3.2.1Analisa Studi Kelayakan 3.2.1.1 Ikhtisar
• Landasan Gagasan Usaha
Revolusi digital telah menyebabkan terjadinya transformasi sosial.
Gelombang ini muncul dalam bentuk generasi baru yang belajar, bekerja, berkomunikasi, berbelanja dan menciptakan komunitas dengan cara yang sama sekali berbeda dengan generasi sebelumnya. Komputer dan media-media digital menjadi bagian yang integral dalam interaksi dan kehidupan sehari-hari mereka. Sebagai akibatnya, generasi ini menjadi penuh dengan rasa ingin tahu, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, berani melawan hal-hal yang umum terjadi, smart, terfokus, mampu beradaptasi, dan berorientasi global.
Perubahan ini menciptakan kebiasaan belajar baru yang disebut sebagai interactive learning. Disini, para pembelajar menikmati interaksi dan koneksi yang lebih banyak dengan orang lain. Mereka berdiskusi dan belajar satu dengan yang lain dengan guru sebagai partisipan. Bermacam-macam forum digital memungkinkan mereka untuk melakukan brainstorming, debat dan saling berbagi informasi dengan orang-orang di seluruh penjuru dunia.
Di Indonesia, hal ini direspons dengan munculnya sekolah-sekolah unggulan yang berorientasi global. Sekolah-sekolah semacam ini meyediakan waktu lebih banyak bagi anak-anaknya untuk menggunakan komputer dan Bahasa Inggris. Tidak jarang, kurikulum yang mereka gunakan pun adalah hasil dari waralaba dengan salah satu institusi pendidikan formal di negara-negara lain. Ditambah dengan rancunya kurikulum pendidikan dasar di Indonesia saat ini, para pelaku pendidikan, khususnya di sektor swasta, mulai mempertimbangkan untuk mengembangkan usaha di sektor ini.
Bentuk sekolah semacam ini mengalami perkembangan pesat di kota-kota besar di Indonesia. Beberapa sekolah yang sudah memiliki brand di mata publik, khususnya Jakarta, antara lain : High Scope Indonesia (HSI), Madania, Global Jaya, Pelita Harapan, dan Binus School. Tidak jarang pula ditemui Sekolah Nasional Plus yang telah memiliki murid hingga jenjang pendidikan tinggi. Sayangnya, belum ada Sekolah Nasional Plus yang beroperasi hingga jenjang SMU di Surabaya.
• Pengertian Sekolah Nasional Plus
Dalam proyek ini, Sekolah nasional Plus adalah sekolah yang mengguankan kurikulum hasil dari waralaba (franchise) dengan sebuah institusi pendidikan formal yang telah mapan di salah satu negara bagian di Amerika Serikat. Bahasa Inggris digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Setiap hari juga selalu disediakan waktu khusus untuk menggunakan educational software. Sebagian siswa yang bersekolah di sini adalah anak-anak ekspatriat yang ada di Indonesia, namun mayoritas siwanya tetap berasal dari Indonesia.
Untuk menunjang statusnya, sekolah nasional plus juga menggunakan tenaga pengajar dari luar negeri. Selain itu, sekolah semacam ini juga menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah di luar negeri. Dengan kerja sama itu, siswa yang bersekolah di sini bisa meneruskan ke sekolah-sekolah tertentu di luar negeri tanpa harus turun kelas (down grade). Kerja sama ini juga memudahkan proses tukar menukar guru dan siswa serta adopsi kurikulum maupun teknik mengajar.
Metoda mengajar yang diterapkan adalah metode dua arah. Para murid diajar aktif dan berani mengungkapkan pendapat. Metode ini menggunakan sistem reward dan punishment.
Anak-anak yang bersekolah di sini tidak diberikan pekerjaan rumah untuk dibawa pulang. Setiap mereka diberi tugas untuk membaca sebuah buku setiap hari untuk didiskusikan keesokan harinya. Setiap minggu diberikan satu weekly project yang harus diselesaikan dalam waktu satu minggu.
• Pemilihan Lahan
Izin untuk usaha ini terbuka dan kota Surabaya diperkirakan merupakan tempat yang baik untuk usaha ini karena Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Di Jakarta sudah banyak sekolah yang menerapkan sistem seperti ini sedangkan di Surabaya, penerapan sistem pendidikan yang seperti ini baru saja dimulai. Bangunan-bangunan yang ada
digunakan untuk menampung kegiatan belajar mengajar hanya di tingkat pendidikan dasar.
Selain itu, melihat perkembangan pembangunan sekolah-sekolah semacam ini yang telah ada di Surabaya, didapati kecenderungan yang tinggi untuk mendirikan bangunan tersebut di dalam sebuah kawasan real-estate.
Hal ini memberikan keuntungan bagi kedua pihak dimana pihak real-estate diuntungkan dengan adanya bangunan publik yang akan “menghisap massa”
dan dapat menarik orang untuk datang ke kawasan tersebut. Jika kawasan tersebut ramai maka harga tanah dan properti yang ada di atasnya akan memiliki kecenderungan yang tinggi untuk meningkat.
Selain itu, dengan memilih lahan di dalam sebuah kawasan real-estate, pihak pemilik sekolah diuntungkan karena proses pengesahan kepemilikan atas tanah akan berlangsung lebih cepat dan mudah. Mereka tidak perlu melakukan pembebasan lahan, menyiapkan AMDAL, dan sebagainya. Selain itu, harga tanah di dalam sebuah real estate akan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga tanah di sisi jalan besar.
Hal lain yang juga menjadi pertimbangan adalah jumlah keluarga, dengan kondisi ekonomi menegah ke atas, yang memiliki anak-anak usia sekolah. Daerah dengan komposisi masyarakat yang didominasi oleh keluarga golongan ini akan lebih potensial bagi pendirian bangunan ini.
Dengan melihat hal-hal tersebut di atas, dan diperkuat dengan Masterplan Surabaya 2000, mengenai perkembangan kawasan pendidikan, maka didapati bahwa Bagian Surabaya yang paling potensial untuk pelaksanaan proyek ini adalah Surabaya Barat, tepatnya di dalam salah satu kawasan real estate yang sedang berkembang di sana.
• Lingkup Proyek
Lingkup proyek adalah penentuan batasan-batasan dari pekerjaan pembangunan yang akan diliput oleh proyek. Bangunan sekolah ini akan menampung aktivitas belajar-mengajar untuk pendidikan lanjutan yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP )
Fasilitas sekolah memperhatikan perkembangan motorik kasar anak.
Area berkumpul didesain sangat luas dan aman. Fasilitas seperti dapur, ruang makan, dan toilet sangat dijaga kebersihannya. Alat-alat makan disteril dengan air mendidih sebelum digunakan.
Lingkungan dalam sekolah didesain untuk menjadi lingkungan yang sangat aman. Tidak ada yang dapat masuk ke dalam lingkungan sekolah tanpa sepengetahuan dan seijin petugas di sekolah. Termasuk juga para pedagang makanan dilarang berjualan di depan sekolah.
Selain untuk sekolah, bangunan ini juga direncanakan untuk menampung aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan setelah jam belajar-mengajar selesai berupa kegiatan ekstra-kurikuler untuk para siswa sekolah tersebut.
Proyek ini dalam jangka pendek direncanakan berskala lokal yaitu unuk kawasan Surabaya barat, jika berhasil akan meluas hingga ke seluruh Surabaya.
• Tujuan Proyek
Sekolah ini direncanakan untuk menjadi sebuah tempat yang membangkitkan suasana yang menyenangkan sehingga proses belajar dapat dinikmati dan belajar tidak lagi menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan.
Hal ini dicapai dengan menggunakan pendekatan terhadap perilaku penggunanya sehingga akhirnya gedung sekolah ini dapat menjadi sebuah tempat yang tidak asing lagi bagi mereka.
• Membuka Usaha
Berdasarkan hal-hal di atas akan dijajagi usaha membuka sebuah Sekolah Menengah Pertama Nasional Plus di Surabaya Sejumlah modal berupa uang tunai telah tersedia untuk usaha ini dan siap ditanam jika perhitungan menyimpulkan bahwa proyek ini dapat dilaksanakan
Untuk merealisasi maksud tersebut, hendak dibuat evaluasi segi-segi pasar, teknis, yuridis, manajemen, dan finansiil dari gagasan usaha ini
3.2.1.2 Evaluasi Pasar
Evaluasi ini akan membahas apakah jasa pelayanan yang diciptakan oleh proyek ini akan memenuhi kebutuhan lingkungannya akan jasa ini. Faktor-faktor yang diperhitungkan antara lain : kebutuhan akan jasa ini pada masa yang lalu hingga saat ini dan permintaan akan jasa ini di masa yang akan datang berdasarkan daya beli yang mampu direalisir oleh perkembangan ekonomi
• Kebutuhan
Kelompok usia yang akan dijangkau adalah usia 12-15 tahun yaitu anak-anak usia Sekolah Menengah Pertama. Selain itu, kelompuk anak ini juga adalah anak-anak yang berasal dari keluarga golongan ekonomi menegah ke atas. Hal ini mengingat fungsi bangunan yang adalah sekolah dan mahalnya biaya yang dibutuhkan untuk biaya operasional penyelenggaraan pendidikan tersebut.
• Kebutuhan Yang Akan Dipenuhi
Usaha yang akan dijalankan ini mengambil bagian pasar 30% saja.
yaitu khususnya keluarga-keluarga yang berdomisili di daerah Surabaya Barat.
• Saingan Usaha
Di kawasan Surabaya Barat, sekolah semacam ini belum banyak didirikan. Hanya ada tiga sekolah yang telah memulai usahanya. Sekolah pertama adalah IPH (Intan Permata Hati). Sekolah ini berlokasi di Plasa Segi 8. Sekolah kedua adalah Great Crystal School. Sekolah ini berlokasi di Puncak Permai Square dan yang ketiga adalah IVY School. Sekolah ini berlokasi di Plasa Graha Family.
Dari ketiga sekolah tersebut, hanya Great Crystall School dan IVY School yang benar-benar berpusat di Surabaya Barat. Sedangkan sekolah IPH yang ada di Surabaya Barat adalah cabang dari IPH-Nginden. Saat ini, Great Crystall School sudah merencanakan pendidikan hingga ke jenjang SMP namun belum memiliki kegiatan belajar mengajar hingga ke jenjang tersebut
sedangkan IVY School baru saja memulai usaha ini dan saat ini hanya memiliki kelas hingga tingkat Kindergaten, namun mereka merencanakan untuk menambah kelas hingga SD kelas 6.
• Sasaran dan Selera
Sasaran adalah keluarga dengan kondisi ekonomi menegah ke atas, yang memiliki anak-anak usia sekolah. dan mampu membayar tarif sekolah yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan tarif di sekolah nasional biasa
3.2.1.3 Evaluasi Teknis
• Lokasi Usaha
Bangunan untuk usaha pendidikan ini akan di dirikan di dalam kawasan salah satu real-estate yang ada di Surabaya tepatnya di Royal Residence-Surabaya pada area yang diperuntukkan bagi usaha pendidikan (site terlampir) Bangunan ini akan menempati lahan seluas 17.000 m2
• Luas Ruang dan Jenis Ruang Yang Diperlukan
Untuk mengetahui luas areal/lahan yang dibutuhkan untuk proyek ini, perhitungan luas lantai bangunan menjadi faktor utama yang mempengaruhi.
Luasan bangunan total didapat dengan menghitung luas tiap-tiap ruang yang ada pada bangunan ini. Secara garis besar perkiraan kebutuhan ruang dan luasannya dapat pada tabel luasan ruang.
• Kebutuhan Air Bersih
Kebutuhan air diusahakan dari aliran air minum kota (PDAM). Jika kapasitas air yang dapat disediakan oleh PDAM tidak mencukupi maka akan digunakan air dari sumur pompa sebagai tambahan. Air bersih ini akan disimpan pada tandon atas untuk kemudian dipompa ke lantai-lantai yang membutuhkan.
Penggunaan tandon atas memiliki beberapa kelebihan. Salah satunya adalah penghematan dalam penggunaan listrik. Jika listrik mati air bisa tetap dialirkan tanpa bantuan pompa. Hal ini akan membuat pompa lebih tahan
lama. Untuk tandon atas, kapasitasnya adalah gabungan dari kapasitas air bersih dan air kebakaran. Tandon atas ini dibagi menjadi dua ruangan agar pengurasan dapat dilakukan lebih mudah dan agar distribusi air selama pengurasan tetap berjalan.
Untuk pemipaan, air disalurkan melalui pipa yang ada dalam shaft. Pipa yang digunakan adalah pipa jenis GIP (Galvanized Iron Pipe). Pemilihan jenis pipa ini disesuaiakan dengan tekanan kerja pada pipa.
Pompa distribusi yang digunakan adalah pompa sentrifugal dengan penggerak motor listrik dan motor diesel. Pompa utama diperlengkapi dengan pompa cadangan dan jockey. Jockey berfungsi untuk memacu air sedangkan pompa cadangan berfungsi sebagai partner bagi pompa utama.
• Kebutuhan Listrik
Sistem distribusi tenaga listrik dimulai dari supply tegangan menengah 20 kV dari jaringan PLN yang terdekat dan diterima di panel TM (tegangan menegah) yang ada di ruang utilitas. Dari panel TM supply daya akan ditransfer ke panel distribusi utama (main distribusion panel-MDP) TR (tegangan rendah) melalui beberapa unit transformator penurun tegangan dengan kapasitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Sistem distribusi ini akan menggunkan tipe radial dimana tiap pusat beban akan langsung di-suplly dari panel distribusi utama TR melalui kabel daya
Khusus untuk beban pemadam kebakaran seperti pompa hidran dan semua peralatan penunjang baik untuk peringatan, pemadaman dan evakuasi harus menggunakan kabel tahan api.
Sistem proteksi yang digunakan unutk mengurangi/menghilangkan bahaya lanjut dari suatu gangguann pada sistem distribusi listrik adalah proteksi arus hubung singkat (short circuit), proteksi beban lebih (over load), proteksi gangguan tegangan (over/under voltage), proteksi gangguan arus tanah (earth fault), proteksi daya balik (power reverse), proteksi sambaran petir (lightning stroke) dan surja hubung (switching surge)
Grounding sistem listrik akan digunakan sistem TN-C dan TN-S.
Grounding khusus harus disiapkan untuk peralatan yang sensitif seperti komputer, PABX, dan CCTV
Semua sistem yang menyangkut keselamatan seseorang mendapatkan prioritas utama antara lain : sitem deteksi kebakaran, fan untuk peresurisasi, fan utnuk menghisap asap, pompa kebakaran sistem komunikasi untuk evakuasi.
Selain itu, daya listrik darurat akan didistribusikan pada Lampu penerangan (50-60 %), power outlets /receptacle (100 %), sistem tata udara dengan kapasitas agak berkurang
• Alat Transportasi
Melihat bervariasinya kebutuhan masing-masing jenjang pendidikan akan alat transportasi maka dibutuhkan satu buah mobil.
• Rencana Layout Ruang Dan Bangunan
Disertakan skema kasar untuk memberikan gambaran pembagian ruang (terlampir)
• Perihal Para Siswa
Dilakukan generalisasi terhadap para siswa yaitu siswa SMP secara umum dengan segala aspek perkembangannya
3.2.1.4. Evaluasi Management
• Struktur Organisasi
Tabel 3.3. Struktur Organisasi
• Deskripsi Tugas-Tugas
The Board of Education merupakan dewan pengelola yang menyusun, menetapkan langkah-langkah kebijakan dan arah gerak dari sekolah yang bersangkutan terutama dalam masalah-masalah program pendidikan yang dijalankan. Tugas lainnya adalah melakukan pengawasan secara menyeluruh terhadap jalannya sekolah
Superintendent bertanggung jawab terhadap semua aspek pelaksanaan, usaha-usaha peningkatan mutu yang dilakukan dan seluruh kegiatan belajar dan mengajar yang dilaksanakan di sekolah, bertugas membawahi principal dari SD hingga SMA, sebagai koordinator bidang administrasi, bussines, maintenance dan facilities serta memberi pertanggungjawaban kepada pihak The Board of Education
THE BOARD OF