaya antara dan disebut sebagai barang modal.

c. Nilai Tengah

1. Nilai Tambah Bruto

Merupakan selisih antara output dan biaya antara. Dengan kata lain merupakan produk dari proses produksi.

2. Nilai Tambah Netto

Nilai tambah Netto adalah apabila suatu penyusutan dikeluarkan nilai tambah bruto, maka akan diperoleh Nilai Tambah Netto.

Yang dimaksud dengan Produk Domestik Regional Bruto adalah seluruh produk barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah ditambah dengan pendapatan produk dari luar daerah.

Dan adapun pengertian nilai tambah bruto adalah merupakan selisih antara output dan biaya antara, dengan kata nilai tambah bruto merupakan produk dari hasil proses produksi.

Pengertian Produk Domestik Regional Bruto yaitu adalah keseluruhan produk dari hasil proses produksi dari sektor maupun subsektor (lapangan usaha) dari wilayah ataupun daerah.

Sektor-sektor (lapangan usaha ) tersebut terdiri dari : 1. SEKTOR PERTANIAN

a. Subsektor Tanaman Bahan Makanan b. Subsektor Tanaman Pertanian

c. Subsektor Peternakan dan Hasil-hasilnya d. Subsektor Kehutanan dan Perkebunan e. Subsektor Perikanan

2. SEKTOR PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN a. Subsektor Minyak dan Gas Alam

b. Subsektor Pertambahan Tanpa Migas c. Subsektor Penggalian

3. SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN a. Subsektor Industri Besar Dan Sedang b. Subsektor Industri Pengilangan Minyak c. Susektor Industri Kecil dan Rumah Tangga

4. SEKTOR LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH a. Subsektor Listrik

5. SEKTOR BANGUNAN

6. SEKTOR PERDAGANGAN, HOTEL. DAN RESTORAN a. Subsektor Perdagangan Besar dan Eceran

b. Subsektor Hotel c. Subsektor Restoran

7. SEKTOR PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI a. Subsektor Pengangakutan

1. Angkutan Rel 2. Angkutan Jalan Laut

3. Angkutan Laut, Sungai, dan Danau 4. Angkutan Udara

5. Jasa Penunjang Angkutan b. Subsektor Komunikasi

8. SEKTOR KEUANGAN, PERSEWAAN, DAN JASA PERUSAHAAN a. Subsektor Bank

b. Subsektor Lembaga Keuangan Bukan Bank c. Subsektor Jasa Penunjang Keungan

d. Subsektor Sewa Bangunan e. Subsektor Jasa Perusahan

9. SEKTOR JASA-JASA a. Subsektor Pemerintah b. Subsektor Swasta

1. Sosial Kemasyarakatan 2. Hiburan dan Rekresi

3. Perorangan dan Rumah Tangga

Namun penulis hanya membatasi peramalan Produk Domestik Regioanal Bruto (PDRB) atas nama sektor pertanian dan sektor perdagangan , hotel dan restoran saja.

2.5 Pengolahan dan Perhitungan Pendapatan PDRB

2.5.1.Perhitungan atas Dasar Harga Berlaku

PDRB atas dasar harga berlaku merupakan jumlah seluruh NTB atau nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh unit-unit produksi dalam suatu periode tertentu, dan biasanya suatu tahun yang nilai dengan harga tahun yang bersangkutan.

NTB atas dasar harga berlaku yang didapat dari selisih output dengan biaya antara yang dinilai masing- masing atas dasar harga berlaku adalah menggambarkan perubahan volume kuantum produksi yang dihasilkan dan tingkat perubahan harga masing-masing kegiatan, subsektor dan sektor, maka penilaian NTB/Output dilakukan

1. Untuk sektor–sektor primer yang produksinya bisa diperoleh secara langsung dari alam seperti pertanian, pertambangan dan penggalian, pertama kali dicari kuantum produksi dengan satuan skunder yang biasa digunakan. Setelah itu ditentukan kualitas dari barang yang dihasilkan.

2. Untuk sektor-sektor sekunder yang terdiri dari sektor industri, listrik, gas dan air bersih serta sektor bagunan, perhitungan sama dengan sektor primer. Data yang diperlukan adalah data kuantum produksi yang dihasilkan, serta harga produsen masing-masing kegiatan subsektor dan sektor yang bersangkutan. 3. Untuk sektor-sektor secara umum produksinya berupa jasa seperti sektor

perdagangan, restoran dan hotel, penggangkutan dan komunikasi, bank dan lembaga keungan lainnya, sewa rumah dan jasa, untuk perhitungan kuantum produksinya dilakukan dengan mencari imdikator produksi yang sesuai dengan masing-masing kegiatannya, subsektor dan sektor.

2.5.2 Perhitungan atas Dasar Harga Konstan

Perhitungan atas dasar harga konstan ini pengertiannya sama dengan harga berlaku, tetapi penilainnya dilakukan dengan satu tahun dasar tertentu.

NTB atas dasar harga konstan ini hanya menggambarkan perubahan volume/kuantum produksi saja. Pegaruh perubahan harga telah dihilangkan dengan cara menilai dengan harga satu tahun dasar tertentu.

Perhitungan atas dasar harga konstan berguna untuk melihat perubahan ekonomi secara keseluruhan atau sektoral. Juga untuk melihat perubahan struktur perekonomian suatu kabupaten satau kotamadya di propinsi dari tahun ke tahun.

2.6 Uraian Sektoral

Produk Domestik Regional Bruto menurut sektor (lapangan usaha) trdiri dari sembilan sektor :

1. Sektor Pertanian

Sektor pertanian mencakup segala pengusahaan yang didapat dari alam dan merupakan barang-barang biologis atau hidup, dimana hasilnya akan digunakan untuk memenuhi hidup sendiri atau dijual kepada pihak lain, sektor pertanian ini terdiri dari sub-sektor yaitu tanaman bahan makanan, tanaman perkebunan, peternakan dan hasil-hasilnya, kehutan dan perikanan.

2. Sektor Pertambangan dan Penggalian

Kegiatan pertambagan dan penggalian adalah kegiatan yang mencakup penggalian, pemboran, penyaringan, pencucian, pemilihan dan pengambilan segala macam barang tambang, mineral dan barang galian yang tersedia di alam, baik berupa benda padat. benda cair maupun gas. Penambangan dan penggalian ini dapat dilakukan dibawah tanah maupun di atas permukaan bumi. Sifat dan tujuan dari kegiatan tersebut adalah

3. Sektor Industri Pengolahan

Kegiatan industri adalah kegitan untuk merubah bentuk baik secara mekanis maupun kimiawi dari bahan organik atau anorganik produk baru yang lebih tangguh mutunya. Proses tersebut dapat dilakukan dengan mesin atau tangan, baik dibuat didalam pabrik atau rumah tangga. Termasuk juga disini peralatan bagian-bagian suku cadang barang-barang di pabrik, seperti perakitan mobil alat elektronik.

4. Sektor Listrik, Gas dan Air Bersih

Sektor ini terdiri dari 3 sub sektor yaitu Subsektor listrik, Subsektor Gas dan subsektor Air bersih.

4.1 Subsektor Listrik

Subsektor ini mencakup pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik, baik yang diselenggarakan oleh Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) maupun perusahaan non PLN seperti pembangkitan listrik oleh Perusahaan Pemerintahan Daerah dan Listrik yang diusahakan oleh swasta (perorangan maupun perusahaan), dengan tujuan untuk dijual.

4.2 Subsektor Gas

Subsektor ini mancakup kegiatan yang meliputi penyediaan gas kota yang disalurkan kepada konsumen dengan menggunakan pipa, dimana gas tersebut diperoleh dari proses pembakaran batubara, minyak dan drack dengan produknya berupa gas batubara, gas minyak, gas kreking, kokas dan minyak ter. Termasuk juga disini kegiatan penyaluran LPG dan gas

alam yang tekanannya sudah dinaikkan.

4.3 Subsektor Air Bersih

Subsektor ini mencakup kegiatan penampungan, penjernihan, dan pendistribusian air bersih kepada rumah tangga, industri, rumah sakit dan penggunaan komersil lainnya. Termasuk juga kegiatan penyediaan air bersih dengan menggunakan kincir air atau alat lainnya, yang diusahakan oleh Perusahaan Air Minum (PAM), milik pemerintah daerah dan non ` PAM milik swatsa ataupun perorangan.

5. Sektor Bangunan

Sektor ini menyangkut kegiatan pembuatan dan perakitan bangunan (konstruksi). Baik yang dilakukan oleh kontraktor umum maupun kontraktor khusus. Yang digolongkan sebagai kegiatan konstruksi adalah pembuatan, pembangunan, pemasangan, perbaikan (berat maupun ringan), semua jenis kontruksi seperti bangunan tempat tinggal, bangunan bukan tempat tinggal, jalan, jembatan (laut, udara, sungai), terminal dan sejenisnya.

6. Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran

Sektror ini terdiri dari tiga subsektor perdagangan, subsektor hotel dan subsektor restoran. Pada dasarnya ini mencakup kegiatan perdagangan, penyediaan akomodasi

7. Sektor Pengangkutan dan Komunikasi

Sektor ini mencakup kegiatan pengangkutan umum untuk barang dan penumpang melalui darat, laut, sungai, danau, penyeberangan dan udara. Termasuk disini yang sifatnya menunjang dan memperlancar kegiatan pengangkutan, seperti tempat parkir, terminal/pelabuhan, bongkar muat, keagenan, ekspedisi, bandara, pergudangan dan jalan tol.

8. Sektor Bank dan Lembaga Keuangan

Sektor ini meliputi kegiatan pelayanan jasa bank, asuransi, koperasi dan jasa keuangan. Jasa bank meliputi usaha jasa perbankan yang dilakukan oelh bank sentral yaitu Bank Indonesia (BI), bank devisa, bank tabungan dan bank pembangunan. Usahanya meliputi simpan pinjam, megeluarkan kertas berharga, memberi jaminan bank dan jasa perbankan.

9. Sektor Jasa–Jasa

Sektor ini mencakup kegiatan pemerintah, pertahanan dan jasa yang dikelola pemerintah maupun pihak swasta meliputi jasa sosial dan kemasyarakatan, jasa hiburan dan kebudayaan serta jasa perorangan dan rumah tangga.

Dokumen terkait