• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Injection Moulding

Dalam dokumen BAB 3 LANDASAN TEORI (Halaman 59-64)

Injection moulding adalah proses pengerjaan pencetakan plastik dengan

sistem injeksi. Pada saat ini teknologi injection moulding banyak digunakan dalam industri manufaktur plastik. Hal ini karena proses pengerjaannya relatif mudah, dapat membuat barang jadi dengan sekali proses dan tidak membutuhkan mesin dan alat yang besar dan kompleks.

3.7.1. Mesin Injection Moulding

Untuk bahan termoplastik, mesin cetak injeksi bertugas untuk mengubah bahan baku yang berupa butiran kecil atau butiran berbentuk pellet menjadi suatu bentuk yang dicetak melalui kegiatan peleburan, injeksi, pemadatan, dan siklus pendinginan. Waktu keseluruhan proses injeksi berlangsung atau waktu yang diperlukan oleh mesin injeksi untuk mengubah bahan baku menjadi produk jadi yang dicetak dinamakan waktu siklus (cycle time). Untuk tahapannya dapat dilihat pada gambar berikut ini :

Cycle Time

Opening/ejection Machine set cooling time

Closing of the mould Injection unit forwards

Injection

Holding pressure

Injection unit backwards

Plastification

Real cooling time

Sumber : Manual Hand Book Injection Moulding, PT. Jasa Putra Plastik.

Gambar 3.4. Waktu Siklus Mesin Injeksi

Secara umum mesin cetak injeksi terdiri dari lima komponen berikut : 1. Sistem Injeksi (Injection System)

Sistem injeksi terdiri atas hopper, reciprocating screw, barrel, dan injection

nozzle. Sistem ini membatasi dan membawa bahan baku dalam perjalanannya

melewati tahap feeding, compressing, degarsing, melting, injection, dan tahap

packing. Komponen sistem injeksi, yaitu :

a. Hopper

Bahan baku termoplastik dimasukkan ke dalam mesin cetak injeksi melalui

hopper ketika masih berbentuk butiran kecil. Hopper mempunyai bentuk yang

menyerupai gabungan antara tabung dengan dasar berbentuk kerucut. Hopper mempunyai posisi pada bagian atas mesin injeksi dan bertugas untuk

menampung butiran-butiran kecil ini. Butiran-butiran ini akan secara otomatis masuk ke dalam barrel dan reciprocating screw.

b. Reciprocating screw

Berbentuk sekrup pemutar dan digunakan untuk mengkompresi atau memadatkan, meleburkan dan mendorong bahan baku. Reciprocating screw terdiri atas tiga bagian, yaitu feeding zone, compressing zone, dan melting

zone. Reciprocating zone dapat digerakkan dengan tenaga hidrolik maupun

tenaga motor. Ukuran kedalamannya akan mengecil pada compressing zone. Area ini akan mengkompresi bahan baku terhadap diameter bagian dalam

barrel dan menyebabkan panas. Panas ini yang bertanggung jawab untuk

menjaga proses peleburan bahan baku. Beberapa heater band diluar barrel berfungsi untuk menjaga agar material tetap berada pada keadaan lebur atau cair. Secara umum sebuah mesin cetak dapat memiliki tiga atau lebih heater

band ataupun area-area dengan pengaturan suhu yang berbeda. Kecepatan

putaran reciprocating zone dinyatakan dalam satuan rpm (rotation per

minutes). Pada reciprocating zone, kecepatan putaran permukaannya lebih

penting daripada kecepatan putarannya, dan kedua hal itu tergantung pada ukuran diameter reciprocating zone.

c. Barrel

Barrel mempunyai bentuk seperti silinder bulat yang terletak secara

berada di dalamnya. Tugasnya adalah untuk menyangga reciprocating zone dan untuk menjaga suhu barrel, maka barrel dipanasi oleh beberapa pelat gelang pemanas (Electric Band Heaters) dengan tenaga listrik di sekeliling luar barrel tersebut. Electric Band Heaters menyediakan pemanas awal kepada bahan baku dan juga menyediakan pemanasan ketika terjadi peleburan bahan baku.

d. Nozzle

Berbentuk seperti mulut pipa dan berada pada bagian ujung barrel. Fungsinya adalah untuk menghubungkan kepada sprue brushing dan menjadi penyetel antara barrel dengan cetakan temperatur dari nozzle. Ketika barrel berada dalam posisi maju untuk pemrosesan, maka nozzle harus menempel dan menyegel pada jarak lekukan pada sprue bushing dengan sebuah lingkaran sasaran saat proses pembersihan barrel dilakukan. Barrel akan keluar mundur dari sprue, sehingga sisa bahan baku dapat jatuh dari nozzle dan nozzle kembali menjadi bersih.

2. Sistem Hidrolik (Hydraulic System)

Fungsinya adalah untuk menyediakan tenaga untuk membuka dan menutup cetakan, menyiapkan dan menahan tonasi kempa, memutar reciprocating zone, memberi tenaga pada ejector pins dan memindahkan cetakan inti.

3. Sistem Cetakan (Mold System)

Terdiri atas tie bars, perlengkapan lainnya dan moving plate, cetakan, sprue,

runner system, ejector pins dan saluran pendingin. Cetakan sangat penting

sebagai penukar panas setelah bahan baku termoplastik membentuk pola dan dimensi yang diinginkan sesuai dengan rongga cetakan. Sebuah sistem cetakan adalah rakitan dari silinder (platens) dan silinder cetakan (moulding platens) yang pada umumnya terbuat dari baja. Sistem cetakan membentuk pola plastik di dalam rongga cetakan dan mengeluarkan hasil cetakan.

4. Saluran pendingin cetakan

Saluran pendingin adalah jalur yang terletak pada rongga cetakan, sehingga medium pendingin seperti air, uap atau oli bersirkulasi. Hal ini berfungsi untuk pengatur suhu pada permukaan cetakan. Saluran pendingin dapat juga dikombinasikan dengan alat pengendali suhu lain seperti bafflers, bubblers, dan

thermal pins atau pipa saluran panas.

5. Sistem Kempa (Clamping System)

Berfungsi untuk membuka dan menutup cetakan, mendukung dan membawa unusur pokok dari cetakan dan menciptakan kekuatan yang cukup untuk mencegah cetakan terbuka. Kekuatan kempa dapat diciptakan melalui kekuatan mekanik, kekuatan hidrolik dan atau kombinasi dari dua hal tersebut.

6. Sistem Kendali

Sistem kendali menyediakan konsistensi dan pengulangan di dalam operasi mesin. Sistem kendali mempunyai fungsi untuk memonitor dan mengendalikan parameter-parameter termasuk suhu, tekanan injeksi, dan kecepatan injeksi. Sistem kendali memiliki peranan penting pada kualitas barang yang diproduksi dan keekonomisan proses produksi. Sistem kendali ini dapat bervariasi dari sirkuit on atau off sampai alat micro processor yang rumit.

Sumber : http://islnotes.cps.msu.edu/trp/inj/int_what.html.

Gambar 3.5. Mesin Injection Moulding

Dalam dokumen BAB 3 LANDASAN TEORI (Halaman 59-64)